Covid 19

CORONA VIRUS BISA DISEMBUHKAN?

Apakah Corona Virus bisa disembuhkan? Pertanyaan ini menjadi hal yang sangat penting bagi teman – teman yang sekarang sedang merasa khawatir. Baik teman – teman yang berada di dalam maupun di luar negeri, yang juga sedang sekolah, kuliah, maupun bekerja di China. Di China, Corona Virus sudah memasuki kurang lebih 835 kasus dengan angka kematian kurang lebih 20 orang, dan masih banyak pasien kritis yang masih berjuang melawan Corona Virus ini.

Sebelum membahas lebih jauh apakah Corona Virus dapat disembuhkan, perlu saya ingatkan kembali ya moms, apa dan bagaimana sih sebenarnya penyebaran Corona Virus itu di Indonesia? Corona Virus dikenal sebagai 2019 – NCOV Corona Virus atau COVID – 19. COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan kita. COVID-19 bukan semata – mata hanya penyakit flu ringan atau demam pada umumnya, melainkan penyakit yang memiliki kemampuan tinggi untuk menyebabkan terjadinya hal fatal di bagian pernafasan kita.

Menurut Menteri Kesehatan, saat ini di Indonesia sudah melakukan siaga 1 menghadapi COVID-19. Indonesia sudah menerapkan peraturan untuk 135.000 pintu masuk baik di darat, udara maupun laut agar mengeluarkan alat pemindai suhu tubuh atau yang biasa dikenal dengan nama Termoscanner sebagai upaya pencegahan utama agar masyarakat yang infected oleh COVID-19 dapat segera dilakukan inkubasi dan tidak menyebarkan virus tersebut semakin luas.

Kemudian, bagaimana penyebaran COVID-19 ini bisa terjadi?

Pertama, virus COVID-19 akan masuk terlebih dahulu melalui saluran pernafasan kita, setelah terhirup melalui hidung, virus akan masuk ke tenggorokan, kemudian meresap ke paru – paru. Ketika virus COVID-19 sudah masuk ke paru – paru, virus itu sudah otomatis akan langsung menyerang bagian paru – paru yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Peneumonia. Ketika Pneumonia terjadi, kegiatan pertukaran oksigen di paru – paru akan terhambat dan lama kelamaan menyebabkan pasien yang terinfeksi akan kesulitan bernafas dan kesulitan melakukan aktifitas karna adanya mikroba atau bakteri lain yang semakin memakan atau menggerogoti paru – paru pasien tersebut.

Penyebaran COVID-19 adalah melalui udara. Sebagai simulasi, ketika pasien yang terinfeksi virus ini, kemudian mengalami pertukaran udara, dan di saat yang bersamaan kita sedang berada di sekitar pasien tersebut, lalu secara tidak sadar udara dari pasien tersebut terbang dan terhirup oleh hidung atau mulut kita, maka secara otomatis kita juga akan terinfeksi oleh COVID-19.

Kemudian, apa saja gejala dari COVID-19, moms? Gejala dari virus ini sangat ringan, diawali dengan flu kemudian demam selama beberapa hari hingga di titik 38⁰C. Ketika virus ini semakin menyerang sistem imunitas tubuh kita, kita akan merasakan batuk yang sangat berdahak, infeksi tenggorokan, hingga peradangan paru – paru dan menyebabkan sesak nafas.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah COVID-19 ini bisa di sembuhkan? Sampai hari ini, belum ada obat dan vaksin khusus untuk menyembuhkan pasien yang infected by COVID-19. Begitupun di China, saat ini mereka melakukan teknik penyembuhan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. China melakukan pengobatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar sistem imunitas lebih baik, sehingga daya tahan tubuh seseorang atau pasien yang infected sendiri yang akan menyerang virus ini. Jadi, sebenernya pasien yang terinfeksi virus juga dikatakan memiliki persentase kesembuhan yang cukup tinggi jika kita bisa menjaga kekebalan atau sistem imun tubuh kita dengan baik ya, moms.

Maka dari itu, ayo moms kita cegah virus COVID-19 ini agar tidak bisa masuk ke dalam tubuh kita dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh, mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Bukan hanya makanan 4 sehat 5 sempurna, kita juga harus menjaga asupan makanan dengan makanan yang memiliki protein tinggi, buah – buahan dan sayur – sayuran. Kemudian, penting sekali untuk kita menghindari Junk Food ya moms, melainkan kita harus banyak olahraga dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

Jangan lupa juga untuk sering – seing mencuci tangan, mengurangi kegiatan di luar rumah, dan menggunakan masker agar kita tidak terkontaminasi dengan udara luar ya, moms! Stay Safe everyone.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

Tengok Rumah Sakit Wuhan Dibuat Dalam 1 Minggu Oleh Pemerintah China Untuk 1000 Pasien Virus Corona

Seperti yang kita ketahui pemerintah China membangun rumah sakit di Wuhan khusus untuk menampung seluruh pasien yang terkena virus Corono. Dan rumah sakit tersebut jadi hanya dalam 1 minggu pembangunan. Seperti apa penampakan gedung rumah sakit tersebut bisa kalian lihat dari video di bawah dan berikut fakta-fakta mengenai rumah sakit tersebut :

1. Nama

Rumah sakit kilat ini dinamai RS Huoshenshan, yang berarti Gunung Dewa Api. Belum ada penjelasan soal maksud penamaan tersebut.

2. Daya Tampung

RS ini memiliki 1.000 tempat tidur untuk pasien virus corona. Tujuan pembangunan RS ini memang untuk menampung pasien yang tak tertampung di rumah sakit-rumah sakit yang sudah ada.

3. Proyek Serupa

Pembangunan RS ini didasarkan pada desain RS Xiaotangshan yang dibangun otoritas China di Beijing untuk mengatasi wabah SARS tahun 2003 atau sekitar 17 tahun lalu. Diketahui bahwa RS Xiaotangshan saat itu dibangun hanya dalam waktu tujuh hari.

4. Bahan Bangunan

Sama seperti RS Xiaotangshan, pembangunan RS Huoshenshan untuk pasien virus corona di Wuhan dilakukan dengan menggunakan bangunan prefabrikasi, semacam bangunan atau panel yang telah dicetak terlebih dulu di pabrik kemudian dikirimkan ke lokasi pembangunan dan dirakit di tempat.

5. Jumlah Pekerja

Menurut laporan media lokal, Economic Daily, proyek pembangunan RS Huoshenshan melibatkan 700 personel managerial dan 4 ribu pekerja konstruksi.

Xinhua News Agency yang dikutip Associated Press menyebut pembangunan ini melibatkan 7 ribu personel, yang terdiri atas tukang kayu, tukang ledeng, tukang listrik dan spesialis-spesialis lainnya.

6. Fitur dan Fasilitas

RS Huoshenshan ini memiliki luas bangunan 60 ribu meter persegi dan terdiri atas dua lantai. Menurut surat kabar pemerintah, Yangtze Daily, sekitar separuh dari bangunan itu merupakan kamar karantina untuk pasien virus corona. Disebutkan juga bahwa ada sedikitnya 30 ruang perawatan intensif (ICU) di RS darurat ini.

RS Huoshenshan memiliki sistem ventilasi khusus dan lemari kabinet dua sisi, yang menghubungkan kamar pasien dengan lorong dan memampukan staf-staf RS untuk mengantarkan pasokan tanpa perlu memasuki kamar-kamar pasien.

7. Penggunaan Robot

Dilaporkan Yangtze Daily, para dokter bisa berbicara dengan para ahli di luar melalui sistem video yang menghubungkan mereka ke Rumah Sakit Umum PLA (militer China) di Beijing. Menurut media Yangtze Daily, sistem video tersebut dipasang hanya dalam waktu kurang dari 12 jam oleh sebuah “tim komando” beranggotakan 20 orang dari perusahaan Wuhan Telecom Ltd.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

WUHAN CHINA SEPERTI KOTA MATI “GHOST TOWN” DAN KEHABISAN BAHAN MAKANAN

Jadi seperti yang sudah kita ketahui dari pemerintah di media sosial, bahkan dari teman-teman dan saudara kita bahwa dunia kita sedang menghadapi masalah kesehatan yang sangat serius, yaitu virus corona.  Virus corona menjadi salah satu tantangan di tahun 2020 yang dimulai menjelang hari raya Imlek dimana banyak dokter yang sudah mencari obat atau vaksin untuk virus ini.

Seperti yang dilansir sebelumnya virus corona ini dpercaya berasal dari kota Wuhan di China dari sebuah pasar yang dimana diduga menjual dan membeli binatang-binatang secara ilegal. 3 binatang yang dipercaya membawa virus ini adalah kelelawar, tikus dan ular. Dari tanggal 24 Januari pemerintah China menetapkan lock down untuk kota Wuhan.

Selain itu pemerintah China juga mengeluarkan kebijakan dimana semua penerbangan, transportasi darat, laut, dan udara semua di berhentikan sementara waktu agar tidak memperbesar penyebaran virus corona yang lebih luas lagi.

Memang pemerintah China terkenal karena ketegasannya ya. Apa yang diperintahkan harus dilakukan. Saya teringat satu film zombie korea yang mengharuskan lock down karena wabah zombie tersebut yang dimana yang masih hidup harus bertahan hidup ditengah zombie-zombie tersebut. Keadaan ini sama seperti di kota Wuhan dimana terdapat 11 juta jiwa penduduk di sana yang harus bertahan hidup di tengah-tengah pandemi corona ini.

Status lock down untuk kota Wuhan ini bertepatan dengan malam tahun baru Imlek yang dimana banyak keluarga yang biasa berkumpul untuk makan malam bersama sampai tidak bisa berkumpul. Mereka tidak bisa kemana-mana. Bahkan semakin menipisnya persediaan makanan bagi mereka, kondisi kota Wuhan tak kuasa menahan tangis mereka hanya bisa menjerit di dalam hati.

Keadaan kota Wuhan sekarang sunyi sepi tidak ada orang di jalanan sedikitpun. Bahkan pemerintah China menerapkan kebijakan dimana setiap orang harus menggunakan masker baik di dalam rumah atau di luar rumah. Jika tidak menggunakan masker dianggap dengan melawan hukum dan akan di hukum sesuai hukum yang berlaku di China.

Pemerintah China juga menganjurkan menyetok makanan di rumah sebanyak-banyaknya dan tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Dan jika kita harus keluar rumah makan di tempat-tempat umum mereka harus di cek terlebih dahulu temperatur suhu badan mereka sebelum masuk. Jika ditemukan temperatur badan yang tinggi akan disediakan mobil box untuk mengisolasi mereka yang terkena virus corona.

Untuk para warga asing yang tinggal di sana seperti pelajar yang harus menetap di asrama mereka tetap mendapatkan cadangan makanan tapi keadaan di sana makin genting karena semakin tipisnya stok persediaan makanan. Dari setiap sudut kota di tempat umum dan penting seperti bandara banyak sekali mobil-mobil polisi yang berjaga jika sampai terjadi status genting mereka bisa langsung melaporkan ke warga setempat.

Baik warga China dan warga asing yang menerap di sana tidak boleh melakukan aktivitas apapun dan jika melihat orang-orang yang memiliki ciri-ciri terinfeksi segera malporkan dan ada mobil yang akan membawa orang itu untuk segara di isolasi. Ini situasi yang sangat genting ya moms, karena penyebaran corona ini sangat cepat. Bahkan kota Huanggang juga ikut ditutup untuk meluasnya penyebaran yang ada.

Sebenarnya virus corona ini sudah terdeteksi dari tanggal 31 Desember 2019 tapi belum langsung dianggap serius dan banyak orang-orang yang menutupinya, termasuk orang-orang di kota Wuhannya sendiri. Per tanggal 5 Januari 2020 sudah 59 orang yang terinfeksi dan baru dianggap berbahaya. Orang-orang baru melaporkan hal ini ke pemerintah China per tanggal 23 Januari 2020 sehingga penanganan untuk memperkecil penyebarannya telat dilakukan.

Yuk kita sama-sama bantu agar penyebaran virus ini tidak semakin meluas, dengan stay at home dan jangan keluar rumah jika tidak pentin-penting sekali. Semoga obat atau vaksin dari virus ini juga segera ditemukan, Stay safe semua.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

Keadaan Seluruh Kota CHINA (sepi tidak ada mobil dan orang)

Pada akhir Desember lalu, kasus COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan. Perlahan-lahan jumlah warga yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona tersebut mulai meningkat pesat. Sekitar 23 Januari, pemerintah pusat di Beijing memutuskan memberlakukan lockdown di 11 kota, salah satunya Wuhan.

WUHAN, CHINA – JANUARY 17: (CHINA OUT) A man wears a mask while riding on mobike past the closed Huanan Seafood Wholesale Market, which has been linked to cases of Coronavirus, on January 17, 2020 in Wuhan, Hubei province, China. Local authorities have confirmed that a second person in the city has died of a pneumonia-like virus since the outbreak started in December. (Photo by Getty Images)

Sekitar 11 juta warga diwajibkan untuk tinggal di rumah. Semua bisnis dan fasilitas publik dihentikan. Aktivitas bepergian dibatasi. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang menjangkit lebih dari 80.000 orang di Tiongkok. Dari total 3.335 kematian di seluruh negeri, sebanyak 3.212 di antaranya terjadi di Provinsi Hubei.

Keadaan kota wuhan pasca lockdown terlihat seperti kota mati tanpa adanya aktivitas di setiap sudut kota. Tidak ada transportasi umum yang beroperasi . Semua penerbangan keluar dari Wuhan dibatalkan, begitu pula kereta api. Sistem transportasi dalam kota pun dihentikan. Tapi banyak ahli pesimis bahwa langkah ini sudah terlambat.

Perbatasan kota dijaga ketat, total 13 kota lain di China kini juga dalam status lockdown. Persebaran virus makin mengkhawatirkan karena bertepatan dengan masa liburan Imlek saat orang-orang China banyak bepergian. Semua acara besar perayaan Imlek di seluruh China dibatalkan, orang-orang disarankan menghindari kerumunan dan terus memakai masker. Sementara di Wuhan, warga berusaha hidup dalam karantina.

Sementara rumah sakit-rumah sakit di Wuhan dikabarkan kewalahan menangani pasien-pasien yang terus berdatangan. Pemerintah China dilaporkan telah mengirimkan ratusan dokter militer ke Wuhan. Bukan cuma personil medis, pemerintah China langsung menginstruksikan pembangunan rumah sakit yang diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Semoga saja Wuhan bisa cepat pulih dari keadaan dan semua warga mentaati semua peraturan yang ada agar tidak bertambahnya lagi korban jiwa, mari kita semua sama-sama bergandeng tangan dalam membantu sesama kita di tengah pandemi corona ini.

Covid 19

Mitos VS FAKTA masker bolak balik ketika sakit atau sehat VIRUS CORONA hati-hati masker PALSU

Sekarang ini sedang musim hujan dan rentan sekali terkena flu dan batuk jika kita tidak menjaga kesehatan kita. Apalagi sedang ada pandemi virus corona yang membuat kita diharuskan menggunakan masker kemanapun kita pergi agar kita tidak tertular dan tidak menularkan.

Namun banyak orang Indonesia yang memakai masker dengan cara dibolak-balik. Saat sedang flu, bagian masker yang berwarna putih bisa digunakan di dalam. Hal tersebut diyakini dapat menyaring mikroorganisme agar tidak menyebar keluar dan menulari orang lain. 

Sedangkan, jika tidak sedang flu, bagian berwarna putih bisa digunakan di luar dengan anggapan untuk menyaring mikroorganisme dari lingkungan luar agar tidak masuk ke dalam. Lantas, benarkah demikian?

Jawabannya adalah mitos ya teman-teman. Dalam kondisi sedang sakit atau sehat, cara memakai masker yang benar adalah sisi berwarna biru atau hijau harus digunakan di luar dan sisi berwarna putih berada di dalam.

Sisi masker berwarna putih bersifat sebagai penyaring. Ketika Anda sedang pilek, flu, atau batuk, sisi berwarna putih berfungsi mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab penyakit. Namun saat Anda tidak sedang sakit, sisi berwarna putih akan melindungi diri Anda dari paparan mikroorganisme yang berasal dari luar.

Selain itu, sisi berwarna putih terbuat dari material-material yang dapat menyerap. Ini bertujuan untuk mengatasi rasa tidak nyaman dan lembap saat bernapas menggunakan masker.

Sebaliknya, sisi masker berwarna hijau tidak terbuat dari material yang dapat menyerap sehingga jika Anda menggunakannya di dalam maka dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas.

Dan untuk teman-teman yang penasaran saya sudah melakukan bedah ke 3 masker untuk melihat apakah benar masker tersebut memiliki 3 lapisan untuk melindungi kita dari virus dan mengecek keasliannya. Setelah saya gunting ternyata benar terdapat 3 lapisan yang dimana lapisan tengahnya berfungsi sebagai filter. Namun yang membedakan adalah ketika ketiga filter nya dibakar yang palsu akan cepat sekali terbakar dan terlihat tipis.

Ingat ya selalu berhati-hati dalam membeli masker, lihat keasliannya dan bukan barang bekas. Pastikan untuk selalu melindungi diri Anda dari paparan zat berbahaya serta virus dan bakteri di udara dengan cara memakai masker atau alat pelindung diri yang tepat.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI #VirusCorona #CoronaVirus

Covid 19

Pengakuan Langsung Penduduk Wuhan China mengenai Virus Corona

Jika masih ada yang bertanya-tanya apa betul virus corona ini ada dan seberapa mengerikannya, kalian bisa langsung lihat video di bawah ini. Video ini adalah salah satu pengakuan dari penduduk yang tinggal di Wuhan China.

Saya harap semua yang menyaksikan ini bisa mengapresiasi video ini. Sebab begitu sulitnya akses untuk memposting apapun secara online. Di sana mereka harus menggunakan VPN dan sejenisnya, karena adanya pembatasan akses internet.

Saya berharap teman-teman sesama rakyat China dan orang-orang baik bisa menyaksikan ini dan menyadari tentang Pneumonia Wuhan ini, yang dikenal dengan nama wabah virus Corona, dasyatnya situasi dan kondisi terkini kami, penduduk kota Wuhan.

Saat ini di keseluruhan kota Wuhan, sistem transportasi publiknya dihentikan semuanya, stasiun pengisian bahan bakar gas juga tidak buka. Saya memiliki banyak pertanyaan, misalnya barangkali ada salah satu anggota keluarga Anda mengalami sesuatu, misalnya tekanan darah tinggi atau serangan jantung dan harus dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. Bagaimana menghadapinya? Dengan menelpon layanan darurat di nomor 120, Anda sekarang bisa mencobanya namun sekarang sudah tidak bisa dhubungi sama sekali, selalu sibuk.

Contoh lain, Anda mencurigai bahwasannya diri Anda terkena pneumonia Wuhan, dan Anda ingin pergi ke rumah sakit untuk diperiksa namun Anda tidak bisa mendapatkan itu sama sekali. Rumah sakit penuh sesak dan dokter tidak menyuruhmu untuk melakukan registrasi atau apapun, Anda hanya bisa mengantri. Anda mungkin menunggu berjam-jam di antrian dan tetap tidak mendapatkan pelayanan. Mungkin awalnya Anda baik-baik saja, namun setelah ikut antri berjam-jam, Anda ikut tertular.

Kemudian ada beberapa pengalaman yang disampaikan juga dengan mata kepala dia sendiri. Sehari sebelum kota Wuhan ditutup atau sebelum tanggal 22 Januari, di seluruh penjuru kota Wuhan, tidak banyak orang yang memakai masker. Mereka bermain mahjong, berbicara dengan yang lain seperti biasa.

Dalam videonya dia juga mempercayakan apa yang dilakukan oleh Walikota Wuhan dan Sekretarus Komite Partai (Komunis China), sebagai pejabat pemerintah lokal, apakah dia tidak mendapatkan informasi apapun? Karena jika mereka benar-benar mendapatkan informasi sejak pertama mengapa mereka tidak melakukan tindakan apapun? Misalkan melakukan konferensi pers, atau segera memerintahkan untuk memakai masker, dan meningkatkan kesadaran penduduk akan bahaya Corona.

Banyak sekali kekacauan yang terjadi setelah penutupan kota Wuhan, lumpuhnya layanan kesehatan terjadi karena terus bertambahnya korban dan bahkan ada yang dibiarkan sampai mereka mati, yang lebih parah ada yang terkena Corona namun dikatakan baik-baik saja oleh dokter.

Semua tragedi ini terjadi di hari pertama Tahun Baru Imlek yang seharusnya meriah, hari yang bahagia untuk dirayakan. Namun sekarang, apakah Anda pikir penduduk kota Wuhan, atau rakyat China merasakan kebahagiaan? Saya harap seluruh rakyat China bisa memahami satu hal, bahwa kita rakyat China mengetahui bahwa kita bukanlah orang bodoh, bukan orang yang dicuci otaknya. Kami mengetahui dengan jelas adanya skandal politik dalam kasus Corona ini.

Saya harap, setiap rakyat China yang menyaksikan video ini membantu kami. Cukup sentuhkan jarimu dan bagikan pesan ini keluar. Saya tidak mencari uang dari video ini, saya hanya ingin menciptakan tekanan publik agar pemerintah China mengetahui dan tidak lari dari tanggung jawabnya.

Sekarang bayangkan Anda sebagai penduduk kota Wuhan. Bayangkan Anda hidup di kota ini. Keluarga Anda, teman Anda dan semua yang Anda kenal tiba-tiba tertular penyakit itu. Ini bukan karena mereka menolak bekerjasama, tetapi karena mereka tidak memiliki jalan lain untuk mendapatkan tindakan medis, bahkan tidak bisa didiagnosis. Mereka hanya bisa duduk di sana dan tersiksa oleh penyakit ini dan tiba-tiba mati? Manusia hanya hidup sekali, ketika Anda mati semua berakhir.

Banyak dari mereka yang tertular tidak menimbulkan gejala sebagaimana para pejabat itu katakan, seperti demam, batuk dan lainnya. Bahkan walaupun Anda tidak demam dan batuk, Anda masih berpeluang memiliki penyakit ini, dan ini bukan hanya lewat transmisi oral, virus ini juga bisa masuk lewat cairan mata. Ini sudah terkinfirmasi.

Sebulan sebelum ditutupnya kota Wuhan, banyak yang telah mudik untuk liburan tahun baru, sekitar 1 atau 2 juta penduduk yang pergi dari Wuhan. Bagaimana dengan orang-orang itu? Bagaimana Anda mencegah mereka agar tidak menularkan penyakit ini? Apakah Anda akan menutup seluruh China juga?

Saya sudah mengambil resiko ditangkap oleh polisi selama ini supaya bisa menyebarluaskan kebenaran. Kami benar-benar tak berdaya. Tidak semua dari kamu tercuci otaknya. Kami ingin hidup dengan merdeka, kami ingin menjelajahi internet tanpa menggunakan VPN, tetapi kami tidak bisa. Apa yang harus kami lakukan?

Biaya rumah, tempat tinggal tinggi, inflasi tinggi. Sementara pejabat tinggi mengeruk keuntungan dari penderitaan kami. Dan kita hanya bisa menonton? Semua teman-teman yang ada di sekitar saya selama dia kaya dan memiliki kemampuan, mereka akan pindah ke luar negeri. Tidak ada yang bodoh di antara kita. Kita hanya tidak memiliki kekuatan. Saya menyeru Anda semua untuk membantu kami. Setidaknya saat ini, kami penduduk kota Wuhan benar-benar membutuhkan tekanan dan kesadaran dunia.

#VirusCorona#CoronaVirus

Covid 19

Appreciate Suster dan Dokter Wuhan Bekerja Tanpa Henti

Di tengah merabaknya virus corona di Wuhan, dan semakin banyaknya korban yang bertambah setiap harinya. Banyaknya pasien mengakibatkan tenaga medis di banyak rumah sakit di Wuhan overworked (terlau banyak bekerja)

Dilansir dari South China Morning Post (01/02/2020), para dokter di Wuhan mengalami banyak hal tidak mengenakkan, mulai dari overworked, dipukuli keluarga pasien hingga kekurangan persediaan medis.

Banyak juga dari tenaga medis tersebut yang tidak bisa pulang ke rumah selama 2 minggu, mereka tidak bisa bertemu dengan keluarganya, bahkan tidak bisa bersentuhan dengan keluarganya. Hanya bisa berkomunikasi dari jauh dan berpelukan jarak jauh.

Mereka harus bekerja selama 15 sampai 16 jam sehari dengan menggunakan alat pelindung diri. Yang mengakibatkan kulit berbekas masker yang mereka gunakan. Dan sekarang bukan hanya dokter di Wuhan yang sedang berjuang namun hampir semua dokter di seluruh dunia sedang berjuang melawan covid. Mereka meninggalkan keluarga berjuang mengobati pasien bahkan mengorbankan diri sendiri menjadi garis depan virus corona.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI #coronavirus #wuhan #suster #dokter #viruscorona

Covid 19

Perbedaan Masker Bedah VS Masker N95

Semenjak mewabahnya virus corona, kita diharuskan untuk menggunakan masker jika kita mau melakukan kegiatan di luar rumah. Masker sempat menjadi salah satu barang yang langka dan mahal, karena begitu banyak permintaan akan kebutuhan masker.

Namun masker apa yang seharusnya kita gunakan untuk menangkal virus corona? Apakah masker bedah atau masker N95 yang ramai dibicarakan? Berikut perbedaan antara masker bedah dan masker N95

  1. Masker Bedah

Kita mulai dari harganya per box kurang lebih Rp. 18.500 per box, dan dalam 1 box terdapat 50 masker. Terbuat dari kain bagian depan bewarna hijau dan bagian dalam bewarna putih dan pada bagian ke 2 sisinya terdapat karet yang biasanya kita tancapkan ke telinga kita.

Cara pemakaian yang benar adalah yang bagian hijau di luar dan putih di dalam. Bagian hijau berfungsi sebagai waterproof untuk menangkal virus masuk ke saluran pernapasan kita. Sedangkan bagian putihnya berfungsi untuk penyerapan.

Cara mambuka masker yang benar adalah dari salah satu karet yang menyantel pada telingan kita, jangan pegang bagian hijaunya karena di situ banyak virus yang menempel

Kekurangan dari masker bedah adalah terlalu elastis jadi ditakutkan virus bisa masuk dengan mudahnya tapi nyaman untuk dipakai berjam-jam.

  1. Masker N95

Harga masker N95 Rp 9.000 per satuan, memang lebih mahal dibandingkan masker bedah. Bentuknya setengah bulat dan solid dari bagian samping dan hidung. Bahannya juga lebih kaku dibandingkan masker bedah, juga terdapat karet.

Cara pemakaian masker N95 adalah bagian yang ada kawatnya itu untuk hidung kita dan karetnya kita cantelkan di belakang kepala kita. Yang menjadi perbedaan ketika di gunakan, masker N95 lebih menutup semua area pada hidung dan mulut kita sampai-sampai sedikit kesulitan bernafas.

Masker N95 ini dapat menangkal mikroorganisme partikel terkecil sebanyak 95% lho moms. Dari semua bagian rapat tidak terdapat cela. Jadi tidak disarankan untuk orang tua, ibu hamil, dan anak-anak yang memiliki masalah kesehatan pernapasan karena volume udara sangat berkurang karena sangat padat.

Kedua masker di atas bagus untuk digunakan, dan sama-sama bisa menangkal virus masuk lewat saluran pernapasan. Untuk pemakaian sehari-hari lebih dianjurkan menggunakan masker bedah ya moms. Karena dari segi kenyaman bisa digunakan sampai berjam-jam dan tidak menggangu pernapasan kita.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI #VirusCorona #CoronaVirus

Covid 19

Wabah Corona Muncul (Masker Langka dan Mahal) Wajar Gak Sih?

Artikel ini dibuat sebelum pandemi corona masuk di negara kita tercinta Indonesia. Dan artikel ini adalah untuk menjelaskan mengapa masker menjadi langka dan sangat mahal ketika munculnya wabah corona di negara China.

Masker yang menjadi mahal dan langka menjadi pembicaraan banyak orang. Banyak yg bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga harga masker menjadi langka dan sangat mahal? Padahal corona belum ada di Indonesia.

Faktanya jumlah orang yang terinfeksi di negara China setiap harinya semakin bertambah. Setiap hari korban yang meninggal juga semakin bertambah, sedangkan obat atau faksin untuk virus corona masih dalam tahap pengembangan.

Jumlah penduduk China pada tahun 2017 terdapat 1,4 miliar jiwa dan sampai hari ini pasti semakin bertambah. Dengan jumlah sebanyak itu dan virus corona yang sudah menyebar di seluruh kota di China. Satu orang akan mudah menyebarkan ke sekelilingnya dan begitu terus akan menyebabkan peningkatan korban yang begitu pesat.

Dengan penyebaran yang begitu pesat, otomatis membuat penduduk di China panik dan yang mereka lakukan adalah membeli masker. Mau harganya berapapun pasti dibeli, sedangkan pada saat itu stock masker tidak banyak. Dengan adanya permintaan yang meledak dan kondisi kekurangan masker, otomatis membuat banyak pedagang ingin menganbil keuntungan yang tidak wajar.

Terdapat 1 kasus toko di China yang menjual harga masker enam kali lipat pada harga umumnya. Dan diketahui oleh pemerintah China dan memberikan hukuman dan denda kepada toko itu. Di China sendiri memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada orang-orang yang terkena virus corona atau orang-orang yang sedang tahap pengecekan.

Bahkan pemerintah China sampai membangun rumah sakit di Wuhan khusus untuk para orang-orang yang terinfeksi corona yang dimana rumah sakit ini dapat menampung sampai 1.000 pasien. Dan dibangun hanya dalam waktu 6 hari.

Setelah di China penyebaran terjadi di berbagai negara lain dan salah satunya adalah di Singapore, sama halnya terjadi kepanikan di Singapore dimana banyak orang-orang yang langsung membeli banyak masker untuk mereka gunakan sebagai penanganan mencegah virus corona.

Dari China sampai Singapore kekurangan banyak permintaan masker yang dimana banyak dari relawan di Indonesia yang memberikan bantuan berupa masker yang di kirim langsung ke China dan Singapore. Yang membuat persediaan masker di Indonesia semakin berkurang. Dan banyak oknum-oknum yang mengambil keuntungan dari menjual masker ini.

Bukannya saya bilang tidak boleh untuk meraup keuntungan jika ada kesempatan tapi bukan bearti bermain harga untuk menyelamatkan nyawa orang banyak. Bagaimana dengan orang-orang yang berkekurangan dan tidak sanggup membeli masker? Bagaimana jika corona masuk di Indonesia.

Bukan saya mau menggurui, tapi di tengah keadaan bencana seperti ini jangan cuma karena ingin keuntungan yang cukup besar kita membiarkan saudara-saudara kita, orang-orang di sekitar kita yang tidak mampu membeli masker harus kesulitan untuk menemukan masker dan tidak bisa melindungi dirinya dari virus corona.

Mari kita semua yang sudah membaca artikel ini, siapapun kamu, yuk sama-sama kita gunakan keadaan ini dengan bergandeng tangan, berbagi dan membantu satu dengan yang lain.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19

10 VIRUS MEMATIKAN SELAIN VIRUS CORONA

Virus korona adalah satu keluarga dengan penyakit SARS dan MERS yang sempat menghebohkan kesehatan di dunia. Pasti kita tidak akan lupa mengenai kasus SARS dan MERS tersebut dan bahkan dinyatakan bahwa virus Corona jauh lebih berbahaya dan mematikan dibandingkan dengan SARS dan MERS.  Tapi virus Corona ini bukanlah virus pertama yang banyak menelan korban jiwa. Berikut ulasan virus-virus mematikan yang pernah terjadi sebelumnya :

  1. Virus Dengue (Tingkat Kematian 20-30 persen)

Virus dengue pertama kali muncul di Filipina dan Thailand pada 1950-an. Virus ini hidup di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan ditransmisikan lewat nyamuk Aedes aegepti. Tiap tahun, dengue menginfeksi 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia , dengue terus mewabah dari tahun ke tahun.

  1. Spanish Flu (Tingkat Kematian 2,5-50 persen)

Salah satu jenis influenza paling mematikan adalah flu Spanyol yang dimulai pada 1918 dan merebak hingga 40 persen populasi dunia serta menewaskan sekitar 50 juta orang. Ini merupakan pandemi influenza kategori 5 yang mulai menyebar di Amerika Serikat, muncul di Afrika Barat dan Prancis, lalu menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza Tipe A subtipe H1N1. Kebanyakan korban pandemi ini adalah orang dewasa dan muda.

3. Flu Burung (Tingkat Kematian 60 persen)

adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang telah beradaptasi untuk menginfeksi burung. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karena membunuh ternak ayam dalam jumlah besar. Terkadang mamalia, termasuk manusia, dapat tertular flu burung.

4. Virus Lujo (Tingkat Kematian 80 persen)

Nama “Lujo” berasal dari Lusaka dan Johannesburg, dua kota tempat virus ini ditemukan pertama kali. Para pakar di Afrika semula mengira virus ini adalah Ebola. Sebab sejumlah pasein mengalami pendarahan di gusi dan sekitar lokasi suntikan jarum. Gejala-gejala lainnya termasuk demam, shock, koma dan kegagalan organ.Hasil tes menunjukkan bahwa virus ini masih ada kaitan dengan demam Lassa, penyakit lainnya yang ditemukan di Afrika. Obat ribavirin yang diberikan untuk penderita Lassa, juga telah diberikan ke pasien kelima virus Lujo, seorang perawat.

5. Virus Herpes B (Tingkat Kematian 80 persen)

Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan pada kulit yang berwarna kemerahan dan berisi cairan. Penyakit herpes termasuk dalam penyakit jangka panjang. Virusnya bisa bertahan seumur hidup di dalam tubuh seseorang. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan gangguan saraf kerap menjadi kematian jika tidak diobati.

6. Virus Marburg (Tingkat kematian 23-90%)

Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada 1967, ketika wabah kecil terjadi di antara para pekerja laboratorium di Jerman yang terpapar monyet-monyet yang terinfeksi yang diimpor dari Uganda. Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya dapat menyebabkan demam berdarah. Orang yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan perdarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian. Menurut WHO, tingkat kematian dalam wabah pertama adalah 25 persen, tetapi lebih dari 80 persen pada wabah periode 1998-2000 di Republik Demokratik Kongo, serta pada wabah 2005 di Angola.

7. Virus HIV (Tingkat kematian 80-90%)

Di dunia modern, virus yang paling mematikan dari semuanya mungkin adalah HIV. Menurut Dr. Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan juru bicara untuk Infectious Disease Society of America, HIV masih menjadi pembunuh terbesar. Diperkirakan 32 juta orang telah meninggal karena HIV sejak penyakit ini pertama kali diakui pada awal 1980-an. Obat antivirus yang kuat memang memungkinkan pasien hidup selama bertahun-tahun dengan HIV. Tetapi penyakit ini terus menghancurkan banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 95 persen infeksi HIV baru terjadi. Hampir 1 dari setiap 25 orang dewasa di wilayah Afrika positif HIV, terhitung lebih dari dua pertiga dari orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia.

8. Virus Ebola (Tingkat kematian 90%)

Wabah Ebola pertama yang diketahui pada manusia menyerang secara serentak di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976. Ebola menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain, atau interaksi dari orang atau hewan yang terinfeksi. Menurut seorang ahli virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas Boston, Elke Muhlberger, strain virus Ebola diketahui bervariasi pada dampak kematian. Menurut WHO, wabah yang sedang berlangsung di Afrika Barat dimulai pada awal 2014 ini merupakan wabah penyakit terbesar dan paling kompleks hingga sekarang.

9. Virus Cacar (Tingkat kematian 95 persen)

Cacar diketahui sudah ada sejak 11 ribu tahun lalu di pertanian di India. Virus yang juga dikenal dengan Smallpox ini merupakan virus paling mematikan di dunia yang telah membunuh paling banyak manusia dibanding virus lain dalam sejarah.

10. Rabies (Tingkat Kematian 100 persen)

Virus yang tergolong neurotropika ini ditularkan lewat air liur hewan kepada manusa. Virus ini bakal bekerja 100 persen saat gejalanya mulai berkembang. Oleh karena itu, jika gejala muncul angka kematian hampir selalu 100 persen. Akibat dari virus ini tergolong fatal karena langsung menyerang otak dan sistem saraf manusia. Pada 2010, virus rabies membunuh 78 orang di Bali.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI