Baby · Motherhood

Bayi 1 Tahun Disuruh Beresin Baju dan Pel Lantai

Bersih-bersih rumah dan isinya merupakan kewajiban kita sebagai seorang ibu ya moms. Tapi bukan berarti kita harus mengerjakannya sendiri dan membiarkan anak kita untuk cuek terhadap kebersihan rumah. Kita sebagai ibu enggak ada salahnya loh moms mengajarkan anak untuk belajar bersih-bersih, dimulai dengan hal yang sangat kecil seperti membereskan bajunya sendiri yang berserakan.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh anak dengan kita mengajarkan bersih-bersih, salah satunya dapat membuat anak mandiri dan bertanggung jawab sejak dini. Nah karena mommy pun juga enggak mau nantinya baby Louisse tidak mandiri dan tidak bisa bertanggung jawab, maka dari itu mommy mulai mengajarkan beberapa hal kecil seperti membereskan bajunya sendiri yang dia berantakin dan baju-baju kotornya untuk dimasukkan ke keranjang pakaian kotor.

Nah berikut ini adalah cuplikan bagaimana lucunya baby Louisse membereskan bajunya yang berantakan di lantai, yuk diplay moms.

Motherhood

Learn the Alphabet with Louisse Scarlett

Ketika belajar dengan si Kecil, kita tidak boleh memaksakan si Kecil tapi sebaliknya kita harus membuat si Kecil adiktif dengan sendirinya terhadap belajar. Maka dari itu kita sebagai orangtua harus mengajak si Kecil belajar dengan cara yang menyenangkan dan pastinya dengan kata-kata yang mudah dimengerti si Kecil juga moms. Berikut ini cara belajar abjad dengan cara yang menyenangkan.

A : Animals
B : Baby
C : Car
D : Dolly
E : Eyes
F : Flower
G : Grape
H : House
I : Ice cream
J : Jelly
K : Kite
L : Lollipop
M : Mushroom
N : Necklace
O : Oranges
P : Puzzle
Q : Queen
R : Rainbow
S : Snake
T : Tomato
U : Umbrella
V : Vacum
W : Watermelon
X : X-ray
Y : Yogurt
Z : Zombie

Mau lihat bagaimana serunya cece Louisse belajar alphabet bersama mommy? Klik video di bawah ini ya.

Motherhood

Louisse, Loewy and Mommy Pretend Play with Drawing with Kids Painting Toys

Ketika Loewy sedang asik main mobil-mobilan sendiri, tiba-tiba dia melempar dan berantakin mainannya karena bosan, akhirnya dia kabur mencari cece Louisse. Setelah menemukan cece Louisse, ternyata cece Louisse punya mainan baru yaitu painting toys. Cece Louisse punya berbagai macam warna untuk painting ada warna hijau, hitam, coklat, pink dan masih banyak lagi.

Sebelum memulai melukis cece Louisse tuang semua catnya dahulu ke dalam wadah. Setelah semua perlengkapan siap seperti kuas, cat air, dan kanvasnya cece Louisse akhirnya memulai melukis. Saking semangatnya melukis, akhirnya kuas cece Louisse patah nih. Karena patah akhirnya cece Louisse melukis menggunakan tangannya tanpa kuas.

Karena melihat cece Louisse yang seru banget melukis menggunakan tangan, akhirnya Loewy ikut bergabung dan mereka berdua membuat kotor baju yang mereka pakai. Semua jadi berantakan.

Tapi untung mommy datang di waktu yang tepat, ketika mommy melihat, mommy kaget dan membersihkan lukisan beserta baju yang kotor. Setelah selesai bersih-bersih dan mengganti pakaian, cece Louisse dan Loewy beserta mommy menggunakan apron lucu untuk melukis.

Lalu kita mulai mewarnai kanvas berbentuk rumah yang kita beli dari Bakoel Mainan. Seru banget aunty uncle!

Motherhood

Kids Show Louisse & Loewy Chocolate or Not Chocolate Challenge

Karena hari ini Louisse dan Loewy sudah mengenakan baju bagus, maka mommy harus mengabadikannya di kamera. Tapi tiba-tiba perut mommy sakit banget, mommy harus buru-buru ke kamar mandi. Karena mommy harus ke kamar mandi, maka kameranya mommy tinggal. Ternyata Louisse dan Loewy malah mainan kamera mommy. Karena keasikan main dengan kamera, kamera mommy jatuh dan rusak. Wah bagaimana ini!

Untuk menghibur hati mommy yang sedih karena kameranya rusak, Louisse dan Loewy memberi mommy coklat yang berbentuk kamera. Tapi, lama kelamaan mommy tahu juga bahwa itu hanya coklat yang berbentuk kamera bukan kamera sungguhan. Karena sudah terlanjur seperti ini, daripada sedih berlarut-larut karena kamera rusak lebih baik kita main saja.

Mau lihat keseruan mommy, Louisse dan Loewy bermain tebak-tebakan mana coklat yang asli dan bukan? Klik video di bawah ini ya!

Baby · Growth · Motherhood

5 Stimulasi Utama Agar Anak Cepat Berbicara dan Percaya Diri untuk Berbicara

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms. Moms happy enggak sih moms kalau sampai si Kecil sudah mulai mengucapkan beberapa kata apalagi sudah bisa mulai manggil mama dan papa? Rasanya bahagia banget kan moms? Jadi mommy sendiri walaupun sudah ada anak pertama, ketika anak kedua sudah mulai bisa manggil mommy pertama kalinya, mommy langsung happy banget. Apalagi kalau anak pertama ya moms, itu adalah momen yang paling ditunggu oleh para moms dan dads.

Nah jadi pada kesempatan kali ini, karena banyak banget moms dan dads yang suka lihat videonya Louisse Scarlett dan banyak komentar bahwa Louisse itu cukup pintar berbicara dan percaya diri dalam berbicara, mommy mau sharing tentang 5 stimulasi utama untuk membuat anak kita biar cepat bisa berbicara dan percaya diri untuk berbicara.

5 Stimulasi Utama agar Anak Cepat Berbicara dan Percaya Diri saat Berbicara

1. Sering Mengajak Anak untuk Berbicara

Jadi moms stimulasi pertama ini adalah kunci utama untuk menstimulasi anak kita agar bisa cepat berbicara. Kita harus sering mengajak si Kecil untuk mengobrol, berbicara terus-terusan. Dimulai pada saat baby kita baru aja lahir ke dunia yaitu usia 0 bulan. Pada saat itu tugas kita sebagai moms dan dads harus sering-sering mengajak si Kecil untuk berbicara. Mungkin banyak moms dan dads yang merasa percuma mengajak si Kecil berbicara karena si Kecil belum bisa merespon di usia 0 bulan tersebut.

Tapi sebenarnya tidak ada kata percuma, tidak ada sesuatu yang sia-sia. Jadi moms, ketika dia baru lahir pada saat itu baby kita ada di masa golden age nya. Golden age merupakan periode perkembangan otak manusia. Di masa ini, keempat bagian otak berkembang secara keseluruhan, termasuk pada belahan otak kanan dan kiri. Golden age ini dari usia 0-5 tahun. Di masa ini otak si Kecil super pintar moms. Sel otaknya terus berkembang pesat dalam menangkap informasi di sekitaran dan menyimpannya di dalam memori.

Walaupun mungkin awalnya baby kita belum merespon ketika kita ajak berbicara tapi trust me akan ada perubahan sedikit demi sedikit, dan perubahan ini akan membawa perubahan yang sangat besar ketika anak kita sudah besar moms. Jadi kita bisa melihat mulai di usia 2 atau 3 bulan dia sudah mulai bisa senyum, jadi sudah mulai bisa merespon, tangan dan kakinya bergerak karena happy diajak ngomong sama moms dan dads. Lalu lama kelamaan sampai dia sudah bisa bubbling (mengoceh) sampai hari ini Louisse 3 tahun itu sudah kayak teman curhat mommy. Kalau mommy curhat sesuatu ke Louisse, dia bisa kasih nasihat ke mommy loh.

Kalau Loewy di umur 19 bulan, walaupun Loewy dan Louisse agak sedikit beda untuk tahap perkembangan berbicaranya, kecepatan dalam berbicaranya tapi Loewy di 19 bulan sekarang sudah bisa ajak mommy ngomong. Kalau mommy lagi ngomong sama cecenya dia ikutan ngomong walaupun pengucapannya belum terlalu jelas dia sudah berusaha untuk mengeluarkan semua kosakata yang dia miliki, yang menunjukkan bahwa dia bersimpati dan dia ikut mau merasakan yang kita bicarakan pada saat itu.

Pada saat happy ikut happy, saat sedih ikut sedih. Jadi jangan pernah menyepelekan perubahan kecil si anak. Perubahan dari bulan ke bulan akan memberikan efek perubahan yang besar ketika anak kita sudah besar. Jadi jangan pernah lelah untuk berbicara dengan anak kita karena pada saat itu waktu yang tepat untuk menstimualsi anak kita agar anak kita cepat berbicara dan percaya diri dalam mengutarakan sesuatu dan ingat untuk tetap harus memberikan kata-kata yang positif, yang baik terhadap anak kita biar anak kita tumbuh besar dengan kata-kata yang positif dan kata-kata yang baik.

2. Bernyanyi

Stimulasi kedua ini adalah yang paling mudah dan menyenangkan karena dapat menghidupkan suasana bahagia, atmosfer yang bahagia antara ibu, bapak dan anak. Jadi moms jangan pernah menyepelekan menyanyi. Menyanyi itu dapat merangsang dan menstimulasi otak anak kita lebih cepat untuk menyerap kosakata dari lirik lagu tersebut dan nada moms. Mommy sendiri mulai merangsang dan menstimulasi bernyanyi ini dari usia anak mommy 0 bulan sampai saat ini.

Dari usia baby 0 bulan mau Louisse dan Loewy mommy itu paling sering nyanyi Twinkle Twinkle Little Star. Bahkan pada saat mau tidy up mommy bisa bikin lagu sendiri sambil tidy up. Dari yang awalnya anaknya enggak ngerti cuma diem aja, enggak merespon, lama kelamaan dia sekarang sudah bisa mengikuti kalau mommy nyanyi untuk tidy up dia bakal ikutan tidy up. Lalu lama kelamaan anaknya nyanyi sendiri sambil tidy up sampai hari ini. Louisse di umur 2 tahun lagu Twinkle Twinkle Little Star sudah hafal liriknya. Dari yang bahasa Inggris sampai Mandarin itu dari umur 2 tahun. Loewy itu dia sampai di umur 19 bulan sudah bisa mengikuti lagu Twinkle Twinkle Little Star walaupun cuma kata belakangnya.

Bahkan sampai hari ini mommy terus menambah koleksi lagu anak yang menarik untuk dinyanyikan ke anak-anak. Jadi bukan dari Youtube kita buka, tapi komunikasi antara orangtua dan anak harus terbentuk dengan cara mommy bernyanyi bersama dengan anak, mengikuti gerakan. Dan dengan kita terus menerus melakukan stimulasi bernyanyi ini, trust me anak kita akan cepat berbicara dan percaya diri dalam berbicara.

3. Membaca Dongeng

Jadi moms stimulasi membaca dongeng jangan pernah disepelekan karena membaca dongeng dengan memberikan gadget ke anak kita untuk lihat Youtube itu beda jauh moms manfaatnya. Dengan kita terus menerus memberikan gadget untuk anak kita agar dia diem dan enggak ganggu kita kerja, kita enggak capek, agar kita punya me time justru itu akan membuat anak kita memiliki dunianya sendiri dan terus diam. Jadi bukannya kita menstimulasi anak kita agar cepat berbicara malah membuat anak kita lebih pendiem dan murung, karena punya dunianya sendiri dengan gadget di depan dia yang menyajikan Youtube ini moms. Sedangkan membaca dongeng itu adalah bentuk komunikasi antara orangtua dengan anak. Ingat moms, komunikasi itu penting untuk merangsang dan menstimulasi anak kita. Apalagi dalam tahap agar anak kita bisa cepat berbicara dan percaya diri dalam berbicara.

Jadi mommy pribadi selalu melakukan komunikasi dengan membaca dongeng ke Louisse dan Loewy dari mereka umur 2 -3 bulan. Walaupun awalnya anak kita enggak ngerti apa-apa tapi yang mommy lihat Loewy dan Louisse sudah mulai suka merespon gambar warna warni yang cukup menarik di buku itu. Pada saat kita membaca dongeng adalah saat yang penting, karena anak kita akan menyimpan kosakata yang kita ulang terus menerus setiap hari dan ekspresi kita ketika kita membaca dongeng. Dari awalnya cuma bisa mainin kaki tangannya aja, Louisse dan Loewy di umur sebelum 1 tahun kalau ditanya doggy yang mana dia bisa nunjuk gambar doggy dan lain sebagainya.

Jadi dia sudah tahu, kosakata yang dulu kita stimulasi lama kelamaan akan membawa perubahan yang sangat besar terhadap baby kita. Sampai hari ini, anak mommy dua-duanya kalau disuruh milih Youtube atau baca dongeng mereka akan pilih baca dongeng karena baca dongeng adalah saat yang menyenangkan untuk mereka dan untuk mommy tentunya dapat terus menstimulasi kosakata lebih banyak lagi ke anak kita.

4. Puji Anak Kita

Jangan pernah kita sebagai orangtua mengkritik gaya bahasa, artikulasi, logat dan kosakata anak kita, karena anak kita sudah memenuhi perkembangan bahasanya sesuai dengan usianya. Jangan bandingkan anak kita dengan anak orang lain yang sudah lebih dahulu lancar berbicara. Anak yang 1 dengan anak yang lain itu berbeda tahap perkembangannya enggak pernah ada yang sama.

Jangan pernah kita membandingkan anak kita dengan anak lain karena tahap perkembangan setiap anak di setiap usianya itu berbeda, nanti yang ada anak kita jadi takut kalau mau ngomong, karena kalau dia sudah berbicara nanti dimarahin orangtua ujungnya anak kita enggak mau ngomong, enggak berani ngomong dan enggak percaya diri.

Jadi moms puji anak kita apapun yang anak kita lakukan, lontarkan, bicarakan itu penting. Biasakan kita sebagai orangtua kalau anak kita sudah berbicara walaupun enggak jelas, kita juga harus memuji anak kita. Sembari kita memperbaiki kata-katanya. Pujian itu penting walaupun itu hanya pujian yang sedikit tapi itu bisa memberikan efek perubahan yang besar untuk anak kita, dan anak kita akan memiliki semangat untuk terus menerus memperbanyak kosakata yang baru agar mommy dan daddy happy.

Kalau kita bicara soal perkembangan anak dengan anak lain itu berbeda. Kedua anak mommy sendiri, Louisse dengan Loewy itu beda. Louisse di umur 15 bulan kosakatanya sudah jelas banget. Sedangkan Loewy di umur 19 bulan belum sejelas Louisse. Apakah dengan begini kita sebagai orangtua ngejudge? Enggak juga moms.

Setiap anak tahap perkembangannya ada yang cepat dan lambat. Louisse cepat ngomong tapi untuk berjalan dia lambat daripada Loewy. Loewy lebih cepat jalan tapi berbicaranya lebih lambat dari Louisse. Tapi dalam mommy menstimulasi kedua anak mommy, mommy enggak pernah membandingkan, enggak pernah ngejudge Loewy jelek kalau ngomong, itu enggak pernah. Mommy selalu memberikan pujian apapun yang Loewy katakan walaupun kata-katanya belum terlalu jelas.

5. Penuhi Nutrisi

Penuhi nutrisi baby itu juga sangat penting untuk menstimulasi agar anak kita bisa cepat berbicara dan percaya diri dalam berbicara. Penuhi nutrisi anak kita secara seimbang karena nutrisi yang seimbang akan mempengaruhi sistem sensorik dan motorik anak kita seperti susu, buah, sayur, daging, telur dan lain sebagainya. Makanan sehat harus dipenuhi nutrisinya. Hindari makanan zat adiktif dan makanan yang berbahaya.

Nah itu tadi adalah 5 stimulasi utama agar anak kita cepat berbicara dan percaya diri. Dan mommy sudah membuktikannya makanya mommy berani share pengalaman mommy sendiri. Moms jangan pernah lelah untuk menstimulasi anak kita. Jangan sia-siakan hari untuk menstimulasi anak kita, karena stimulasi kecil akan memberikan perubahan yang besar untuk anak kita. Buat moms yang mungkin sekarang merasa telat karena sejak masih newborn tidak distimulasi babynya, moms ingat, enggak ada kata terlambat, stimulasi bisa dimulai dari hari ini dan stimulasi itu bisa terus dilakukan sampai anak kita besar. Setiap hari kita memberikan stimulasi anak kita akan terus ada perubahan besar yang akan membuat anak kita menjadi lebih baik lagi.

Motherhood

Louisse Playing with Toy Sewing Machine and Make Clothes for Her Lil Brother

Ketika Louisse asik berdandan, pakai kutek dan lipstick ternyata kuteknya tumpah ke gaun karena itu dia menangis dan mengadu ke mommy. Tapi tenang saja karena mommy punya new sewing machine. Sewing machine baru ini akan mommy gunakan untuk membuat dress baru untuk dipakai Louisse. Jadilah Cinderella dress yang Louisse sukai. Masalah pertama clear.

Setelah masalah dress Louisse yang kotor selesai tiba-tiba Loewy yang sedang asik main sepeda di luar, terjatuh dan bajunya kotor. Karena baju Loewy kotor akhirnya Louisse berinisiatif membuat baju baru untuk Loewy. Baju baru sudah selesai dibuat, tapi ternyata baju yang dibuat Louisse adalah dress jadi Loewy tidak menyukainya dan menangis. Karena Loewy tidak suka akhirnya Louisse membuat baju baru lagi untuk Loewy. Tapi baju baru ini juga dress untuk perempuan maka dari itu Loewy menangis dan tidak menyukainya.

Oke. Percobaan ketiga Louisse membuatkan baju untuk Loewy tapi lagi-lagi Loewy tidak menyukai dan menangis. Tapi Louisse tidak menyerah ia membuatkan lagi baju baru untuk Loewy, setelah dipakaikan ke Loewy dia tidak menyukainya dan malah menangis lagi. Yang terakhir Louisse akan mencoba membuat baju baru untuk Loewy, dan ya Loewy tidak menyukainya lagi dan dia menangis lagi. Louisse sedih karena semua baju yang dia buat membuat Loewy menangis, akhirnya Louisse meminta bantuan pada mommy untuk membuat baju Loewy.

Taraaa, akhirnya jadi juga baju untuk Loewy. Loewy menyukainya dan mau memakai bajunya. Yeay mission complete!

Motherhood

Baby Stole Mommy’s Candy

Anak kecil mana yang enggak suka sama makanan manis terutama candy, setuju enggak moms? Tapi kalau kita terus-terusan memberikan permen pada si Kecil yang ditakutkan nanti gigi si Kecil rusak karena kebanyakan mengonsumsi gula. Di sisi lain mengajarkan anak untuk bisa menahan diri tidak mengonsumsi permen juga enggak mudah ya moms.

Seperti yang mommy alami nih moms, mommy punya permen yang sudah mommy taruh di atas meja untuk mommy sendiri makan. Tapi ketika mommy tinggal sebentar permen-permen mommy langsung musnah diambil cece Louisse dan baby Loewy berkali-kali. Akhirnya momen ini mommy manfaatkan untuk mengajarkan cece Louisse dan baby Loewy agar tidak makan permen dan tidak berbohong lewat lagu.

Johny Johny Yes Papa

Louisse Louisse

Yes mommy

Eating sugar?

No, mommy

Telling lies?

No, mommy

Open your mouth

Ah ah ah

Memang ya moms enggak mudah, sekali diajarkan enggak langsung menurut namanya juga anak-anak. Cece Louisse dan baby Loewy pun sama, mereka berdua berkali-kali mengambil permen mommy secara sembunyi-sembunyi dan berbohong. Tapi moms jangan putus asa ya, pelan-pelan kita kasih tahu si Kecil maka nanti lama kelamaan dia akan mengerti dan tidak melakukannya lagi.

Mau lihat bagaimana tingkah laku mereka berdua? Klik video berikut ini ya.

Motherhood

Baby Shopping for Christmas

Hi moms! Menyambut Christmas Season kali ini, mommy akan sharing kegiatan baby Louisse yang akan shopping dengan menggunakan ootd Santa. Shopping kali ini, kita akan mengunjungi salah satu supermarket di Mall PIK Avenue Jakarta Utara yaitu, Farmers Market.

Di Farmers Market, baby Louisse melakukan semuanya sendiri lho moms. Dari membawa keranjang belanja hingga memilih barang – barang. Walaupun ada beberapa barang yang ia tidak mampu untuk ambil, tetapi baby Louisse sangat bersemangat dan happy shopping!

Kira – kira apa aja sih moms yang dibeli oleh baby Louisse pada shopping kali ini? Lumayan banyak dan lengkap ya moms tentunya. Seperti, minyak, buah – buahan seperti pisang, ciki – ciki, snack, sayur – sayuran, minuman, dan masih banyak lagi.

Ingin tahu keseruan lebih lanjut mengenai shopping kami di Christmas Season kali ini? Tonton selengkapnya di video bawah ini ya moms! Enjoy the video!

Motherhood

Selamat Hari Ibu : Mommy Ngaku Dosa

Hai moms hari ini adalah Mother’s Day dan mommy mau challenge diri mommy sendiri buat ngaku dosa ke mama mommy. Kira-kira mama mommy akan marah enggak ya? Kita mulai aja ya challenge kali ini.

Mommy :

Ma aku mau mengakui beberapa kesalahan aku di masa lalu hingga sekarang. Kesalahan yang pertama adalah saat masa kecil ketika mama masih jualan Coa, masih jualan kue, mama minta aku untuk jualan. Nah hasil jualan tersebut sering aku ambil 20rb – 30rb. Mama kan pernah nanya hasil jualan kue kok kurang ya, itu aku yang ambil ma dan uangnya biasanya buat main warnet.

Kesalahan kedua adalah aku suka bilang mau pergi belajar ke rumah teman itu sebenarnya aku bohong. Jadi sebenarnya aku pergi ke warnet main auditon game ber jam-jam di sana dan enggak belajar. Soalnya susah kalau misalnya aku bilang mau ke warnet main game, pasti mama marah karena enggak ada yang bantu jualan, terus enggak ada yang bantu antar mie.

Selain 2 kesalahan itu aku ada kesalahan lain lagi yaitu ketika aku masih pacaran sama papanya Louisse. Mama pada saat itu tanya apakah mama papanya sudah restuin belum, sudah ijinin belum? Terus aku bilang sudah, mama papanya baik sama aku sudah ijinin. Sebenarnya ma pas waktu pacaran mereka itu belum restuin, masih enggak suka sama aku.

Aku juga sering kalau punya masalah kerja, aku enggak pernah mau ngomong sama mama. Mama tanya gimana kerjaannya? Lancar enggak? Ada masalah enggak? Aku selalu bilang enggak ma aman, tenang, enggak ada masalah. Sebenarnya namanya orang kerja pasti ada masalah ya ma, jujur selama ini pasti banyak masalah cuma aku suka bohong biar mama enggak kepikiran aku ada masalah, mama juga ikut pusing, punya beban jadinya terpaksa aku bohong kalau aku itu sama sekali enggak punya masalah lancar-lancar aja, tapi sebenarnya ya ada masalah.

Aku juga mau minta maaf karena aku sudah kurang ajar dulu pas masih kecil. Ketika kita masih tinggal di rumah susun, mama suka marahin aku terus aku suka langsung marahin balik, kurang ajar, bentak mama balik, terus sering bilang “apa sih aku gak mau punya mama kayak mama, enggak mau punya papa kayak papa”. Maaf banget ma waktu kecil aku masih kurang bijaksana. Taunya orang lain keluarganya happy happy dan aku enggak bisa terima kok aku bisa keluarganya sedih banget, kita mesti jualan kalau teman-teman enggak perlu jualan, tinggal pergi ke sekolah. Tapi kalau aku setiap pagi harus bangun pagi untuk jualan belum lagi di sekolah suka nunggak uang sekolahnya jadi malu.

Sedih aja ma tapi sekarang aku sudah ngerti mama itu berjuang demi keluarga biar kita anak-anak bisa tumbuh sehat, sekarang kita juga berpendidikan kita juga bisa diterima di masyarakat, mama sudah berjuang jualan, sudah capek-capek bertahun-tahun sampai kaki tangan sakit-sakitan, pokoknya aku sudah ngerti kenapa kita harus kayak gitu, sudah ngerti kenapa mama harus menjalani hidup seperti itu bersama dengan kita. Aku benar-benar minta maaf ya ma.

Terus aku juga minta maaf sudah bikin mama nangis. Pas aku masih kecil mungkin mama diem-diem suka nangis di belakang aku enggak tahu, yang pas sudah dewasa belum lama ini aku buat mama nangis karena masalah keluarga adik aku ikut campur, mama jadi nangis. Terus sampai bentak mama, padahal aku sudah dewasa, sudah kerja, hidup sudah enak tapi masih cari masalah sama mama. Sampai bikin mama nangis. Sorry banget ma, aku itu paling enggak mau sama yang namanya mama itu nangis apalagi mama itu sedih.

Aku itu mau kerja demi keluarga, kalau aku sampai marah sama adik karena mereka ada kesalahan sedikit itu sebenarnya tujuannya pengen adik-adik aku bahagia, bisa hidupnya enak. Kalau misal adik-adik aku menderita lagi susah otomatis aku juga sakit hati. Nah itu cara aku marah-marah mulu kasih tau salah-salahnya ke adik-adik tapi tujuannya tetap baik pengen adik-adik itu hidupnya happy enggak mau adik-adik itu hidupnya enggak happy, enggak mau mereka hidupnya susah.

Jadi kalau misalnya mama bilang aku bakal tega sama adik-adik aku ninggalin mereka biar mereka hidup susah bahkan sampai ninggalin mama papa hidup susah itu enggak mungkin banget karena bagi aku keluarga itu prioritas. Hidup aku bisa sampai sekarang karena keluarga. Aku bisa kerja sampai sukses karena support dari mama dan keluarga.

Kalau kita ada masalah kita selesaikan dengan baik-baik ya ma. Memang mama tau aku tipenya emosional cuma ya namanya anak sendiri mama tau sifatnya, aku bakal berusaha untuk kontrol emosi aku dari sekarang, aku sudah menyesal, aku juga mau berubah perlahan-lahan yang pastinya enggak pengen buat mama meneteskan air mata lagi.

Makasih ya ma, mama sudah maafin kesalahan aku yang sudah pernah bikin mama marah, sedih bahkan nangis. Aku janji mau jadi anak yang baik, bakal bahagiain mama seperti janji aku dulu aku mau bawa mama sama papa keliling dunia, negara apapun yang mama enggak pernah datangi aku bakal bawa, aku bakal bikin mama happy enggak kayak dulu berapa puluh tahun mama kerjaannya jualan terus sampai sakit-sakitan. Setiap hari cuma lihat dapur enggak pernah lihat dunia luar yang indah apalagi negara lain.

Nah itu tujuan aku, aku pengen mama bisa lihat negara lain enggak cuma dapur aja yang mama lihat dan aku mau mama happy hidup enak enggak perlu susah-susah lagi, aku pengen balas budi ke mama papa karena kalian sudah memberikan materi dan non materi ke aku yang sangat banyak sampai kita bisa kayak sekarang. Sekarang waktunya aku dan adik-adik untuk membalas semua kebaikan papa dan mama.

Mama mommy :

3 anak semua baik sama mama sama papa, mama juga sudah senang. Kamu itu anak yang baik. Mama enggak pernah benci dan kesal sama anak. Selama ini kesalahan anak-anak mama sudah maafin.

Nah akhirnya mommy sudah selesai melakukan challenge mommy untuk ngaku semua kesalahan mommy bahkan minta maaf dan janji ke mama mommy. Nah sekarang giliran kalian, enggak cuma di hari ibu aja karena setiap hari adalah hari yang sangat berharga, dimana kita harus membahagiakan kedua orangtua kita. Karena kita tahu sendiri ya kehidupan itu tidak pasti tapi berpisah dengan orang yang kita cintai itu pasti. Hargailah hari-hari bersama orang yang kita cintai termasuk mama dan papa kita setiap harinya, jangan sampai kita sia-siakan dan nanti akhirnya kita hanya akan menyesal.

Sekarang mommy jadi ibu dari 2 anak dan mommy sudah ngerti bagaimana perasaan kasih sayang tulusnya seorang ibu terhadap anak, apapun dilakukan untuk anak. Happy Mother’s Day!

Motherhood

Bermain dan Belajar Bersama Baby Louisse di Sekolah

Hai moms, sebagai orangtua kita pastinya senang bisa menemani anak kita ketika dia bersekolah. Kita dapat memantau tumbuh kembang anak kita di sekolah. Kali ini mommy ingin membagikan pengalaman mommy ketika menemani baby Louisse bersekolah.

Baby Louisse terlihat sangat senang bisa mommy dampingi saat bersekolah, pertama-tama kami bermain bersama di area bermain seperti karet dan baby Louisse melewati terowongan kecil, kemudian kami main masak-masakan bersama. Baby Louisse berusaha membuatkan mommy masakan dengan giatnya.

Masih banyak kegiatan lain yang mommy lakukan dengan anak mommy di sekolah, dan ternyata banyak lho manfaatnya ketika kita bisa menemani anak kita bermain dan belajar di sekolah, yaitu :

1. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi

Bermain memberikan membantu perkembangan sosial anak. Bermain juga bisa jadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap mementingkan diri sendiri. Melalui bermain anak dapat belajar berbagai perilaku seperti antri, kerja sama, saling membantu dan berbagi.

2. Dapat mendukung tumbuh kembang motorik anak

Manfaat dari bermain selanjutnya adalah mendukung tumbuh kembang motorik anak seperti menggambar, menulis, loncat, berbaris, memutar, bergoyang, mengubah petunjuk, mengontrol keseimbangan tubuh dan masih banyak lagi.

3. Dapat meningkatkan perkembangan komunikasi anak

Saat bermain anak dapat menambah banyak kosakata sehingga kemampuan berkomunikasinya akan semakin meningkat. Selain itu, melalui komunikasi anak bisa belajar berinteraksi dengan anak-anak lain dan bahkan orang dewasa pada saat bermain.

Banyak banget kan moms manfaat bermain dan belajar pada anak, jadi jangan malas dan skip untuk kegiatan menemani bermain dan belajar si Kecil ya. Mau lihat keseruan baby Louisse bermain dan belajar di sekolahnya? Yuk tonton di video berikut ini!