Pregnancy

Penting untuk Tahu! Tanda Bahaya Kehamilan yang Mengancam Keguguran!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Nah kali ini mommy akan sharing masalah kehamilan. Berbicara tentang kehamilan, perut nyeri, mual dan muntah adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Tapi ternyata moms, dari keluhan para bumil ada beberapa yang merupakan tanda kehamilan wajar dan ada pula yang tidak wajar. Kalau sampai kita enggak aware atau kita mengabaikan tanda kehamilan yang tidak wajar ini dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Nah pada kesempatan hari ini mommy akan share tentang tanda bahaya kehamilan yang harus kita aware. Apa saja tanda kehamilan tidak wajar?

1. Pendarahan atau Bercak Darah

Kalau kita bicara soal bercak darah, bercak darah ini bisa menjadi salah satu tanda awal dari kehamilan. Dan ini adalah tanda kehamilan yang wajar terjadi karena embrio sudah berhasil tertanam di rahim kita sehingga kita positif hamil. Biasanya kalau darah yang keluar sedikit, enggak terlalu banyak dan kita enggak merasa nyeri atau sakit di salah satu bagian perut kita merupakan tanda kehamilan yang wajar.

Tapi tanda kehamilan yang tidak wajar ketika kita pendarahan atau bercak darah itu muncul ketika usia kehamilan kita sudah cukup bulan, misalnya usia hamil 2 bulan tapi tiba-tiba kita pendarahan. Nah ini adalah tanda kehamilan yang enggak wajar. Apalagi kalau sampai darah yang keluar itu cukup banyak, darah segar bahkan gumpalan hitam yang keluar dari jalur lahir, kita merasakan nyeri yang hebat di bagian perut kanan atau kiri, kram, pokoknya enggak enak banget. Kemungkinan besar tanda kehamilan yang enggak wajar ini adalah akibat dari plasenta yang sudah terlepas dari rahim kita.

Jadi kalau mommy ngomongin soal pendarahan ini mommy sudah mengalaminya sendiri, bahkan adik dan adik ipar juga mengalaminya di kehamilan awal. Jadi pertama kali hamil mommy, adik dan adik ipar keguguran semua. Waktu itu mommy hamil dan usianya menuju 2 bulan. Saat itu mommy sedang naik tangga tiba-tiba ada darah keluar di celananya. Pada saat itu mommy enggak ngerti, padahal mommy pendarahan cukup banyak, darah segar, gumpalan hitam juga keluar dan perut sakit banget. Karena kurang pengetahuan, pada saat itu mommy merasa fine-fine aja.

Mommy pergi ke RS masih bisa duduk ngantri berjam-jam tunggu dokter. Pas ketemu dokter ternyata embrio yang di rahim mommy sudah enggak ada, tidak ada detak jantungnya dan akhirnya mommy melakukan kuret. Jadi belajar dari pengalaman mommy ya moms, kalau sampai moms sekarang sedang hamil dan mengalami pendarahan atau bercak darah ketika usia kehamilan sudah cukup langsung berbaring, usahakan posisi kaki lebih tinggi dari badan, diganjal bantal gitu moms, minum air manis, segera ke RS paling dekat jangan antri dokter lagi, langsung masuk UGD agar ibu dan bayi bisa terselamatkan.

2. Preeklamsia

Kalau BB kita nambah, kita mengalami pembengkakan di bagian wajah tangan dan kaki ketika hamil itu wajar moms. Tanda yang enggak wajar kalau sampai kita mengalami tekanan darah yang lebih tinggi, kelebihan protein dalam urin kita sehingga menyebabkan nyeri ulu hati, nyeri tengkuk, nyeri bagian perut tengah dan atas, pandangan kita kabur, sakit kepala terus menerus, mual terus menerus, jarang buang air kecil dan sesak napas, ini sudah mengarah ke keracunan kehamilan atau Preeklamsia. Kalau sampai para ibu hamil mengalami tanda seperti itu segera pergi ke RS terdekat dan konsultasi dengan dokter agar tidak mengancam keselamatan ibu dan anak.

3. Keluarnya Cairan dari Jalur Lahir

Tanda kehamilan yang wajar kalau sampai cairan yang keluar dari jalur lahir kita adalah urin. Urin itu bisa keluar karena adanya tekanan dari kantong kemih akibat rahim yang membesar. Jadi mommy sendiri sudah mengalami juga di kehamilan kembar moms, mommy urinnya sering keluar sendiri. Urin mommy keluar sendiri karena rahim ini sudah terlalu tertekan ke kantong kemih, maka dari itu sering banget urinnya keluar tiba-tiba dan ini adalah wajar. Tapi tanda kehamilan yang tidak wajar adalah ketika cairan yang keluar dari jalur lahir itu adalah air ketuban.

Kita bisa tahu ini air ketuban atau urin dengan cara yang mudah yaitu dengan melihat beberapa tanda berikut ini. Pertama, air ketuban itu warnanya bening tapi kental, ada juga kuning kental bahkan hijau kental. Kedua, frekuensi air ketuban yang keluar dari jalur lahir itu biasanya akan lebih banyak dibandingkan urin, beda deh moms. Jadi kalau sampai ibu hamil sudah merasakan ada air ketuban pecah segera ke RS terdekat dan usahakan tetap berbaring ya moms. Nah air ketuban pecah ini dialami bumil di usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan biasanya ini dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur, sindrom gangguan pernapasan, infeksi darah bahkan kematian.

4. Gerakan Bayi Berkurang atau Tidak Ada

Jadi moms tanda kehamilan yang wajar adalah ketika kita usia kehamilan masih di bawah 5 bulan biasanya gerakan bayi enggak ada atau tidak terasa karena kehamilan kita masih termasuk kehamilan muda. Biasanya kita akan merasakan gerakan di dalam perut kita kurang lebih di kehamilan usia di atas 25 minggu atau 5 bulan. Kalau mommy sendiri sudah merasakan gerakan walaupun sedikit sekali start di usia kehamilan 12 minggu atau 3 bulan.

Buat para moms yang sekarang usia kehamilannya sudah 5 bulan ke atas lalu tidak merasakan gerakan sama sekali ini yang enggak wajar ya moms. Kalau sampai ini terjadi segera ke RS terdekat. Biasanya di usia kehamilan 5 bulan babynya aktif banget, per 12 jam minimal ada 10 gerakan entah itu tendangan, pukulan atau putaran, kita bisa merasakan. Moms juga bisa merangsang gerakan baby kita dengan cara miring ke kanan, kiri, kita elus, ajak komunikasi dan kalau sampai gerakan baby kita berubah atau tidak ada sama sekali segera ke RS terdekat agar tidak mengancam keselamatan ibu dan anak.

5. Mual atau Muntah yang Berlebihan

Mual dan muntah wajar saat hamil terutama di awal kehamilan adalah hal yang wajar. Di awal trimester itu biasanya ibu hamil akan merasakan mual dan muntah karena adanya perubahan hormon dalam tubuh akibat dari kehamilan. Mommy pribadi mengalami mual dan muntah pertama kali di kehamilan kembar di 3 bulan pertama, trimester pertama. Tapi walaupun mual dan muntah, mommy masih bisa minum, masih bisa makan walaupun sedikit dipaksa, tapi tetap bisa dapat asupan air dan makanan yang cukup.

Nah tanda kehamilan yang enggak wajar adalah kalau sampai ibu hamil itu mengalami mual dan muntah yang berlebihan, mual dan muntah terus enggak bisa masuk cairan dan makanan sama sekali bisa mengakibatkan ibu hamil dehidrasi dan zat makanan sehingga membuat kesadaran menurun. Ini sangat berbahaya terhadap ibu dan janin, kalau sampai ibu hamil mengalami hal seperti ini segera ke RS terdekat dan segera dapatkan infus cairan makanan agar ibu dan anak terselamatkan.

6. Keputihan

Keputihan itu wajar banget moms, tapi keputihan mulai enggak wajar apabila kita merasakan keputihan kita sudah ada bau menyengat, rasa gatal terus, apalagi kalau keputihan kita berwarna cokelat dan hijau karena yang dikhawatirkan ada infeksi di bagian miss v kita. Nah kalau sampai itu terjadi kita ke RS terdekat agar tidak mengancam keselamatan ibu dan anak.

That’s all untuk semua tanda bahaya kehamilan semoga bermanfaat. Tetap semangat dan jaga kesehatan jangan sampai tanda kehamilan yang tidak kita aware mengancam keselamatan ibu hamil dan baby kita.

Pregnancy

5 Hal Wajib Dilakukan Setelah Operasi Caesar Melahirkan Biar Luka Cepat Sembuh

Hai moms, congratulations buat para moms yang baru saja melakukan persalinan atau yang akan mulai persalinan, pasti sudah enggak sabar kan untuk ketemu dengan buah hati tercinta yang di dalam kandungan selama 9 bulan. Jadi mommy pribadi baru saja melakukan operasi sesar pada 21 Desember 2020 dan ini adalah operasi sesar mommy yang ketiga kalinya.

Dulu pas mommy pertama kali melakukan operasi sesar di 17 Juni 2017 jujur mommy sempat bingung, habis operasi sesar kita sebagai perempuan harus ngapain. Jadi banyak banget orang jaman dulu, bahkan orangtua mommy mengatakan bahwa kalau habis melahirkan harus bed rest di kasur 30 hari enggak boleh gerak, jalan-jalan, mandi, keramas dan masih banyak lagi pantangannya agar staminanya cepat balik dan nanti saat tua badannya enggak mudah kena penyakit.

Nah itu mitos atau fakta sih moms? Jawabannya adalah mitos. Jadi menurut penelitian bahwa seorang ibu yang baru saja menjalankan operasi sesar atau melahirkan secara normal harus tetap bergerak dan rutin membersihkan diri untuk mempercepat penyembuhan luka operasi sesar kita. Nah berikut adalah 5 hal yang wajib kita lakukan setelah kita menjalankan operasi sesar untuk mempercepat penyembuhan luka operasi sesar.

1. Belajar Bergerak

Setelah kita operasi sesar kita harus banyak bergerak untuk mempercepat penyembuhan luka operasi kita. Bahkan moms dioperasi sesar ketiga kali ini kebetulan mommy operasi di RS Bunda Menteng dengan dokter Aryanando. Nah dokter Aryanando sendiri mau pasiennya recovery dengan cepat. Jadi mommy habis operasi sesar 3 jam kemudian mommy sudah belajar duduk. Perlahan-lahan dari posisi tidur dibangunin sedikit demi sedikit, sampai akhirnya mommy total kurang lebih enggak sampai 5 jam sudah bisa balik ke ruangan dan bisa belajar duduk seperti biasa.

Sakit memang tapi lama kelamaan luka operasi yang mommy rasakan makin berkurang sakitnya, jadi kita enggak diajarkan untuk manja dan enggak boleh bergerak. Nah dari bergerak itu kita bisa belajar untuk menyusui karena setelah kita operasi sesar kita harus segera mengeluarkan ASI untuk memberikannya kepada baby kita. Belajar menyusui, menggendong baby kita, serta makan dan minum untuk mempercepat penyembuhan luka operasi moms.

2. Makan dan Minum

Konon katanya kalau setelah kita operasi sesar kita jangan langsung makan daging dan telur, nyatanya pernyataan ini adalah mitos. Setelah kita operasi sesar kita boleh makan apa saja moms walaupun memang enggak langsung ya moms. Mommy pribadi kemaren setelah operasi sesar 1 jam kemudian sudah mulai dikasih air putih tapi minumnya dikit-dikit jadi kita lihat kita muntah atau enggak. Setelah 1 jam kemudian air putihnya lebih banyak lagi sampai 1 gelas, dilihat lagi kita muntah atau enggak.

Setelah itu kita dikasih permen, lalu kita dikasih air teh hangat manis, setelah sudah oke staminanya sudah oke kita balik ke ruangan kita boleh mulai makan bubur sumsum, kalau enggak muntah kita boleh makan lagi telur, makan daging, nasi dan akhirnya di hari pertama mommy setelah operasi sesar, malamnya mommy sudah makan nasi bahkan makan McD. Walaupun awalnya mommy sempat muntah, lalu stop dan mulai minum dan makan lagi sampai akhirnya muntah itu terkendali dan usus kita sudah bekerja senormal mungkin. Dengan kita makan protein yang sangat banyak itu bisa mempercepat penyembuhan luka operasi sesar kita dan merangsang ASI kita juga loh moms.

3. Mandi dan Keramas

Siapa yang kalau kita habis melahirkan enggak boleh keramas dan mandi 30 hari, mommy sih enggak bisa. Jadi kalau mommy sendiri sudah 3x operasi sesar, setelah selesai mommy pasti mandi dan keramas enggak nunggu 30 hari. Pernyataan 30 hari enggak boleh mandi dan keramas itu adalah mitos moms. Menurut penelitian setelah kita operasi sesar kita malah diwajibkan untuk membersihkan diri secara rutin.

Bayangkan aja moms kita enggak mandi cuma lap basah aja, enggak sikat gigi, enggak keramas otomatis kotor dong. Nah padahal setelah operasi kita juga harus menyusui, merangsang ASI kita, skin to skin dengan baby kita. Kalau misalnya kita sudah skin to skin dengan keadaan badan kita kotor itu enggak bagus moms buat baby kita juga. Jadi faktanya kita harus tetap membersihkan diri secara rutin untuk membantu penyembuhan luka operasi sesar kita lebih cepat. Tentunya mandi dan keramas itu enggak langsung setelah operasi sesar, biasanya 2/3 hari setelah operasi sesar. Pokoknya setelah kateter di urin kita sudah dilepas, infus sudah dilepas dan kita sudah bisa bergerak, berdiri tanpa bantuan suster.

4. Belajar Menyusui

Memang ya moms seorang ibu hebat banget. Setelah seorang ibu harus dioperasi ataupun melahirkan normal, menahan rasa sakit bekas jahitan, seorang ibu harus segera belajar untuk menyusui, merangsang ASI agar cepat keluar dan baby kita bisa minum ASI secepat mungkin. Jadi belajar menyusui itu penting juga moms setelah operasi sesar, skin to skin dengan baby kita, kasih ASI walaupun memang ASI belum ada tetapi kita terus merangsang dengan baby kita menyusui di payudara kita agar hormonnya makin terangsang dan akhirnya ASI bisa keluar.

5. Pakai Korset

Pakai korset setelah operasi sesar itu penting banget karena dapat membantu penyembuhan luka jahitan bekas operasi sesar dan membantu rahim kita yang tadinya bengkak lama kelamaan turun. Jadi mommy setelah melahirkan enggak cuma lagi hamil tapi habis melahirkan pasti pakai korset dan mommy setia pakai korset dari Mooimom. Korset ini selalu mommy pakai after mommy lahiran sebanyak 3x. Mooimom sendiri terbuat dari bambu, kalau ditanya sakit enggak sih luka operasi kalau ditekan begitu menggunakan korset, jawabannya enggak ya moms. Dengan begini mommy bisa berdiri tegak. Jadi memakai korset setelah operasi sesar bisa mempercepat penyembuhan luka operasi sesar.

That’s all untuk 5 hal yang wajib dilakukan setelah kita operasi sesar. Semoga bermanfaat untuk moms semua.

Pregnancy

Perkembangan Hamil Kembar Trimester Akhir : Bulan 7-9

Hai moms kembali lagi di #CurcolYukMom dengan mommy untuk update tahap perkembangan hamil kembar usia 7 bulan. Jadi di usia 7 bulan ini mommy sudah melakukan USG, kedua baby mommy sehat, air ketuban juga masih banyak, plasentanya juga masih oke banget dan di usia 7 bulan ini kedua baby mommy memiliki berat yang sama yaitu 1.7 kg. Jadi mommy membawa beban kurang lebih 3.4 kg di usia kehamilan kembar 7 bulan. Dan untuk kenaikan BB mommy sudah naik sekitar 15 kg.

Nah untuk selain itu yang mommy rasakan di usia kehamilan kembar 7 bulan ini bagian depan, belakang, samping kanan dan kiri badan sakit semua. Benar-benar sakitnya luar biasa, sering sesak nafas, nafasnya lebih agak pendek, jadi mau tidur miring kanan ataupun kiri salah. Pas sudah tidur miring kanan 2 jam terus bangun kram perutnya. Terus pinggang dan punggung sakit luar biasa karena harus menopang BB mommy yang bertambah di bagian perut.

Kalau untuk soal makan masih oke, enggak mual dan muntah cuma lebih ke mudah capek ya moms lebih cepet ngos ngosan juga tapi kalau selain itu mommy still oke. Dari dokter sendiri menyarankan mommy untuk naik kursi roda dari usia 7 bulan ini, cuma mommy berusaha enggak. Dokter menyarankan untuk menggunakan kursi roda karena yang ditakutkan dokter janinnya bisa turun kalau enggak pakai kursi roda. Sebenarnya janin turun enggak papa tapi kalau turun terus dan menekan bagian miss v itu sakitnya luar biasa. But mommy enggak dulu pakai kursi roda, sementara mommy masih makai maternity belt untuk menjaga bagian perut bawahnya kalau jalan jauh.

Di usia 8 bulan, mommy sempat mengalami kontraksi tepatnya usia kehamilan 31 minggu. Jadi sekitar tanggal 23 november 2020 jam 6-7 malam mommy merasa nyeri di bagian perut bawah, lalu bagian kantong kemih mommy terasa tertekan dan ada frekuensi untuk BAK (buang air kecil) sangat besar. Memang biasanya di trimester 3 mommy BAK-nya banyak tapi kemaren itu dalam waktu 1 jam bisa sampai 20x balik ke toilet untuk BAK dan pada saat BAK rasanya nyeri dan panas. Nyeri bagian perut bawah, kencang dan kontraksi. Dan mommy mengalami kontraksi semalaman yang akhirnya mommy masuk ke RS untuk rawat inap di tanggal 24 November 2020.

Di sana mommy tes CTG dan akhirnya diketahui ternyata kontraksi mommy ada di kategori sering dengan level sedang. Karena kondisi seperti itu yang ditakutkan kalau dibiarkan saja akan mengalami kontraksi persalinan prematur, akhirnya dokter memberikan mommy infus anti kontraksi selama 1×24 jam cuma mommy lupa berapa banyak infusnya, tapi terus-terusan. Lalu juga ada suntik pematangan paru bayi sebanyak 4x, tujuannya adalah kalau sampai babynya memang harus lahir prematur minimal paru-parunya sudah siap, sistem pernafasannya sudah siap.

Lalu saat mommy cek dokter untuk usia kehamilan 32 minggu air ketuban semuanya masih aman cuma bedanya baby mommy di usia 32 minggu ini yang baby pertama sebelah kanan BB nya sudah 2.3 kg yang kedua 2 kg. Di usia kehamilan kembar 32 minggu BB mommy sudah nambah 15 kg sama kayak 7 bulan. Jadi sekarang sudah 65 kg. Dan mommy sudah mulai ada stretchmark jadi cukup sedih ya moms. Kemudian yang mommy rasakan semakin bertambah usia kehamilan, yang paling parah bagian punggung kanan setiap hari sakit kemudian bagian perut kanan atas sakit juga sakit terus.

Tanggal 21 Desember 2020 usia kehamilan mommy menuju 35 minggu dan ini adalah hari terakhir mommy bisa bersama dengan kedua janin di dalam perut. Hari ini mommy akan melakukan operasi sesar di RS Bunda Menteng. Dan yang mommy rasakan di trimester akhir ini sebelum persalinan, pinggang itu makin berasa sakit, tidur sudah mulai enggak enak, setiap kali tidur kurang lebih 1-2 jam kayak merasa kram, sakit banget, bangun terus BAK juga banyak dan makin berat, makin enggak enak sering banget kontraksi. Si janin gerak terus, kalau sudah kontraksi keringat dingin banyak banget padahal itu AC dingin tapi bisa keringatan sepanjang malam, jadi tidurnya enggak nyenyak.

Lalu di usia kehamilan menuju 35 minggu ini BB mommy total semua naik 16 kg. Jadi itu yang mommy rasakan di trimester akhir hamil kembar mommy dan finally hari ini semua yang mommy rasakan di hamil kembar ini selesai juga dan mommy akan memulai momen baru yaitu menyusui kedua baby kembar mommy.

Untuk bumil kembar lain jangan pantang menyerah, jangan putus asa, dan menyempatkan waktu untuk melakukan hal lain agar kita enggak stres mikirin perut dan kesakitan yang kita rasain yang kita rasakan saat hamil. Tetap semangat moms!

Pregnancy

Tahap Hamil Kembar Trimester 2 Bulan 4-6

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom bareng momms. Jadi hari ini mommy mau update untuk perkembangan hamil kembar di trimester kedua. Di trimester 2 ini mommy mau update saat usia kehamilan 4 bulan. Yang mommy rasakan sudah mulai berat di bagian perut tapi kalau untuk mual dan muntah sudah agak berkurang bahkan hampir enggak ada, makan juga sudah lumayan. Dan di 4 bulan kehamilan BB mommy naik sampai 6kg.

Saat di USG di usia 4 bulan baby mommy yang pertama itu panjangnya 2.35 cm dan BB nya 188 gr. Sedangkan baby kedua panjangnya 2.15 cm dan BB nya 215 gr. Di usia ini mommy sempat ada problem. Jadi setelah mommy cek darah, zat besi mommy jelek banget that’s why dokter menyarankan untuk melakukan infus venofer atau infus untuk menambah zat besi di rumah sakit Bunda Menteng untuk memperbaiki zat besi yang ada di dalam tubuh mommy.

Tapi mommy masih aktivitas non stop cuma memang lebih agak berasa pas malam-malam kadang kencang banget perutnya, di bagian perut atas dekat dada mommy sudah mulai ngerasain kakinya jadi suka berasa sakit, perut mommy juga sudah gede banget.

Perkembangan usia di 5 bulan kehamilan, mommy berat badannya sudah 58 kg yang mana mommy sudah naik 8 kg. Hamil kembar ini hampir setiap hari mommy merasakan kontraksi yang cukup lumayan yang bikin enggak bisa tidur, jadi untuk gangguan insomnia masih ada aja karena kontraksi dan kram perut yang enggak berhenti. Dan mommy juga sudah mulai pakai maternity belt untuk menjaga biar janinnya enggak turun karena memang ini sudah kayak usia 8 bulan hamil. Kemudian yang bagian deket dada ini sudah berasa banget tulang kaki babynya ditendang-tendang jadi setiap kali duduk tegak, kalau duduk kelamaan di bagian bawah dada sakit banget.

Lalu di usia 5 bulan ini mommy sudah infus venofer sebanyak 2x untuk menambah zat besi mommy dan kalau untuk BB baby pertama mommy sudah 411 gr dan baby kedua sudah 480 gr. Sudah kelihatan mukanya juga moms saat di USG. Nanti di usia kehamilan 6 bulan mommy akan melakukan tes NIPT untuk mengetahui apakah down syndrome atau kelainan di kedua baby mommy. Walaupun terasa berat banget merasa lebih agak capek cepet capke daripada kemaren cuma mommy harus tetap semangat.

Di usia 6 bulan mommy melakukan tes NIPT dan bersyukur tidak ada masalah apa-apa dengan kehamilan mommy. Perkembangan baby di usia kehamilan 6 bulan ini adalah pendengaran janin sudah sempurna, rambut pada bagian kepala, alis dan bulu mata kini sudah mulai tumbuh lebih lebat dari sebelumnya dan bayi sudah bisa membuka serta menutup kelopak matanya.

Itu dia perkembangan kehamilan kembar mommy di trimester kedua, ditunggu update perkembangan kehamilan kembar trimester ketiga ya moms.

Pregnancy

Tahap Hamil Kembar Trimester Pertama Bulan 1-3

Banyak teman-teman yang ingin tahu perkembangan mommy selama hamil kembar, maka dari itu sekarang mommy mau sharing mengenai tahap perkembangan hamil kembar di trimester 1. Pada tanggal 22 Juli 2020 usia kehamilan mommy sudah full 3 bulan.

Untuk moms yang mungkin belum tahu, mommy akan flashback sedikit. Mommy hamil kembar dengan prosedur bayi tabung, mommy melakukan embrio transfer pada tanggal 27 Mei 2020. Mommy memasukkan 2 telur grade excellent ke rahim mommy dan di tanggal 10 Juni 2020 mommy mendapatkan kabar gembira dari dokter Nando bahwa mommy berhasil hamil kembar.

Dari embrio transfer 3 hari kemudian mommy testpack yaitu tanggal 30 Mei 2020, mommy cek ternyata sudah ada garis samar alias positif. Jadi dari sana mommy sudah merasakan berbagai tanda kehamilan kembar ini. Beda banget sama kehamilan pertama dan kedua mommy.

Apasih bedanya kehamilan kembar dengan kehamilan tunggal?

  1. Mual dan Muntah Terus Menerus
    Jadi yang paling mommy ingat itu di 2 bulan pertama kehamilan, mommy full muntah dan mual enggak berhenti. Biasanya mommy kalau hamil enggak pernah mual dan muntah ya moms, fine aja. Tapi di kehamilan kembar ini mual dan muntah terus, bahkan mommy yang notabene suka banget sama ikan di kehamilan kembar ini bisa benci banget sama ikan. Cukup melihat ikan di depan mata langsung muntah, cium bau ikan langsung mual, jadi benar-benar enggak suka banget sama ikan, mau itu ikan salmon, ikan tuna, ikan apapun mommy benci banget pada saat itu.
  2. Perut Enggak Nyaman
    Mommy juga merasa perut itu enggak enak karena susah makan kan moms, mual, muntah, perut enggak enak, enggak suka sama makanan tertentu, jadi perut bawaannya enggak enak terus. Dan mommy merasakan kram perut itu terus menerus moms. Dari mommy embrio transfer tanggal 27 Mei 2020 mommy kram dan kramnya itu enggak berhenti sampai 2 bulan pertama. Jadi selama 2 bulan pertama usia kehamilan, mommy kram tiap hari. Sehari bisa 10-12x kram. Sekali kram bisa 10-15 menit dan kramnya lumayan moms.
  3. Insomnia
    Di kehamilan kembar ini mommy insomnia. Biasanya kalau ibu hamil tidur enak ya moms. Mommy di hamil pertama dan kedua enak dan panjang banget tidurnya. Tapi di kehamilan kembar ini kram perut, BAB enggak lancar mungkin karena rahimnya terlalu penuh jadi ususnya agak pelan kerjanya yang akhirnya sembelit, kembung, BAB susah, bisa enggak BAB 3 hari. Karena sembelit, kembung, susah BAB dan kram perut itu tadi mommy enggak bisa tidur. Kalau misalnya dihitung dalam seminggu ada 2-3x mommy enggak bisa tidur, benar-benar enggak tidur moms dari malam melek terus sampai pagi. Terus enggak tidur lanjut mommy aktivitas bikin konten dan lain-lain di siang hari. Sering juga mommy sudah tidur kayak tidur ayam jadi tidurnya enggak nyenyak.
  4. Pusing
    Nah kalau di trimester pertama itu kurang lebih 1 bulan pertama, pusingnya parah. Jadi seumpama mommy tiduran berbaring lalu mau bangun untuk buang air kecil, karena pada saat mommy hamil kembar buang air kecilnya itu frekuensinya lebih banyak dibandingkan hamil biasa, itu pas mommy bangun mommy sempat kayak mau pingsan, kepala putar-putar, eneg banget, pusing banget, detak jantung kencang banget. Itu mommy rasain di 1 bulan pertama.

Nah sampai di usia kehamilan 3 bulan untuk mual dan muntah sudah mereda ya moms, bahkan sudah enggak pernah. Cuma paling yang masih mommy rasain adalah insomnia dan susah BAB. Berat badan mommy di trimester 1 naik 3 kg jadi total sekarang sudah 53 kg. Untuk bentuk perut masih oke ya moms, jadi enggak terlalu besar banget cuma kata dokter akan mulai membesar, langsung bengkak di trimester 2 dan 3, jadi nanti kita update lagi.

Ini adalah foto USG pertama kali mommy di 10 Juli 2020 yang dimana mommy dinyatakan berhasil hamil kembar. Ada 2 kantong di rahim.

Lalu ini ada foto USG dan video USG mommy di usia 2 bulan, detak jantung sudah terdengar, kedua baby sehat, berat badan dan tinggi badan sesuai.

Dan di foto dan video USG kedua dokter sempat membocorkan kayaknya salah satu baby boy dan baby girl tapi untuk memastikan akan ditunggu foto dan video USG di trimester kedua kalau sudah kelihatan.

Itu dia tahap perkembangan kehamilan kembar yang mommy rasakan. Semoga sharing kali ini bisa menjawab pertanyaan moms yang penasaran dengan tahap perkembangan kehamilan kembar ya.

Pregnancy

Twin Maternity Cinematic Video : Aladdin and Jasmine Theme

Momen kehamilan merupakan salah satu momen yang sangat berkesan ya moms. Lama kita menantikan kehadiran buah hati, lalu di dalam perut kita ada si janin yang sedang bertumbuh menanti hari lahirnya.

Momen ini pastinya sangat ingin kita abadikan ya moms. Sama halnya dengan mommy, walaupun kehamilan kali ini bukanlah anak pertama tapi tetap saja mommy dan keluarga ingin mengabadikannya.

Tapi kali ini berbeda dengan kehamilan-kehamilan sebelumnya, kali ini mommy enggak hanya mengabadikan lewat foto tapi mommy juga mengabadikannya dengan video.

Nah untuk pemotretan ketika hamil si kembar mommy dan daddy mengambil tema Aladdin moms. Louisse dan Loewy gemas banget menggunakan kostum ala Aladdin dan Princess Jasmine. Lucu banget deh. Mau lihat bagaimana keseruan kita mengabadikan momen kehamilan mommy kali ini? Play video di bawah ini.

Kesehatan · Pregnancy

Atasi Sakit Pinggang pada Kehamilan Muda atau Tua, Dijamin Berhasil

Hai moms, ketemu lagi di sesi #CurcolYukMom. Jadi pada kesempatan hari ini mommy akan curcol mengenai sakit pinggang pada kehamilan. Sakit pinggang ini adalah keluhan yang sering kita temui pada bumil. Dan faktanya sakit pinggang yang dialami bumil biasanya terjadi di trimester 1-3.

Jadi mommy sendiri belum lama ini hamil kembar mommy mengalami sakit pinggang start di trimester 1 sekitar usia kehamilan 2 bulan. Pada saat mommy usia kehamilan 2 bulan, sakit pinggang moms. Sempat mikir ini enggak salah nih sudah sakit pinggang sekarang baru usia kehamilan 2 bulan.

Tapi ternyata moms sakit pinggang yang mommy rasakan di trimester pertama hanya terjadi sekitar 2-3 hari dan membaik dengan sendirinya tanpa mommy sadari dan sekarang kalau ditanya lagi sakit pinggang lagi enggak? Iya. Jadi mommy saat sudah menuju di awal trimester 3 usia kehamilan mommy sudah merasa sakit pinggang banget. Setiap hari sakit pinggang. Dan memang faktanya sakit pinggang ini akan makin memburuk kalau sampai ada sakit di bagian punggung bawah.

Nah biasanya nih moms sakit pinggang yang diiringi dengan sakit punggung bawah ini akan dialami oleh bumil start di usia kehamilan akhir trimester 2 dan di awal trimester 3. Dan sakit pinggang ini di akhir akan makin meningkat seiring membesarnya rahim.

Enggak mau dong kita sakit pinggang terus, pastinya kita mau sehat-sehat aja selama kehamilan. Nah mommy akan memberikan tips mengatasi sakit pinggang. Tapis sebelum kita ke tips mengatasi sakit pinggang pada bumil, kita kenalan dulu dengan penyebab sakit pinggang pada bumil yuk.

Penyebab Sakit Pinggang pada Bumil

1. Pembesaran Daerah Perut

Jadi moms sakit pinggang yang bumil rasakan itu biasanya terjadi karena pembesaran perut. Sehingga bagian pinggang dan punggung bawah kita menopang berat yang lebih dari biasanya. Kayak mommy sendiri, menuju ke usia kehamilan 7 bulan awal trimester 3 perut mommy membesar, maka pinggang dan punggung belakang jadi nopang berat badan kita that’s why mommy merasakan sakit pinggang dan punggung bawah yang cukup luar biasa.

2. Hormon

Hormon relaxin saat hamil akan meningkat sehingga menyebabkan sendi-sendi di bagian pinggang membesar. Nah sendi di bagian pinggang membesar membuat pinggang kita menjadi lembek dan tidak kokoh untuk menahan berat badan tubuh kita.

3. Tekanan Rahim

Tekanan rahim selama kita hamil itu bisa menjadi salah satu penyebab utama kita bisa merasakan sakit pinggang yang luar biasa saat kehamilan. Kenapa? Karena tekanan rahim itu menekan akar syaraf sehingga membuat otot menjadi tegang dan menimbulkan rasa nyeri bagian pinggang.

Itu lah penyebab kenapa ibu hamil bisa merasakan sakit pinggang yang luar biasa selama kehamilan, tentunya kita bumil pasti pengen mengatasi sakit pinggang kita minimal jangan meningkat rasa sakitnya sampai kita persalinan. Nah berikut adalah cara untuk mengatasi sakit pinggang pada ibu hamil selama kehamilan yang sudah mommy buktikan.

Tips Mengatasi Sakit Pinggang pada Bumil

1. Olahraga

Walaupun kita sedang hamil, bukan menjadikan alasan dan kesempatan untuk kita malas-malasan dan tidak melakukan aktivitas apapun. Olahraga itu penting karena olahraga dapat melenturkan badan kita dan memperkuat otot badan. Carilah olahraga yang bisa memperkuat bagian perut bawah, kaki, tangan, pinggang dan punggung. Lalu carilah olahraga yang ringan ya moms seperti jalan kaki, yoga, berenang itu dapat memperkuat otot pinggang, punggung, perut bawah, kaki dan tangan kita.

Olahraga ringan itu dapat meminimalisir bagian sakit pinggang kita dan mommy sudah merasakan sendiri. Mommy awalnya malas olahraga, takut kontraksi. Tapi nyatanya setelah mommy olahraga ringan seperti yoga di rumah, jalan kaki di sekitar rumah sakit pinggang mommy sudah mulai berkurang yang tadinya parah banget.

2. Hindari Penggunaan High Heels

Namanya wanita kita maunya pakai high heels biar kita kelihatan seksi, jenjang kakinya walaupun hamil tetap mau cantik dong tetap pakai high heels. Tapi nyatanya penggunaan high heels pada saat hamil itu tidak memberikan efek yang baik pada kehamilan kita. Karena ketika kita hamil apalagi sudah mulai akhir trimester 3 dan awal trimester 3 yang sudah mulai muncul sakit pinggang dan punggung bawah, penggunaan high heels cuma bisa memberikan ketegangan, yang dimana berat badan kita bertumpu di kaki kita yang menjalar ke bagian pinggang dan punggung sehingga itu hanya akan membuat bagian sakit pinggang dan punggung bawah kita memburuk. Gunakan sepatu datar jangan gunakan high heels ya moms.

3. Hindari Duduk dan Berdiri yang Terlalu Lama

Jadi mommy merasakan sendiri nih, mommy kan boleh dibilang jarang banget bed rest moms. Mommy dari pagi sampai jam 9 malam pasti duduk atau enggak berdiri, bikin konten, non stop dari usia hamil muda dan yang mommy rasakan terlalu lama duduk dan berdiri hanya membuat sakit pinggang dan punggung bawah mommy makin memburuk, makin sakit. Ketika sudah menuju trimester 3 mommy sudah lebih banyakin duduk sebentar, tiduran miring di sofa. Kalau sudah berdiri agak lama, tiduran lagi.

Jadi minimal itu pinggang kita ada topangan sehingga enggak membuat bagian pinggang dan punggung bawah kita makin sakit. Yang mommy rasakan setelah mommy mencoba mengurangi duduk dan berdiri lama, banyakin tiduran tapi bukan berarti enggak melakukan aktivitas ya moms, cuma dikurangi aja aktivitasnya, sakit pinggang dan punggung bawah mommy sudah sangat teratasi moms.

4. Pijit Kehamilan

Kalau mommy flashback di kehamilan pertama dan kedua mommy, mommy hamil baik-baik aja dan fun fun aja. Enggak pernah merasakan sakit pinggang yang luar biasa. Walaupun memang beda ya moms waktu itu kehamilan baby tunggal sedangkan kehamilan ketiga ini adalah kehamilan baby kembar, cuma pada saat kehamilan pertama dan kedua mommy sering pijit kehamilan, seminggu 2x dan sekarang di hamil ketiga jarang pijit karena pandemi Covid-19 enggak berani manggil tukang pijit dan enggak berani pergi pijit, enggak pernah pijit sama sekali sehingga membuat sakit pinggang mommy itu makin berasa banget.

Jadi moms pijit kehamilan itu penting banget apalagi pijit yang bagian pinggang dan punggung bawah. Dengan kita melakukan pijit kehamilan itu bisa melemaskan otot dan relax. Akhir-akhir ini suami sudah mulai pijitin pinggang dan punggung bawah mommy, mommy sudah enggak merasakan sakit pinggang yang luar biasa. Masih sakit pinggang cuma still oke moms.

5. Kompres Pakai Air Dingin

Selama kehamilan ketiga ini mommy mengalami sakit pinggang yang cukup luar biasa. Sambil mommy tiduran di sofa mommy biasa kompres pakai es batu moms. Dan abis kompres enakan, seharian sudah enggak sakit. Bahkan biasa di malam hari mau tidur sakit pinggangnya berasa banget, habis kompres itu enggak berasa moms dan tidurnya enak. Dengan kita mengompres bagian pinggang kita, itu akan melemaskan otot ssehingga otot enggak tegang, sehingga tidak menyebabkan nyeri pada bagian pinggang dan punggung bawah kita.

6. Jangan Tidur Telentang

Ini harus banget dihindari ya moms. Dari kita kehamilan trimester pertama jangan pernah tidur telentang. Kalau bisa kita sebagai bumil biasakan untuk tidur miring ke kanan atau kiri. Jangan lupa bagian salah satu kaki ditekuk kemudian bagian pinggang dan punggung bawah kita berikan bantal. Jadi minimal pinggang dan punggung bawah kita bisa beristirahat sejenak dengan sandaran bantal tadi sehingga otot bagian pinggang dan punggung bawah relax. Dan otomatis sakit pinggang dan punggung bawah yang kita rasakan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

7. Jaga Berat Badan Ideal

Bukan berarti kalau bumil itu adalah kesempatan makan sebanyak mungkin, mau berat badannya tambah kayak gimanapun enggak papa. No, walaupun kita hamil tetap jaga berat badan ideal kita jangan sampai over. Dengan berat badan ideal itu akan mengurangi juga sekaligus sakit pinggang dan punggung bawah kita. Karena pinggang dan punggung bawah kita enggak perlu menopang berat badan yang over. Karena makin berat badan kita otomatis sakit pinggang dan punggung bawah yang kita rasakan akan makin meningkat, sehingga jaga berat badan ideal selama hamil itu penting.

Inilah semua 7 cara untuk mengatasi sakit pinggang pada ibu hamil pada trimester 1-3. Mau hamil muda hingga tua, sakit pinggang bisa teratasi kok moms dan bisa kita kendalikan minimal bisa berkurang jangan makin meningkat. That’s all untuk tips mengatasi sakit pinggang pada bumil, see you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

Kok masih mudah sudah program bayi tabung? Pertanyaan ini sering banget diberikan pada mommy. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah memangnya kosong berapa bulan? Jujur mommy itu kosong selama 6 bulan dari mommy sudah married.

Loh kok 6 bulan sudah program bayi tabung? Enggak bisa alami aja? Bukannya alami lebih bagus daripada bayi tabung? Toh biayanya juga lebih murah daripada bayi tabung dan banyak sekali persepsi di masyarakat bahwa bayi tabung itu kurang baik.

Sebelum mommy memberikan alasan kenapa mommy melakukan program IVF mari kita kenali dulu apa sih sebenarnya bayi tabung? Bayi tabung adalah proses kehamilan yang dilakukan di luar tubuh manusia. Di mana sperma dan sel telur dipertemukan di dalam 1 cawan dan setelah dipertemukan akan dibiarkan selama 3 hari sampai kita tahu apakah sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan menjadi sebuah embrio. Nah setelah mengetahui apa itu bayi tabung, mommy akan berikan alasan kenapa mommy masih muda melakukan program bayi tabung.

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

1. Mommy Tidak Subur

Mommy itu mulai haid dari mommy SMP, dan kalau haid bisa 2-3 bulan sekali. Orang lain siklusnya 30 hari bahkan 25 hari juga ada ya yang subur, mereka akan haid lagi, rutin. Sedangkan mommy 2-3 bulan baru bisa menstruasi lagi, enggak subur, enggak normal. Cuma dikarenakan mommy masih remaja dan memang merasa kalau menstruasi 2-3 bulan sekali bukannya lebih enak, bisa hemat pembalut, enggak usah repot dan kesakitan, jadi i don’t care.

Setelah mommy married, kejadian tersebut masih berlangsung. Bayangkan aja, kita kalau mau hamil otomatis kita harus punya sel telur yang subur dan matang, kalau mommy menstruasi 2-3 bulan sekali maka untuk presentasi hamil kebuang 2-3 bulan moms. Jadi mommy cuma bisa melakukan program hamil itu ketika mommy mens di 2 bulan kemudian. Yasudah 2-3 bulan dilewati, pas mommy program ternyata telur mommy banyak banget tapi telur enggak ada yang matang. Sedangkan sperma harus membuahi sel telur yang matang baru bisa jadi embrio. Kalau sel telur mommy itu tidak ada yang matang atau ukuran matangnya enggak sesuai standar yaitu 18mm otomatis sperma tidak bisa membuahi sel telur tersebut dan otomatis tidak ada kehamilan.

Mommy itu PCO (Polycistic Ovaries), jadi kalau dalam bahasa kedokteran adalah kejadian dimana seorang wanita itu memiliki sel telur yang sangat banyak tapi tidak ada yang matang satupun. Sehingga untuk ada presentasi terjadi kehamilan makin berkurang. Banyak orang beranggapan anak itu titipan dari tuhan jadi tunggu aja kalau tuhan sudah kasih pasti bakal hamil. Cuma moms mommy menemukan masalah lain lagi selain enggak subur, yaitu masalah kedua mommy di bawah ini.

2. Saluran Tuba Lengket

Jadi waktu itu di tahun 2011 atau 2010 kalau enggak salah, mommy melakukan operasi besar yaitu operasi usus besar. Mommy sempat usus buntu tapi dibiarkan karena masalah ekonomi jadi enggak operasi, dibiarkan selama 1 tahun yang akhirnya usus buntu itu bengkak dan pecah. Cairan dalam usus buntu itu lengket dan masuk ke bagian organ tubuh mommy termasuk usus besar mommy. Waktu itu perut mommy sampai besar banget. Kata dokter bisa selamat aja sudah syukur. Jadi waktu itu usus besar mommy dipotong setengah. Yasudah kirain setelah operasi sudah sehat, ternyata itu mempengaruhi saluran tuba mommy untuk proses kehamilan.

Jadi mommy sampai bingung kenapa enggak hamil, memang enggak subur tapi sudah makan obat subur, tapi kok tetap enggak hamil. Mommy coba cari di Google dan menemukan artikel yang meminta untuk coba cek tuba falopi apakah saluran tuba falopi itu lengket, enggak berfungsi atau dua-duanya.

Jadi waktu itu mommy langsung tes. Jadi waktu itu mommy melakukan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan Uterosalpingografi. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan sinar x dengan memakai cairan yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran tuba kanan dan kiri. Jadi cairan itu diumpamakan sebagai sperma, kalau bisa lewat berarti aman. Yang bagian kiri bisa lewat cairannya, sedangkan yang kanan mampet enggak bisa lewat cairannya.

Misal mommy sudah subur, telur sudah matang. Telur kan ada di kanan dan kiri, sperma masuk nih ke dalam perut kita lewat saluran tuba falopi itu yang kiri lewat tapi yang kanan enggak. Jadi presentasi mommy untuk hamil makin berkurang lagi.

That’s why mommy melakukan program bayi tabung. Karena selama 6 bulan mommy kosong dari mommy married, mommy itu boleh dibilang hampir tiap minggu konsultasi ke dokter, minum obat subur, suntik pemecah telur, dikasih tahu berhubungan badan kapan tapi enggak kunjung hamil.

Makanya dokter Robi di Grand Family yang menangani mommy, menyarankan untuk program bayi tabung aja. Nah itu adalah alasan kenapa mommy langsung program bayi tabung. Dan mommy program bayi tabung di IVF Menteng Morula Bunda dengan dokter Nando. Jadi begitulah alasan kenapa mommy walaupun masih muda tetap melakukan program bayi tabung, semoga bisa menjawab moms semua yang masih bertanya-tanya ya. See you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy

Twin Boys or Twin Girls? – Gender Reveal Party

Saat kita sudah tahu kita hamil, salah satu hal yang ditunggu adalah mengetahui apa jenis kelamin si Kecil, benar kan moms? Tidak hanya kita sebagai orangtua, tapi seluruh keluarga besar, kerabat dan teman kita juga excited untuk mengetahui apa jenis kelamin si Kecil.

Untuk memberitahu keluarga dan teman-teman, mommy memutuskan untuk mengadakan Gender Reveal Party seperti yang sedang marak dilakukan oleh ibu-ibu hamil saat ini. Louisse menebak twin girls sedangkan Loewy menebak twin girls.

Jadi mommy hamil twin boys atau twin girls? Penasaran? Play video di bawah ini ya untuk mengetahui hasil tebakan siapa yang benar.

Pregnancy

Perbedaan Kontraksi Hamil Tunggal vs Hamil Kembar

Mommy masuk rumah sakit pada 24 November 2020 di usia kehamilan kembar 31 minggu karena mommy mengalami kontraksi yang cukup luar biasa. Di sharing kali ini mommy akan share tentang pengalaman kontraksi yang mommy rasakan dan bagaimana sih sebenarnya cara membedakan kontraksi palsu dan kontraksi asli.

Dulu pertama kali mommy hamil yang Louisse mommy enggak pernah mengalami kontraksi yang ada mommy malah memicu kontraksi. Tapi di kehamilan kedua pas hamil Loewy Axell itu mommy mengalami kontraksi palsu. Jadi waktu itu usia kehamilan mommy sudah 37 minggu, karena nunggu tanggal cantik untuk melahirkan yaitu 14 Februari 2019 jadinya belum melahirkan. Tapi ternyata di tanggal 7 Februari 2019 mommy merasakan kontraksi.

Jadi kontraksi yang pertama kali rasakan itu mommy merasa mules pengen BAB, agak nyeri-nyeri tapi pas ke toilet enggak keluar sama sekali cuma BAK. Terus tidur lagi tapi nyeri lagi kayak mau BAB, jadi bolak balik WC terus ada 10-20x tapi enggak bisa BAB. Sampai bikin enggak bisa tidur dan keringat dingin.

Setelah mommy cari tahu ternyata itu adalah kontraksi, buru-buru mommy ke rumah sakit untuk tes CTG yaitu tes untuk melihat level kontraksi yang kita rasakan. Setelah mommy sudah cek CTG selama 1 jam, ternyata dokter mengatakan kontraksi yang mommy rasakan itu masih level rendah belum waktunya persalinan. Cuma pada saat itu mommy takut nanti kalau anaknya beneran keluar, pecah ketuban jadi mommy langsung buru-buru pada hari itu mommy operasi sesar untuk melahirkan Loewy.

Tapi semenjak hamil kembar kontraksi sudah menjadi makanan sehari-hari mommy. Dan ternyata kontraksi itu banyak sekali macamnya moms. Dan kita harus membedakan agar kita bisa tahu mana kontraksi palsu dan kontraksi asli.

  • INFO PENTING : CTG adalah alat yang digunakan untuk memantau aktivitas dab denyut jantung janin, serta kontraksi rahim saat bayi berada di dalam kandungan. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat mengevaluasi apakah kondisi janin sehat sebelum dan selama persalinan.

Macam-macam Kontraksi pada Ibu Hamil

1. Kontraksi Dini

Jadi kontraksi dini ini mommy sudah merasakan di hamil kembar dan hamil tunggal. Kontraksi dini bisa terjadi karena adanya penyesuaian akibat adanya kehamilan. Jadi kontraksi dini ini biasanya juga terjadi di trimester awal. Kalau hamil tunggal yang mommy rasakan dari pengalaman mommy sendiri, itu kram perut kayak mau menstruasi, tapi sebentar-sebentar hilang, hilang muncul terus. Tapi kram perutnya tidak menimbulkan nyeri dan tidak menimbulkan bercak darah.

Kalau sampai kontraksi dini lalu disertai dengan nyeri perut dan bercak darah segera ke rumah sakit karena takutnya embrionya lepas dari rahim alias kita mengalami keguguran seperti yang pernah mommy rasakan, adik ipar mommy rasakan bahkan adik mommy sendiri juga merasakan.

Di kehamilan tunggal, kontraksi dini yang mommy alami itu paling cuma 1 minggu pertama aja jadi enggak akan sepanjang trimester pertama. Bedanya kalau hamil kembar yang sekarang mommy rasakan kontraksi dini mommy rasakan sepanjang trimester awal. 3 bulan selalu kontraksi dini. Kenapa bisa begitu? Jadi penyesuaian perubahan tubuh yang mommy alami di rahim mommy itu jauh lebih besar, 2x lipat dibanding hamil tunggal sehingga kontraksi dini mommy rasakan sepanjang trimester awal. 3 bulan selama kehamilan tapi ya itu paling cuma kram perut aja sebentar datang dan pergi tentunya enggak ada bercak darah ya moms. Dan tentunya dokter juga support mommy dengan memberikan obat-obatan anti kontraksi dengan dosis yang rendah dan setiap hari mommy konsumsi.

2. Kontraksi Palsu

Biasa akan dirasakan oleh ibu hamil di awal trimester kedua start di usia kehamilan 4 bulan. Jadi kontraksi palsu ini biasanya jarang terjadi dan enggak konsisten. Jadi, tiba-tiba kita merasa perut kita agak aneh di waktu-waktu tertentu lalu agak sedikit kram, kencang. Kenapa ini bisa terjadi? Kontraksi palsu bisa terjadi di trimester kedua karena otot-otot rahim kita sedang mempersiapkan untuk persalinan kita nanti di trimester ketiga.

Nah kontraksi palsu yang mommy rasakan di hamil tunggal, itu pas photoshot naik gunung itu capek banget karena usianya sudah besar waktu itu, nah karena kecapekan, kurang minum dan makan pas lagi mau tidur perutnya kayak kencang tapi enggak menimbulkan nyeri. Rasa kencang yang kita alami itu paling beberapa menit aja dan datang lagi beberapa menit kemudian. Biasanya dengan kita tidur yang nyenyak, asupan makanan yang cukup dan minum air yang banyak akan berangsur hilang dengan sendirinya yang penting jangan kecapekan.

Bedanya kalau hamil kembar yang mommy rasakan, kontraksi ini sudah setiap hari mommy rasakan. Kontraksi palsu ini mommy alami di sepanjang trimester kedua moms. Jadi hamil kembar itu biasa mommy pagi aktivitas ringan, malamnya biasa sekitar jam 9 atau 10 malam pas mau tiduran 2 anak itu perut sudah enggak enak, kencang banget, mau tidur juga susah banget nyari posisi yang enak dan bisa bikin keringat dingin. Dan itu biasa mommy rasakan beberapa menit dan berulang-ulang, tapi untungnya karena mommy cukup rajin mengonsumsi obat anti kontraksi dari dokter yang dosisnya lebih tinggi sedikit dibandingkan di trimester pertama itu ngebantu, jadi lebih merilekskan rahim mommy, perut mommy enggak kencang dan mommy bisa tidur.

Kenapa sih ini bisa terjadi? Ini terjadi pada ibu hamil mau hamil tunggal ataupun hamil kembar. Jadi ini normal terjadi ya moms. Cara mencegahnya adalah, jangan kecapekan, jangan dehidrasi, jangan kurang asupan makan dan tentunya jangan stres.

3. Kontraksi saat Berhubungan Intim

Jadi biasanya di hamil tunggal, dokter akan menyarankan kepada suami istri untuk stop berhubungan intim di trimester pertama. Dan boleh melakukan hubungan intim lagi start di trimester kedua di usia kehamilan 4-7 bulan. Lalu akan stop lagi di usia kehamilan 8 bulan. Kenapa? Karena sperma ini mengandung suatu hormon yang bisa memicu kontraksi pada rahim, sehingga dikhawatirkan kalau ibu hamil tunggal itu berhubungan intim di usia 8 dan 9 bulan dimana sudah mendekati waktu persalinan tapi belum waktunya untuk melahirkan nanti bisa memicu kontraksi atau persalinan prematur.

Tapi ada juga beberapa moms yang melakukan hubungan intim untuk memicu kontraksi salah satunya mommy. Pada kehamilan pertama, Louisse Scarlett sudah 40 minggu enggak mau keluar karena mommy pengen kelahiran normal kalau bisa jangan sesar akhirnya mommy memicu kontraksi dengan berhubungan intim di usia kehamilan 37 minggu agar anaknya bisa cepat keluar.

Beda halnya dengan kehamilan kembar, di kehamilan kembar dokter akan menyarankan tidak boleh sama sekali berhubungan intim karena hamil kembar itu lebih rentan untuk memicu persalinan prematur atau kontraksi. Jadi di kehamilan kembar, mommy melakukan hubungan intim start di usia kehamilan 4-6 bulan dan pernah di kehamilan usia 6 bulan itu mommy habis melakukan hubungan intim perut mommy kram parah, nyeri parah sampai harus minum obat kontraksi, yang tadinya sudah minum jadi minum lagi. Kalau enggak itu sudah panas dingin dan susah tidur moms. Jadi belajar dari pengalaman mommy, moms jangan melakukan hubungan intim pada saat kehamilan kembar.

4. Kontraksi Persalinan Prematur

Jadi kontraksi persalinan prematur ini akan kita alami di usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Jadi kontraksi ini biasanya lebih konsisten, 10-20 menit kita biasanya akan merasakan kram dan nyeri perut dan itu akan hilang tapi akan berulang lagi dan berlanjut sampai 1 jam bahkan 2 jam kemudian seperti yang mommy rasakan. Kalau hamil tunggal seperti yang sudah mommy ceritakan di awal sharing tadi ya moms, di kehamilan kedua mommy merasa mulas, berasa mau BAB itu juga kontraksi persalinan prematur. Tapi itu masih belum persalinan yang sesungguhnya nih moms.

Sedangkan yang mommy rasakan di kehamilan kembar mommy itu biasanya kalau kontraksi memang setiap hari ya moms, kram, nyeri, sesak nafas apalagi mommy sudah di trimester akhir. Mommy di usia kehamilan 31 minggu itu sesak nafas kalau mommy tiduran pasti sesak nafas, kemaren 23 November 2020 pas mommy lagi tiduran sesak nafas hilang, tapi perutnya turun moms. Jadi si janin, mommy merasakan banget lagi rebutan turun ke bagian vagina, bagian vagina mommy sakit banget moms. Pas dipegang perutnya sakit, jadi enggak cuma nyeri tapi beneran pas dipegang itu sakit dan babynya itu menekan bagian miss v mommy dan kantung kemih sehingga mommy 1 jam bisa bolak balik ke WC 10-15x dan BAK sakit banget.

Terus yang mommy rasakan mommy panas dingin, sudah minum obat kontraksi enggak ngefek, enggak bisa tidur, berusaha untuk menenangkan tapi ujungnya tetap enggak bisa bahkan mommy pas ke toilet itu miss v mommy merasa kayak ada pembukaan gitu lebih lebar, syok mommy. Jadi di tanggal 24 November 2020 mommy langsung datang ke rumah sakit dan tes CTG ternyata hasilnya kontraksi mommy itu sedang tapi sering, yang dikhawatirkan dokter kalau sampai mommy pulang dan mommy enggak disupport dengan obat-obatan nanti kontraksinya berlanjut dan bisa jadi persalinan yang sesungguhnya padahal usia kandungan belum cukup masih 31 minggu.

Akhirnya mommy diputuskan untuk rawat inap, mommy diinfus anti kontraksi. Dokter menyarankan untuk 1×24 jam terus infus terus biar kontraksinya hilang. Mommy sekarang sih sudah merasa enakan, enggak kram, sudah relax, enggak kontraksi lagi dan si janin kayak sudah naik lagi posisinya enggak menekan bagian vagina mommy lagi makanya mommy agak sesak nafas lagi moms.

Nah pas mommy tanya kok bisa begitu ke dokter, dokter menjelaskan bahwa kontraksi itu terjadi ketika kita kelelahan, dehidrasi, kurang asupan makan dan memang resiko rentan pada ibu hamil kembar pada saat kontraksi itu babynya rebutan mau cari jalan keluar, kalau kita diamkan terus menerus nanti yang ada air ketubannya pecah.

Selain infus anti kontraksi, mommy juga dimasukkan obat kematangan paru jadi untuk mempersiapkan kalau sampai amit-amit mommy mengalami persalinan prematur, paru-paru kedua baby mommy sudah matang saat dilahirkan, sehingga tidak menimbulkan komplikasi.

Kontraksi persalinan prematur itu bisa dialami oleh siapa aja? Ibu hamil kembar, serviks atau rahim seorang ibu itu abnormal, ibu hamil yang mengonsumsi narkoba atau perokok, terlalu kelelahan.

Semoga sharing mommy kali ini bisa membantu moms semua agar dapat membedakan mana kontraksi asli dan mana yang palsu ya moms.