Growth

Tips Optimalkan Perkembangan Bicara dan Bahasa Anak, Simak Moms!

Ada beragam perkembangan anak yang perlu orang tua perhatikan, salah satunya adalah perkembangan bicara dan bahasa. Dalam masa tumbuh kembang anak, peran orang tua pun sangat dibutuhkan untuk membantu mengoptimalkannya.

Terkait perkembangan bicara dan bahasa anak, ada beberapa cara yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk bantu mengoptimalkannya, serta mencegah si kecil mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.

Lantas, bagaimana sajakah cara-caranya? Nah, Moms, mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), inilah cara-cara yang bisa diterapkan di rumah bersama buah hati tercinta.

1. Membacakan Cerita untuk Anak

Ini merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk.

2. Mengajak Anak Berbicara dan Berkomunikasi

Mengobrol dengan anak bisa dilakukan sejak anak masih bayi atau bahkan sejak ia berada dalam kandungan.

Kapan pun dan di mana pun Moms berasama si kecil, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Moms dan anak lakukan, serta sebutkan nama benda-benda yang ditemui atau dilihat. Kebiasaan ini dapat menjadi bekal anak dalam mengembangkan keterampilan bicara dan bahasanya. Tak lupa, sebutkanlah dengan menggunakan istilah atau bahasa yang baik dan benar, ya, Moms!

Bagaimana, Moms, mudah, kan, untuk diterapkan?

Growth

Tahap Perkembangan Bicara Anak 3-5 Tahun

Ada banyak perkembangan anak yang akan Moms temui seiring bertambahnya usia mereka. Begitu juga dengan tahap perkembangan bicara atau bahasa anak. Moms pasti akan takjub melihat itu semua!

Jika dibandingkan dengan usia sebelumnya, tentu saja perkembangan bicara anak usia 3-5 tahun akan melaju pesat. Berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya, anak-anak pada usia ini sudah tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya.

Anak pun sudah dapat menyebutkan nama, umur, serta jenis kelamin mereka. Tak ketinggalan, anak-anak di usia 3 hingga 5 tahun sudah mampu menyusun kalimat panjang yang terdiri lebih dari 4 kata saat ia berbicara.

Pada usia 4 tahun, apa yang anak bicarakan sepenuhnya sudah dapat dimengerti oleh orang dewasa. Anak sudah mampu menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya. Wah, keren, ya, Moms!

Bagaimana dengan buah hati Moms, apakah perkembangan bahasanya di usia ini juga sudah lebih baik dari usia sebelumnya?

Moms harus waspada jika kemampuan bicara anak tidak sesuai dengan tahapan usianya. Sebab, bisa jadi ia mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Segera hubungi dan konsultasikan dengan pakar jika Moms melihat adanya indikasi keterlambatan bicara pada anak.

Growth

Tahap Perkembangan Bicara Anak 2-3 Tahun

Seiring bertambahnya usia anak, akan ada banyak perkembangan anak yang melaju pesat. Termasuk soal perkembangan bahasa atau bicara anak. Bahkan di usia ini, usia 2-3 tahun, anak-anak biasanya sedang berada di tahap cerewet atau mulai banyak tanya.

Ya, anak-anak usia 2-3 tahun mulai sering penasaran dengan dunia sekitarnya. Tak heran jika Moms dan Dads akan sering mendapat pertanyaan darinya. Jangan heran juga jika ia mengajukan pertanyaan yang cukup unik, ya.

Berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya, setelah usia 2 tahun, hampir seluruh kata atau kalimat yang diucapkan anak dapat dimengerti oleh orang tua maupun orang dewasa lain.

Umumnya anak-anak di usia ini sudah bisa menyusun kalimat yang terdiri dari 2-3 kata. Lalu, mendekati usia 3 tahun, anak bahkan sudah bisa menyusun 3 kata atau lebih, serta mulai menggunakan kalimat tanya.

Selain itu, anak pun dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak, misalnya bernyanyi Pok Ami-Ami.

Agar tahap perkembangan bicara anak 2-3 tahun berjalan lancar, diperlukan pula peran Moms dan Dads untuk memberikan stimulasi kepadanya. Moms dan Dads bisa sering mengajak anak mengobrol atau berinteraksi menggunakan bahasa yang baik dan benar agar si kecil bisa terlatih untuk menirukannya.

Growth

5 Manfaat Permainan Origami untuk Perkembangan Anak

Permainan origami atau melipat kertas sudah terkenal sejak zaman dahulu. Seni melipat kertas ini berasal dari negara Tiongkok dan dipopulerkan di Jepang. Kalau di Indonesia, biasanya permainan ini mulai dikenalkan sejak anak-anak duduk di bangku TK ataupun SD.

Ada banyak bentuk yang dapat diciptakan melalui permainan origami. Seperti bentuk bunga, hewan, maupun buah-buahan. Ternyata, origami ini bukan sekadar permainan, lo.

Seni melipat kertas origami ini punya beragam manfaat untuk perkembangan si kecil. Lantas, apa sajakah itu? Mengutip dari situs SehatQ.com, berikut inilah beragam manfaat dari permainan origami yang dapat diraih si kecil.

  1. Menumbuhkan kemampuan menyelesaikan masalah
  2. Memperkuat kemampuan kognitif anak
  3. Meningkatkan imajinasi dan kebahagiaan anak
  4. Meningkatkan kreativitas anak
  5. Melatih kesabaran dan ketekunan

Growth

Tips Menangani Anak Korban Bullying, Moms Jangan Abai!

Bullying atau perundungan merupakan bentuk tindakan yang patut dihindari. Sayangnya, di lingkungan kita, termasuk lingkungan anak-anak, masih ada saja oknum yang melakukan bullying.

Saat buah hati Moms menjadi korban bullying, Moms tidak boleh diam begitu saja. Moms harus berbuat sesuatu agar kondisi si kecil tidak semakin terpuruk. Jika tidak segera diatasi, korban bullying bisa mengalami depresi.

Inilah tanda-tanda anak yang menjadi korban bullying:

  • Terlihat cemas
  • Tidak nafsu makan
  • Kerap menghindari situasi tertentu, khususnya ketika berkaitan dengan seseorang yang melakukan bullying kepadanya
  • Adanya perubahan perilaku
  • Murung dan lebih mudah marah
  • Tidur tidak nyenyak
  • Jarang atau bahkan tidak melakukan hal-hal yang biasanya mereka sukai

Lantas, apa yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak korban bullying?

Saat anak berkata jujur kepada Moms jika ia menjadi korban bullying, hal pertama yang perlu Moms lakukan adalah beri pujian karena ia sudah berani jujur. Sebab, masih banyak anak-anak korban bullying yang takut untuk berkata jujur jika hal buruk itu terjadi kepadanya. Lalu, yakinkan anak jika Moms dan Dads akan menangani kasus ini dan mencari jalan keluar terbaik, serta memastikan ke depannya ia tidak lagi menjadi korban bullying.

Mengutip dari laman Halodoc.com, sebagian besar survei mengungkap kalau perilaku bullying umumnya terjadi di sekolah. Jika ini dialami buah hati Moms, beri tahu perangkat sekolah, seperti kepala sekolah, konselor atau guru tentang situasi tersebut. Guru-guru di sekolah akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah masalah lebih lanjut.

Tanggapi dengan serius jika perundungan masih terus berlanjut hingga muncul ancaman kekerasan fisik. Jika guru-guru tidak membantu, orang tua bisa menghubungi otoritas hukum jika punya kekhawatiran tentang keselamatan anak.

Moms, jangan sampai buah hati Anda menjadi korban bullying, ya, apalagi sampai menjadi pelakunya! Jelaskan kepadanya jika bullying adalah tindakan negatif yang harus dihindari!

Growth

Tidur Siang Bantu Anak Tidur Nyenyak Saat Malam Hari, Benarkah?

Anak membutuhkan waktu tidur yang cukup guna mendukung tumbuh kembangnya berjalan optimal. Salah satu hal yang seharusnya tidak boleh dilewatkan anak yaitu tidur siang. Enggak heran, ya, kalau banyak juga orang tua yang sering menyuruh anaknya untuk tidur siang. Mungkin Moms salah satunya?

Ternyata tidak salah, loh, kalau Moms menyuruh si kecil untuk tidur siang. Sebab, ada beragam manfaat yang bisa diraih si kecil jika ia tidur siang. Salah satunya membuat ia tidur lebih nyenyak saat malam hari. Kok, bisa, ya? Bukannya kalau anak tidur siang, justru ia jadi tidak mengantuk saat malam hari?

Mengutip dari situs SehatQ.com, perlu Moms ketahui, manfaat utama tidur siang untuk anak yaitu membuat mereka lebih mudah dan nyenyak saat tidur di malam hari. Sebab, jika tidak tidur siang, anak biasanya merasa terlalu lelah sehingga berdampak pada mereka yang sulit tidur di malam hari.

Meskipun, tak jarang jika rasa lelah berlebihan memungkinkan anak tidur malam lebih cepat. Namun, akibatnya ia bisa bangun terlalu siang atau justru melewatkan waktu belajar atau makan malamnya.

Oleh karena itu, jangan sampai buah hati Moms melewatkan waktu tidur siangnya, ya.

Growth

Tanda Anak Siap Tolilet Training, Sudahkah si Kecil Menunjukkannya?

Toilet atau potty training merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki anak ketika ia sudah bisa buang air besar (BAB) dan buang air kecil di toilet (BAK), bukan lagi di popok. Sebagai orang tua, Moms harus mengajari kemampuan ini kepada si kecil sejak dini.

Biasanya, anak-anak mulai siap melakukan toilet training yaitu antara usia 18 hingga 24 bulan. Namun, jangan khawatir jika di rentang usia tersebut buah hati Moms masih belum menunjukkan tanda-tanda siap toilet training. Sebab, ada pula anak yang baru siap melakukan toilet training pada usia 3 tahun.

Lagi pula Moms, keberhasilan potty training atau toilet training ini bukan bergantung pada usia, melainkan pada tonggak fisik, perkembangan, perilaku dan kesiapan anak.

Tanda Anak Siap Dilatih Toilet Training

Mengutip dari situs Is This Normal by Little Spoon, inilah tanda-tanda anak siap dilatih melakukan toilet training:

  • Menunjukkan minat ke kamar mandi jika ingin buang air
  • Popoknya tetap kering dalam jangka waktu yang lebih lama dari biasanya
  • Bersembunyi untuk buang air besar (BAB)
  • Meminta popoknya diganti jika dirasa sudah penuh
  • Memberi tahu orang tua jika ingin memakai popok

Jadi Moms, buah hati di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut belum, nih?

Growth

3 Cara Mengetahui Bakat Anak, Catat Moms!

Setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda. Sebagai orang tua, tugas Moms adalah mengetahui minat dan bakat dari putra-putrinya. Setelah itu, coba asahlah bakatnya agar bisa berkembang dengan optimal.

Lantas, bagaimana caranya mengetahui minat dan bakat anak sejak dini? Mengutip dari situs SehatQ.com, berikut ini cara-cara yang bisa orang tua lakukan.

1. Mengamati Kebiasaan Anak

Biasanya anak akan lebih sering melakukan sesuatu hal yang ia sukai. Nah, Moms, bisa amati, nih, kira-kira si kecil suka melakukan apa, ya, di rumah?

Contohnya jika buah hati Moms suka sekali ketika diajak melakukan aktivitas fisik, seperti bersepeda ataupun bermain bola. Bisa jadi ia minat pada bidang olahraga.

2. Mengajak Anak Berbicara

Moms bisa mengajak anak mengobrol, loh, terkait hal-hal yang mereka sukai dan tidak sukai. Lalu, Moms bisa juga tanyakan padanya tentang keinginan mereka. Dengan cara ini Moms dapat mengidentifikasi minat dan bakat anak.

3. Mengikuti Tes Minat dan Bakat

Moms bisa mengantarkan anak untuk mengikuti tes minat dan bakat seperti tes IQ. Tes yang dilakukan oleh profesional ini bisa membantu Moms dalam mengidentifikasi bakat anak sejak kecil.

Itulah Moms cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui bakat anak. Yuk, Moms, coba terapkan sekarang kepada buah hati di rumah.

Growth

5 Cara Orang Tua Membantu Menangani Anak Terlambat Bicara

Mencari bantuan pakar atau ahli adalah cara yang tepat untuk menangani anak yang terlambat bicara. Namun di samping itu, Moms juga bisa, loh, turut membantu anak melatih bicara agar kemampuan bicaranya bisa berkembang sesuai usianya.

Bagaimanakah caranya? Enggak usah bingung lagi, Moms, ini Mamih kasih tipsnya yang mengutip dari situs Healthline.

  1. Sering-seringlah mengajak anak ngobrol, berbagi cerita kepada anak tentang apa yang telah Moms lakukan hari ini. Ngobrol santai saja, Moms.
  2. Rutin membacakan dongeng atau buku cerita kepada anak. Ini bisa Moms lakukan sebelum si kecil tidur.
  3. Ajak si kecil nyanyi lagu-lagu sederhana yang mudah diulang.
  4. Ajak si kecil berinteraksi dengan anak sepantarannya yang memiliki kemampuan bicara lebih baik. Tujuannya agar ia bisa terbiasa berinteraksi dengan orang lain sembari belajar bicara.
  5. Bersabarlah dan tetap beri perhatian yang penuh saat berbicara dengan anak. Biarkan ia belajar memahami dan meniru dari apa yang Moms katakan padanya.

Itulah Moms cara-caranya. Semoga si kecil makin lancar bicaranya!

Growth

Jenis-Jenis Motorik Kasar Anak yang Perlu Dilatih sejak Kecil

Keterampilan motorik kasar anak perlu dilatih sejak dini, karena ini sangat bermanfaat bagi fase tumbuh kembang si kecil.

Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, pada dasarnya keterampilan motorik kasar anak adalah gerakan-gerakan yang dilakukan menggunakan otot besar seperti lengan, kaki, atau badan.

Gerakan dari motorik kasar ini umumnya lebih luas dan energik, seperti merangkak, berjalan, berlari, atau melompat. Nah, keterampilan motorik kasar ini terbagi ke dalam 3 jenis, di antaranya:

  • Manipulatif, yakni keterampilan untuk menggerakan suatu objek
  • Lokomotor, yakni keterampilan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain
  • Stabilitas, yakni keterampilan yang berkaitan dengan keseimbangan

Hanya saja, setiap anak bisa memiliki perbedaan dalam mengembangkan keterampilan motoriknya. Oleh karena itu, Moms patut cermati keterampilan motorik kasar dalam diri buah hati.

Jangan lupa juga sering sering beri stimulasi agar perkembangan motorik kasar si kecil bisa optimal.