Kesehatan

Mengenal Infeksi Campak, Apa Saja Gejalanya?

Moms tentu sudah tidak asing lagi, dong, dengan penyakit campak. Penyakit ini menyebar melalui udara dengan tetesan hasil pernapasan dari batuk atau bersin.

Berdasarkan penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya, campak merupakan penyakit infeksi virus akut serius yang sangat menular. Campak disebabkan oleh Paramyxovirus dan ditularkan terutama melalui udara (airborne). 

Attack rate penularannya lebih dari 90% dari individu yang terinfeksi sejak 4 hari sebelum sampai 4 jam setelah munculnya ruam. Masa inkubasi penyakit ini terjadi pada 7-18 hari.

Lantas, apa saja gejala penyakit campak? Yuk, Moms, kenali berbagai macam gejalanya agar lebih waspada! Inilah penjelasannya menurut IDAI:

  1. Demam dengan suhu badan biasanya >380C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10-12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair (3C: cough, coryza, conjunctivitis).
  1. Tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.
  1. Gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

Jika si kecil menunjukkan gejala-gejala tersebut, lebih baik langsung konsultasikan kepada dokter, ya, Moms!