Ibu Menyusui

Amankah Makan Plum atau Minum Jus Plum Saat Menyusui?

Plum adalah salah satu buah yang lezat dan kaya manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, bagaimana jika buah ini dikonsumsi oleh ibu menyusui? Boleh atau tidak?

Melansir dari situs Mom Junction, vitamin, mineral, serat, dan nutrisi lain yang ada di dalam plum nyatanya mampu mencegah risiko perkembangan masalah kesehatan saat menyusui. Serta, membantu Moms mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Oleh karena itu, buah plum bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui. Tak hanya dikonsumsi secara langsung, Moms bisa mengolahnya menjadi secangkir jus yang segar.

Minum jus plum yang segar saat menyusui membantu mencegah dan mengobati gangguan seperti sembelit.

Akan tetapi, sebagai catatan, kelebihan konsumsi buah plum atau minum jus buah plum bisa saja menimbulkan risiko kesehatan bagi si kecil yang sedang menyusu kepada Moms.

Maka dari itu, akan lebih baik jika Moms konsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait konsumsi buah plum saat menyusui.

Ibu Menyusui

5 Bentuk Puting, Busui Sudah Tahu Belum?

Ternyata Moms, setiap perempuan itu memiliki bentuk puting payudara yang berbeda. Mengutip dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), berikut ini beragam bentuk puting payudara yang patut Moms ketahui.

1. Puting Normal

Ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, pun tidak terbenam dalam areola. Jenis puting ini bisa mengeras jika diberi stimulasi.

2. Puting Terlalu Kecil (Under Sized Nipple)

Bentuk puting yang terlalu kecil ini memiliki ukuran sekitar 4-5 cm, termasuk daerah areola.

3. Puting Terlalu Besar (Oversized Nipple)

Jenis puting ini ukurannya lebih besar dan gembung. Serta memiliki daerah sektiar areola yang lebih besar.

4. Puting Datar (Flat Nipple)

Bentuk puting datar membuat sebagian daerah puting masuk ke dalam. Namun, dalam beberapa kondisi akan menonjol ketika diberi stimulasi.

5. Puting Terbenam (Inverted Nipple)

Bentuk puting ini masuk ke dalam, tidak menonjol ke luar. Bentuk puting ini pun terbagi menjadi dua jenis, yakni larva depressed nipple dan true depressed nipple.

Itulah Moms bentuk-bentuk puting yang dimiliki perempuan. Sekarang Moms sudah tahu, kan, bedanya?

Ibu Menyusui

Ibu Menyusui Pakai Bra Kawat, Boleh Tidak, ya?

Menjaga kesehatan selama menyusui merupakan hal penting bagi seluruh ibu, khususnya yang berkaitan dengan produksi ASI. Tidak hanya dari ‘dalam’, ternyata perawatan dari luar pun dipercaya dapat pengaruhi kuantitas produksi ASI. Misalnya, pemilihan bra.

Selama ini kita tahu, ya, Moms kalau ada beragam jenis bra yang bisa dipakai. Termasuk bra kawat atau underwire bra yang selama ini menjadi salah satu jenis bra paling banyak dipakai perempuan.

Akan tetapi, ada anggapan negatif yang muncul tentang pengguaan bra kawat, khususnya untuk ibu menyusui. Disebut jika bra kawat tidak boleh dipakai ibu menyusui karena dapat menghambat aliran ASI. Bahkan dipercaya juga bisa memicu mastitis.

Lantas, apakah ini benar atau sekadar mitos, ya, Moms?

Melansir dari Babycenter, Carmit Archibald, M.D., mengatakan jika ibu menyusui atau busui aman-aman saja kalau ingin memakai bra kawatSebab, dari sudut pandang medis, tidak akan ada masalah jika ibu menyusui mengenakan bra kawat.

“Kekhawatiran tentang penggunaan bra kawat saat menyusui berasal dari gagasan bahwa kawat dapat menghambat aliran darah dan menghambat produksi susu atau menyebabkan saluran tersumbat atau bahkan mastitis,” kata Carmit yang merupakan asisten profesor klinis Mount Sinai School of Medicine.

Carmit melanjutkan, faktanya tidak ada bukti bahwa bra kawat ini bisa menyebabkan masalah menyusui. “Itulah sebabnya konsultan kepada ahli laktasi, bidan, dan bahkan sesama ibu menyusui dapat meneruskan nasihat ini,” imbuh Carmit.

Jadi sudah jelas, ya, Moms, jika ibu menyusui boleh saja memakai bra kawat karena tidak memengaruhi produksi ASI.

Ibu Menyusui

5 Manfaat Susu Almond untuk Ibu Menyusui

Bagi Moms yang punya alergi laktosa ataupun kelompok vegan, bisa banget, nih, mengganti susu sapi menjadi susu almond untuk memenuhi asupan nutrisi harian.

Apalagi sudah jadi rahasia umum kalau susu almond adalah salah satu ASI booster yang sering dikonsumsi oleh para busui. Sebab, banyak banget manfaat yang ditawarkan susu almond kepada ibu menyusui.

Manfaat Rutin Minum Susu Almon Saat Menyusui

Mengutip dari laman Momjunction, inilah beragam manfaat kesehatan minum susu almond bagi ibu menyusui yang wajib Moms ketahui.

1. Meningkatkan Produksi ASI

Sejumlah besar asam lemak omega-3 dalam almond dapat merangsang hormon dan meningkatkan kuantitas serta kualitas ASI. Jika ASI Moms tidak lancar, minum susu almond secara teratur dipercaya dapat memperbaiki kondisi ini.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Minum susu almond secara teratur dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh Moms dan mencegah penyakit serta infeksi yang mengerikan. Pun dapat meningkatkan kecepatan pemulihan pascamelahirkan dan menjaga kesehatan si kecil.

3. Melindungi Kesehatan Tulang

Kandungan kalsium dan fosfor dari susu almond membantu memastikan perkembangan tulang yang lebih kuat dan sehat. Termasuk untuk si kecil yang sedang menyusu pada Moms.

4. Meningkatkan Kesehatan Mata Dan Kulit

Susu almond kaya akan vitamin A yang membantu melawan stres oksidatif, menghilangkan radikal bebas, mencegah penuaan, dan melindungi dari degenerasi makula.

Susu almond pun mengandung vitamin E yang dapat membuat kulit Moms bercahaya dan lebih sehat.

Yuk, Moms, mulai sekarang lebih rajin minum susu almond, terutama di masa-masa menyusui buah hati tercinta.

Ibu Menyusui · Pregnancy

Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil Lagi?

Pernah nggak sih kalian lihat di sekeliling kalian, baru juga lahiran dan menyusui anaknya 2-3 bulan sudah hamil lagi? Ini kejadian yang nggak jarang banget terjadi, bahkan teman dan saudara mami mengalami hal tersebut, babynya baru berusia 3-4 bulan sudah hamil lagi.

Banyak sekali ibu-ibu yang berpikir kalau kita sedang menyusui nggak mungkin yang namanya hamil lagi, karena pasalnya menyusui adalah salah satu KB alami yang efektivitasnya antara 98-99.5% dalam mencegah kehamilan karena kita memberikan ASI eksklusif atau biasa yang disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method). Tapi ternyata moms, kita bisa hamil lagi saat menyusui walaupun persentasenya kecil loh.

Ibu menyusui bisa hamil lagi kalau memiliki ciri-ciri :

  1. Ibu yang tidak kunjung mendapatkan haid selama berbulan-bulan setelah persalinan
  2. Bayi berusia di atas 6 bulan
  3. Bayi menyusui secara langsung siang dan malam
  4. Biasanya bisa kelihatan kalau frekuensi menyusu si bayi sudah menurun, nah pada saat itu ibu akan masuk pada masa subur.

Jadi dalam penelitian ada persentasenya ibu menyusui itu bisa hamil lagi, yaitu :

  • Ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 3 bulan 0% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia 3-6 bulan 2% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia di atas 6 bulan 6% hamilnya

Nah dari tadi kan kita membicarakan ibu menyusui secara langsung, bagaimana kalau ibu menyusui yang memompa ASI dan memberikan ASI nya lewat botol dot? Menurut penelitian ibu yang memerah ASI persentase hamil lagi meningkat sampai 5.2%.

Ciri-ciri ibu menyusui hamil lagi

1. Berat badan turun drastis

Saat kita menyusui dan hamil lagi biasanya berat badan kita akan turun drastis, karena biasanya pada saat hamil kita akan mengalami morning sickness sehingga dengan kondisi seperti ini, ibu menyusui dan hamil lagi akan kekurangan nutrisi. Padahal sebenarnya pada saat kita menyusui kita sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena pada saat kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup produksi ASI akan melimpah dan berkualitas. Bila asupan nutrisinya nggak cukup otomatis ASI akan encer dan tidak berkualitas.

2. Kontraksi

Pada saat kita menyusui lalu tiba-tiba kita merasakan perut kontraksi, hati-hati bisa jadi kalian hamil. Ketika kita menyusui ada hormon oksitosin yang diperlukan saat menyusui dan hormon ini bisa membuat kontraksi kalau sampai kita hamil lagi.

3. Terlalu lelah

Menyusui aja sudah cukup lelah ya moms, apalagi kalau ditambah kita hamil lagi pasti akan sangat lelah. Ini biasanya akan dirasakan oleh ibu menyusui yang hamil lagi mulai usia kandungan 3 bulanan.

4. Produksi ASI berkurang drastis

Ini adalah yang paling kelihatan ya moms, biasanya kita mompa bisa dapat 200cc tiba-tiba langsung drop jadi 100cc, ini merupakan ciri-ciri utama kita hamil lagi moms. Kita bisa lihat kalau kita nggak mompa dan menyusui langsung, baby kita akan terus merasa lapar walaupun sudah kita susui terus menerus.

5. Selalu haus

Ibu yang menyusui dan hamil lagi sepanjang hari akan haus terus karena ketika kita menyusui aja membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI, kalau misalnya asupan nutrisi kita untuk menyusui aja terus menerus harus kita tambah dan lagi sedang hamil yang biasanya kalau hamil kepanasan, gerah maka itu akan membuat kita sepanjang hari merasa haus.

6. Payudara timbul benjolan

Kehamilan pada ibu menyusui akan memicu timbulnya benjolan di payudara. Biasanya benjolan di payudara kita akan muncul di bagian saluran susu yang membuat saluran ASI kita tersumbat yang biasa disebut galaktokel dan biasanya benjolan ini juga disebut dengan kista karena ini memiliki cairan dan jaringan yang berserat yang disebut fibroadenoma.

7. Anemia

Ibu menyusui hamil lagi akan membuat sel darah merah berkurang secara drastis dan inilah yang akan membuat ibu menyusui hamil lagi akan mengalami anemia.

Aman nggak sih sebenarnya ibu menyusui hamil lagi?

Ini balik lagi ke kondisi masing-masing ibu, karena ada beberapa ibu yang menyusui dan hamil lagi dikit-dikit kontraksi, merasa mual, muntah, nyeri payudara, nggak nyaman sama kondisinya dan lain sebagainya. Tapi ada juga ibu menyusui yang hamil lagi tidak merasakan apa-apa karena jumlah oksitosin yang dilepas nggak terlalu banyak.

Biasanya dokter akan melarang ibu untuk menyusui lagi apabila :

  • Resiko menjalani persalinan prematur
  • Pernah keguguran
  • Hamil kembar
  • Pernah melahirkan bayi prematur

Misalnya kalian mengalami kondisi seperti itu dan ingin tahu lebh lanjut lagi bahkan sudah mendeteksi hamil lagi ketika menyusui, segera ke dokter atau rumah sakit terdekat dan konsultasikan agar bayi dan ibu selamat.

Covid 19 · Ibu Menyusui

Sempat Terkena Covid19 dan Menyusui Kembar Apakah Aman? Tips Menyusui Saat Positif Covid19

Hai moms kembali lagi sama mami di sesi #CurcolYukMoms. Kemaren ini mami sempat terinfeksi Covid19 sekeluarga, yaitu mami, daddy, cece dan uwi. Jadi yang pertama kali terinfeksi adalah suami mami, dia tiba-tiba panas dingin mami kira cuma demam biasa, jadi mami merawat suami selama 1 hari tanpa masker. Karena kita mikir nggak mungkin banget suami kena Covid19, secara kita sekeluarga selama 2 bulan full #dirumahaja nggak kemana-mana. 4 hari setelah suami positif, mami juga terinfeksi Covid19.

Pertama-tama, yang mami rasakan 1 hari setelah terinfeksi mami masih seperti biasa aja, aktivitas masih normal. Di hari kedua suara mulai serak, tapi mami pikir seharusnya itu bukan masalah karena selama ini mami selalu stimulasi si Kembar dengan nyanyi selama 1 jam untuk masing-masing anak, non stop setiap hari. Belum lagi harus ngonten.

Di hari ketiga ketika sore hari, mami mulai batuk kering. Pas anak sedang berenang, tiba-tiba 1 badan kayak pegal semua apalagi tangan dan kaki, lemas. Setelah mompa ASI rasanya mami ingin tiduran lagi aja. Habis itu mami coba untuk olahraga dan tes antigen. Sebenarnya tes antigen ini sejak hari pertama suami positif sampai hari ke-3 pada malam harinya, masih negatif. Nah tapi pada saat malam hari di hari ketiga itu sekitar jam 9, panas mami itu sampai 38º. Tapi tetap, mami masih berpikir bahwa itu cuma sakit biasa karena kecapekan ditambah kan suami sakit, sempat kepikiran juga kan.

Di hari kelima mami tes antigen lagi dan hasilnya positif. Mami langsung mengurung diri di kamar lantai 4 dan PCR dan hasilnya positif 20.38 CT nya. Yang mami rasakan di hari pertama positif Covid19, batuknya mulai berdahak, panasnya 38º-39º terus nggak turun-turun sampai malam. Hari kedua tenggorokan mami sakit banget, nggak bisa nelan, panasnya 39º-40º, ditambah diare. Tapi diarenya di malam hari udah mulai hilang, cuma batuknya terus menerus.

Di hari ketiga positif Covid19 dahak mami keluar darah, sulit menelannya sudah lebih mendingan ya moms, diare sudah nggak, badan juga lebih fit dari kemaren. Di hari keempat mami positif Covid19 yang mami rasakan kepala sakit banget, tidurnya enak, di pagi harinya sudah segar, batuknya sudah mendingan, menelannya sudah enak banget.

Kemudian 3 hari setelahnya Louisse dan Loewy terinfeksi Covid19. Jadi di hari kelima mami positif Covid19, Louisse dan Loewy positif Covid19 juga. Setelah dites hasil CT Louisse 14, yang dirasakan Louisse adalah badannya panas, pusing, muntah, batuk dan bersin-bersin. Kalau Loewy positif dengan CT 37, dan tinggal 2 poin sekian sudah sembuh, nggak ada demam dan lain-lain. Di hari kelima ini mami sudah lebih segar lagi batuk sudah hampir nggak ada.

Sempat mami kepikiran, menyusui baby kita saat kita sendiri sedang positif Covid19 itu aman nggak? Di 2 hari awal positif itu langsung drop dan mami nggak menyusui sama sekali, alhasil ASI mami seret banget padahal stok ASI untuk si Kembar udah menipis. Akhirnya mami konsultasi dengan salah satu doker di Singapura, mami disarankan untuk tetap memberikan ASI tapi ada aturannya nggak boleh sembarangan.

Aturan memberikan ASI saat positif Covid19

  1. Sering mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, dan selalu bawa alkohol ketika keluar kamar isolasi
  2. Mandi yang bersih agar badan steril dari virus/bakteri
  3. Gunakan baju bersih setelah mandi, jangan gunakan baju yang telah dipakai tidur
  4. Gunakan masker 2 lapis
  5. Jangan terlalu lama bersama baby
  6. Jangan mencium baby
  7. Setelah menggunakan ruangan menyusui semprot dengan alkohol agar steril kembali
  8. Kalau untuk memompa susu, juga sama aja ya moms. Sebelum peralatan memompa digunakan semprot peralatan tersebut dengan alkohol agar steril

Nah itu dia aturan dalam memberikan ASI ketika kita sedang positif Covid19 moms. Jadi nggak ada salahnya kita tetap memberikan ASI pada baby karena ASI adalah perlindungan utama untuk bayi kita agar imunnya lebih kuat dan lebih kebal, dan itu sudah terbukti pada mami, setelah 3 minggu mami terinfeksi Covid19 mami tetap menyusui si Kembar dan alhasil mereka sama sekali tidak terinfeksi Covid19 dan sehat. Tapi kalau sampai gejala yang kita alami sangat parah, lebih baik stop dulu ya moms, kalau gejalanya sudah ringan baru kita mulai menyusui baby kita lagi.

Fakta-Fakta · Ibu Menyusui

Apakah Ibu Menyusui Boleh Minum Air Es?

Halo para ibu menyusui, mungkin kalian sering banget dengar pertanyaan ibu menyusui boleh nggak sih minum air dingin? Bahkan mama mami sendiri mengatakan kalau lagi menyusui baby jangan minum air dingin atau air es nanti yang ada bisa bikin ASI jadi dingin dan baby minum ASI dingin, itu akan menyebabkan baby kita gampang terkena flu dan pilek. So buat ibu menyusui kalau nggak mau babynya flu atau pilek jangan pernah minum air dingin ini mitos atau fakta sih moms? Jawabannya adalah mitos

Jadi moms menurut laman thehealthsite bahwa sampai hari ini tidak ada penelitian yang mengatakan ibu menyusui tidak boleh minum air dingin atau air es karena bisa menyebabkan flu atau pilek pada baby. Soalnya flu atau pilek itu hanya bisa ditularkan melalui infeksi virus. Flu dan pilek nggak bisa ditularkan melalui ASI.

Untuk busui yang sedang flu atau pilek masih tetap bisa menyusui baby karena pada saat kita flu dan pilek kita memberikan ASI ke baby kita, baby nggak akan tertular. Flu dan pilek bisa ditularkan melalui cairan tubuh. Misalnya kita bersin dan batuk di depan anak saat kita menyusui otomatis cairan itu kena ke baby maka bisa menularkan flu dan pilek ke baby.

Walaupun kita sedang flu atau pilek ASI yang keluar itu akan tetap hangat, ASI memiliki anti body yang sangat bagus untuk melindungi baby dari infeksi atau virus dan tentunya ketika kita flu dan pilek komposisi ASI nggak akan berubah sama sekali.

Mau kita minum air dingin, hangat, panas semuanya itu nggak akan mempengaruhi ASI dan tidak akan mengubah komposisi ASI. Kita boleh makan dan minum apapun, tidak ada larangan untuk ibu menyusui. Tapi ingat ya moms sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi alangkah baiknya kita makan dan minum sewajarnya saja dan tetap harus jaga kesehatan.

Ibu Menyusui

Cara Menghangatkan ASI Perah Agar Kualitas Tetap Terjaga

Menyusui adalah masa yang menyenangkan untuk para ibu di dunia termasuk mami sendiri yang sekarang lagi bertempur untuk mendapatkan ASI yang cukup untuk baby kembar mami. Menyusui, memerah ASI, menyimpan ASI dan menghangatkan ASI adalah rutinitas yang nggak bakal terpisahkan. Nah pada hari ini mami akan sharing bagaimana cara untuk menghangatkan ASI yang benar agar ASI tidak rusak.

Sering sekali ibu di luar sana bahkan mami sendiri salah dalam menghangatkan ASI. Ketika anak pertama, mami pernah hangatkan ASI beku dari freezer pakai air shower panas di kamar mandi langsung biar cepat cair dan taruh di botol susu, dan cara ini salah banget. Bahkan mami juga pernah ASI yang dari freezer mami hangatkan dengan cara taruh di panci, masak dengan air mendidih dan itu juga cara yang salah.

Kalau kita salah dalam menghangatkan ASI yang ada kasihan babynya minum ASI nggak ada manfaatnya, minum ASI yang rusak. Nah maka dari itu mami akan berbagi tips menghangatkan ASI dengan benar berikut ini.

1. Pencairan

Pencairan ini dibagi menjadi 2 metode yaitu pencairan di dalam kulkas dan pencairan di bawah air yang mengalir. Untuk cara pencairan di dalam kulkas caranya mami ambil ASIP yang di freezer lalu taruh di bagian pintu kulkas karena suhunya lebih hangat, diamkan selama 8 jam. Jika tidak segera digunakan, ambil ASI yang ada di pintu kulkas dan taruh ASI ke bagian dalam kulkas karena suhunya lebih dingin sehingga bisa menjaga ASI agar tidak cepat rusak.

Cara di atas itu cukup memakan waktu ya moms, nah sering kali kita lagi buru-buru mau pakai ASI nggak mungkin pakai cara pertama tadi dong? Nah cara kedua ini adalah kita mencairkan ASI beku di bawah air yang mengalir. Air yang mengalir itu suhunya harus lebih dingin dibanding suhu ruangan ya. Aliri ASI sekitar 5-10 menit. Oh iya moms jangan menghangatkan ASI ketika masih ada gumpalan beku, pastikan ASI nya sudah mencair.

Yang perlu diingat, setelah ASI sudah dicairkan kita hanya memiliki waktu maksimal 5 hari sampai ASI harus digunakan. Jangan digunakan lebih dari 5 hari. Lalu biasanya akan ada gumpalan di bagian atas ASI, cara mengatasinya kita tuang ke botol kemudian kita kocok, kalau sudah menyatu itu ASI masih bagus digunakan. Tapi kalau gumpalan tersebut saat dikocok tidak menyatu, sudah berbau bahkan bayi menolak berarti ASI sudah rusak dan tidak bisa dipakai.

2. Menghangatkan

Menghangatkan ini juga ada 2 metode yaitu metode konvensional dan metode warmer bottle. Cara konvensional adalah dengan kita merebus air tapi jangan sampai mendidih. Kemudian pindahkan air panas ke mangkok dan taruh botol susu yang sudah kita isi ASI yang sudah cair. Diamkan kurang lebih 2-3 menit sampai suhu air susu sudah hangat dan siap diberikan ke baby. Kalian juga bisa menggunakan air dari dispenser moms untuk menghangatkan.

Nah itu dia cara untuk menghangatkan ASI beku. Gampang kan caranya moms?

Nah selain cara menghangatkan ASI yang beku dengan benar, mami juga mau berbagi tips penting, yaitu :

  1. Pastikan suhu ASI dalam botol pas dengan cara tuangkan ASI ke tangan kita
  2. Jangan gunakan microwave untuk menghangatkan ASI karena hanya akan memunculkan titik-titik panas di permukaan susu dan bisa membakar mulut baby. Selain itu menghangatkan ASI dengan microwave bisa mematikan sel imun dalam ASI yang bisa melawan penyakit di dalam tubuh
  3. Jangan panaskan ASI dengan air mendidih
  4. ASI yang kita simpan di freezer dan tidak menyatu dengan makanan lain bisa bertahan 6-12 bulan, tapi kalau kita menggunakan kulkas biasa yang menyatu dengan makanan lain seperti daging, es krim itu hanya akan bertahan selama 3 bulan
  5. Tanda ASI basi dengan cara kita lihat kalau sampai ada gumpalan ASI yang di bagian atas lalu kita kocok dan tidak menyatu itu artinya ASI sudah basi, atau kita bisa cium dari baunya. Bisa juga ketika kita kasih ASI nya ke baby dan baby menolak itu artinya ASI sudah basi
  6. ASI yang dari beku lalu dicairkan di kulkas biasa tidak boleh dibekukan kembali karena hanya akan membuat kualitas ASI jadi buruk

Nah itu dia cara menghangatkan ASI yang benar dan beberapa tips penting mengenai cara menghangatkan ASI, jangan sampai salah ya moms.

Ibu Menyusui

Tips Memilih Pakaian Dalam yang Baik Setelah Lahiran

Setelah persalinan kita nggak bisa langsung pakai pakaian dalam yang kita gunakan pada saat sebelum hamil loh moms. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih pakaian dalam untuk ibu-ibu pasca persalinan yang tepat dan baik agar dapat mensupport ASI kita dan tentunya tidak akan mengakibatkan iritasi, infeksi bahkan keloid di bagian luka operasi sesar kita.

Tips memilih pakaian dalam pasca melahirkan

1. High waisted

Setelah operasi sesar, biasanya luka operasi sesar akan sangat sensitif. Bukan hanya sensitif, tapi disentuh aja rasanya nyeri. Setelah kita operasi sesar ada luka di perut kita, kemudian kita pakai celana dalam yang super ketat sebelum kita hamil maka otomatis akan menekan bagian luka operasi sesar, rasanya itu nggak enak dan sakit. Kalau kita biarkan maka lama kelamaan akan terjadi iritasi, infeksi, bernanah bahkan keloid. Jadi moms, setelah operasi sesar agar lukanya tidak terinfeksi kita dianjurkan untuk menggunakan celana dalam yang tinggi sampai di bagian bawah dada. Itu akan lebih nyaman, tidak akan menekan dan menyentuh luka operasi sesar kita.

2. Carilah celana dalam yang longgar anti sesak

Setelah mami operasi sesar, mami coba pakai celana dalam yang cukup ketat, rasanya sesak banget moms. Saking ketatnya mami nggak nyaman banget. Jadi perutnya itu kan masih bengkak, luka masih baru banget dan itu nggak nyaman banget. Setelah operasi sesar kalian harus cari celana dalam yang longgar, elastis dan anti sesak. Sehingga walaupun kita pakai seharian nggak akan terlalu berasa sesak.

3. Carilah pakaian dalam yang bahannya enak, dan awet

Pakaian dalam yang direkomendasikan adalah yang berbahan katun, itu akan lebih nyaman, nggak bikin gerah karena ada sirkulasi udaranya. Selain itu cari yang bahannya lembut dan bisa awet moms, biar kita nggak boros beli pakaian dalam terus.

4. Carilah pakaian dalam yang bahannya elastis

Elastis di sini maksudnya bisa mengikuti bentuk perut dan payudara kita. Cari yang nggak terlalu menekan karena setelah persalinan akan ada hormon prolaktin yang membuat payudara kita bengkak. Jadi carilah bra yang bisa mengikuti payudara dan nggak menekan sehingga produksi ASI akan lancar dan tidak terhambat. Bagian celana dalam penting banget, harus elastis karena bentuk rahim kita setelah operasi masih bengkak.

5. Carilah bra menyusui

Cari bra menyusui itu penting, carilah bra menyusui yang ada breast pad nya, sirkulasi udara, yang bisa mengikuti payudara, yang bisa dibuka tutup sehingga mudah banget untuk menyusui.

Mami sendiri menggunakan 1 set pakaian dalam dari Mooimom. Mami cukup merekomendasi untuk celana dalam dari Mooimom. Mami sudah menggunakan ini dari mami hamil tapi nggak berubah bentuk, masih awet, elastis, bahannya 95% katun, ada sirkulasi udaranya sehingga mami nggak sesak dan gerah. Ini juga high waisted dan longgar.

Selain itu, pada saat masa nifas darah yang keluar banyak, walaupun kita pakai pembalut sering banget bocor ke celana dalam kan moms. Tapi tenang aja kalau kita pakai celana dalam dari Mooimo gampang banget dibersihin.

Kalau bra Mooimom juga enak bahannya 95% katun, anti gerah, ada sirkulasi udara, tanpa jahitan, nggak ada kawat sama sekali dan mudah banget dibuka tutup. Bagian breast padnya juga bisa diambil nih moms kalau nggak mau dipakai. Dan yang paling penting mami sudah pakai dari hamil sampai menyusui, nyaman, elastis dan nggak rusak walaupun sudah dicuci berkali-kali.

Untuk menghemat uang, kalian bisa pakai pakaian dalam dari Mooimom. Kalian bisa pakai pakaian dalam dari melahirkan sampai menyusui masih bagus, tahan lama dan awet.

Itu dia 5 tips mencari pakaian dalam yang cocok pasca persalinan. Semoga bermanfaat.

Ibu Menyusui

6 Posisi Menyusui yang Benar dan Nyaman Bagi Ibu Juga Bayi

Menyusui adalah momen yang akan kita lakukan setelah melahirkan. Menyusui juga merupakan tanda cinta dari orangtua ke anak. Tapi sering kali menyusui itu tidak semudah yang dipikirkan, ketika menyusui terkadang kita menemui banyak kesulitan salah satunya masalah perlekatan.

Dengan kita memiliki posisi menyusui yang benar, otomatis produksi ASI kita akan melimpah, lancar, baby kita perlekatannya juga bagus, akan menghindari kita dari masalah seperti nyeri pinggang atau sakit punggung. Berikut mami akan berikan beberapa posisi menyusui yang nyaman untuk ibu dan anak.

6 posisi menyusui yang benar untuk ibu dan anak :

1. Laid Back Breastfeeding

Laid back breastfeeding atau posisi bersandar ini adalah posisi menyusui yang paling umum ya moms. Caranya :

  • Biasanya kita akan menyandarkan bantal ke tembok di belakang kita atau kursi
  • Angkat baby kita, pastikan perut dia ada di bawah dada kita
  • Pastikan kepala baby sejajar dengan dada kita
  • Ingat leher jangan tertekuk dan hidung bayi jangan tertekan

2. Cradle Hold

Kita akan menggunakan salah satu tangan untuk menopang badan baby kita sehingga proses menyusui menjadi nyaman. Kalau kita menopang baby dengan tangan kanan maka kita akan menyusui baby di payudara bagian kanan begitupun sebaliknya. Caranya :

  • Coba gunakan bantal menyusui atau alas yang empuk lainnya untuk lebih meringankan beban di tangan moms saat menopang bayi
  • Miringkan baby kita menghadap ke kita, perut baby ada di bawah dada kita, kepala bayi sejajar di dada kita
  • Pastikan hidung bayi tidak tertekan

3. Cross Cradle Hold

Posisi menyusui ini hampir sama dengan Cradle Hold cuma bedanya Cross Cradle Hold ini ketika kita menyusui baby kita menggunakan payudara kiri maka tangan yang akan menopang adalah sebelah kanan. Kalau kita menyusui baby menggunakan payudara sebelah kiri maka tangan yang akan menopang adalah tangan sebelah kiri. Posisi ini bisa membantu kita untuk melihat dan mengontrol perlekatan baby apakah sudah benar atau belum. Caranya :

  • Angkat baby, punggung dan leher sejajar
  • Lalu ketika ingin menyusui menggunakan payudara sebelah kiri, gunakan tangan kanan masuk selangkangan baby untuk mengangkat punggung baby lebih tinggi.
  • Biarkan tubuh baby tertopang di lengan kanan kita yang tertekuk
  • Mulai menyusui

4. Side-Lying

Posisi berbaring. Posisi ini adalah posisi yang paling favorit, mami sendiri suka sekali dengan posisi ini. Jadi biasanya direkomen untuk kita yang terlalu lelah atau setelah melakukan operasi sesar. Caranya :

  • Kita berbaring miring menghadap ke posisi yang kita inginkan
  • Lalu tidurkan baby kita dan miringkan tubuh baby menghadap ke kita
  • Dorong sedikit punggungnya ke arah kita agar dia menyusu dengan baik

5. Sitting Baby

Posisi bayi duduk. Sama dengan namanya, jadi posisi ini adalah ketika kita menyusui dengan baby dalam keadaan duduk. Tapi pastikan baby kita sudah mahir duduk sendiri kalau nggak kita bisa gunakan tangan kita sebagai sandaran baby. Caranya :

  • Kalau kita mau menyusui di payudara kiri, hadapkan baby ke sebelah kiri juga
  • Lalu dudukkan baby
  • Pastikan leher dan punggung sejajar

6. Football Hold atau Clutch Hold

Posisi menyusui ini adalah kita akan mengapit tubuh baby kita di salah satu lengan kita. Sama seperti ketika pemain bola menggenggam bola di antara tubuh dan lengannya. Posisi ini pas banget untuk ibu yang memiliki riwayat operasi sesar biar nggak membebani perut kita atau untuk baby kembar caranya :

  • Posisikan tubuh baby berada di antara tubuh dan tangan kita
  • Gunakan 1 tangan untuk menopang tubuh baby kita
  • Mulai menyusui

Itu dia 6 posisi menyusui yang nyaman dan direkomendasikan. Posisi menyusui mana nih yang jadi favorit moms?