Baby · Kesehatan

Cara Membersihkan Kerak Kepala atau Cradle Cap Ketombe pada Bayi Baru Lahir

Pernah nggak sih moms kalian melihat baby yang baru lahir di kulit kepalanya banyak kayak ketombe yang bisa terkelupas? Nah ini yang mami alami di ke-4 baby mami. Kasus yang sekarang ini si Kembar sedang mengalami kerak kepala seperti ketombe. Luckie mengalami kerak kepala yang berketombe ini lebih lama nih moms. Biasanya ketombe ini ditandai dengan adanya lapisan kerak-kerak yang ada di bagian kulit kepala baby, berwarna putih kekuning-kuningan, ada lapisan yang terkelupas dan bisa kita ambil nih moms. Kondisi ini disebut dengan cradle cap atau dermatitis seboroik.

Cradle cap adalah ketombe yang biasa muncul di orang dewasa atau bahkan di anak-anak hingga baby. Kok bisa baby baru lahir mengalami cradle cap?

Apa penyebab cradle cap?

1. Disebabkan oleh hormon ibu yang memproduksi minyak berlebih pada jaringan kulit bayi, sehingga membuat kelenjar minyak bayi mengeluarkan sebum yang akhirnya sebum ini menjadi kerak kepala mengelupas seperti ketombe.

2. Disebabkan oleh ragi seperti jamur (malassezia). Jamur ini bisa tumbuh di sebum bersama bakteri yang akhirnya menyebabkan adanya kerak di kepala.

3. Udara yang ekstrim, stres serta alergi susu sapi

Cradle cap pada bayi baru lahir atau baby berumur 0-12 bulan yang biasanya masih bisa mengalami cradle cap ini akan hilang dengan sendirinya, jadi nggak perlu khawatir. Tapi moms namanya seorang ibu pasti kita risih kan moms melihat kulit kepala bayi kita ada keraknya apalagi sampai kuning, banyak dan baby juga terganggu. Tentunya kita mau membersihkan agar kerak di kulit kepala baby kita cepat hilang.

Nah mami ada beberapa cara untuk membersihkan cradle cap yang benar dan jangan dipaksa, karena kalau sampai salah dan dipaksa bisa mengakibatkan infeksi yang cukup serius.

Cara membersihkan cradle cap

1. Gunakan baby oil

Mami sendiri menggunakan Buds Everday Organics – Infant Massage Oil. Biasanya mami akan oleskan secara perlahan di kerak kepala baby, dipijat-pijat jangan dikelupas secara paksa nanti bisa mengakibatkan infeksi. Setelah sudah selesai diamkan 15 menit lalu basuh dengan sampo. Basuh dengan menggunakan sampo yang organik agar nggak membuat baby kita makin parah karena ini kulit sensitif moms.

2. Gunakan minyak zaitun atau minyak almond

Minyak zaitun, minyak kelapa atau minyak almond selain bisa mengangkat kerak kepala baby kita, juga bisa menutrisi kulit kepala baby agar tidak mudah kering.

3. Jangan mengelupas kerak kepala baby secara paksa

Ingat ya moms, kita jangan pernah mengelupas kerak kepala secara paksa, biarkan kerak kepala pada baby kita mengelupas dengan sendirinya. Karena ketika kita mengelupas secara paksa, kulit baby kita masih dalam pertumbuhan, luka sekecil apapun bisa menjadi infeksi yang fatal, jadi jangan pernah dengan paksa mengelupas kulit kepala baby kita.

4. Sikat dengan sisir yang lembut

Sisir kerak kepala bayi hanya dengan satu arah menggunakan sisir yang lembut. Lakukan setelah mandi dan ulangi terus menerus maka kerak kepala akan bersih total.

5. Gunakan krim khusus hypoallergenic

Mami merekomendasikan Buds Super Soothing Rescue Lotion, karena sempat pakai dan keraknya langsung keangkat semua moms, kerak kepala Luckie udah bersih banget. Setelah mengoleskan krim ke kepala bayi diamkan semalaman.

Nah moms itu dia cara membersihkan cradle cap yang baik dan benar semoga bermanfaat.

Baby

Pentingnya ASI untuk Bayi Prematur dan Tips Memberikannya

ASI atau air susu ibu merupakan nutrisi terbaik untuk seluruh bayi, termasuk bagi bayi yang lahir prematur. Bayi lahir prematur merupakan bayi yang lahir sebelum minggu ke-37. Pemberian ASI sangat bermanfaat bagi bayi prematur. Sebab, menurut penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI tidak hanya menjadi sumber nutrisi, tetapi menjadi sumber faktor kekebalan tubuh dan pertumbuhan bayi permatur.

Akan tetapi, proses pemberian ASI kepada bayi prematur tidaklah mudah. Sebab, tidak semua bayi dapat langsung mengisap ASI dari sang ibu, terlebih bayi kondisi bayi belum stabil. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan semua pihak terkait perawatan bayi prematur, termasuk dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Adapun prinsip utama pemberian ASI kepada bayi prematur yang dapat Moms lakukan yaitu dengan memompa ASI secara benar, rutin, dan konsisten. Mulai dari tetes awal keluarnya ASI yang disebut kolostrum sampai tetes demi tetes selanjutnya. Kesabaran ibu untuk memerah ASInya merupakan modal utama.

Masih mengutip dari IDAI, cara memerah atau memompa ASI yang benar akan menghasilkan pasokan ASI yang cukup, dan semakin sering dipompa dengan benar maka akan menghasilkan produksi yang banyak pula.

Moms bisa memompa ASI setiap 2-2,5 jam sehari, di luar jam istirahat atau tidur ibu sekitar 4-5 jam sehari. Upayakan memompa konsisten sehari 6-8 kali, dengan lamanya memompa sekitar 100 menit.

Kemudian, prinsip kedua yaitu Moms harus sepenuhnya ikhlas menerima kelahiran bayinya secara prematur, hindari rasa stres yang mengganggu, tanamkan rasa optimis, percaya diri bahwa tim berusaha keras untuk menolong sang bayi, dan Moms merupakan bagian dari tim tersebut. Tentunya dalam menjalani hal ini dibutuhkan dukungan keluarga terutama sang suami.

Moms juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi di rumah sakit. Dengan begitu Moms bisa mendapat bantuan lebih untuk bisa memberikan ASI kepada buah hati tercinta.

Baby

Cara Memandikan Bayi Kembar Baru Lahir

Untuk para new mommy pasti memandikan bayi itu suatu kegiatan yang sedikit menakutkan ya moms. Tapi tenang aja moms, karena mami akan memberikan tips bagaimana cara memandikan bayi bari lahir.

Masih ada tali pusarnya

Langkah :

  1. Isi bak mandi bayi dengan air hangat bersuhu sekitar 32 ℃ dan ketinggian air sekitar 7 cm
  2. Seka wajah bayi dengan menggunakan washlap lembut yang sudah dibasahi dengan air hangat terlebih dahulu. Seka bagian wajah bayi dari kepala, leher secara perlahan. Jangan lupa bersihkan pula bagian lipatan yang terdapat di leher dan telinga belakang bayi
  3. Hati-hati saat membersihkan daerah sekitar tali pusar
  4. Secara perlahan usapkan bagian tubuh bayi dengan menggunakan washlap, setelah tubuh bayi dirasa cukup basah beri sabun bayi pada bagian tubuh, tangan dan juga kaki
  5. Berhati-hati dalam menyeka bagian lipatan-lipatan pada bayi, biasanya di bagian tersebut terdapat kotoran-kotoran yang sangat sulit dibersihkan. Seka bagian lipatan seperti leher, bagian lutut, bagian belakang bayi, telinga, ketiak dan lipatan pada lengan bayi
  6. Posisikan bayi dengan berbaring lalu posisi tangan ibu menahan bagian leher belakang bayi juga kepala bayi agar lebih memudahkan ibu dalam menyeka bagian belakang bayi.

Tali pusar sudah lepas

Langkah :

  1. Siapkan bak mandi bayi dengan air hangat (dengan suhu kira-kira 37 ℃) setinggi 5 cm
  2. Tahan bagian belakang kepala dan leher bayi dengan tangan yang tidak dominan. Artinya gunakan tangan kiri untuk yang tidak kidal dan tangan kanan untuk yang kidal
  3. Biarkan bayi menikmati waktu mandi
  4. Setelah menahan bagian belakang kepala dan leher, moms bisa mulai mengusap dengan lembut wajah si Kecil memakai washlap. Ikuti dengan kepala dan sekujur tubuh
  5. Lalu tuang sabun mandi yang aman untuk bayi baru lahir di washlap
  6. Usap lagi wajah dan seluruh badan bayi, jangan lupa untuk membersihkan setiap lekukan dan lipatan tubuhnya
  7. Pastikan moms memandikan bayi tidak lebih dari 10 menit. Selain karena bayi bisa kedinginan, mandi terlalu lama bisa membuat bayi keriput
  8. Setelah mandi moms dapat oleskan pelembab saat kulit bayi masih lembab dan baru saja dikeringkan dengan handuk
  9. Berikan minyak bayi setelah badan kering dilap oleh handuk. Pilihlah baby oil yang mudah diserah dan ringan

Mudah kan moms memandikan bayi baru lahir? Untuk lebih jelasnya moms bisa simak melalui video di bawah ini ya

Baby · Fakta-Fakta

Penting Diketahui! Perbedaan Perkembangan Bayi Prematur dan Bayi yang Lahir Cukup Bulan

Bayi prematur dan bayi cukup bulan itu sama aja perlakuannya nggak ada yang berbeda. Kenapa mami bisa bilang begitu karena 2 anak mami merupakan anak yang lahir cukup bulan dan 2 anak mami lainnya lahir prematur. Tapi ternyata pemikiran mami ini salah total, karena cara penanganan mami yang salah akibatnya Luckie (bayi prematur) jadi sakit, penanganannya terlambat akhirnya perkembangannya telat banget dan mami nggak mau ini terjadi juga untuk para moms lain.

Hal-hal yang harus diketahui tentang bayi prematur

1. Bayi prematur memiliki usia koreksi

Siapa yang selalu berpikir kalau bayi prematur ya sama aja usianya dengan bayi cukup bulan? Itu salah ya moms. Bayi prematur memiliki usia koreksi. Contohnya mami melahirkan London dan Luckie di usia kehamilan 34 minggu yang mana harusnya melahirkan cukup bulan adalah di usia 40 minggu. Jadi dari 40 minggu dikurangi 34 minggu adalah 6 minggu. Jadi 6 minggu terlalu cepat dilahirkan. Lalu sekarang London dan Luckie usianya 24 minggu, nah di usia 24 minggu ini dikurangi 6 minggu hasilnya 18 minggu. Jadi usia koreksi London dan Luckie 18 minggu, jadi mereka sekarang bukan 6 bulan melainkan baru 4.5 bulan usianya.

2. Perkembangan milestone bayi prematur mengikuti usia koreksi

Jadi mami sendiri juga cukup kaget karena London Luckie perkembangannya berbeda banget dengan Louisse dan Loewy yang lahir cukup bulan. Kalau London kebetulan perkembangannya mengikuti bayi cukup bulan, berbeda halnya dengan Luckie. Perbedaannya adalah London di usia 3 bulan sudah bisa tengkurap dan angkat kepala. Sedangkan Luckie, dia nggak kuat tapi dengan bantuan fisioterapi dia baru bisa kuat dan angkat kepala di usia 5 bulan.

Lalu yang paling parah London di usia 2 bulan sudah bisa melihat dengan jelas alias fokus tapi berbeda dengan Luckie karena Luckie sempat mengalami Bronkopneumonia, gangguan di otaknya dan segala macam jadi matanya itu di usia 3-4 bulanan nggak fokus moms. Tapi di usia 5 jalan 6 bulan penglihatannya sudah bagus.

Jadi di sini kita bisa lihat bahwa perkembangan bayi prematur itu lambat banget tapi bayi prematur memiliki usia koreksi yang harus kita lihat. Memang agak sedikit terlambat tapi pasti bayi prematur bisa mengejar keterlambatannya dibanding bayi cukup bulan sampai di usianya 2 tahun. Kita bisa lihat bahwa perkembangan bayi prematur dengan bayi cukup bulan itu berbeda karena bayi prematur memiliki usia koreksi, bukan karena bayi prematur lambat dan bodoh ya moms.

3. Sleep apnea

Jadi ini sering banget dialami Luckie dari dia baru lahir sampai usianya 4 bulan sebelum dia masuk rumah sakit. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika napas berhenti selama beberapa saat selama beberapa kali. Sehingga membuat pasokan oksigen ke otak itu berkurang dan membuat anak kita susah banget untuk tidur. Kondisi sleep apnea ini juga akan hilang seiring dengan bertambahnya usia bayi. Jadi di umur Luckie 5 bulan dia sudah nggak mengalami sleep apnea.

4. Sering berhubungan dengan disabilitas neurologist

Luckie sendiri paru-parunya dari dia lahir belum berkembang dengan sempurna yang akibatnya pas lahir seluruh badannya biru keunguan. Ini disebabkan pasokan oksigen yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh itu berkurang moms. Dengan keadaan seperti ini membuat pasokan oksigen yang ke otak juga otomatis berkurang dan akan membuat beberapa masalah.

Berdasarkan penelitian, banyak anak yang mengalami masalah neurologist ini adalah anak yang lahir secara prematur. Biasanya gejala yang ringan, bayi prematur itu akan kesulitan untuk kemampuan berbahasa, belajar, attention defisit hyperactive disorder dan biasanya kalau masalah serius itu adalah keterbelakangan mental.

Kalau untuk kasus Luckie, Luckie mengalami Atrofi Otak, otaknya mengecil karena pasokan oksigen kurang ke otak. Sehingga setelah Luckie keluar dari rumah sakit karena masalah Bronkopneumonia itu Luckie nggak bisa melihat mami, nggak bisa angkat kepala, perkembangan motorik dan sensoriknya terlambat.

Luckie sempat didiagnosis bahwa dia akan tumbuh menjadi anak yang “idiot”, benar-benar akan terlambat. Tapi percayalah moms tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, mami selalu melakukan fisioterapi ke Luckie dan akhirnya di usia 6 bulan Luckie sudah mampu kejar London. Bahkan setelah cek ke dokter, Luckie mungkin dalam beberapa bulan ke depan lagi sudah bisa mengejar keterlambatannya.

5. Kategori bayi prematur

  • Late Preterm : lahir di usia kehamilan antara 34-37 minggu
  • Preemie : lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu
  • Micro Preemie : lahir kurang dari 25 minggu kehamilan

6. Kontak skin to skin

Bayi prematur harus skin to skin, karena biasanya bayi prematur kayak Luckie yang paru-parunya belum berkembang dengan sempurna mengakibatkan oksigennya masih nggak bagus, nggak stabil, sering banget biru dan kesedak susu. Nah dengan kita skin to skin ini bisa menstabilkan detak jantung baby kita, menstabilkan oksigen bayi dan dapat meningkatkan kualitas tidur bayi.

7. Pneumonia

Biasanya bayi prematur rata-rata sering mengalami pneumonia karena bayi prematur memiliki lemak tubuh yang tidak normal sehingga nggak bisa menghasilkan panas dan ini terjadi sama Luckie. London itu kebetulan perkembangannya seperti bayi lahir cukup umur, jadi dia sering keringatan, pokoknya seperti normalnya bayi cukup bulan sedangkan Luckie itu dari lahir sampai usia 4 bulan nggak pernah keringetan sama sekali. Ini dikarenakan lemak tubuhnya itu belum bagus sehingga susah untuk menghasilkan panas dan suhu tubuh bayi prematur biasanya akan selalu lebih rendah. Karena bayi prematur itu rentan kedinginan maka bisa mengakibatkan beberapa gejala ke arah pneumonia. Belum lagi kalau sampai ada infeksi bakteri masuk ke aliran darah dan menginfeksi bagian paru-paru, lama kelamaan bisa menjadi pneumonia.

8. Sakit kuning

Bayi prematur juga bisa mengalami sakit kuning. Ini dikarenakan penumpukan bilirubin di darah, tapi tenang aja moms kalian cukup jemur aja di bawah sinar matahari atau bisa juga disinar.

9. ROP (retinopathy of prematurity)

ROP adalah kondisi dimana bagian retina mata memiliki perkembangan belum sempurna. Memang ada beberapa tingkatan ROP yang bisa sembuh sendiri tanpa harus diobati dan dibawa ke dokter mata tapi ada beberapa kondisi kalau sampai ROP ini sudah merusak retina bayi bisa membuat kebutaan selamanya. Jadi moms, kalau kita punya bayi prematur segera lakukan pemeriksaan secepatnya di usia 1 bulan, agar kalau sampai ada hal yang serius bisa segera diobati.

Inilah hal penting tentang bayi prematur yang harus diketahui karena bayi prematur itu berbeda dengan bayi cukup bulan. Penanganan bayi prematur itu harus ekstra agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan bisa mengejar keterlambatan yang dialami. Bayi prematur tidak selalu akan tumbuh menjadi anak yang bodoh karena mami punya banyak teman yang anaknya prematur malah akademisnya lebih pintar dibanding anak yang lahir cukup umur. Jadi tetap semangat moms jangan pantang menyerah.

Baby · Kesehatan

10 Cara Efektif Mengeluarkan Dahak Bayi, Jangan Sampai Terlambat!

Kita sebagai orangtua pastinya nggak tega dong ya saat melihat si Kecil batuk berdahak bahkan sampai bernafas pun susah banget. Dan ternyata memang batuk berdahak pada bayi itu nggak bisa dianggap enteng. Karena kalau untuk London yang daya tahan tubuhnya kuat akan sembuh dengan sendirinya tapi berbeda dengan Luckie. Luckie adalah bayi prematur yang terlahir dengan kondisi paru-parunya lemah, yang akhirnya pada saat dia terinfeksi batuk dan flu otomatis kena pneumonia. Bahkan Luckie sempat dirawat di rumah sakit 7 hari 6 malam dan mengalami masa kritis moms karena pneumonia.

Nah dahak ini bisa muncul karena infeksi flu dan pilek. Jika daya tahan tubuh anak kita lemah dahak dapat menyebabkan penumonia, pneumonia bronkitis dan bronkitis. Nah berikut 10 cara untuk mengeluarkan dahak pada bayi bahkan cara ini bisa digunakan untuk kita orang dewasa juga ya moms. Berikut caranya

1. Nebulizer

Karena Luckie harus uap terus setelah didiagnosis ada masalah pada Laringomalasianya, sempat kena bronkopneumonia dan ada asam lambung jadi dia minimal sehari sekali diuap maka dari itu kita selalu sediakan nebulizer di rumah. Mami beli dengan harga 600ribu, kalian juga bisa cari di shopee. Biasa kita uapnya itu 10 menit. Untuk obatnya harus sesuai resep dokter jangan sembarangan.

2. Uap air panas

Cukup siapkan baskom yang berisi air panas, lalu masukkan beberapa tetes minyak kayu putih. Setelah itu kita dekatkan si Kecil ke baskom. Jadi uap air panas ini sama kayak terapi uap yang dapat melegakan saluran pernapasan baby kita, membuka saluran hidung yang tersumbat bahkan bisa mengencerkan dahak. Ini benar-benar efektif banget moms.

3. Menepuk punggung baby

Kita bisa posisikan ke posisi tengkurap, lalu kita tepuk-tepuk punggung baby bagian kiri dan kanan secara bergantian. Lalu kita bisa miringkan posisi baby kita ke kanan dan kiri. Setelah itu kita bisa menepuk dada baby secara perlahan. Biasanya kalau dahak sudah ditenggorokan dengan posisi miring dahak akan keluar dengan sendirinya. Kalau dahaknya sudah encer akan masuk ke saluran pernapasan dan keluar dengan urin dan kotoran.

4. Menghangatkan tubuh baby

Kalau baby susah tidur akan rewel dan nangis terus karena adanya dahak yang ada di tenggorokan dia, apalagi ketika dia sudah makan, itu akan menyebabkan baby kita jadi susah menelan makanan. Salah satu cara untuk mengencerkan dahak adalah menggunakan pakaian hangat lalu kita bisa menghangatkan tubuh baby dengan minyak telon. Dan tetap atur suhu ruangan agar tetap hangat ya moms.

5. Menidurkan bayi kita dengan posisi berbeda

Pada saat Luckie sakit, dahaknya banyak banget karena bronkopneumonia, jadi dia tidur kepalanya lebih tinggi daripada badannya agar saluran napasnya terbuka, sehingga dia bisa lebih lega napasnya. Cara ini bisa kalian lakukan moms. Hindari meletakkan baby kita dengan posisi badan dan kepala sejajar saat tidur. Kalian juga bisa ganti-ganti posisi misalnya telentang, miring ke kanan atau miring ke kiri bahkan kalau baby kita sudah bisa tengkurap, dia juga boleh tidur dengan posisi tengkurap tapi pastikan jangan sampai hidung dia tertutup ya moms.

6. Jemur di bawah sinar matahari

Jadi dengan kita menjemur bayi kita di bawah sinar matahari ini bagus untuk pernapasan dan tulang baby. Jemur di antara jam 8-9 pagi dengan durasi cukup 10 menit saja. Jangan lupa untuk tepuk-tepuk punggung baby kita, maka dahak yang biasanya ada di tenggorokan bisa tertelan dan akan terbuang bersama urin dan kotoran.

7. Minum banyak cairan

Jadi pada saat anak banyak dahak kita memberikan minum banyak cairan itu efektif banget untuk mengencerkan dahak yang ada pada baby kita. Kalau untuk bayi kita berikan lebih banyak ASI, kalau sudah di atas 6 bulan kita bisa berikan air hangat. Kalau anak sudah 1 tahun ke atas kita bisa berikan sup, kaldu ayam hangat-hangat.

8. Gunakan pelembab ruangan

Biasanya dahak muncul karena udara terlalu dingin dan kering sehingga dahak numpuk di bagian saluran pernapasan anak. Dengan menggunakan pelembab udara atau humidifier bisa melembabkan ruangan kita sehingga bisa melegakan pernapasan anak kita dan mengencerkan dahak.

9. Gunakan essential oil

Kalau mami sendiri biasanya menggunakan Young Living untuk meredakan dahak dan batuk pilek anak. Biasanya ini bisa kalian oles ke badan anak sedikit aja atau bisa juga dengan teteskan essential oil ke humidifier lalu kita nyalakan humidifiernya.

10. Menggunakan penyedot khusus

Ini berdasarkan pengalaman mami, pada saat Luckie banyak dahak, di rumah sakit Luckie per 3 jam sekali pasti di nebulizer lalu disedot dahaknya dari hidung dan mulut. Kalau mau melakukan ini di rumah, ada alat khusus yang terbuat dari karet kalian bisa cari di tokopedia atau shopee, cuma mami sendiri tetap menyarankan kalau nyedot kayak gitu agak berbahaya. Karena pada saat disedot saturasi oksigen anak akan turun, jadi saran dari mami kalau kalian ingin menyedot dahak langsung ke rumah sakit aja dengan ahlinya jangan dilakukan di rumah.

Nah itu dia 10 cara mengangkat dahak yang bisa dilakukan, kalian sering melakukan cara yang mana nih moms?

Baby · Kesehatan

Penyebab Feses atau BAB Bayi Berwarna Hijau dan Cara Menanganinya

Pernah nggak sih kalian melihat feses anak kita berwarna hijau bahkan kehitaman? Mami sendiri sudah memiliki 4 anak, dan 4 anak mami semuanya ketika mereka baru lahir mereka mengeluarkan feses berwarna hijau kehitaman. Apakah ini normal? Ya.

Feses pada baby yang baru lahir berwarna hijau kehitaman disebut dengan mekonium, yang mana ini normal dan terjadi di awal kelahiran baby kita hingga usia 1 minggu dan akan berubah menjadi warna kuning, emas dan lain sebagainya seiring bertambahnya usia. Kalau baby sudah berusia 3-4 bulan tapi fesesnya berwarna hijau, apakah aman?

Moms, penyebab dari feses berwarna hijau ada beberapa macam yaitu :

1. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui

Ini penting banget loh moms, kita sebagai ibu menyusui apa yang kita makan itu akan menjadi kualitas ASI yang akan diberikan kepada bayi, yang tentunya juga akan mempengaruhi tubuh baby kita. Kalau sampai ibu menyusui terlalu banyak makan makanan berwarna hijau, minum minuman berwarna hijau bahkan suplemen zat besi itu akan mempengaruhi kualitas ASI sehingga itu akan membuat feses baby kita berwarna hijau.

Kalau mami sendiri, belum lama ini mami sempat makan terlalu banyak sayur karena memang mami paling suka sayur dibanding daging dan alhasil si Kembar mengeluarkan feses berwarna hijau. Tapi keadaan ini aman ya moms, jangan khawatir.

2. Bayi sedang tumbuh gigi

Ketika baby kita akan tumbuh gigi biasanya mereka akan memproduksi air liur yang sangat banyak. Saking banyaknya air liur terkadang air liur tersebut akan tertelan ke dalam tubuh baby kita dan ini juga yang akan membuat feses baby kita berwarna hijau karena terlalu banyak menelan air liurnya sendiri moms, dan ini normal.

3. Foremilk atau hindmilk

Foremilk adalah ASI yang keluar pada sesi awal menyusui dan biasanya disebut ASI rendah kalori sedangkan hindmilk adalah ASI yang keluar pada saat sesi menyusui akan berakhir dan biasanya disebut dengan ASI tinggi lemak. Biasanya kalau seorang baby terlalu banyak mengonsumsi foremilk dibanding hindmilk fesesnya akan berwarna hijau. Solusinya adalah usahakan ketika direct breastfeeding di satu payudara itu yang agak lama, biarkan ia menyusu di 1 payudara selama 15-20 menit agar foremilk dan hindmilknya bisa didapatkan semua dengan seimbang.

4. Anak kita baru sakit

Luckie sempat sakit bronkopneumonia dan dirawat di rumah sakit, jadi Luckie banyak menerima infus obat-obatan, belum lagi rasa trauma akibat beberapa kali disuntik, alhasil dia kayak sering kaget gitu moms saat tidur. Nah menurut kepercayaan orang dulu, kalau seorang baby terlalu suka kaget dengan keadaan yang baru apalagi habis dari rumah sakit, dia akan menyimpan rasa kagetnya itu di dalam diri dia dan itu akan tertumpuk. Biasanya kalau baby kita baru pulang dari rumah sakit mereka akan mengeluarkan feses berwarna hijau dan itu dialami oleh Luckie. Itu adalah cara mereka mengeluarkan rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri mereka.

Luckie mengeluarkan feses berwarna hijau pekat banget selama 2 hari. Sempat ada juga yang berwarna hijau kehitaman. Di hari keempat dan kelima mulai ada sedikit warna kuning. Dan ketika mami tanya ke dokter apakah ini aman, kata dokter aman. Kalau menurut kepercayaan orang zaman dulu juga aman, ini adalah akibat dari rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri anak kita dan sedang dikeluarkan. Jadi buat ibu-ibu yang anaknya baru saja mengalami sakit dan mengeluarkan feses berwarna hijau jangan panik dulu.

Lalu kapan saat kita harus waspada? Kalau sampai ketika anak kita mengeluarkan feses berwarna hijau dan dia jadi lemah/lesu, demam, tidak nafsu makan dan fesesnya disertai warna merah. Segera bawa ke dokter kalau sampai menemukan kondisi anak seperti ini ya moms. Nah itu dia tentang feses anak berwarna hijau. Jangan panik dan cari tahu penyebabnya terlebih dahulu. See you di next #CurcolYukMoms.

Baby

Bantu Bayi Merangkak dengan Beri Stimulasi Ini, Moms!

Sebelum berdiri dan berjalan, bayi biasanya akan merangkak. Meski demikian sebenarnya tidak semua bayi merangkak, karena ada sejumlah bayi yang tidak merangkak. Itu pun normal saja, ya, Moms.

Akan tetapi, Moms bisa membantu bayi memberikan stimulasi agar ia bisa merangkak. Stimulasi ini bisa Moms berikan sejak bayi berusia dini, bahkan sejak bulan-bulan awal kelahirannya.

Mengutip dari website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), inilah sederet stimulasi bayi merangkak yang bisa dilakukan di rumah.

  1. Seringlah mengajak bayi tengkurap sejak bulan-bulan awal kelahiran. Tak perlu terlalu lama, cukup beberapa menit saja sebagai permulaan, kemudian durasinya bisa Moms tambahkan secara bertahap. Namun ingat, ya, Moms, untuk selalu dampingi bayi ketika ia sedang dalam posisi tengkurap.
  2. Untuk menumbuhkan minat bayi belajar meraih dan bergerak, letakkan mainan atau benda yang menarik di depan bayi, tapi agak jauh dari jangkauannya. Lihat apakah ia tertarik dan berusaha meraih mainan tersebut?
  3. Ketika ia sudah dapat menopang tubuhnya dengan kaki dan tangan, sesekali coba letakkan telapak tangan Anda di belakang telapak kakinya. Hal ini akan membantu bayi tetap stabil dan memberi dasar pijakan untuk mulai bergerak.
  4. Hindari gunakan baby walker. Sebab, ini dapat mengganggu perkembangan otot bayi, apalagi jika digunakan terlalu sering.
  5. Perhatikan waktu penggunaan alat bantu lain seperti kursi, bouncer, ayunan, dan gendongan. Bayi perlu mendapat cukup banyak waktu untuk bermain, bergerak, dan menjelajah secara mandiri.
  6. Jangan paksa bayi untuk belajar merangkak. Pun tidak ada patokan waktu dan cara yang baku untuk mengajarkan bayi merangkak.
  7. Selalu utamakan keamanan dan keselamatan anak. Jauhkan bayi Moms dari benda-benda yang berpotensi membahayakan dirinya.

Itulah, Moms, sederet cara yang bisa Moms usahakan untuk menstimulasi bayi merangkak. Selamat mencobanya di rumah.

Baby

Tahap Perkembangan Bicara Anak 18-24 Bulan

Tak terasa, ya, Moms, sebentar lagi si kecil akan berusia 2 tahun. Di usia ini, Moms akan melihat banyak perkembangan yang dialami si kecil. Termasuk perkembangan bahasanya.

Mungkin Moms juga sudah mulai menyadari, nih, kalau di usia ini si kecil sudah semakin cerewet dan bahkan banyak bertanya. Jangan heran Moms, karena memang pada tahap ini anak akan mengalami ledakan bahasan.

Moms, berikut ini penjelasan mengenai tahap perkembangan anak di usia 18-24 bulan berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melansir dari website resminya.

Menurut IDAI, anak usia 18 hingga 24 bualn akan memiliki kosakata baru pada setiap harinya. Wah, salut, ya, Moms! Anak dapat membuat kalimat yang terdiri dari dua kata. Contohnya, “Aku lapar” “Naik sepeda”. Mereka juga sudah dapat mengikuti perintah dua langkah.

Tak hanya itu, masih berdasarkan penjelasan dari IDAI, pada masa ini pun si kecil akan senang mendengarkan cerita. Serta, saat usia anak sudah menginjak 2 tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.

Itulah Moms gambaran tahap perkembangan bahasa anak usia 18 hingga 24 bulan. Semoga bisa jadi panduan Moms, ya.

Baby

Tahap Perkembangan Bicara Anak 12-18 Bulan

Seiring bertambahnya usia, tentu saja kemampuan yang dimiliki anak pun semakin bertambah. Termasuk kemampuan bicara dan jumlah kosakata yang dikuasi.

Lantas, seperti apakah tahap perkembangan bicara anak usia 12-18 bulan? Moms, inilah penjelasannya, mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Berdasarkan penjelasan IDAI, pada awal usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah, seperti “Tolong ambilkan mainan itu.”

Semakin bertambahnya usia, losakata anak pun bertambah dengan pesat. Pada usia 15 bulan ia mungkin baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, tetapi pada usia 18 bulan, kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Lalu, pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.

Bagaimana, Moms, apakah si kecil sudah menunjukkan kalau ia sudah menguasi lebih banyak kosakata? Yuk, Moms, sering-sering beri stimulasi juga untuknya.

Baby

Tahap Perkembangan Bicara Anak 6-12 Bulan

Ada banyak tahap perkembangan anak yang perlu orang tua perhatikan, salah satunya yaitu perkembangan bicara. Moms bisa memperhatikan tahap perkembangan anak bicara sesuai usianya.

Moms yang memiliki buah hati berusia 6-12 bulan, inilah tahap perkembangan bicara anak 6-12 bulan berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya.

Bayi Usia 6-9 Bulan

Pada usia ini, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda, serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Saat babbling, si kecil menggunakan intonasi atau nada bicara seperti bahasa ibunya. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.

Bayi Usia 9-12 Bulan

Kemudian pada usia ini bayi sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan untuk ibu dan ayah atau pengasuh utama lainnya) dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini).

Bayi menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya. Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.

Itulah, Moms, tahap perkembangan bahasa bayi usia 6-12 bulan. Apakah si kecil sudah berada di tahap tersebut? Jangan terlalu khawatir juga jika belum, karena Moms bisa memberikan bayi stimulasi yang tepat.