Kesehatan · Pregnancy

Jangan Menahan Buang Air Kecil Saat Hamil, Bisa Terkena Penyakit Berbahaya!

Sering buang air kecil itu adalah keluhan yang umum dan wajar dirasakan oleh semua bumil. Keluhan BAK akan terus bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Kok bisa bumil BAK terus?

Di trimester 1 bumil akan memproduksi hormon hcG dalam tubuhnya. Yang mana hormon tersebut membuat produksi urin meningkat dan disertai dengan pembesaran ukuran rahim sehingga frekuensi BAK lebih banyak dari sebelum kita hamil. Sedangkan di trimester kedua rahim kita makin besar, begitupun baby kita yang semakin besar makin tertekan, yang mengakibatkan semakin tertekannya saluran kemih sehingga akan membuat frekuensi BAK bertambah.

Sedangkan di trimester 3, darah akan lebih banyak mengalir ke otot panggul terutama bagian ginjal. Ginjal akan menyaring darah lebih banyak dari biasanya dan itulah yang membuat frekuensi BAK akan lebih banyak lagi dari trimester 1 dan 2. Selain itu di trimester 3 baby akan semakin besar lagi, makin menekan bagian kantong kemih, uretra dan otot pelvis kita.

Sehingga nggak aneh kalau sampai kita ketemu bumil apalagi yang di usia kehamilan trimester 3 sering BAK. Lagi ngobrol, ketawa tiba-tiba air seni keluar dengan sendirinya, dan itu mami rasakan moms. Jadi ketika mami hamil di usia trimester ketiga jalan 8 bulan frekuensi BAK makin sering dibandingkan trimester sebelumnya apalagi ini hamil kembar.

Kenapa bumil nggak boleh menahan BAK?

Namanya bumil, frekuensi BAK banyak banget apalagi sudah trimester 3. Ketika bumil sedang kepepet, di jalan kita mau BAK nggak mungkin kita langsung buang, pasti kita tahan minimal sampai menemukan tempat untuk kita bisa BAK baru kita BAK, ya kan moms? Tapi ternyata praktek menahan BAK pada bumil itu sangat salah atau tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Infeksi Saluran Kemih adalah infeksi yang terjadi di salah satu bagian saluran berkemih kita atau uretra (saluran pelepasan air seni) dan biasanya ISK ini rentan terjadi pada wanita dibanding pria dan akan lebih rentan lagi terjadi pada bumil. Kok bisa?

  1. Karena ibu hamil memiliki sistem daya kekebalan tubuh lebih lemah
  2. Ibu hamil sering menahan BAK

Kenapa bumil kalau menahan BAK bisa menyebabkan ISK?

Jadi ketika bumil menahan BAK itu membuat bakteri tinggal lebih lama di saluran kemih kita, sehingga dapat memicu berkembang biaknya bakteri dari ISK itu.

Ciri-ciri ISK :

  1. Infeksi saluran kemih itu bisa menyebabkan nyeri panas saat kita BAK
  2. Ada darah dalam urin kita
  3. Demam
  4. BAK berbusa
  5. Warna urin keruh
  6. Merasakan nyeri di bagian perut bawah
  7. Terus merasa ingin BAK
  8. Buang air kecil tidak merasa tuntas

Jadi di tanggal 23 November 2020, di usia kehamilan mami hamil kembar 31 minggu, mami baru aja merasakan gejala ISK ini. Jadi mami sempat terjadi kontraksi kelahiran prematur tapi diiringi nyeri perut bagian bawah. Lalu memang yang biasanya mami sering BAK, saat itu frekuensi lebih sering lagi. 1 jam bisa 15x bolak balik ke toilet hanya untuk BAK. Mami pada saat BAK panas dan nyeri banget, kayak susah banget BAK tapi pengen BAK. Lalu pada saat mami sudah membersihkan organ miss V mami itu rasanya agak sakit. Dari sana berulang kali sepanjang malam mami BAK terus nggak berhenti sampai akhirnya mami dibawa ke RS, mami tes lab.

Hasil tes lab

Untuk hasil infeksi itu paling aman di bawah 5. Tapi angka mami sudah 4.7 sudah mendekati ke infeksi. Makanya mami merasakan gejala seperti itu. Dan dokter langsung memberikan mami antibiotik sebagai penanganan awal jangan sampai infeksi berlanjut sampai benar-benar ISK.

Apa sih penyebab ISK ini?

Jadi ISK ini disebabkan bakteri E Coli yang biasanya ada di saluran cerna dan bakteri E Coli ini pindah ke saluran uretra kita atau saluran kantong kemih kita biasanya karena kita kurang memperhatikan kebersihan bagian organ intim atau miss V kita.

Memang benar ISK itu bahaya?

ISK ini kalau misalnya nggak ditangani lebih lanjut dapat menginfeksi ginjal kita yang dapat membuat kontraksi, kelahiran bayi prematur, berat badan bayi rendah dan tentunya dapat membahayakan nyawa ibu dan calon baby kita. Dan kalau infeksi ini tetap dibiarkan itu juga dapat membuat kerusakan ginjal kita secara permanen. Kalau untuk ISK ini ada contoh kasus salah satunya artis Irish Bella. Irish Bella ini mengalami ISK sehingga membuat kedua baby kembarnya meninggal di dalam perut ibu. Jadi moms belajar dari pengalaman ini, kita harus hati-hati soal ISK dan jangan sampai kita cuek soal ISK, karena kita nggak mau sampai membahayakan kita pribadi dan calon baby kita.

Penanganannya bagaimana?

  1. Kita harus tahu dari awal gejala-gejala ISK ini kemudian segera datang ke dokter untuk diberikan antibiotik seperti mami. Mami konsumsi antibiotik sehari 2x.
  2. Jaga kebersihan organ intim kita
  3. Cuci tangan sesering mungkin
  4. Gunakan pakaian dalam berbahan katun
  5. Hindari minuman/makanan berkafein karena kafein itu bersifat geuretik (menarik cairan dalam tubuh) yang membuat kita terus menerus ingin BAK
  6. Lakukan double-P, jadi kalau sampai kita BAK, sudah BAK kita BAK lagi, tuntaskan BAK jangan sampai ada yang tersisa sehingga kita tidak akan membuat bakteri tertinggal di saluran kemih kita yang akan membuat mereka berkembang biak dan menginfeksi saluran kemih kita.

Nah itu dia seputar ISK dari ciri hingga penanganannya, semoga bermanfaat ya.

Baby · Kesehatan

Cara Membersihkan Kerak Kepala atau Cradle Cap Ketombe pada Bayi Baru Lahir

Pernah nggak sih moms kalian melihat baby yang baru lahir di kulit kepalanya banyak kayak ketombe yang bisa terkelupas? Nah ini yang mami alami di ke-4 baby mami. Kasus yang sekarang ini si Kembar sedang mengalami kerak kepala seperti ketombe. Luckie mengalami kerak kepala yang berketombe ini lebih lama nih moms. Biasanya ketombe ini ditandai dengan adanya lapisan kerak-kerak yang ada di bagian kulit kepala baby, berwarna putih kekuning-kuningan, ada lapisan yang terkelupas dan bisa kita ambil nih moms. Kondisi ini disebut dengan cradle cap atau dermatitis seboroik.

Cradle cap adalah ketombe yang biasa muncul di orang dewasa atau bahkan di anak-anak hingga baby. Kok bisa baby baru lahir mengalami cradle cap?

Apa penyebab cradle cap?

1. Disebabkan oleh hormon ibu yang memproduksi minyak berlebih pada jaringan kulit bayi, sehingga membuat kelenjar minyak bayi mengeluarkan sebum yang akhirnya sebum ini menjadi kerak kepala mengelupas seperti ketombe.

2. Disebabkan oleh ragi seperti jamur (malassezia). Jamur ini bisa tumbuh di sebum bersama bakteri yang akhirnya menyebabkan adanya kerak di kepala.

3. Udara yang ekstrim, stres serta alergi susu sapi

Cradle cap pada bayi baru lahir atau baby berumur 0-12 bulan yang biasanya masih bisa mengalami cradle cap ini akan hilang dengan sendirinya, jadi nggak perlu khawatir. Tapi moms namanya seorang ibu pasti kita risih kan moms melihat kulit kepala bayi kita ada keraknya apalagi sampai kuning, banyak dan baby juga terganggu. Tentunya kita mau membersihkan agar kerak di kulit kepala baby kita cepat hilang.

Nah mami ada beberapa cara untuk membersihkan cradle cap yang benar dan jangan dipaksa, karena kalau sampai salah dan dipaksa bisa mengakibatkan infeksi yang cukup serius.

Cara membersihkan cradle cap

1. Gunakan baby oil

Mami sendiri menggunakan Buds Everday Organics – Infant Massage Oil. Biasanya mami akan oleskan secara perlahan di kerak kepala baby, dipijat-pijat jangan dikelupas secara paksa nanti bisa mengakibatkan infeksi. Setelah sudah selesai diamkan 15 menit lalu basuh dengan sampo. Basuh dengan menggunakan sampo yang organik agar nggak membuat baby kita makin parah karena ini kulit sensitif moms.

2. Gunakan minyak zaitun atau minyak almond

Minyak zaitun, minyak kelapa atau minyak almond selain bisa mengangkat kerak kepala baby kita, juga bisa menutrisi kulit kepala baby agar tidak mudah kering.

3. Jangan mengelupas kerak kepala baby secara paksa

Ingat ya moms, kita jangan pernah mengelupas kerak kepala secara paksa, biarkan kerak kepala pada baby kita mengelupas dengan sendirinya. Karena ketika kita mengelupas secara paksa, kulit baby kita masih dalam pertumbuhan, luka sekecil apapun bisa menjadi infeksi yang fatal, jadi jangan pernah dengan paksa mengelupas kulit kepala baby kita.

4. Sikat dengan sisir yang lembut

Sisir kerak kepala bayi hanya dengan satu arah menggunakan sisir yang lembut. Lakukan setelah mandi dan ulangi terus menerus maka kerak kepala akan bersih total.

5. Gunakan krim khusus hypoallergenic

Mami merekomendasikan Buds Super Soothing Rescue Lotion, karena sempat pakai dan keraknya langsung keangkat semua moms, kerak kepala Luckie udah bersih banget. Setelah mengoleskan krim ke kepala bayi diamkan semalaman.

Nah moms itu dia cara membersihkan cradle cap yang baik dan benar semoga bermanfaat.

Kesehatan

Mengenal Infeksi Campak, Apa Saja Gejalanya?

Moms tentu sudah tidak asing lagi, dong, dengan penyakit campak. Penyakit ini menyebar melalui udara dengan tetesan hasil pernapasan dari batuk atau bersin.

Berdasarkan penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya, campak merupakan penyakit infeksi virus akut serius yang sangat menular. Campak disebabkan oleh Paramyxovirus dan ditularkan terutama melalui udara (airborne). 

Attack rate penularannya lebih dari 90% dari individu yang terinfeksi sejak 4 hari sebelum sampai 4 jam setelah munculnya ruam. Masa inkubasi penyakit ini terjadi pada 7-18 hari.

Lantas, apa saja gejala penyakit campak? Yuk, Moms, kenali berbagai macam gejalanya agar lebih waspada! Inilah penjelasannya menurut IDAI:

  1. Demam dengan suhu badan biasanya >380C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10-12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair (3C: cough, coryza, conjunctivitis).
  1. Tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.
  1. Gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

Jika si kecil menunjukkan gejala-gejala tersebut, lebih baik langsung konsultasikan kepada dokter, ya, Moms!

Baby · Kesehatan

10 Cara Efektif Mengeluarkan Dahak Bayi, Jangan Sampai Terlambat!

Kita sebagai orangtua pastinya nggak tega dong ya saat melihat si Kecil batuk berdahak bahkan sampai bernafas pun susah banget. Dan ternyata memang batuk berdahak pada bayi itu nggak bisa dianggap enteng. Karena kalau untuk London yang daya tahan tubuhnya kuat akan sembuh dengan sendirinya tapi berbeda dengan Luckie. Luckie adalah bayi prematur yang terlahir dengan kondisi paru-parunya lemah, yang akhirnya pada saat dia terinfeksi batuk dan flu otomatis kena pneumonia. Bahkan Luckie sempat dirawat di rumah sakit 7 hari 6 malam dan mengalami masa kritis moms karena pneumonia.

Nah dahak ini bisa muncul karena infeksi flu dan pilek. Jika daya tahan tubuh anak kita lemah dahak dapat menyebabkan penumonia, pneumonia bronkitis dan bronkitis. Nah berikut 10 cara untuk mengeluarkan dahak pada bayi bahkan cara ini bisa digunakan untuk kita orang dewasa juga ya moms. Berikut caranya

1. Nebulizer

Karena Luckie harus uap terus setelah didiagnosis ada masalah pada Laringomalasianya, sempat kena bronkopneumonia dan ada asam lambung jadi dia minimal sehari sekali diuap maka dari itu kita selalu sediakan nebulizer di rumah. Mami beli dengan harga 600ribu, kalian juga bisa cari di shopee. Biasa kita uapnya itu 10 menit. Untuk obatnya harus sesuai resep dokter jangan sembarangan.

2. Uap air panas

Cukup siapkan baskom yang berisi air panas, lalu masukkan beberapa tetes minyak kayu putih. Setelah itu kita dekatkan si Kecil ke baskom. Jadi uap air panas ini sama kayak terapi uap yang dapat melegakan saluran pernapasan baby kita, membuka saluran hidung yang tersumbat bahkan bisa mengencerkan dahak. Ini benar-benar efektif banget moms.

3. Menepuk punggung baby

Kita bisa posisikan ke posisi tengkurap, lalu kita tepuk-tepuk punggung baby bagian kiri dan kanan secara bergantian. Lalu kita bisa miringkan posisi baby kita ke kanan dan kiri. Setelah itu kita bisa menepuk dada baby secara perlahan. Biasanya kalau dahak sudah ditenggorokan dengan posisi miring dahak akan keluar dengan sendirinya. Kalau dahaknya sudah encer akan masuk ke saluran pernapasan dan keluar dengan urin dan kotoran.

4. Menghangatkan tubuh baby

Kalau baby susah tidur akan rewel dan nangis terus karena adanya dahak yang ada di tenggorokan dia, apalagi ketika dia sudah makan, itu akan menyebabkan baby kita jadi susah menelan makanan. Salah satu cara untuk mengencerkan dahak adalah menggunakan pakaian hangat lalu kita bisa menghangatkan tubuh baby dengan minyak telon. Dan tetap atur suhu ruangan agar tetap hangat ya moms.

5. Menidurkan bayi kita dengan posisi berbeda

Pada saat Luckie sakit, dahaknya banyak banget karena bronkopneumonia, jadi dia tidur kepalanya lebih tinggi daripada badannya agar saluran napasnya terbuka, sehingga dia bisa lebih lega napasnya. Cara ini bisa kalian lakukan moms. Hindari meletakkan baby kita dengan posisi badan dan kepala sejajar saat tidur. Kalian juga bisa ganti-ganti posisi misalnya telentang, miring ke kanan atau miring ke kiri bahkan kalau baby kita sudah bisa tengkurap, dia juga boleh tidur dengan posisi tengkurap tapi pastikan jangan sampai hidung dia tertutup ya moms.

6. Jemur di bawah sinar matahari

Jadi dengan kita menjemur bayi kita di bawah sinar matahari ini bagus untuk pernapasan dan tulang baby. Jemur di antara jam 8-9 pagi dengan durasi cukup 10 menit saja. Jangan lupa untuk tepuk-tepuk punggung baby kita, maka dahak yang biasanya ada di tenggorokan bisa tertelan dan akan terbuang bersama urin dan kotoran.

7. Minum banyak cairan

Jadi pada saat anak banyak dahak kita memberikan minum banyak cairan itu efektif banget untuk mengencerkan dahak yang ada pada baby kita. Kalau untuk bayi kita berikan lebih banyak ASI, kalau sudah di atas 6 bulan kita bisa berikan air hangat. Kalau anak sudah 1 tahun ke atas kita bisa berikan sup, kaldu ayam hangat-hangat.

8. Gunakan pelembab ruangan

Biasanya dahak muncul karena udara terlalu dingin dan kering sehingga dahak numpuk di bagian saluran pernapasan anak. Dengan menggunakan pelembab udara atau humidifier bisa melembabkan ruangan kita sehingga bisa melegakan pernapasan anak kita dan mengencerkan dahak.

9. Gunakan essential oil

Kalau mami sendiri biasanya menggunakan Young Living untuk meredakan dahak dan batuk pilek anak. Biasanya ini bisa kalian oles ke badan anak sedikit aja atau bisa juga dengan teteskan essential oil ke humidifier lalu kita nyalakan humidifiernya.

10. Menggunakan penyedot khusus

Ini berdasarkan pengalaman mami, pada saat Luckie banyak dahak, di rumah sakit Luckie per 3 jam sekali pasti di nebulizer lalu disedot dahaknya dari hidung dan mulut. Kalau mau melakukan ini di rumah, ada alat khusus yang terbuat dari karet kalian bisa cari di tokopedia atau shopee, cuma mami sendiri tetap menyarankan kalau nyedot kayak gitu agak berbahaya. Karena pada saat disedot saturasi oksigen anak akan turun, jadi saran dari mami kalau kalian ingin menyedot dahak langsung ke rumah sakit aja dengan ahlinya jangan dilakukan di rumah.

Nah itu dia 10 cara mengangkat dahak yang bisa dilakukan, kalian sering melakukan cara yang mana nih moms?

Baby · Kesehatan

Penyebab Feses atau BAB Bayi Berwarna Hijau dan Cara Menanganinya

Pernah nggak sih kalian melihat feses anak kita berwarna hijau bahkan kehitaman? Mami sendiri sudah memiliki 4 anak, dan 4 anak mami semuanya ketika mereka baru lahir mereka mengeluarkan feses berwarna hijau kehitaman. Apakah ini normal? Ya.

Feses pada baby yang baru lahir berwarna hijau kehitaman disebut dengan mekonium, yang mana ini normal dan terjadi di awal kelahiran baby kita hingga usia 1 minggu dan akan berubah menjadi warna kuning, emas dan lain sebagainya seiring bertambahnya usia. Kalau baby sudah berusia 3-4 bulan tapi fesesnya berwarna hijau, apakah aman?

Moms, penyebab dari feses berwarna hijau ada beberapa macam yaitu :

1. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui

Ini penting banget loh moms, kita sebagai ibu menyusui apa yang kita makan itu akan menjadi kualitas ASI yang akan diberikan kepada bayi, yang tentunya juga akan mempengaruhi tubuh baby kita. Kalau sampai ibu menyusui terlalu banyak makan makanan berwarna hijau, minum minuman berwarna hijau bahkan suplemen zat besi itu akan mempengaruhi kualitas ASI sehingga itu akan membuat feses baby kita berwarna hijau.

Kalau mami sendiri, belum lama ini mami sempat makan terlalu banyak sayur karena memang mami paling suka sayur dibanding daging dan alhasil si Kembar mengeluarkan feses berwarna hijau. Tapi keadaan ini aman ya moms, jangan khawatir.

2. Bayi sedang tumbuh gigi

Ketika baby kita akan tumbuh gigi biasanya mereka akan memproduksi air liur yang sangat banyak. Saking banyaknya air liur terkadang air liur tersebut akan tertelan ke dalam tubuh baby kita dan ini juga yang akan membuat feses baby kita berwarna hijau karena terlalu banyak menelan air liurnya sendiri moms, dan ini normal.

3. Foremilk atau hindmilk

Foremilk adalah ASI yang keluar pada sesi awal menyusui dan biasanya disebut ASI rendah kalori sedangkan hindmilk adalah ASI yang keluar pada saat sesi menyusui akan berakhir dan biasanya disebut dengan ASI tinggi lemak. Biasanya kalau seorang baby terlalu banyak mengonsumsi foremilk dibanding hindmilk fesesnya akan berwarna hijau. Solusinya adalah usahakan ketika direct breastfeeding di satu payudara itu yang agak lama, biarkan ia menyusu di 1 payudara selama 15-20 menit agar foremilk dan hindmilknya bisa didapatkan semua dengan seimbang.

4. Anak kita baru sakit

Luckie sempat sakit bronkopneumonia dan dirawat di rumah sakit, jadi Luckie banyak menerima infus obat-obatan, belum lagi rasa trauma akibat beberapa kali disuntik, alhasil dia kayak sering kaget gitu moms saat tidur. Nah menurut kepercayaan orang dulu, kalau seorang baby terlalu suka kaget dengan keadaan yang baru apalagi habis dari rumah sakit, dia akan menyimpan rasa kagetnya itu di dalam diri dia dan itu akan tertumpuk. Biasanya kalau baby kita baru pulang dari rumah sakit mereka akan mengeluarkan feses berwarna hijau dan itu dialami oleh Luckie. Itu adalah cara mereka mengeluarkan rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri mereka.

Luckie mengeluarkan feses berwarna hijau pekat banget selama 2 hari. Sempat ada juga yang berwarna hijau kehitaman. Di hari keempat dan kelima mulai ada sedikit warna kuning. Dan ketika mami tanya ke dokter apakah ini aman, kata dokter aman. Kalau menurut kepercayaan orang zaman dulu juga aman, ini adalah akibat dari rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri anak kita dan sedang dikeluarkan. Jadi buat ibu-ibu yang anaknya baru saja mengalami sakit dan mengeluarkan feses berwarna hijau jangan panik dulu.

Lalu kapan saat kita harus waspada? Kalau sampai ketika anak kita mengeluarkan feses berwarna hijau dan dia jadi lemah/lesu, demam, tidak nafsu makan dan fesesnya disertai warna merah. Segera bawa ke dokter kalau sampai menemukan kondisi anak seperti ini ya moms. Nah itu dia tentang feses anak berwarna hijau. Jangan panik dan cari tahu penyebabnya terlebih dahulu. See you di next #CurcolYukMoms.

Kesehatan

5 Tips Memberi Anak Makan Saat Sedang Diare, Catat Moms!

Diare menjadi salah satu gangguan kesehatan pada anak yang perlu orang tua waspadai! Diare bisa membuat anak terlihat lemas dari baisanya, bahkan saat sedang diare pun ada saja anak yang menolak makan. Wah, kalau sudah kayak gini, pasti Moms juga yang jadi kepikiran, ya.

Apabila buah hati Moms mengalami kondisi serupa, tenang saja dulu, Moms, jangan terlalu panik. Sebab, ada beberapa tips yang bisa Moms coba untuk memberi makan anak saat ia sedang diare.

Berikut ini cara-caranya mengutip dari penjelasan di website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

1. Selalu Sedia Oralit

Dehidrasi rentan dialami anak yang diare. Gejala dehidrasi ringan hingga sedang yaitu anak akan terlihat kehausan. Sementara jika sudah mengalami dehidrasi berat, anak justru malas minum.

Moms bisa cegah si kecil mengalami dehidrasi dengan memberikan oralit sekitar 10 ml/kg berat badan. Misal berat badannya 10 kg, maka ia perlu oralit 100 ml setiap diare. Bila si kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit.

2. Lanjut Memberikan ASI

ASI memiliki efek proteksi terhadap terjadinya diare. Saat si kecil diare, Moms harus lanjutkan memberikan ASI. Kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak menyebabkan diare bertambah parah.

Sementara itu, pemberian susu formula bebas laktosa saat sedang diare masih kontroversial, meski beberapa penelitian menunjukkan manfaat mengganti susu formula ke bebas laktosa saat sedang diare.

3. Beri Makanan yang Mengandung Banyak Cairan

Bagi anak yang sudah diberi MPASI, Moms dapat memberikan makanan yang banyak mengandung air, seperti sup. Makanan yang mengandung tinggi kalium, seperti pisang juga bisa menjadi pilihan.

Sedangkan pemberian buah segar (jus buah) tidak disarankan, karena mengandung sukrosa, fruktosa dan sorbitol yang menyebabkan peningkatan osmolalitas. Hindari memberikan minuman manis atau soda saat si kecil sedang diare.   

4. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil dan Sering

Saat sedang diare nafsu makan mungkin akan menurun, tetapi asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan. Saat diare, si kecil mungkin juga merasa mual atau malah muntah, berikan makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima. Makanan dalam porsi kecil ini perlu diberikan lebih sering, misal tiap 3-4 jam, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi si kecil selama diare.

5. Lanjut Beri Makanan Tinggi Energi Setelah Sembuh

Saat sedang diare, berat badan si kecil sering turun karena asupan yang kurang atau kondisi dehidrasi. Bila kondisinya sudah membaik, Moms harus mengejar kekurangan asupan makan tersebut dengan melanjutkan memberikan makanan yang mengandung tinggi energi agar pertumbuhan si kecil tetap terjaga saat masa penyembuhan.

Itulah, Moms, tipsnya. Semoga dapat membantu, ya.

Kesehatan

Penanganan Anak Tersedak yang Bisa Orang Tua Lakukan

Siapa, nih, Moms yang buah hatinya pernah tersedak saat sedang makan ataupun minum? Bahkan, kemungkinan anak tersedak pun bisa terjadi ketika ia sedang bermain, karena ada saja anak-anak yang kerap memasukkan mainan atau benda asing ke mulutnya. Duh, jangan sampai hal ini terjadi pada buah hati Moms, ya.

Sering kali kondisi anak tersedak ini bikin orang tua khawatir. Menurut penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di website resminya, tersedak adalah gangguan berupa sumbatan jalan napas dan berpotensi menimbulkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan awal.

Oleh karena itu, Moms harus tanggap jika anak tersedak! Masih menurut penjelasan IDAI, jika bayi tersedak, tidak bisa batuk efektif, dan masih sadar penuh, lakukan 5 entakan (back blow) dengan cukup kuat menggunakan pangkal telapak tangan di punggung di antara dua tulang belikat.

Penolong memosisikan bayi telungkup dengan kepala lebih rendah, dan penolong berlutut atau duduk di kursi sehingga dapat menopang bayi di pangkuannya dengan aman.

Untuk bayi, topang kepala dengan ibu jari di satu sisi rahang dan yang lain menggunakan satu atau dua jari tangan yang sama tanpa menekan jaringan lunak di bawah rahang. Sementara untuk anak usia di atas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.

Jika manuver back blow gagal, lakukan 5 entakan dada (chest thrust) pada bayi. Penolong memosisikan bayi telentang dengan kepala lebih rendah mengarah ke bawah.

Supaya lebih aman, sebaiknya penolong meletakan punggung bayi di lengan yang bebas dan menopang ubun-ubun menggunakan tangan, kemudian topang lengan dengan paha. Identifikasi lokasi chest thrust di tengah-tengah tulang dada, lakukan entakan dengan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah). Jika benda asing belum keluar, ulangi tindakan dari awal.

Pada anak usia di atas 1 tahun, untuk mengeluarkan benda asing bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich. Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan letak lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya.

Tangan penolong dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita. Raih kepalan tangan dengan tangan lainnya dan entakan ke arah atas dan belakang tubuh penderita sebanyak 5 kali.

Bila korban mengalami sumbatan jalan napas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar, dan segera memanggil layanan gawat darurat. Bantuan hidup dasar versi CAB (kompresi dada, jalan napas, bantuan napas) dilakuakan dengan memberikan kompresi dada sebanyak 30 kali tanpa perlu memeriksa nadi, dilanjutkan dengan pemberian 2 kali bantuan napas, dilakukan sebanyak 5 siklus ( 2 menit ). Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.

Itulah, Moms, penanganan anak tersedak yang bisa coba dilakukan. Semoga bermanfaat, ya.

Kesehatan

Alasan Kompres Dingin Tidak Disarankan untuk Mengatasi Anak Demam, Cek Moms!

Mungkin Moms ada yang masih bingung, nih, kira-kira yang benar adalah kompres dingin atau kompres hangat ya untuk mengatasi anak demam? Sebab, yang sering terjadi adalah orang tua memberikan kompres dingin untuk mengatasi anak yang terserang demam.

Perlu Moms ketahui, menurut penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di website resminya, kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam. Sebab, kompres mengguanakan air dingin atau es dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (set point) hipotalamus yang mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh.

Kompres dingin pun mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Selain itu, kompres dingin mengakibatkan anak merasa tidak nyaman.

Maka dari itu, yang tepat adalah kompres air hangat untuk mengatasi anak demam. Masih menurut penjelasan IDAI, pemberian kompres air hangat di lipatan ketiak dan lipatan selangkangan (inguinal) selama 10-15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan.

Jadi Moms jangan sampai salah, ya. Kompres hangat adalah yang tepat untuk mengatasi anak demam, bukan kompres dingin!

Kesehatan

Apakah Kejang Demam Membuat Anak Jadi Bodoh? Cek Faktanya!

Kondisi kejang demam yang dialami si kecil tentu saja bisa membuat orang tua khawatir. Menurut penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kejang demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih yang disebabkan proses di luar otak.

Mayoritas kejang demam terjadi saat anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam yaitu demamnya mendahului kejang, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Lantas, apa penyebab? Perlu Moms ketahui, penyebab kejang demam adalah demam yang terjadi secara mendadak. Demam dapat disebabkan infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran napas atas.

Tak diketahui secara pasti alasan demam dapat menyebabkan kejang pada satu anak dan tidak pada anak lainnya, tetapi diduga ada faktor genetik yang berperan.

Setiap anak juga memiliki suhu ambang kejang yang berbeda. Ada yang kejang pada suhu 38 derajat Celsius, ada pula yang baru mengalami kejang pada suhu 40 derajat Celsius. 

Apakah Kejang Demam Membuat Anak Menjadi Bodoh?

Masih menurut penjelasan IDAI, kondisi kejang demam tidak berpengaruh terhadap perkembangan atau kecerdasan anak. Biasanya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun.

Tenang saja, Moms, mayoritas anak yang pernah mengalami kejang demam akan mengalami tumbuh kembang yang normal tanpa adanya kelainan.

Kesehatan

5 Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur, Simak Moms!

Adakah Moms yang pernah mengalami siklus menstruasi tidak teratur? Bukan tanpa alasan, tentu saja kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab.

Mengutip dari situs Halodoc.com, siklus menstruasi tidak teratur terjadi ketika panjang siklus menstruasi Moms mengalami perubahan terus-menerus. Biasanya, menstruasi bisa datang lebih awal ataupun terlambat.

Sebenarnya kondisi ini normal terjadi. Hanya saja, ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Di antaranya yaitu:

1. Mengidap PCOS

Polycystic ovary syndrome (PCOS) menjadi salah satu pemicu siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal ini dapat terjadi ketika kista muncul di ovarium.

2. Stres

Tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi siklus menstruasi Moms. Sebab, tubuh yang stres membuat terjadinya peningkatan kadar hormon adrenalin dan kortisol. Peningkatan kedua hormon ini memengaruhi hormon seks yang berfungsi mengatur siklus menstruasi.

Oleh karena itu, Moms harus menghindari stres, ya, agar siklus menstruasi kembali normal.

3. Penggunaan KB Hormon

KB hormonal bekerja dengan menekan ovulasi. Alhasil, siklus menstruasi tidak akan teratur.

Sebaiknya tanyakan kepada dokter kandungan mengenai gangguan siklus menstruasi yang Moms alami selama menggunakan KB hormonal. Pastikan juga mengetahui dampak yang bisa terjadi akibat penggunaan KB yang Moms pilih.

4. Olahraga Berlebihan

Olahraga berlebihan dapat memicu berbagai dampak, salah satunya siklus menstruasi yang tidak teratur.

5. Endometriosis

Masih melansir dari laman Halodoc.com, endometriosis terjadi karena jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim. Selain menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang cukup parah saat menstruasi berlangsung.

Demikian 5 penyebab siklus menstruasi tidak teratur. Apakah kondisi ini sedang Moms alami?