Baby

Cara Mencegah Anak Mengalami Kejang Demam, Wajib Tahu!

Kondisi kejang demam dapat dialami oleh siapa saja, tak terkecuali buah hati Moms. Oleh karena itu, ada baiknya Moms mencegah kondisi pada si kecil.

Berdasarkan penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kejang demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih yang disebabkan proses di luar otak. Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun.

Ciri khas kejang demam adalah demamnya mendahului kejang, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Adapun langkah untuk mencegah anak mengalami kejang demam yaitu dengan usaha menurunkan suhu tubuh si kecil jika ia demam. Langkah awal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya paracetamol atau ibuprofen.

Namun, Moms harus hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat. Sebab, obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak.

Selain itu, untuk mencegah kejang demam, Moms juga dapat memberikan kompres air hangat (bukan dingin) di area dahi, ketiak, dan lipatan siku si kecil.

Disarankan juga Moms memiliki termometer di rumah dan mengukur suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul.

Pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.