Covid 19

Mitos VS FAKTA masker bolak balik ketika sakit atau sehat VIRUS CORONA hati-hati masker PALSU

Sekarang ini sedang musim hujan dan rentan sekali terkena flu dan batuk jika kita tidak menjaga kesehatan kita. Apalagi sedang ada pandemi virus corona yang membuat kita diharuskan menggunakan masker kemanapun kita pergi agar kita tidak tertular dan tidak menularkan.

Namun banyak orang Indonesia yang memakai masker dengan cara dibolak-balik. Saat sedang flu, bagian masker yang berwarna putih bisa digunakan di dalam. Hal tersebut diyakini dapat menyaring mikroorganisme agar tidak menyebar keluar dan menulari orang lain. 

Sedangkan, jika tidak sedang flu, bagian berwarna putih bisa digunakan di luar dengan anggapan untuk menyaring mikroorganisme dari lingkungan luar agar tidak masuk ke dalam. Lantas, benarkah demikian?

Jawabannya adalah mitos ya teman-teman. Dalam kondisi sedang sakit atau sehat, cara memakai masker yang benar adalah sisi berwarna biru atau hijau harus digunakan di luar dan sisi berwarna putih berada di dalam.

Sisi masker berwarna putih bersifat sebagai penyaring. Ketika Anda sedang pilek, flu, atau batuk, sisi berwarna putih berfungsi mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab penyakit. Namun saat Anda tidak sedang sakit, sisi berwarna putih akan melindungi diri Anda dari paparan mikroorganisme yang berasal dari luar.

Selain itu, sisi berwarna putih terbuat dari material-material yang dapat menyerap. Ini bertujuan untuk mengatasi rasa tidak nyaman dan lembap saat bernapas menggunakan masker.

Sebaliknya, sisi masker berwarna hijau tidak terbuat dari material yang dapat menyerap sehingga jika Anda menggunakannya di dalam maka dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas.

Dan untuk teman-teman yang penasaran saya sudah melakukan bedah ke 3 masker untuk melihat apakah benar masker tersebut memiliki 3 lapisan untuk melindungi kita dari virus dan mengecek keasliannya. Setelah saya gunting ternyata benar terdapat 3 lapisan yang dimana lapisan tengahnya berfungsi sebagai filter. Namun yang membedakan adalah ketika ketiga filter nya dibakar yang palsu akan cepat sekali terbakar dan terlihat tipis.

Ingat ya selalu berhati-hati dalam membeli masker, lihat keasliannya dan bukan barang bekas. Pastikan untuk selalu melindungi diri Anda dari paparan zat berbahaya serta virus dan bakteri di udara dengan cara memakai masker atau alat pelindung diri yang tepat.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI #VirusCorona #CoronaVirus

Covid 19

Pengakuan Langsung Penduduk Wuhan China mengenai Virus Corona

Jika masih ada yang bertanya-tanya apa betul virus corona ini ada dan seberapa mengerikannya, kalian bisa langsung lihat video di bawah ini. Video ini adalah salah satu pengakuan dari penduduk yang tinggal di Wuhan China.

Saya harap semua yang menyaksikan ini bisa mengapresiasi video ini. Sebab begitu sulitnya akses untuk memposting apapun secara online. Di sana mereka harus menggunakan VPN dan sejenisnya, karena adanya pembatasan akses internet.

Saya berharap teman-teman sesama rakyat China dan orang-orang baik bisa menyaksikan ini dan menyadari tentang Pneumonia Wuhan ini, yang dikenal dengan nama wabah virus Corona, dasyatnya situasi dan kondisi terkini kami, penduduk kota Wuhan.

Saat ini di keseluruhan kota Wuhan, sistem transportasi publiknya dihentikan semuanya, stasiun pengisian bahan bakar gas juga tidak buka. Saya memiliki banyak pertanyaan, misalnya barangkali ada salah satu anggota keluarga Anda mengalami sesuatu, misalnya tekanan darah tinggi atau serangan jantung dan harus dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. Bagaimana menghadapinya? Dengan menelpon layanan darurat di nomor 120, Anda sekarang bisa mencobanya namun sekarang sudah tidak bisa dhubungi sama sekali, selalu sibuk.

Contoh lain, Anda mencurigai bahwasannya diri Anda terkena pneumonia Wuhan, dan Anda ingin pergi ke rumah sakit untuk diperiksa namun Anda tidak bisa mendapatkan itu sama sekali. Rumah sakit penuh sesak dan dokter tidak menyuruhmu untuk melakukan registrasi atau apapun, Anda hanya bisa mengantri. Anda mungkin menunggu berjam-jam di antrian dan tetap tidak mendapatkan pelayanan. Mungkin awalnya Anda baik-baik saja, namun setelah ikut antri berjam-jam, Anda ikut tertular.

Kemudian ada beberapa pengalaman yang disampaikan juga dengan mata kepala dia sendiri. Sehari sebelum kota Wuhan ditutup atau sebelum tanggal 22 Januari, di seluruh penjuru kota Wuhan, tidak banyak orang yang memakai masker. Mereka bermain mahjong, berbicara dengan yang lain seperti biasa.

Dalam videonya dia juga mempercayakan apa yang dilakukan oleh Walikota Wuhan dan Sekretarus Komite Partai (Komunis China), sebagai pejabat pemerintah lokal, apakah dia tidak mendapatkan informasi apapun? Karena jika mereka benar-benar mendapatkan informasi sejak pertama mengapa mereka tidak melakukan tindakan apapun? Misalkan melakukan konferensi pers, atau segera memerintahkan untuk memakai masker, dan meningkatkan kesadaran penduduk akan bahaya Corona.

Banyak sekali kekacauan yang terjadi setelah penutupan kota Wuhan, lumpuhnya layanan kesehatan terjadi karena terus bertambahnya korban dan bahkan ada yang dibiarkan sampai mereka mati, yang lebih parah ada yang terkena Corona namun dikatakan baik-baik saja oleh dokter.

Semua tragedi ini terjadi di hari pertama Tahun Baru Imlek yang seharusnya meriah, hari yang bahagia untuk dirayakan. Namun sekarang, apakah Anda pikir penduduk kota Wuhan, atau rakyat China merasakan kebahagiaan? Saya harap seluruh rakyat China bisa memahami satu hal, bahwa kita rakyat China mengetahui bahwa kita bukanlah orang bodoh, bukan orang yang dicuci otaknya. Kami mengetahui dengan jelas adanya skandal politik dalam kasus Corona ini.

Saya harap, setiap rakyat China yang menyaksikan video ini membantu kami. Cukup sentuhkan jarimu dan bagikan pesan ini keluar. Saya tidak mencari uang dari video ini, saya hanya ingin menciptakan tekanan publik agar pemerintah China mengetahui dan tidak lari dari tanggung jawabnya.

Sekarang bayangkan Anda sebagai penduduk kota Wuhan. Bayangkan Anda hidup di kota ini. Keluarga Anda, teman Anda dan semua yang Anda kenal tiba-tiba tertular penyakit itu. Ini bukan karena mereka menolak bekerjasama, tetapi karena mereka tidak memiliki jalan lain untuk mendapatkan tindakan medis, bahkan tidak bisa didiagnosis. Mereka hanya bisa duduk di sana dan tersiksa oleh penyakit ini dan tiba-tiba mati? Manusia hanya hidup sekali, ketika Anda mati semua berakhir.

Banyak dari mereka yang tertular tidak menimbulkan gejala sebagaimana para pejabat itu katakan, seperti demam, batuk dan lainnya. Bahkan walaupun Anda tidak demam dan batuk, Anda masih berpeluang memiliki penyakit ini, dan ini bukan hanya lewat transmisi oral, virus ini juga bisa masuk lewat cairan mata. Ini sudah terkinfirmasi.

Sebulan sebelum ditutupnya kota Wuhan, banyak yang telah mudik untuk liburan tahun baru, sekitar 1 atau 2 juta penduduk yang pergi dari Wuhan. Bagaimana dengan orang-orang itu? Bagaimana Anda mencegah mereka agar tidak menularkan penyakit ini? Apakah Anda akan menutup seluruh China juga?

Saya sudah mengambil resiko ditangkap oleh polisi selama ini supaya bisa menyebarluaskan kebenaran. Kami benar-benar tak berdaya. Tidak semua dari kamu tercuci otaknya. Kami ingin hidup dengan merdeka, kami ingin menjelajahi internet tanpa menggunakan VPN, tetapi kami tidak bisa. Apa yang harus kami lakukan?

Biaya rumah, tempat tinggal tinggi, inflasi tinggi. Sementara pejabat tinggi mengeruk keuntungan dari penderitaan kami. Dan kita hanya bisa menonton? Semua teman-teman yang ada di sekitar saya selama dia kaya dan memiliki kemampuan, mereka akan pindah ke luar negeri. Tidak ada yang bodoh di antara kita. Kita hanya tidak memiliki kekuatan. Saya menyeru Anda semua untuk membantu kami. Setidaknya saat ini, kami penduduk kota Wuhan benar-benar membutuhkan tekanan dan kesadaran dunia.

#VirusCorona#CoronaVirus

Covid 19

Appreciate Suster dan Dokter Wuhan Bekerja Tanpa Henti

Di tengah merabaknya virus corona di Wuhan, dan semakin banyaknya korban yang bertambah setiap harinya. Banyaknya pasien mengakibatkan tenaga medis di banyak rumah sakit di Wuhan overworked (terlau banyak bekerja)

Dilansir dari South China Morning Post (01/02/2020), para dokter di Wuhan mengalami banyak hal tidak mengenakkan, mulai dari overworked, dipukuli keluarga pasien hingga kekurangan persediaan medis.

Banyak juga dari tenaga medis tersebut yang tidak bisa pulang ke rumah selama 2 minggu, mereka tidak bisa bertemu dengan keluarganya, bahkan tidak bisa bersentuhan dengan keluarganya. Hanya bisa berkomunikasi dari jauh dan berpelukan jarak jauh.

Mereka harus bekerja selama 15 sampai 16 jam sehari dengan menggunakan alat pelindung diri. Yang mengakibatkan kulit berbekas masker yang mereka gunakan. Dan sekarang bukan hanya dokter di Wuhan yang sedang berjuang namun hampir semua dokter di seluruh dunia sedang berjuang melawan covid. Mereka meninggalkan keluarga berjuang mengobati pasien bahkan mengorbankan diri sendiri menjadi garis depan virus corona.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI #coronavirus #wuhan #suster #dokter #viruscorona

Covid 19

Perbedaan Masker Bedah VS Masker N95

Semenjak mewabahnya virus corona, kita diharuskan untuk menggunakan masker jika kita mau melakukan kegiatan di luar rumah. Masker sempat menjadi salah satu barang yang langka dan mahal, karena begitu banyak permintaan akan kebutuhan masker.

Namun masker apa yang seharusnya kita gunakan untuk menangkal virus corona? Apakah masker bedah atau masker N95 yang ramai dibicarakan? Berikut perbedaan antara masker bedah dan masker N95

  1. Masker Bedah

Kita mulai dari harganya per box kurang lebih Rp. 18.500 per box, dan dalam 1 box terdapat 50 masker. Terbuat dari kain bagian depan bewarna hijau dan bagian dalam bewarna putih dan pada bagian ke 2 sisinya terdapat karet yang biasanya kita tancapkan ke telinga kita.

Cara pemakaian yang benar adalah yang bagian hijau di luar dan putih di dalam. Bagian hijau berfungsi sebagai waterproof untuk menangkal virus masuk ke saluran pernapasan kita. Sedangkan bagian putihnya berfungsi untuk penyerapan.

Cara mambuka masker yang benar adalah dari salah satu karet yang menyantel pada telingan kita, jangan pegang bagian hijaunya karena di situ banyak virus yang menempel

Kekurangan dari masker bedah adalah terlalu elastis jadi ditakutkan virus bisa masuk dengan mudahnya tapi nyaman untuk dipakai berjam-jam.

  1. Masker N95

Harga masker N95 Rp 9.000 per satuan, memang lebih mahal dibandingkan masker bedah. Bentuknya setengah bulat dan solid dari bagian samping dan hidung. Bahannya juga lebih kaku dibandingkan masker bedah, juga terdapat karet.

Cara pemakaian masker N95 adalah bagian yang ada kawatnya itu untuk hidung kita dan karetnya kita cantelkan di belakang kepala kita. Yang menjadi perbedaan ketika di gunakan, masker N95 lebih menutup semua area pada hidung dan mulut kita sampai-sampai sedikit kesulitan bernafas.

Masker N95 ini dapat menangkal mikroorganisme partikel terkecil sebanyak 95% lho moms. Dari semua bagian rapat tidak terdapat cela. Jadi tidak disarankan untuk orang tua, ibu hamil, dan anak-anak yang memiliki masalah kesehatan pernapasan karena volume udara sangat berkurang karena sangat padat.

Kedua masker di atas bagus untuk digunakan, dan sama-sama bisa menangkal virus masuk lewat saluran pernapasan. Untuk pemakaian sehari-hari lebih dianjurkan menggunakan masker bedah ya moms. Karena dari segi kenyaman bisa digunakan sampai berjam-jam dan tidak menggangu pernapasan kita.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI #VirusCorona #CoronaVirus

Covid 19

Wabah Corona Muncul (Masker Langka dan Mahal) Wajar Gak Sih?

Artikel ini dibuat sebelum pandemi corona masuk di negara kita tercinta Indonesia. Dan artikel ini adalah untuk menjelaskan mengapa masker menjadi langka dan sangat mahal ketika munculnya wabah corona di negara China.

Masker yang menjadi mahal dan langka menjadi pembicaraan banyak orang. Banyak yg bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga harga masker menjadi langka dan sangat mahal? Padahal corona belum ada di Indonesia.

Faktanya jumlah orang yang terinfeksi di negara China setiap harinya semakin bertambah. Setiap hari korban yang meninggal juga semakin bertambah, sedangkan obat atau faksin untuk virus corona masih dalam tahap pengembangan.

Jumlah penduduk China pada tahun 2017 terdapat 1,4 miliar jiwa dan sampai hari ini pasti semakin bertambah. Dengan jumlah sebanyak itu dan virus corona yang sudah menyebar di seluruh kota di China. Satu orang akan mudah menyebarkan ke sekelilingnya dan begitu terus akan menyebabkan peningkatan korban yang begitu pesat.

Dengan penyebaran yang begitu pesat, otomatis membuat penduduk di China panik dan yang mereka lakukan adalah membeli masker. Mau harganya berapapun pasti dibeli, sedangkan pada saat itu stock masker tidak banyak. Dengan adanya permintaan yang meledak dan kondisi kekurangan masker, otomatis membuat banyak pedagang ingin menganbil keuntungan yang tidak wajar.

Terdapat 1 kasus toko di China yang menjual harga masker enam kali lipat pada harga umumnya. Dan diketahui oleh pemerintah China dan memberikan hukuman dan denda kepada toko itu. Di China sendiri memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada orang-orang yang terkena virus corona atau orang-orang yang sedang tahap pengecekan.

Bahkan pemerintah China sampai membangun rumah sakit di Wuhan khusus untuk para orang-orang yang terinfeksi corona yang dimana rumah sakit ini dapat menampung sampai 1.000 pasien. Dan dibangun hanya dalam waktu 6 hari.

Setelah di China penyebaran terjadi di berbagai negara lain dan salah satunya adalah di Singapore, sama halnya terjadi kepanikan di Singapore dimana banyak orang-orang yang langsung membeli banyak masker untuk mereka gunakan sebagai penanganan mencegah virus corona.

Dari China sampai Singapore kekurangan banyak permintaan masker yang dimana banyak dari relawan di Indonesia yang memberikan bantuan berupa masker yang di kirim langsung ke China dan Singapore. Yang membuat persediaan masker di Indonesia semakin berkurang. Dan banyak oknum-oknum yang mengambil keuntungan dari menjual masker ini.

Bukannya saya bilang tidak boleh untuk meraup keuntungan jika ada kesempatan tapi bukan bearti bermain harga untuk menyelamatkan nyawa orang banyak. Bagaimana dengan orang-orang yang berkekurangan dan tidak sanggup membeli masker? Bagaimana jika corona masuk di Indonesia.

Bukan saya mau menggurui, tapi di tengah keadaan bencana seperti ini jangan cuma karena ingin keuntungan yang cukup besar kita membiarkan saudara-saudara kita, orang-orang di sekitar kita yang tidak mampu membeli masker harus kesulitan untuk menemukan masker dan tidak bisa melindungi dirinya dari virus corona.

Mari kita semua yang sudah membaca artikel ini, siapapun kamu, yuk sama-sama kita gunakan keadaan ini dengan bergandeng tangan, berbagi dan membantu satu dengan yang lain.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

10 VIRUS MEMATIKAN SELAIN VIRUS CORONA

Virus korona adalah satu keluarga dengan penyakit SARS dan MERS yang sempat menghebohkan kesehatan di dunia. Pasti kita tidak akan lupa mengenai kasus SARS dan MERS tersebut dan bahkan dinyatakan bahwa virus Corona jauh lebih berbahaya dan mematikan dibandingkan dengan SARS dan MERS.  Tapi virus Corona ini bukanlah virus pertama yang banyak menelan korban jiwa. Berikut ulasan virus-virus mematikan yang pernah terjadi sebelumnya :

  1. Virus Dengue (Tingkat Kematian 20-30 persen)

Virus dengue pertama kali muncul di Filipina dan Thailand pada 1950-an. Virus ini hidup di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan ditransmisikan lewat nyamuk Aedes aegepti. Tiap tahun, dengue menginfeksi 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia , dengue terus mewabah dari tahun ke tahun.

  1. Spanish Flu (Tingkat Kematian 2,5-50 persen)

Salah satu jenis influenza paling mematikan adalah flu Spanyol yang dimulai pada 1918 dan merebak hingga 40 persen populasi dunia serta menewaskan sekitar 50 juta orang. Ini merupakan pandemi influenza kategori 5 yang mulai menyebar di Amerika Serikat, muncul di Afrika Barat dan Prancis, lalu menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza Tipe A subtipe H1N1. Kebanyakan korban pandemi ini adalah orang dewasa dan muda.

3. Flu Burung (Tingkat Kematian 60 persen)

adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang telah beradaptasi untuk menginfeksi burung. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karena membunuh ternak ayam dalam jumlah besar. Terkadang mamalia, termasuk manusia, dapat tertular flu burung.

4. Virus Lujo (Tingkat Kematian 80 persen)

Nama “Lujo” berasal dari Lusaka dan Johannesburg, dua kota tempat virus ini ditemukan pertama kali. Para pakar di Afrika semula mengira virus ini adalah Ebola. Sebab sejumlah pasein mengalami pendarahan di gusi dan sekitar lokasi suntikan jarum. Gejala-gejala lainnya termasuk demam, shock, koma dan kegagalan organ.Hasil tes menunjukkan bahwa virus ini masih ada kaitan dengan demam Lassa, penyakit lainnya yang ditemukan di Afrika. Obat ribavirin yang diberikan untuk penderita Lassa, juga telah diberikan ke pasien kelima virus Lujo, seorang perawat.

5. Virus Herpes B (Tingkat Kematian 80 persen)

Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan pada kulit yang berwarna kemerahan dan berisi cairan. Penyakit herpes termasuk dalam penyakit jangka panjang. Virusnya bisa bertahan seumur hidup di dalam tubuh seseorang. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan gangguan saraf kerap menjadi kematian jika tidak diobati.

6. Virus Marburg (Tingkat kematian 23-90%)

Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada 1967, ketika wabah kecil terjadi di antara para pekerja laboratorium di Jerman yang terpapar monyet-monyet yang terinfeksi yang diimpor dari Uganda. Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya dapat menyebabkan demam berdarah. Orang yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan perdarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian. Menurut WHO, tingkat kematian dalam wabah pertama adalah 25 persen, tetapi lebih dari 80 persen pada wabah periode 1998-2000 di Republik Demokratik Kongo, serta pada wabah 2005 di Angola.

7. Virus HIV (Tingkat kematian 80-90%)

Di dunia modern, virus yang paling mematikan dari semuanya mungkin adalah HIV. Menurut Dr. Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan juru bicara untuk Infectious Disease Society of America, HIV masih menjadi pembunuh terbesar. Diperkirakan 32 juta orang telah meninggal karena HIV sejak penyakit ini pertama kali diakui pada awal 1980-an. Obat antivirus yang kuat memang memungkinkan pasien hidup selama bertahun-tahun dengan HIV. Tetapi penyakit ini terus menghancurkan banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 95 persen infeksi HIV baru terjadi. Hampir 1 dari setiap 25 orang dewasa di wilayah Afrika positif HIV, terhitung lebih dari dua pertiga dari orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia.

8. Virus Ebola (Tingkat kematian 90%)

Wabah Ebola pertama yang diketahui pada manusia menyerang secara serentak di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976. Ebola menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain, atau interaksi dari orang atau hewan yang terinfeksi. Menurut seorang ahli virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas Boston, Elke Muhlberger, strain virus Ebola diketahui bervariasi pada dampak kematian. Menurut WHO, wabah yang sedang berlangsung di Afrika Barat dimulai pada awal 2014 ini merupakan wabah penyakit terbesar dan paling kompleks hingga sekarang.

9. Virus Cacar (Tingkat kematian 95 persen)

Cacar diketahui sudah ada sejak 11 ribu tahun lalu di pertanian di India. Virus yang juga dikenal dengan Smallpox ini merupakan virus paling mematikan di dunia yang telah membunuh paling banyak manusia dibanding virus lain dalam sejarah.

10. Rabies (Tingkat Kematian 100 persen)

Virus yang tergolong neurotropika ini ditularkan lewat air liur hewan kepada manusa. Virus ini bakal bekerja 100 persen saat gejalanya mulai berkembang. Oleh karena itu, jika gejala muncul angka kematian hampir selalu 100 persen. Akibat dari virus ini tergolong fatal karena langsung menyerang otak dan sistem saraf manusia. Pada 2010, virus rabies membunuh 78 orang di Bali.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

6 PERLENGKAPAN WAJIB UNTUK MENCEGAH VIRUS CORONA

Jadi artikel ini dibuat sebelum ada pandemi corona masuk di negara kita tercinta Indonesia. Saya ingin membagikan tips barang-barang apa saja yang kita butuhkan untuk mencegah virus corona masuk ke badan kita. Berikut barang-barang yang wajib dimiliki  di rumah untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh kita.

  1. Masker

Masker ini berfungi menghalangi virus masuk melalui saluran pernafasan kita, lewat hidung maupun lewat mulut kita.

  1. Sabun cuci tangan

Ingat tangan kita selalu bersentuhan dengan barang-barang yang belum tentu bersih dan tentunya kita harus mencuci tangan kita mininal 20 detik.

  1. Aquasimo

Ini adalah cairan untuk membunuh kuman dan virus dalam hitungan detik saja lho moms, ini untuk baby kita ya moms, jadi semprotkan ke bagian perlengkapan rumah kita yang sering baby kita gunakan atau tempat main anak kita dirumah.

  1. Eagle Eucalyptus Disidectant Spray

Untuk cairan disinfectant ini khusus disemprotkan ke seluruh bagian rumah kita ya apalagi diruamg tamu yang sering kita buka jendelanya.

  1. Konsumsi Buah dan Sayuran

Untuk menjaga badan tetap sehat tentunya kita harus banyak memakan makanan yang sehat dan bergisi.

  1. Perbanyak Olahraga

Yang menjadi pertanyaan adalah jika aku seorang ibu yang sudah memiliki anak, bagaimana olahraganya? Caranya mudah dengan menggendong anak kita seperti mengangkat barbel. Anak happy ibunya sehat.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #VirusCoronadiIndonesia #CoronadiIndonesia #WNIPositifCorona

Covid 19

Virus Corona Bisa Hidup Menempel di Barang-barang, Mitos atau Fakta?

Benarkan bahwa virus corona bisa menempel pada benda? Dan jika menempel berapa lama sampai virus itu menghilang? Nah moms kali ini saya mau membagikan informasi mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas. Jadi menurut penelitian dari Universitas Kedokteran Jerman mengatakan, bahwa virus corona ternyata bisa menempel permukaan benda. Jadi benda-benda yang di sekitar kita, yang terbuat dari plastik, metal, dan kaca bisa menjadi tempat menempelnya virus corona lho moms.

Bahkan ada penelitian yang menunjukan bahwa virus corona bisa bertahan lima sampai sembilan hari di permukaan benda mati, jadi variasi waktunya tergantung dari jenis virus coronanya tersendiri dan kondisi lingkungan yang bisa membuat virus itu bertahan lama. Jadi semakin dingin dan lembabnya tempat tersebut jadi semakin lama virus itu bisa bertahan di sana.

Masa sih virus corona bisa menempel pada benda mati? Penjelasannya adalah seperti ini. Ketika ada seorang yang sudah terkena virus corona batuk atau bersin dan mengeluarkan cairan droplet dan menempel pada permukaan benda-benda mati yang ada di sekitarnya. Dan dengan tidak sengaja orang memegang benda tersebut lalu memegang mukanya atau makan dengan tidak mencuci tangan terlebih dahulu, dan tertular.

Itulah kenapa kita harus sering menjaga kebersihan diri kita dengan mencuci tangan dan jangan sembarangan menyentuh daerah-daerah muka kita dengan sembarangan. Di China sendiri virus corona diprediksi akan selesai saat musim panas tiba, karena corona tidak dapat bertahan lama di suhu yang panas. Semoga pandemi virus corona ini segera berakhir ya moms ingat terus menjaga kesehatan.

Covid 19 · Uncategorized

Cara Ampuh Cegah Virus Corona Tanpa Masker?

Siapa yang tidak panik ketika kita mendengan Indonesia sudah positif dengan virus corona. Saya pun juga deg-degan, panik dan stress karena saya sudah melihat bagaimana negara China dalam menghadapi virus ini, sampai dilakukan lock down juga ada perebutan bahan pangan besar-besaran yang terjadi di sana dan menjadi terbatas. Saya juga sempat ke tempat perbelanjaan dan benar saja sudah ada orang-orang terkena dampak panik dan langsung berbelanja dengan tidak memikirkan orang lainnya yang membutuhkan.

Bukan hanya bahan pangan yang habis tetapi juga masker, vitamin dan hand sanitizer. Terutama masker yang kebanyakan orang berfikir “jika saya tidak menggunakan masker maka saya akan dengan mudah terjangkit virus corona dan saya bisa mati” dengan pemikiran seperti ini banyak membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab menjadi penimbun masker di rumahnya. Bahkan yang menimbun itu orang kaya yang membuat masker itu menjadi langka dan menjualnya kembali dengan harga yang sangat mahal. Kenyatannya adalah harga masker setara dengan harga emas, 1 gram emas sekarang seharga Rp. 400.000 atau Rp. 500.000 untuk emas yang paling mahal hampir setara dengan harga 1 box masker.  Sebenernya di situasi sekarang ini masker tidaklah seratus persen dapat menangkal virus korona, berikut penjelasannya.

Yang Pertama ada yang namanya masker bedah, dan ini adalah masker yang paling umum kita lihat di tempat-tempat umum. Namun masker bedah ini memiliki kekurangan yaitu agak longgar di sisi-sisinya, sehingga memungkinkan partikel kecil atau udara masuk melalui sisi tepi masker. Lalu masker ini hanya mampu menangkap virus yang berukuran 5 mikro.

Kedua adalah masker N95 3M, Masker N95 juga disarankan untuk mencegah penularan virus Corona. Masker yang cenderung lebih mahal dari masker bedah ini tidak hanya mampu menghalau percikan air liur saja, tapi juga partikel kecil yang berukuran 0,3 mikro di udara yang mungkin mengandung virus, Walaupun daya lindungnya lebih baik, masker N95 tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari. Hal ini disebabkan desainnya yang membuat orang yang memakai bisa sulit bernapas, gerah, dan tidak betah memakainya dalam jangka waktu yang agak lama.

Jadi masker hanyalah salah satu media pencegahan dari virus corona dan berikut adalah tips untuk kita terhindar dari virus korona tanpa menggunakan masker :

  1. Hindari keramaian atau keluar rumah, jadi untuk sementara kita jangan keluar rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak seperti membeli keperluan bahan pangan tau memang diharuskan bekerja di luar.
  2. Hindari untuk memegang mata, hidung, dan mulut. Karena waktu kita di luar kita tidak sadar sudah memegang apa dan kita tidak tau bahwa virus itu sudah menempel pada tangan kita.
  3. Ketika kita sudah sampai rumah atau kantor jangan lupa untuk cuci tangan pak hand sanitizer / sabun.
  4. Makan makanan yang sehat, jangan makan junk food yang membuat tubuh menjadi rusak dan mumbuat daya tahan tubuh menjadi lemah. Makan asupan yang sehat agar daya tahan tubuh kuat.
  5. Jangan ketemu orang sakit, bukan bermaksud jahat dengan tidak menjenguk teman atau sodara yang sedang sakit tapi lebih baik melakukan social distancing.
  6. Yang terakhir adalah jangan panik, jangan stress, karena semakin kita panik itu membuat daya tahan tubuh kita melemah dan gampang terserang penyakit.

Jadi jika kita dalam keadaan sehat seharusnya kita tidak perlu menggunakan masker karena keadaan masker yang melonjak saat ini, dan yang seharusnya menggunakan masker adalah orang yang sakit. Mau itu hanya batuk biasa atau flu, karena kita tidak tahu sebenernya hanya flu dan batuk biasa atau corona sebab gejala pada setiap orang berbeda-beda. Kita menggunakan masker juga untuk melindungin orang-orang yang kita cintai ya moms. cintai diri sendiri dan cintai sesama dengan menggunakan masker ketika kita sakit.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

Resep Cara Membuat Resep Empon Empon | Minuman Penangkal Virus Corona

Hai moms kali ini saya dan cece Louisse di sesi “Masak Bareng Cece” mau membagikan resep empon-empon yang dimana minuman ini dipercaya bisa menangkal virus corona. Dari wawancara yang dilakukan kepada Guru Besar Biokimia Chairul Anwar Nidom yang awalnya disebut penemu resep ini mengatakan, bahwa ternyata dia tidak pernah membagikan resep ini, namun khasiat-khasiat yang ada di dalam minuman ini dipercaya bisa menangkal gejala-gejala awal dari virus corona. Kandungan cucurmin yang ada dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita. Jadi dengan tubuh yang sehat bisa menangkal virus corona. nah berikut bahan-bahan yang harus disiapkan :

  • 5 sendok makan gula merah
  • Kunyit secukupnya
  • Kayu manis
  • 150gr jahe merah
  • 100gr temulawak
  • Kencur secukupnya
  • 2 batang daun sereh
  • 1 batang daun pandan
  • Air putih

Proses memasaknya adalah seperti berikut ya moms :

  1. Potong gula merah hingga halus
  2. Kupas kunyit hingga bersih, lalu potong kecil-kecil
  3. Bersihkan kencur, lalu potong kecil-kecil
  4. Bersihkan temulawak, lalu potong kecil-kecil
  5. Kupas jahe merah lalu potong kecil-kecil
  6. Geprek daun sereh
  7. Ikat daun pandan
  8. Campurkan semua bahan tadi ke dalam panci
  9. Masukan kurang lebih 1 liter air
  10. Masak hingga matang (kurang lebih 10 menit)

Dan empon-empon siap dihidangkan deh moms, wangi banget lho moms dan setelah saya cobain rasanya juga ternyata enak sekali. Awalnya saya kira rasanya akan asem dan endes gimana gitu, ternyata enak dan menyehatkan badan. Selamat mencoba ya moms.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI