Baby

Tahap Perkembangan Bicara Anak Usia 0-6 Bulan

Bicara menjadi salah satu kemampuan anak yang perlu Moms perhatikan selama masa perkembangannya. Hal ini pun bermanfaat untuk memantau apakah si kecil mengalami keterlambatan bicara atau tidak. Sehingga jika ada kemungkinan anak mengalami keterlambatan bicara, Moms bisa segera melakukan penanganan yang tepat sesuai dengan arahan pakar.

Perkembangan bicara anak dimulai sejak ia lahir, yakni usia 0 bulan. Mungkin Moms bertanya-tanya, “memangnya anak di usia ini sudah bicara apa?” Nah, supaya enggak penasaran, simak, yuk, penjelasan terkait tahap perkembangan bicara anak usia 0-6 bulan. Segala bentuk tahapan ini jangan Moms sepelekan, ya.

Berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di website resminya, saat lahir, bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya. Kemudian, pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara seperti aah atau uuh yang dikenal dengan istilah cooing.

Bayi di usia itu juga senang bereksperimen dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara menyerupai berkumur. Pun mulai bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara. Lalu, setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.

Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat merespons ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi dalam nada bicara. Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya papapapapa, dadadadada, bababababa, mamamamama. Bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang dirasakannya, dengan ekspresi wajah yang sesuai.

Adapun hal yang harus orang tua waspadai yaitu ketika bayi tidak menolah jika dipanggil namanya dari belakang dan bayi tidak ada babbling!