Covid 19 · Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 ini membuat proses tatap muka antara dokter dan pasien semakin terbatas ya, moms. Kunjungan ke rumah sakit dibatasi, mengingat rumah sakit juga bisa menjadi tempat penularan virus yang potensial menjadi infeksi dan fatal.

Hal ini pun juga berdampak pada program bayi tabung. Proses ini memerlukan serangkaian tahapan agar berhasil mencapai kehamilan dan kelahiran yang sehat. Dengan adanya pandemi Covid-19 membuat proses tersebut terhambat karna tatap muka antara dokter dan calon orangtua semakin terbatas

Program bayi tabung sendiri merupakan usaha alternatif untuk mendapatkan kehamilan, bagi pasangan yang kesulitan memperoleh buah hati. Program bayi tabung dilakukan dengan pembuahan di luar rahim ibu atau IVF. Untuk memiliki buah hati tentunya tidak terduga dan tidak bisa ditunda ya, moms. Terlebih lagi khsusnya wanita yang memiliki keterbatasan.

Seperti saya sendiri contohnya, tentunya mendapatkan banyak contra ketika memutuskan untuk memiliki anak ketiga di tengah pandemi ini. Tapi, jika ditunda terlalu lama, akan memungkinkan untuk tidak memiliki kesempatan itu lagi lho, moms.

Bagi mommy – mommy yang memiliki pengalaman dan keluh kesah yang sama, berikut saya bagikan tips aman untuk melakukan proses bayi tabung di tengah pademi Covid-19!

  1. Tubuh Harus Fit

Jadi moms, ketika kita memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, selama itu juga kita harus berkomitmen untuk menjaga kesehatan kita dan melakukan healthy life style agar proses dari program bayi tabung di tengah pandemi ini tidak sia – sia.

Karna, ketika kita akan mendaftarkan diri ke rumah sakit untuk mengikuti proses bayi tabung, hal pertama yang akan ditanyakan oleh pihak rumah sakit adalah kesehatan kita terlebih dahulu. Jika dalam 14 hari terakhir kita dalam keadaan fit, maka kita akan melanjutkan ke step selanjutnya. Melainkan, jika dalam 14 hari terakhir kita dalam keadaan tidak fit, maka pada saat itu juga kita dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan proses bayi tabung.

  1. Pakai Masker

Untuk ke rumah sakit tentunya memakai masker dan atribut kesehatan lainnya menjadi hal yang sangat penting ya, moms. Bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi memakai masker saat ini juga merupakan hal prioritas bagi kita untuk berkunjung ke rumah sakit yang menjadi media menyebaran virus. Jika tiba – tiba kita terkena virus dan tidak memakai masker, otomatis kita tidak akan bisa melakukan program bayi tabung lho, moms!

  1. Melalui Proses Screening

Tidak berbeda dengan prosedur untuk masuk ke tempat perbelanjaan dan yang lainnya, rumah sakit pun menjadi salah satu tempat terpenting untuk mengadakan proses screening dan mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk. Ketika kita sudah screening dan ternyata hasilnya adalah suhu kita tinggi atau demam maka kita tidak bisa masuk lho, moms.

  1. Social Distancing

Point ini merupakan point yang sudah tidak jarang kita dengar di tengah pandemi ini ya, moms. Sama seperti tempat dan rumah sakit lainnya, RS Morula Menteng juga kerap melakukan social distancing dari ruang tunggu, bagian administrasi, maupun bagian farmasi, jadi pastikan jarak kalian aman dan tidak dekat dengan pasien yang lain ya, moms!

  1. Bersedia Melakukan Rapid Test

Tips yang satu ini tidak kalah penting ya, moms. Untuk mengikuti proses bayi tabung, sebelum dan selama proses ini juga kita harus bersedia untuk melakukan Rapid Test atau test Covid-19. Penting sekali untuk melakukan Rapid Test ini agar proses bayi tabung pun tidak sia – sia untuk dilakukan ya, moms.

  1. Selama Embrio Transfer, Tidak Bisa ditemani Suami

Biasanya ketika melakukan embrio transfer, kita sebagai istri pasti akan bisa ditemani oleh suami ya, moms. Tetapi kali ini berbeda dengan adanya pandemi Covid-19, rumah sakit memiliki kebijakan bahwa suami tidak diperkenankan untuk menemani kita.

That’s all seluruh tips aman untuk mengikuti proses bayi tabung di tengah pandemi Covid-19! So untuk mommy – mommy yang ingin melakukan proses bayi tabung di tengah pandemi, apakah sudah siap menjalankan keseluruhan prosedur nya sendiri? Semoga membantu dan semoga cepat positif hamil ya, moms!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

Cegah Corona dengan Masker Kain Non Medis? Ini Tips nya!

Hi, moms! Di tengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah menganjurkan masyarakat menggunakan masker untuk meringankan penyebaran virus corona. Penggunaan masker ini sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19, terutama dari penderita yang terinfeksi virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan.

Namun, semakin tinggi dan melonjaknya harga masker medis di pasaran, membuat WHO atau organisasi kesehatan di dunia telah mendukung kebijakan pemerintah yang menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker non medis atau masker kain.

Masker medis atau masker bedah sekali pakai diprioritaskan bagi pekerja medis dan orang sakit. Sedangkan masyarakat disarankan untuk menggunakan masker kain atau masker nonmedis saat keluar rumah.

Nah, berkaitan dengan himbauan pemerintah dan sejumlah otoritas kesehatan resmi dari berbagai negara untuk menggunakan masker tersebut, belakangan ini sudah beredar cara membuat masker di pasaran seperti memanfaatkan kaus, bandana, sampai syal tanpa dijahit lho, moms!

Beberapa dari mereka membuat masker kain menggunakan mesin jahit dengan beragam model atau desain. Agar mommy tidak bingung memilih model masker kain, bahkan bahan masker kain, kita cari tahu yuk, bagaimana sih tips memilih masker kain yang tepat?

  1. Carilah Masker Kain yang Memiliki 3 Lapis atau Lebih

Kita tahu bahwa masker yang aman harus memiliki 3 lapisan di dalamnya seperti layaknya masker medis agar semakin aman untuk menghindari droplet ya, moms.

  1. Carilah Masker Kain yang Dapat Menahan Droplet

Selain tips yang pertama, tips ini juga tidak kalah pentingnya untuk memilih masker kain yang dapat menahan droplet. Tapi, jika masker kain nya sendiri memang tidak ada yang menahan droplet bagaimana, moms?

Nah, seringkali masyarakat menggunakan tissue atau kain untuk dimasukkan ke dalam masker kain 3 lapis untuk menahan droplet, padahal tindakan tersebut tidaklah maksimal lho, moms! Setelah saya lakukan eksperimen uji coba dengan kedua benda tersebut, hasilnya adalah droplet masih bisa tembus dengan kain maupun tissue yang tebal.

Solusinya adalah, sebaiknya mommy menggunakan filter non woven seperti yang digunakan di dalam masker medis. Filter ini benar – benar mampu menahan droplet dan tidak mudah terbakar sehingga sangat baik digunakan untuk kita di tengah pandemi Covid-19 ini.

Memutus rantai penyebaran Covid-19 bukan hanya tanggung jawab tim medis lho, moms! Kita juga wajib memenuhi tanggung jawab untuk memutus rantai penyebaran virus corona dengan hanya memakai 1 masker kain yang dilapisi filter non woven ini.

Yuk, sama – sama kita memutus rantai Covid-19 dengan mengganti pemakaian masker medis menjadi masker non medis dengan tips ini, agar Covid-19 atau virus corona segera berakhir! Stay Safe, moms!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19 · Motherhood

15 Tips Vaksin Anak di Tengah Pandemi Covid-19

Setelah menahan diri untuk tetap #dirumahaja selama kurang lebih 2 bulan, akhirnya pada hari Selasa 28 April 2020, saya memutuskan untuk membawa kedua anak saya vaksin ke rumah sakit.

Nah, jadi berikut ini adalah tips dari saya untuk membawa anak vaksin ke rumah sakit agar tetap aman dan tidak pulang dengan membawa virus!

1. Carilah Rumah Sakit yang Paling Dekat dengan Rumah Kalian

Saya sarankan agar kalian mencari rumah sakit terdekat dengan rumah kalian yang khusus atau spesialis untuk ibu dan anak ya, moms. Jadi, anak kita tidak terkontaminasi dengan pasien – pasien yang memiliki penyakit serius. Saya sendiri memilih RS Grand Family PIK, dan saya sangat suka membawa anak – anak kesana. Karna, di tengah pandemi Covid-19 ini, RS Grand Family PIK menyediakan 2 gedung terpisah antara ibu dan anak yang sakit, dan 1 gedung lainnya adalah khusus ibu dan anak yang ingin datang hanya untuk vaksin. Jadi, pastikan rumah sakit yang kalian pilih aman ya, moms!

2. Mendaftar Terlebih Dahulu di Rumah Sakit

Walaupun nomor antrian biasanya sesuai kedatangan, tetapi sebelum datang ke rumah sakit, biasanya saya akan mendaftar terlebih dahulu ya, moms, agar meminimalisir anak – anak kita terkontaminasi dengan udara rumah sakit hingga terkena virus.

3. Pakai Hand Sanitizer & Masker

Jadi, pada saat kita akan pergi ke rumah sakit untuk daftar, jangan lupa tetap menggunakan masker dan hand sanitizer ya, moms! Pastikan kita tetap menjaga aman diri kita dari infeksi virus dan bakteri di sekeliling rumah sakit.

4. Pastikan Anak Sudah Kenyang

Hal ini sangat penting ya, moms. Bukan hanya untuk kita sebagai orang dewasa, hal ini lebih penting lagi untuk anak – anak. Kita harus memastikan agar perut mereka sudah kenyang, tidak lapar atau haus ketika di rumah sakit, agar meminimalisir aktivitas mereka yang mengharuskan untuk membuka dan menutup masker. Jadi, tetap waspada ya moms!

5. Berikan Vitamin pada Anak

Tips yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan vitamin pada anak. Bukan hanya orang dewasa, imunitas yang baik pada anak juga dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh mereka ya, moms. Terlebih lagi ketika kita akan mengunjungi rumah sakit. Sangat penting untuk memberikan vitamin terlebih dahulu kepada anak – anak.

6. Pakai Masker

Bukan hanya kita saja yang menggunakan masker, jangan lupa, anak kita harus pakai masker juga ya moms, agar tetap aman dari virus dan kontaminasi udara di rumah sakit!

7. Pakaikan Popok kepada Anak

Walaupun si kecil sudah potty training, tetapi penggunaan popok sangat diperlukan ketika ingin mengunjungi rumah sakit di tengah pandemi ini lho, moms. Kita harus cerdas memberikan pengertian kepada si kecil agar meminimalisir terjadinya penyebaran virus Covid-19 kepada anak kita moms.

8. Pakai Hand Sanitizer Khusus Anak

Jadi, penting sekali menggunakan hand sanitizer khusus untuk anak – anak ya moms. Saya sendiri menggunakan sanitizer khusus dari Buds untuk kedua baby saya agar mereka tetap aman berkunjung ke rumah sakit.

9. Pakai Acquassimo

Acquassimo ini sudah menjadi sahabat keluarga saya, sehingga ini menjadi benda penting yang harus dibawa untuk menyemprot benda – benda sekitar seperti kursi rumah sakit yang akan kita duduki bersama anak – anak ya, moms.

10. Bawa Disinfectant Spray

Nah, ini merupakan tips yang tidak kalah pentingnya ya moms. Saya sendiri ketika di rumah sakit membawa disinfectant spray Lavme untuk menyemprotkan ke seluruh ruangan di ruang tunggu rumah sakit, agar virus atau bakteri yang mungkin ada di ruangan tersebut tidak sempat terinfeksi ke diri kita maupun anak – anak moms.

11. Edukasikan kepada Anak – anak Sejak Dini

Penting sekali untuk meng-edukasi anak – anak kita mengenai pandemi Covid-19 ini ya moms, agar mereka aware dan turut mengikuti budaya kita untuk mencegah penyebaran virus corona, sehingga mereka tidak akan say “No” ketika kita ajak untuk hidup bersih menggunakan masker maupun hand sanitizer.

12. Cari Ruangan yang Tidak Terlalu Banyak Orang

Kita sebagai mommy harus kembali cerdas dan jeli ya moms. Terlebih lagi di rumah sakit merupakan sarana yang banyak dikunjungi oleh orang sakit. Sebaiknya kita menghindari keramaian ketika membawa anak – anak, melainkan kita harus mencari ruangan yang agak sepi dan tidak terlalu ramai untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 kepada kita dan anak – anak.

13. Langsung Pulang Setelah Vaksin

Jangan berlama – lama di rumah sakit ya, moms. Setelah nomor antrian kita dipanggil dan sudah masuk ke ruangan dokter untuk melakukan vaksin, sebaiknya kita segera ajak anak – anak untuk meninggalkan rumah sakit agar mereka tidak terkontaminasi udara luar dalam waktu yang cukup lama.

14. Ganti Baju Anak

Setelah kita sudah membawa anak – anak keluar dari rumah sakit dan masuk mobil, step selanjutnya adalah mengganti baju mereka agar tetap higienis ya moms. Kita tidak tahu virus apa saja yang sudah menempel di baju anak – anak kita melalui udara, sebaiknya kita cegah dengan cara mengganti baju mereka sebelum sampai di rumah.

15. Langsung Mandi

Nah, ketika sampai di rumah, ini merupakan tips finishing ya moms. Walaupun baju anak – anak sudah diganti di mobil, tetap harus mandi baik mommy maupun anak – anak, agar kebersihan kita tetap terjaga ya moms.

That’s all 15 tips vaksin anak di tengah pandemi versi saya. Menjaga kesehatan untuk #dirumahaja sangat penting ya, moms. Tetapi untuk mengikuti rangkaian kegiatan vaksin si kecil juga harus diperhatikan lho, moms. Semoga tips ini dapat bermanfaat untuk mommy – mommy yang ingin mengajak si kecil untuk vaksin ya, moms!

See you di next “CurcolYukMoms”!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

Makser Medis atau Masker Ojol Tidak Bisa Recycled?

Hi moms! Sesuai judulnya, ternyata masker medis atau masker yang biasa digunakan oleh ojek online hanya bisa digunakan untuk sekali pemakaian saja loh. Masker–masker tersebut tidak bisa untuk di daur ulang kembali apalagi untuk pemakaian berkali–kali.

Berikut adalah beberapa eksperimen yang membuktikan sekaligus mendukung statement tersebut ;

  • Eksperimen 1 : Suntikan Berisi Air

Dalam eksperimen pertama ini, saya sudah menyiapkan masker medis dan suntikan berisi air yang sebagai contoh dari droplet (percikan air tubuh) kita. Kemudian saya akan menuangkan air dari suntikan tersebut ke bagian dalam masker medis tersebut. Setelah masker bagian dalam menampung seluruh air dari suntikan, selanjutnya saya akan menyemprotkan air ke bagian luar masker tersebut. Ternyata, tidak ada reaksi apa – apa loh, moms. Hal ini menunjukan bahwa apabila ada droplet orang lain infected ke masker medis yang kita gunakan, akan di filter langsung oleh masker yang bagian luar.   

  • Eksperimen 2 : Hand Sanitizer

Dalam melakukan eksperimen kedua ini, kalian bebas ya moms ingin menggunakan sanitizer apapun karna yang penting adalah sanitizer yang digunakan memiliki kandungan alcohol sebagai bahan utama untuk membunuh virus termasuk virus COVID – 19.

Langsung saja kita menuangkan kembali air dari suntikan ke bagian dalam masker medis, sampai air tersebut tertampung aman.

Kemudian, kita semprotkan sanitizer yang mengandung alcohol ke bagian luar masker medis tersebut. Hasilnya adalah, masker medis menjadi bocor dan basah, tidak bisa menampung air karna adanya semprotan sanitizer dari bagian luar masker tersebut. Dengan kata lain, jika masker medis yang telah kita gunakan kemudian kita cuci untuk dipakai kembali, maka tidak akan bisa, apalagi untuk di daur ulang  adalah sangat tidak layak ya, moms.

  • Eksperimen 3 : Disinfectant Spray

Sama seperti masker medis dan sanitizer, kalian juga bisa menggunakan disinfectant spray merek apapun ya moms untuk mencoba melakukan eksperimen ini.

Kita bisa langsung menuangkan kembali air dari suntikan agar tertampung di masker bagian dalam, kemudian semprot disinfectant spray nya ke bagian luar masker medis. Lakukan prosedur yang sama seperti 2 eksperimen sebelumnya. Kita bisa lihat apa yang terjadi selanjutnya, masker medis langsung bocor dan rusak sehingga tidak layak untuk dipakai kembali atau di daur ulang.   

  • Eksperimen 4 : Disinfectant Spary 0% Alcohol

Kalau di eskperimen ketiga kita telah mencoba dengan disinfectant yang mungkin kadar alcohol nya agak keras, lalu bagaimana dengan disinfectant spray yang memiliki kadar alcohol 0%? Sekarang saya akan mencoba menggunakan spray khusus untuk baby. Kemudian apa yang akan terjadi? Filter masker medis tersebut tetap rusak dan bocor loh moms, dan memang tidak dapat digunakan atau di daur ulang kembali.

  • Eksperimen 5 : Air Mendidih

Di percobaan terakhir, saya akan merendam masker medis ke dalam air panas yang sudah mendidih. Tidak perlu lama untuk merendam masker medis tersebut, hanya kurang lebih 1 menit saja. Apa sih alasannya merendam masker medis ke dalam air mendidih? Karna waktu itu, warga china melakukan metode ini untuk membunuh virus yang ada di masker medis.

Kemudian apa yg terjadi setelah masker medis selesai di rendam ke dalam air yang mendidih? Filter masker medis pun menjadi rusak ya, moms. Masker medis tidak bisa menampung droplet kita sendiri apalagi untuk menghalangi droplet orang lain untuk masuk ke dalam masker medis yang kita gunakan,  sehingga akan dengan mudah masuk ke dalam alat pernafasan kita.

Nah, itulah kelima eksperimen yang membuktikan bahwa masker medis atau masker yang biasa digunakan oleh ojek online adalah tidak bisa untuk di daur ulang.

Untuk melihat detail bagaimana cara melakukan eksperimen ini, you can chek the video out moms, semoga bermanfaat!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

JAHE MERAH CEGAH CORONA? INI FAKTANYA!

Hai moms, saya sangat bangga menjadi bangsa negara Indonesia, karena beberapa hari yang lalu diberitakan bahwa rempah-rempah yang ada di Indonesia dipercaya dapat menangkal serta mencegah virus corona. Jadi guru besar dari Universitas Airlangga beserta ketua tim riset corona mengatakan obat herbal bisa menangkal virus corona, apalagi obat herbal itu mengandung zat kukurmin. Dan kabar baiknya zat kukurmin ini terdapat pada rempah-rempah di Indonesia, dan selama ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bumbu makanan. Jenis rempah-rempah yang dimaksud adalah temulawak, kayu manis, daun sereh, jahe merah, dan kunyit.

Ketika kelima bahan diatas diolah menjadi minuman, dipercaya dapat mengurangi efek yang ditimbulkan oleh virus corona. Tapi yang akan kita bahas kali ini adalah jahe merah karena menurut penelitian kandungan pada jahe merah memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Nah apa aja sih manfaatnya bagi tubuh kita? Yuk langsung kita lihat di point-point berikut :

1. Hangatkan Tubuh

Rasa pedas dari gingerol sangat berguna untuk menghangatkan tubuh agar terasa lebih nyaman saat musim hujan.

2. Obati Sakit Kepala

Dengan kandungan kamfena, rasa pedas, dan efek hangat, jahe merah sangat ampuh meredakan sakit kepala.

3. Mengatasi Masalah Pencernaan

Komponen aktif zingeron pada jahe merah dapat menghambat enzim yang memicu radang pencernaan.

4. Memperkuat Kekebalan Lambung

Ekstrak jahe merah dapat mencegah dan membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh sehingga sistem imun akan jauh lebih kuat.

5. Obati Batuk

Kandungan minyak atsiri dalam jahe merah bermanfaat untuk mengatasi batuk, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

6. Atasi Mual & Tingkatkan Nafsu Makan

Salah satu efek dari jahe merah adalah untuk membantu menghilangkan gas ekstra di saluran usus yang membantu menghilangkan mual selama kehamilan atau kemoterapi dan pada gilirannya, meningkatkan nafsu makan.

7. Menurunkan Berat Badan

Mengambil pil ekstrak jahe merah sebagai suplemen makanan bermanfaat dalam memberikan efek kenyang yang lebih lama pada perut dan juga bagus untuk membakar kalori.

8. Jaga Kondisi Jantung

Konsumsi jahe merah secara teratur terbukti mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida yang merupakan penyebab utama penyakit jantung.

Lalu apa sih hubungannya dengan virus corona?  gejala awal dari virus corona itu sendiri adalah batuk, pilek, demam, kemudian sakit kepala dan sakit pada bagian paru-paru. Nah dengan kita mengkonsumsi jahe merah, gejala-gejala awal pada virus corona akan bisa langsung dilawan oleh tubuh kita. Dengan begitu banyak manfaat jahe merah, saatnya membuat jahe merah sebagai bagian dari suplemen harian Anda.  

Moms juga bisa membaca artikel / sharing seputar anak susah makan di link berikut ini : https://louissescarlett.com

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19 · Uncategorized

Virus Mematikan Selain Corona yang Terdapat Pada Kelelawar Buah, Ular dan Tikus

Di China memakan hewan yang masih hidup sudah menjadi salah satu adat-istiadat yang diturunkan oleh nenek moyang mereka dan beberapa orang bahkan menjadi tantangan untuk dia sendiri yang ingin viral dengan memakan binatang yang hidup. Namun China bukan satu-satunya negara yang memakan binatang hidup, hampir di seluruh dunia ada saja orang-orang yang melakukan eksperimen untuk memakan binatang hidup.

Di Indonesia ada beberapa contoh kasus yaitu seorang lelaki tua yang memakan kucing secara hidup-hidup di daerah Kemayoran, yang katanya untuk ilmu hitamnya, lalu ada wanita yang cukup viral bernama Miskaula asal Sidoarjo yang mampu memakan ayam hidup sebanyak 5-7 ekor setiap harinya yang dikarenakan trauma masa kecil yang selalu kelaparan.

Di Jepang juga banyak orang yang memakan sashimi yaitu daging ikan dalam keadaan segar tanpa melalui proses pemasakan, juga ada gurita dan kodok yang dimakan hidup-hidup. Jadi untuk orang-orang yang suka sekali makan makanan yang masih hidup adalah salah satu tanda gangguan kejiwaan atau psikopat.

Bayangkan seseorang mau menikmati sebuah makanan sambil menikmati kesakitan yang dirasakan oleh binatang itu, yang lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak segan untuk menyiksa sesama manusia bahkan menghilangkan nyawa sesama.

Yang akan kita bahas kali ini bukanlah soal gangguan kejiwaan orang-orang itu namun soal virus-virus berbahaya lain selain virus Corona yang bisa ditimbulkan oleh orang-orang yang memakan bintang hidup tersebut terutama virus yang terdapat pada kelelawar buah, ular, dan tikus.

Pertama pada kelelawar peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Research Center for Zoonosis Control (RCZC) Universitas Hokkaido, Jepang telah mengkaji kelelawar buah di Indonesia. Hasil penelitian itu menunjukkan, ada 6 virus pada kelelawar buah di Indonesia. 

Keenam virus tersebut yaitu coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus. Keenam virus itu berpotensi menimbulkan zoonosis yang belum ditemukan obatnya.

Zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus pada binatang dan bisa menulari manusia atau sebaliknya. Salah satu contohnya adalah virus Corona yang berasal dari Wuhan, China yang kini sedang mewabah. Virus lainnya yang bisa di sebabkan oleh kelelawar yaitu :

  • Virus Nipah

Dalam kasus virus nipah, virus menyebar dari kelelawar ke babi. Babi yang terpapar virus tersebut tidak sakit, namun bisa menularkan virus ke manusia. Virus ini memiliki indikasi demam, infeksi pernapasan, bahkan sampai menyebabkan radang otak.

  • Virus Hendra

Penyebar virus ini secara alami adalah kelelawar dari genus Pteropus yang ditemukan di Australia. Hendra virus menyebabkan penyakit pada kuda di Australia. Infeksi pada manusia terjadi karena paparan dari sekresi dari kuda yang terinfeksi virus Hendra.

  • Virus Rabies

Ini berbeda dari jenis rabies yang ditularkan oleh hewan anjing, hal ini bisa terjadi jika kita hidup dilingkungan kelelawar buah ini. Jika kita tidak sengaja tercakar, tergigir atau memakan makanan yang terkena kencing dari kelelawar tersebut.

  • Virus Marburg

Sama halnya dengan kontak fisik penyakit rabies apabila kita tidak sengaja terpapar air ludah, cakar atau tergigit oleh kelelawar, kita bisa terkena virus marburg yang sangat mematikan yang bisa menularkan dari manusia ke manusia lainnya.

Kedua adalah ular, begitu banyak ular yang dikonsumsi di China, entah di buat sup atau dimakan hidup-hidup. Pada daging ular juga terdapat virus-virus yang menyebabkan kematian yaitu :

  • Bakteri Salmonela

Bakteri salmonella dan bisa ular masih ada tertinggal pada daging ular yang sudah dibersihkan. Ketika daging itu kita konsumsi kita bisa mengalami keracunan dan infeksi parasit. Infeksi salmonella menyebabkan bintik-bintik merah pada perut, demam, bakteri dalam darah atau tulang, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan abses dan meningitis.

Ketiga adalah tikus. Di China tikus dimakan hidup-hidup, kenapa? Karena dipercaya dengan memakan bayi tikus yang masih hidup bisa menjadi obat kuat untuk para pria. Tapi kita harus tau bahaya dari virus yang diakibatkan dari tikus tersibut yaitu :

  • Hanta Virus

Penyebaran infeksi hanta virus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi. Penyakit hantavirus tergolong langka, tapi cukup berbahaya.

Hanta virus akan menyebabkan demam yang tinggi selama beberapa hari, lalu empat hari kemudian akan mengalami batuk, sesak napas karena infeksi pernapasan.

Semoga artikel ini bisa menyadarkan banyak orang untuk tidak memakan binatang yang hidup lagi karena banyak resiko berbahaya yang di berikan. Jangan hanya karena kita ingin viral kita melakukan hal-hal yang membahayakan bagi diri kita sendiri dan bagi orang banyak.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

12 Fakta Virus Corona

Setelah banjir yang melanda di awal tahun 2020, sekarang dunia kita sedang dihebohkan oleh masalah kesehatan virus corona, yang menjadi masalah kesehatan utama yang menyambut imlek tahun 2020 ini.

Banyak pasti dari kalian yang bertanya-tanya apa sih sebenarnya virus corona tersebut? Seberapa bahayakah virus tersebut? Jadi pada artikel kali ini akan membahas fakta-fakta tentang virus corona.

  1. Apa itu Corona Virus?

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

  1. Virus yang membunuh kota Wuhan (China)

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat.

  1. Gejala umum Corona Virus

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat.

Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus       Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  • Batuk kering
  • Sesak napas
  • Virus yang sangat menular
  1. Virus yang sangat menular

Penularannya melalui cairan tubuh yang keluar dari batuk dan bersinnya, sangat mudah tertular karena yang terjangkit tidak menyadari bahwa dirinya sudah terjangkit dan tetap beraktifitas di banyak kerumunan orang yang menyebabkan penularanny begitu cepat. Jadi cara paling aman adalah dengan terus di rumah dan tidak pergi kemana-mana dulu.

  1. Belum ada obat dan vaksinnya

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk virus corona ini. Masih dalam proses pengembangan yang sangat kompleks. Dan baru bisa di produksi masal setelah 1 tahun riset.

  1. Virus Corona tidak hanya di China

Virus Corona ini tidak hanya menjangkit di kota China saja, namun penyebarannya sudah mencapai kota Singapura, Thailand, Hongkong, Jepang, Australia, Amerika Serikat dan bahkan sampai saat ini hampir di seluruh negara di dunia ini yang kebanyakan terjadi karena awalnya orang tersebut habis bepergian dari kota Wuhan.

  1. Sudah ada 500 kasus

Sudah terdapat 500 kasus di China dan jika di gabungkan dari seluruh dunia saat ini terdapat 1.300 kasus. Bayangkan berapa banyaknya orang yang terjangkit dan masih terus bertambah sampai saat ini. Jumlah penduduk di kota Wuhan sendiri terdapat 11 juta penduduk, dari 500 kasus adalah yang sudah di ketahui setelah melakukan test, bagaimana jika masih banyak yang tertular dan belum melakukan test? Pasti semakin banyak dan cepat penyebarannya.

  1. Pencegahan Virus Corona

Memang virus ini belum ada obat dan vaksinya tapi tetap bisa kita cegah penyebarannya, dengan cara :

  • Cuci tangan selama 20 detik
  • Hindari kontak fisik di area sensitif wajah
  • Hindari keramaian
  • Pakai masker saat keluar rumah
  • Jaga antioksidan tubuh kita dengan makan yang sehat dan berolahraga
  • Penyebab Virus Corona
  1. Penyebab Virus Corona

Penyebab utama dari virus ini berasal dari kelelawar buah dan ular berbisa. Jadi penduduk di China suka memakan yang aneh-aneh, dan salah satunya adalah menyantap kelelawar buah dan ular yang diyakini binatang tersebut sebagai sumber utama penyebaran viru ini.

  1. Langkah-langkah WHO

Sampai hari ini WHO sebagai pusat kesehatan dunia masih menerapkan pusat pengembangan untuk mendapatkan obat atau vaksin dari virus corona. Di Korea sendiri sudah melakukan lock down pada bandara agar mencegah tourist dari China tidak bisa masuk.

Di Indonesia sudah menerapkan sensor deteksi untuk melihat suhu tubuh seseorang, jika suhu mencapai 38 Celcius akan sementara di isolasi dan di cek sampai orang itu benar-benar bersih dari virus corona. Di China pemerintah sudah menutup kota Wuhan untuk mencegahnya percepatan penyebaran.

  1. Tentang Virus Corona

Awalnya virus corona ini disebut dengan 2019-nCoV yang awalnya terjadi di bagian timur tengah yang dicetuskan di negara arab yang dipercaya penyebaran awal dari unta.

  1. Kota Wuhan ditutup sementara.

Jalan pemerintah untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas adalah dengan melakukan penutupan semantara kota Wuhan, jadi tidak boleh ada yang keluar masuk dari kota itu dengan sembarangan. Apalagi sudah mendekati hari raya Imlek yang kebanyakan mereka akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan tahun baru bersama.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

The Most Favorite Bat Meat in Wuhan, China

Dalam artikel kali ini, akan menampilkan sebuah video yang menceritakan bagaimana seorang pria di China khususnya di Kota Wuhan yang sangat menyukai daging kelelawar yang terasa seperti daging bebek.

Pria tersebut terlihat sedang berada di sebuah restoran yang menyajikan 1 buah piring kelelawar yang sudah dimasak. Dia langsung memotong – motong bagian sayap kelelawar tersebut dan memakan nya seperti layaknya memakan daging bebek.

Tapi seperti yang kita ketahui bahwa tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor menemukan virus pada kelelawar yang hidup di Indonesia, yaitu virus coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus disebut berpotensi menimbulkan zoonosis alias penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Jadi mau seenak apapun makanan tolong jangan mencoba makanan yang berbahaya bagi diri sendiri ya.

For further informations, go check them out in this video, moms!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

ALASAN KENAPA MASKER BEDAH HARUS GANTI 4 JAM SEKALI

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk mengganti masker kain setelah dipakai selama 4 jam.

“Masker kain bagi orang yang sehat maksimal dipakai 3 sampai 4 jam. Setelah itu harus diganti,” katanya dalam acara sosialisasi yang disiarkan langsung melalui akun Youtube resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Pada video yang saya bagikan dari dokter China yang bernama A Hao juga memberitahu alasan kenapa kita harus menganti masker bedah kita 4 jam sekali. Dalam videonya dia perbesar dengan mikroskop masker sekali pakai yang sudah digunakan selama 4 jam, dengan sudut pandang memperbesarkan 200 jelas sekali bahwa serat pada masker sangat berantakan, dan sejauh ini tidak ada yang ditemukan.

Sekarang memperbesar 2000 kali untuk melihat masker tersebut. Sekarang terlihat ada banyak bintik kecil yang bergerak di atasnya, ini adalah bakteri. Jadi setelah masker dipakai selama 4 jam, sejumlah bakteri akan teradopsi pada permukaan masker yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

Saat kita ganti masker setelah 4 jam, jangan menyentuh permukaan masker dengan tangan Anda, pastikan membuka masker menggunakan tangan lepaskan tali di belakang telinga kamu. Ingatlah tidak membuangnya sembarangan. Yang terbaik adalah rebus dengan air mendidih karena banyak orang tidak bermoral.

Belakangan ini masker sedang langka, orang-orang ini mengambil masker yang telah kita gunakan di tempat sampah. Mereka akan mengambil dan diperbarui dan menjualnya kepada orang lagi.Setiap mengganti masker, yang terbaik adalah mencuci tangan dengan sabun. Jadi moms stelah membaca ini diharapkan tidak membuang masker kita dengan sembarangan lagi ya.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

CORONA VIRUS BISA DISEMBUHKAN?

Apakah Corona Virus bisa disembuhkan? Pertanyaan ini menjadi hal yang sangat penting bagi teman – teman yang sekarang sedang merasa khawatir. Baik teman – teman yang berada di dalam maupun di luar negeri, yang juga sedang sekolah, kuliah, maupun bekerja di China. Di China, Corona Virus sudah memasuki kurang lebih 835 kasus dengan angka kematian kurang lebih 20 orang, dan masih banyak pasien kritis yang masih berjuang melawan Corona Virus ini.

Sebelum membahas lebih jauh apakah Corona Virus dapat disembuhkan, perlu saya ingatkan kembali ya moms, apa dan bagaimana sih sebenarnya penyebaran Corona Virus itu di Indonesia? Corona Virus dikenal sebagai 2019 – NCOV Corona Virus atau COVID – 19. COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan kita. COVID-19 bukan semata – mata hanya penyakit flu ringan atau demam pada umumnya, melainkan penyakit yang memiliki kemampuan tinggi untuk menyebabkan terjadinya hal fatal di bagian pernafasan kita.

Menurut Menteri Kesehatan, saat ini di Indonesia sudah melakukan siaga 1 menghadapi COVID-19. Indonesia sudah menerapkan peraturan untuk 135.000 pintu masuk baik di darat, udara maupun laut agar mengeluarkan alat pemindai suhu tubuh atau yang biasa dikenal dengan nama Termoscanner sebagai upaya pencegahan utama agar masyarakat yang infected oleh COVID-19 dapat segera dilakukan inkubasi dan tidak menyebarkan virus tersebut semakin luas.

Kemudian, bagaimana penyebaran COVID-19 ini bisa terjadi?

Pertama, virus COVID-19 akan masuk terlebih dahulu melalui saluran pernafasan kita, setelah terhirup melalui hidung, virus akan masuk ke tenggorokan, kemudian meresap ke paru – paru. Ketika virus COVID-19 sudah masuk ke paru – paru, virus itu sudah otomatis akan langsung menyerang bagian paru – paru yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Peneumonia. Ketika Pneumonia terjadi, kegiatan pertukaran oksigen di paru – paru akan terhambat dan lama kelamaan menyebabkan pasien yang terinfeksi akan kesulitan bernafas dan kesulitan melakukan aktifitas karna adanya mikroba atau bakteri lain yang semakin memakan atau menggerogoti paru – paru pasien tersebut.

Penyebaran COVID-19 adalah melalui udara. Sebagai simulasi, ketika pasien yang terinfeksi virus ini, kemudian mengalami pertukaran udara, dan di saat yang bersamaan kita sedang berada di sekitar pasien tersebut, lalu secara tidak sadar udara dari pasien tersebut terbang dan terhirup oleh hidung atau mulut kita, maka secara otomatis kita juga akan terinfeksi oleh COVID-19.

Kemudian, apa saja gejala dari COVID-19, moms? Gejala dari virus ini sangat ringan, diawali dengan flu kemudian demam selama beberapa hari hingga di titik 38⁰C. Ketika virus ini semakin menyerang sistem imunitas tubuh kita, kita akan merasakan batuk yang sangat berdahak, infeksi tenggorokan, hingga peradangan paru – paru dan menyebabkan sesak nafas.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah COVID-19 ini bisa di sembuhkan? Sampai hari ini, belum ada obat dan vaksin khusus untuk menyembuhkan pasien yang infected by COVID-19. Begitupun di China, saat ini mereka melakukan teknik penyembuhan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. China melakukan pengobatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar sistem imunitas lebih baik, sehingga daya tahan tubuh seseorang atau pasien yang infected sendiri yang akan menyerang virus ini. Jadi, sebenernya pasien yang terinfeksi virus juga dikatakan memiliki persentase kesembuhan yang cukup tinggi jika kita bisa menjaga kekebalan atau sistem imun tubuh kita dengan baik ya, moms.

Maka dari itu, ayo moms kita cegah virus COVID-19 ini agar tidak bisa masuk ke dalam tubuh kita dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh, mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Bukan hanya makanan 4 sehat 5 sempurna, kita juga harus menjaga asupan makanan dengan makanan yang memiliki protein tinggi, buah – buahan dan sayur – sayuran. Kemudian, penting sekali untuk kita menghindari Junk Food ya moms, melainkan kita harus banyak olahraga dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

Jangan lupa juga untuk sering – seing mencuci tangan, mengurangi kegiatan di luar rumah, dan menggunakan masker agar kita tidak terkontaminasi dengan udara luar ya, moms! Stay Safe everyone.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI