Motherhood

Sebab & Tips Atasi Puting Lecet

Dapat dikatakan 9 dari 10 ibu menyusui mengalami puting lecet, luka hingga berdarah dan pada kasus ekstrim puting yang luka dapat memicu terjadinya penyakit mastitis. Ketika menyusui puting terasa sakit, beberapa ibu cenderung akan berhenti untuk menyusui. Padahal banyak penelitian menunjukkan puting lecet justru dapat sembuh jika ibu menyusui terus menyusui.

2 penyebab umum puting lecet :

Kesalahan posisi perlekatan ( latching )
Selama dua hingga empat hari setelah melahirkan puting moms biasanya akan terasa nyeri karena masih dalam tahap menyesuikan dengan ritme isapan mulut bayi. Apabila posisi menyusui bayi tidak sampai ke areola payudara secara penuh maka pada saat menyusu, puting akan terjepit diantara lidah dan langit-langit mulut bayi yang mana akan mengakibatkan puting sakit, lecet hingga berdarah.

Gesekkan pada pompa ASI dan mulut bayi
Puting lecet juga dapat disebabkan oleh penggunaan pompa ASI yang salah atau kesalahan posisi menyusui bayi. Akibatanya gesekan pada saat menyusui atau memompa ASi membuat puting moms menjadi lecet.

Adapun beberapa solusi untuk mengatasi puting lecet yang biasa saya lakukan adalah dengan :

Mengoleskan ASI pada puting yang lecet
Usapkanlah beberapa tetes ASI pada puting yang luka / lecet setiap kali bayi akan dan selesai menyusui. ASI mengandung zat yang dapat membantu penyembuhan luka dan dapat melawan infeksi.

Oleskan nipple cream yang aman untuk menyusui
Selain menggunakan ASI, moms juga dapat mengoleskan cream untuk membantu meredakan nyeri pada puting yang lecet. Saat mengalami puting lecet saya menggunakan It’s Your Body Lanolin Nipple Balm dari Mothercare dan hasilnyapun cukup membantu meredahkan nyeri.

Untuk cerita lengkapnya mengenai Sebab & Tips Atasi Puting Lecet dapat moms lihat pada video berikut ini ya. Terima kasih sudah membaca dan menonton. Semoga menginspirasi. 🙂

Motherhood

Tantangan Ibu Menyusui

Seperti yang kita tahu moms, menyusui bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Ibu menyusui pun menghadapi berbagai kesulitan saat masa menyusui berlangsung. Berikut ini beberapa tantangan yang saya alami sebagai ibu menyusui.

ASI susah keluar pasca lahiran
Beberapa moms mengeluhkan air susu tidak keluar, sehingga belum dapat menyusui bayinya beberapa hari setelah melahirkan. Ternyata hal ini merupakan hal yang normal terjadi dan biasanya ASI akan keluar dua sampai tiga hari pasca melahirkan. Oleh karena itu moms harus menjaga emotional diri agar tidak mudah stress untuk membantu ASI dapat segera keluar.

ASI tidak cukup
Sebenarnya hampir semua ibu menyusui mampu untuk memproduksi ASI yang banyak untuk bayinya. Terkadang perasaan moms yang kurang percaya diri akan kemampuannya dalam menyusui kerap kali muncul. Seolah-olah beranggapan ASI yang diproduksi tidak cukup, Perasaan ini disebut dengan perceived low milk production / perceived insufficient milk atau yang disebut dengan persepsi ketidakcukupan ASI. Oleh karena itu, sebagai ibu menyusui kita perlu untuk memotivasi diri kita sendiri dan harus selalu berpikiran positif.

Omongan orang
Percaya atau tidak sedari hamil hingga melahirkan, sebagai seorang ibu saya memiliki perasaan yang sangat sensitif terutama saat mendengar omongan-omongan negatif dari sekitar, terutama menyangkut dengan anak. Mungkin dari moms lain juga ada merasakan hal yang sama dengan yang saya alami. Ada baiknya sebagai ibu bijak tidak semua omongan orang kita telan begitu saja. Cukup mengambil hal positif dan tidak perlu menanggapi omongan-omongan negatif.

Untuk cerita lengkap tantangan ibu menyusui , moms dapat menonton video berikut ya. Terima kasih sudah membaca dan menonton. Semoga menginspirasi 🙂

Motherhood

Newborn Photoshoot Buat Mama Bahagia

Selain maternity photshoot, newborn photoshoot juga menjadi tren dikalangan ibu-ibu milenial saat ini. Bukan hanya kalangan seleberitis saja yang melakukannya, masyarakat biasapun juga ikut meramaikan tren ini. Seolah berlomba-lomba melakukan pemotretan newborn untuk anak mereka.

Menjadikan newborn photoshoot ini sebagai tren tidak lah menjadi suatu masalah besar bagi saya karena saya juga melakukannya. Bukan sebatas mengikuti tren saja, namun dengan melakukan pemotretan untuk bayi baru lahir memiliki arti penting dan mempunya nilai tersendiri bagi saya.

Sebetulnya pemotretan bayi baru lahir sudah ada sejak zaman dulu, hanya dibuat secara sederhana, namun pemotretan zaman sekarang dibuat lebih artistik dengan menjadikan bayi sebagai objek seni. Sehingga, foto yang dihasilkan pun adalah foto artistik, bukan semata foto bayi baru lahir. Berikut adalah 3 alasan penting melakukan newborn photoshoot versi saya :

Membantu stabilitas emosi ibu
Bagi saya yang memiliki kesulitan dalam hal memiliki momongan dan ketika sudah mendapatkan momongan, tentulah sesi pemotretan bayi baru lahir menjadi impian dan dambaan saya. Dengan melakukan newborn photoshoot, saya memiliki kepuasaan dan kebahagiaan tersendiri akan perjuangan saya dalam masa kehamilan dan melahirkan.

Sebagai warisan dan kenang-kenangan
Sejak saya kecil, orang tua saya sering sekali memotret, mencetak dan menyimpannya dalam album foto. Beberapa foto malah sengaja dicetak besar, di bingkai dan dipajang di rumah. Melalui foto itu, orang tua saya dapat menjelaskan sejarah perjalanan keluarga kami. Berbekal pengalaman tersebut, saya juga inging melakukan hal yang sama dan meneruskannya. Kelak, ketika mereka dewasa mungkin mereka mau melihat foto semasa mereka bayi dan mungkin foto-foto tersebut akan mereka perlihatkan pada anak dan cucu mereka. Foto ini dapat menjadi benda yang idak ternilai.

Berbagi kebahagiaan dengan orang lain
Sebagai orang tua baru, tentu kita ingin membagikan momen kebahagiaan kita kepada orang lain, salah satunya dengan membagikan foto terbaik si Kecil di media sosial. Hal ini pun kerap saya lakukan di media sosial saya dan mendapatkan feedback cukup positif. Mengingat momen yang kita lalui bersama si Kecil tidak dapat terulang, dengan memotret dan memvideokannya dapat menjadi salah satu sarananya.

Semoga menginspirasi, terima kasih sudah membaca ya moms. Happy parenting! 🙂

Motherhood

Perlukah ASI Booster?

Sedikit cerita, beberapa minggu setelah melahirkan Louisse, saya sempat bingung karena dia sering rewel dan menangis, padahal sudah mendapat ASI, digendong dan popok pun dalam keadaan kering. Namun, saat dia menangis saya beberapa kali sering melakukan direct feeding langsung dari payudara dan dia langsung tenang. Sehingga saya bingung, apakah dia mudah sekali lapar atau jumlah ASI saya yang cenderung sedikit. Setelah saya mencari tahu kesana kemari, ternyata produksi ASI saya tegolong sedikit dan sayapun mulai mengonsumsi makanan yang dapat membantu melancarkan produksi ASI seperti daun katuk dan mencari tahu tentang ASI Booster.

Berbicara tentang ASI berikut ini saya akan berbagi beberapa tips apakah sebagai ibu menyusui kita membutuhkan ASI Booster, kapankah waktu terbaik untuk mengonsumsi ASI booster dan lainnya, yuk disimak moms!

Beberapa ciri, apakah saya membutuhkan ASI booster :
ASI tidak terpenuhi, biasanya ditandai dengan bayi rewel, tidur nggak nyenyak dan menangis terus menerus.
Pencernaan BAB dan BAK tidak terlalu banyak, normalnya bayi buang air kecil 3-5 kali dan buang air besar 3-4 kali dalam satu hari.

Apabila kedua ciri tersebut dialami oleh si Kecil, maka tandanya moms memerlukan ASI Booster. Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi ASI Booster, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu kenapa produksi ASI menurun?

5 Penyebab produksi ASI menurun :

Payudara tidak dikosongkan dengan sempurna
Membiarkan payudara penuh dalam jangka waktu cukup lama. Kebetulan saat menyusui baby Louisse saya memompa secara manual dan hasil pompanya kurang efektif sehingga menyebabkan saya merasa lelah dan sakit, ditambah dengan waktunya yang lama.

Adanya asupan lain selain ASI
Asupan lain seperti susu formula dan air putih. Adanya pemberian asupan lain akan membuat bayi merasa kenyang sebelum mengonsumsi ASI.

Bayi dibiarkan tidur secara terus menerus
Apabila si Kecil di biarkan untuk tidur secara terus menerus maka waktu bonding antara bayi dengan moms akan berkurang. Sehingga menyebabkan produksi ASI cenderung menurun.

Bayi terbiasa minum dari botol susu
Hal ini justru akan membuat si Kecil menjadi bingung puting dan menyebabkan dia tidak mau mengonsumsi ASI secara langsung dari payudara moms. Yang mana untuk meningkatkan produksi ASI, bayi disarankan untuk menyusui langsung dari payudara moms.

Stress
Saat dalam masa menyusui ada baiknya moms menghindari stress karena dapat mengganggu produk ASI

4 Solusi agar produksi ASI bertambah :
Menyusu sesering mungkin.
Lakukan pijat payudara.
Jangan lupa Me Time!
Konsumsi ASI Booster.

Untuk membantu meningkatkan produksi ASI, mengonsumsi ASI booster adalah pilihan utama para moms. Selain mengonsumsi makanan sehat dan alami seperti daun katuk, oatmel dan susu almond. Untuk membantu meningkatkan produksi ASI saya mengonsumsi satu rangkaian ASI Booster dari brand mama bear yang terdiri dari teh pelancar ASI, biskuit/kue kering dan soya milk yang mana didalam soya milk ini memliki kandungan daun katuk. Berdasarkan pengalaman saya mengonsumsi ASI booster ini, cukup berkhasiat karena jumlah ASI saya dalam 2 minggu bertambah cukup drastis. Tentunya harus didukung dengan penggunaan secara rutin ya.

Itulah sharing singkat saya mengenai perlukah ASI booster, untuk cerita detailnya dapat di tonton di video berikut ya moms. Happy Pumping dan selamat mengASIhi. Terima kasih sudah membaca dan menonton.

Motherhood

Cara Memandikan Newborn Baby by Mom Lina

Memandikan bayi merupakan salah satu hal sulit terutama bagi new moms karena berbagai kekhawatiran. Terkait hal ini, saya ingin berbagi pengalaman saya dalam memandikan bayi baru lahir yang mana saya baru melahirkan anak kedua yaitu, baby Loewy.

Saya mulai memandikan si Kecil saat dia berumur 2 minggu menjelang 3 minggu, sebelumnya saya hanya membersihkan badannya dengan wash lap dan air hangat.
Sebelum memandikan si Kecil, biasanya saya selalu usahakan si Kecil dalam keadaan kenyang dan mandinya juga tenang.

Sebelum saya memandikan si Kecil, biasanya saya memastikan terlebih dahulu apakah di popoknya ada sisa buang air kecil atau air besarnya. Jika ada, saya akan bersihkan terlebih dahulu barulah mulai memandikannya.

Sebelum memasukkan si Kecil ke bak mandinya, saya selalu memastikan apakah tingkat kehangatan airnya sudah cukup atau belum. Pastikan juga air yang ada di dalam bak tidak terlalu banyak agar si Kecil merasa nyaman.

Apabila tali pusar si Kecil masih menempel, penting sekali untuk menjaga agar tali pusarnya jangan sampai terendam air. Moms dapat menahannya dengan tangan. Tidak kalah penting, saat memandikan si Kecil, saya selalu menyediakan wash lap untuk membersihkan bagian wajahnuya secara perlahan.

Berhubung kulit baby Loewy sensitive, setelah membilas seluruh badan satu kali saya menggunakan sabun dan shampoo Childs Farms dari @glmrkids . Saat memandikan, jangan menggunakan terlalu banyak sabun, cukup satu pump untuk seluruh badan. Jangan lupa untuk membersihkan bagian lekukan seperti leher dan selangkangan.

Begitu juga untuk bagian kepala, cukup satu pump untuk membersihkan rambut si Kecil sembari di elus secara perlahan . Setelah itu, bilas kembali dengan air dan lekas balutkan si Kecil dengan handuk bersih dan keringkan badannya dengan handuk tersebut.

Itulah beberapa tips singkat dan cara saya memandikan si Kecil. Semoga menginspirasi dan membantu moms yang sedang menghilangkan kekhawatiran untuk mulai memandikan si Kecil ya.

Dulu, saya juga sempat mengalami khawatir, bingung dan takut untuk memandikan baby Louisse, namun karena saya juga ingin mengetahui dan memiliki pengalaman bagaiman cara memandikan anak sendiri sedari bayi, membuat saya untuk memberanikan diri dan belajar dari mama saya. Hal terpenting adalah ubah mindset kalau saya bisa dan tidak akan terjadi hal-hal mengkhawatirkan. Semangat super moms!

Motherhood

Tips + Review Memilih Breastpump

Beberapa bulan menjelang lahiran adalah waktu yang tepat untuk menyiapkan segala kebutuhan yang berhubungan dengan ibu dan bayi, terutama bagi moms yang workaholic seperti saya. Salah satu kebutuhan mendasar bagi saya adalah memilih breastpump. Bagi saya breastpump adalah salah satu investasi jangka panjang untuk kelangsung ASIP si Kecil. Pemilihan breastpump yang tepat akan membantu menentukan keberhasilan perahan ASIP loh moms.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang biasa saya lakukan sebelum membeli breastpump :

Searching , get more specific informations about breastpump / breastpump brand. Sebelum membeli sesuatu terutama dengan harga yang tidak murah, saya selalu membiasakan diri mencari tahu tentang barang tersebut baik dari review, product knowledge, kelebihan dan kekurangan, cocok atau tidak dengan kebutuhan saya.

Specific informations yang biasanya saya cari tahu adalah tentang :

Mesin & suara mesin , apakah mesin pada breastpump memiliki pengaturan kekuatan hisapan yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan ibu saat memompa. Hal ini penting karena apabila kekuatan hisapan tidak dapat diatur sesuai dengan kekuatan hisapan bayi maka, dapat mempengaruhi kesehatan payudara. Selain itu suara mesin juga perlu diperhatikan, pastikan suara yang di timbulkan oleh mesin breastpump yang kita beli tidak terlalu kencang agar tidak mengganggu si Kecil saat kita sedang memompa di dekatnya atau di malam hari ketika dia tidur.

Mode massage, dengan adanya fitur mode massage pada breastpump dapat membantu memancing ASI untuk keluar dan membuat payudara merasa lebih nyaman.

Sparepart, nah untuk mempersingkat waktu terutama dalam masa menyusui ada baiknya moms memilih breastpump dengan sparepart yang mudah untuk dibersihkan.

Dari 3 indikator kebutuhan tersebut, saya memilih breastpump dari brand spectra Indonesia Telusur punya telusur spectra ini merupakan salah satu brand dari Korea Selatan yang mana sudah tersebar di 35 negara loh moms. Sekilas membuat saya speechles dan berharap semoga pilihan saya ini cocok. Salah satu produk breastpump dari spectra yang saya beli untuk ASIP baby Louisse adalah series S2+.

Spectra Breastpump S2+

Menurut saya kelebihan dari spectra breastpumo S2+ ini adalah :

Hospital grade pump, awal saya memutuskan menggunakan breastpump ini karena pada waktu saya lahiran di RS Grand Family PIK, di setiap kamar persalinan menggunakan breastpump jenis ini dan sayapun mencari informasi dari dokter dan perawat kemudian berlanjut searching dan akhirnya memutuskan untuk membeli ini. Breastpump ini sudah digunakan di setiap kamar rumah sakit sekelas Grand Family sudah pasti oke punya dan setelah dicoba pun rasanya sangat nyaman.

Terdapat fitur breast care / mode massage yang merangsang LDR atau Let Down Reflect. Pada fitur ini terdapat 5 level kekuatan yang dapat diatur senyaman mungkin. Juga terdapat fitur cycle yang memungkinkan pompa mengatur kecepatan hisapan selama pumping. Sehingga membuat payudara tetap merasa nyaman dan tidak sakit saat pumping.

Suara mesin yang dihasilkan pun sangat tenang dan tidak mengganggu. Selain itu juga memiliki fitur night light yang dapat membantu untuk memompa pada malam hari, didukung juga dengan fitur timer secara otomatis apabila moms ketiduran saat memompa ASI.

Dapat dijalankan secara single maupun double pump, sparepart yang mudah di bersihkan dan part nya sudah BPA free, serta bergaransi selama 2 tahun menjadi nilai tambah.

Dari semua kelebihan yang ditawarkan spectra breastpumo S2+ ini memiliki harga yang affordable.

Selain kelebihan, spectra S2+ ini juga memiliki kekurangan diantaranya :

Bentuknya yang cukup besar membuat saya harus memiliki ruang ekstra apabila ingin membawanya travelling. Selain itu, pompa ASI ini bersifat elektrik sehingga harus di charge terlebih dahulu untuk penggunaannya dan baterainya cepat habis. Untuk series S2+ ini lebih cocok digunakan untuk pumping saat berada di rumah.

Saat lahiran baby kedua, saya juga menggunakan breastpump dari spectra dengan series S9+ yang mana lebih handy dan lebih mudah untuk dibawa travelling. Secara keseluruhan fungsi dan kelebihannya sama dengan S2+ namun yang paling saya suka adalah bentuknya yang compact seperti powerbank sehingga mudah untuk dibawa bepergian.

Spectra Breastpump S9+

Overall, saya sangat suka dengan breastpump dari spectra ini. Selain harga yang affordable, kualitas yang ditawarkan pun oke.. Selama menggunakan pompa ASI ini saya merasa sangat terbantu. Semoga tips dan review singkat saya ini dapat membantu ya Moms yang sedang mencari dan menimbang-nimbang untuk memberli pompa ASI.

Terima kasih sudah membaca dan menonton. 🙂

Motherhood

Tips For Working Moms at Home

Sejak belia saya adalah seorang workaholic. Tidak peduli waktu, aktivitas saya selalui diisi dengan bekerja. Maklum, saya bukan terlahir dari keluarga berada. Sehingga, mengharuskan saya untuk bekerja keras membantu perekonomian keluarga. Kegilaan saya dalam bekerja terus berlanjut hingga saya memiliki dua orang anak seperti sekarang.

Sejak menjadi ibu tentu ada hal yang berbeda, saya merasa cukup keteteran mengatur waktu dalam bekerja dan mengasuh anak. Namun, disitulah letak tantangan dan keseruannya menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus ibu bekerja.

Sayapun langsung berguru dengan mama saya, suami, teman bahkan googling mengenai situasi saya saat itu, bagaimana cara membagi waktu antara bekerja dan mengasuh Louisse. Setelah mendapatkan beberapa masukan, trial and error akhirnya saya menemukan cara saya sendiri yang efektif dan nyaman untuk saya dapat bekerja sekaligus mengasuh Louisse.

Berikut tipsnya, semoga berguna bagi Moms yang sedang berjuang dalam bekerja dan mengasuh anak ya :

Jangan lupakan tugas utama sebagai ibu dan istri, meskipun sibuk dan lelah dengan pekerjaan yang menumpuk, tetaplah mengurus kebutuhan si Kecil dan suami semaksimal mungkin. Jangan serahkan ke pengasuh ataupun IRT 100%.

Atur waktu, prioritas dan jadwal antara bekerja dan mengasuh anak, and then stick to it. Setiap ibu memiliki standar dan kapasitasnya sendiri dalam menjalankan peran sebagai ibu bekerja dan ibu rumah tangga. Pastikan kita tidak memaksakan untuk melakukan pekerjaan tersebut secara bersamaan. Misalkan, di saat jam tidur anak diselingi untuk mengerjakan hal A dan B atau bisa juga dengan memilih bangun lebih awal di pagi hari karena kalau malam cenderung capek dan begadang tentutnya tidak baik untuk kesehatan. Pastikan Moms memiliki waktu tidur yang cukup agar kesehatan tubuh dan kulit serta konsentrasi otak tetap terjaga.

Untuk Moms yang bekerja di kantor dan si Kecil masih dalam masa menyusui, pastikan kebutuhan ASI atau susunya, pampers terpenuhi sebelum meninggalkan si Kecil untuk bekerja. Pastikan juga untuk orang yang dititipi seperti orang tua ataupun pengasuh memberi kabar tentang kondisi si Kecil jika terjadi sesuatu.

Meminta pertolongan jika diperlukan. Kebetulan saya bekerja di rumah dan sesekali pergi untuk meeting dengan klien, jadi masih dapat memantau Louisse dan apabila pekerjaan saya agak padat biasanya saya meminta pertolongan mama saya untuk membantu saya mengasuh Louisse. Fyi, saya tidak menggunakan jasa babysitter.

Spend a quality time. Tidak bisa dipungkiri dengan bekerja baik di dalam walaupun luar rumah akan mengurangi interaksi antara saya dan Louisse. Saya dan suami berkomitmen walaupun masing-masing bekerja, kami harus menghabiskan waktu bersama Louisse ataupun berdua agar bonding diantara kami tetap terjalin. Biasanya di weekend kami pergi ke mall, jalan-jalan ataupun makan bersama. Di malam hari sebelum tidur kami bercanda ringan, membacakan dongeng sambil meninabobokan Louisse. Sayapun sebulan sekali menghadiri event untuk menambah pengetahuan seputar ibu dan anak, sharing dengan moms lainnya.

Work and Play

Luangkan untuk me time / reward yourself moms! Sebagai ibu dengan segudang aktivitas, akan ada masanya kita penat dengan segala rutinitas. Biasanya saya akan menghadiahi diri saya dengan belanja di e-commerce favorit ataupun jalan-jalan ke mall sekeadar belanja ataupun perawatan.

Semoga bermanfaat, terima kasih sudah membaca dan menonton. 🙂