Ibu Menyusui

Moms Berniat Donor ASI? Ini Syarat yang Harus Diperhatikan

Moms pasti pernah mendengar soal donor ASI, atau bahkan Moms berniat melakukan maupun menerima donor ASI? Donor ASI tentu saja tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada peraturan khusus terkait donor ASI. Di Indonesia, hukum donor ASI sudah masuk ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012.

Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, dalam PP tersebut, berikut ini persyaratan donor ASI yang patut diperhatikan!

  • Merupakan permintaan dari ibu kandung, atau keluarga bayi
  • Ibu kandung dan keluarga si bayi mengetahui dengan jelas identitas, alamat, dan agama si pendonor
  • Pendonor ASI dalam kondisi kesehatan yang baik
  • ASI tidak diperjualbelikan
  • Pemberian donor harus memperhatikan norma agama dan aspek sosial budaya
  • Menjamin mutu dan keamanan ASI yang didonorkan melalui kebersihan, cara memerah ASI, penyimpanan ASI, dan cara pemberian ASI

Selain dari PP tersebut, ada juga sederat syarat donor ASI, melansir dari situs WebMD. Adapun syaratnya yaitu:

  • Dalam kondisi sehat
  • Miliki ASI lebih dari yang dibutuhkan anak (ibu tidak boleh mengambil ASI dari bayi sendiri untuk disumbangkan)
  • Dapat membekukan ASI dalam waktu 24-48 jam setelah memompa
  • Hanya gunakan obat-obatan yang disetujui untuk donor
  • Penuhi persyaratan donasi minimum lainnya dari bank ASI atau fasilitas layanan kesehatan yang bersangkutan
  • Tidak menggunakan suplemen herbal apa pun

Pastikan ASI yang didonorkan berkualitas baik dan aman diberikan untuk bayi.