Kesehatan

BJ Habibie Meninggal Dunia | Apa Itu Terminal Lucidity? Sempat Sehat Sebelum Meninggal

11 September 2019 bapak Habibie mantan presiden kita tercinta meninggal dunia yang disebabkan karena penyakit jantung. Diberitakan bapak Habibie sebelum meninggal keadaannya malah berangsur baik dan stabil bahkan sudah bisa diajak bicara dan merespon.

Kenapa mommy hari ini mau bahas ini? Jadi setelah mommy baca artikel mengenai bapak Habibie mommy jadi teringat lagi sama papa. Jadi papa 28 Agustus 2019 meninggal dunia pada jam 10.45 malam. Papa sebelum meninggal keadaannya itu baik-baik banget. Pas mommy datang jam 4 sore papa malah makannya banyak banget. Padahal 2 – 3 hari sebelumnya papa enggak bisa makan. Setiap mommy minta papa makan, papa selalu bilang enggak bisa makan, percuma makan muntah lagi dan eneg bawaannya bahkan minum aja enggak bisa. Jadi ada 2 – 3 hari itu papa enggak makan, benar-benar kondisi papa itu lemah banget. Bayangin aja ya moms enggak makan dan minum, cuma mengandalkan infus aja, belum lagi muntah-muntah terus, merasakan kesakitannya di bagian paru-paru, sesak napas dan lain-lain.

Terus mommy bingung di hari Rabu itu tanggal 28 Agustus 2019 pas mommy datang papa itu kelihatannya memang mukanya pucat cuma mama mommy bilang papa hari ini makannya banyak banget sampai minta mama beliin bubur lagi di bawah, sudah habis beli lagi. Papa minta beli terus makan yang banyak minum juga banyak. Kalau kayak gini papa besok terus bisa pulang. Pas mommy datang papa makan terus memang, ya mommy happy cuma yang mommy pusingkan adalah kenapa muka papa sedikit pucat. Memang papa sudah bisa berdiri, terus maunya turun dari ranjang dia mau injak lantai terus jadi dia itu enggak mau tiduran malah duduk di sofa, peluk mama, ngobrol banyak sama mama pokoknya habisin waktu sama mama itu banyak banget, sudah gitu sambil makan dan minum.

Jadi malam sebelumnya papa mimpi buruk, papa mimpi enggak ngomong sama mommy cuma ngomong sama mama kalau dia mimpi dari atas ada putih-putih yang mau datang jemput, papa langsung syok makanya di Rabu 28 Agustus 2019 paginya mama telpon suruh mommy dan adik-adik datang cuma kan pada saat itu mommy enggak bisa karena mommy mesti ngantar anak dan enggak kepikiran. Terus mama juga bilang papa minta ganti kamar soalnya papa enggak mau di kamar ini karena papa mimpi buruk. Mommy sudah cari kamar tapi enggak ada, akhirnya terpaksa mau enggak mau tunggu sampai besok mungkin baru ada kamar kosong.

Jadi abis baca artikel bapak Habibie mommy baru merasa kenapa kondisi pasien yang sudah mau meninggal itu malah membaik? Mommy cari tahu. Akhirnya mommy tahu ini namanya Terminal Lucidity. Jadi ini adalah kejadian sebelum seorang pasien meninggal, dimana pasien mengalami kejernihan atau ketajaman mental beberapa saat sebelum ajal menjemput. Biasanya ini akan terjadi pada pasien yang enggak sadarkan diri, pasien yang koma, pasien yang lemah, pasien yang memiliki gangguan kejiwaaan dan biasanya pasien-pasien yang mengalami Terminal Lucidity itu yang biasanya punya gangguan terhadap tumor otak, kanker otak, meningitis, alzheimer pokoknya hal-hal yang berhubungan dengan otak, stroke dan lain-lain. Tapi itu juga memungkinkan kepada pasien seperti salah satunya mantan presiden kita bapak Habibie yang memiliki penyakit jantung, dia juga mengalami yang namanya Terminal Lucidity. Dan papa mommy itu kanker paru-paru stadium lanjut, dia juga mengalami Terminal Lucidity.

Jadi papa pas mengalami Terminal Lucidity itu beberapa jam kemudian meninggal. Terminal Lucidity itu di bagi menjadi 2 tahap. Ada seseorang yang mengalami Terminal Lucidity seminggu kemudian akan meninggal dunia dan ada yang beberapa jam kemudian akan meninggal dunia seperti salah satunya papa mommy. Jadi sebenarnya Terminal Lucidity ini bukan hal asing yang jarang ditemukan. Setelah mommy konsultasi sama teman-teman banyak yang bilang di antara kakeknya, neneknya juga mengalami hal serupa dengan papa mommy. Dari yang enggak bisa makan, tiba-tiba jadi makannya banyak banget. Terus sudah gitu mimpi, maunya komunikasi.

Salah satu cerita tentang Terminal Lucidity ini adalah dari seorang nenek yang berumur 91 tahun yang sudah menderita penyakit alzheimer selama 15 tahun terakhir. 5 tahun terakhir dia, dia sudah enggak bisa mengenal orang-orang sekitar dia. Tapi sebelum dia meninggal dunia, beberapa jam sebelumnya dia bisa berkomunikasi dengan anak perempuannya. Dia berkomunikasi tentang kematian, teman gerejanya dan beberapa jam kemudian dia pun meninggal dunia.

Dan masih ada salah satu cerita lagi ada seorang anak yang berumur 5 tahun, dia sudah koma selama 3 minggu di rumah sakit, beberapa jam sebelum dia meninggal dia membuka matanya dia berterimakasih kepada anggota keluarganya dan say goodbye pada keluarganya ssetelah itu beberapa jam kemudian dia meninggal dunia.

Terminal Lucidity ini sebenarnya sampai sekarang masih diteliti oleh para ilmuwan dan memang masih belum bisa dibuktikan. Tapi terminal lucidity ini sudah ada sejak 350 SM dan ditemukan 83 catatan yang sudah berusia 250 tahun tentang kondisi Terminal Lucidity ini. Dan Terminal Lucidity ini biasanya saksinya adalah para pendamping pasien. Nah papa mommy saksinya itu adalah mama mommy sendiri yang mengatakan benar-benar papa beda banget beberapa jam sebelum meninggal.

Sebenarnya Terminal Lucidity ini juga sebuah tanda ya moms yang dimana kita bisa tahu bahwa orang yang kita sayangi akan pergi. Coba kalau mommy sadar, mommy enggak sadar waktu itu, mommy cuma pikir bagaimana melawan kanker, pengobatan apa yang mesti mommy pilih, obat mana yang mesti mommy masukkan ke dalam tubuh papa biar enggak salah jadi mommy enggak peka akan tanda kepergian dari papa. Kalau mommy peka itu adalah tanda sebelum papa pergi mommy pasti bakal manfaatin waktu itu sebaik-baiknya dan enggak habisin waktu buat ngobrol di depan. Jadi moms pesan dari sharing kali ini adalah kalau misalnya orang-orang yang kita sayangi berbeda dari sebelumnya seperti sehat padahal sebelum-sebelumnya lemah, kita manfaatkan waktu itu jangan sampai kayak mommy ya. Itu bisa dimanfaatkan untuk say goodbye dengan orang yang kita sayangi moms.

Kesehatan

Kenali Tanda Mabuk Kafein karena Minum Kopi & Teh

Jadi beberapa hari yang lalu mommy sempat mabuk kafein. Jadi mabuk kafein ini mommy rasakan setelah mommy review salah satu tempat kopi yang cukup hits di Jakarta dan enggak lama kemudian mommy merasa mabuk kafein. Jadi kita tahu sendiri jaman now itu enggak cuma teh campur susu tapi sekarang ada kopi campur susu, macam-macam lah variannya. Itu lah yang mendorong mommy dari yang dulunya enggak suka kopi sekarang kayaknya kalau pagi-pagi enggak minum kopi susah ya.

Jadi yang perlu kita ketahui, ternyata mabuk itu enggak cuma dari alkohol aja, kafein juga bisa bikin kita mabuk loh moms. Beberapa hari yang lalu mommy itu mabuk kafeinnya begini, setelah mommy minum kopi dan teh itu mommy 10 menit kemudian merasa mulai agak pusing, mual, mommy merasa mungkin karena terlalu banyak minum ya secara mommy minum 8 gelas. 4 gelas kopi dan 4 gelas teh, memang enggak habis semua cuma lumayan kan ya moms.

Nah sudah 10 menit berlalu sampai mommy jemput baby Louisse pulang sekolah, mommy naik mobil mommy enggak bisa gerak sama sekali, pusing, mual, keringat dingin terus, kepala berat. Terus kayak enggak bisa ngapa-ngapain, ngantuk tapi enggak bisa tidur. Jadi mommy sempat ngecek mommy ini kenapa, tadi sih minum kopi dan teh pas mommy cek hasilnya adalah mommy mabuk kafein.

Masa iya ada mabuk kafein? Jadi dikatakan seseorang bisa overdosis kafein apalagi kalau meminum kopi dan teh secara bersamaan. Dan itu yang mommy lakukan. Jadi mommy mereview tempat kopi itu ada 4 kopi dan mommy enggak tahu kan namanya kita review ya kita langsung aja minum, abis itu kopi selesai ya langsung minum teh dan jaraknya paling cuma beberapa menit dan itu yang membuat mommy overdosis atau mabuk kafein.

Apa efek dari meminum kopi dan teh?

Jadi ada beberapa penelitian mengatakan memang teh dan kopi ini diminum secara bersamaan memiliki efek yang bagus dan negatifnya. Efek yang bagusnya apa? Jadi teh itu mengandung kafein juga, kopi juga mengandung kafein. Kafein itu ada di teh, kopi, coklat, minuman energi dan sebagainya. Nah teh ini sendiri juga memiliki antioksidan yang gunanya untuk mencegah peradangan, mencegah penyakit kronis, menyembuhkan luka, melebarkan pembuluh darah jadi itu ada juga efek positifnya dan kafein efek bagusnya juga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi rasa ngantuk dan banyak yang bilang minum yang mengandung kafein dapat membuat kita mengingat, enggak gampang lupa pas tuanya.

Nah bagaimana kalau teh dan kopi ini dicampur menjadi satu?

Jadi mommy itu selain pusing, mual, kepala berat, susah makan dan minum, keringat dingin terus rasanya ngantuk tapi enggak bisa tidur. Tangan dan kaki gemetar kayak kesemutan gitu. Jantungnya juga berdebar-debar terus. Mommy juga merasa penglihatan mommy rada blur. Jadi setelah mommy cek lagi ternyata selain efek yang mommy rasakan kemarin itu adalah efek jangka pendek, efek yang langsung dirasakan oleh para peminumnya. Efek jangka panjangnya dapat merusak sistem syaraf kita.

Minum teh dan kopi itu enggak bagus?

No. Asalkan kita bisa meracik teh dan kopi, kafein yang ada dalam gelas itu cuma 120mg aman, tapi apakah kita bisa menakarnya? Sedangkan untuk mengonsumsi kafein, orang dewasa sehari paling maksimal 400mg itu yang paling aman tapi kita juga sering kan melihat banyak teman-teman kita kalau minum kopi kalau enggak kental enggak bisa. Ingat kafein itu ada efek bagusnya tapi kalau sesuatu yang kita konsumsi secara berlebihan juga akan mengakibatkan hal yang tidak bagus. Kafein itu bisa meningkatkan ketergantungan kita loh moms.

Inti dari sharing mommy adalah janganlah kalian mencoba minum teh dan kopi secara bersamaan, itu pengalaman paling buruk yang mommy rasakan. Mabuk alkohol sama mabuk kafein mommy lebih pilih mabuk alkohol sedangkan mabuk kafein yang mommy rasakan itu enggak enak banget, enggak bisa ngapa-ngapain. Buat kalian yang baca artikel ini jangan pernah penasaran, jangan pernah mau eksperimen untuk teh dan kopi ini karena mabuk kafein itu enggak enak, kecuali kalian sudah siap menerima akibatnya ya.

Kesehatan

Rahasia Miss V Tetap Rapat dan Kencang Walau Sudah Punya 2 Anak

Hari ini mommy mau bahas hal yang sering banget dihadapi oleh para wanita khususnya ibu-ibu after punya anak. Jadi seperti kita ketahui, namanya kita sudah bertambah usia otomatis wajah kulit kita akan makin menua banyak keriput, mulai banyak garis-garis, belum ini kantung mata yang gede karena kebanyakan begadang dan lain sebagainya.

Sama pula dengan keadaan Miss V. Siapa tuh Miss V? Jadi Miss V ini adalah alat kelamin wanita. Miss Vagina atau Miss V kita juga akan mengalami penuaan after kita punya anak. Kalau Miss V itu menua seperti apa? Jadi ini juga baru mommy rasakan after mommy punya anak. Yang mommy rasakan Miss V mommy keadaannya sebelum punya anak dan masih muda rasanya lebih berwarna cerah ya, merah kayak darah terus lebih ketat, lebih kencang dan merasa enggak melonggar.

Nah after mommy punya anak, apa yang mommy rasakan sekarang? Miss V mommy after punya anak apalagi sudah 2 anak itu warnanya mulai gelap, jadi ada beberapa bagian itu sudah mulai menghitam. Kemudian lebih longgar, kendur, jadi bagian vaginanya itu lapisan luar lemaknya kayak kendur enggak kencang, enggak sekencang dulu dan kalau misalnya berhubungan seksual biasanya sakit dan kurang merasakan gairah.

Nah jadi ini dirasakan oleh semua wanita yang sudah punya anak tentunya apalagi yang lahiran normal. Mommy sih sesar tapi tetap ada beberapa perubahan di Miss V mommy, pokoknya sudah enggak kayak pas muda dulu. Memang moms Miss Vagina kita akan mengalami penuaan, di mana karena kolagennya sudah berkurang dan sudah mulai menipis, sudah berkeriput sudah enggak kayak dulu pas gadis, itu start umur 20an sudah mulai berkurang.

Yang mommy mau bahas hari ini adalah karena saking maraknya masalah ini oleh para ibu-ibu, para wanita yang sudah menikah terutama, akhirnya banyak banget solusi yang ditawarkan untuk kita para ibu agar Miss V kita bisa seperti muda dulu, bisa seperti belum punya anak dulu. Gimana sih caranya? Berikut adalah 8 cara untuk mengencangkan, merapatkan Miss Vagina kita seperti kita belum punya anak dulu versi mommy :

1. Hindari Olahraga yang Membuat Miss V Kendur

Jadi olahraga salah satunya yang membuat Miss Vagina kita menjadi mengendur, tidak rapat lagi salah satunya adalah bersepeda. Jadi ketika kita bersepeda bagian Miss V kita menekan ke tempat duduk sepeda, nah kalau kita bersepeda makin lama dan sering banget otomatis akan membuat Miss V kita tertekan, lama-lama mengendur belum lagi kalau jatuh, jadinya enggak rapat lagi. Jadi kita harus hindari olahraga yang bisa membuat Miss V kita mengendur, enggak rapat, terbuka lebar dan sakit tentunya.

2. Rajin Latihan Olahraga Kegel

Jadi kegel adalah senam yang melibatkan Miss V kita, senam ini cukup unik dan mommy baru tahu karena mommy searching di Google. Senam Kegel ini kita kayak mau pipis tapi kita tahan itu pipis, 1 menit. Pokoknya sehari ulangi 100x itu sangat membantu kita untuk merapatkan Miss V kita dan mengencangkan Miss V kita, itu latihan otot Miss V.

3. Hindari Diet Yoyo

Jadi boleh enggak sih diet? Boleh, tapi dietnya itu jangan kayak yoyo atau naik turun, jangan dietnya angot-angotan. Yang ada dengan kita melakukan diet seperti yoyo yang naik turun itu membuat efek samping pada Miss V kita, jadi punya lapisan lemak yang kendur. Kalau mau diet ya diet, kalau enggak mau yaudah stop yang penting makan yang sehat aja.

4. Sering Berhubungan Seksual

Tapi kalau misalnya kita sudah suami istri boleh, kalau belum jangan ya. Berhubungan seksual dengan pasangan ini sangat disarankan karena semakin banyak kita berhubungan seksual, dimana puncak-puncak orgasme para wanita itu akan membuat aliran darah lancar di bagian Miss V nya. Otomatis lama kelamaan bagian yang menghitam itu warnanya akan lebih memudar. Jadi kalau sudah suami istri sering-sering berhubungan seksual. Karena yang perlu kita ketahui sperma para pria aja bisa jadi pelumas untuk vagina kita loh.

5. Posisi di Atas

Buat kalian yang sudah menikah, posisi di atas maksudnya adalah para istri sering-seringlah melakukan hubungan seksual dengan posisi di atas.

6. Latihan Kaki

Mau tahu bagaimana latihan kaki yang mommy maksud? Klik video yang akan mommy cantumkan di bawah ya moms.

7. Yoga

Dulu mommy suka sekali yoga, tapi karena sudah punya anak jadi jarang yoga lagi, badan jadi kurang lentur. Nah di video di bawah nanti mommy akan berikan gerakan yoga yang bisa moms lakukan di rumah.

8. Laser

Mommy sekarang lagi mikir mau laser atau enggak. Jadi karena maraknya masalah tentang mengencangkan Miss V ini dan kurangnya gairah para wanita karena Miss V ini sudah mengalami penuaan, banyak banget teknologi kayak laser yang menawarkan bahwa laser bisa membuat Miss V kita semakin remaja seperti dulu. Namanya sebuah treatment pasti ada dampak baik dan buruknya ya moms, nanti mommy akan bahas di artikel selanjutnya. Cuma buat kalian yang memang punya masalah apalagi yang suka berhubungan seksual dan merasakan sakit di bagian vaginanya, kalian boleh coba laser ini moms. Karena teman mommy sudah ada yang laser di bagian Miss V dan dia puas banget. Jadi warna Miss V kita sudah mulai merah lagi kayak dulu, dan bisa mengatasi keputihan, makin kencang, makin ketat dan suami puas. Berhubungan seksual sama-sama enak katanya.

Nah ini adalah 8 cara mommy untuk mengatasi masalah tentang Miss V, bagaimana meremajakan bagian Miss V kalian semoga bisa membantu dan mommy punya 1 tips lagi buat kalian yang ingin Miss V nya masih kayak gadis dulu, boleh kalian kalau misalnya lagi mau lahiran dengan cara sesar. Jadi mommy punya teman dan kasih tahu mommy untuk sesar aja karena kalau normal sudah enggak kayak gadis. Dan mommy sudah membuktikan mommy punya 2 anak, daddy masih bilang Miss V mommy masih kencang dan kayak dulu.

Kesehatan

Mengenal Pap Smear untuk Mencegah Kanker Serviks

Setelah 4,5 bulan pasca melahirkan baby Loewy akhirnya mommy memeriksakan diri ke dokter kandungan. Jadi biasanya kalau kita habis melahirkan, 3 bulan setelah melahirkan dokter akan meminta kita untuk datang lagi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri kita. Jadi mommy sempat delay 1,5 bulan karena mommy pergi liburan jadi lupa, jadi tepat 4,5 bulan setelah melahirkan langsung pergi ke dokter kandungan di RSIA Grand Family PIK.

Nah pas mommy datang, mommy cuma ditanya sama susternya mau periksa apa? Dan mommy bilang ini periksa pasca melahirkan 3,5 bulan disuruh balik sama dokter cuma karena mommy delay jadi 4,5 bulan, bahaya enggak? Kata susternya enggak kok, pap smear ya? Mommy bingung apa itu pap smear. Dan ditanya lagi sudah pernah pap smear atau belum dan ini anak yang ke berapa? Mommy bilang ini anak yang kedua. Pap smear itu biasanya 3 bulan setelah melahirkan biasanya akan ada pemeriksaan di bagian vaginanya. Dan mommy baru ingat pas anak pertama, Louisse, mommy juga sudah pernah. Ternyata itu namanya pap smear.

Jadi mommy kan selama ini cuek aja, dan enggak tahu istilah-istilah dokter tapi sekarang mommy lebih agak teliti apalagi soal pemeriksaan. Dengar kata pap smear mommy langsung penasaran. Sebenarnya pap smear itu apa? Pap smear ini sudah mommy lakukan di anak mommy pertama setelah mommy lahiran 3 bulan setelahnya, dan baby Loewy 4,5 bulan setelah melahirkan baru mommy melakukan pap smear.

Pap smear itu adalah salah satu pemeriksaan di bagian vagina untuk kaum wanita guna mengecek apakah ada sel-sel abnormal di sekitar vagina kita. Biasanya ada sel-sel abnormal itu kayak ada kanker serviks atau HIV. Jadi itu dicek ada enggak sih sel-sel abnormal di vagina kita. Kalau sampai ada kita kan jadi tahu sejak dini dan kita akan diberikan pengobatan sebagaimana mestinya.

Haruskah wanita melakukan tes pap smear dan dari usia berapa tahun?

Pada saat mommy memeriksakan diri mommy dengan dokter, mommy sempat tanya sebenarnya pap smear ini kalau misalnya wanita belum hamil, boleh enggak sih melakukannya untuk mengecek apakah kita ada sel-sel pendukung kanker serviks. Kata dokter iya, apalagi untuk wanita yang biasanya sudah berumur 20 tahun ke atas dan sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Kalau di Indonesia kan memang enggak boleh yang namanya kumpul kebo ya, tapi yang namanya pergaulan bebas kan kita enggak tahu. Jadi untuk remaja-remaja apalagi yang sudah sering melakukan hubungan seksual sangat diharuskan untuk melakukan pap smear. Selain itu untuk wanita-wanita yang sudah berkeluarga apalagi yang sudah memiliki anak juga diharuskan untuk melakukan pap smear.

Jadi kisaran umurnya adalah umur 20an – 45 tahun, dimana itu adalah masa-masa kita masih haid, masih subur itu diharuskan kita melakukan pap smear. Pemeriksaan pap smear ini biasa dilakukan 3 tahun sekali. Untuk hasilnya biasanya 2 minggu setelah pemeriksaan baru ketahuan.

Bagaimana prosedur pap smear?

Prosedur pap smear bisa dibilang mudah ya, jadi kita datang saja. Buat wanita yang baru pertama kali mau pap smear bilang saja mau cek pap smear, kalau untuk wanita yang sudah melahirkan biasanya memang diminta oleh dokter untuk langsung datang ke rumah sakit untuk cek pap smear. Pada saat mommy datang dokter sudah tahu kalau mommy mau cek pap smear. Terus mommy cuma disuruh untuk masuk ke ruangan kemudian kita akan diminta untuk membuka celana luar dan dalam kita. Kita akan disuruh untuk duduk, jadi duduknya itu kayak ngengkang, kedua kaki diangkat terbuka lebar dengan keadaan enggak pakai celana dalam terus ditutup pakai kain. Nanti dokter masuk, dokter bakal membawa 1 alat untuk membuka bagian vagina kita agar lebar terus nanti akan ditusukkan 1 jarum kayak ada kapas nah itu gunanya untuk mengambil sel-sel di bagian vagina kita.

Rasanya bagaimana?

Rasanya enggak nyaman tentunya, apalagi buat kalian yang enggak pernah melakukan pemeriksaan seperti ini mungkin akan enggak nyaman ya moms. Kalau mommy kan memang sebelum lahiran, memang pas hamil kan melakukan beberapa pemeriksaan kandungan itu biasa di awal-awal pertama itu cek begitu, kaki dibuka lebar dan vagina dimasukin alat gitu. Walaupun mommy sudah pernah dan mommy sudah pernah pap smear sebelumnya tetap itu merasa enggak nyaman apalagi buat kalian yang baru pertama kali. Malu juga pasti. Terus yang pas dimasukin alatnya kayak kapasnya itu ada kayak ada 1 tembakan gitu, jadi tembakan untuk ambil sel-sel bagian vagina itu, rasanya kayak digigit semut.

Akurat enggak hasilnya?

Jadi sama kayak pemeriksaan-pemeriksaan yang lain, pap smear itu keakuratannya enggak sampai 100%, paling 80% aja. Karena namanya pemeriksaan kadang kala itu ada 1 hambatan entah itu dari diri kita sendiri atau dari dokter itu salah ngambil sel atau pada saat kita haid diambil nih bagian sel-selnya. Jadi bagian pemeriksaannya itu enggak begitu akurat. Karena hal itu membuat sel-sel abnormal di bagian vagina itu jadi kabur.

Apa yang harus dilakukan atau disiapkan saat hendak pap smear?

Jadi yang pertama ingat, kita melakukan pap smear ini ketika kita sedang tidak menstruasi atau 2 hari sebelum haid atau 3 hari setelah haid. Kemudian 2 hari setelah pemeriksaan pap smear ini jangan berhubungan seksual. Tidak minum pil KB. Tidak melakukan pembersihan vagina dengan menggunakan pembersih-pembersih karena itu akan membuat sel-sel abnormal itu jadi enggak kelihatan, yang ada nanti pemeriksaan untuk pap smear itu jadi enggak akurat.

Penting enggak sih tes pap smear?

Kalau buat mommy itu penting ya apalagi buat kita yang selama ini enggak begitu aware untuk soal cek bagian serviks kita. Yang perlu kita ketahui kanker serviks itu adalah nomor 2 kanker pembunuh yang menyebabkan kematian di Indonesia paling tinggi untuk perempuan. Jadi untuk pemeriksaan dari dini apalagi untuk pap smear ini sangat dianjurkan. Apalagi untuk pemeriksaannya juga enggak ribet, kalau kita tahu ada sel-sel abnormal di dalam tubuh kita, kita bisa langsung mengobatinya dari dini agar enggak terlambat.

Berapa biaya melakukan tes pap smear?

Untuk biayanya mommy kemarin habis kurang lebih 1,5jutaan. Untuk dokternya sendiri kurang lebih 400rb dan untuk pap smear kurang lebih 1,1jt. Semoga bermanfaat.

Fakta-Fakta · Food · Kesehatan

1 Brown Sugar Bubble Tea Sama dengan Minum 3 Botol Coca Cola

Hari ini mommy mau cerita tentang fakta bubble tea. Kenapa mommy mau banget ngomongin soal ini?

Karena menurut mommy ini penting banget buat kalian, karena minuman bubble tea ini terus kita konsumsi tanpa kita ketahui sebenarnya fakta dari minum bubble tea ini. Yang perlu kita ketahui, namanya kita minum sesuatu atau makan sesuatu yang berlebihan, pasti efek untuk tubuh kita juga enggak bagus sama dengan bubble tea ini.

Jadi beberapa minggu ini mommy sempat agak terusik jujur aja, tapi it’s okay karena ini jadi bikin mommy sadar. Banyak teman mommy di instagram bilang kalau muka mommy lebaran, chubby dan gendutan. Dan pas mommy lihat, ternyata iya. Pas after hamil dan lahiran masih lebih kurus daripada sekarang. Terus mommy pikir perasaan mommy enggak makan yang daging-daging, terus makan juga teratur enggak sampai berlebihan, enggak ngemil coklat juga tapi setiap hari minum bubble terus. Baru kemarin minum Xing Fu Tang 8 gelas saking enaknya. Maka dari itu mommy mau sharing tentang fakta bubble tea, apa saja faktanya?

1. Bubble Tea Dicintai oleh Semua Kalangan

Jadi fakta pertama yang harus kita akui, bubble tea itu dicintai oleh semua kalangan. Enggak usah jauh-jauh ya moms kita di Jakarta yang tentunya yang belum lama buka aja kayak Xing Fu Tang dan masih banyak banget gerai-gerai bubble tea yang baru buka langsung dipenuhi oleh orang-orang, mau berapa jam pun antri enggak masalah yang penting bisa minum yang namanya bubble tea. Dan mommy adalah salah satu pecinta bubble tea, enggak di Indonesia enggak di Aussie pasti nyari yang namanya bubble tea.

2. Membuat Gendut

Yang perlu kita ketahui bubble tea itu disukai oleh orang banyak karena bubble tea ini punya banyak varian rasa. Padahal sebenarnya bubble tea itu terbuat dari teh campur susu. Nah tapi karena variannya unik dan bikin menarik mommy jadi suka banget sama yang namanya bubble tea. Dan salah satunya yang sekarang lagi ngehits adalah varian brown sugar bubble tea, udah teh campur susu, gula, boba, brown sugar belum lagi campur cream-cream yang lain.

Cuma rasa enak dari bubble tea ini enggak worth it banget, yang perlu kita ketahui 1 gelas brown sugar bubble tea ini mengandung 18,5 sendok gula yang dimana 1 sendok gula itu setara dengan 5 gram, berarti total dalam 1 gelas bubble tea brown sugar mengandung 92,5 gram atau 100 kalori.

Padahal 1 coca cola kemasan kecil yang kita minum cuma ada 7 sendok gula. Jadi kalau untuk 1 gelas bubble tea brown sugar sama dengan 3 botol coca cola kurang lebih. Padahal jaman dulu, kita pantang minum coca cola karena dapat menyebabkan gendut dan enggak sehat tapi sekarang bubble tea 1 gelas aja enggak cukup. Padahal setelah kita tahu faktanya ternyata kalori yang dikandung oleh 1 gelas brown sugar bubble tea ini setara dengan 3 botol coca cola. Apakah kalian masih mau minum?

3. Bubble Tea Memicu Diabetes

Bubble tea itu mengandung 100 kalori gula kita minum 1 gelas 1 hari, itu bikin kita jadi gendut gula itu that’s why bubble tea itu faktanya bisa bikin diabetes apalagi kalau misalnya orangtua masih minum konsumsi bubble tea setiap hari.

4. Membuat Obesitas

Selain diabetes, bubble tea juga dapat menyebabkan obesitas. Jadi 1 gelas bubble tea ini bisa meningkatkan deposit peningkatan lemak pada tubuh kita. Yang barusan mommy bilang itu kalau kita enggak pakai boba, boba sendiri juga ada lemak dan kalorinya sendiri. Kita minum 1 gelas ini, kita mesti kurang lebih 15 menit jogging atau 40 menit kita fitnes baru kalori dari 1 gelas bubble tea itu abis.

5. Meningkatkan Resiko Berbagai Jenis Penyakit

Berbagai jenis penyakit tersebut antara lain stroke, jantung dan asam urat. Boba dari bubble tea itu terbuat dari tepung tapioka, tepung tapioka itu sulit banget untuk dicerna di dalam usus kita. 1 gelas brown sugar bubble tea ini mungkin kalau mommy lihat ada 30an boba kali ya moms. Sehari kita minum 30 boba, hari ini kita minum 30 boba dan besok kita minum boba lagi 30 dan seterusnya, setiap hari kita minum padahal boba yang kemarin saja belum dicerna secara sempurna oleh sistem pencernaan kita.

Bahkan ada kasus di Zhejiang, China seorang gadis berumur 14 tahun mengalami sembelit. Jadi dia selama 5 hari enggak bisa makan, minum, BAK dan BAB sampai dia harus dibawa ke rumah sakit. Ketika dia dibawa ke rumah sakit dokter melihat enggak ada yang salah dari sembelit ini terus ternyata setelah dilakukan scan, akhirnya dokter menemukan di usus si gadis ini ada 100 boba di dalamnya moms yang belum tercerna dengan sempurna. Lalu akhirnya dokter memberi dia obat agar dia bisa BAB secara perlahan-lahan dan mengatasi sembelit dia. Cuma yang kita bisa lihat dari pengalaman tersebut moms, dokter itu mengatakan kasus ini bisa terjadi karena si gadis ini hampir setiap hari minum bubble tea.

6. Bahan Diimport Langsung dari Taiwan

Fakta ini sebenarnya mommy sudah tahu dari dulu, cuma karena enaknya bubble tea jadi mommy tetap aja minum. Yang perlu kita tahu nih bubble tea bahan-bahannya diimport langsung dari Taiwan. Nah untung mommy cukup tahu untuk soal import ini, jadi customer akan impor bahan-bahan ini dari soda, bubuk teh, susu, bahkan botol dan sedotannya itu dari Taiwan. Dan import yang namanya boba ini, boba ini dalam keadaan sudah jadi boba diimport dari Taiwan dibawa ke Indonesia kurang lebih 2 bulan baru sampai. Tapi memang di depan mata kita itu tetap dimasak, tapi kan kita enggak tahu keadaan di belakangnya gimana, selama perjalanannya bagaimana iya kan moms?

Nah moms itu adalah beberapa fakta yang mesti kita ketahui apalagi kita penggemar dari bubble tea ini, minum boleh tapi ingat mengonsumsi sesuatu yang berlebihan itu juga enggak bagus untuk tubuh kita. Dari sini mommy akan coba untuk kurangi untuk konsumsi bubble tea, mungkin mommy akan pesan tanpa topping apalagi boba karena kan lebih baik mencegah daripada mengobati. Semoga bisa bermanfaat ya moms.

Fakta-Fakta · Kesehatan

Fakta, Gejala dan Penyebab Kanker Serviks, Penyakit Pembunuh Nomor 2 di Indonesia

Moms kali ini mommy mau sharing tentang penyakit yang sangat membunuh wanita dan juga penyakit yang tingkat kematiannya tertinggi kedua di Indonesia. Cerita ini bermula dari teman mommy yang selama ini baik-baik saja, aktif setiap harinya, tidak ada keluhan tapi tiba-tiba dia masuk rumah sakit dan didiagnosis bahwa dia menderita kanker serviks stadium lanjut.

Jadi mommy sempat ngobrol sama teman mommy yang sedang menjalani kemoterapi dan radioterapi dia cerita tentang pengalaman dia, keluhan-keluhan yang enggak pernah dia rasakan sampai akhirnya dia harus terbaring di rumah sakit. Dari sana teman mommy mensupport mommy untuk membuat video all about kanker serviks ini agar bisa mengedukasi teman-teman dan mensupport teman-teman untuk lebih aware lagi soal kanker serviks.

Sebelum kita bicara lebih lanjut tentang kanker serviks, mommy punya pengalaman pernah menjadi seorang translator mandarin tentang pengobatan untuk rumah sakit di Guangzhou untuk kanker dan tumor. Jadi kalau misalkan ditanya apakah mommy sudah pernah lihat secara langsung pasien kanker yang sudah hancur payudaranya dan lain sebagainya? Ya, sudah sering moms. Dan yang mommy rasain cuma sedih banget.

Dari pengalaman-pengalaman itu mommy akan coba share apa yang mommy ketahui dari pengalaman mommy selama kurang lebih selama 4 tahun bekerja di rumah sakit di Guangzhou.

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Jadi banyak banget orang-orang di luar sana yang suka bilang kalau kanker serviks itu adalah kanker rahim, rahimnya harus diangkat, itu salah ya moms. Jadi kanker serviks itu kanker yang berada di leher rahim yang mana leher rahim ini yang menghubungkan bagian vagina dengan rahim. Dan bentuk leher rahim itu kayak tabung silinder.

Kalau bagi yang sudah menikah, sudah mempunyai anak pasti tahu apalagi yang sedang berhubungan seksual itu biasanya lubang yang mengeluarkan pelumas atau cairan itulah lubang yang menghubungkan vagina dengan rahim. Itu leher rahim, bukan lubang untuk buang air kecil ya.

Fakta-fakta Kanker Serviks

1. Kanker Serviks Merupakan Kematian Nomor 2 di Indonesia

Jadi kematian tertinggi di Indonesia yang disebabkan oleh kanker bagi seorang wanita adalah kanker payudara setelah itu kanker serviks. Untuk kasus kanker serviks ini mencapai 40.000 kasus/tahun. Sampai dibuat ilustrasi, setiap harinya ada 88 wanita yang mengidap kanker serviks dan ada 50 wanita yang meninggal karena kanker serviks. Setiap 1 jamnya ada 2 wanita yang terdiagnosa kanker serviks. Dan Indonesia menempati urutan kedua untuk kematian tertinggi untuk kanker serviks.

Jadi sebenarnya kanker serviks ini beberapa dekade yang lalu di Amerika pernah menjadi penyebab kematian tertinggi, tapi setelah melewati 4 dekade terakhir Amerika akhirnya menempatkan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor 8. Jadi sudah enggak terlalu tinggi.

Kenapa bisa turun? Apa perbedaannya negara Indonesia dengan negara Amerika sehingga mereka bisa menempatkan posisi kematian tertinggi itu dari nomor 2 jadi turun? Bagaimana cara Amerika membuat kanker serviks ini jumlah kematiannya itu menurun? Jadi di Amerika itu mulai diterapkan sistem untuk mengedukasi para wanita tentang apa itu kanker serviks, bagaimana gejalanya, bagaimana cara pencegahannya serta bagaimana cara pengobatannya.

Amerika menganut paham “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Jadi di Amerika sudah mulai ada yang namanya pap smear. Tes pap smear dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina. Jadi tes pap smear ini adalah tes untuk mengecek sel-sel di bagian leher rahim itu HPV nya berapa dan apakah HPV ini, sel-sel ini dapat berubah menjadi tumor jinak, tumor ganas, atau bahkan kanker serviks.

Kalau di Indonesia bagaimana?

Jadi kalau di Indonesia sih boleh dibilang perempuannya masih cuek ya. Kayak mommy sendiri, kalau mommy enggak pernah lahiran mommy enggak pernah melakukan pap smear. Ya secara begini, tes pap smear itu juga enggak terlalu umum di kalangan wanita Indonesia, jarang banget deh wanita-wanita yang melakukan pap smear, kecuali kalau memang si wanita ini sudah merasa sudah ada yang aneh di vaginanya, sudah sakit baru deh pap smear. Dan biasanya itu sudah agak terlambat.

Kenapa para wanita malas untuk pap smear?

Yang pertama adalah ya karena malas ngengkang, belum lagi kalau dokternya cowok yang harus masukin alat ke dalam vagina, itu kan rasanya juga kurang nyaman mungkin itu juga jadi salah satu hambatan para wanita malas untuk tes pap smear.

Selain itu untuk vaksin kanker serviks aja juga boleh dibilang jarang loh. Enggak usah jauh-jauh, mommy aja belum vaksin loh sampai sekarang. Padahal sebenarnya menurut dokter untuk wanita yang umurnya di bawah 17 tahun, 22 tahun, 27 tahun itu yang paling bagus untuk melakukan vaksin kanker serviks. Kenapa? Karena semakin muda usia kita makin bagus efek vaksin yang diberikan kepada kita, semakin ada khasiatnya. Jadi kalau misalnya umurnya sudah di atas 27 tahun enggak boleh vaksin? Boleh moms, hanya saja untuk khasiat dari vaksin kanker serviks mungkin enggak semaksimal ketika kita melakukan vaksin di bawah umur 17, 22 dan 27 tahun. Selain mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16 dan HPV-18, vaksin ini juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin.

2. Gejala Kanker Serviks Tidak Disadari

Jadi memang kalau untuk kanker serviks ini gejala-gejala awalnya bahkan sampai tahap selanjutnya masih enggak gitu berasa, jadi gejalanya apa saja?

* Menstruasi tidak teratur. Itu adalah hal biasa ya moms untuk wanita kalau menstruasi tidak teratur.
* Keputihan terus menerus dan berbau. Mommy pernah sampai bahkan berwarna hijau muda, coklat muda dan coklat tua juga pernah. Dan mommy santai-santai aja.
* Pendarahan saat menstruasi lebih lama dari seharusnya. Ciri-ciri ini hampir menuju ke mommy semua ya moms karena mommy ini termasuk wanita yang enggak subur.
* Pendarahan bukan saat menstruasi. Mommy juga pernah merasakan saat menyusui
* Nyeri pada saat berhubungan intim. Kalau kita wanita yang baru pertama kali atau sudah lama tidak berhubungan intim pas berhubungan intim ya pasti agak nyeri, itu wajar aja.
* Nyeri di punggung dan pinggul. Kalau kita apalagi yang anaknya masih kecil sering gendong-gendong ya wajar ya moms pinggangnya jadi nyeri.
* Berat badan turun drastis
* Salah satu kaki membengkak. Kalau buat wanita yang sering jalan dan menggunakan heels maka kaki bengkak itu hal lumrah ya moms.

Nah ciri-ciri di atas menjadi penyebab kanker serviks enggak mudah terdeteksi, dan para wanita malas untuk ngecek karena merasa enggak ada yang sakit dan rasanya masih wajar-wajar saja. Jadi mereka juga enggak aware untuk cek ke dokter. Padahal sebenarnya kanker serviks itu untuk penyebaran sel-sel kankernya lebih lambat daripada kanker-kanker yang lain.

Kanker serviks ini kalau misalnya dari stadium 1 ke stadium 2, 3 dan 4 butuh proses yang lama dan gejalanya juga enggak berasa dan enggak begitu sakit. Biasanya akan mulai berasa ketika sudah stadium 4 yang dimana kaya sel kankernya yang di leher rahim itu sudah makin membesar. Kalau sel kanker didiamkan semakin lama apalagi sudah stadium 4, dari yang ukurannya masih kecil dia akan semakin membesar, nah leher rahim kita kan kecil ya moms, nah ditumpukin sama sel kanker yang besar ya pasti mau kencing sakit, berhubungan intim sakit banget, apa-apa mulai sakit, nah baru para wanita datang ke dokter. Terus tiba-tiba pas dicek sudah stadium 4.

3. Penanganan Kanker Serviks

Kanker serviks ini kalau sudah terdeteksi, maka penanganannya adalah:

* Operasi pengangkatan leher rahim kalau sudah stadium lanjut nanti dicek lagi apakah bisa diangkat atau tidak
* Radiotherapy : Tubuh kita disinar yang bertujuan agar sel-sel kankernya itu mati
* Kemoterapi : Kita dimasukkan obat ke dalam tubuh kita yang bertujuan agar sel-sel kanker di bagian serviks atau di bagian yang lain itu bisa mati dengan obat tersebut, tapi efek sampingnya banyak salah satunya operasi sakit dan belum tentu bersih apalagi sudah stadium lanjut, botak, muntah, nafsu makan berkurang, berat badan turun dan masih banyak lagi.

4. Penyebab Kanker Serviks

Jadi penyebab pertamanya itu adalah Human Papillomavirus yang dimana HPV ini bisa terjadi saat kita berhubungan seksual dengan orang lain, kita melakukan hubungan seksual dengan banyak orang atau kita melakukan hubungan seksual dan tidak menggunakan kondom belum lagi pasangan kita “jajan” jadi jorok lah otomatis virus HPV menyebar ke wanita, sehingga wanitanya ujung-ujungnya kena kanker serviks. Jadi penting banget ya moms cari calon suami yang enggak suka “jajan”. Terus belum lagi kalau kita suka pakai mainan kayak sex toys, ya main sendiri oke tapi kalian yakin enggak sex toys yang kalian pakai ini belum pernah dipakai sama orang lain sebelumnya walaupun kalian beli baru.

Penyebab kedua adalah kurangnya konsumsi buah dan sayur. Jaman sekarang nih apa-apa itu makannya yang lemak-lemak, daging-daging, dan yang kita tahu jaman sekarang aja ayam itu disuntik agar cepat besar, itu kan suntikan-suntikan kimia jadi masuk ke badan kita dan itu enggak bagus. Harusnya kita lebih memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan dibandingkan lemak-lemak seperti itu.

Penyebab ketiga adalah merokok. Yang suka merokok itu hati-hati ya karena itu bisa menjadi salah satu penyebab kanker serviks.

Selain HPV, kurang makan sayur dan buah, merokok, penggunaan alat kontrasepsi yang berlebihan seperti pil KB atau hormon-hormon juga bisa memacu kanker serviks, wanita yang obesitas, faktor keturunan, usia yang muda saat menikah. Jadi biasanya yang usianya di bawah 17 tahun sudah punya anak punya resiko lebih besar untuk terkena kanker serviks. Dan untuk ibu-ibu yang punya anak lebih dari 3 atau bahkan lebih juga punya resiko yang lebih besar untuk kena kanker serviks.

Semoga penjelasan mommy ini dapat bermanfaat untuk moms semua, dan mommy juga berharap dari penjelasan mommy ini bisa membuat kalian untuk lebih aware lagi soal kanker serviks sehingga bisa membantu Indonesia untuk wanita-wanita yang kematiannya karena kanker serviks bisa menurun.

Mommy juga berharap jangan kanker serviksnya menurun tapi penyakit yang lainnya bertambah, enggak ya moms. Semoga kita semua sehat-sehat ya moms. Ingat moms kalau kita sudah kena kanker itu enggak bakalan deh sembuh total walaupun sembuh total suatu hari nanti bakal ditemukan kanker lagi di suatu tempat. Yuk cegah dari dini!

Fakta-Fakta · Kesehatan

Dilarang Keramas Setelah Melahirkan : Mitos atau Fakta?

Mommy itu seminggu setelah lahiran sudah langsung mandi dan keramas. Di kehamilan pertama dan kedua sama-sama 1 mingguan setelah lahiran langsung mandi dan keramas, enggak pakai lama. Kata mama dan mertua kalau bisa tahan 40 hari jangan mandi dan keramas, setelah lewat 40 hari baru mandi dan keramas, biar enggak kena penyakit apalagi pas tuanya nanti rematik.

Sebenarnya banyak sekali pro dan kontra soal mandi dan keramas setelah melahirkan. Kalau misalnya yang masih mengikuti tradisi dulu apalagi yang orangtuanya masih kental banget tradisinya, pasti kita dilarang mandi dan keramas setelah lahiran selama 40 hari. Sebenarnya ini mitos atau fakta sih moms mandi dan keramas belum genap 40 hari setelah melahirkan dapat menyebabkan sakit? Jawabannya adalah mitos.

Kalau dibilang sudah tua jadi sakit-sakitan gara-gara kita keramas atau mandi sebelum 40 hari setelah melahirkan itu salah. Mommy pun sudah ngecek karena mommy di jaman yang serba modern saat ini jamannya dimana butuh bukti. Banyak sekali tradisi-tradisi jaman dulu yang melarang kita beberapa hal termasuk melarang kita untuk mandi dan keramas sebelum 40 hari setelah melahirkan. Itu sampai hari ini enggak ada bukti konkretnya dan faktor pendukung untuk soal itu, that’s why para ahli kedokteran bahkan dokter sendiri mengatakan bahwa itu salah.

Jadi kalau dari dokter sendiri, untuk ibu yang melahirkan secara normal itu harus menunggu luka di bagian vaginanya mengering baru boleh mandi, itu biasanya butuh waktu 1-2 minggu setelah melahirkan. Nah kalau untuk kasus operasi sesar, kita diperbolehkan mandi biasanya dari dokter 48 jam atau 2 hari setelah kita melahirkan. Kalau misalnya baru saja selesai operasi sesar atau melahirkan secara normal boleh enggak mandi? Enggak ya moms.

Kenapa? Ya namanya kita baru selesai operasi moms, baru lahiran, itu semua luka masih baru banget, luka jahitan juga masih basah banget dan masih belum kencang banget moms. Dan kita sendiri aja belum diperbolehkan untuk berdiri moms, masih harus baring-baring. Baring-baring aja perut masih sakit, apalagi mandi. Jadi sangat-sangat tidak diperbolehkan setelah baru saja selesai melahirkan kita langsung mandi. Biasanya untuk kasus operasi sesar seperti mommy, mommy pagi operasi sampai 2 hari setelahnya baru mulai mandi kalau di rumah sakit.

Jadi biasanya pasien yang normal dengan kondisi yang sehat, tidak ada catatan komplikasi, diperbolehkan besoknya mandi. Tapi kalau misalnya pasien-pasien yang memiliki komplikasi, biasanya akan dilarang oleh dokter dan menunggu instruksi dokter selanjutnya.

Untuk mommy sendiri, memang mommy diperbolehkan untuk 2 hari kemudian mommy mandi setelah melahirkan, cuma mommy mikir yaudahlah kalaupun mommy enggak sanggup nunggu 40 hari, minimal lebih lama sedikit jangan 2 hari setelah operasi langsung mandi, maka dari itu mommy tahan sampai 9 hari. 9 hari mommy full enggak mandi dan keramas. Padahal mommy itu tipenya lepekan, bayangin dong moms itu rambut sudah kayak pakai minyak rambut, jorok banget. Dan akhirnya 9 hari kemudian mommy mandi dan keramas.

Cici ipar mommy yang masih keturunan China asli, mereka masih kental banget dengan tradisi ini, mereka benar-benar enggak mandi dan keramas selama 40 hari, alhasil rambutnya banyak banget ketombe, dan setelah sudah dikeramas setelah 40 hari rontoknya luar biasa. Badannya sih enggak begitu bau ya moms soalnya masih pakai washlap di lap, cuma untuk soal rambut enggak banget moms. Mommy aja yang 9 hari baru mandi dan keramas rontoknya juga banyak apalagi ini yang 40 hari.

Kalau kita lihat dari sisi kesehatan rambut aja ya moms, kalau kita diamkan terlalu lama apalagi yang tipe rambutnya minyakan dan ketombean yang ada nantinya kita membuat sarang penyakit. Bayangkan deh moms kita pegang baby newborn kita, kita menyusui, entar ketombe jatuh, kuman jatuh dari rambut, baby kita terinfeksi dong.

Nah makanya dari dokter sendiri juga menyarankan kepada pasien harus menjaga kebersihan badan, rambut dan seluruh tubuh karena kan nanti kita sebagai new mommy apalagi yang baru punya newborn baby, kita kerjaannya nempel terus ke si Kecil kalau misalnya kitanya kotor, baby kita gampang terinfeksi dong moms, that’s why kebersihan seorang ibu yang memiliki newborn baby sangat penting dan soal untuk mandi dan keramas ini juga sangat dianjurkan oleh dokter.

Saat mandi dan keramas ini, ingat jangan pakai air dingin ya moms tapi pakai air hangat pas, terus usahakan bagian luka bekas operasi kita jangan terkena air. Kalaupun sampai terkena air dan perban kita jadi basah langsung buru-buru ke rumah sakit untuk minta diganti perbannya yang baru biar nanti enggak jadi infeksi di bagian lukanya.

Kalau keramas ya seperti biasa aja moms, ingat jangan pakai air dingin tapi air hangat saja. Semoga ini bisa membantu para new mommy. Dan ingat kebersihan seorang ibu itu juga sangat penting apalagi kita harus dekat-dekat dengan newborn baby kita.

Baby · Kesehatan

Kisah Pilu Baby Terkena Eczema Parah Karena Dipegang-pegang

Hai moms, beberapa waktu lalu sempat ada berita viral tentang seorang ayah yang curhat mengenai babynya yang disentuh-sentuh oleh keluarga besarnya dan akhirnya babynya jadi terkena eczema. Jadi, ceritanya ini bermula ketika anaknya yang baru berumur 6 bulan dibawa ke kondangan. Karena saking cutenya si baby, keluarga besar otomatis menyentuh, mencium bahkan menggendong si baby.

Pada saat malam harinya si baby mulai gatal-gatal, beberapa hari kemudian keluar yang namanya eczema. Di sana dia share cerita kepada semua orang, menghimbau untuk hati-hati dan memberitahu kalau baby kita jangan sembarang dipegang orang. Kalau sampai sembarang dipegang orang, kita enggak tau bakteri apa saja yang ada di tangan mereka, belum lagi dari bibir saat mereka mencium baby kita itu bisa menyebabkan yang namanya eczema. Dan dia juga menghimbau pada orang-orang juga harus tahu diri, jangan sembarang pegang-pegang, jangan sembarang cium-cium anak orang.

Nah mommy sendiri juga ada cerita nih moms, dulu pas mommy belum married kan teman mommy pergi jenguk baby saudara, pas datang saudaranya menanyakan sudah cuci tangan belum, kalau belum cuci tangan enggak boleh pegang anaknya dan menyuruh teman mommy ini untuk ke kamar mandi cuci tangan dulu. Temen mommy cerita, dia saking kesalnya dia bilang bahwa dia tidak akan memegang anaknya.

Dari cerita singkat itu, coba deh moms bayangkan kalau misalnya kita sebagai teman jauh-jauh datang ke rumah sakit terus kita mau jenguk teman kita. Sebenarnya belum berniat pegang anaknya, baru masuk ke kamarnya langsung dibilang enggak boleh pegang-pegang anak dia, gimana perasaan kita? Sedih kan moms? Kita sedih sebagai teman dan sebagai keluarga besar. Kedatangan kita kan bertujuan untuk jenguk dia, memberikan selamat ke dia tapi dia pemikirannya sudah beda.

Mommy kalau misalnya digituin mommy juga sedih, that’s why mommy yang saat baby Louisse dan baby Loewy masih bayi it’s okay untuk dipegang-pegang. Teman dan keluarga datang lalu gendong-gendong, bahkan cium-cium anak mommy, mommy biasa aja.

Oke mungkin moms akan berpikir mommmy bisa seperti itu karena anak mommy enggak ada alergi. But no moms. Baby Louisse memang aman enggak ada eczema, tapi baby Loewy dari newborn sudah eczema. Muka dia jerawatan banyak banget dan dalamnya ada air, 1 muka moms dan itu gatalnya luar biasa, sampai baby Loewy itu kerjaannya garuk-garuk muka terus sampai mukanya lecet-lecet. Bagian kepala dia banyak scalp, tangan dia dua-duanya dan juga kaki setiap abis mandi dan mau mommy pakaikan lotion kayak sisik ikan moms, dan merah-merahnya juga banyak. 2 bulan berlalu, mommy sudah pakai lotion berbagai macam enggak memberikan efek, akhirnya mommy ke dokter dan diberikan lotion racikan dari dokter.

Lalu apakah mommy sudah freak sampai enggak boleh ada yang sentuh anak mommy kalau keadaan baby Loewy sudah eczema parah?

Jujur mommy sendiri enggak pernah buat peraturan apapun, siapapun mau ketemu anak mommy boleh, mau pegang silahkan enggak pegang juga boleh. Jadi kalau memang ada pecinta baby banget, gemes banget, pengen pegang, pengen gendong bahkan sampai cium ya mommy kasih. Dan apakah itu bikin makin parah? Enggak. Setelah mommy bawa keluar-keluar baby Loewy dan baby Louisse dari umur 1-2 bulan itu eczema ya begitu-begitu saja enggak makin parah. Dan mommy malah merasa pada saat baby Loewy eczema dari newborn hingga umur 2 bulan itu setiap mommy bawa keluar makin lama malah enggak terlalu parah.

Jadi kan kita sering dengar ya moms istilah, anak berani kotor itu makin sehat. That’s why baby Louisse mau main kotor-kotoran mommy biarkan aja, ketika sudah kotor lalu pulang mommy bersihin mommy mandiin, it’s okay mommy enggak pernah larang. Sama juga dengan baby Loewy, dari umur dia 1 bulan terus-terusan mommy bawa keluar dan mommy merasa alerginya itu makin berkurang bukan makin parah moms. Dan mommy merasa dari sana, kita sering-sering membawa baby kita keluar, sering-sering ketemu orang, disentuh-sentuh orang memang dia pulang masih eczema ya moms tapi lama-kelamaan tubuhnya baby Loewy akan membentuk yang namanya antibodi. Jadi kalau misalnya ada virus atau alergi atau bakteri yang menyerang dia, dia sudah tahu bakteri tersebut. Jadi tetap eczema mungkin, tapi hasil yang ditimbulkan itu lebih ringan moms.

Apakah benar disentuh sama orang anak kita bisa eczema?

Itu sih enggak ya moms. Cuma kalau disentuh-sentuh orang jadi faktor pendukung munculnya eczema, itu mommy setuju. Eczema itu memang sudah genetika dari anaknya, genetika itu bisa dari papa, mama, kakek atau neneknya yang mungkin menderita alergi. Sama kayak mommy, mommy juga eczema makanya baby Loewy juga ada eczema. Tapi ada juga anak yang papa mamanya enggak ada eczema, tapi dia bisa tiba-tiba juga kena eczema karena dari faktor yang lain kita kan enggak tahu ya moms.

Tapi kalau misalnya disentuh-sentuh bisa jadi eczema itu mommy enggak pro. Menurut mommy ini mungkin dikarenakan si baby dari awalnya sudah ada eczema tapi 6 bulan full dikurung di rumah enggak dibawa kemana-mana. Pas baru pertama kalinya dibawa ke kondangan, banyak banget kan orang-orang, lingkungan udara juga kotor di Jakarta ya mungkin kaget badan dia, belum terbiasa. Makanya langsung keluar eczema dia moms. Dan parah jadinya kan moms karena memang selama ini dia kurung anaknya baru ketahuan sekarang. Jadi menurut mommy ya faktor pendukungnya ya disentuh-sentuh itu ya memang benar tapi kalau penyebab utama eczema itu mommy enggak setuju.

Selain disentuh-sentuh penggunaan tisu basah menurut mommy juga bisa menjadi salah satu pendukung munculnya eczema. Kenapa mommy kontra dengan penggunaan tisu basah? Soalnya kalau misal baby Loewy dan baby Louisse di rumah ya kita kerjaannya pakai air pakai kain lap lalu dilap dibanding pakai tisu basah. Tisu basah itu cuma bagian untuk saat membersihkan pantatnya saja setelah menggunakan diapernya. Tapi kalau untuk Louisse sekarang ya langsung aja ke wc pakai air, mommy enggak suka pakai tisu basah, mending langsung aja pakai air, itu lebih bersih daripada penggunaan tisu basah moms. Karena penggunaan produk yang berlebihan apalagi di bagian wajah baby kita yang berumur di bawah 1 tahun itu kurang baik moms. Itu juga bisa menjadi salah satu faktor pendukung keluarnya eczema atau alergi ini.

Selain itu, menurut mommy mungkin lebih baik kalau soal ini enggak usah dishare di sosial media ya moms apalagi sampai ditulis keluarga besar, nanti yang ada keluarga besarnya jadi tertuduh terus nanti nextnya sudah enggak mau pegang-pegang baby kita. Namanya teman dan keluarga ya moms, kalau ketemu mungkin ingin menghargai perasaan kita, ingin memuji anak kita, ingin memuji kita, memberikan apresiasi kepada kita setelah kita melahirkan makanya mereka ngomong baby kita cute banget, gemes banget dan sampai pegang-pegang.

Sebenarnya penting enggak sih mereka ngomong baby kita cute, bahkan sampai pegang-pegang?

Sebenarnya sih kalau dari sisi positifnya kemungkinan besar mereka mau menghargai kita, bikin kita senang aja moms. Tapi kalau setelah dishare begini kan kita jadi gimana ya moms ya. Selain itu untuk postingan ini menghimbau kepada semua orang agar jangan sembarangan pegang-pegang baby orang, terus juga anaknya enggak boleh dipegang-pegang. Itu kan jadi bikin 1 pemikiran apalagi new mommy jadi agak parno ya moms. Semoga moms bisa lebih bijaksana ya, mommy sih netral aja, enggak ada yang salah enggak ada yang benar. Namanya dari sisi orangtuanya juga pasti sedih banget, sampai anaknya bisa mengalami eczema seperti itu apalagi sampai koreng-koreng begitu. Tapi ya untuk imbauannya mungkin kita bisa lebih bijaksana lagi dalam share sesuatu, sebelum kita judge orang lain yang menyebabkan alergi pada anak kita lebih baik kita ketahui dulu penyebab sebenarnya apa, jadi enggak main langsung dengan emosi kita langsung share-share begitu.

Segitu aja pendapat mommy dari cerita di atas, semoga berguna dapat bermanfaat. See you di next #CurcolYukMom.

Kesehatan

Penyebab si Kecil Sakit Mata dan Mengobatinya

Hai moms kembali lagi di #CurcolYukMom. Kali ini mommy mau menceritakan pengalaman ketika cece Louisse sakit mata dan bagaimana cara mengobatinya. Jadi awal mulanya, kelopak mata Louisse merah tapi garis-garis saja dan enggak terlalu banyak. Kenapa Louisse bisa sakit mata? Karena saat itu keponakan mommy sakit mata dan menular ke Louisse.

Apa penyebab sakit mata pada anak?

Sakit mata ini biasanya disebabkan karena alergi atau infeksi. Biasanya lebih karena kotoran ya moms, namanya anak-anak sering banget main macam-macam, setelah main enggak cuci tangan langsung kucek-kucek mata. Akhirnya semua kotoran yang ada di tangan lari ke mata, padahal bagian mata itu bagian tubuh yang paling sensitif dan paling mudah terinfeksi. Biasanya juga bisa disebabkan karena virus ya moms.

Kondisi seperti apa bisa disebut dengan sakit mata?

Suatu kondisi yang bisa kita sebut sakit mata adalah ketika mata anak memerah, gatal, kelopak matanya membengkak, kondisi ini biasa disebut dengan konjungtivitis atau mata merah. Jadi ada 3 kondisi bagaimana anak kita bisa terserang infeksi, bakteri atau virus yang mengakibatkan konjungtivitis ini. 3 kondisi ini adalah :

  • Alergi terhadap kotoran atau debu
    Namanya kota-kota sibuk seperti Jakarta ya moms, pasti polusi dimana-mana dan sulit untuk kita hindarkan. Misalkan kita keluar rumah saat jalanan banyak polusi dan debunya makan akan semakin memudahkan mata anak terinfeksi debu moms.
  • Terlalu banyak terpapar radiasi alat-alat elektronik
    Terlalu sering menonton HP dan televisi juga bisa menyebabkan anak mengalami konjungtivitis loh moms. Kita sebagai orang dewasa saja jika terlalu sering terkena radiasi dari peralatan elektronik matanya mudah lelah dan mudah iritasi, sama halnya dengan anak kita moms.
  • Terkena bakteri atau virus
    Ini seperti yang tadi mommy sudah sebutkan, kalau anak kita main dan lupa cuci tangan tapi mengucek mata maka anak bisa mengalami konjungtivitis juga moms.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Kalau mommy sendiri akan memijit secara perlahan area mata yang iritasi. Lalu boleh juga dipakaikan krim ya moms, tapi ingat pakaikan krim ketika anak kita sedang tidur, agar mata anak tidak dikucek-kucek. Selain itu moms juga bisa tambahkan asupan makanan anak yang mengandung vitamin yang bagus untuk mata anak seperti vitamin A, agar cepat sembuh. Ingat moms, penyakit mata ini bisa menular tidak hanya pada orang dewasa tetapi pada anak juga bisa menular.

Biasa sakit mata ini akan berlangsung 2-3 hari moms kalau tidak berat tapi kalau kondisi mata merah ini berlangsung lebih dari 1 minggu bahkan sampai belekan dan berair, moms harus segera membawa si Kecil ke dokter karena itu sudah masuk dalam gejala sakit mata yang berat. Takutnya akan menimbulkan sakit mata yang lebih parah lagi.

Fakta-Fakta · Kesehatan

Pembalut Bisa Sebabkan Mandul?

Pembalut bisa menyebabkan mandul? Jangan-jangan selama ini saya salah pilih pembalut untuk dipakai setiap bulan. That’s why saya susah untuk memiliki anak dan mengikuti program bayi tabung.

Nah, tenang dulu ya moms, jangan panik! Kali ini mommy akan mengupas mitos atau fakta dibalik pernyataan bahwa pembalut bisa menyebabkan kemandulan pada seorang wanita. Di video kali ini kita akan melakukan beberapa eksperimen yang membuktikan kebenaran atau tidak dari pernyataan tersebut.

1. Mitos atau Fakta Pembalut Mengandung Pemutih?

Ini merupakan pernyataan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada tanggal 7 Juli tahun 2015 bahwa pembalut ternyata mengandung pemutih yang sangat berbahaya jika dipakai oleh wanita. Dan sekarang, mommy akan melakukan eksperimen. Sudah ada 2 pembalut ya, moms. Pembalut A adalah pembalut favorit mommy yang mommy sudah gunakan sejak SMA. Pembalut B adalah pembalut yang baru saja mommy temui dan merupakan pembalut herbal. Langsung saja, kita akan membuka isi dari masing-masing pembalut ini ya moms.

Pertama, ketika sudah membuka isi pembalut A dan tentunya terdapat kapas, langsung saja kita masukin kapas tersebut ke dalam gelas yang berisi air ya moms. Kemudian, sama halnya dengan apa yang kita lakukan pada pembalut A, kita lakukan juga pada pembalut B, kita bongkar pembalut herbal tersebut, dan ternyata bukan berisi kapas ya, moms. Melainkan ada kertas yang bisa disobek dan sejenis obat. Langsung saja, kita masukkan kertas tersebut ke dalam air di gelas yang berbeda.

Setelah kedua isi pembalut terendam di dalam gelas yang berbeda, kita aduk rata ya moms keduanya. Lalu lihat apa yang terjadi? Pada pembalut A, terlihat bahwa air nya menjadi putih, dan pada pembalut B, terlihat bahwa tekstur kertas tadi berubah menjadi gel ya moms.

Jadi, melalui eksperimen ini, dapat menjawab pertanyaan di atas ya, moms. Merupakan Fakta bahwa ada beberapa pembalut yang biasa digunakan wanita setiap bulan mengandung pemutih.

2. Mitos atau Fakta Pembalut Merupakan Tempat Kuman Berkembang Biak?

Di eksperimen yang kedua ini, langsung saja kita gunakan kembali pembalut A dan pembalut B. Kali ini kita akan melihat bagaimana daya serap dari kedua pembalut ini ya moms. Mommy sudah sediakan suntikan yang cukup besar. Kita bisa ambil air berukuran 50-50 saja, diumpamakan sebagai darah kita, lalu dibasahkan ke masing-masing pembalut tersebut ya moms.

Setelah 50-50, kita bisa tambahkan sehingga menjadi 100 ya moms airnya. Kemudian semprotkan isi air tersebut ke dalam masing-masing pembalut kembali.

Sebagai perumpamaan ketika aktivitas kita full seharian dan pembalut kita sudah full dipakai sepanjang hari.

Kita bisa lihat apa yang terjadi? Pada pembalut A, daya serapnya kurang bagus. Terjadi kebocoran, seperti yang biasa kita alami sebagai wanita. Karena kapas juga memiliki daya kapasitas untuk menyerap air atau darah. Sedangkan pada pembalut B, justru malah terjadi sebaliknya moms, kering dan tidak bocor sama sekali. Membuktikan bahwa pembalut B yang merupakan pembalut herbal, memiliki daya serap yang bagus dibandingkan pembalut A.

Dan melalui eksperimen yang kedua ini, menjawab kembali pertanyaan bahwa pembalut merupakan tempat kuman berkembang biak adalah Fakta.

Itulah mengapa, sering kali dikatakan bahwa pembalut harus sering diganti ketika sudah lembab atau sudah full ya, moms.

Karena, ketika kita tidak mengganti pembalut secara rutin, darah yang menempel langsung dengan alat vital seorang wanita akan berkembang biak menjadi kuman penyakit lho moms!

Tidak hanya berkembang biak menjadi kuman penyakit, kuman penyakit itu justru akan merambah naik ke leher rahim bahkan indung telur, yang menyebabkan kemandulan, kanker leher rahim dan kanker rahim. Bahaya sekali ya moms! Banyak orang berpikir ini adalah hal sepele karena malas mengganti pembalut secara rutin, namun dapat berdampak negatif jika dilakukan secara terus-menerus.

Apakah pembalut yang mengandung pemutih aman moms jika digunakan? Aman kok moms. Pakai pembalut jenis apapun dan merek apapun sangat aman, jika mommy-mommy juga rajin untuk mengganti pembalut tersebut. Jangan sampai menyebabkan bakteri atau kuman penyakit justru malah bersarang melalui pembalut yang kita gunakan dan berujung merusak masa depan kita moms.

Sangat disarankan agar mommy memilih pembalut dengan daya serap yang tinggi agar tidak terlalu lembab ya moms. Video selengkapnya, bisa moms check di link berikut! Semoga bermanfaat moms!