Kesehatan

Penanganan Anak Tersedak yang Bisa Orang Tua Lakukan

Siapa, nih, Moms yang buah hatinya pernah tersedak saat sedang makan ataupun minum? Bahkan, kemungkinan anak tersedak pun bisa terjadi ketika ia sedang bermain, karena ada saja anak-anak yang kerap memasukkan mainan atau benda asing ke mulutnya. Duh, jangan sampai hal ini terjadi pada buah hati Moms, ya.

Sering kali kondisi anak tersedak ini bikin orang tua khawatir. Menurut penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di website resminya, tersedak adalah gangguan berupa sumbatan jalan napas dan berpotensi menimbulkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan awal.

Oleh karena itu, Moms harus tanggap jika anak tersedak! Masih menurut penjelasan IDAI, jika bayi tersedak, tidak bisa batuk efektif, dan masih sadar penuh, lakukan 5 entakan (back blow) dengan cukup kuat menggunakan pangkal telapak tangan di punggung di antara dua tulang belikat.

Penolong memosisikan bayi telungkup dengan kepala lebih rendah, dan penolong berlutut atau duduk di kursi sehingga dapat menopang bayi di pangkuannya dengan aman.

Untuk bayi, topang kepala dengan ibu jari di satu sisi rahang dan yang lain menggunakan satu atau dua jari tangan yang sama tanpa menekan jaringan lunak di bawah rahang. Sementara untuk anak usia di atas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.

Jika manuver back blow gagal, lakukan 5 entakan dada (chest thrust) pada bayi. Penolong memosisikan bayi telentang dengan kepala lebih rendah mengarah ke bawah.

Supaya lebih aman, sebaiknya penolong meletakan punggung bayi di lengan yang bebas dan menopang ubun-ubun menggunakan tangan, kemudian topang lengan dengan paha. Identifikasi lokasi chest thrust di tengah-tengah tulang dada, lakukan entakan dengan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah). Jika benda asing belum keluar, ulangi tindakan dari awal.

Pada anak usia di atas 1 tahun, untuk mengeluarkan benda asing bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich. Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan letak lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya.

Tangan penolong dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita. Raih kepalan tangan dengan tangan lainnya dan entakan ke arah atas dan belakang tubuh penderita sebanyak 5 kali.

Bila korban mengalami sumbatan jalan napas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar, dan segera memanggil layanan gawat darurat. Bantuan hidup dasar versi CAB (kompresi dada, jalan napas, bantuan napas) dilakuakan dengan memberikan kompresi dada sebanyak 30 kali tanpa perlu memeriksa nadi, dilanjutkan dengan pemberian 2 kali bantuan napas, dilakukan sebanyak 5 siklus ( 2 menit ). Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.

Itulah, Moms, penanganan anak tersedak yang bisa coba dilakukan. Semoga bermanfaat, ya.