Baby · Kesehatan

Penyebab Feses atau BAB Bayi Berwarna Hijau dan Cara Menanganinya

Pernah nggak sih kalian melihat feses anak kita berwarna hijau bahkan kehitaman? Mami sendiri sudah memiliki 4 anak, dan 4 anak mami semuanya ketika mereka baru lahir mereka mengeluarkan feses berwarna hijau kehitaman. Apakah ini normal? Ya.

Feses pada baby yang baru lahir berwarna hijau kehitaman disebut dengan mekonium, yang mana ini normal dan terjadi di awal kelahiran baby kita hingga usia 1 minggu dan akan berubah menjadi warna kuning, emas dan lain sebagainya seiring bertambahnya usia. Kalau baby sudah berusia 3-4 bulan tapi fesesnya berwarna hijau, apakah aman?

Moms, penyebab dari feses berwarna hijau ada beberapa macam yaitu :

1. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui

Ini penting banget loh moms, kita sebagai ibu menyusui apa yang kita makan itu akan menjadi kualitas ASI yang akan diberikan kepada bayi, yang tentunya juga akan mempengaruhi tubuh baby kita. Kalau sampai ibu menyusui terlalu banyak makan makanan berwarna hijau, minum minuman berwarna hijau bahkan suplemen zat besi itu akan mempengaruhi kualitas ASI sehingga itu akan membuat feses baby kita berwarna hijau.

Kalau mami sendiri, belum lama ini mami sempat makan terlalu banyak sayur karena memang mami paling suka sayur dibanding daging dan alhasil si Kembar mengeluarkan feses berwarna hijau. Tapi keadaan ini aman ya moms, jangan khawatir.

2. Bayi sedang tumbuh gigi

Ketika baby kita akan tumbuh gigi biasanya mereka akan memproduksi air liur yang sangat banyak. Saking banyaknya air liur terkadang air liur tersebut akan tertelan ke dalam tubuh baby kita dan ini juga yang akan membuat feses baby kita berwarna hijau karena terlalu banyak menelan air liurnya sendiri moms, dan ini normal.

3. Foremilk atau hindmilk

Foremilk adalah ASI yang keluar pada sesi awal menyusui dan biasanya disebut ASI rendah kalori sedangkan hindmilk adalah ASI yang keluar pada saat sesi menyusui akan berakhir dan biasanya disebut dengan ASI tinggi lemak. Biasanya kalau seorang baby terlalu banyak mengonsumsi foremilk dibanding hindmilk fesesnya akan berwarna hijau. Solusinya adalah usahakan ketika direct breastfeeding di satu payudara itu yang agak lama, biarkan ia menyusu di 1 payudara selama 15-20 menit agar foremilk dan hindmilknya bisa didapatkan semua dengan seimbang.

4. Anak kita baru sakit

Luckie sempat sakit bronkopneumonia dan dirawat di rumah sakit, jadi Luckie banyak menerima infus obat-obatan, belum lagi rasa trauma akibat beberapa kali disuntik, alhasil dia kayak sering kaget gitu moms saat tidur. Nah menurut kepercayaan orang dulu, kalau seorang baby terlalu suka kaget dengan keadaan yang baru apalagi habis dari rumah sakit, dia akan menyimpan rasa kagetnya itu di dalam diri dia dan itu akan tertumpuk. Biasanya kalau baby kita baru pulang dari rumah sakit mereka akan mengeluarkan feses berwarna hijau dan itu dialami oleh Luckie. Itu adalah cara mereka mengeluarkan rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri mereka.

Luckie mengeluarkan feses berwarna hijau pekat banget selama 2 hari. Sempat ada juga yang berwarna hijau kehitaman. Di hari keempat dan kelima mulai ada sedikit warna kuning. Dan ketika mami tanya ke dokter apakah ini aman, kata dokter aman. Kalau menurut kepercayaan orang jaman dulu juga aman, ini adalah akibat dari rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri anak kita dan sedang dikeluarkan. Jadi buat ibu-ibu yang anaknya baru saja mengalami sakit dan mengeluarkan feses berwarna hijau jangan panik dulu.

Lalu kapan saat kita harus waspada? Kalau sampai ketika anak kita mengeluarkan feses berwarna hijau dan dia jadi lemah/lesu, demam, tidak nafsu makan dan fesesnya disertai warna merah. Segera bawa ke dokter kalau sampai menemukan kondisi anak seperti ini ya moms. Nah itu dia tentang feses anak berwarna hijau. Jangan panik dan cari tahu penyebabnya terlebih dahulu. See you di next #CurcolYukMoms.

Baby · Kesehatan

Tanda Bayi Sesak Nafas Sesuai Pengalaman Pribadi, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius!

Sesak nafas bisa dialami oleh orang dewasa, anak-anak bahkan baby. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang bisa sesak nafas, seperti infeksi saluran pernafasan atas, infeksi saluran pernafasan bawah, tersedak dengan sesuatu, banyak dahak karena batuk dan pilek serta kelainan organ tubuh.

Buat mami sendiri, mami sudah merasakan pengalaman dengan Luckie Caesar dari newborn. Luckie dari dia newborn sudah masuk ke NICU karena ada kelainan paru-paru sehingga dia sesak nafas. Luckie juga berwarna biru saat lahir, Luckie sempat masuk ke NICU selama 4 hari 3 malam untuk mematangkan paru-parunya. Tapi ternyata moms, perjuangan mami nggak sampai di sana. Sampai hari ini fokus mami cuma satu, mami sebenarnya punya baby kembar tapi yang selalu mami kasih fokus ekstra adalah Luckie karena dia mengalami kelainan paru-paru, sesak nafas, sempat mengalami bronkopneumonia saat usianya masuk 4 bulan.

Karena Luckie pernah sesak nafas, sempat mengalami bronkopneumonia bahkan laringomalasia, mami jadi concern banget soal sesak nafas. Jangan sampai Luckie kekurangan oksigen, kalau sampai kekurangan oksigen kita bisa mengalami gagal organ tubuh. Khusus Luckie karena pernah mengalami bronkopneumonia dan saturasi oksigennya rendah banget alhasil dia mengalami pengecilan otak karena suplai oksigen nggak cukup ke otak Luckie. Akibatnya sekarang perkembangan fisiknya Luckie juga kurang dan lain sebagainya.

Maka dari itu mami ingin sharing pengalaman mami ini ke kalian semua, please jangan meremehkan sesak nafas ini dan kita harus tahu apakah anak kita sedang mengalami sesak nafas atau tidak, caranya :

1. Hitung durasi nafas anak

Ini adalah cara yang mudah banget kalau kalian nggak ada alat Oxymeter di rumah, kita bisa hitung nafas yang diambil anak kita. Dalam 1 menit anak sampai 30x ambil nafas kita mulai waspada. Kalau dalam 1 menit anak sampai 40x ambil nafas sudah mulai darurat. Jika dalam 1 menit anak ambil nafass 50 – 60x sudah darurat. Langsung bawa anak ke dokter untuk dicek. Tapi sebenarnya kalau dalam 1 menit ambil nafas 40x sudah boleh bawa ke dokter ya moms. Dari menghitung berapa kali anak kita mengambil nafas dalam 1 mneit, kita bisa tahu anak kita sesak nafas atau nggak, karena untuk keadaan normal ambil nafas itu dari 28-30x dalam 1 menit.

2. Hidung anak kita kembang kempis

Ini tandanya anak kita sesak nafas, dan ini pernah dialami Luckie saat mengalami bronkopneumonia tapi mami nggak sadar.

3. Ada tarikan nafas yang cukup dalam di bawah tulang rusuk anak

Sempat Luckie mengalami hal ini saat dirawat di rumah sakit dan saturasi oksigen 70. Biasanya ini dialami oleh orang yang menderita laringomalasia, karena penderita laringomalasia ini jalur pernafasannya tertutup sebagian.

4. Batuk, pilek dan ada suara dahak

5. Cek pakai oxymeter

Ini adalah cara yang paling mudah, atau moms bisa juga langsung ke rumah sakit untuk mengecek saturasi oksigen si Kecil karena akan lebih tepat hasilnya kalau mengecek di rumah sakit.

6. Anak tidak aktif dan lemas

Kalau misalnya kita kekurangan oksigen pasti kita lemas dong moms, begitupun dengan anak atau baby kita. Misal anak kita yang tadinya aktif terus tiba-tiba kurang aktif, lemas, maunya tidur terus dan tidak berdaya itu tandanya anak kita sedang kekurangan oksigen di dalam darah.

7. Bagian tubuh muncul kebiruan

Nah ini adalah kondisi yang sangat ekstrim dan sudah dialami Luckie. Pada saat Luckie sudah pulang dari NICU dia sering banget mengalami kebiru-biruan pada bagian tubuhnya. Bahkan sempat dia tersedak susu dan berhenti nafas kurang lebih 2-3 detik dan muka dia biru moms. Itu tandanya oksigen dalam darah anak kita sudah kurang sekali, kalau sampai seperti itu langsung bawa ke rumah sakit terdekat ya moms.

8. Suara me’ngi’ seperti pluit

Saat bernafas anak kita mengeluarkan suara moms.

Mengecek saturasi oksigen anak kita itu penting, dan kita sebagai orangtua itu harus tahu apakah anak kita sedang mengalami sesak nafas, jangan sampai saturasi oksigen dalam darah itu berkurang drastis, itu bisa membuat organ tubuh yang lain terkena imbasnya, seperti Luckie yang otaknya mengalami pengecilan. Inilah sharing pengalaman mami, semoga bermanfaat.

Baby · Kesehatan

Cara Membersihkan Kerak Kepala atau Cradle Cap Ketombe pada Bayi Baru Lahir

Pernah nggak sih moms kalian melihat baby yang baru lahir di kulit kepalanya banyak kayak ketombe yang bisa terkelupas? Nah ini yang mami alami di ke-4 baby mami. Kasus yang sekarang ini si Kembar sedang mengalami kerak kepala seperti ketombe. Luckie mengalami kerak kepala yang berketombe ini lebih lama nih moms. Biasanya ketombe ini ditandai dengan adanya lapisan kerak-kerak yang ada di bagian kulit kepala baby, berwarna putih kekuning-kuningan, ada lapisan yang terkelupas dan bisa kita ambil nih moms. Kondisi ini disebut dengan cradle cap atau dermatitis seboroik.

Cradle cap adalah ketombe yang biasa muncul di orang dewasa atau bahkan di anak-anak hingga baby. Kok bisa baby baru lahir mengalami cradle cap?

Apa penyebab cradle cap?

1. Disebabkan oleh hormon ibu yang memproduksi minyak berlebih pada jaringan kulit bayi, sehingga membuat kelenjar minyak bayi mengeluarkan sebum yang akhirnya sebum ini menjadi kerak kepala mengelupas seperti ketombe.

2. Disebabkan oleh ragi seperti jamur (malassezia). Jamur ini bisa tumbuh di sebum bersama bakteri yang akhirnya menyebabkan adanya kerak di kepala.

3. Udara yang ekstrim, stres serta alergi susu sapi

Cradle cap pada bayi baru lahir atau baby berumur 0-12 bulan yang biasanya masih bisa mengalami cradle cap ini akan hilang dengan sendirinya, jadi nggak perlu khawatir. Tapi moms namanya seorang ibu pasti kita risih kan moms melihat kulit kepala bayi kita ada keraknya apalagi sampai kuning, banyak dan baby juga terganggu. Tentunya kita mau membersihkan agar kerak di kulit kepala baby kita cepat hilang.

Nah mami ada beberapa cara untuk membersihkan cradle cap yang benar dan jangan dipaksa, karena kalau sampai salah dan dipaksa bisa mengakibatkan infeksi yang cukup serius.

Cara membersihkan cradle cap

1. Gunakan baby oil

Mami sendiri menggunakan Buds Everday Organics – Infant Massage Oil. Biasanya mami akan oleskan secara perlahan di kerak kepala baby, dipijat-pijat jangan dikelupas secara paksa nanti bisa mengakibatkan infeksi. Setelah sudah selesai diamkan 15 menit lalu basuh dengan sampo. Basuh dengan menggunakan sampo yang organik agar nggak membuat baby kita makin parah karena ini kulit sensitif moms.

2. Gunakan minyak zaitun atau minyak almond

Minyak zaitun, minyak kelapa atau minyak almond selain bisa mengangkat kerak kepala baby kita, juga bisa menutrisi kulit kepala baby agar tidak mudah kering.

3. Jangan mengelupas kerak kepala baby secara paksa

Ingat ya moms, kita jangan pernah mengelupas kerak kepala secara paksa, biarkan kerak kepala pada baby kita mengelupas dengan sendirinya. Karena ketika kita mengelupas secara paksa, kulit baby kita masih dalam pertumbuhan, luka sekecil apapun bisa menjadi infeksi yang fatal, jadi jangan pernah dengan paksa mengelupas kulit kepala baby kita.

4. Sikat dengan sisir yang lembut

Sisir kerak kepala bayi hanya dengan satu arah menggunakan sisir yang lembut. Lakukan setelah mandi dan ulangi terus menerus maka kerak kepala akan bersih total.

5. Gunakan krim khusus hypoallergenic

Mami merekomendasikan Buds Super Soothing Rescue Lotion, karena sempat pakai dan keraknya langsung keangkat semua moms, kerak kepala Luckie udah bersih banget. Setelah mengoleskan krim ke kepala bayi diamkan semalaman.

Nah moms itu dia cara membersihkan cradle cap yang baik dan benar semoga bermanfaat.

Baby · Kesehatan

Hati-hati Mata Anak Tidak Fokus, Bisa Saja Terkena Retinopathy of Prematurity!

Sejak Luckie keluar dari NICU memang yang sering buat mami jadi bingung adalah matanya suka banget lihat ke kanan atas, dan suka banget cari jendela yang ada cahayanya dibandingkan melihat ke sekeliling. Awalnya mami pikir itu baik-baik saja.

Di usia 2 bulan mata Luckie sempat fokus apalagi pada saat foto, matanya bisa fokus lihat lensa kamera. Tapi semenjak Luckie masuk ke rumah sakit karena bronkopneumonia di 17 April 2021 yang mami rasakan Luckie mulai nggak fokus. Jadi dia susah banget fokus pada objek. Setiap mami panggil Luckie, Luckie nggak pernah lihat ke mami malah matanya lihat kemana-mana seperti sedang mencari sumber suara.

Memang ya moms ini adalah pertama kali mami punya baby prematur, dan ini pengalaman yang baru banget otomatis mami kurang berpengalaman tentang mengurus bayi prematur. Menjadi seorang ibu yang mempunyai bayi prematur harus aware banget. Karena Luckie suka nggak fokus saat melihat maka dari itu mami pada 3 Mei 2021 berinisiatif untuk cek di internet kelainan mata pada bayi prematur dan muncul yang namanya Retinopathy of Prematurity.

Retinopathy of Prematurity adalah kelainan bawaan pada baby khususnya baby prematur. Kelainan ini disebabkan tumbuhnya pembuluh abnormal pada retina baby kita, padahal retina itu fungsinya untuk menangkap cahaya yang masuk agar melihat. Kalau sampai ada pembuluh abnormal yang tumbuh di retina baby kita itu akan mengganggu penglihatan bahkan bisa membuat penglihatan baby kita hilang permanen alias buta.

RoP ada beberapa stage, stage pertama-ketiga itu masih bisa sembuh dengan sendirinya seiring perkembangan baby. Sedangkan kalau stage ke-4 retina baby kita sudah robek. Kalau stage ke-5 retina itu sudah lepas dari bola mata dan kalau sebelumnya tidak ada pengobatan lebih lanjut sebelum sampai ke stage 5 yang ditakutkan baby kita nggak bisa melihat lagi selamanya. Pemeriksaan RoP itu sebenarnya harus buru-buru dari baby kita lahir dan paling maksimal umur 1 bulan. Kalau pada saat ini Luckie sudah umur 4 bulan dan dinyatakan mengalami RoP, mami pusing banget, apalagi RoP sendiri itu menyiksa banget pengobatannya,

Setelah meyakinkan diri untuk tetap kuat, keesokan harinya mami datang ke JEC ketemu dokter Florence, dokter mencoba untuk menstimulasi Luckie dengan mainan-mainan dan hasilnya Luckie nggak fokus. Kemudian Luckie dicek syaraf mata dan pembuluh darah, untungnya dari hasil pemeriksaan lensa matanya Luckie bagus. Pembuluh darahnya nggak ada yang abnormal. Jadi Luckie nggak perlu mengalami pemeriksaan RoP.

Oh iya moms, pemeriksaan RoP ini nggak semudah itu. Jadi untuk memeriksa RoP moms harus ketahui dulu gejalanya agar bisa diperiksa. Gejalanya adalah baby yang lahir dengan usia kandungan kurang dari 31 minggu, baby lahir dengan berat badan 1.5kg atau kurang, kekurangan oksigen di dalam rahim, adanya infeksi rahim atau adanya kelainan genetik.

Untuk kasus Luckie setelah melakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa Luckie nggak mengalami RoP. Cuma Luckie itu matanya juling, kalau juling pada umumnya itu adalah juling ke dalam sedangkan Luckie julingnya ke luar. Kalau juling ke luar biasanya ada masalah ke otak, dan benar banget pada saat Luckie dirawat di rumah sakit karena bronkopneumonia Luckie di USG otaknya dan hasilnya mengalami Atrofi Serebri.

Otak Luckie mengecil dan nggak mengembang dikarenakan mungkin adalah oksigen yang masuk ke otak kurang karena Luckie sempat sesak napas dan itu ternyata berakibat pada matanya Luckie yang susah fokus. Yang ditakutkan kalau Atrofinya Luckie itu akut Luckie bisa mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan, motorik dan sensoriknya juga akan mengalami kelainan. Kalau Atrofi Luckie masih di stage yang rendah maka bisa sembuh dengan memberikan stimulasi.

Nah karena itu dokter Florence meminta mami untuk bertemu dokter syaraf khusus anak dan dokter Florence menganjurkan mami untuk menstimulasi mata Luckie biar Luckie sadar untuk melihat. Setelah itu mami bertemu dengan dokter syaraf khusus anak, dokter Agus dan beliau menstimulasi Luckie. Lalu disimpulkan bahwa Luckie masih belum sadar untuk melihat dan retina Luckie masih belum cukup kuat untuk menangkap warna-warna, yang harusnya sudah bisa menangkap warna. Kalau Luckie baru bisa menangkap warna hitam putih sedangkan warna lain belum bisa.

Jadi yang akan mami lakukan adalah menstimulasi Luckie dengan corak hitam putih dan cahaya lalu diulang terus menerus agar nanti Luckie lama-lama bisa sadar melihat dan fokus, berusaha untuk menggapai barang tersebut lalu baru diganti dengan objek berwarna lain. Untuk kalian moms yang merasa mata anak kalian mulai nggak fokus, segera bawa ke dokter mata terdekat, jangan sampai kayak mami, kalau sampai kena RoP itu udah telat banget. Kalau kalian punya baby prematur itu sudah harus dilakukan pemeriksaan maksimal umur dia 1 bulan jangan sampai terlambat. Karena kalau RoP ini semakin cepat ketahuan dan kita obati, resiko yang bisa membuat penglihatan menghilang permanen bisa dicegah dari dini.

Itu dia sharing mami mengenai perkembangan mengenai kelainan mata dan otak yang dimiliki Luckie. See you untuk update perkembangan Luckie selanjutnya moms.

Kesehatan

Perawatan Bayi Melawan Penyakit Laringomalasia

Mami mau cerita sedikit tentang perkembangan Laringomalasia yang dialami Luckie. Luckie dari lahir sudah memiliki Laringomalasia, jadi yang difokukan dokter saat Luckie masuk NICU karena paru-parunya belum berkembang adalah bagaimana agar paru-parunya bisa berkembang sebagaimana mestinya sehingga dia bisa menghirup napas seperti baby normal lainnya.

Pada saat itu ketika diketahui ada Laringomalasia, dokter ingin melihat perkembangan Luckie apakah Laringomalasianya Luckie makin membaik atau malah memburuk seiring dengan perkembangan usianya. Tapi ternyata di usia Luckie jalan 4 bulan, Luckie mengalami Bronkopneumonia (infeksi virus bagian paru) dan masuk ke rumah sakit, dirawat selama 7 hari 6 malam.

Saat dia dirawat di rumah sakit, dia sesak napas karena infeksi virus ditambah dengan Laringomalasianya yang membuat jalur napasnya tertutup sebagian karena kelainan laring. Laringomalasianya Luckie makin berat. Setelah Luckie keluar rumah sakit akhirnya kita memfokuskan bagaimana mengobati Laringomalasianya Luckie.

Jadi karena Laringomalasia, Luckie jadi sering mengeluarkan suara grok-grok, Luckie juga sering tersedak susu, sering mengalami sleep apnea (susah tidur) karena pasokan oksigen ke otak berkurang sehingga dia sering kaget dan sulit tidur.

Akhirnya mami memutuskan agar Luckie dicek dengan endoskopi dan hasilnya Luckie mengalami Laringomalasia stadium 3, jadi masih termasuk oke. Yang disarankan dokter nggak ada obat dan tindakan operasi, melainkan harus fisioterapi. Harus dibuat lehernya tegak dan kuat.

Jadi yang difokuskan dokter adalah bagaimana Luckie harus menguatkan leher dia, Luckie harus sering-sering tummy time. Pada saat gendong juga harus tegak sehingga lama kelamaan dengan kepala dia tegak, tulang lehernya kuat akhirnya Luckie bisa memperbaiki Laringomalasia yang dialami dan bisa bermapas dengan baik.

Perlahan-lahan melakukan fisioterapi akhirnya di usianya yang ke-6 bulan Luckie bisa tengkurap, saat tummy time bisa angkat kepalanya bahkan dalam waktu yang cukup lama. Pada saat dia makan duduknya juga sudah bagus banget. Dan Laringomalasia yang dialami Luckie sudah berkurang karena Luckie sekarang sudah bisa melihat mami dengan fokus.

Melihat mami dengan fokus ini mami jadikan acuan apakah Laringomalasianya Luckie sudah membaik atau belum karena Laringomalasia Luckie itu sempat mempengaruhi pasokan oksigen ke otak sehingga Luckie mengalami Atrofi Serebri atau pengecilan otak dan itu kena ke matanya. Karena otaknya mengalami pengecilan jadi Luckie hanya bisa melihat objek hitam putih yang besar. Jadi ketika dia dipanggil dia tidak bisa melihat ke sumber suara moms.

Setelah melakukan fisioterapi, Luckie sudah bisa melihat mami dengan fokus dan bahkan bisa merespon suara-suara yang ada di sekitar dia. Maka dari itu mami katakan Laringomalasianya Luckie sudah membaik. Kemudian posisi duduknya Luckie sudah bagus dan suara grok-grok akibat Laringomalasianya ini sudah hampir nggak ada. Sekarang terapi uap juga cuma sehari sekali di rumah.

Perkembangannya juga sudah lebih bagus dan bisa mengejar perkembangan London. Kalau tidur sudah bisa nyenyak nggak mengalami sleep apnea, minum susu sudah nggak pernah tersedak. Jadi, Laringomalasia Luckie setelah menjalani treatment selama 2 bulan sudah berhasil untuk hampir sembuh.

So, dari sharing mami kali ini mami simpulkan bahwa jangan mudah putus asa moms. Teruslah berusaha dan bersemangat, kalian semua pasti bisa karena tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.

Baby · Kesehatan

Biaya Pengobatan Luckie untuk Perawatan Penyakit Bronkopneumonia

Hari ini mami akan sharing tentang biaya yang mami habiskan untuk perawatan Luckie di rumah sakit Bunda Menteng. Jadi untuk teman-teman yang belum tahu, Luckie adalah bayi prematur yang saat usia 3 bulan jalan 4 bulan sempat terkena bronkopneumonia dan menghabiskan 7 hari 6 malam di rumah sakit Bunda Menteng.

Mami sendiri sempat dibantu oleh tim di rumah sakit Bunda Menteng yang cukup koperatif dan profesional, yaitu dr. Markus Mualim untuk spesialis anak dan dr. Luh Karunia Wahyuni untuk rehab medic nya.

Luckie masuk ke rumah sakit tanggal 17 April 2021, dia langsung masuk emergency dengan dr. Markus. Pada saat diperiksa dokter langsung menyarankan untuk langsung dirawat dan harus langsung dipasang selang oksigen. Luckie sempat cek darah dan hasilnya Luckie mengalami infeksi virus dan sel darah putih sempat mengalami penurunan. Luckie juga sempat dicek urinnya hasilnya urinnya normal. Kemudian Luckie juga sempat dicek bagian feses atau BAB, hasilnya rata-rata normal kecuali terdapat bakteri di dalam tubuh Luckie.

Jadi ini adalah rincian biaya yang dihabiskan di rumah sakit Bunda Menteng, semoga ini bisa jadi gambaran untuk teman-teman yang mungkin aja sedang mempersiapkan biaya pengobatan.

  1. Kebetulan mami ambil untuk kelas I Deluxe Anak per malamnya Rp. 1.452.000 dari tanggal 18 April – 23 April totalnya Rp. 8.712.000.
  2. Kemudian ada biaya visit per dokter yaitu dokter jaga, dokter Markus dan dokter Luh, total dari 18 April – 23 April adalah Rp. 3.402.000.
  3. Kemudian ada biaya laboratorium untuk cek urin, feses, darah, swab dan lain sebagainya dari tanggal 17-19 April Rp. 4. 163.500.
  4. Biaya pemakaian peralatan seperti inhalansi, infus dll itu menghabiskan Rp. 7.053.000.
  5. Lalu ada biaya tindakan visit, terapi dan segala macam dari tanggal 17-23 April menghabiskan Rp. 13.015.000.
  6. Ada biaya obat yang dipakai selama Luckie dirawat dari 18-23 April, totalnya adalah Rp. 5.823.318.
  7. Lalu ada biaya pemakaian obat ruangan seperti sarung tangan, selang oksigen dan lani-lain seharga Rp. 3.011.799.
  8. Ada juga biaya treatment RAC sebesar Rp. 1.442.400.
  9. Total semuanya kita menghabiskan Rp. 46.718.017.

Nah itu dia rincian selama Luckie dirawat dari 17 April sampai 23 April. Jadi Luckie sempat dicek parunya dan hasilnya paru-paru Luckie itu ada putih-putihnya. Putih-putih tersebut yaitu lendir yang sudah mengeras sehingga membuat Luckie sesak napas. Di tanggal 18 April sekitar jam 9 pagi Luckie juga sempat mengalami masa kritis, saturasi oksigennya turun sampai 74. Lalu hasil dari USG paru-parunya itu Luckie didiagnosis mengalami Bronkopneumonia Bilateral.

Luckie sering bengong berkali-kali, ditakutkan bronkopneumonia ini memberikan efek pada otak Luckie maka dilakukan USG otak dan hasilnya adalah Atrofi Serebri yang mana otaknya Luckie mengecil dan nggak berkembang. Sehingga dokter bilang kemungkinan Luckie bisa tumbuh menjadi anak yang bodoh atau pertumbuhannya itu nggak normal seperti anak pada umumnya, tapi itu bisa diperbaiki dengan berbagai macam stimulasi serta makan makanan yang kaya akan nutrisi dan protein saat mulai MPASI.

Inilah semua biaya untuk perawatan Luckie dengan diagnosis Bronkopneumonia, semoga bermanfaat.

Baby · Kesehatan

10 Cara Efektif Mengeluarkan Dahak Bayi, Jangan Sampai Terlambat!

Kita sebagai orangtua pastinya nggak tega dong ya saat melihat si Kecil batuk berdahak bahkan sampai bernafas pun susah banget. Dan ternyata memang batuk berdahak pada bayi itu nggak bisa dianggap enteng. Karena kalau untuk London yang daya tahan tubuhnya kuat akan sembuh dengan sendirinya tapi berbeda dengan Luckie. Luckie adalah bayi prematur yang terlahir dengan kondisi paru-parunya lemah, yang akhirnya pada saat dia terinfeksi batuk dan flu otomatis kena pneumonia. Bahkan Luckie sempat dirawat di rumah sakit 7 hari 6 malam dan mengalami masa kritis moms karena pneumonia.

Nah dahak ini bisa muncul karena infeksi flu dan pilek. Jika daya tahan tubuh anak kita lemah dahak dapat menyebabkan penumonia, pneumonia bronkitis dan bronkitis. Nah berikut 10 cara untuk mengeluarkan dahak pada bayi bahkan cara ini bisa digunakan untuk kita orang dewasa juga ya moms. Berikut caranya

1. Nebulizer

Karena Luckie harus uap terus setelah didiagnosis ada masalah pada Laringomalasianya, sempat kena bronkopneumonia dan ada asam lambung jadi dia minimal sehari sekali diuap maka dari itu kita selalu sediakan nebulizer di rumah. Mami beli dengan harga 600ribu, kalian juga bisa cari di shopee. Biasa kita uapnya itu 10 menit. Untuk obatnya harus sesuai resep dokter jangan sembarangan.

2. Uap air panas

Cukup siapkan baskom yang berisi air panas, lalu masukkan beberapa tetes minyak kayu putih. Setelah itu kita dekatkan si Kecil ke baskom. Jadi uap air panas ini sama kayak terapi uap yang dapat melegakan saluran pernapasan baby kita, membuka saluran hidung yang tersumbat bahkan bisa mengencerkan dahak. Ini benar-benar efektif banget moms.

3. Menepuk punggung baby

Kita bisa posisikan ke posisi tengkurap, lalu kita tepuk-tepuk punggung baby bagian kiri dan kanan secara bergantian. Lalu kita bisa miringkan posisi baby kita ke kanan dan kiri. Setelah itu kita bisa menepuk dada baby secara perlahan. Biasanya kalau dahak sudah ditenggorokan dengan posisi miring dahak akan keluar dengan sendirinya. Kalau dahaknya sudah encer akan masuk ke saluran pernapasan dan keluar dengan urin dan kotoran.

4. Menghangatkan tubuh baby

Kalau baby susah tidur akan rewel dan nangis terus karena adanya dahak yang ada di tenggorokan dia, apalagi ketika dia sudah makan, itu akan menyebabkan baby kita jadi susah menelan makanan. Salah satu cara untuk mengencerkan dahak adalah menggunakan pakaian hangat lalu kita bisa menghangatkan tubuh baby dengan minyak telon. Dan tetap atur suhu ruangan agar tetap hangat ya moms.

5. Menidurkan bayi kita dengan posisi berbeda

Pada saat Luckie sakit, dahaknya banyak banget karena bronkopneumonia, jadi dia tidur kepalanya lebih tinggi daripada badannya agar saluran napasnya terbuka, sehingga dia bisa lebih lega napasnya. Cara ini bisa kalian lakukan moms. Hindari meletakkan baby kita dengan posisi badan dan kepala sejajar saat tidur. Kalian juga bisa ganti-ganti posisi misalnya telentang, miring ke kanan atau miring ke kiri bahkan kalau baby kita sudah bisa tengkurap, dia juga boleh tidur dengan posisi tengkurap tapi pastikan jangan sampai hidung dia tertutup ya moms.

6. Jemur di bawah sinar matahari

Jadi dengan kita menjemur bayi kita di bawah sinar matahari ini bagus untuk pernapasan dan tulang baby. Jemur di antara jam 8-9 pagi dengan durasi cukup 10 menit saja. Jangan lupa untuk tepuk-tepuk punggung baby kita, maka dahak yang biasanya ada di tenggorokan bisa tertelan dan akan terbuang bersama urin dan kotoran.

7. Minum banyak cairan

Jadi pada saat anak banyak dahak kita memberikan minum banyak cairan itu efektif banget untuk mengencerkan dahak yang ada pada baby kita. Kalau untuk bayi kita berikan lebih banyak ASI, kalau sudah di atas 6 bulan kita bisa berikan air hangat. Kalau anak sudah 1 tahun ke atas kita bisa berikan sup, kaldu ayam hangat-hangat.

8. Gunakan pelembab ruangan

Biasanya dahak muncul karena udara terlalu dingin dan kering sehingga dahak numpuk di bagian saluran pernapasan anak. Dengan menggunakan pelembab udara atau humidifier bisa melembabkan ruangan kita sehingga bisa melegakan pernapasan anak kita dan mengencerkan dahak.

9. Gunakan essential oil

Kalau mami sendiri biasanya menggunakan Young Living untuk meredakan dahak dan batuk pilek anak. Biasanya ini bisa kalian oles ke badan anak sedikit aja atau bisa juga dengan teteskan essential oil ke humidifier lalu kita nyalakan humidifiernya.

10. Menggunakan penyedot khusus

Ini berdasarkan pengalaman mami, pada saat Luckie banyak dahak, di rumah sakit Luckie per 3 jam sekali pasti di nebulizer lalu disedot dahaknya dari hidung dan mulut. Kalau mau melakukan ini di rumah, ada alat khusus yang terbuat dari karet kalian bisa cari di tokopedia atau shopee, cuma mami sendiri tetap menyarankan kalau nyedot kayak gitu agak berbahaya. Karena pada saat disedot saturasi oksigen anak akan turun, jadi saran dari mami kalau kalian ingin menyedot dahak langsung ke rumah sakit aja dengan ahlinya jangan dilakukan di rumah.

Nah itu dia 10 cara mengangkat dahak yang bisa dilakukan, kalian sering melakukan cara yang mana nih moms?

Kesehatan

Fisioterapi Luckie untuk Stimulasi Otak yang Mengecil dengan Pengobatan Singapore

Hari ini mami akan sharing tentang pengobatan mengenai Atrofi Otak yang dialami Luckie. Kalau Luckie nggak mendapatkan pengobatan yang cepat dan stimulasi yang baik, akan membuat Luckie terlambat dalam segala aspek, termasuk Luckie akan tumbuh menjadi anak yang kurang pintar.

Akhirnya mami memilih untuk melakukan pengobatan sel punca yang dimana Luckie akan makan obat-obatan secara oral berbentuk sirup. Tapi sebelum itu Luckie sudah sempat dapat fisioterapi dengan dr. Rita di Singapore untuk menstimulasi agar otaknya Luckie berkembang sedikit demi sedikit, bisa tahu bagian tubuhnya dan lain sebagainya.

Fisioterapi untuk menstimulasi Atrofi Otak pada anak ini benar-benar berhasil dilakukan pada anak yang mengalami autisme atau mengalami cedera otak yang cukup parah. Dan buktinya mereka bisa lebih baik lagi. Semoga moms bisa mempraktekkan fisioterapi ke anak yang membutuhkan, mau anak normal atau Atrofi Otak seperti Luckie semua bisa karena tujuan fisioterapi ini adalah untuk menstimulasi otak anak agar lebih berkembang.

Langkah Fisioterapi :

  • Rapatkan kedua kaki bayi, luruskan lalu tekuk kaki bayi hingga membentuk sudut 90º dan telapak kaki menyentuh lantai. Ulangi sebanyak 10x
  • Gunakan 1 tangan untuk menahan bokong si Kecil, lalu tekuk lutut si Kecil hingga dada. Setelah ditekuk putar searah jarum jam dan sebaliknya. Masing-masing 10x putaran
  • Miringkan tubuh bayi (ini namanya recovery position)
  • Setelah selesai kita angkat tubuh bayi lalu buat anak kita loncat sampai kakinya menyentuh tanah atau lantai. Lakukan sebanyak 10x.
  • Letakkan tangan kiri kita ke dada baby, lalu pukulkan tangan kanan kita ke tangan kiri yang menempel di dada baby
  • Lalu tepuk kedua tangan baby kita dengan perlahan menggunakan tangan kita
  • Lalu tepuk kedua paha baby
  • Tepuk kedua telapak kaki baby
  • Buka telapak tangan babyi lalu kita masukkan jempol kita ke dalam telapak tangan baby yang terbuka lalu ajarkan untuk menggenggam selama beberapa detik
  • Pijit jari-jari tangan si Kecil secara perlahan. Gerakan ini untuk menstimulasi agar si Kecil mengenali jari-jarinya
  • Ulangi langkah memijat jari tangan tadi ke kaki si Kecil juga
  • Gunakan 2 jari tangan kita dan pijat bagian wajah si Kecil, di jidat, bawah hidung, dagu, ujung mulut dan pipi. Jika si Kecil menengok ke kanan dan kiri itu berarti dia merespon dengan baik.
  • Gosokkan kedua tangan kita agar panas lalu letakkan di bagian wajah baby

Nah itu dia fisioterapi basic yang harus diulang setiap hari untuk menstimulasi otak si Kecil. Tunggu update terbaru dari mami ya mengenai fisioterapi selanjutnya yang dilakukan Luckie. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai step by step fisioterapi yang dilakukan Luckie, moms bisa langsung klik video di bawah ini ya.

Kesehatan

Pengobatan untuk Laringomalasia (Sesak Nafas) Di Endoscopy Center RSIA Bunda

Hari ini mami mau sharing tentang saluran pernafasan Luckie yang sempat bermasalah. Kemarin mami juga sempat sharing ya, moms boleh baca di artikel Bayiku Batuk Pilek Berdahak, Ternyata Bronkopneumonia. Keadaan Luckie sudah lebih membaik, di hari ke-4 Luckie menjalankan terapi. Terapinya adalah mengeluarkan lendir-lendir keras di bagian punggung bawah Luckie.

Jadi setelah melakukan terapi itu yang awalnya Luckie level oksigen yang digunakan adalah 5, setelah diterapi turun jadi 2. Di hari ke-5, Luckie terapi lagi dan level oksigen yang tadinya 2 turun lagi jadi 0.5 dan sudah bisa merespon. Jadi Luckie yang biasanya bengong, nggak merespon karena oksigen nggak sampai ke otak, di hari ke-5 ini dia sudah bisa merespon ke mami.

Di hari ke-6 alat oksigen sudah nggak pakai sama sekali, tapi selang untuk makan tetap masih pakai karena Luckie nggak boleh minum secara oral, cuma boleh dari selang takutnya nanti masuk ke organ tubuh yang lain dan membahayakan nyawanya. Mami benar-benar happy dengan keadaan Luckie yang membaik dan diharapkan 1 sampai 2 hari selanjutnya Luckie sudah pulang ke rumah. Tapi walaupun sudah boleh pulang ada beberapa syarat yang harus mami ikutin yaitu :

  1. Luckie tidur harus dalam posisi mendongak karena Luckie mengalami Laringomalasia
  2. Luckie pada saat pulang masih harus minum susu dan obat pakai selang

Jadi Laringomalasia itu adalah kelainan bawaan yang mana membuat terganggunya dan terlambatnya pertumbuhan laring sehingga menyebabkan pernafasan anak lemah dan bakal bisa menutup sebagian jalan keluar masuknya oksigen.

Maka dari itu suplai oksigen nggak akan tersalur dengan baik ke seluruh organ tubuh itu sebabnya Luckie mengalami otaknya mengecil karena oksigen nggak sampai ke otak, sering bengong dan nggak fokus. Mami sendiri sebenarnya juga agak terlambat dalam menangani yang akhirnya menyebabkan otaknya Luckie nggak terstimulasi dengan baik. Luckie itu lemah organ tubuhnya karena suplai oksigen nggak cukup ke organ tubuh yang lain.

Laringomalasia ini memiliki ciri-ciri :

1. Baby yang baru lahir suara nafasnya berisik

Luckie sendiri memang lahir prematur dan Laringomalasia ini memang sudah ada sejak dia lahir. Menurut dokter akan dilihat seiring perkembangan Luckie apakah Laringomalasia ini membaik atau memburuk. Ternyata setelah kena bronkopneumonia sepertinya Laringomalasia Luckie memburuk, saluran oksigennya benar-benar sempit.

2. Tubuh baby sering biru

Luckie sendiri memang dari lahir seluruh tubuhnya sudah biru

3. Suka tersedak susu

Pernah sekali tersedak susu sama mami alhasil mukanya biru dan bahkan berhenti nafas selama 2 detik.

4. Sleep apnea

Baby yang mana jadwal tidurnya seharusnya banyak, tapi dia jarang tidur.

5. Kalau ambil nafas sulit

6. Berat badan bayi tidak bisa naik

Kalau kalian sudah menemukan ciri tersebut segera lakukan pengobatan untuk anak. Mami cukup happy karena tanggal 22 April 2021 mami ikut pre launch untuk launching produk terbaru di RSIA Bunda Menteng yaitu Endoscopy Centre dan itu yang akan menjadi pengobatan khusus Laringomalasia.

For your information, endoskopi ini adalah cara mendiagnosis penyakit dengan menggunakan selang yang belakangnya ada kamera dan dimasukkan ke dalam organ tubuh, jadi kita bisa lihat keadaan di dalam tubuh itu ada apa. Nggak cuma itu, ternyata kamera itu juga bisa mendiagnosis dengan tepat penyakit yang sedang dialami. Dan selang yang dimiliki oleh RSIA Bunda Menteng ini bisa untuk orang dewasa bahkan untuk baby yang baru lahir dan itu nggak sakit sama sekali.

Dengan endoskopi di RSIA Bunda ini tim dokter yakin Laringomalasia Luckie bisa didiagnosis dengan tepat dan diberikan pengobatan yang tepat. Nanti akan dilihat Laringomalasia Luckie itu seberapa parah, dan pengobatan yang dibutuhkan seperti apa?

Nah itu dia update perkembangan Luckie, nanti mami akan update lagi perkembangannya bagaimana. See you di next #CurcolYukMoms.

Baby · Kesehatan

Bayiku Batuk Pilek Berdahak, Ternyata Bronkopneumonia

Mami memiliki bayi prematur, London dan Luckie yang lahir di usia 34 minggu jalan 35 minggu. Kalau Luckie memang dari awal lahir sudah masuk NICU 4 hari 3 malam karena paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. Pada saat itu dirawat di NICU agar paru-parunya berkembang minimal bisa bertahan hidup tanpa alat pernafasan baru dipulangkan. Setelah 4 hari 3 malam Luckie pulang. Dari awal Luckie pulang, dia sering mengeluarkan suara grok-grok moms.

Mami tanya sama dokter, kata dokter nggak kenapa-kenapa. Ini terjadi karena paru-parunya belum berkembang sempurna. Luckie itu sering banget tersedak susu bahkan sempat dia kesedak susu sampai mukanya biru semua dan berhenti nafas selama 2 detik. Dari kejadian itu mami jadi lebih hati-hati kalau kasih susu dan kalau ngasih susu harus dari mami nggak boleh orang lain yang ngasih.

Seiring berjalannya waktu, Luckie usia 2 bulan sudah membaik. Jarang banget tersedak susu, suara grok-groknya sudah mulai berkurang. Tapi di usia 3 bulan mulai lagi suara grok-grok nya muncul. Mami kira memang paru-parunya masih belum berkembang dengan sempurna. Dan dia mulai tersedak susu lagi, anehnya lagi dia mulai batuk berdahak. Dari situ mami pikir mami kasih ASI aja itu juga nanti hilang sendiri, karena pengalaman dari anak-anak sebelumnya begitu. Tapi yang bikin mami bingung London dan Luckie berdua batuk berdahak, tapi Luckie nggak hilang-hilang batuk berdahaknya. Sesekali aja memang batuknya, tapi yang makin mami curiga Luckie kalau tidur bersuara.

Karena mami cukup bingung, akhirnya mami kirim video Luckie ke dokter. Dokter bilang Luckie sesak nafas dan Luckie harus dibawa ke rumah sakit segera. Besoknya mami langsung bawa Luckie ke RS. Kebetulan dokter yang biasa handle Luckie oper ke dokter yang lain karena dia lagi di luar kota. Dokter yang 1 ini ketika lihat Luckie dia bilang nggak kenapa-kenapa, ini baik-baik saja yang penting alerginya disembuhkan dulu. Lalu mami diminta beli alat nebulizer dan nanti akan dikasih obatnya, nanti digunakan di rumah biar dahaknya encer karena banyak dahak di paru-paru.

Besoknya yang biasa suara grok-grok itu keluar pas malam hari aja, tapi pas paginya suara Luckie juga mengeluarkan suara grok-grok, mami pikir ini makin parah. Lalu mami buru-buru ke rumah sakit dan ketemu dokter Markus dan beliau bilang kalau Luckie harus segera dirawat karena dia sesak nafas. Saturasi oksigen Luckie itu cuma 80 yang mana normalnya harus di angka 95 minimal.

17 April 2021 Luckie dirawat inap di RS Bunda Menteng. Jadi selama dirawat itu dia dipasang selang di hidung untuk dia minum, karena kalau dia minum langsung ditakutkan nanti pas minum susu dan kesedak cairannya masuk ke organ tubuh lain makin bahaya. Selain itu Luckie diinfus, diambil darah berkali-kali karena sempat nggak dapat nadinya. Luckie dipasang alat saturasi oksigen di kaki.

Di tanggal 17 April 2021 ini Luckie sempat mengalami masa kritis sampai 18 April 2021 di pagi hari. Luckie saturasi oksigennya di malam hari turun sampai 79. Semalaman dari tanggal 17 April 2021 itu mami gendong terus Luckie dengan posisi kurang lebih 45 ℃, saturasi oksigennya aman yaitu 100. Tapi di pagi hari tiba-tiba Luckie lagi tidur saturasi oksigennya turun terus sampai 70 dan nggak bisa naik.

Setelah serangkaian tes yang dilakukan, akhirnya Luckie didiagnosis menderita Bronkopneumonia yaitu adanya infeksi virus di paru-paru. Di paru-parunya dipenuhi oleh lendir banyak banget dan itu yang membuat jalan masuknya oksigen menyempit sehingga Luckie sesak nafas. Untungnya di tanggal 18 April 2021 di siang hari sudah sedikit membaik. Dokter juga dikasih terapi uap tiap 4 jam sekali dan dilakukan pengambilan lendir juga dari hidung dan mulut. Diharapkan agar bisa membuat jalur masuknya oksigen daripada kemarin.

Walaupun lendirnya sudah diambil nanti bisa muncul lagi moms ternyata. Jadi lendir itu akan terus nambah, tapi dengan diambil minimal jalan oksigennya akan lebih baik dan lendir ini akan benar-benar hilang ketika infeksi virus di paru-parunya hilang dengan penggunaan obat-obatan antibiotik yang sudah diberikan.

Di tanggal 18 April 2021 di malam hari Luckie sudah mulai membaik. Karena Luckie suka bengong-bengong mami pikir apakah mungkin karena kekurangan oksigen jadi begitu. Akhirnya Luckie di USG otak dan keluar hasilnya bahwa otak Luckie mengecil, kemungkinan besar karena Luckie sesak nafas jadi aliran oksigen ke otak kurang dan otak menyusut. Kemungkinan besar itu akan mempengaruhi semua kemampuan dia akan lebih lambat dari baby biasanya atau bahkan kurang pintar.

Lalu dokter syaraf juga ngecek Luckie di tanggal 19 April 2021, ternyata kaki Luckie kaku. Jadi dari kaki kaku ini akan mempengaruhi semua organ tubuhnya jadi lemah, maka Luckie akan diterapi.

Dari curhat mami kali ini mami cuma mau berpesan agar kalau kalian juga mempunyai anak yang mengalami sesak nafas, nafasnya grok-grok seperti Luckie segera bawa ke rumah sakit, jangan sampai kayak mami yang lumayan terlambat bawa Luckie ke rumah sakit. Karena anak yang usianya di bawah 2 tahun kekebalan tubuhnya belum sekuat anak-anak di atas 2 tahun atau orang dewasa, kalau dia kena virus sedikit aja itu bisa kena pneumonia.

Bronkopneumonia ini nggak hanya dialami oleh bayi prematur tapi bayi yang lahir normal pun bisa juga mengalaminya ya moms, cuma memang bayi prematur lebih riskan. Semoga bermanfaat.