Baby · Growth

Perkembangan Bayi Umur 5 Bulan

Hai moms kembali lagi di #CurcolYukMom. Nah kali ini mommy mau flashback membahas tentang perkembangan apa saja yang dialami bayi khususnya baby Uwi di usia 5 bulan.

Perkembangan baby Uwi umur 5 bulan

Fisik

Berat badannya baby Uwi sudah mencapai 8,6 kg. Tinggi badannya sudah 64 cm, dan secara keseluruhan baby Uwi makin sehat ya moms.

Motorik

1. Kalau untuk kakinya, baby Uwi di usianya yang ke 5 bulan dia sudah mulai ingin berdiri ya moms sudah enggak betah untuk duduk terus, kakinya sudah lebih kuat. Jadi mommy selalu bantu topang baby Uwi, berat badannya ditumpukan lebih banyak ke tangan mommy bukan ditumpukan ke kaki baby. Kenapa? Karena yang harus kita ingat baby 5 bulan itu tumbuh kembang tulangnya masih belum sempurna, jadi masih tetap harus kita pegangi moms.

2. Untuk tangannya makin cekatan, jadi kalau lihat benda di depan dia yang menarik perhatiannya, baby Uwi bisa meraih benda tersebut. Kalau dulu bisa berkali-kali mencoba mengambil benda baru ketangkap, kalau kali ini sekali meraih langsung dapat barangnya moms. Dia juga sudah bisa memegang botol susunya sendiri. Jadi untuk motorik kaki dan tangan, sudah lebih kuat, lebih cekatan dan sudah bisa dikontrol dengan dia.

3. Mata baby Uwi sudah semakin jelas untuk melihat sesuatu dari jarak jauh dan dia sudah bisa membedakan warna, apalagi warna yang cukup terang. Jadi kalau dia sudah melihat warna-warna cerah seperti merah di mainan dia, dia akan sangat excited dan ingin sekali menggapai barang itu.

4. Untuk pendengaran sudah semakin tajam ya moms, karena mommy dari jauh manggil baby Uwi dia sudah tahu dan mencari-cari sumber suaranya.

5. Untuk mulutnya, dia sudah bisa mengucapkan kata-kata seperti baba dan mama. Dia senang didengarkan, direspon dan diajak bicara.

Nah itu dia tahap perkembangan baby Uwi ketika usianya 5 bulan, semoga bermanfaat dan see you di next #CurcolYukMom.

Baby · Growth

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan

Hai moms kembali lagi di #curcolyukmom. Pada 7 Juni 2019 lalu baby Loewy berusia 4 bulan. Di usianya yang ke 4 bulan, baby Loewy makin lucu dan menggemaskan. Berat badannya sudah bertambah menjadi 8,2 kg dari sebelumnya 7,5 kg. Tinggi badannya 64 cm. Secara keseluruhan, baby Loewy sehat. Nah untuk moms yang penasaran dengan perkembangan baby Loewy ketika usia 4 bulan, yuk simak cerita mommy berikut ini.

Tahap perkembangan baby Loewy usia 4 bulan

1. Penglihatan

Penglihatan baby Loewy makin tajam, apalagi kalau sudah lihat mommy.

2. Pendengaran

Untuk pendengarannya juga makin bagus, kalau dipanggil dari jauh dia sudah tahu kalau dipanggil dan mencari-cari sumber suara. Dan pastinya dia kenal banget sama suara mommy.

3. Kulit

Baby Loewy memang ada eksim ya moms, tapi kalau dibandingkan saat dia newborn ketika umur 4 bulan ini sudah lebih membaik walaupun memang masih tetap sama ada merah-merahnya.

4. Tertawa dengan suara

Kalau dia happy, dia ketawanya sudah ada suaranya. Baby Loewy juga suka banget dengan ketawa, jadi sedikit-sedikit dia tertawa moms, murah senyum.

5. Mulai tumbuh gigi

Karena sudah mulai tumbuh gigi, jadi dia suka emut-emut jarinya. Dan kalau tumbuh gigi itu mungkin gatal ya moms rasanya jadi setiap breastfeeding dia selalu gigit payudara mommy. Terus kalau misalnya jari mommy dimasukkan ke mulut untuk membersihkan mulutnya, baby Loewy langsung gigit. Jadi memang sudah mulai suka menggigit moms di usianya yang 4 bulan karena faktor tumbuh gigi. Dan yang enggak ketinggalan adalah suka ileran, namanya juga tumbuh gigi ya moms.

6. Lebih kuat

Dia sekarang sudah bisa balik badan sendiri dan angkat kepalanya tegak. Dia sudah kuat bagian kepalanya. Pas mommy tengkurapin dia selalu naikkan kepalanya dan kalau tengkurap dia bisa bertahan sampai 5 menit. Kalau soal duduk sudah makin bagus juga. Dan dia juga sudah ingin sekali untuk berdiri moms, memang sudah agak kuat sih sepertinya tapi tetap mommy belum kasih.

7. Rambut

Untuk pertumbuhan rambutnya sudah mulai lebat, walaupun memang di bagian kepala belakang agak pitak moms.

8. Kaki dan tangan

Tenaganya makin kuat moms. Kalau dia lagi berontak dia kuat banget, maka dari itu kalau dia sudah mulai berontak mommy harus ekstra hati-hati pegang kepala dia.

Nah itu dia tahap perkembangan yang dilalui baby Loewy ketika dia berusia 4 bulan. See you di next #curcolyukmom.

Baby · Kesehatan · Review Produk

Penyebab Bayi Kolik dan Solusi dari Dr. Brown’s

Pernah enggak sih moms si Kecil nangis terus menerus selama ber jam-jam? Sudah diberi susu tapi tidak mau, ganti pokok dan ganti baju tetap menangis terus. Baby Uwi sempat nangis terus seharian selama 3 sampai 4 jam. Pengalaman mommy dengan baby Louisse dan sharing-sharing dari mami-mami yang lain menyatakan baby Uwi sedang kolik.

Kolik adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika bayi terus menerus menangis tanpa sebab yang jelas dan sulit dikendalikan. Biasanya baby yang mengalami kolik bisa menangis 3 sampai 4 jam selama 1 hari. Atau dalam 1 minggu bisa 3 hari berturut-turut nangis tanpa henti.

Biasanya kolik terjadi pada baby yang newborn sampai empat bulan. Tapi pertanyaannya adalah kenapa baby aku bisa mengalami kolik? Berikut jawabannya:

  1. Alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibu
  2. Intoleransi laktosa
  3. Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna hingga aktivitas pencernaannya bermasalah.
  4. Kembung akibat banyak gas di dalam perut si Kecil.

Kita saja sebagai orang dewasa tidak enak perutnya ketika mengalami kembung, apalagi baby kita. Biasanya indikasi kolik pada baby kita adalah muntah dan kembung pada perut, setelah itu diare.

Lalu bagaimana solusi untuk kolik pada anak?

  1. Lakukan pijat pada bagian perut baby yang kembung agar keluar gas.
  2. Gendong baby dan usap punggungnya.
  3. Mandikan baby dengan air hangat untuk membantu aliran darah lancar.
  4. Gunakan botol susu yang tepat.

Pemilihan botol susu yang tepat sangat penting untuk si Kecil terhindar dari kolik yang dikarenakan perut kembung. Pemilihan botol susu yang tidak tepat akan membuat baby kita minum susu yang disertai oleh udara. Untuk botol susu yang mommy anjurkan adalah botol susu Dr. Brown’s.

Apa sih yang membedakan botol susu Dr. Brown’s dengan botol susu yang lain?

  1. Botol susu anti kolik Dr. Brown’s memiliki internal vent system yang memisahkan antara susu dan udara, sehingga enggak ada tuh moms udara yang ikut terhisap ketika si Kecil minum susu dari botol.
  2. Dot dari botol susu Dr. Brown’s cara kerjanya seperti payudara ibu, yaitu menetes bulir per bulir tanpa dihisap. Sehingga bayi juga tidak akan bingung puting dan moms jadi enggak perlu takut lagi memberikan susu menggunakan botol.
  3. Tidak ada udara yang keluar saat si Kecil menghisap botol.

Nah itu dia moms penyebab dan solusi mengatasi kolik pada bayi. Jadi pintar-pintar memilih botol susu untuk anak ya moms.

Baby · Growth

Perkembangan Bayi 3 Bulan

7 Mei 2019 baby Loewy usianya 3 bulan, sudah makin besar, makin gemes dan makin lucu. Penasaran bagaimana tahap perkembangan baby Loewy di usianya yang ke-3 bulan? Yuk simak perkembangannya di bawah ini.

Tahap perkembangan baby Loewy di usia 3 bulan

1. Otot leher

Di 3 bulan ini baby Loewy otot lehernya makin kuat. Memang dari umur dia belum 1 bulan dia sudah mulai bisa angkat kepala sebentar terus jatuh lagi tapi di usia 3 bulan ini otot leher dia makin mantap moms, makin kuat. Jadi pernah mommy gendong dia dengan posisinya tegak ya moms bukan menggendong yang seperti ditidurkan dan kepalanya bisa tegak, sambil lihat kanan, kiri, atas, bawah cukup lama yaitu 5 menit.

2. Otot tangan dan kaki

Baby Loewy otot tangan dan kakinya makin kuat. Baby Loewy itu termasuk baby yang periang banget dan super murah senyum. Jadi baby Loewy kalau lagi happy tangan kaki semuanya bergerak dan tendangannya itu makin kencang. Tangannya juga kuat. Kalau moms mau membuktikan tendangan kaki baby sudah kuat atau belum moms juga boleh mencoba dudukkan baby di pangkuan kita biarkan kakinya bergerak. Posisi itu adalah posisi yang paling disukai para baby termasuk baby Loewy. Saat dipangku seperti itu dia tendangnya sampai ketawa-ketawa dan kencang banget.

3. Penglihatan

Penglihatan baby Loewy makin jelas ya moms. Mommy dari jarak 1 meter dari dia duduk dan pura-pura enggak ngomong, enggak ada suara sama sekali, dia bisa nengok. Mata dia sudah tertuju ke tempat mommy duduk.

4. Sudah bisa merespon percakapan

Dia juga sering banget ngajak mommy ngomong moms. Ya walaupun omongannya enggak jelas ya moms.

5. Pertumbuhan fisik

Di usia dia yang 2 bulan baby Loewy sudah 6,5 kg. Di usia 3 bulan 7,5 kg jadi tambah 1 kg lagi. Kalau untuk proporsi badannya tetap terlihat masih oke ya moms enggak kelihatan gendut banget. Lingkar kepalanya sudah mencapai 48 cm dan mommy lihat memang makin besar soalnya baju-baju sudah banyak yang enggak muat.

6. Kemampuan menggenggam

Jadi mommy sering banget ngajak dia main, mommy kasih benda warna warni menggantung di atas dia, dan dia happy banget. Badannya gerak-gerak seperti ingin meraih barang tersebut bahkan terkadang dia sudah bisa meraih benda di atasnya. Selain itu dia juga sudah bisa menggenggam mainan menggunakan 2 tangan.

7. Dapat merespon ekspresi

Saat mommy tersenyum di depan dia, dia bisa membalas senyum mommy tersebut. Terus kalau mommy setel lagu dia diam mendengarkan. Apalagi cecenya suka nyanyi, dia suka melihat cecenya lagi menari dan menyanyi. Jadi dia sudah bisa mendengarkan musik dan merespon suara-suara yang ada di sekitar dia moms.

8. Jam tidur

Sekarang mommy merasa sudah semakin enak, karena sekarang dia tidur sudah bisa sampai 5 jam apalagi kalau dari malam ke pagi. Itu lebih enak buat mommy sendiri

9. ASI

Kebetulan karena ini adalah baby boy, mommy selalu memberikan ASI setiap 2 jam sekali sebanyak 100 ml.

Nah itu dia tahap perkembangan baby Uwi di usianya yang ke-3 bulan. See you di next #curcolyukmom.

Baby · Growth

Tumbuh Kembang Bayi Usia 2 Bulan

Hai moms, ketemu lagi nih sama mommy di #curcolyukmom. Nah kali ini mommy akan flashback dan menceritakan tentang perkembangan bayi saat usia 2 bulan, tepatnya ketika Uwi baru berusia 2 bulan. Penasaran apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Perkembangan bayi 2 bulan

Di usianya yang kedua bulan, mommy akan bagi menjadi 4 tahap perkembangannya baby Uwi ya moms.

1. Berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala

Di usia 1 bulan baby Uwi naik 1 kg dari 4,5 kg saat newborn menjadi 5,5 kg. Di umur 2 bulan baby Uwi naik lagi dan menjadi 6,1 kg. Jadi, rata-rata kenaikan berat badan baby Uwi hampir 1 kg setiap bulannya, dan untuk kenaikan 1 kg setiap bulannya dinyatakan sehat. Tinggi badannya sudah mencapai 61 cm dan lingkar kepala sudah mencapai 40 cm.

2. Penglihatan

Saat baby Uwi baru umur 1 bulan mommy melihat jelas bahwa penglihatan baby Uwi itu belum terlalu jelas. Di umur 2 bulan sudah lebih jelas, loh mommy bagaimana bisa mengetahui? Karena mommy kalau mendekatkan wajah mommy ke wajah baby Uwi, mata dia bisa melihat mata mommy, mommy ke kiri arah pandangan dia mengikuti ke arah kiri begitupun sebaliknya. Dia bisa melihat apa saja yang mommy lakukan seperti ketika mommy senyum lebar dia juga ikut senyum lebar. Kalau misalnya ada mainan mommy taruh di atas dia, dia bisa main sendiri walaupun belum bisa menggapai tapi tangan dan kakinya bisa gerak, matanya sudah kayak excited banget lihat mainan itu. Jadi kelihatan banget soal penglihatan baby Uwi itu sudah mulai jelas di usianya yang 2 bulan.

3. Pendengaran

Kalau untuk pendengarannya memang lebih jelas lagi ya moms, itu sudah pasti karena kan namanya baby kita berkembang dari bulan ke bulan itu tahap perkembangannya terlihat banget dan drastis dibandingkan dia newborn atau 1 bulan. Pendengarannya makin tajam. Kenapa mommy merasa seperti itu? Soalnya mommy kalau dari jauh teriak manggil nama Uwi, dia gelagatnya seperti mencari-cari sumber suara moms walaupun memang kepalanya enggak langsung aktif tengok ke sana tengok ke sini ya moms moms. Kalau mommy bercanda ke dia dengan sepatah 2 patah kata dia akan mengikuti walaupun memang tidak jelas, karena baby kita di umur yang ke 2 bulan juga sudah bisa mengeluarkan suara selain menangis.

4. Gerakan-gerakan halus dan jam tidur

Di umur dia yang 2 bulan, dia sudah bisa mengekspresikan tangan dan kaki dia terutama. Mommy melihat itu saat mau gunting kuku baby Uwi. Setiap mommy mau gunting kuku baby Uwi saat dia umur 1 bulan pasrah, diam aja moms tapi di umur 2 bulan ini dia sudah bisa menghindar dengan cara kakinya ditendang-tendang, tangannya dihempaskan, jadi dia sudah bisa berontak.

Selain itu juga baby Uwi sudah bisa mengangkat kepalanya. Di umur dia yang belum 1 bulan saja dia sudah terus-terusan mencoba mengangkat kepalanya sekitar kurang lebih 45 °C, sekarang sudah makin tinggi aja moms sekitar 60 °C. Makin bisa menahan kepalanya lebih lama sekitar 10-15 detik.

Dia juga sudah bisa mulai duduk, memang kata orang enggak boleh sih ya moms kita mendudukkan baby ketika dia belum umur 4 atau 5 bulan, tapi baby Uwi lebih senang kalau duduk, digendong aja dia enggak suka digendong yang tiduran sukanya yang tegak. That’s why dia suka banget duduk. Kadang dia duduk bersender di perut mommy. Jadi mommy sudah mengajarkan dia duduk sambil menyender moms tapi enggak terlalu lama.

Lalu mommy juga sudah mulai menengkurapkan baby Uwi. Jadi ketika dia tengkurap dia sudah mulai bisa menahan kepalanya moms walaupun langsung jatuh lagi. Di umur 1 bulan memang pernah mommy tengkurapin, apalagi saat dijemur di matahari, yang terjadi malah dia jatuh dan hidungnya kegencet, karena dia belum bisa nahan kepala, belum bisa miring kiri dan kanan. Sedangkan ketika umur 2 bulan dia sudah bisa nahan kepala, miring kiri dan kanan, tangannya juga lebih kuat untuk menahan badannya.

Untuk jam tidurnya, di umur 1 bulan setiap 1 jam sekali baby Uwi bangun tapi di umur 2 bulan bisa 4-5 jam dia tidur lalu bangun untuk minum ASI. Kalau untuk kesehariannya, dia minum ASI bisa tahan 2 jam sekali. Sedangkan malam hari durasinya lebih panjang yaitu 4-5 jam sekali minta ASI, jadi mommy sudah enggak terlalu begadang lagi.

Di umur 2 bulan, baby kita sudah enak diajak main dan enak diajak ngobrol loh moms. Walaupun baby kita enggak ngerti apa yang kita bicarakan, tapi mengajak ngobrol baby seru banget moms.

Nah itu dia perkembangan baby Uwi ketika berusia 2 bulan. Sampai jumpa di next #curcolyukmom.

Baby · Kesehatan

Berbahayakah Jika BAB atau Feses Bayi Berwarna Hijau?

Mommy mau curcol sedikit nih moms, jadi ketika Loewy masih bayi pernah selama 4 hari berturut-turut Loewy BABnya warna hijau. Mommy sempat mikir kalau misalnya Loewy baru lahir BABnya hijau itu wajar tapi ini sudah umur 3 bulan dan tiba-tiba BABnya warna hijau.

Tapi, Loewy aktivitasnya masih lincah dia masih happy enggak demam dan sakit, jadi mommy akhirnya cari tahu penyebab baby kita bisa BAB warna hijau. Nah setelah mommy cari tahu tentang masalah BAB anak kita bisa berwarna hijau, akhirnya mommy menemukan 2 penyebab utama kenapa baby kita yang umurnya di bawah 1 tahun bisa BABnya warna hijau.

Penyebab BAB anak berwarna hijau

1. Faktor makanan yang dimakan ibunya

Ibu menyusui jika terlalu banyak mengonsumsi sayuran atau makanan minuman yang memiliki pewarna hijau atau suplemen-suplemen bubuk hijau bisa jadi salah satu penyebab BAB si Kecil berwarna hijau. Sebagai contoh mommy waktu jaman belum menyusui pernah BAB dan fesesnya berwarna hijau, setelah diingat-ingat ternyata mommy habis minum-minuman yang berwarna hijau. Nah kelihatan kan walaupun kita enggak sedang menyusui, tapi ketika kita too much makan makanan dan minuman yang berwarna hijau, biasa akan berpengaruh ke warna BAB kita. Sama persis ketika kita menyusui dan kita mengonsumsi too much makanan dan minuman yang berwarna hijau atau yang mengandung zat hijau (klorofil) yang ada di sayuran seperti kubis, bayam, brokoli, pokoknya semua sayuran berwarna hijau akan berpengaruh ke ASI yang diminum si Kecil. Sekedar informasi, klorofil ini biasanya digunakan oleh tumbuh-tumbuhan untuk mendapatkan energi dari matahari agar dia bisa tumbuh kembang moms.

Untuk penyebab pertama ini mommy merasa enggak cocok, karena mommy merasa mommy enggak mengonsumsi too much sayuran, malah semenjak lahiran Loewy mommy makannya daging terus.

2. Jenis ASI yang diminum baby kita

Jadi yang perlu kita ketahui dan mommy juga baru tahu, ASI kita ini ada 2 jenis yaitu foremilk dan hindmilk.

a. Foremilk

ASI yang keluar 5 menit- 6 menit pertama ketika kita menyusui. Jadi pas 5-6 menit pertama foremilk ini akan keluar duluan. Biasanya ini berbentuk encer, warnanya lebih bening, untuk kandungannya sendiri lemak rendah tapi laktosanya tinggi.

b. Hindmilk

Hindmilk biasanya akan keluar setelah foremilk keluar, foremilk habis di 5-6 menit pertama, hindmilk baru keluar. Hindmilk ini adalah ASI yang biasanya berbentuk lebih kental, berwarna putih pekat dan kandungan lemaknya tinggi, laktosanya rendah.

Di kasus mommy, mommy merasa cocok banget dengan penyebab kedua ini moms. Kenapa? Loewy itu termasuk baby yang lelet kalau minum ASI, jadi kalau minum ASI itu dia lama dan 5-10 menit minum ASI dia sudah ngantuk dan mau tidur otomatis yang Loewy minum hanya foremilk saja. Salahnya mommy adalah mommy itu DBF (direct breastfeeding) ke Loewy, setiap kali Loewy mau minum ASI, mommy selalu kasih payudara yang paling kencang yang paling banyak ASInya. Ternyata itu salah.

Kalau untuk kasus Loewy seperti ini, harusnya mommy memberikan DBF dari payudara yang enggak terlalu kencang atau gunakan payudara yang terakhir dihisap baby kita. Contoh: 2 jam sebelumnya Loewy minum di sebelah kanan nah saat Loewy bangun lagi, kasih lagi yang sebelah kanan agar foremilknya sedikit banget dan dia lebih banyak menghisap hindmilknya.

Kalau mommy kasih bagian yang paling kencang otomatis Loewy cuma minum foremilk. Terlalu banyak foremilk, maka laktosa yang diminum oleh baby kita akan tinggi juga, terlalu banyak laktosa akhirnya bisa menyebabkan kolik. Itu benar, Loewy kolik, sering kentut, sendawa terus dan banyak angin. Mommy merasa juga dalam beberapa hari itu BABnya Loewy lebih banyak cairannya daripada ampasnya dan berwarna hijau.

Setelah mommy tahu 2 penyebab utama yang membuat BAB baby bisa berwarna hijau, mommy cari solusinya.

Solusi agar si Kecil tidak minum terlalu banyak foremilk

Ketika mommy akan memberikan direct breastfeeding, mommy akan berikan payudara yang terakhir dia hisap agar dia bisa minum lebih banyak hindmilk yang tinggi lemak atau jika 2 payudaranya sudah kencang bisa dipompa dulu 5-10 menit pertama. Sudah dipompa selama 5-10 menit pertama, baru kita lakukan DBF agar yang diminum oleh baby kita adalah yang tinggi lemak yaitu hindmilk dan bukan foremilk.

Kenapa mommy enggak bawa ke dokter aja?

Nah untuk kondisi yang mengharuskan mommy bawa ke dokter adalah apabila:

1. BABnya sudah lewat dari 1 minggu masih hijau terus padahal mommy sudah ubah pola DBF nya

2. Kalau misalnya demam tinggi akan langsung bawa ke dokter

3. Ada gangguan di kulit, gangguan pernafasan dan rewel terus

Jika ketiga kemungkinan itu dialami Loewy maka mommy akan bawa Loewy ke dokter. Jadi kalau misalnya baby kita sudah enggak lincah seperti biasanya, sudah sakit, demam, panas segera bawa ke dokter.

Untuk moms yang baru punya newborn baby terus BABnya warna hijau, itu enggak perlu khawatir sama sekali, karena baby kita yang baru lahir itu biasanya akan mengeluarkan BAB yang berwarna hijau pekat yang biasa disebut dengan Mekonium. Setelah dia mengonsumsi ASI dari ibu 2-3 hari biasanya BABnya masih berwarna kuning atau hijau muda, ini yang dialami oleh kedua baby mommy. Louisse dan Loewy selama 1 minggu pertama BABnya warna hijau muda, dan itu enggak masalah. Selang 1 minggu pertama, BABnya akan berwarna kuning, coklat, kuning tua dan itu sudah normal dan enggak perlu khawatir.

Semoga bisa bermanfaat ya untuk moms yang juga mengalami hal serupa seperti mommy dan see you di #curcolyukmom lain waktu moms!

Baby · Kesehatan

Pentingnya Imunisasi untuk si Kecil

Hari ini mommy mau sharing sedikit tentang pentingnya imunisasi dan apa saja imunisasi yang wajib diberikan kepada anak kita. Tapi sebelum mommy beritahu imunisasi apa saja yang wajib diberikan kepada anak kita, kita kenalan dulu dengan imunisasi yuk.

Imunisasi itu apa?

Imunisasi sendiri merupakan kegiatan menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh anak kita sehingga tubuh anak kita akan membentuk yang namanya antibodi. Jadi apabila suatu ketika anak kita terserang virus, antibodi di dalam tubuh anak kita sudah kenal jenis virus yang menyerang dia dan bisa melawan, otomatis anak kita tidak mudah tertular penyakit menular moms. Pasca persalinan kita akan mendapat buku untuk konsultasi ke dokter. Di dalam buku tersebut biasanya akan ada beberapa daftar imunisasi, dan waktu disuntiknya kapan saja, biasanya buku ini akan diisi oleh dokter.

Kenapa imunisasi itu penting?

Imunisasi itu penting sebab bertujuan untuk mencegah agar bayi kita tidak mudah terserang penyakit menular, karena antibodinya sudah kuat. Dibandingkan anak-anak yang tidak pernah imunisasi atau imunisasinya jarang, biasanya dia akan lebih gampang terkena penyakit menular sehingga risiko untuk mengalami kecacatan hingga kematian itu persentasenya lebih tinggi.

Lalu kenapa kalau sudah imunisasi kok masih sakit ya?

Walaupun imunisasi ini sudah dilakukan dan biasanya efektif hingga 100%, namanya penyakit kan kita enggak tahu ya moms. Tapi kalau misalnya anak kita sampai terserang penyakit itu biasanya kapasitas penyakit yang diderita anak kita gejalanya ringan. Jadi enggak berat dan lebih cepat sembuhnya karena sudah diimunisasi berbeda dengan yang tidak atau jarang diimunisasi moms.

Dimana sih imunisasi bisa didapatkan?

Biasanya kalau mommy sendiri mommy akan pergi ke rumah sakit dan langganan mommy itu di RSIA Grand Family.

Yang perlu kita ketahui imunisasi-imunisasi apa saja yang wajib diperoleh oleh baby kita?

Ada 5 macam imunisasi yang wajib disuntikkan kepada baby kita

1. Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis B biasa akan diberikan sebanyak 3x, yang pertama kali diberikan pada baby ketika dia baru lahir, paling lambat itu biasanya 12 jam setelah lahiran. Kenapa diberikan kepada baby baru lahir? Imunisasi Hepatitis B diberikan kepada baby kita yang baru lahir untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke anak. Nah imunisasi yang kedua setelah baby kita berumur 1 bulan. Suntikan yang ketiga biasanya ketika umur baby kita 3-6 bulan. Kalau misalnya baby kita tidak mendapatkan imunisasi Hepatitis B hingga umur 5 tahun, tenang saja moms karena masih bisa mengikuti imunisasi susulan sebanyak 3x.

2. Polio

Polio dikenal dengan istilah lumpuh layu. Kenapa? Karena penyakit ini disebabkan virus dari pencernaan dan tenggorokan. Yang mana apabila seorang anak terserang virus Polio ini, bisa menyebabkan kelumpuhan pada kaki, tangan, hingga otot pernafasannya. Kalau sampai otot pernafasan lumpuh, maka dapat mempengaruhi sistem kinerja organ tubuh kita dan otomatis dapat menyebabkan kematian. Nah biasanya imunisasi Polio ini akan diberikan sebanyak 3x. Yang pertama kali akan diberikan kepada baby kita sebelum dia berusia 6 bulan, yang kedua biasa akan diberikan pada baby kita berusia 18 bulan, suntikan ketiga akan diberikan kepada baby kita ketika berumur 5 tahun.

3. BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Imunisasi ini digunakan agar anak kita tidak terkena bakteri yang menyebabkan tuberkulosis (TB). Yang dimana bakteri penyebab tuberkulosis ini dapat menyerang paru-paru dan selaput otak anak, yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Biasanya vaksin BCG akan diberikan pada baby kita ketika berusia 2 bulan.

4. Campak

Biasanya imunisasi Campak ini akan diberikan sebanyak 2x kepada baby kita ketika dia berusia 9 bulan dan 24 bulan. Tapi kalau misalnya baby kita sudah mendapatkan vaksin MMR (Measles Mumps Rubela) pada usia 15 bulan otomatis untuk vaksin campak sudah tidak dibutuhkan lagi. Gunanya imunisasi campak adalah untuk mencegah agar baby kita tidak terserang campak yang gejalanya berat, yang dapat menyebabkan radang paru, diare hingga menyerang otak.

5. Pentavalen

Terdiri dari DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus), HB (Hepatitis B) dan HiB (Haemophilus Influenzae type B) yang mana ketika kita melakukan imunisasi Pentavalen dapat mencegah beberapa penyakit yang menyerang selaput lendir, radang otak dan lain sebagainya. Biasanya imunisasi Pentavalen ini diberikan sebanyak 4x di umur 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan 18 bulan.

Nah itu adalah 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada anak kita. Dan biasanya 5 imunisasi tersebut akan dilakukan sebelum genap 1 tahun. Setelah 1 tahun biasa akan ada vaksin yang harus dilakukan ulang, seperti polio, campak dan DPT karena antibodi kita akan menurun setelah setahun dan khusus untuk vaksin BCG itu cukup sekali aja. Itulah alasan kenapa kita penting untuk melakukan imunisasi pada anak kita dan 5 imunisasi wajib yang diberikan pada anak kita jangan sampai kita enggak diberikan, karena kita enggak mau kan anak kita gampang banget terserang penyakit menular, apalagi sampai mengalami kecacatan hingga kematian? So moms jangan sampai terlambat ya melakukan imunisasi!