Baby · Growth · Motherhood

Perjalanan Stimulasi Mata Bayi yang Hampir Buta, Akhirnya Bisa Mengenali Wajah Mami

Tanggal 4 mei 2021 mami pergi ke JEC (Jakarta Eye Center) Menteng untuk memeriksakan keadaan mata Luckie. Setelah periksa ternyata hasilnya mata Luckie tidak mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP). ROP yaitu kelainan pada mata yang bisa menyebabkan kebutaan pada bayi premature.

Luckie memang tidak mengalami ROP, tapi mata Luckie itu nggak bisa fokus sama objek, dia cuma fokus sama lampu. Setelah mami konsultasi sama dokter, masalah utamanya itu ada di otak. Jadi mata Luckie itu juling dan julingnya ke arah luar. Penyebab dari juling adalah adanya masalah dengan syaraf ke otaknya. Saat di USG kemarin, dokter mengatakan bahwa otak Luckie mengalami pengecilan dan tidak berkembang.

Cara untuk menstimulasi agar Luckie sadar dan fokus saat melihat adalah salah satunya dengan memberikan benda berwarna hitam putih. Kenapa hitam putih? Karena retina mata Luckie itu baru bisa sadar dan fokus terhadap warna hitam dan putih. Selain kedua warna tersebut retina mata Luckie belum mampu menangkap warna lain sama persis seperti bayi baru lahir.

Berbekal pengetahuan dari dokter, mami mencoba untuk menstimulasi mata Luckie. Di hari pertama, mami menstimulasi mata Luckie dengan corak hitam putih dan responnya sangat bagus. Setelah 1 minggu Luckie kembali lagi ke JEC untuk kontrol, setelahnya mami tetap lanjut untuk stimulasi Luckie pakai corak hitam putih, dan perlahan-lahan penglihatan Luckie mulai fokus. Bahkan dari jarak yang cukup jauh dia sudah mulai bisa lihat dengan jelas dan fokus.

Setelah ada kemajuan mami semakin rajin lagi untuk menstimulasi mata Luckie dengan berbagai macam benda berwarna hitam dan putih, dari bola hingga boneka. Saat stimulasi hari ke-12, Luckie sudah mulai fokus banget dan bisa mengikuti ke arah manapun objek yang mami gerakkan.

Di hari ke-13 mami stimulasi Luckie dengan benda berwarna selain hitam dan putih, yaitu merah. Hasilnya Luckie cukup oke banget untuk stimulasi warna merah. Lalu mami lanjut lagi ke warna-warna yang lain sampai Luckie benar-benar bisa fokus untuk menatap berbagai macam benda dan warna.

Nah itu dia perjalanan stimulasi mata Luckie selama ini. Untuk para moms yang sedang berjuang sama seperti mami jangan putus asa dan tetap semangat. Semoga sharing mami kali ini bisa bermanfaat ya untuk kalian semua. See you di next #CurcolYukMoms.

Baby · Fakta-Fakta

Penting Diketahui! Perbedaan Perkembangan Bayi Prematur dan Bayi yang Lahir Cukup Bulan

Bayi prematur dan bayi cukup bulan itu sama aja perlakuannya nggak ada yang berbeda. Kenapa mami bisa bilang begitu karena 2 anak mami merupakan anak yang lahir cukup bulan dan 2 anak mami lainnya lahir prematur. Tapi ternyata pemikiran mami ini salah total, karena cara penanganan mami yang salah akibatnya Luckie (bayi prematur) jadi sakit, penanganannya terlambat akhirnya perkembangannya telat banget dan mami nggak mau ini terjadi juga untuk para moms lain.

Hal-hal yang harus diketahui tentang bayi prematur

1. Bayi prematur memiliki usia koreksi

Siapa yang selalu berpikir kalau bayi prematur ya sama aja usianya dengan bayi cukup bulan? Itu salah ya moms. Bayi prematur memiliki usia koreksi. Contohnya mami melahirkan London dan Luckie di usia kehamilan 34 minggu yang mana harusnya melahirkan cukup bulan adalah di usia 40 minggu. Jadi dari 40 minggu dikurangi 34 minggu adalah 6 minggu. Jadi 6 minggu terlalu cepat dilahirkan. Lalu sekarang London dan Luckie usianya 24 minggu, nah di usia 24 minggu ini dikurangi 6 minggu hasilnya 18 minggu. Jadi usia koreksi London dan Luckie 18 minggu, jadi mereka sekarang bukan 6 bulan melainkan baru 4.5 bulan usianya.

2. Perkembangan milestone bayi prematur mengikuti usia koreksi

Jadi mami sendiri juga cukup kaget karena London Luckie perkembangannya berbeda banget dengan Louisse dan Loewy yang lahir cukup bulan. Kalau London kebetulan perkembangannya mengikuti bayi cukup bulan, berbeda halnya dengan Luckie. Perbedaannya adalah London di usia 3 bulan sudah bisa tengkurap dan angkat kepala. Sedangkan Luckie, dia nggak kuat tapi dengan bantuan fisioterapi dia baru bisa kuat dan angkat kepala di usia 5 bulan.

Lalu yang paling parah London di usia 2 bulan sudah bisa melihat dengan jelas alias fokus tapi berbeda dengan Luckie karena Luckie sempat mengalami Bronkopneumonia, gangguan di otaknya dan segala macam jadi matanya itu di usia 3-4 bulanan nggak fokus moms. Tapi di usia 5 jalan 6 bulan penglihatannya sudah bagus.

Jadi di sini kita bisa lihat bahwa perkembangan bayi prematur itu lambat banget tapi bayi prematur memiliki usia koreksi yang harus kita lihat. Memang agak sedikit terlambat tapi pasti bayi prematur bisa mengejar keterlambatannya dibanding bayi cukup bulan sampai di usianya 2 tahun. Kita bisa lihat bahwa perkembangan bayi prematur dengan bayi cukup bulan itu berbeda karena bayi prematur memiliki usia koreksi, bukan karena bayi prematur lambat dan bodoh ya moms.

3. Sleep apnea

Jadi ini sering banget dialami Luckie dari dia baru lahir sampai usianya 4 bulan sebelum dia masuk rumah sakit. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika napas berhenti selama beberapa saat selama beberapa kali. Sehingga membuat pasokan oksigen ke otak itu berkurang dan membuat anak kita susah banget untuk tidur. Kondisi sleep apnea ini juga akan hilang seiring dengan bertambahnya usia bayi. Jadi di umur Luckie 5 bulan dia sudah nggak mengalami sleep apnea.

4. Sering berhubungan dengan disabilitas neurologist

Luckie sendiri paru-parunya dari dia lahir belum berkembang dengan sempurna yang akibatnya pas lahir seluruh badannya biru keunguan. Ini disebabkan pasokan oksigen yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh itu berkurang moms. Dengan keadaan seperti ini membuat pasokan oksigen yang ke otak juga otomatis berkurang dan akan membuat beberapa masalah.

Berdasarkan penelitian, banyak anak yang mengalami masalah neurologist ini adalah anak yang lahir secara prematur. Biasanya gejala yang ringan, bayi prematur itu akan kesulitan untuk kemampuan berbahasa, belajar, attention defisit hyperactive disorder dan biasanya kalau masalah serius itu adalah keterbelakangan mental.

Kalau untuk kasus Luckie, Luckie mengalami Atrofi Otak, otaknya mengecil karena pasokan oksigen kurang ke otak. Sehingga setelah Luckie keluar dari rumah sakit karena masalah Bronkopneumonia itu Luckie nggak bisa melihat mami, nggak bisa angkat kepala, perkembangan motorik dan sensoriknya terlambat.

Luckie sempat didiagnosis bahwa dia akan tumbuh menjadi anak yang “idiot”, benar-benar akan terlambat. Tapi percayalah moms tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, mami selalu melakukan fisioterapi ke Luckie dan akhirnya di usia 6 bulan Luckie sudah mampu kejar London. Bahkan setelah cek ke dokter, Luckie mungkin dalam beberapa bulan ke depan lagi sudah bisa mengejar keterlambatannya.

5. Kategori bayi prematur

  • Late Preterm : lahir di usia kehamilan antara 34-37 minggu
  • Preemie : lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu
  • Micro Preemie : lahir kurang dari 25 minggu kehamilan

6. Kontak skin to skin

Bayi prematur harus skin to skin, karena biasanya bayi prematur kayak Luckie yang paru-parunya belum berkembang dengan sempurna mengakibatkan oksigennya masih nggak bagus, nggak stabil, sering banget biru dan kesedak susu. Nah dengan kita skin to skin ini bisa menstabilkan detak jantung baby kita, menstabilkan oksigen bayi dan dapat meningkatkan kualitas tidur bayi.

7. Pneumonia

Biasanya bayi prematur rata-rata sering mengalami pneumonia karena bayi prematur memiliki lemak tubuh yang tidak normal sehingga nggak bisa menghasilkan panas dan ini terjadi sama Luckie. London itu kebetulan perkembangannya seperti bayi lahir cukup umur, jadi dia sering keringatan, pokoknya seperti normalnya bayi cukup bulan sedangkan Luckie itu dari lahir sampai usia 4 bulan nggak pernah keringetan sama sekali. Ini dikarenakan lemak tubuhnya itu belum bagus sehingga susah untuk menghasilkan panas dan suhu tubuh bayi prematur biasanya akan selalu lebih rendah. Karena bayi prematur itu rentan kedinginan maka bisa mengakibatkan beberapa gejala ke arah pneumonia. Belum lagi kalau sampai ada infeksi bakteri masuk ke aliran darah dan menginfeksi bagian paru-paru, lama kelamaan bisa menjadi pneumonia.

8. Sakit kuning

Bayi prematur juga bisa mengalami sakit kuning. Ini dikarenakan penumpukan bilirubin di darah, tapi tenang aja moms kalian cukup jemur aja di bawah sinar matahari atau bisa juga disinar.

9. ROP (retinopathy of prematurity)

ROP adalah kondisi dimana bagian retina mata memiliki perkembangan belum sempurna. Memang ada beberapa tingkatan ROP yang bisa sembuh sendiri tanpa harus diobati dan dibawa ke dokter mata tapi ada beberapa kondisi kalau sampai ROP ini sudah merusak retina bayi bisa membuat kebutaan selamanya. Jadi moms, kalau kita punya bayi prematur segera lakukan pemeriksaan secepatnya di usia 1 bulan, agar kalau sampai ada hal yang serius bisa segera diobati.

Inilah hal penting tentang bayi prematur yang harus diketahui karena bayi prematur itu berbeda dengan bayi cukup bulan. Penanganan bayi prematur itu harus ekstra agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan bisa mengejar keterlambatan yang dialami. Bayi prematur tidak selalu akan tumbuh menjadi anak yang bodoh karena mami punya banyak teman yang anaknya prematur malah akademisnya lebih pintar dibanding anak yang lahir cukup umur. Jadi tetap semangat moms jangan pantang menyerah.

Baby · Growth

Mainan Edukasi untuk Bayi Usia 5 Bulan Terbaik

Hari ini mami mau update kembali mainan untuk bayi yang bagus. Nah kali ini mami update tentang mainan terbaik untuk bayi usia 5 bulan. Berikut adalah 7 mainan utama untuk menstimulasi bayi usia 5 bulan :

1. Crib toy

Mainan crib toy bisa digantung dimana aja. Crib toy bisa membuat mata dan tangan baby bekerja sama. Mami beli crib toy dari Bakoel Mainan.

2. Pop up

Ini mainan dari Fisher Price dengan harga 225ribu. Mainan pop up ini berfungsi sebagai mainan kejut yang bisa mengeluarkan benda atau suara sehingga baby kita bisa belajar tentang hukum sebab akibat atau hilang timbul.

3. Buku kain

Buku yang mami pilih adalah buku yang teksturnya lembut yang nggak akan menyakiti baby kita. Hindari buku yang terbuat dari kertas karena ditakutkan malah termakan oleh baby. Mami beli buku dari Bakoel Mainan.

4. Boneka

Mami pakai mainan boneka dari ELC Leopard nih. Mainan boneka ini bisa menstimulasi indera penglihatan dan peraba si Kecil.

5. Alat musik

Mami pakai mainan dari ELC yaitu Lights and Sounds Buggy Driver.

6. Bola

Mami pakai mainan bola yang teksturnya berbeda-beda ya moms. London Luckie happy banget main bola.

7. Teether

Jadi teether ini gunanya untuk mengurangi rasa sakit pada gusi karena sudah mau tumbuh gigi moms. Mami pakai teether dari Kuke Store. Untuk teether dari Kuke Store ini oke banget.

Nah itu dia 7 mainan utama untuk menstimulasi anak usia 5 bulan. Kalian sendiri lebih suka menstimulasi anak kalian dengan mainan apa nih moms?

Baby · Kesehatan

Bayiku Batuk Pilek Berdahak, Ternyata Bronkopneumonia

Mami memiliki bayi prematur, London dan Luckie yang lahir di usia 34 minggu jalan 35 minggu. Kalau Luckie memang dari awal lahir sudah masuk NICU 4 hari 3 malam karena paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. Pada saat itu dirawat di NICU agar paru-parunya berkembang minimal bisa bertahan hidup tanpa alat pernafasan baru dipulangkan. Setelah 4 hari 3 malam Luckie pulang. Dari awal Luckie pulang, dia sering mengeluarkan suara grok-grok moms.

Mami tanya sama dokter, kata dokter nggak kenapa-kenapa. Ini terjadi karena paru-parunya belum berkembang sempurna. Luckie itu sering banget tersedak susu bahkan sempat dia kesedak susu sampai mukanya biru semua dan berhenti nafas selama 2 detik. Dari kejadian itu mami jadi lebih hati-hati kalau kasih susu dan kalau ngasih susu harus dari mami nggak boleh orang lain yang ngasih.

Seiring berjalannya waktu, Luckie usia 2 bulan sudah membaik. Jarang banget tersedak susu, suara grok-groknya sudah mulai berkurang. Tapi di usia 3 bulan mulai lagi suara grok-grok nya muncul. Mami kira memang paru-parunya masih belum berkembang dengan sempurna. Dan dia mulai tersedak susu lagi, anehnya lagi dia mulai batuk berdahak. Dari situ mami pikir mami kasih ASI aja itu juga nanti hilang sendiri, karena pengalaman dari anak-anak sebelumnya begitu. Tapi yang bikin mami bingung London dan Luckie berdua batuk berdahak, tapi Luckie nggak hilang-hilang batuk berdahaknya. Sesekali aja memang batuknya, tapi yang makin mami curiga Luckie kalau tidur bersuara.

Karena mami cukup bingung, akhirnya mami kirim video Luckie ke dokter. Dokter bilang Luckie sesak nafas dan Luckie harus dibawa ke rumah sakit segera. Besoknya mami langsung bawa Luckie ke RS. Kebetulan dokter yang biasa handle Luckie oper ke dokter yang lain karena dia lagi di luar kota. Dokter yang 1 ini ketika lihat Luckie dia bilang nggak kenapa-kenapa, ini baik-baik saja yang penting alerginya disembuhkan dulu. Lalu mami diminta beli alat nebulizer dan nanti akan dikasih obatnya, nanti digunakan di rumah biar dahaknya encer karena banyak dahak di paru-paru.

Besoknya yang biasa suara grok-grok itu keluar pas malam hari aja, tapi pas paginya suara Luckie juga mengeluarkan suara grok-grok, mami pikir ini makin parah. Lalu mami buru-buru ke rumah sakit dan ketemu dokter Markus dan beliau bilang kalau Luckie harus segera dirawat karena dia sesak nafas. Saturasi oksigen Luckie itu cuma 80 yang mana normalnya harus di angka 95 minimal.

17 April 2021 Luckie dirawat inap di RS Bunda Menteng. Jadi selama dirawat itu dia dipasang selang di hidung untuk dia minum, karena kalau dia minum langsung ditakutkan nanti pas minum susu dan kesedak cairannya masuk ke organ tubuh lain makin bahaya. Selain itu Luckie diinfus, diambil darah berkali-kali karena sempat nggak dapat nadinya. Luckie dipasang alat saturasi oksigen di kaki.

Di tanggal 17 April 2021 ini Luckie sempat mengalami masa kritis sampai 18 April 2021 di pagi hari. Luckie saturasi oksigennya di malam hari turun sampai 79. Semalaman dari tanggal 17 April 2021 itu mami gendong terus Luckie dengan posisi kurang lebih 45 ℃, saturasi oksigennya aman yaitu 100. Tapi di pagi hari tiba-tiba Luckie lagi tidur saturasi oksigennya turun terus sampai 70 dan nggak bisa naik.

Setelah serangkaian tes yang dilakukan, akhirnya Luckie didiagnosis menderita Bronkopneumonia yaitu adanya infeksi virus di paru-paru. Di paru-parunya dipenuhi oleh lendir banyak banget dan itu yang membuat jalan masuknya oksigen menyempit sehingga Luckie sesak nafas. Untungnya di tanggal 18 April 2021 di siang hari sudah sedikit membaik. Dokter juga dikasih terapi uap tiap 4 jam sekali dan dilakukan pengambilan lendir juga dari hidung dan mulut. Diharapkan agar bisa membuat jalur masuknya oksigen daripada kemarin.

Walaupun lendirnya sudah diambil nanti bisa muncul lagi moms ternyata. Jadi lendir itu akan terus nambah, tapi dengan diambil minimal jalan oksigennya akan lebih baik dan lendir ini akan benar-benar hilang ketika infeksi virus di paru-parunya hilang dengan penggunaan obat-obatan antibiotik yang sudah diberikan.

Di tanggal 18 April 2021 di malam hari Luckie sudah mulai membaik. Karena Luckie suka bengong-bengong mami pikir apakah mungkin karena kekurangan oksigen jadi begitu. Akhirnya Luckie di USG otak dan keluar hasilnya bahwa otak Luckie mengecil, kemungkinan besar karena Luckie sesak nafas jadi aliran oksigen ke otak kurang dan otak menyusut. Kemungkinan besar itu akan mempengaruhi semua kemampuan dia akan lebih lambat dari baby biasanya atau bahkan kurang pintar.

Lalu dokter syaraf juga ngecek Luckie di tanggal 19 April 2021, ternyata kaki Luckie kaku. Jadi dari kaki kaku ini akan mempengaruhi semua organ tubuhnya jadi lemah, maka Luckie akan diterapi.

Dari curhat mami kali ini mami cuma mau berpesan agar kalau kalian juga mempunyai anak yang mengalami sesak nafas, nafasnya grok-grok seperti Luckie segera bawa ke rumah sakit, jangan sampai kayak mami yang lumayan terlambat bawa Luckie ke rumah sakit. Karena anak yang usianya di bawah 2 tahun kekebalan tubuhnya belum sekuat anak-anak di atas 2 tahun atau orang dewasa, kalau dia kena virus sedikit aja itu bisa kena pneumonia.

Bronkopneumonia ini nggak hanya dialami oleh bayi prematur tapi bayi yang lahir normal pun bisa juga mengalaminya ya moms, cuma memang bayi prematur lebih riskan. Semoga bermanfaat.

Baby

Berbahayakah Menggunakan Empeng Bayi?

Empeng bayi atau dot tanpa botol adalah sebuah alat yang terbuat dari karet atau silicone yag fungsinya agar bayi kita memiliki sesuatu yang bisa dihisap. Empeng bayi merupakan salah satu perlengkapan utama untuk ibu yang baru melahirkan. Namun dibalik kegunaannya tetap saja masih ada pro dan kontra mengenai pemakaian empeng pada bayi.

Mami pribadi merupakan salah satu yang menggunakan empeng ke baby mami. Tujuan mami memberikan empeng ke bayi agar bayi mami tenang dan cepat tidur. Bayi yang baru lahir sampai usia 6 bulan hanya menyusu dari ibunya, nah otomatis mereka akan selalu mencari-cari puting ibu. Mereka nyari puting ibu karena lapar tapi setelah mereka nyusu sampai kenyang nggak jarang bayi akan tetap nyari-nyari puting ibu. Lalu kita sebagai ibu ya tidak mungkin menolak kan moms, akhirnya kita akan mengASIhi si Kecil lagi. Tapi karena ternyata ASI yang dikonsumsi si Kecil sudah over akhirnya si Kecil hanya akan muntah.

Nah dari masalah tersebut mami mikir nggak mungkin kita biarkan si Kecil nempel terus di payudara kita. Akhirnya mami mencari empeng sebagai solusi agar bayi mami punya sesuatu yang bikin dia nggak rewel, dan anteng tidurnya tanpa minum susu terus menerus.

Pro dan kontra mengenai pemberian empeng kepada bayi hingga saat ini masih saja ada moms. Tapi dibalik pro dan kontra ternyata empeng mempunyai banyak manfaat loh moms.

Apa saja manfaat pemberian empeng pada bayi?

1. Menurunkan resiko sudden infant death syndrome (kematian mendadak)

Menurut penelitian, dengan kita memberikan empeng ke bayi pada saat tidur dapat mengurangi kematian mendadak pada bayi. Dan ternyata penggunaan empeng bisa menghindari posisi tidur bayi kita dari yang awalnya telentang jadi berguling tengkurap. Selain itu empeng juga bisa menjaga sistem pernafasan bayi kita lebih baik lagi dan ini terbukti pada Luckie, bayi prematur mami yang paru-parunya belum berkembang sempurna, sistem pernafasannya buruk sampai sering banget tersedak. Tapi semenjak penggunaan empeng 1 menuju 2 bulan usianya sekarang pernafasannya sudah mulai teratur dan jarang tersedak.

2. Memuaskan refleks menghisap pada bayi

Keinginan untuk menghisap pada bayi adalah keinginan alaminya, sehingga sering sekali untuk memenuhi keinginannya ini bayi menyusu di payudara kita. Tapi yang terjadi sering banget sudah kenyang masih mau nyusu lagi nih moms. Nah untuk memenuhi keinginan menghisapnya saat bayi kita sudah kenyang adalah memberikan empeng agar tidak over kenyang dan nggak muntah.

3. Memberikan ketenangan pada bayi

Penggunaan empeng pada bayi bisa memberikan efek tenang dan mencegah rasa cemas pada bayi kita. Bayi baru lahir masih harus adaptasi dengan lingkungan sekitar. Dari yang tadinya 9 bulan di perut tiba-tiba dia harus ada di luar perut, dia kaget. Maka dari itu memberikan empeng bisa membuat perasaannya lebih aman. Tentunya memberikan empeng ke bayi kita itu bisa membuatnya tenang sehingga bayi kita cepat terlelap dan nggak rewel.

4. Memberikan ketenangan pada ibu

Memberikan empeng ke bayi nggak cuma bayi yang tenang tapi ibu juga loh moms. Namanya ibu baru aja melahirkan, depresi pasca melahirkan itu pasti ada moms. Badan masih sakit pasca melahirkan tapi harus tetap mengurus anak, begadang terus setiap hari. Dengan seperti itu bisa membuat ibu depresi atau baby blues. Nah dengan memberikan empeng ke bayi itu bisa memberikan jeda ke ibu dan anak, jadi biar anak nggak nempel terus ke ibunya. Ibu juga bisa punya me time sendiri dan nggak gampang depresi.

5. Membantu proses cepat tidur pada bayi

Dengan kita memberikan empeng bayi kita akan lebih cepat terlelap, tapi durasi tidur nggak tergantung pada empeng ya moms cuma proses tidurnya lebih cepat dari biasanya saja. Tentunya juga bisa membantu bayi kita nggak rewel karena kan sering banget bayi kita sudah kenyang, mulutnya masih nyari-nyari tapi nggak dapat susu akhirnya rewel. Nah dengan kita kasih empeng dia bisa diam, tenang, lama kelamaan dia tidur.

Selain kelebihan empeng juga mempunyai kekurangan, apa saja?

1. Bingung puting

Menyusui adalah proses alami dari bayi, tapi bayi memerlukan waktu beradaptasi untuk menyusui langsung dari puting ibu. Terlalu sering ngedot dari empeng atau botol bisa menyebabkan bayi kita bingung puting. Tapi moms dari pengalaman mami sendiri bingung puting ini bisa teratasi dengan kita memberikan pola kebiasaan. Misal pagi hari nyusu langsung dari payudara, di siang hari dot, malam hari lanjut lagi di payudara. Jadi bergantian sehingga bingung puting ini bisa diatas. Dan terbukti di 4 anak mami nggak ada yang bingung puting.

2. Meningkatkan resiko infeksi telinga

Terlalu sering ngedot dapat meningkatkan resiko infeksi telinga, yang mana kuman atau bakteri akan masuk melalui hidung sampai ke telinga bagian tengah atau biasa disebut dengan otitis media. Tapi moms sampai hari ini masih banyak pro kontra entah itu benar infeksi telinga dikarenakan terlalu sering ngempeng atau memang dari awalnya sudah ada gejala infeksi telinga ini. Kalau mami pribadi dari pengalaman 4 anak mami sampai hari ini nggak ada yang memiliki resiko dari infeksi telinga ini.

3. Masalah pada gigi

Banyak yang bilang terlalu sering ngempeng bisa menyebabkan gigi rusak, rahang nggak sejajar. Tapi nyatanya dari pengalaman mami, Louisse ngempeng sampai umur 1 tahun setiap hari non stop, giginya rata banget bahkan sampai dokter gigi bilang gigi dia bagus rata, sejajar dan putih bagus. Loewy nggak ngempeng sama sekali tapi nyatanya gigi dia malah rusak, gigi bagian atas sudah mulai kuning dan nggak sejajar seperti cecenya. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa empeng tidak akan membuat gigi anak kita rusak kalau pemakaiannya kita batasi. Dengan pemakaian empeng maksimal sampai usia 2 tahun itu tidak akan menimbulkan masalah gigi bayi kita dan itu terbukti pada Louisse.

4. Ketergantungan

Memang bayi kita itu akan ketergantungan, dikit-dikit rewel minta sesuatu untuk dihisap, otomatis kita kasih empeng dan itu akan terus berlanjut sampai umur dia 1 tahun. Tapi moms ketergantungan ini bisa kita atasi moms, yang mami lakukan ke Louisse dengan mami mengubah kebiasaannya secara perlahan-lahan, yaitu dengan memberikan minum dari sedotan atau botol. Bahkan pada saat tidur kita juga bisa biasakan untuk lepas empengnya. Misalnya dia harus ngempeng dulu baru bisa tidur, nggak apa-apa moms berikan saja. Nah pada saat sudah tidur empeng kita lepas, lama kelamaan dia mulai terbiasa. Setelah step itu lancar mulai sedikit demi sedikit biasakan untuk tidur tanpa empeng. Kebiasaan tersebut sudah mami lakukan dan berhasil pada Louisse.

5. Mengurangi produksi ASI

Ini mami cukup setuju. Kalau anak kita sudah kebiasaan ngempeng atau minum susu dari dot botol lama kelamaan baby kita terbiasa tidak minum ASI lewat payudara kita lagi. Otomatis produksi ASI kita akan berkurang karena kita hanya pompa saja dan nggak breastfeeding ke si Kecil. Tapi ini bisa kita atasi dengan merubah kebiasaannya misal 3 jam pertama minum dari puting 3 jam setelahnya minum dari dot botol. Walaupun awalnya anak kita mungkin masih bingung puting atau nolak lama kelamaan dia akan biasa dan lama kelamaan untuk masalah produksi ASI juga teratasi ya moms.

Anyway jangan lupa tips untuk memilih dan merawat empeng yang baik yaitu :

  • Carilah empeng bayi yang sudah BPA free
  • Jangan gunakan empeng bayi secara bergantian kepadda bayi kita. Misalnya bayi kembar, 1 empeng ganti-gantian itu dapat meningkatkan resiko penularan bakteri atau kuman terhadap bayi kita.
  • Carilah empeng yang memiliki perisai. Perisai ini adalah lubang-lubang di sekitar empeng sehingga ketika bayi kita menyedot empeng air liur yang keluar tidak akan membuat sekitar mulut lembab dan ruam.
  • Cucilah empeng bayi dengan sabun antiseptic khusus anak dan jangan lupa disterilkan
  • Carilah empeng yang bisa mendukung pertumbuhan gigi dan rahang bayi kita.

Nah itulah serba serbi mengenai empeng bayi. Menurut mami penggunaan empeng tidak berbahaya untuk anak asal kita tahu batas penggunaan empeng tersebut. Jangan gunakan empeng lebih dari 2 tahun, kalau bisa stop di umur 6 bulan atau 1 tahun lebih baik lagi. Buat mami sendiri empeng bayi ini memberikan manfaat yang cukup banyak ke mami apalagi mami itu wanita karir, nggak bisa nempel terus menerus dengan bayi. Menurut kalian gimana? Empeng bayi berbahaya atau nggak moms?

Baby

Mainan Bayi Baru Lahir untuk Kecerdasan Anak, Mainan Anak Kembar

Hai semuanya ketemu lagi di sesi #CurcolYukMoms. Pada kesempatan kali ini mami akan coba ke baby mami yang baru lahir beberapa mainan. Mainan apa sih yang cocok untuk bayi usia 0 bulan? Seperti apa respon si Kembar?

Mainan bayi usia 0 bulan

1. Pola hitam putih

Yang perlu kita ketahui bayi yang baru lahir bisa melihat tapi dengan jarak yang cukup dekat, lalu dia baru bisa melihat warna hitam dan putih. Pada fase ini paling penting kita memberikan benda-benda yang berwarna hitam dan putih. Mainan ini mami beli di Playgro. Untuk mainan ini London cukup merespon mainan yang mami berikan, Luckie juga merespon tapi memang tidak seaktif London. Jadi terbukti mainan pola hitam putih ini berhasil dapat membuat baby kita bermain sejenak.

2. Mainan dengan suara/lagu

Mami beli mainannya di bakoel mainan dan playgro. Untuk responnya London dan Luckie benar-benar aktif dan suka banget dengan mainan yang ada suaranya. Terbukti ya moms bayi 0 bulan bisa bermain dengan mainan yang ada lagunya.

3. Mainan yang digantung

Playmat. Jadi ini adalah playmat dengan mainan yang bisa digantung dan ada piano di bawahnya, mami beli di Shopee Kuke Store seharga 120rb-an aja. London dan Luckie sama-sama happy mainan playmat ini moms, yang benar-benar happy si London kalau Luckie masih kurang tapi mungkin dengan seiring berjalannya waktu di usia 1 bulan Luckie akan lebih menyukainya. Soalnya memang kalau soal perkembangan London lebih cepat perkembangannya daripada Luckie.

Itu dia mainan untuk bayi baru lahir. Kira-kira moms lebih suka memberikan si Kecil mainan yang mana? Atau ada rekomendasi mainan untuk baby di usia 0 bulan juga?

Baby

Pengalaman Bayi Prematur Sesak Nafas dan Masuk NICU | Biaya Masuk NICU

Di tanggal 21 Desember 2020 tepatnya jam 8.30 mami memutuskan untuk melakukan operasi sesar, yang mana pada saat itu usia janin mami baru akan menuju 35 minggu. Pada saat operasi itu masih 34 minggu 3 hari. Ketika persalinan memang mami dalam keadaan sadar, jadi mami tahu saat dokter mau mengeluarkan anak mami yang kedua itu agak susah, nyangkut dan setengah badannya sebelah kiri terlilit tali pusat. Sedangkan anak pertama terlilit tali pusat di lehernya.

Pada saat anak mami pertama keluar di jam 9.05 London nggak nangis sama sekali, padahal biasa baby kan nangis ketika baru keluar ya moms. Langsung dokter buru-buru kasih ke dokter anak di samping mami entah lagi ngapain intinya lagi dibantu dengan alat agar ketahuan kenapa kok nggak nangis. Anak mami yang kedua jam 9.08, Luckie itu pas dia keluar nangisnya kencang banget kayak baby pada umumnya. Mami sempat skin to skin dan menyusui juga ke Luckie, cuma mami merasa aneh karena dia kayak agak sesak nafas dan badan dia agak biru. Untuk anak pertama, London karena ada masalah jadi dia nggak bisa skin to skin dengan mami.

Nah selesai mami operasi mami masuk ke ruang pemulihan tapi mami sama sekali nggak bisa istirahat, bahkan sempat mami mengeluarkan darah di urin yang mana harusnya nggak ada, kantong kemih harusnya nggak mengeluarkan darah jadi ternyata ada sedikit komplikasi. Intinya kondisi mami juga kurang bagus, mami di ruang pemulihan lama. Mami sampai 7 jam baru balik ke kamar. Lalu pada saat itu mami sampai ke kamar dikabarkan anak mami yang pertama setelah dibantu alat pernafasan dan jantung manual akhirnya bisa adaptasi dan bisa nangis serta nafas layaknya baby biasanya tapi berbeda dengan baby kedua. Yang awalnya dia nangis kencang ternyata dia sekarang harus pakai alat pernafasan, dikatakan jantung dia lemah dan sesak nafas, paru-parunya nggak kuat nafas.

Luckie paru-parunya belum mengembang dikarenakan mungkin saaat suntik pematangan paru-paru lebih banyak ke anak pertama sehingga paru-paru anak kedua belum mengembang dengan sepenuhnya, maka dari itu kalau dia nggak pakai alat pernafasan jadi sesak nafas dan badan dia biru semua itu karena oksigennya nggak jalan ke otak. Jadi di hari kedua pas mami jenguk sudah makin baik tapi masih banyak lebam merah, setiap dia nangis nafasnya turun walaupun dia pakai alat pernafasan. Saturasi oksigennya bisa turun sampai 80 kalau dia nangis padahal rata-rata normal itu 93-100.

Hari ketiga di ruang NICU Luckie dikatakan kuning sehingga harus disinar biru dan masih pakai alat pernafasan cuma pernafasannya sudah lebih baik dari hari kedua. Di hari keempat mami dibolehkan pulang tapi Luckie belum karena masih harus diobservasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab saturasi oksigennya turun ketika dia menangis. Di hari kelima mami ditelpon dokter untuk coba datang ke RS belajar menggunakan dot. Jadi keadaan Luckie saat hari kelima sudah lepas alat pernafasan, setiap dia nangis nafasnya turun tapi masih normal.

Di tanggal 26 Desember 2020 mami datang dan belajar gunakan dot dan kasih susu ke Luckie karena sementara dia nggak diperbolehkan untuk menyusu langsung ke mami supaya nggak capek, dan agar takaran susu yang diminum ada standarnya sehingga bisa mencapai berat badan yang diinginkan sama dokter.

Keadaan si Kembar pada saat di rumah sampai hari ketiga baik-baik saja walaupun mami sempat nggak tidur karena dengar nafasnya masih sedikit bersuara, agak bikin mami khawatir. Dari dokter dan suster juga menyarankan untuk terus diperhatikan kalau tiba-tiba muka Luckie berwarna biru langsung bawa ke RS terdekat takutnya sesak nafas lagi.

Pengalaman mami setelah mempunyai baby kembar prematur mami sedikit takut ya moms. Siapa yang mau orangtua lihat anaknya masuk NICU kan moms. Tapi untuk moms jangan khawatir karena biasanya kalau baby yang prematur usia 34 minggu-an memang paru-paru belum berkembang sudah biasa kata dokter, dan mami juga bersyukur hanya paru-paru nggak ke organ tubuh yang lain.

Untuk biayanya di tanggal 21 – 26 Desember 2020 mami menghabiskan sampai 45 juta. Nah itu dia pengalaman mami semoga bermanfaat dan see you di next #CurcolYukMoms.

Baby

7 Hal Wajib Tau Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir Agar Tidak Infeksi

Ketika bayi berada dalam kandungan kita selama kurang lebih 9 bulan, mereka mendapatkan pasokan makanan, minuman, gizi bahkan oksigen melalui plasenta yang terhubung dengan tali pusat yang panjangnya 60-70 cm. Tapi saat baby kita sudah lahir ke dunia dia sudah bisa nafas sendiri, lalu baby bisa mendapatkan suplai gizi makanan minuman dari ibu sehingga tali pusat sudah nggak dibutuhkan lagi. Nah setelah melahirkan baik itu sesar maupun normal dokter akan memotong tali pusar dan menyisakan kurang lebih 2-3 cm di pusarnya baby kita.

Tali pusat yang tersisa ini biasanya akan terlepas dan mengering sendiri dalam waktu 1-2 minggu. Tapi dalam jangka waktu 1-2 minggu ini bukan berarti karena bisa lepas dan kering sendiri lalu kita bodo amat ya moms. Dalam jangka waktu ini kita sebagai ibu harus benar-benar memperhatikan dan menjaga kebersihan tali pusat baby agar tidak terkena iritasi atau infeksi. Bagaimana cara merawat tali pusat bayi baru lahir?

7 hal penting untuk merawat tapi pusat bayi

1. Tangan yang bersih

Jadi moms sebelum kita merawat tali pusat, tangan kita wajib dalam keadaan bersih. Cuci tangan kita dengan sabun antiseptic dan di bawah air mengalir agar kalau tangan kita ada kuman akan hilang.

2. Menjaga kebersihan tali pusat

Biasanya setelah melahirkan, di RS manapun kita akan diajarkan untuk menjaga kebersihan tali pusat serta kita akan diberi alkohol dan kain kasa. Caranya adalah usapkan secara perlahan alkohol ke tali pusat baby, setelah itu tetap jaga agar tali pusatnya tetap kering, jangan basah. Kalau misalnya kita nggak diberi alkohol dan kasa dari RS kita bisa gunakan air hangat dan kain lembut untuk membersihkan tali pusat baby.

3. Jaga tali pusat agar tetap kering

Setelah mandi baby pasti basah kan moms, nah untuk menjaga tali pusat tetap kering kalau kita nggak punya kain kasa jangan gunakan tisu atau kapas untuk mengeringkannya karena ditakutkan serabut tisu dan kapas nempel di tali pusat dan bisa mengakibatkan infeksi. Jadi lebih baik gunakan cotton bud, dengan cara usapkan ke bagian tali pusat baby perlahan sampai nggak basah baru boleh dibedong lagi.

4. Jangan pakai popok menutupi tapi pusat dan baju ketat

Kalau kita pakai popok menutupi tali pusat yang dikhawatirkan ketika baby kencing itu menjadi lembab, yang ada infeksi. Kalau baju terlalu ketat takutnya nanti tali pusatnya ketarik dan menimbulkan kesakitan pada baby.

5. Gunakan washlap pada saat mandi

Agar air yang masuk ke tali pusat baby kita nggak terlalu banyak sehingga kita tetap menjaga tali pusatnya itu tidak terlalu basah atau tetap kering dengan memandikan si Kecil menggunakan washlap, jadi badan baby di lap perlahan.

6. Jangan gunakan obat di luar resep dokter

Karena kalau kita menggunakan obat di luar resep dokter yang ada nanti malah infeksi atau iritasi dan tentunya bisa membahayakan baby kita.

7. Jangan menarik paksa tali pusat baby

Karena dengan kita menarik paksa tali pusat baby kita akan merasakan kesakitan dan itu bisa menyebabkan iritasi serta infeksi juga.

Nah itu dia hal yang wajib kita ketahui untuk merawat tali pusat baby kita. Lalu kalau kita juga harus mengenali tanda-tanda kalau tali pusat si Kecil terinfeksi, ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  • Baby lemas
  • Lesu
  • Nangis terus
  • Rewel terus
  • Demam
  • Di tali pusat akan berwarna sedikit kemerahan, bengkak dan bau nggak sedap

Apa yang harus dilakukan?

Segera ke dokter terdekat dan langsung konsultasi, jangan biarkan terlalu lama agar infeksi tidak menjalar kemana-mana.

Semoga informasi tentang tali pusat, cara membersihkan dan ciri tali pusat si Kecil terinfeksi bisa bermanfaat ya.

Baby

Cara Memandikan Bayi Kembar Baru Lahir

Untuk para new mommy pasti memandikan bayi itu suatu kegiatan yang sedikit menakutkan ya moms. Tapi tenang aja moms, karena mami akan memberikan tips bagaimana cara memandikan bayi bari lahir.

Masih ada tali pusarnya

Langkah :

  1. Isi bak mandi bayi dengan air hangat bersuhu sekitar 32 ℃ dan ketinggian air sekitar 7 cm
  2. Seka wajah bayi dengan menggunakan washlap lembut yang sudah dibasahi dengan air hangat terlebih dahulu. Seka bagian wajah bayi dari kepala, leher secara perlahan. Jangan lupa bersihkan pula bagian lipatan yang terdapat di leher dan telinga belakang bayi
  3. Hati-hati saat membersihkan daerah sekitar tali pusar
  4. Secara perlahan usapkan bagian tubuh bayi dengan menggunakan washlap, setelah tubuh bayi dirasa cukup basah beri sabun bayi pada bagian tubuh, tangan dan juga kaki
  5. Berhati-hati dalam menyeka bagian lipatan-lipatan pada bayi, biasanya di bagian tersebut terdapat kotoran-kotoran yang sangat sulit dibersihkan. Seka bagian lipatan seperti leher, bagian lutut, bagian belakang bayi, telinga, ketiak dan lipatan pada lengan bayi
  6. Posisikan bayi dengan berbaring lalu posisi tangan ibu menahan bagian leher belakang bayi juga kepala bayi agar lebih memudahkan ibu dalam menyeka bagian belakang bayi.

Tali pusar sudah lepas

Langkah :

  1. Siapkan bak mandi bayi dengan air hangat (dengan suhu kira-kira 37 ℃) setinggi 5 cm
  2. Tahan bagian belakang kepala dan leher bayi dengan tangan yang tidak dominan. Artinya gunakan tangan kiri untuk yang tidak kidal dan tangan kanan untuk yang kidal
  3. Biarkan bayi menikmati waktu mandi
  4. Setelah menahan bagian belakang kepala dan leher, moms bisa mulai mengusap dengan lembut wajah si Kecil memakai washlap. Ikuti dengan kepala dan sekujur tubuh
  5. Lalu tuang sabun mandi yang aman untuk bayi baru lahir di washlap
  6. Usap lagi wajah dan seluruh badan bayi, jangan lupa untuk membersihkan setiap lekukan dan lipatan tubuhnya
  7. Pastikan moms memandikan bayi tidak lebih dari 10 menit. Selain karena bayi bisa kedinginan, mandi terlalu lama bisa membuat bayi keriput
  8. Setelah mandi moms dapat oleskan pelembab saat kulit bayi masih lembab dan baru saja dikeringkan dengan handuk
  9. Berikan minyak bayi setelah badan kering dilap oleh handuk. Pilihlah baby oil yang mudah diserah dan ringan

Mudah kan moms memandikan bayi baru lahir? Untuk lebih jelasnya moms bisa simak melalui video di bawah ini ya

Baby · Growth

Tahap Perkembangan Bayi Kembar Prematur Usia 1 Bulan

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Jadi pada kesempatan hari ini mommy akan update tentang tahap perkembangan bayi kembar prematur usia 1 bulan. Mommy memiliki 2 baby kembar yang pertama bernama London Kingston lahir dengan berat badan 2.8 kg, pada saat itu lahirnya di jam 9.05 di pagi hari.

Untuk London sendiri ketika lahir enggak ada biru-biru di kulitnya, dia lahir dengan sehat cuma awalnya London pada saat lahir sempat enggak nangis. Nah saat itu dokter sempat mengira bahwa London punya kelainan di bagian jantung atau paru-paru. Sempat diobservasi di ruang operasi, dikasih bantuan, dan kurang lebih 15 menti kemudian London akhirnya bisa nangis moms.

London sendiri enggak masuk NICU, dia baik-baik aja, paru-paru, jantung dan organ tubuh yang lain semuanya sehat. Jadi sekilas info, baby mommy lahir di usia 34 minggu jalan 35 minggu ya moms. London sendiri sehat enggak ada masalah apapun bahkan sampai pulang ke rumah, London minum susu juga teratur per 2 jam sekali sebanyak 20 ml. Walau awalnya sempat tidur terus tapi seiring berjalannya waktu, di 2 minggu pertama akhirnya London sudah bisa minum 40 ml per 2 jam. Kemudian sampai hari ini dia minumnya bisa 100 ml per 2-3 jam. London sukanya tidur. Jadi habis dia minum susu dia tidur dan dia cuma nangis ketika dia lapar dan popoknya basah aja moms.

Sekarang London di usia 1 bulan berat badannya sudah 3.6 kg, tinggi badannya 52 cm dan baru saja divaksin sama dokter. Setelah dicek semua oke banget cuma 1 masalahnya, London kulitnya itu sekarang agak sedikit kuning karena beberapa lama sudah enggak ada matahari kan moms enggak bisa berjemur, jadi agak kuning, kata dokter it’s okay karena mungkin sel darah merahnya lagi adaptasi sehingga membuat warna kulitnya London yang awalnya putih jadi kuning tapi nanti akan jadi putih lagi di usia kurang lebih 6 bulan.

Nah itu dia perkembangan 1 bulan London Kingston, selanjutnya mommy akan berikan perkembangan anak kembar kedua mommy yaitu Luckie Caesar. Luckie Caesar lahir di jam 9.08 di pagi hari, berat badannya 2.5 kg. Pada saat Luckie lahir badan semuanya biru, cuma pada saat lahir Luckie bisa nangis. Jadi sempat kita mengira Luckie itu baik-baik saja London yang bermasalah. Nah selang 15 menit kemudian Luckie tiba-tiba enggak bisa nangis, dan sesak nafas sedangkan London yang tadinya enggak bisa nangis jadi bisa nangis, nafasnya teratur, jantungnya juga oke.

Luckie pada saat lahir sudah sesak nafas akhirnya diputuskan oleh dokter untuk masuk NICU. Luckie masuk NICU selama 4 hari 3 malam. Selang dimana-mana, dia dibantu dengan alat pernafasan sampai sempat disinar biar kuningnya hilang. Selang 4 hari 3 malam, pas di tanggal 26 Desember malam hari mommy bisa bawa pulang Luckie Caesar. Pada saat itu Luckie dinyatakan sudah bisa nafas walaupun enggak normal banget tapi dia bisa nafas dengan teratur tanpa alat bantu nafas.

Setelah pulang Luckie punya masalah baru, matanya merah yang di sebelah kanan. Mommy kira kena alat atau apa ternyata pada saat lahir Luckie itu matanya juga biru. Nah dari biru itu berubah jadi merah, matanya itu merah di bagian bola mata kayak ada darah. Kurang lebih memakan waktu sampai usia Luckie 3 mingguan merah di mata berangsur hilang dan sudah bisa terbuka lebar.

Masalah mata merah selesai, ada masalah lain moms, Luckie itu sampai hari ini kalau minum susu capek banget, kasihan banget. Sempat beberapa hari yang lalu Luckie pada saat minum susu kesedak. Kesedak sebenarnya sudah sering ya moms terjadi tapi seringnya itu paling bibirnya biru, nah yang kemaren ini parah moms, pas mommy susuin dia kesedak sampai mukanya biru semua dan sempat nafasnya berhenti 3 detik.

Ya mommy jujur panik, mommy langsung berusaha untuk angkat punggung dia, tepuk-tepuk sambil berdoa. Akhirnya Luckie bisa nafas lagi moms, dan dia juga kayak trauma gitu, ketika dia sudah sadar dan dia masih lapar, dia mau minum susu tapi dia takut kelihatan dari wajahnya. Luckie takut, gimana mommy.

Setelah mommy konsultasi sama dokter, dokter berkata bahwa ini wajar untuk baby prematur, semakin awal usia baby lahir maka paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. Otomatis hal seperti dia minum susu sesak nafas dan kesedak itu pasti ada, cuma kita sebagai ibu bisa meminimalisir dengan cara kita kasih susunya pelan-pelan, saat kita menyusui posisinya kita tinggikan, jangan biarkan anak nyedot kencang banget. Tapi kalau sudah sampai tersedak kita langsung buru-buru naikin posisi punggungnya, dan ditepuk-tepuk.

Luckie di umur 1 bulan sudah vaksin juga bersama London dan sekarang berat badannya 2.8 kg, tingginya 48 cm dan untuk segala macamnya masih oke kecuali nafasnya aja. Dari dokter minta mommy naikkan berat badannya sebanyak mungkin biar paru-parunya bisa berkembang layaknya baby normal.

Inilah perkembangan London dan Luckie si kembar prematur di usia 1 bulan. Kemarin ini kita juga baru merayakan 1 bulanan London dan Luckie. Doain ya aunty uncle semoga baby kembar mommy tumbuh sehat dua-duanya. See you di next perkembangan baby kembar mommy usia 2 bulan.