Ibu Menyusui

Stimulasi ASI Deras Berlimpah Anti Gagal : Mampu Menghasilkan 2 Liter Sehari

Tahu nggak sih tugas mulia seorang ibu setelah melahirkan adalah menyusui? Tahu ya pastinya moms. Tugas mulia seorang ibu adalah menyusui buah hati dari usianya 6 bulan sampai 1 tahun untuk ASI eksklusif. Tapi moms, enggak jarang kita temui para mami setelah melahirkan takut ASI nggak bisa keluar, ASI sedikit dan nggak cukup. Fenomena ini nggak cuma new mommy yang merasakan, mami sendiri yang sudah punya 2 anak, ketika melahirkan si kembar juga berpikir ASI mami cukup nggak untuk mereka.

Sebenarnya pemikiran seperti ini nggak perlu, karena pada kenyataannya semua ibu di dunia pasti bisa mencukupi ASI eksklusif kepada buah hati selama usianya 6 bulan sampai 1 tahun bahkan ada yang 2 tahun.

Mami sendiri kan sudah punya 4 anak, saat Louisse Scarlett anak pertama mami bisa memberikan ASI eksklusif selama 1 tahun bahkan ASI yang mami berikan ke Louisse sampai berlimpah, di freezer sampai penuh bahkan sampai disumbangkan juga. Dan anak kedua yaitu Loewy Axell, mami bisa memberikan ASI eksklusif selama 8 bulan, pada saat itu Loewy minum ASInya banyak sekali. Dan sekarang di kelahiran ketiga untuk baby kembar, memang di awal mami hanya bisa menghasilkan 20-40 ml. Tapi setelah 1 bulan melahirkan, mami mampu menyediakan ASI hampir 2 liter per harinya atau tepatnya 1.920 ml ASI per harinya. Jujur sampai hari ini mami masih bisa simpan ASI beku, tapi namanya baby kembar ya moms apalagi baby boy, anak mami masing-masing per 2 jam sekali minum 10 ml ASI jadi yang disimpan enggak sebanyak ketika menyusui Louisse dulu.

Penasaran nggak moms bagaimana cara mami bisa menghasilkan 2 liter ASI per hari nya? Yuk simak kiat-kiat yang mami lakukan agar ASI mami lancar!

Rahasia ASI bisa sampai 2 liter per hari setelah 1 bulan lahiran

  1. Frekuensi Menyusui
    Ini adalah poin paling penting untuk mendapatkan ASI melimpah. Setelah kita melahirkan, kita akan diminta oleh suster untuk menyusui buah hati kita, padahal saat itu kita belum ada ASI moms, betul kan moms? Tapi suster terus menerus meminta kita untuk menempelkan puting payudara ke baby kita agar hormon prolaktin terangsang untuk meningkatkan produksi ASI. Sama halnya ketika kita sudah ada ASI, jangan kalau sudah bisa keluar ASI lalu berhenti menyusui.
    Menyusui harus berulang kita lakukan, komitmen dan konsisten 2 jam sekali menyusui. Ketika kita menyusui terjadi proses Let Down Reflex yaitu proses dapat merangsang otot kontraksi pada payudara sehingga dapat memproduksi ASI lebih banyak lagi. Jadi menyusui ini juga sama dengan hukum permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan otomatis jumlah persediaannya akan mengikuti. Sama seperti baby kita yang terus menerus menyusu lama kelamaan ASI kita akan semakin deras dan mencukupi untuk baby kita.
  2. Rileks pada saat menyusui
    Kita rileks dan happy akan membuat ASI kita berlimpah. Berbeda halnya saat kita depresi dan stres seperti yang pernah mami alami ketika bayinya Loewy. Pada saat itu kan mami sempat kena tipu nah mami depresi, stres itu membuat ASI mami drop parah sampai ASI kurang moms. Berbeda halnya ketika mami kasih ASI saat Louisse dan baby kembar, mami happy, ASI mami meningkat bahkan cadangannya banyak. Bahkan saat ini yang baby kembar dan cowok yang minumnya banyak, mami masih bisa simpan ASI kurang lebih sampai 450 ml – 500 ml per harinya karena mami happy ketika mami menyusui dan memerah ASI. So moms, tips dari mami untuk mendapatkan ASI melimpah dan lancar keep happy. Moms bisa lho sambil nonton drakor agar happy kayak mami ketika menyusui si kembar.
  3. Konsisten memompa ASI
    Biasanya baby newborn kebanyakan tidur terus, pada saat itu manfaatkan untuk memompa ASI agar produksi ASI makin banyak. Pompa ASI 2 jam sekali walaupun ASI yang didapatkan hanya sedikit, jangan menyerah moms.
  4. Perlekatan pada bayi
    Perlekatan pada bayi itu juga sangat berpengaruh untuk stimulasi produksi ASI kita. Perlekatan yang baik adalah ketika puting masuk ke mulut baby, lalu bagian areola puting kita juga masuk ke mulut baby kita, itu perlekatan yang benar dan nggak akan buat puting kita luka dan lecet. Nah perlekatan yang baik dan benar otomatis akan membuat kita nyaman saat menyusui berbeda dengan ketika puting kita luka dan lecet akan membuat kita kesakitan dan trauma akhirnya jarang menyusui dan memompa ASI akhirnya ASI kita drop.
  5. Menyusui di kedua payudara
    Menyusui jangan cuma 1 payudara, harus kedua sisi. Biasanya mami akan menyusui secara bergantian dengan jarak waktu 15 menit. Dengan begitu otomatis kita bisa menstimulasi kedua payudara kita untuk memproduksi ASI secara optimal.
  6. Kebutuhan gizi
    Gizi dari sumber makanan itu penting sekali. Kita harus memenuhi kebutuhan makro nutrien dan mikro nutrien. Makro nutrien itu adalah vitamin dan mineral sedangkan mikro nutrien adalah karbohidrat, lemak dan protein. Kita bisa dapatkan dari sayuran hijau, buah, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan. Jangan lupa penuhi kebutuhan kita setiap hari sehingga bisa membuat ASI kita menjadi banyak.
  7. Makanan penambah ASI
    Tubuh kita membutuhkan energi untuk memproduksi ASI dan kita membutuhkan energi dari makanan. Makanan yang harus kita konsumsi adalah makanan yang bisa menambah ASi seperti oatmeal yang mengandung zat besi, bawang putih, aneka sayuran hijau seperti bayam dan daun katuk itu memiliki senyawa yang bisa menambah ASI kita, lalu biji wijen yang mengandung mineral dan kalsium tentunya bagus untuk pertumbuhan tulang baby kita. Jangan cuma makanan, tapi asupan minuman jangan juga lupa, kita harus mendapatkan asupan minuman minimal 8 gelas sehari.
  8. Pijat payudara
    Memijat payudara ini penting banget untuk membuat ASI kita lancar dan produksi ASI juga optimal. Arah memijat payudara bisa dari luar ke dalam dan kita bisa memijat payudara kita ketika memompa ASI atau pada saat kita menyusui, bisa juga pada saat kita mandi menggunakan sabun agar lebih mudah karena licin dan air hangat.
  9. ASI booster alami
    Ketika kita baru mempunyai baby pasti kita begadang terus, kurang istirahat that’s why kita butuh ASI booster. Di Indonesia kita kaya akan rempah-rempah, jadi ASI booster alami bisa kita dapatkan dari kencur, kunyit, temulawak, lempuyang. Bisa juga dari daun katuk, kacang almond, susu olahan sapi, kacang kedelai, kacang hijau, itu semua bisa memperbanyak dan memperlancar ASI kita moms. Mami sendiri rutin minum ASI booster alami seperti susu kacang almond. Dan nyatanya walaupun mami begadang terus, produksi ASI mami tidak terganggu malah makin banyak jumlahnya semenjak minum ASI booster.

Itu dia cara agar ASI lancar dan berlimpah versi mami anti gagal. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Ibu Menyusui

Solusi Bayi Gigit Saat Menyusui Tanpa Rasa Sakit Bengkak Bahkan Mastitis

Siapa yang anaknya sudah mulai tumbuh gigi tapi masih menyusui? Bukannya sakit ya ketika menyusui si Kecil yang sudah tumbuh gigi karena dia pasti akan menggigit puting kita? Ya. Benar banget moms, mommy itu sudah berkali-kali ya digigit sama baby Loewy pas menyusui, enggak cuma baby Loewy tapi pas menyusui baby Louisse juga sama digigit moms. Faktanya memang itu sakit banget moms ketika digigit apalagi kalau baby kita lagi gemas banget sama puting kita.

Tapi sebenarnya moms banyak banget teman-teman yang merasa kalau misalnya baby sudah tumbuh gigi itu sudah tandanya kita harus mengakhiri sesi menyusui baby alias stop ASI. Apakah itu benar? Tidak. Jadi moms sebenarnya ketika dia tumbuh gigi itu enggak mungkin dia bisa menyusu dan menggigit puting kita secara bersamaan. Karena pada saat dia menyusu apalagi cara menyusunya benar itu pas dia menyusu lidah dia berada di bawah menutupi bagian gusi dan gigi dia jadi aman sebenarnya.

Nah tapi kenapa baby kita itu suka menggigit puting kita? Jadi ada beberapa penyebab nih yang harus kita mengerti sebelum kita langsung menuduh baby kita kalau tumbuh gigi pasti gigit puting kita. Kita harus tahu dulu kenapa baby kita suka gigit puting kita. Ada alasannya loh moms ternyata, yaitu :

1. Baby Kita Terganggu Sama Lingkungan Sekitar

Contohnya mommy, mommy kalau menyusui baby Uwi bisa setengah jam bahkan lebih, bosan dong ya pastinya moms. Kadang mommy sambil main handphone, nonton korea apalagi ketika nonton drama korea suaranya kan kencang ya moms nah baby Uwi itu sering banget ngelirik ke kanan ke kiri kayak terganggu gitu sama suaranya. Nah gara-gara itu sering pas mommy perhatiin ketika mengganggu dia gitu ya, dia langsung gemas dan gigit puting mommy.

2. Baby Menyusu Sambil Tidur

Jadi sering banget kayak baby Uwi kalau menyusu terus ngantuk kan sampai ketiduran tapi sering banget baby kita sudah ketiduran tapi mulutnya masih nempel di puting kita. Dan pas lagi tidur secara enggak sengaja ya moms dia akan gigit puting kita.

3. Baby Sedang Mengalami Infeksi Telinga atau Demam

Biasa kalau baby kita lagi enggak enak badan suka sering banget gigit puting kita jadi hati-hati ya moms kalau si Kecil sedang demam atau sakit ketika mau brestfeeding.

4. Tumbuh Gigi

Ketika tumbuh gigi mungkin dia sakit, tidur enggak tenang, rewel terus. Itu kalau lagi keadaan seperti itu bisa gigit puting berkali-kali moms.

5. Mencari Perhatian

Nah yang tadi mommy bilang ketika mommy nonton drakor dan enggak lihatin dia, padahal dia ketika menyusu sambil lihatin muka mommy dan kita malah asik sendiri nonton drakor, jadi sering banget untuk menarik perhatian mommy dia sering gigit puting mommy.

Nah di atas adalah beberapa faktor utama kenapa baby kita menggigit puting kita. Kali ini mommy mau sharing 5 cara untuk ngajarin baby kita agar dia tidak menggigit puting kita lagi. Caranya itu gampang banget, yaitu :

1. Berikan Teether

Jadi ketika bayi kita tumbuh gigi kan pasti gusi dia gatal ya moms, sakit juga. Pas dia sudah gigit puting kita, kita kasih tahu pelan-pelan ke baby kita bahwa itu enggak boleh dan moms kasih teether. Jadi setiap dia mau gigit-gigit ya teether yang digigit jangan puting kita, kita ajarin pelan-pelan.

2. Berikan Pujian kepada Baby

Kita berikan pujian pada baby kita ketika dia melakukan pelekatan atau menyusu dengan benar.

3. Beri Sesuatu yang Dingin

Jadi pas lagi gusi gatal, apalagi dia sudah mulai MPASI karena biasanya tumbuh gigi itu start di usia 6 bulan, kasih aja sesuatu yang dingin misalnya buah yang dingin atau teether yang sudah dimasukkan ke kulkas sebelumnya.

4. Akhiri Sesi Menyusui

Artinya ketika baby kita lagi gigit puting kita, sakit dong kita jangan lanjut kasih susu ke baby kita tapi kita stop terus kita kasih tahu enggak mau kasih susu lagi karena mommy kesakitan putingnya digigit terus. Biasanya dia akan nangis tuh moms karena kan kita langsung stop menyusui biarkan dia nangis sejenak sambil kita kasih tahu pelan-pelan untuk tidak menggigit puting. Itu kita lakukan terus menerus agar baby kita sudah hafal ketika dia gigit putingnya maka kegiatan menyusunya akan dihentikan.

5. Jangan Teriak di Depan Baby

Susah ya moms memang, namanya kan refleks. Tapi kalau mommy sendiri memang mommy sudah pengalaman pas baby Louisse gigit puting mommy, terus mommy teriak dia malah makin senang dan ketawa. Jadi jangan teriak karena ketika kita teriak pas puting kita digigit itu menurut baby kita, kita sedang happy jadi akan dia lakukan berkali-kali. Jadi jangan teriak walaupun memang sakit ya moms.

Kalau misalnya dia sudah gigit puting kita dan dia enggak mau lepasin gimana?

Itu terjadi sama mommy. Pas baby Uwi lagi gigit dan sambil melotot lihatin muka mommy terus mommy sudah kesakitan tapi dia enggak mau lepas. Yang mommy lakukan adalah ibu jari dan telunjuk mommy, mommy gunakan untuk membuka mulut baby Uwi perlahan-lahan dan masukin jari mommy, sudah deh kebuka mulut baby Uwi jadi lepas.

Kalau misalnya mau cara lain, mommy sempat lihat di Google itu baby kita dekatkan ke badan kita, jadi dia itu akan merasa kesulitan napas. Nah kalau sudah begitu baby kita akan membuka mulutnya. Atau bisa dengan cara ketiga yaitu ditekan hidung dia beberapa detik, jadi dia itu kayak sesak napas habis itu dia pasti akan membuka mulutnya.

Kalau puting aku sudah digigit baby dan luka bagaimana dong moms?

Solusinya adalah kalau mommy pakai cream ini. Jadi ini cream sudah sering banget mommy review karena ini cream ajaib banget. Ini adalah It’s Your Body Lanoline Nipple Balm. Puting mommy pas baby Louisse sampai berdarah, begitupun saat baby Loewy. Terus mommy oleskan cream ini di puting mommy itu enggak sampai 2 jam sudah langsung hilang dan pas baby kita menyusu itu enggak sakit sama sekali.

Kalau misalnya mau pakai cara yang lebih simple biasanya orang jaman dulu itu akan mengeluarkan ASI dari payudara kita lalu kita oleskan saja ASI tersebut ke puting kita nanti lukanya juga akan hilang. Nah itu lebih alami ya moms.

Ingat ya moms baby kita gigit puting kita pasti ada sebabnya, kita hanya perlu mencari solusinya dan kita ajarkan pelan-pelan ke anak kita. Percayalah walaupun kita ngomong dan dia terlihat belum mengerti sebenarnya dia mengerti kok karena dia sudah mengerti bahasa kita semenjak dia sudah ada di dalam kandungan. Semoga bermanfaat.

Ibu Menyusui

Posisi Menyusui Bayi yang Benar bagi Ibu Menyusui

Hari ini mommy mau berbagi berbagai tips cara menyusui versi mommy. Sebelum berbagi tips ini mommy sudah menggunakan baju menyusui dan bra menyusui dari Mooimom. Soalnya baju dan bra menyusuinya bikin mommy lebih leluasa dan lebih nyaman ketika menyusui baby Loewy.

Nah seperti apa saja sih tips menyusui? Berikut tips dari mommy :

1. Laid Back Position

Posisikan tubuh dalam keadaan berbaring, lalu mommy akan keluarkan bantal dari Mooimom dan taruh di belakang badan kita gunanya untuk sandaran kita. Kemudian baby kita dihadapkan ke arah kita sambil duduk seperti baby koala, kemudian mulai breastfeeding deh. Karena mommy pakai baju dari Mooimom jadi mommy enggak perlu buka-buka baju dan bisa mulai langsung sesi menyusuinya. Jangan lupa untuk tempatkan baby kita persis di dada kita jangan sampai hidung baby kita tertekan dan lehernya miring, pastikan dia duduk tegak sejajar dengan dada kita.

2. Cradle Hold Position

Sebelum mulai, seperti biasa bantalnya mommy taruh di belakang kemudian kita pakai bantal kecil lagi sebagai penopang. Jadi posisi ini dimana 1 tangan itu ditekuk untuk menyangga kepala baby kita yang tiduran di tangan, jangan lupa gunakan bantal kecil tadi di tangan sebagai alat bantu menopang kepala baby kita. Nah mulai deh sesi menyusuinya. Usahakan perut baby menempel ke perut kita dan badan dia sejajar, hidung jangan tertekan dan kepala jangan bengkok agar si Kecil nyaman saat menyusu. Biasanya posisi seperti ini kurang cocok untuk baby yang sudah dewasa karena tangan kita akan capek untuk menopang berat kepala baby kita, biasanya posisi ini akan diterapkan pada baby yang ukurannya masih kecil.

3. Cross Cradle Hold Position

Hampir sama dengan posisi yang kedua, bedanya cuma tadi kan tangan kanan kita ditekuk dan posisi baby kita juga harus pas di tangan kita nekuk itu, tapi kalau di Cross Cradle Hold ini tangan kita yang nekuk itu cuma pegang bagian punggung baby sedangkan tangan kita yang satu lagi pegang kepala baby dan posisi menyusui itu enggak sejajar dengan tangan yang tertekuk. Dan usahakan seperti biasa pakai bantal di belakang untuk ibu menyusui agar lebih nyaman dan jangan buat hidung baby tertekan, posisi perut baby nempel ke perut kita dan leher baby kita enggak tertekuk.

4. Posisi Berbaring

Jadi posisi yang paling mommy sukai dan baby Uwi sukai termasuk pas baby Louisse dulu. Soalnya posisi berbaring sambil menyusui ini sering banget buat baby dan mommynya juga tertidur. Posisi berbaring ini ya kita berbaring seperti biasa, jangan lupa taruh bantal di bagian kepala kita lalu baby kita dimiringkan, tangan kita boleh sambil taruh di bawah kepala baby sembari menopang kepala baby tapi kalau sudah kelamaan boleh langsung dilepas saja. Kemudian proses menyusui dimulai, ingat hidung baby kita jangan sampai tertekan nanti enggak bisa napas kemudia perut baby menempel ke perut kita, badan dia sejajar, dan leher tidak tertekuk. Dan posisi ini enak buat baby dan mommynya karena bisa membuat tidur pulas, karena moms menyusui itu memacu hormon dimana kita bisa merasa lebih fresh dan refreshing sama halnya dengan baby kita moms.

5. Sitting Baby

Jadi ini biasa mommy sarankan untuk baby yang sudah berumur di atas 4 bulan apalagi yang sudah belajar duduk. Jadi duduk biasa aja, posisikan baby duduk tegak yang paling penting hidung baby jangan sampai tertekan, perutnya menempel ke perut kita dan leher jangan sampai tertekuk dan ini akan membuat sesi menyusui menjadi menyenangkan untuk baby kita.

Nah moms itu adalah 5 posisi menyusui yang biasa mommy lakukan saat menyusui baby Loewy dan baby Louisse. Boleh dipraktekkan ya moms di rumah. Kalau mommy paling suka posisi menyusui yang Laid Back Breastfeeding dan Posisi Berbaring. Kalau moms lebih suka posisi menyusui yang mana?

Ibu Menyusui

4 Ciri-Ciri ASI Perah Sudah Basi dan Tidak Layak Bagi Bayi

Hai moms ketemu lagi dengan mommy di #CurcolYukMom. Jadi pada kesempatan hari ini mommy mau sharing tentang ciri-ciri ASI yang sudah basi. Karena memang ya moms ya kita sebagai seorang ibu memang tiada taranya, kenapa? Apalagi ketika kita sedang mengASIhi anak kita, setiap tetes ASI yang bisa dikeluarkan dari payudara kita itu berharga banget walaupun cuma 5ml, 10ml, 20ml pasti kita simpan mau seberapa lama bisa disimpan dan masih bisa digunakan pasti kita pakai apalagi ASI itu adalah tanda cinta dari ibu kepada anaknya yang sangat tulus. Tapi jangan sampai tanda cinta kita, ASI yang kita berikan kepada anak kita malah basi yang ada nanti bisa mengganggu saluran pencernaan anak kita, mencret dan belum lagi kalau sampai kena penyakit.

Nah berikut adalah 4 ciri-ciri ASI yang sudah basi menurut pengalaman mommy :

  1. ASI Sudah Diletakkan di Kulkas / Pendingin Lebih dari 3-5 hari

Nah moms kalau buat kalian moms mungkin punya pengalaman pada saat kita sudah taruh ASI kita di freezer, pada saat kita mau pakai nih taunya anak kita lagi enggak mau langsung minum dari yang pendingin maunya direct breastfeeding dari kita dan ujungnya ASI kita taruh di pendingin sudah lebih dari 3-5 hari. Kalau biasanya ASI sudah ditaruh lebih dari 3-5 hari itu biasanya ASInya sudah tidak fresh bahkan memungkinkan ASI itu sudah basi. Ini adalah salah satu ASI yang sudah mommy taruh lebih dari 5 hari. Ini bisa dilihat nih moms ASI yang sudah mommy taruh di pendingin yang sudah mommy keluarin dari freezer lebih dari 5 hari keadaannya seperti ini.

Keadaan ASI : > 5 hari

Yang kita lihat banyak lemak jenuh di atas apakah ini tanda basi? Jadi keadaan ASI yang di pendingin yang ketika lemak jenuhnya di atas yang bagian encernya di bawah belum tentu basi moms. Gimana nih cara membedakannya? Cara membedakannya adalah dengan cara tanda yang kedua di bawah ini.

  1. ASI Basi Tidak Larut ketika Diaduk / Dikocok

Nah kita coba aja nih ini yang baru mommy keluarin dari pendingin, tadinya lemak jenuhnya di atas cuma dikarenakan sudah taruhnya lebih lama ini ASInya sudah balik lagi. Jadi lemak jenuh dan yang encernya sudah bercampur dan tidak ada gumpalan, yang paling penting itu enggak ada gumpalan moms. Biasa gumpalannya itu di dinding botol susu. Ini tanda ASI ini masih layak diminum anak kita. Sedangkan yang sudah mommy simpan selama lebih dari 5 hari tadi yang perlu dilihat di sini kelihatan nih sudah kecampur semua tapi banyak gumpalan walaupun enggak besar di atas, yang dimana gumpalan ini tidak larut dalam ASI sehingga ini dinyatakan ASI ini sudah tidak layak untuk diminum anak kita alias basi.

  1. ASI Bisa Basi Kalau Tidak Ditutup dengan Rapat

Biasanya kalau ASI kita kan pasti kita pakai storage atau pakai botol ya moms disimpannya. Tapi terkadang namanya ibu abis mompa capek ya kan, belum lagi begadang suka lupa ketutup atau enggak nih. Nah kalau misalnya sudah tidak tertutup rapat lalu kita simpan biasanya ASI ini sudah tidak layak digunakan karena bakteri sudah masuk ke dalam.

  1. ASI Bau Kecut

Ini yang masih fresh enggak ada wangi apapun ya moms biasa aja normal sedangkan kalau yang sudah mommy simpan lebih dari 5 hari ini kecut banget dan asem banget. Ini kayak bau susu yang biasa kita minum, susu sapi yang sudah basi. Dan biasanya kalau kalian masih mau coba mommy sih enggak mau ini bakal asem banget dan kalau memang mau dicoba lagi boleh kasih ke babynya dipanasin lebih dulu biasa dia akan menolak karena ASI ini sudah basi.

Nah ini adalah 4 tanda ASI menurut pengalaman mommy semoga ini bisa membantu. Menurut mommy yang paling penting adalah kita berikan ASI ke anak kita yang paling fresh aja kalau memang pada saat itu memungkinkan kita untuk direct breastfeeding yaudah langsung aja, tapi kalau tidak memungkinkan kalau bisa kita berikan ASI itu yang biasanya yang masih agak fresh yang biasanya dalam jangka waktu lama kalau lagi mendesak aja. Terus sempat pas baby Louisse sudah enggak pengen minum ASI lagi kalau namanya ASI kan terus di pendingin biasa lebih agak kecut baunya lebih enggak fresh dibandingkan yang langsung biasanya dan baby Louisse sudah enggak mau dan waktu itu sempat mommy ASI beku mommy yang sudah mommy simpan 4-5 bulan mommy buang semua.

Ibu Menyusui

8 Faktor Ibu Menyerah Memberikan ASI Eksklusif ke Anak

Nah moms sebelum mommy sharing tentang alasan seorang ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya, yang seperti kita ketahui seorang bayi yang baru lahir ke dunia makanan satu-satunya adalah ASI. ASI telah ditetapkan oleh WHO sebagai asupan yang wajib diberikan oleh ibu kepada anak dan minimal pemberian ASI Eksklusif ini sampai anak berumur 6 bulan.

Menurut catatan WHO sampai tahun 2019 untuk pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan berturut-turut pada bayi itu baru mencapai 35%. Padahal dari WHO saja minimal harus mencapai target 50% seorang ibu memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Kalau bisa sampai 1 tahun lebih baik lagi dan kalau bisa 2 tahun lebih hebat lagi. Kalau mommy sendiri, saat baby Louisse Scarlett sampai umur 8 bulan dan untuk baby Loewy juga sudah lewat dari 6 bulan mommy berikan ASI Eksklusif.

Apa saja sih faktor-faktor yang membuat seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI kepada anaknya? Berikut ada 8 faktor versi mommy :

1. Mitos Air Susu Tidak Cukup

Ini yang paling sering banget dihadapi oleh para ibu pejuang ASI. Enggak usah jauh-jauh, mommy sendiri pas mommy baru jadi new mommy, sempat berpikir ini ASI cukup enggak ya, kok babynya nangis mulu, kok pas dipompa cuma 10ml. Jadi beberapa faktor tentang ASI enggak cukup ini memang sangat banyak dialami oleh semua ibu terutama new mommy. Bahkan enggak cuma new mommy, mommy sendiri yang baru melahirkan baby Loewy (anak kedua) itu juga mengalami hal tersebut. Walaupun sudah punya pengalaman menyusui sebelumnya cuma tetap masalah mitos ASI enggak mencukupi masih menghantui mommy.

Padahal sebenarnya mitos ASI enggak cukup itu salah, kenapa? ASI yang keluar itu sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh baby kita. Baby kita baru lahir dan ASI yang diterima baby kita juga enggak boleh terlalu banyak. Kalau terlalu banyak nanti juga enggak bagus. Jadi berapapun yang keluar dari payudara kita, ASI yang kita hasilkan sudah cukup.

Kalau misalnya baru awal-awal lahiran itu wajar kalau ASI nya masih sedikit. Nah lama kelamaan dirangsang dengan direct breastfeeding atau pompa setiap 2 jam sekali, lama kelamaan ASI kalian sudah banyak banget dan mommy mengalami itu di 2 baby mommy. Memang namanya baru lahiran pasti merasa panik dan takut karena baby kita nangis terus tapi sebagai seorang mommy kita harus tenang dan kita harus cek dulu sebenarnya baby kita ini membutuhkan berapa banyak ASI dan apakah cukup atau enggak.

Kalau versi mommy waktu baby Louisse lahir mommy kasih ke baby Louisse direct breastfeeding 1 jam sekali saat dia newborn sampai umur 1 bulan. Di umur dia sudah 2 bulan mommy cuma kasih dia 30ml ASI dan itu per 1 jam sekali, jadi itu dikondisikan. Dan dari yang awalnya ASI mommy itu sedikit banget, dipompa 5ml aja sudah bagus banget, enggak sampai berapa bulan mommy itu bisa stok ASI 1 kulkas dan ujung-ujungnya banyak ASI yang harus dibuang karena sudah terlalu lama.

Mommy akhirnya lebih milih untuk direct breastfeeding ke baby Louisse daripada pakai ASI yang ada di freezer. See, it works. Jadi enggak usah takut soal ASI yang enggak cukup. Percayalah ASI yang kalian hasilkan itu cukup, terus menerus rangsang ASI kalian dengan direct breastfeeding dan pompa, dijamin ASInya bakal banyak banget.

2. Penggunaan Obat atau Penyakit Menular

Kalau untuk faktor yang kedua ini biasanya dari ibunya sendiri ya. Anggap seorang ibu itu tetap bisa mengeluarkan ASI tapi dia tidak bisa memberikan ASI yang dihasilkan dari payudaranya itu karena mungkin dia sedang konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia yang kurang baik. Karena seperti yang kita tahu obat-obatan apa saja yang kita makan masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi kualitas ASI dan itu juga akan tercampur dalam ASI.

Jadi dokter saja sudah menyarankan kalau bisa jangan sampai mengonsumsi obat-obatan saat sedang menyusui karena obat itu akan mempengaruhi ASI yang diberikan. Walaupun sampai makan obat, minimal seorang ibu itu harus tidak menyusui selama 24 jam atau ASI yang dikeluarkan harus dibuang langsung jangan disimpan.

Bagaimana kalau penyakit menular? Biasa kalau penyakit menular ini kayak seorang ibu mengidap AIDS atau HIV dan lain sebagainya sehingga membuat seorang ibu itu tidak bisa menyusui karena kenapa? Dengan kita menyusui padahal kita sedang ada penyakit menular, penyakit menular yang kita derita itu bisa menular ke anak kita. Jadi mau enggak mau enggak bisa menyusui.

3. Kondisi Bayi

Biasanya kondisi bayi ini terlahir dengan prematur, bibir sumbing, ada kelainan di bagian bibirnya, ada kelainan di bagian saluran pencernaannya yang mengakibatkan seorang baby itu sulit untuk menyusu. Tapi moms, yakin deh walaupun baby kita terlahir dalam keadaan yang mungkin agak sulit untuk menyusui tapi dengan tekat yang kuat dari seorang ibu untuk memberikan ASI yang dia punya kepada anaknya pasti akan berhasil dalam proses menyusui.

4. Kurang Support

Ini adalah faktor yang dialami oleh semua orang. Mommy sendiri mengalaminya dari baby Louisse sampai baby Loewy, support untuk memberikan ASI Eksklusif dari orangtua, mertua bahkan dari suami aja itu enggak ada. Kenapa? Jadi namanya kita baru lahiran ya moms untuk langsung keluar ASI itu belum tentu semua ibu bisa mengalaminya dan itu mommy sendiri juga merasakan.

Di kelahiran baby Louisse dan baby Loewy mommy baru bisa keluar ASI di hari ke-3 dan itu sedikit banget. Sampai-sampai kedua baby mommy itu enggak minum ASI sama sekali selama 3 hari. Dan kata dokter fine-fine aja, cuma masalahnya mertua, orangtua, suami bahkan teman-teman komentar terus kalau baby nangis, kasihan dan menyuruh mommy untuk memberikan susu formula saja.

Kita itu lagi berjuang untuk mengeluarkan ASI, tapi dari orang-orang sekeliling enggak mendukung kita sama sekali bahkan menganjurkan untuk memberikan susu formula saja. Sampai mama mommy juga bilang bahwa mommy itu dulu dari lahir dikasih susu formula dan enggak ada masalah sampai sekarang.

Nah jadi untuk soal support dari orang terdekat itu sangat penting, kalau sampai tidak ada support dari orang terdekat dan mereka malah menyarankan kita untuk memberikan susu formula pada bayi kita, ini menjadi faktor sangat utama kenapa ibu-ibu menyerah untuk memberikan ASI Eksklusif padahal dokter, suster semuanya pada support, tapi kalau misalnya orang-orang penting di sekeliling kita enggak supoort gimana ya rasanya?

5. Kondisi Fisik Ibu

Jadi ada beberapa ibu, sebenarnya enggak perlu bilang new mommy ya karena bahkan mommy sendiri sudah punya anak kedua aja punya kondisi dimana mommy hampir baby blues, kenapa? Yang pertama pas baby Louisse mommy sempat baby blues, mommy merasakan kelelahan, secara mommy enggak punya suster dan mommy bukannya enggak mau hire cuma mommy pengen merasakan gimana menjadi seorang ibu dan itu benar-benar capek banget.

Kondisi kecapekan ini membuat seorang ibu bisa sampai mengalami yang namanya baby blues. Kalau kondisi seorang ibu itu fisiknya sudah mulai capek, lelah, terus baby blues itu menjadi salah satu faktor juga seorang ibu tidak mau memberikan ASI pada anaknya. Secara kalau sudah baby blues, dia sudah enggak mau dekat sama babynya kalau bisa babynya jauh-jauh. Dengar suara tangis baby itu sebel banget moms apalagi harus menyusui.

6. Ibu Bekerja

Seorang ibu yang bekerja memang hebat banget. Mommy sih juga kerja cuma memang pas mommy lagi menyusui mommy lebih banyak di rumah. Nah untuk ibu-ibu yang bekerja di kantor bagaimana? Jadi ini memang salah satu faktor juga yang membuat para ibu itu menyerah padahal sebenarnya walaupun seorang ibu itu bekerja mereka juga bisa memompa ASI mereka di kantor, karena kan jaman sekarang sudah ada cooler box kemana-mana bawa cooler box.

Mommy aja kalau keluar ketemu klien bawa cooler box, jadi mommy pompa dan ASInya mommy taruh di cooler box, itu bisa tahan 8-10 jam di luar dan cukup. Setelah 8-10 jam bawa ke rumah tinggal masukin ke freezer atau langsung kasih anak yang sebelumnya sudah dihangatkan dulu. Jadi itu balik lagi ke ibunya apakah ibu itu mau repot atau enggak. Tapi memang saking ibu itu bekerja terlalu repot jadi lupa untuk pompa akhirnya yaudah deh dikasih formula atau mungkin karena ibu itu bekerja belum sempat stok ASI dan langsung kerja, otomatis ASI yang di rumah itu kurang, jadi akhirnya nyerah memberikan ASI.

7. Tidak Disiplin untuk Pompa

Ini mommy alami di baby Loewy, jadi setelah mommy punya anak yang kedua mommy agak malas pompa, capek. Ya wajar ya mommy di anak pertama dan kedua ini jaraknya cuma 2 tahun belum selesai 1 tahun sudah harus pompa lagi, menyusui lagi, jadi capek banget. Jadi untuk pompa lagi, mengulang bangun subuh-subuh tiap 2 jam sekali pompa itu capek banget. Karena kita enggak disiplin pompa ASI otomatis ASI kita jadi berkurang, padahal lama kelamaan yang dibutuhkan oleh baby kita semakin dia besar semakin banyak kan, otomatis jadinya kurang. Ini menjadi salah satu faktor ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif dan akhirnya memberikan susu formula.

8. Ibu Terlalu Lelah

Kalau untuk stres, beban pikiran dan lain-lain itu mommy alami karena pada saat menyusui baby Loewy ini mommy mengalami masalah yang luar biasa yaitu tentang penipuan. Jadi mommy itu hampir setiap minggu ke Polda untuk mengurus kasus penipuan otomatis fisik mommy capek, mommy juga lelah, stres dan benar itu pengaruh banget sama ASI kita, ASI mommy itu jadi kurang karena seperti yang kita tahu sendiri untuk bisa menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik dan banyak pun kita harus dalam kondisi yang happy. Tapi ketika kita ada di kondisi yang enggak membuat happy, mikirin masalah-masalah lain itu menjadi salah satu faktor utama juga seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI.

Nah untuk para ibu ayo semangat untuk memberikan ASI ke anak kita karena ASI adalah salah satu ungkapan sayang kita kepada anak dan memang seorang anak yang diberikan ASI Eksklusif apalagi selama 6 bulan berturut-turut itu biasanya jauh lebih sehat, lebih pintar dan memang ASI yang diberikan kepada anak kita itu lebih mudah untuk dicerna si baby. Semangat mengASIhi!

Ibu Menyusui

Cara Selamatkan ASI Perah Saat Mati Lampu

Hai para pejuang ASI, apa kabarnya? Nah moms seperti yang kita ketahui Jakarta pernah menjadi salah satu trending topic dunia karena mati lampu. Se Jabotabek semuanya mati lampu, selain sudah mati lampu kita juga no sinyal sama sekali, benar-benar kita enggak bisa akses internet, enggak bisa hubungi siapapun. Jadi kita berasa kayak di jaman batu lagi, jaman dimana kita belum memiliki listrik, tidak memiliki penerangan dan tidak memiliki alat komunikasi untuk berkomunikasi dengan satu sama lain, enggak bisa main sosial media, ibu-ibu juga susah mau masaknya pokoknya ribet moms.

Lalu bagaimana dengan para pejuang ASI?

Ini menjadi salah satu trending topic juga untuk para ibu menyusui terutama. Lalu ketika mati lampu pikiran kita cuma 1 yaitu ASI ku bagaimana? Nanti ASInya mencair semua dan enggak bisa diberikan ke baby lagi dong karena stok ASI menipis. Jadi itu adalah kekhawatiran ibu menyusui di seluruh dunia terutama bagi mereka yang daerahnya mati lampu seperti di Jakarta.

Bagaimana caranya untuk kita bisa tahu ASI kita masih layak diberikan ke si Kecil atau tidak?

Seperti yang sudah mommy bahas sebelumnya tentang penyimpanan ASI, ASI di dalam suhu ruangan tidak di dalam kulkas dan lain-lain ya moms dengan suhu 23 °C dapat bertahan 4-5 jam. Jadi kalau kita habis memerah ASI dan kita taruh di ruangan 4-5 jam itu masih oke. Lalu kalau misalnya ASI yang kita taruh di dalam kulkas itu biasanya akan bertahan 4-5 hari dan penyimpanan di freezer biasanya akan bertahan 3-6 bulan kalau tidak mati lampu ya moms.

Jadi ketika mati lampu apa yang harus kita lakukan agar ASI kita tetap bisa bertahan lama dan masih tetap bisa digunakan?

1. Jangan terlalu sering membuka kulkas

Kalau misalnya mati lampu kita para pejuang ASI pasti worry ASI kita sudah mencair atau belum ya. Jadi kerjaannya apa? Buka-buka kulkas terus. Stop. Jangan lakukan itu demi ASI dapat bertahan lebih lama, karena kalau kita buka-tutup kulkas terus entar yang ada suhu di dalam ruang freezer atau kulkas itu keluar dan itu malah akan mempercepat proses mencairnya ASI kita.

Seperti waktu itu, kejadian mati lampu 12 jam, mommy punya stok ASI di Cengkareng sama di PIK. 12 jam berlalu mommy enggak buka-buka itu freezer terus pas nyala lampunya mommy baru buka freezer. Pas mommy lihat, ASI mommy itu memang sudah mencair tapi apakah itu sudah enggak bisa digunakan dan harus dibuang? No. ASI kita yang tadinya beku ini sudah ada yang mencair kan pasti moms, tapi kita harus lihat di bagian ASI yang mencair itu apakah masih ada yang beku.

Jadi yang bekunya juga bukan sedikit tapi masih lumayan banyak, nah itu masih bisa dibekukan lagi, masih bisa ditaruh di freezer lagi, bisa disimpan 3-6 bulan dan bisa digunakan kembali moms. Kalau misalnya ASI yang di freezer itu sudah mencair semua itu bagaimana? Jadi ASI yang sudah mencair semua di dalam freezer itu harus kita gunakan dalam jangka waktu 24 jam sudah harus dikonsumsi, kalau lewat dari 24 jam itu sudah harus dibuang alias ASI itu sudah basi enggak layak lagi diberikan ke baby.

2. Manfaatkan Ice Gel

Ice Gel itu biasanya dapat membuat suhu di dalam ruangan kulkas yang dingin bertahan lebih lama. Jadi yang harus kita lakukan adalah kita taruh ice gel di sekeliling ASI yang kita simpan di freezer, maka itu dapat membantu memperlambat proses mencairnya ASI.

Terus kalau mommy sendiri sih kemarin ASI mommy sudah ada yang mencair cuma masih ada bagian yang bekunya, jadi mommy taruh lagi di freezer. Tapi setelah mommy pikir, mommy masih bisa stok ASI lagi yang baru, dan stok ASI yang baru mommy taruh lagi di freezer sedangkan ASI yang di freezer mommy keluarkan dan langsung kasih ke baby Loewy sebelum 24 jam.

Walaupun memang sebenarnya masih bisa digunakan dan ditaruh freezer kembali cuma kalau memang kita masih bisa memberikan baby kita yang lebih fresh kenapa enggak. Jadi yang di freezer yang memang sudah mencair kita kasih aja ke baby kita, toh kita masih bisa stok.

Lain halnya dengan ibu-ibu yang sedang bepergian ke luar negeri atau ke luar kota yang sudah capek-capek stok ASI nya, itu enggak ada masalah sama sekali yang penting ASI itu masih ada yang beku, masih bisa digunakan lagi. So don’t worry, intinya jangan buka-buka kulkas, biarin aja. Nanti kalau listrik sudah nyala baru deh buka untuk liat ASI nya itu cair atau enggak. Kalau memang sudah cair semua yaudah kan masih ada waktu 1 hari untuk kasih ke baby kita.

Nah itu dia tips dari mommy bagaimana cara menyelamatkan ASI ketika mati lampu, semoga bermanfaat.

Beauty · Ibu Menyusui

Tips Tetap Modis dan Cantik Selama Menyusui

Hai moms, kali ini mommy akan sharing sedikit tentang bagaimana tetap cantik, modis dan fashionable selama menyusui. Kenapa? Karena kita tahu sendiri moms dari jaman dahulu kala hingga sekarang yang namanya perempuan yang sudah hamil, sudah melahirkan bahkan sedang dalam tahap menyusui, itu mereka bagaikan dalam kurungan sel penjara. Bedanya kalau di penjara itu pakai baju penjara kalau kita yang di rumah kerjaannya pakai daster, rambut acak-acakan, muka no make up, lesu, letih dan kumal gitu. Benar enggak moms? Untuk tampil yang cantik dan modis itu seperti enggak mungkin banget moms apalagi dalam tahap menyusui.

Nah dalam kesempatan kali ini mommy akan berbagi tips bagaimana untuk tetap cantik, modis dan fashionable selama menyusui. Apa tipsnya?

1. Ubah ritual / kebiasaan make up dan menata rambut

Selama menyusui kita harus ubah jam make up nya. Bagaimana mengubahnya? Mengubahnya adalah dengan make up hanya selama 5 menit. Jadi bagaimanapun caranya harus sudah beres selama 5 menit. Kalau mommy cuma pakai pelembab, BB krim, bedak, blush on, eye shadow, scot mata, bulu mata palsu dan terakhir pakai skin perfector. Setelah sudah selesai dengan make up, lalu tata rambutnya. Kalau mommy tata rambutnya sudah enggak bisa yang namanya catokan ya moms, karena belum juga selesai catok rambut si Kecil pasti sudah nangis yang ada rambut tidak selesai ditata. Jadi cara mommy adalah menggunakan hair clip, enggak sampai 1 menit juga sudah selesai.

2. Sering merawat kulit

Waktu kita di rumah, sebisa mungkin perbanyak istirahat, minum air putih yang cukup, kalau bibir kita kering pakai pelembab bibir. Dan kalau mommy biasakan setiap malam mommy maskeran agar kulit mommy kencang.

3. Pompa ASI sebelum pergi

Mommy sebelum pergi biasanya akan menyusui baby mommy dulu, setelah baby mommy kenyang, payudara yang satunya mommy akan pompa. Jadi nanti ketika baby mommy lapar lagi, mommy tinggal ambil ASI yang sudah dipompa yang disimpan di dalam cooler. Jadi walaupun kita bepergian kita tetap modis karena enggak perlu menyusui di tempat umum dan enggak perlu ribet-ribet ya moms.

4. Pergunakan baju yang mempunyai resleting dan kain menyusui yang menutup sampai belakang

Bagi moms yang selalu menginginkan untuk direct breastfeeding, mommy punya tips yaitu gunakan baju yang ada resletingnya dan bawa kain menyusui agar ketika sewaktu-waktu si Kecil lapar dan haus kita bisa langsung menyusui si Kecil dimanapun dan kapanpun.

Sekian tips dari mommy tentang tips tetap cantik dan modis selama menyusui, semoga bermanfaat.

Ibu Menyusui

Tips Mencairkan ASI Beku dengan Benar

Bagi ibu menyusui memompa ASI bukan lagi hal yang asing ya moms, karena ini adalah kegiatan rutin yang harus kita lakukan. Maka dari itu mommy mau berbagi tips mencairkan ASI beku yang benar.

Kenapa mommy mau sharing tentang cara menghangatkan ASI yang benar? Soalnya mommy punya pengalaman waktu itu mommy ke Eropa dan meninggalkan baby Louisse saat umurnya 6 bulan. Nah pas mommy meninggalkan baby Louisse mommy baru tahu belakangan, ternyata mama mommy selama 2 minggu berturut-turut selalu memberi ASI ke baby Louisse dengan cara dihangatkan yang salah.

Jadi ASI yang beku, ditaruh di dalam 1 wadah lalu dicairkan dari air mendidih dan itu langsung dikasih ke baby Louisse untuk diminum. Apakah itu salah? Salah besar moms dan mommy sampai sekarang menyesal karena ASI yang diminum baby Luisse kandungan nutrisi dan antibodinya sudah enggak ada. Memang masih layak untuk diminum tapi kandungan gizinya sudah enggak ada sama sekali.

That’s why kenapa mommy merasa penting banget dan ingin sharing ke moms semua agar jangan sampai moms juga melakukan hal yang sama seperti mommy. Seperti apa tipsnya? Yuk simak tipsnya berikut ini

Bagaimana cara untuk menghangatkan ASI yang benar?

1. Ambillah kantong ASI yang sudah lama disimpan

Sebagai ibu menyusui biasanya kita akan menyetok ASI, nah di kantong ASI dari merek apapun biasanya ada nama, tanggal, jam berapa ASI itu masukkan, kantong nomor berapa, dan volumenya berapa. Keterangan itu cukup memudahkan kita untuk memilih mana stok ASI kita yang sudah disimpan lebih lama di freezer.

Nah saat mommy menyusui, ASI mommy itu cukup banyak jadi saking banyaknya kantong ASI mommy penuh di freezer dan yang ada malah numpuk. Pernah 1 hari baby Louisse sudah nangis, mommy pusing cari mana kantong ASI yang sudah lama disimpan di freezer, cari sana sini mana warna kantong ASInya sama semua warnanya, yang ada mommy malah ngambil ASI yang masih awal disimpan, yang sudah lama enggak diambil ujungnya dibuang. Sayang kan moms, padahal ASI itu bisa dipakai atau disumbangkan.

Dari pengalaman itu makanya mommy sekarang menyiapkan 2 kantong ASI berbeda dengan merek berbeda dan pastinya warna berbeda untuk membedakan. Misalnya mommy sekarang abis perah ASI kurang lebih dapat 30 kantong ASI yang berwarna hijau. Kalau dalam 10 hari ke depan 30 kantong ASI berwarna hijau sudah habis, baru lanjut ke kantong warna putih. Jadi kalau mommy mau pergi dan meninggalkan baby, mommy tinggal pesan ke mama atau mertua mommy untuk habiskan yang hijau dulu (yang lama) baru ambil yang putih. Jadinya sekarang efektif moms, kantong ASI yang sudah lama disimpan di freezer sudah keluar semua. Lebih gampang atur dan manage kalau beda warna kantong ASI. Saran mommy beli beberapa warna kantong ASI jangan 1 warna yang sama aja ya moms.

2. Cairkan ASI dari freezer

Biasanya kalau kita tahu kita mau menggunakan ASI dari freezer kita bisa langsung ambil ASI dari freezer lalu kita taruh di kulkas bawah yang no freezer. Dan itu butuh waktu beberapa jam sampai ASI bekunya mencair total. Terus bagaimana nih kalau tiba-tiba baby sudah nangis terus kita lupa untuk mencairkan ASI beku dari freezer? Enggak perlu khawatir moms, itu juga enggak memerlukan waktu yang banyak cukup ambil ASI dan cairkan ASI bisa dengan meletakkannya di bawah air yang mengalir. Dan waktu itu mommy baru mencoba tips tersebut enggak sampai 5 menit ASI beku dari freezer itu semuanya sudah cair, ASI sudah siap dipanaskan.

3. Hangatkan ASI yang sudah dicairkan

Caranya adalah biasanya mommy akan merebus air dulu sampai mendidih, setelah mendidih mommy taruh air di satu wadah, dan biarkan kurang lebih 5-10 menit kemudian mommy ambil ASI beku yang sudah dicairkan, lalu mommy pindahkan ke botol susu anak, setelah dipindahkan mommy taruh ke dalam wadah air mendidih tadi diamkan kurang lebih 10 menit. Setelah 10 menit mommy akan angkat botol ASInya lalu mommy kocok perlahan, biasanya mommy akan coba dulu untuk tahu bahwa ASI tersebut enggak terlalu panas terus apakah ASInya basi atau tidak. Setelah lolos uji coba dari mommy baru mommy kasih ke baby mommy.

ASI yang sudah mommy taruh di kulkas tapi lupa untuk diberikan ke baby apakah masih bisa digunakan? Atau ASInya boleh taruh freezer lagi?

No. ASI yang sudah dicairkan dari freezer tidak boleh ditaruh lagi di freezer atau dibekukan kembali karena ASI yang sudah dicairkan hanya akan bertahan 24 jam paling maksimal di suhu ruangan kulkas. Kalau misal di ruang normal hanya bertahan 4 jam. ASI yang sudah dicairkan dan ditaruh di suhu ruangan lebih dari 1 hari pas mommy kocok banyak putih-putih nempel di kantong ASInya. Dan mommy sudah cek memang ASI itu sudah tidak layak digunakan. ASI juga bisa rusak kalau kita panaskan dalam suhu derajat yang tinggi (di atas 40 derajat). That’s why sangat tidak diperbolehkan untuk merebus ASI.

Nah itu dia tips mencairkan ASI beku moms, semoga bermanfaat moms.