Pregnancy

5 Hal Wajib Dilakukan Setelah Operasi Caesar Melahirkan Biar Luka Cepat Sembuh

Hai moms, congratulations buat para moms yang baru saja melakukan persalinan atau yang akan mulai persalinan, pasti sudah enggak sabar kan untuk ketemu dengan buah hati tercinta yang di dalam kandungan selama 9 bulan. Jadi mommy pribadi baru saja melakukan operasi sesar pada 21 Desember 2020 dan ini adalah operasi sesar mommy yang ketiga kalinya.

Dulu pas mommy pertama kali melakukan operasi sesar di 17 Juni 2017 jujur mommy sempat bingung, habis operasi sesar kita sebagai perempuan harus ngapain. Jadi banyak banget orang jaman dulu, bahkan orangtua mommy mengatakan bahwa kalau habis melahirkan harus bed rest di kasur 30 hari enggak boleh gerak, jalan-jalan, mandi, keramas dan masih banyak lagi pantangannya agar staminanya cepat balik dan nanti saat tua badannya enggak mudah kena penyakit.

Nah itu mitos atau fakta sih moms? Jawabannya adalah mitos. Jadi menurut penelitian bahwa seorang ibu yang baru saja menjalankan operasi sesar atau melahirkan secara normal harus tetap bergerak dan rutin membersihkan diri untuk mempercepat penyembuhan luka operasi sesar kita. Nah berikut adalah 5 hal yang wajib kita lakukan setelah kita menjalankan operasi sesar untuk mempercepat penyembuhan luka operasi sesar.

1. Belajar Bergerak

Setelah kita operasi sesar kita harus banyak bergerak untuk mempercepat penyembuhan luka operasi kita. Bahkan moms dioperasi sesar ketiga kali ini kebetulan mommy operasi di RS Bunda Menteng dengan dokter Aryanando. Nah dokter Aryanando sendiri mau pasiennya recovery dengan cepat. Jadi mommy habis operasi sesar 3 jam kemudian mommy sudah belajar duduk. Perlahan-lahan dari posisi tidur dibangunin sedikit demi sedikit, sampai akhirnya mommy total kurang lebih enggak sampai 5 jam sudah bisa balik ke ruangan dan bisa belajar duduk seperti biasa.

Sakit memang tapi lama kelamaan luka operasi yang mommy rasakan makin berkurang sakitnya, jadi kita enggak diajarkan untuk manja dan enggak boleh bergerak. Nah dari bergerak itu kita bisa belajar untuk menyusui karena setelah kita operasi sesar kita harus segera mengeluarkan ASI untuk memberikannya kepada baby kita. Belajar menyusui, menggendong baby kita, serta makan dan minum untuk mempercepat penyembuhan luka operasi moms.

2. Makan dan Minum

Konon katanya kalau setelah kita operasi sesar kita jangan langsung makan daging dan telur, nyatanya pernyataan ini adalah mitos. Setelah kita operasi sesar kita boleh makan apa saja moms walaupun memang enggak langsung ya moms. Mommy pribadi kemaren setelah operasi sesar 1 jam kemudian sudah mulai dikasih air putih tapi minumnya dikit-dikit jadi kita lihat kita muntah atau enggak. Setelah 1 jam kemudian air putihnya lebih banyak lagi sampai 1 gelas, dilihat lagi kita muntah atau enggak.

Setelah itu kita dikasih permen, lalu kita dikasih air teh hangat manis, setelah sudah oke staminanya sudah oke kita balik ke ruangan kita boleh mulai makan bubur sumsum, kalau enggak muntah kita boleh makan lagi telur, makan daging, nasi dan akhirnya di hari pertama mommy setelah operasi sesar, malamnya mommy sudah makan nasi bahkan makan McD. Walaupun awalnya mommy sempat muntah, lalu stop dan mulai minum dan makan lagi sampai akhirnya muntah itu terkendali dan usus kita sudah bekerja senormal mungkin. Dengan kita makan protein yang sangat banyak itu bisa mempercepat penyembuhan luka operasi sesar kita dan merangsang ASI kita juga loh moms.

3. Mandi dan Keramas

Siapa yang kalau kita habis melahirkan enggak boleh keramas dan mandi 30 hari, mommy sih enggak bisa. Jadi kalau mommy sendiri sudah 3x operasi sesar, setelah selesai mommy pasti mandi dan keramas enggak nunggu 30 hari. Pernyataan 30 hari enggak boleh mandi dan keramas itu adalah mitos moms. Menurut penelitian setelah kita operasi sesar kita malah diwajibkan untuk membersihkan diri secara rutin.

Bayangkan aja moms kita enggak mandi cuma lap basah aja, enggak sikat gigi, enggak keramas otomatis kotor dong. Nah padahal setelah operasi kita juga harus menyusui, merangsang ASI kita, skin to skin dengan baby kita. Kalau misalnya kita sudah skin to skin dengan keadaan badan kita kotor itu enggak bagus moms buat baby kita juga. Jadi faktanya kita harus tetap membersihkan diri secara rutin untuk membantu penyembuhan luka operasi sesar kita lebih cepat. Tentunya mandi dan keramas itu enggak langsung setelah operasi sesar, biasanya 2/3 hari setelah operasi sesar. Pokoknya setelah kateter di urin kita sudah dilepas, infus sudah dilepas dan kita sudah bisa bergerak, berdiri tanpa bantuan suster.

4. Belajar Menyusui

Memang ya moms seorang ibu hebat banget. Setelah seorang ibu harus dioperasi ataupun melahirkan normal, menahan rasa sakit bekas jahitan, seorang ibu harus segera belajar untuk menyusui, merangsang ASI agar cepat keluar dan baby kita bisa minum ASI secepat mungkin. Jadi belajar menyusui itu penting juga moms setelah operasi sesar, skin to skin dengan baby kita, kasih ASI walaupun memang ASI belum ada tetapi kita terus merangsang dengan baby kita menyusui di payudara kita agar hormonnya makin terangsang dan akhirnya ASI bisa keluar.

5. Pakai Korset

Pakai korset setelah operasi sesar itu penting banget karena dapat membantu penyembuhan luka jahitan bekas operasi sesar dan membantu rahim kita yang tadinya bengkak lama kelamaan turun. Jadi mommy setelah melahirkan enggak cuma lagi hamil tapi habis melahirkan pasti pakai korset dan mommy setia pakai korset dari Mooimom. Korset ini selalu mommy pakai after mommy lahiran sebanyak 3x. Mooimom sendiri terbuat dari bambu, kalau ditanya sakit enggak sih luka operasi kalau ditekan begitu menggunakan korset, jawabannya enggak ya moms. Dengan begini mommy bisa berdiri tegak. Jadi memakai korset setelah operasi sesar bisa mempercepat penyembuhan luka operasi sesar.

That’s all untuk 5 hal yang wajib dilakukan setelah kita operasi sesar. Semoga bermanfaat untuk moms semua.

Kesehatan · Pregnancy

Jangan Menahan Buang Air Kecil Saat Hamil, Bisa Terkena Penyakit Berbahaya!

Sering buang air kecil itu adalah keluhan yang umum dan wajar dirasakan oleh semua bumil. Keluhan BAK akan terus bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Kok bisa bumil BAK terus?

Di trimester 1 bumil akan memproduksi hormon hcG dalam tubuhnya. Yang mana hormon tersebut membuat produksi urin meningkat dan disertai dengan pembesaran ukuran rahim sehingga frekuensi BAK lebih banyak dari sebelum kita hamil. Sedangkan di trimester kedua rahim kita makin besar, begitupun baby kita yang semakin besar makin tertekan, yang mengakibatkan semakin tertekannya saluran kemih sehingga akan membuat frekuensi BAK bertambah.

Sedangkan di trimester 3, darah akan lebih banyak mengalir ke otot panggul terutama bagian ginjal. Ginjal akan menyaring darah lebih banyak dari biasanya dan itulah yang membuat frekuensi BAK akan lebih banyak lagi dari trimester 1 dan 2. Selain itu di trimester 3 baby akan semakin besar lagi, makin menekan bagian kantong kemih, uretra dan otot pelvis kita.

Sehingga nggak aneh kalau sampai kita ketemu bumil apalagi yang di usia kehamilan trimester 3 sering BAK. Lagi ngobrol, ketawa tiba-tiba air seni keluar dengan sendirinya, dan itu mami rasakan moms. Jadi ketika mami hamil di usia trimester ketiga jalan 8 bulan frekuensi BAK makin sering dibandingkan trimester sebelumnya apalagi ini hamil kembar.

Kenapa bumil nggak boleh menahan BAK?

Namanya bumil, frekuensi BAK banyak banget apalagi sudah trimester 3. Ketika bumil sedang kepepet, di jalan kita mau BAK nggak mungkin kita langsung buang, pasti kita tahan minimal sampai menemukan tempat untuk kita bisa BAK baru kita BAK, ya kan moms? Tapi ternyata praktek menahan BAK pada bumil itu sangat salah atau tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih.

Infeksi Saluran Kemih adalah infeksi yang terjadi di salah satu bagian saluran berkemih kita atau uretra (saluran pelepasan air seni) dan biasanya ISK ini rentan terjadi pada wanita dibanding pria dan akan lebih rentan lagi terjadi pada bumil. Kok bisa?

  1. Karena ibu hamil memiliki sistem daya kekebalan tubuh lebih lemah
  2. Ibu hamil sering menahan BAK

Kenapa bumil kalau menahan BAK bisa menyebabkan ISK?

Jadi ketika bumil menahan BAK itu membuat bakteri tinggal lebih lama di saluran kemih kita, sehingga dapat memicu berkembang biaknya bakteri dari ISK itu.

Ciri-ciri ISK :

  1. Infeksi saluran kemih itu bisa menyebabkan nyeri panas saat kita BAK
  2. Ada darah dalam urin kita
  3. Demam
  4. BAK berbusa
  5. Warna urin keruh
  6. Merasakan nyeri di bagian perut bawah
  7. Terus merasa ingin BAK
  8. Buang air kecil tidak merasa tuntas

Jadi di tanggal 23 November 2020, di usia kehamilan mami hamil kembar 31 minggu, mami baru aja merasakan gejala ISK ini. Jadi mami sempat terjadi kontraksi kelahiran prematur tapi diiringi nyeri perut bagian bawah. Lalu memang yang biasanya mami sering BAK, saat itu frekuensi lebih sering lagi. 1 jam bisa 15x bolak balik ke toilet hanya untuk BAK. Mami pada saat BAK panas dan nyeri banget, kayak susah banget BAK tapi pengen BAK. Lalu pada saat mami sudah membersihkan organ miss V mami itu rasanya agak sakit. Dari sana berulang kali sepanjang malam mami BAK terus nggak berhenti sampai akhirnya mami dibawa ke RS, mami tes lab.

Hasil tes lab

Untuk hasil infeksi itu paling aman di bawah 5. Tapi angka mami sudah 4.7 sudah mendekati ke infeksi. Makanya mami merasakan gejala seperti itu. Dan dokter langsung memberikan mami antibiotik sebagai penanganan awal jangan sampai infeksi berlanjut sampai benar-benar ISK.

Apa sih penyebab ISK ini?

Jadi ISK ini disebabkan bakteri E Coli yang biasanya ada di saluran cerna dan bakteri E Coli ini pindah ke saluran uretra kita atau saluran kantong kemih kita biasanya karena kita kurang memperhatikan kebersihan bagian organ intim atau miss V kita.

Memang benar ISK itu bahaya?

ISK ini kalau misalnya nggak ditangani lebih lanjut dapat menginfeksi ginjal kita yang dapat membuat kontraksi, kelahiran bayi prematur, berat badan bayi rendah dan tentunya dapat membahayakan nyawa ibu dan calon baby kita. Dan kalau infeksi ini tetap dibiarkan itu juga dapat membuat kerusakan ginjal kita secara permanen. Kalau untuk ISK ini ada contoh kasus salah satunya artis Irish Bella. Irish Bella ini mengalami ISK sehingga membuat kedua baby kembarnya meninggal di dalam perut ibu. Jadi moms belajar dari pengalaman ini, kita harus hati-hati soal ISK dan jangan sampai kita cuek soal ISK, karena kita nggak mau sampai membahayakan kita pribadi dan calon baby kita.

Penanganannya bagaimana?

  1. Kita harus tahu dari awal gejala-gejala ISK ini kemudian segera datang ke dokter untuk diberikan antibiotik seperti mami. Mami konsumsi antibiotik sehari 2x.
  2. Jaga kebersihan organ intim kita
  3. Cuci tangan sesering mungkin
  4. Gunakan pakaian dalam berbahan katun
  5. Hindari minuman/makanan berkafein karena kafein itu bersifat geuretik (menarik cairan dalam tubuh) yang membuat kita terus menerus ingin BAK
  6. Lakukan double-P, jadi kalau sampai kita BAK, sudah BAK kita BAK lagi, tuntaskan BAK jangan sampai ada yang tersisa sehingga kita tidak akan membuat bakteri tertinggal di saluran kemih kita yang akan membuat mereka berkembang biak dan menginfeksi saluran kemih kita.

Nah itu dia seputar ISK dari ciri hingga penanganannya, semoga bermanfaat ya.

Pregnancy

8 Tantangan yang Dihadapi Ibu Hamil Kembar

Jadi moms setiap kehamilan punya tantangannya sendiri mau tunggal maupun kembar. Tapi hamil kembar memiliki tantangan dan resiko yang lebih tinggi dibanding hamil tunggal. Pada kesempatan hari ini, di usia kehamilan mami jalan 34 minggu mami mau sharing mengenai pengalaman mami tentang tantangan hamil kembar yang mami alami.

Tantangan hamil kembar

  1. Morning sickness parah
    Di kehamilan kembar ini mami sering banget merasakan mual dan muntah, padahal di kehamilan tunggal mami nggak pernah merasakan itu. Kenapa bisa begitu? Jadi di kehamilan kembar ini, hormon HcG kita lebih tinggi dibanding pada hamil tunggal sehingga akan membuat kita mudah mengalami morning sickness parah. Mami mengalami morning sickness selama 3 bulan pertama dan itu setiap hari. Paling nggak bisa makan seafood, bahkan melihat pun langsung mual. Kalau kalian yang hamil tunggal pernah merasakan morning sickness juga, maka siap-siap jika hamil kembar efeknya akan double moms.
  2. Berat badan naik lebih tinggi dibanding hamil tunggal
    Jadi moms di kehamilan tunggal, 2x mami hamil berat badan naik sampai persalinan 12 kg. Sedangkan di hamil kembar ini, di awal mami sudah positif hamil dokter sudah bilang mami akan naik berat badan start dari 15-20 kg mungkin lebih. Nah jadi mami pribadi sekarang menuju 34 minggu berat badan sudah nambah 15-16 kg dan masih akan terus bertambah. Wajar ya moms naik berat badan banyak karena di kehamilan kembar kita mengandung 2 bayi, air ketuban yang lebih banyak sehingga mengakibatkan ibu hamil kembar akan memiliki berat badan yang double dibanding hamil tunggal.
  3. Kontraksi terus menerus
    Biasanya kontraksi itu akan dirasakan ibu hamil tunggal ketika dekat dengan persalinan tapi berbeda halnya dengan ibu hamil kembar. Mami sendiri sudah rasakan dari awal trimester sampai akhir trimester. Mami kram perut terus, kontraksi terus sampai dokter memberikan resep obat kontraksi. Sama halnya di trimester kedua, kontraksi yang mami rasakan lebih terasa lagi dibandingkan saat awal trimester. Di trimester ketiga kontraksinya lebih parah dibanding trimester kedua. Di trimester 2 mami minum obat kontraksi 2x sehari atas resep dokter sedang di trimester ketiga 4x sehari minum obat kontraksi. Dan di tanggal 23 November 2020 mami sempat merasakan kontraksi persalinan prematur (baca: Kontraksi Persalinan Prematur)
  4. Persalinan prematur
  5. Stretchmark
  6. Anemia
    Ibu hamil kembar sangat beresiko kekurangan darah. Anemia adalah salah satu gejala ibu hamil kekurangan zat besi dan kebanyakan ini dialami ibu hamil kembar. Kekurangan zat besi dalam darah yang rendah sehingga meningkatkan aliran darah. Yang mami rasakan itu suka ngantuk tiba-tiba, pengen tidur, pusing nggak enak banget moms. Jadi mami sendiri sudah melakukan infus untuk penambahan zat besi sebanyak 2x. Jadi mami di trimester kedua melakukan suntikan zat besi di rumah sakit bunda menteng, mami suntuk kurang lebih 1 jam. Setelah suntik badan lebih enak. Di trimester ketiga zat besi mami kurang lagi yang mengakibatkan mami masuk rumah sakit lagi dan suntik zat besi lagi.
  7. Susah tidur
    Ibu hamil kembar susah tidur. Itu mami rasakan sejak trimester pertama, hal ini terjadi karena mami merasakan kram dan kontraksi terus menerus.
  8. Sakit pinggang dan punggung berlebihan
    Sakit pinggang mulai mami rasakan di trimester kedua usia kehamilan 5 bulan. Di usia kehamilan 5 bulan, bagian pinggangnya sakit banget rasanya seperti tertusuk-tusuk dan nggak pernah berhenti sakitnya sampai trimester akhir. Makin parah sakitnya karena beban baby makin berat dan punggung serta pinggang harus menopang berat tersebut.

Beda banget kan tantangan ibu hamil kembar dan hamil tunggal? Jadi persiapkan semua dahulu sebelum hamil kembar ya moms. See di next sesi #CurcolYukMoms.

Ibu Menyusui · Pregnancy

Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil Lagi?

Pernah nggak sih kalian lihat di sekeliling kalian, baru juga lahiran dan menyusui anaknya 2-3 bulan sudah hamil lagi? Ini kejadian yang nggak jarang banget terjadi, bahkan teman dan saudara mami mengalami hal tersebut, babynya baru berusia 3-4 bulan sudah hamil lagi.

Banyak sekali ibu-ibu yang berpikir kalau kita sedang menyusui nggak mungkin yang namanya hamil lagi, karena pasalnya menyusui adalah salah satu KB alami yang efektivitasnya antara 98-99.5% dalam mencegah kehamilan karena kita memberikan ASI eksklusif atau biasa yang disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method). Tapi ternyata moms, kita bisa hamil lagi saat menyusui walaupun persentasenya kecil loh.

Ibu menyusui bisa hamil lagi kalau memiliki ciri-ciri :

  1. Ibu yang tidak kunjung mendapatkan haid selama berbulan-bulan setelah persalinan
  2. Bayi berusia di atas 6 bulan
  3. Bayi menyusui secara langsung siang dan malam
  4. Biasanya bisa kelihatan kalau frekuensi menyusu si bayi sudah menurun, nah pada saat itu ibu akan masuk pada masa subur.

Jadi dalam penelitian ada persentasenya ibu menyusui itu bisa hamil lagi, yaitu :

  • Ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 3 bulan 0% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia 3-6 bulan 2% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia di atas 6 bulan 6% hamilnya

Nah dari tadi kan kita membicarakan ibu menyusui secara langsung, bagaimana kalau ibu menyusui yang memompa ASI dan memberikan ASI nya lewat botol dot? Menurut penelitian ibu yang memerah ASI persentase hamil lagi meningkat sampai 5.2%.

Ciri-ciri ibu menyusui hamil lagi

1. Berat badan turun drastis

Saat kita menyusui dan hamil lagi biasanya berat badan kita akan turun drastis, karena biasanya pada saat hamil kita akan mengalami morning sickness sehingga dengan kondisi seperti ini, ibu menyusui dan hamil lagi akan kekurangan nutrisi. Padahal sebenarnya pada saat kita menyusui kita sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena pada saat kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup produksi ASI akan melimpah dan berkualitas. Bila asupan nutrisinya nggak cukup otomatis ASI akan encer dan tidak berkualitas.

2. Kontraksi

Pada saat kita menyusui lalu tiba-tiba kita merasakan perut kontraksi, hati-hati bisa jadi kalian hamil. Ketika kita menyusui ada hormon oksitosin yang diperlukan saat menyusui dan hormon ini bisa membuat kontraksi kalau sampai kita hamil lagi.

3. Terlalu lelah

Menyusui aja sudah cukup lelah ya moms, apalagi kalau ditambah kita hamil lagi pasti akan sangat lelah. Ini biasanya akan dirasakan oleh ibu menyusui yang hamil lagi mulai usia kandungan 3 bulanan.

4. Produksi ASI berkurang drastis

Ini adalah yang paling kelihatan ya moms, biasanya kita mompa bisa dapat 200cc tiba-tiba langsung drop jadi 100cc, ini merupakan ciri-ciri utama kita hamil lagi moms. Kita bisa lihat kalau kita nggak mompa dan menyusui langsung, baby kita akan terus merasa lapar walaupun sudah kita susui terus menerus.

5. Selalu haus

Ibu yang menyusui dan hamil lagi sepanjang hari akan haus terus karena ketika kita menyusui aja membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI, kalau misalnya asupan nutrisi kita untuk menyusui aja terus menerus harus kita tambah dan lagi sedang hamil yang biasanya kalau hamil kepanasan, gerah maka itu akan membuat kita sepanjang hari merasa haus.

6. Payudara timbul benjolan

Kehamilan pada ibu menyusui akan memicu timbulnya benjolan di payudara. Biasanya benjolan di payudara kita akan muncul di bagian saluran susu yang membuat saluran ASI kita tersumbat yang biasa disebut galaktokel dan biasanya benjolan ini juga disebut dengan kista karena ini memiliki cairan dan jaringan yang berserat yang disebut fibroadenoma.

7. Anemia

Ibu menyusui hamil lagi akan membuat sel darah merah berkurang secara drastis dan inilah yang akan membuat ibu menyusui hamil lagi akan mengalami anemia.

Aman nggak sih sebenarnya ibu menyusui hamil lagi?

Ini balik lagi ke kondisi masing-masing ibu, karena ada beberapa ibu yang menyusui dan hamil lagi dikit-dikit kontraksi, merasa mual, muntah, nyeri payudara, nggak nyaman sama kondisinya dan lain sebagainya. Tapi ada juga ibu menyusui yang hamil lagi tidak merasakan apa-apa karena jumlah oksitosin yang dilepas nggak terlalu banyak.

Biasanya dokter akan melarang ibu untuk menyusui lagi apabila :

  • Risiko menjalani persalinan prematur
  • Pernah keguguran
  • Hamil kembar
  • Pernah melahirkan bayi prematur

Misalnya kalian mengalami kondisi seperti itu dan ingin tahu lebh lanjut lagi bahkan sudah mendeteksi hamil lagi ketika menyusui, segera ke dokter atau rumah sakit terdekat dan konsultasikan agar bayi dan ibu selamat.

Pregnancy

Waktu Pertama Kali Mual Tanda Hamil Muncul, Moms Sudah Tahu?

Salah satu gejala kehamilan yang sering dialami perempuan adalah mual atau morning sickness. Mual saat hamil diperkirakan terjadi pada 70-80% kehamilan, sementara 20-30% sisanya tidak mengalami mual atau morning sickness.

Apabila Moms termasuk ibu hamil yang tidak mengalami gejala morning sickness, Moms tak perlu khawatir yang berlebih, ya, karena kondisi ini pun normal. Sebab, ini bukan satu-satunya gejala kehamilan yang kerap dialami perempuan.

Lantas, untuk ibu hamil yang kerap mengalami mual, kira-kira kapan, ya, Moms, pertama kali mual tanda hamil muncul? Moms pernah mengamatinya tidak, nih?

Mengutip dari laman theAsianparent Indonesia, sekitar setengah hingga dua pertiga dari semua ibu hamil akan mengalami mual pada trimester pertama. Lebih tepatnya dimulai sekitar minggu keempat kehamilan, lalu berangsur sembuh pada minggu ke 12 hingga 14.

Akan tetapi, 1 dari 5 ibu hamil mengalami mual hingga trimester kedua dan beberapa bahkan mengalami mual dan muntah sepanjang kehamilan hingga melahirkan.

Kondisi mual pada ibu hamil biasanya terjadi ringan. Sangat jarang ibu hamil mual sampai hiperemesis ekstrem dengan muntah yang sering bahkan hingga memerlukan rawat inap.

Masih mengutip dari theAsianparent Indonesia, sebuah penelitian di tahun 2018 menemukan bahwa mungkin ada komponen genetik untuk mengalami hiperemesis atau mual dan muntah yang parah. Oleh kaerna itu, waspadalah jika Moms memiliki riwayat keluarga yang mengalami hiperemesis.

Jika Moms hamil bayi kembar atau lemah karena penyakit tertentu, stres, atau sering bepergian, Moms mungkin mengalami mual dengan tingkat yang lebih tinggi. Ini juga sangat normal dan merupakan bagian dari perjalanan kehamilan.

Nah, kalau Moms tipe ibu hamil yang mengalami gejala mual atau tidak, nih?

Pregnancy

Normalkah Jika Sudah Hamil Tua Tapi Belum Merasakan Kontraksi?

Kontraksi sering kali menjadi salah satu pertanda jika ibu hamil mulai mendekati waktu persalinan atau hari perkiraan lahir (HPL). Namun, bagaimana jika kondisinya Moms sudah hamil tua, tetapi berlum juga merasakan kontraksi, apakah normal?

Mayoritas ibu hamil memang mulai merasakan kontraksi sebagai pertanda persalinan saat hamil tua. Namun, jangan khawatir jika Moms belum merasakan kontraksi meski usia kandungan sudah hampir mendekati waktu persalinan.

Mengutip dari situs Hellosehat.com, selama usia kehamilan Moms masih berada pada kisaran 37 sampai 41 minggu, belum merasakan tanda persalinan apa pun, termasuk kontraksi, adalah hal yang normal.

Selama masih berada dalam rentang ini, dokter biasanya hanya akan menunggu sampai terlihat adanya ciri-ciri kontraksi asli.

Akan tetapi, apabila tanda persalinan tak juga muncul bahkan ketika sudah melebihi usia 41 minggu, biasanya diperlukan tindakan induksi persalinan untuk merangsang kelahiran bayi. Selain itu, induksi persalinan saat usia lebih dari 38 minggu juga diperlukan secara medis jika Moms memiliki komplikasi kehamilan.

Jadi, Moms, selama usia kandungan masih 37-41 minggu, tidak masalah, ya, jika belum merasakan kontraksi. Namun, akan lebih baik lagi jika Moms memastikan kondisi kehamilan Moms kepada dokter kandungan.

Pregnancy

Bahaya Cacar Monyet pada Ibu Hamil, Jangan Anggap Sepele!

Penyakit cacar monyet (monkeypox) menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang. Sebab, penyakit ini memiliki sejumlah bahaya, terutama untuk kelompok rentan, salah satunya ibu hamil. Kira-kira apa, ya, Moms, bahaya cacar monyet untuk ibu hamil?

Walaupun kasusnya belum ditemukan di Indonesia, tetapi Moms tetap harus waspada dengan penyakit cacar monyet, terutama Moms yang sedang hamil. Sebab, mengutip dari situs Hellosehat, penyakit cacar monyet dapat menimbulkan komplikasi berbahaya dan gangguan kesehatan ibu hamil. Hal ini pernah disampaikan oleh Mbala et al. dalam sebuah laporan kasus di Republik Kongo pada 2017.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa ada 4 pasien ibu hamil yang awalnya datang ke rumah sakit dengan keluhan gejala mirip cacar monyet. Lalu, 2 orang pasien menunjukkan gejala pada trimester pertama, setelah itu mengalami keguguran.

Sementara pasien ke-3 mengaku gejala muncul saat trimester kedua dan akhirnya ia melahirkan bayi secara normal. Kemudian, pasien ke-4, menunjukkan gejala saat trimester kedua dan mengalami kematian janin tepat pada usia kehamilan 21 minggu.

Setelah dilakukan identifikasi pada janin, terdeteksi pembesaran hati abnormal (hepatomegali) dan penumpukan cairan pada rongga perut (efusi peritoneal).

Menurut peneliti, kedua kondisi ini timbul karena terinfeksi cacar monyeti. Pengamatan lainnya juga menunjukkan tampilan abnormal pada kulit (lesi kulit) kepala, telapak tangan, dan telapak kaki.

Sebelumnya, salah satu studi dalam The Journal of Infectious Disease pernah melaporkan kasus ibu hamil yang melahirkan bayi prematur pada minggu kehamilan ke-24. Bayi tampak mengalami ruam kulit yang mirip dengan gejala cacar monyet. Kemudian, enam minggu setelahnya, bayi tersebut meninggal.

Sayangnya, tidak dilakukan uji laboratorium sehingga peneliti tidak bisa mengonfirmasi apakah hal tersebut memang disebabkan oleh infeksi cacar monyet atau bukan?

Jadi, Moms, dari penjelasan tersebut, harus berhati-hati dengan penyakit ini, ya. Hindari segala penyebab penyakit cacar monyet.

Pregnancy

Mengenal Pemeriksaan TORCH untuk Ibu Hamil, Cek Moms!

TORCH adalah singkatan dari beberapa nama penyakit infeksi, yakni Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Sifilis. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh ketika terserang mikroorganisme penyebab penyakit-penyakit infeksi tersebut.

Pemeriksaan TORCH dapat dilakukan saat hamil trimester pertama. Selain itu, bisa juga dilakukan pada bayi baru lahir yang menunjukkan gejala-gejala penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH, seperti:

  • Sakit kuning (jaundice)
  • Tuli
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Kejang
  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Kelainan jantung
  • Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya
  • Katarak
  • Trombositopenia

Tahapan tes TORCH

Masih mengutip dari situs theAsianparent, berikut ini tahapan-tahapan TORCH yang dapat dilakukan:

  1. Dokter akan mengikat lengan atas dengan menggunakan alat khusus agar vena di lengan menggembung dan terlihat jelas.
  2. Lalu, dokter akan menusukkan jarum ke dalam vena dan memasang tabung steril untuk mengumpulkan sampel darah.
  3. Dokter akan mensterilkan bagian tubuh yang akan dijadikan tempat pengambilan sampel darah. Biasanya, sampel darah akan diambil dari pembuluh darah vena di lengan.
  4. Ikatan pada lengan akan dilepaskan agar darah dapat mengalir dengan sendirinya ke dalam tabung sampel.
  5. Setelah dirasa cukup, dokter akan mencabut jarum dan memasang perban pada titik tusukan jarum.

Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa IgM dan IgG TORCH. Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menilai apakah pasien sedang, pernah, atau tidak mengalami infeksi.

Pregnancy

Bolehkah Operasi LASIK Mata Saat Hamil?

Menurut penjelasan American Academy of Ophthalmology, operasi LASIK atau laser-assisted in-situ keratomileusis adalah tindakan medis yang dilakukan untuk menangani gangguan mata atau penglihatan. Adapun gangguan tersebut berupa rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisme.

Lantas, bolehkah menjalani operasi LASIK saat hamil? Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, menurut American Academy of Ophthalmology, melakukan operasi LASIK saat hamil tidak dianjurkan. Mengapa demikian?

Sebab, ketebalan dan kelengkungan kornea mata perempuan dapat meningkat karena perubahan hormonal selama hamil, maka koreksi penglihatan bisa jadi tidak akurat. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah penglihatan setelah hormon kembali normal sehingga memerlukan operasi mata tambahan.

“Kebanyakan dokter mata merekomendasikan koreksi penglihatan laser sebelum kehamilan atau menunggu sampai setelah melahirkan bayi,” kata dokter mata Gregory Parkhurst, MD.

Dari penjelasan tersebut, jadi sebaiknya Moms tidak melakukan operasi LASIK mata saat hamil, ya.

Pregnancy

Ingin Pijat Saat Hamil? Jangan Lakukan di 4 Bagian Tubuh Ini!

Kaki dan punggung adalah contoh bagian tubuh yang aman dipijat saat hamil. Kalau begitu, bagian tubuh mana saja, ya, Moms, yang sekiranya tidak disarankan untuk dipijat saat hamil?

Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, inilah bagian-bagian tubuh yang dilarang dipijat saat Moms sedang hamil, karena dapat memicu beragam dampak negatif!

1. Dada

Dada memiliki efek berbahaya jika mendapat tekanan pijat, terlebih jika dilakukan saat usia kehamilan masih muda. Memijat dada dapat memicu kontraksi atau persalinan prematur, pun berisiko menyebabkan bayi meninggal setelah dilahirkan.

2. Perut

Area perut manapun sebaiknya jangan dipijat sedikit pun! Sebab, perut dapat memicu interaksi langsung dengan janin serta memicu kontraksi yang memungkinkan Moms mengalami persalinan prematur.

3. Pinggang

Selain dada dan perut, bagian pinggang juga jangan dipijat saat Moms sedang hamil. Memijat pinggang dapat membahayakan janin dalam kandungan.

4. Pinggul

Letak pinggul berdekatan dengan janin sehingga bisa membahayakannya, bahkan bisa meningkatkan risiko keguguran.

Itulah 4 bagian tubuh yang dilarang dipijat saat hamil. Jangan sampai keliru, ya, Moms!