Ibu Menyusui · Pregnancy

Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil Lagi?

Pernah nggak sih kalian lihat di sekeliling kalian, baru juga lahiran dan menyusui anaknya 2-3 bulan sudah hamil lagi? Ini kejadian yang nggak jarang banget terjadi, bahkan teman dan saudara mami mengalami hal tersebut, babynya baru berusia 3-4 bulan sudah hamil lagi.

Banyak sekali ibu-ibu yang berpikir kalau kita sedang menyusui nggak mungkin yang namanya hamil lagi, karena pasalnya menyusui adalah salah satu KB alami yang efektivitasnya antara 98-99.5% dalam mencegah kehamilan karena kita memberikan ASI eksklusif atau biasa yang disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method). Tapi ternyata moms, kita bisa hamil lagi saat menyusui walaupun persentasenya kecil loh.

Ibu menyusui bisa hamil lagi kalau memiliki ciri-ciri :

  1. Ibu yang tidak kunjung mendapatkan haid selama berbulan-bulan setelah persalinan
  2. Bayi berusia di atas 6 bulan
  3. Bayi menyusui secara langsung siang dan malam
  4. Biasanya bisa kelihatan kalau frekuensi menyusu si bayi sudah menurun, nah pada saat itu ibu akan masuk pada masa subur.

Jadi dalam penelitian ada persentasenya ibu menyusui itu bisa hamil lagi, yaitu :

  • Ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 3 bulan 0% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia 3-6 bulan 2% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia di atas 6 bulan 6% hamilnya

Nah dari tadi kan kita membicarakan ibu menyusui secara langsung, bagaimana kalau ibu menyusui yang memompa ASI dan memberikan ASI nya lewat botol dot? Menurut penelitian ibu yang memerah ASI persentase hamil lagi meningkat sampai 5.2%.

Ciri-ciri ibu menyusui hamil lagi

1. Berat badan turun drastis

Saat kita menyusui dan hamil lagi biasanya berat badan kita akan turun drastis, karena biasanya pada saat hamil kita akan mengalami morning sickness sehingga dengan kondisi seperti ini, ibu menyusui dan hamil lagi akan kekurangan nutrisi. Padahal sebenarnya pada saat kita menyusui kita sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena pada saat kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup produksi ASI akan melimpah dan berkualitas. Bila asupan nutrisinya nggak cukup otomatis ASI akan encer dan tidak berkualitas.

2. Kontraksi

Pada saat kita menyusui lalu tiba-tiba kita merasakan perut kontraksi, hati-hati bisa jadi kalian hamil. Ketika kita menyusui ada hormon oksitosin yang diperlukan saat menyusui dan hormon ini bisa membuat kontraksi kalau sampai kita hamil lagi.

3. Terlalu lelah

Menyusui aja sudah cukup lelah ya moms, apalagi kalau ditambah kita hamil lagi pasti akan sangat lelah. Ini biasanya akan dirasakan oleh ibu menyusui yang hamil lagi mulai usia kandungan 3 bulanan.

4. Produksi ASI berkurang drastis

Ini adalah yang paling kelihatan ya moms, biasanya kita mompa bisa dapat 200cc tiba-tiba langsung drop jadi 100cc, ini merupakan ciri-ciri utama kita hamil lagi moms. Kita bisa lihat kalau kita nggak mompa dan menyusui langsung, baby kita akan terus merasa lapar walaupun sudah kita susui terus menerus.

5. Selalu haus

Ibu yang menyusui dan hamil lagi sepanjang hari akan haus terus karena ketika kita menyusui aja membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI, kalau misalnya asupan nutrisi kita untuk menyusui aja terus menerus harus kita tambah dan lagi sedang hamil yang biasanya kalau hamil kepanasan, gerah maka itu akan membuat kita sepanjang hari merasa haus.

6. Payudara timbul benjolan

Kehamilan pada ibu menyusui akan memicu timbulnya benjolan di payudara. Biasanya benjolan di payudara kita akan muncul di bagian saluran susu yang membuat saluran ASI kita tersumbat yang biasa disebut galaktokel dan biasanya benjolan ini juga disebut dengan kista karena ini memiliki cairan dan jaringan yang berserat yang disebut fibroadenoma.

7. Anemia

Ibu menyusui hamil lagi akan membuat sel darah merah berkurang secara drastis dan inilah yang akan membuat ibu menyusui hamil lagi akan mengalami anemia.

Aman nggak sih sebenarnya ibu menyusui hamil lagi?

Ini balik lagi ke kondisi masing-masing ibu, karena ada beberapa ibu yang menyusui dan hamil lagi dikit-dikit kontraksi, merasa mual, muntah, nyeri payudara, nggak nyaman sama kondisinya dan lain sebagainya. Tapi ada juga ibu menyusui yang hamil lagi tidak merasakan apa-apa karena jumlah oksitosin yang dilepas nggak terlalu banyak.

Biasanya dokter akan melarang ibu untuk menyusui lagi apabila :

  • Resiko menjalani persalinan prematur
  • Pernah keguguran
  • Hamil kembar
  • Pernah melahirkan bayi prematur

Misalnya kalian mengalami kondisi seperti itu dan ingin tahu lebh lanjut lagi bahkan sudah mendeteksi hamil lagi ketika menyusui, segera ke dokter atau rumah sakit terdekat dan konsultasikan agar bayi dan ibu selamat.

Covid 19 · Ibu Menyusui

Sempat Terkena Covid19 dan Menyusui Kembar Apakah Aman? Tips Menyusui Saat Positif Covid19

Hai moms kembali lagi sama mami di sesi #CurcolYukMoms. Kemaren ini mami sempat terinfeksi Covid19 sekeluarga, yaitu mami, daddy, cece dan uwi. Jadi yang pertama kali terinfeksi adalah suami mami, dia tiba-tiba panas dingin mami kira cuma demam biasa, jadi mami merawat suami selama 1 hari tanpa masker. Karena kita mikir nggak mungkin banget suami kena Covid19, secara kita sekeluarga selama 2 bulan full #dirumahaja nggak kemana-mana. 4 hari setelah suami positif, mami juga terinfeksi Covid19.

Pertama-tama, yang mami rasakan 1 hari setelah terinfeksi mami masih seperti biasa aja, aktivitas masih normal. Di hari kedua suara mulai serak, tapi mami pikir seharusnya itu bukan masalah karena selama ini mami selalu stimulasi si Kembar dengan nyanyi selama 1 jam untuk masing-masing anak, non stop setiap hari. Belum lagi harus ngonten.

Di hari ketiga ketika sore hari, mami mulai batuk kering. Pas anak sedang berenang, tiba-tiba 1 badan kayak pegal semua apalagi tangan dan kaki, lemas. Setelah mompa ASI rasanya mami ingin tiduran lagi aja. Habis itu mami coba untuk olahraga dan tes antigen. Sebenarnya tes antigen ini sejak hari pertama suami positif sampai hari ke-3 pada malam harinya, masih negatif. Nah tapi pada saat malam hari di hari ketiga itu sekitar jam 9, panas mami itu sampai 38º. Tapi tetap, mami masih berpikir bahwa itu cuma sakit biasa karena kecapekan ditambah kan suami sakit, sempat kepikiran juga kan.

Di hari kelima mami tes antigen lagi dan hasilnya positif. Mami langsung mengurung diri di kamar lantai 4 dan PCR dan hasilnya positif 20.38 CT nya. Yang mami rasakan di hari pertama positif Covid19, batuknya mulai berdahak, panasnya 38º-39º terus nggak turun-turun sampai malam. Hari kedua tenggorokan mami sakit banget, nggak bisa nelan, panasnya 39º-40º, ditambah diare. Tapi diarenya di malam hari udah mulai hilang, cuma batuknya terus menerus.

Di hari ketiga positif Covid19 dahak mami keluar darah, sulit menelannya sudah lebih mendingan ya moms, diare sudah nggak, badan juga lebih fit dari kemaren. Di hari keempat mami positif Covid19 yang mami rasakan kepala sakit banget, tidurnya enak, di pagi harinya sudah segar, batuknya sudah mendingan, menelannya sudah enak banget.

Kemudian 3 hari setelahnya Louisse dan Loewy terinfeksi Covid19. Jadi di hari kelima mami positif Covid19, Louisse dan Loewy positif Covid19 juga. Setelah dites hasil CT Louisse 14, yang dirasakan Louisse adalah badannya panas, pusing, muntah, batuk dan bersin-bersin. Kalau Loewy positif dengan CT 37, dan tinggal 2 poin sekian sudah sembuh, nggak ada demam dan lain-lain. Di hari kelima ini mami sudah lebih segar lagi batuk sudah hampir nggak ada.

Sempat mami kepikiran, menyusui baby kita saat kita sendiri sedang positif Covid19 itu aman nggak? Di 2 hari awal positif itu langsung drop dan mami nggak menyusui sama sekali, alhasil ASI mami seret banget padahal stok ASI untuk si Kembar udah menipis. Akhirnya mami konsultasi dengan salah satu doker di Singapura, mami disarankan untuk tetap memberikan ASI tapi ada aturannya nggak boleh sembarangan.

Aturan memberikan ASI saat positif Covid19

  1. Sering mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, dan selalu bawa alkohol ketika keluar kamar isolasi
  2. Mandi yang bersih agar badan steril dari virus/bakteri
  3. Gunakan baju bersih setelah mandi, jangan gunakan baju yang telah dipakai tidur
  4. Gunakan masker 2 lapis
  5. Jangan terlalu lama bersama baby
  6. Jangan mencium baby
  7. Setelah menggunakan ruangan menyusui semprot dengan alkohol agar steril kembali
  8. Kalau untuk memompa susu, juga sama aja ya moms. Sebelum peralatan memompa digunakan semprot peralatan tersebut dengan alkohol agar steril

Nah itu dia aturan dalam memberikan ASI ketika kita sedang positif Covid19 moms. Jadi nggak ada salahnya kita tetap memberikan ASI pada baby karena ASI adalah perlindungan utama untuk bayi kita agar imunnya lebih kuat dan lebih kebal, dan itu sudah terbukti pada mami, setelah 3 minggu mami terinfeksi Covid19 mami tetap menyusui si Kembar dan alhasil mereka sama sekali tidak terinfeksi Covid19 dan sehat. Tapi kalau sampai gejala yang kita alami sangat parah, lebih baik stop dulu ya moms, kalau gejalanya sudah ringan baru kita mulai menyusui baby kita lagi.

Fakta-Fakta · Ibu Menyusui

Apakah Ibu Menyusui Boleh Minum Air Es?

Halo para ibu menyusui, mungkin kalian sering banget dengar pertanyaan ibu menyusui boleh nggak sih minum air dingin? Bahkan mama mami sendiri mengatakan kalau lagi menyusui baby jangan minum air dingin atau air es nanti yang ada bisa bikin ASI jadi dingin dan baby minum ASI dingin, itu akan menyebabkan baby kita gampang terkena flu dan pilek. So buat ibu menyusui kalau nggak mau babynya flu atau pilek jangan pernah minum air dingin ini mitos atau fakta sih moms? Jawabannya adalah mitos

Jadi moms menurut laman thehealthsite bahwa sampai hari ini tidak ada penelitian yang mengatakan ibu menyusui tidak boleh minum air dingin atau air es karena bisa menyebabkan flu atau pilek pada baby. Soalnya flu atau pilek itu hanya bisa ditularkan melalui infeksi virus. Flu dan pilek nggak bisa ditularkan melalui ASI.

Untuk busui yang sedang flu atau pilek masih tetap bisa menyusui baby karena pada saat kita flu dan pilek kita memberikan ASI ke baby kita, baby nggak akan tertular. Flu dan pilek bisa ditularkan melalui cairan tubuh. Misalnya kita bersin dan batuk di depan anak saat kita menyusui otomatis cairan itu kena ke baby maka bisa menularkan flu dan pilek ke baby.

Walaupun kita sedang flu atau pilek ASI yang keluar itu akan tetap hangat, ASI memiliki anti body yang sangat bagus untuk melindungi baby dari infeksi atau virus dan tentunya ketika kita flu dan pilek komposisi ASI nggak akan berubah sama sekali.

Mau kita minum air dingin, hangat, panas semuanya itu nggak akan mempengaruhi ASI dan tidak akan mengubah komposisi ASI. Kita boleh makan dan minum apapun, tidak ada larangan untuk ibu menyusui. Tapi ingat ya moms sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi alangkah baiknya kita makan dan minum sewajarnya saja dan tetap harus jaga kesehatan.

Ibu Menyusui

Cara Menghangatkan ASI Perah Agar Kualitas Tetap Terjaga

Menyusui adalah masa yang menyenangkan untuk para ibu di dunia termasuk mami sendiri yang sekarang lagi bertempur untuk mendapatkan ASI yang cukup untuk baby kembar mami. Menyusui, memerah ASI, menyimpan ASI dan menghangatkan ASI adalah rutinitas yang nggak bakal terpisahkan. Nah pada hari ini mami akan sharing bagaimana cara untuk menghangatkan ASI yang benar agar ASI tidak rusak.

Sering sekali ibu di luar sana bahkan mami sendiri salah dalam menghangatkan ASI. Ketika anak pertama, mami pernah hangatkan ASI beku dari freezer pakai air shower panas di kamar mandi langsung biar cepat cair dan taruh di botol susu, dan cara ini salah banget. Bahkan mami juga pernah ASI yang dari freezer mami hangatkan dengan cara taruh di panci, masak dengan air mendidih dan itu juga cara yang salah.

Kalau kita salah dalam menghangatkan ASI yang ada kasihan babynya minum ASI nggak ada manfaatnya, minum ASI yang rusak. Nah maka dari itu mami akan berbagi tips menghangatkan ASI dengan benar berikut ini.

1. Pencairan

Pencairan ini dibagi menjadi 2 metode yaitu pencairan di dalam kulkas dan pencairan di bawah air yang mengalir. Untuk cara pencairan di dalam kulkas caranya mami ambil ASIP yang di freezer lalu taruh di bagian pintu kulkas karena suhunya lebih hangat, diamkan selama 8 jam. Jika tidak segera digunakan, ambil ASI yang ada di pintu kulkas dan taruh ASI ke bagian dalam kulkas karena suhunya lebih dingin sehingga bisa menjaga ASI agar tidak cepat rusak.

Cara di atas itu cukup memakan waktu ya moms, nah sering kali kita lagi buru-buru mau pakai ASI nggak mungkin pakai cara pertama tadi dong? Nah cara kedua ini adalah kita mencairkan ASI beku di bawah air yang mengalir. Air yang mengalir itu suhunya harus lebih dingin dibanding suhu ruangan ya. Aliri ASI sekitar 5-10 menit. Oh iya moms jangan menghangatkan ASI ketika masih ada gumpalan beku, pastikan ASI nya sudah mencair.

Yang perlu diingat, setelah ASI sudah dicairkan kita hanya memiliki waktu maksimal 5 hari sampai ASI harus digunakan. Jangan digunakan lebih dari 5 hari. Lalu biasanya akan ada gumpalan di bagian atas ASI, cara mengatasinya kita tuang ke botol kemudian kita kocok, kalau sudah menyatu itu ASI masih bagus digunakan. Tapi kalau gumpalan tersebut saat dikocok tidak menyatu, sudah berbau bahkan bayi menolak berarti ASI sudah rusak dan tidak bisa dipakai.

2. Menghangatkan

Menghangatkan ini juga ada 2 metode yaitu metode konvensional dan metode warmer bottle. Cara konvensional adalah dengan kita merebus air tapi jangan sampai mendidih. Kemudian pindahkan air panas ke mangkok dan taruh botol susu yang sudah kita isi ASI yang sudah cair. Diamkan kurang lebih 2-3 menit sampai suhu air susu sudah hangat dan siap diberikan ke baby. Kalian juga bisa menggunakan air dari dispenser moms untuk menghangatkan.

Nah itu dia cara untuk menghangatkan ASI beku. Gampang kan caranya moms?

Nah selain cara menghangatkan ASI yang beku dengan benar, mami juga mau berbagi tips penting, yaitu :

  1. Pastikan suhu ASI dalam botol pas dengan cara tuangkan ASI ke tangan kita
  2. Jangan gunakan microwave untuk menghangatkan ASI karena hanya akan memunculkan titik-titik panas di permukaan susu dan bisa membakar mulut baby. Selain itu menghangatkan ASI dengan microwave bisa mematikan sel imun dalam ASI yang bisa melawan penyakit di dalam tubuh
  3. Jangan panaskan ASI dengan air mendidih
  4. ASI yang kita simpan di freezer dan tidak menyatu dengan makanan lain bisa bertahan 6-12 bulan, tapi kalau kita menggunakan kulkas biasa yang menyatu dengan makanan lain seperti daging, es krim itu hanya akan bertahan selama 3 bulan
  5. Tanda ASI basi dengan cara kita lihat kalau sampai ada gumpalan ASI yang di bagian atas lalu kita kocok dan tidak menyatu itu artinya ASI sudah basi, atau kita bisa cium dari baunya. Bisa juga ketika kita kasih ASI nya ke baby dan baby menolak itu artinya ASI sudah basi
  6. ASI yang dari beku lalu dicairkan di kulkas biasa tidak boleh dibekukan kembali karena hanya akan membuat kualitas ASI jadi buruk

Nah itu dia cara menghangatkan ASI yang benar dan beberapa tips penting mengenai cara menghangatkan ASI, jangan sampai salah ya moms.

Ibu Menyusui

Tips Memilih Pakaian Dalam yang Baik Setelah Lahiran

Setelah persalinan kita nggak bisa langsung pakai pakaian dalam yang kita gunakan pada saat sebelum hamil loh moms. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih pakaian dalam untuk ibu-ibu pasca persalinan yang tepat dan baik agar dapat mensupport ASI kita dan tentunya tidak akan mengakibatkan iritasi, infeksi bahkan keloid di bagian luka operasi sesar kita.

Tips memilih pakaian dalam pasca melahirkan

1. High waisted

Setelah operasi sesar, biasanya luka operasi sesar akan sangat sensitif. Bukan hanya sensitif, tapi disentuh aja rasanya nyeri. Setelah kita operasi sesar ada luka di perut kita, kemudian kita pakai celana dalam yang super ketat sebelum kita hamil maka otomatis akan menekan bagian luka operasi sesar, rasanya itu nggak enak dan sakit. Kalau kita biarkan maka lama kelamaan akan terjadi iritasi, infeksi, bernanah bahkan keloid. Jadi moms, setelah operasi sesar agar lukanya tidak terinfeksi kita dianjurkan untuk menggunakan celana dalam yang tinggi sampai di bagian bawah dada. Itu akan lebih nyaman, tidak akan menekan dan menyentuh luka operasi sesar kita.

2. Carilah celana dalam yang longgar anti sesak

Setelah mami operasi sesar, mami coba pakai celana dalam yang cukup ketat, rasanya sesak banget moms. Saking ketatnya mami nggak nyaman banget. Jadi perutnya itu kan masih bengkak, luka masih baru banget dan itu nggak nyaman banget. Setelah operasi sesar kalian harus cari celana dalam yang longgar, elastis dan anti sesak. Sehingga walaupun kita pakai seharian nggak akan terlalu berasa sesak.

3. Carilah pakaian dalam yang bahannya enak, dan awet

Pakaian dalam yang direkomendasikan adalah yang berbahan katun, itu akan lebih nyaman, nggak bikin gerah karena ada sirkulasi udaranya. Selain itu cari yang bahannya lembut dan bisa awet moms, biar kita nggak boros beli pakaian dalam terus.

4. Carilah pakaian dalam yang bahannya elastis

Elastis di sini maksudnya bisa mengikuti bentuk perut dan payudara kita. Cari yang nggak terlalu menekan karena setelah persalinan akan ada hormon prolaktin yang membuat payudara kita bengkak. Jadi carilah bra yang bisa mengikuti payudara dan nggak menekan sehingga produksi ASI akan lancar dan tidak terhambat. Bagian celana dalam penting banget, harus elastis karena bentuk rahim kita setelah operasi masih bengkak.

5. Carilah bra menyusui

Cari bra menyusui itu penting, carilah bra menyusui yang ada breast pad nya, sirkulasi udara, yang bisa mengikuti payudara, yang bisa dibuka tutup sehingga mudah banget untuk menyusui.

Mami sendiri menggunakan 1 set pakaian dalam dari Mooimom. Mami cukup merekomendasi untuk celana dalam dari Mooimom. Mami sudah menggunakan ini dari mami hamil tapi nggak berubah bentuk, masih awet, elastis, bahannya 95% katun, ada sirkulasi udaranya sehingga mami nggak sesak dan gerah. Ini juga high waisted dan longgar.

Selain itu, pada saat masa nifas darah yang keluar banyak, walaupun kita pakai pembalut sering banget bocor ke celana dalam kan moms. Tapi tenang aja kalau kita pakai celana dalam dari Mooimo gampang banget dibersihin.

Kalau bra Mooimom juga enak bahannya 95% katun, anti gerah, ada sirkulasi udara, tanpa jahitan, nggak ada kawat sama sekali dan mudah banget dibuka tutup. Bagian breast padnya juga bisa diambil nih moms kalau nggak mau dipakai. Dan yang paling penting mami sudah pakai dari hamil sampai menyusui, nyaman, elastis dan nggak rusak walaupun sudah dicuci berkali-kali.

Untuk menghemat uang, kalian bisa pakai pakaian dalam dari Mooimom. Kalian bisa pakai pakaian dalam dari melahirkan sampai menyusui masih bagus, tahan lama dan awet.

Itu dia 5 tips mencari pakaian dalam yang cocok pasca persalinan. Semoga bermanfaat.

Ibu Menyusui

6 Posisi Menyusui yang Benar dan Nyaman Bagi Ibu Juga Bayi

Menyusui adalah momen yang akan kita lakukan setelah melahirkan. Menyusui juga merupakan tanda cinta dari orangtua ke anak. Tapi sering kali menyusui itu tidak semudah yang dipikirkan, ketika menyusui terkadang kita menemui banyak kesulitan salah satunya masalah perlekatan.

Dengan kita memiliki posisi menyusui yang benar, otomatis produksi ASI kita akan melimpah, lancar, baby kita perlekatannya juga bagus, akan menghindari kita dari masalah seperti nyeri pinggang atau sakit punggung. Berikut mami akan berikan beberapa posisi menyusui yang nyaman untuk ibu dan anak.

6 posisi menyusui yang benar untuk ibu dan anak :

1. Laid Back Breastfeeding

Laid back breastfeeding atau posisi bersandar ini adalah posisi menyusui yang paling umum ya moms. Caranya :

  • Biasanya kita akan menyandarkan bantal ke tembok di belakang kita atau kursi
  • Angkat baby kita, pastikan perut dia ada di bawah dada kita
  • Pastikan kepala baby sejajar dengan dada kita
  • Ingat leher jangan tertekuk dan hidung bayi jangan tertekan

2. Cradle Hold

Kita akan menggunakan salah satu tangan untuk menopang badan baby kita sehingga proses menyusui menjadi nyaman. Kalau kita menopang baby dengan tangan kanan maka kita akan menyusui baby di payudara bagian kanan begitupun sebaliknya. Caranya :

  • Coba gunakan bantal menyusui atau alas yang empuk lainnya untuk lebih meringankan beban di tangan moms saat menopang bayi
  • Miringkan baby kita menghadap ke kita, perut baby ada di bawah dada kita, kepala bayi sejajar di dada kita
  • Pastikan hidung bayi tidak tertekan

3. Cross Cradle Hold

Posisi menyusui ini hampir sama dengan Cradle Hold cuma bedanya Cross Cradle Hold ini ketika kita menyusui baby kita menggunakan payudara kiri maka tangan yang akan menopang adalah sebelah kanan. Kalau kita menyusui baby menggunakan payudara sebelah kiri maka tangan yang akan menopang adalah tangan sebelah kiri. Posisi ini bisa membantu kita untuk melihat dan mengontrol perlekatan baby apakah sudah benar atau belum. Caranya :

  • Angkat baby, punggung dan leher sejajar
  • Lalu ketika ingin menyusui menggunakan payudara sebelah kiri, gunakan tangan kanan masuk selangkangan baby untuk mengangkat punggung baby lebih tinggi.
  • Biarkan tubuh baby tertopang di lengan kanan kita yang tertekuk
  • Mulai menyusui

4. Side-Lying

Posisi berbaring. Posisi ini adalah posisi yang paling favorit, mami sendiri suka sekali dengan posisi ini. Jadi biasanya direkomen untuk kita yang terlalu lelah atau setelah melakukan operasi sesar. Caranya :

  • Kita berbaring miring menghadap ke posisi yang kita inginkan
  • Lalu tidurkan baby kita dan miringkan tubuh baby menghadap ke kita
  • Dorong sedikit punggungnya ke arah kita agar dia menyusu dengan baik

5. Sitting Baby

Posisi bayi duduk. Sama dengan namanya, jadi posisi ini adalah ketika kita menyusui dengan baby dalam keadaan duduk. Tapi pastikan baby kita sudah mahir duduk sendiri kalau nggak kita bisa gunakan tangan kita sebagai sandaran baby. Caranya :

  • Kalau kita mau menyusui di payudara kiri, hadapkan baby ke sebelah kiri juga
  • Lalu dudukkan baby
  • Pastikan leher dan punggung sejajar

6. Football Hold atau Clutch Hold

Posisi menyusui ini adalah kita akan mengapit tubuh baby kita di salah satu lengan kita. Sama seperti ketika pemain bola menggenggam bola di antara tubuh dan lengannya. Posisi ini pas banget untuk ibu yang memiliki riwayat operasi sesar biar nggak membebani perut kita atau untuk baby kembar caranya :

  • Posisikan tubuh baby berada di antara tubuh dan tangan kita
  • Gunakan 1 tangan untuk menopang tubuh baby kita
  • Mulai menyusui

Itu dia 6 posisi menyusui yang nyaman dan direkomendasikan. Posisi menyusui mana nih yang jadi favorit moms?

Ibu Menyusui

Serba Serbi Menyusui yang Perlu Ibu Baru Tahu Bersama dr. Elizabeth Margaretha

Menyusui anak ada tata caranya yang benar loh moms ternyata. Nah kali ini mami akan mengulik masalah menyusui ini dengan ahlinya yaitu dr. Elizabeth Margaretha. dr. Elizabeth Margaretha ini praktek di RS Grand Family sejak tahun 2018, sedangkan ia mendalami ilmu laktasi sejak dari 2017 tapi sebenarnya mulai belajar laktasi sejak mulai punya anak tahun yaitu tahun 2016-an. Berikut adalah beberapa poin penting yang mami bicarakan dengan dr. Elizabeth, langsung aja disimak yuk.

Apa sih rahasia kesuksesan biar dapat ASI yang banyak?

Kunci kesuksesan pertama dalam menyusui adalah mindset setiap orang. Karena kalau pikiran kita sudah berpikir yang negatif rata-rata ketakutan terus. Ketika mindset kita benar bahwa semua ibu di dunia pasti bisa sukses menyusui, kita rutin menyusui maka proses menyusui 99% sukses.

Yang kedua adalah posisi dan perlekatan. Rata-rata kegagalan orang di awal karena sulitnya merasakan menyusui yang nyaman. Kadang kita kalau lagi menyusui si anak nangis mulu lalu kita langsung berpikir apa jangan-jangan ASI nya yang nggak cukup. Padahal mungkin saja ketika anak rewel itu dia lagi nggak nyaman posisinya.

Untuk masalah perlekatan yang benar itu nggak hanya sekedar nempel puting ya moms, tapi areola dari kita juga harus masuk ke mulut baby. Dalam ilmu laktasi ada istilah Amubida (Areola, Mulut, Bibir dan Dagu). Areola adalah area yang melingkar hitam, jadi sebenarnya walaupun puting besar, kecil atau bahkan masuk ke dalam, seorang ibu tetap bisa menyusui. Areola itu harus masuk sebagian besar ke area mulut bayi, tapi ini sering buat ibu-ibu pada bingung karena kadang areola sebagian orang ada yang besar. Untuk kasus ini harus disesuaikan dengan kondisi payudara maminya yang penting nggak hanya menghisap di putingnya aja.

Selanjutnya untuk mulut. Mulut bayi harus membuka lebar. Ketika dia membuka lebar otomatis areolanya akan ikut masuk. Bibirnya jangan mingkem. Dan yang terakhir adalah dagu. Posisikan hidung sejajar dengan puting dengan demikian anak akan membuka mulut lebih lebar dan otomatis dagunya akan menempel di area bawah payudara.

Posisi menyusui itu kalau dari teorinya ada lebih dari 4 seperti, posisi cradle, posisi football, posisi cross cradle, posisi tiduran dan lain sebagainya tapi biasanya yang paling umum yang digendong biasa (cradle). Posisi cradle yang benar adalah telinga, bahu dan pinggang bayi harus 1 garis lurus ketika kita menyusui si Kecil dan baby dalam keadaan dibedong.

Posisi dan perlekatan sudah benar tapi kenapa ASI yang keluar tidak banyak?

Payudara kita itu tidak transparan, jumlah ASI yang keluar karena kita perah bukanlah keadaan yang sesungguhnya yang ada di dalam payudara kita. Payudara kita itu selalu ada isinya nggak pernah kosong. Hasil yang kita perah itu tergantung dari banyak faktor seperti pompa ASI, bagaimana penggunaan pompanya, ada direct brestfeeding atau nggak.

Tubuh kita akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan baby. DIrect breastfeeding itu penting, jangan hanya utamakan pompa aja. Ibu yang selalu brestfeeding akan lebih berhasil dalam menyusui daripada ibu yang hanya fokus memompa ASI saja.

Bagaimana menyiasati agar ibunya semangat menyusui walau keadaan puting nggak bagus?

Puting payudara itu memang berbeda-beda. Buat orang yang putingnya menonjol itu bagus karena memudahkan anak untuk mengenali dan perlekatannya oke. Tapi ketika kita punya puting rata kita bisa siasati agar puting bisa keluar. Buat pancing puting keluar ada beberapa cara seperti kita beli alat untuk pancing puting agar keluar atau bisa juga pakai alat penjepit. Kalau anaknya pintar tanpa alat seperti itu pun si anak akan bisa mengenali dan nantinya bisa lahap menyusu. Asalkan jangan dikenalkan dengan botol susu terlebih dahulu ya moms. Untuk ibu yang puting rata ketika mau menyusui bisa dengan bantuan sendok atau cup feeder daripada harus menggunakan botol susu agar nanti si Kecil tetap bisa belajar menyusu secara langsung ke payudara.

Kenapa payudara besar sebelah?

Sebenarnya banyak faktor seperti ada yang memang dari sananya sudah seperti itu, keaktifan kelenjar ASI dan kebiasaan mompa. Besar kecilnya payudara kita nggak melulu menjamin banyak sedikitnya ASI. Cara mengatasinya buatlah payudara yang lebih kecil untuk lebih aktif misalnya, pompa lebih dulu, susuin ke anak lebih dulu itu bisa membantu menyesuaikan ukurannya. Setelah selesai masa menyusui ukuran payudara kita bisa menciut dengan sendirinya jadi ukuran payudara yang tidak sama itu biasanya tidak akan terlalu terlihat.

Nah itu dia beberapa hal yang mami bahas bersama dengan dr. Elizabeth Margaretha. Untuk lebih jelasnya lagi moms bisa langsung lihat saja di video berikut ini ya.

Ibu Menyusui

Cara Mengatasi Bayi Bingung Puting

Menyusui adalah momen intim antara ibu dan baby. Tapi karena ada beberapa hal seperti si ibu harus kembali bekerja akhirnya ibu harus mulai membiasakan si Kecil menyusu menggunakan botol. Dan yang sering terjadi setelah baby kita sudah di zona nyaman dengan botol dot dia, pada saat kita mau breastfeeding secara langsung baby kita nggak mau alias bingung puting.

Bingung puting adalah keadaan bayi hanya menghisap di ujung puting payudara ibu jadi pelekatannya nggak sempurna makanya baby akan rewel banget ketika dikasih susu, dan menolak disusui secara langsung dari payudara. Dengan bingung puting ini pelekatan baby, kedekatan antara ibu dan anak serta produksi ASI akan berkurang. Lalu bagaimana cara mengatasi bingung puting?

Tips mengatasi bingung puting :

1. Pilih botol dot yang menyerupai puting payudara ibu

Percaya nggak percaya pemilihan botol dot itu penting banget. Kalau sampai salah memilih botol dot otomatis akan membuat baby kita bingung puting. Pilih Botol dot yang bagian dotnya menyerupai puting payudara ibu dari sisi kelenturan hingga gerakan alaminya menyerupai puting payudara ibu sehingga baby kita ketika menyusu dari botol dot dan langsung ke payudara kita tidak akan mengalami bingung puting. Mami sendiri sudah nyari botol susu banyak banget sampai akhirnya mami mendapatkan botol susu yang benar-benar nggak membuat baby kita bingung puting yaitu salah satunya comotomo, dr. brown’s dan pigeon.

2. Skin to skin

Proses skin to skin ini adalah perut baby menyentuh ke perut ibu secara langsung. Jadi kita bisa mempraktekkannya tanpa menggunakan pakaian sama sekali antara baby dan ibu. Momen skin to skin ini akan membuat baby merasa rileks dan nyaman ketika proses menyusui sehingga ini juga bisa mengatasi bingung puting.

3. Susui baby sebelum mereka lapar sekali

Pastikan rutinitas mereka minum susu 3 jam sekali, kita jangan tunggu sampai baby sudah nangis minta susu baru kita susui karena ketika baby sudah rewel dan marah dia nggak akan mau langsung menyusu. Bagi yang bingung puting, awalnya kita kasih susu lewat botol dot dulu dan tunggu sampai baby kita kurang lebih sudah 60% kenyang kita bisa lepas botol dot nya, kemudian kita susui langsung dari payudara kita. Seperti ini nggak akan membuat baby kita rewel atau menolak bahkan bingung puting.

4. Posisi menyusui

Posisi menyusui juga merupakan kesuksesan untuk menyusui baby kita. Kalau posisi menyusui kita nggak nyaman, otomatis baby kita juga nggak nyaman pada saat digendong dan disusui. Akhirnya pelekatan baby dengan payudara kita juga nggak bagus moms. Gunakan bantal menyusui, cari posisi menyusui yang baik untuk moms agar proses menyusui bisa menyenangkan buat si Kecil dan ibu.

5. Tetap tenang

Walaupun masih kecil baby bisa merasakan kecemasan yang dirasakan ibu. Meskipun saat proses menyusui baby rewel pastikan kita nggak panik dan cemas. Kalau kita agak panik jangan langsung diekspresikan ke baby kita, kita tetap tenang, sabar, dan kita coba untuk ulangi perlahan-lahan proses menyusui ini dengan benar.

Itu dia tips dari mami untuk mengatasi bingung puting. Ini pernah terjadi ke mami, si Kembar pernah bingung puting moms karena lewat media botol dot untuk memberikan ASI. Apalagi Luckie juga sempat di NICU dan minum ASI full dari botol dot. Tapi setelah mami melakukan beberapa tips di atas si Kembar sekarang menyusu dari botol dot maupun langsung ke payudara mami mau moms, nggak bingung puting lagi.

Untuk moms yang babynya juga mengalami bingung puting boleh banget dicoba tips dari mami ya untuk mengatasinya. Semoga berhasil!

Ibu Menyusui

Cara Memberikan ASI yang Benar Melalui Botol Dot

Memberikan ASI ke bayi harus tepat ya moms, karena kalau sampai salah bisa menyebabkan baby kita kolik. Menyusui secara langsung di payudara memang bagus ya moms tapi ada beberapa kasus seorang ibu tidak bisa atau tidak boleh menyusui anak secara langsung di payudara, salah satunya mami.

Salah satu bayi kembar mami bermasalah yaitu Luckie. Luckie sempat masuk NICU jadi dia harus menyusu menggunakan botol, kalau London nggak masuk NICU jadinya dia bisa menyusu langsung ke payudara mami.

Setelah Luckie keluar dari NICU pun dokter menyarankan ke mami untuk memberikan ASI ke Luckie melalui botol karena Luckie pada saat itu berat badannya rendah banget dan harus kejar berat badan biar naiknya cepat dan sesuai standar, makanya ASI diberikan melalui botol biar kita bisa tahu takaran yang diminum per 2 jam sekali berapa banyak. Pada saat itu request dari dokter per 2 jam sekali Luckie dan London harus minum 30 ml ASI.

Selain itu, kondisi fisik Luckie nggak terlalu baik. Nafasnya sesak, grok-grok gitu moms. Maka dari itu Luckie nggak boleh kelelahan. Kalau minum susu langsung ke mami dia lebih capek lagi, makanya kita memberikan ASI melalui botol. Itu lah sebabnya mami mau nggak mau harus memberikan ASI ke baby mami menggunakan botol.

Memberikan ASI menggunakan botol itu ada caranya loh moms agar si Kecil tidak kolik atau tersedak. Berikut mami akan sharing cara memberikan susu ke bayi menggunakan botol.

Cara memberikan ASI melalui botol yang baik dan benar :

1. Angkat kepala bayi lebih tinggi dibandingkan tubuhnya

Posisi ini bertujuan untuk mencegah baby kita tersedak atau menyusu secara berlebihan.

2. Perkenalkan dot botol

Kalau misalnya ini pertama kalinya untuk baby kita, pertama-pertama kita kenalkan dulu dot botol yang anak kita gunakan. Biasanya kita akan dekatkan perlahan-lahan ke mulut baby dari ujung kanan mulutnya. Kita tempelkan dot tersebut secara perlahan menuju ke tengah mulutnya. Setelah sampai di tengah moms boleh mulai masukkan dot nya ke dalam mulut baby.

Ketika dot botol ini sudah masuk ke mulut baby, pastikan jangan masuk ke bawah lidah baby kita. Biasanya kalau di bawah lidah itu tandanya sepertinya mengganjal dan pelekatannya nggak sempurna. Kalau untuk baby yang pertama kali mungkin awalnya akan nolak, tapi moms tenang aja lakukan ini berulang-ulang lama kelamaan anak kita akan mengenal dan beradaptasi ke botol dot.

3. Pilih botol yang tidak membuat baby bingung puting

Pilih botol yang dot nya menyerupai payudara ibu, yang tekstur kelembutan, kelenturan dan gerakan alami seperti payudara ibu sehingga tidak akan membuat baby kita menolak minum susu dari botol dot.

4. Waktu

Memberikan ASI ke baby kita ada waktunya, maksimal 1 sesi itu 30 menit. Kalau sampai sudah lewat 30 menit akhiri sesi menyusui.

5. Sendawakan baby

Ketika sesi menyusui sudah selesai sendawakan baby kita.

6. Sabar

Sabar adalah kunci sukses memberikan ASI melalui botol dot ke baby kita.

Jadi jangan sampai salah lagi ya moms. Kalau salah yang ada baby kita jadi kolik atau tersedak. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Ibu Menyusui · Review Produk

Rahasia Sukses Menaikkan Berat Badan Bayi Kembar Prematur

Menaikkan berat badan bayi baru lahir merupakan salah satu fokus utama para ibu apalagi setelah melahirkan baby dengan berat badan yang rendah. Sama halnya dengan mami, mami sudah punya 4 anak. Anak pertama lahir dengan berat badan 3.1 kg, anak kedua berat badan 3.9 kg. Tapi berbeda dengan bayi kembar mami, bayi kembar mami lahir secara prematur London 2.5 kg dan Luckie 2.3 kg.

Jadi moms dengan kasus berat badan bayi kembar rendah sekaligus prematur ini menjadi salah satu konsentrasi mami untuk menaikkan berat badan si Kembar karena Luckie juga sempat masuk NICU dikarenakan paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. Jadi setelah keluar NICU diminta dokter untuk menaikkan berat badan si Kembar agar pertumbuhannya bisa menyerupai baby normal, paru-parunya bisa berkembang dengan sempurna sehingga nggak terlalu sesak nafas.

Akhirnya setelah mami melewati berbagai cara, mami sukses menaikkan berat badan London Luckie. London di usia 2 bulan sudah memiliki berat badan 6 kg Luckie di 2 bulan sudah 5 kg.

Rahasia sukses menambah berat badan

1. Menyusui

Cara pertama ini adalah kunci utama kesuksesan mami menaikkan berat badan si Kembar. Percayalah moms kita dikaruniai dengan ASI berlimpah yang disesuaikan dengan permintaan si Kecil. Jadi jangan takut, cemas maupun panik kita nggak bisa menyusui eksklusif ke si Kecil. Nyatanya dengan kita terus menyusui baby secara rutin kita akan mendapatkan ASI berlimpah.

Mungkin yang awalnya kita hanya dapat 10-20 ml dengan kita menstimulasi payudara kita lama kelamaan ASI akan terus meningkat jumlah produksinya sesuai dengan jumlah permintaan si Kecil. Sama halnya dengan si Kembar, dengan mami terus menempelkan si Kembar di payudara mami itu ASI akan mengikuti dengan jumlah permintaan si Kembar. Alhasil produksi ASI mami berlimpah, lancar dan cukup sampai hari ini.

Dengan kita terus menyusui itu akan membuat baby kita cepat bertambah berat badannya. Menyusui itu penting kalau kita cuma mompa dan jarang menyusui baby itu otomatis produksi ASI kita tidak akan melimpah, akan segitu aja.

Sesuai dengan pengalaman mami, ketika baby mami di usia 1 bulan mami mompa dapat 160 ml itu tanpa menempelkan baby mami, mami pikir ASI akan bertambah ternyata setelah mami stop nggak menyusui secara langsung sama sekali selama 2 minggu ASI stuck di 160 ml tapi setelah mami ubah polanya, sebelum pompa mami susuin babynya langsung sekarang mami bisa dapat 300 ml moms.

2. Memompa ASI

Untuk kasus memompa ASI ini berdasarkan pengalaman di Luckie. Luckie sempat masuk NICU dan setelah keluar dokter minta untuk memerah ASI agar jumlah ASI bisa ditakar, karena kalau baby prematur apalagi yang bagian paru-parunya belum berkembang dengan sempurna alias suka sesak nafas misalnya Luckie menyusu secara langsung akan capek dan mungkin dia hanya akan minum foremilk dan hindmilknya nggak dapat.

Baby Luckie pas awal di usia 0 bulan ditakar 30 ml per 2-3 jam sekali, jadi setelah mami pompa mami berikan ke Luckie. Memompa ASI juga penting banget, dengan kita pompa kita bisa tahu berapa ASI yang bisa kita dapatkan. Tapi ingat moms memompa ASI harus didahului dengan menyusu dulu. Jangan sampai kebalik ya moms.

3. Mengonsumsi ASI booster

Jadi moms mami flashback lagi saat usia London Luckie 1 bulan, si Kembar kontrol ke dokter dan London pada saat usia 1 bulan berat badannya cuma 3 kg sedangkan Luckie 2.5 kg, masih kurang. Dokter nanya takaran ASI nya sesuai nggak dan mami jawab sesuai. Tapi tidak bisa menaikkan berat badan si Kembar?

Ternyata kata dokter kualitas ASI mami kurang dari segi makro nutrien (karbohidrat, protein dan lemak) dan mikro nutrien (vitamin dan mineral). Dokter menyarankan untuk konsumsi susu menyusui atau ASI booster yang bisa memenuhi makro nutrien dan mikro nutrien pada ASI sehingga ASI selain kuantitasnya banyak tapi kualitasnya juga bagus sehingga bisa menambah berat badan si Kembar lebih cepat.

Dalam kasus London dan Luckie yang walaupun takaran minum susunya sudah sesuai dengan petunjuk dokter tapi tidak menaikkan berat badan, mungkin selain disebabkan karena ASI mami kualitasnya kurang baik juga karena London dan Luckie nggak minum hindmilk hanya foremilk saja. Padahal yang mengandung lemak dan dapat menaikkan berat badan adalah hindmilk.

Kalau begitu berarti lebih baik anak diberikan hindmilk saja dong nggak perlu foremilk?

No. Foremilk dan hindmilk sama-sama dibutuhkan baby kita moms, foremilk kaya akan laktosa untuk membantu perkembangan otak baby dan memenuhi kebutuhan air minum baby kita, kaya akan protein, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat perkembangan saraf dan jaringan tubuh, meningkatkan daya tahan tulang dan kulit. Hindmilk juga penting karena hindmilk kaya akan lemak, sumber energi, dapat menjaga organ vital di dalam tubuh dan dapat menambah berat badan baby. Foremilk dan hindmilk nggak boleh dipisah tetap harus diberikan ke baby.

Maka dari itu untuk membuat ASI mami berkualitas, mami memutuskan mengonsumsi ASI booster. Mami konsumsi ASI booster dari Mom Uung. Waktu awal lihat iklan di Instagram sempat tidak percaya bahwa ASInya bisa kental banget, lemaknya banyak banget. Setelah mami konsumsi ASI booster Mom Uung ternyata ASI mami yang awalnya pas pompa itu selalu encer dan berwarna putih, lemaknya sedikit banget, jadi warnanya kuning kental dan lemaknya banget, rasanya juga manis kayak puding. Inilah yang membuat berat badan si Kembar naik segitu banyaknya moms.

Cara kita tahu lemak dalam ASI kita banyak atau nggak gampang ya moms, yaitu ketika selesai pompa kita masukkan ASI kita ke dalam chiller, kita diamkan. Lalu ketika kita mau ambil ASI kita, kita bisa lihat ada yang mengambang di bagian atas ASI itu adalah lemak ASI.

ASI booster Mom Uung ini terbuat dari bahan organik, ekstra daun kelor, ikan gabus dan vitamin yang dibutuhkan ibu menyusui. Ini bisa membuat berat badan si Kembar naik sehingga perkembangan tubuhnya juga bagus moms.

Kenapa harus konsumsi ASI booster?

Namanya kita seorang ibu, apalagi mami punya 4 anak cuma tinggal sama suami, sudah ngurusin baby ribet banget mana ada kita kepikiran untuk ngurus makanan kita, suka lupa makan juga bahkan mami. Otomatis itu yang membuat kualitas ASI mami nggak bagus. Maka dari itu penting untuk minum ASI booster. Kita cari ASI booster yang bagus, organik dan aman itu penting banget.

Dengan kita memiliki produksi ASI berlimpah dan berkualitas, kaya akan lemak, protein, makro nutrien dan mikro nutrien, kita dapat memenuhi kebutuhan baby kita, baby kita kenyang, tumbuh sehat dan normal.

Nah itu dia rahasia sukses mami menaikkan berat badan si Kembar. Untuk yang juga sedang berjuang untuk menaikkan berat badan si Kecil boleh dicoba tips dari mami.