Pregnancy · Review Produk

Review Maternity Belt, Korset Hamil Terbaik dan Recommended

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms, seperti dengan janji mommy akhirnya mommy bisa mereview maternity belt terbaik sepanjang masa. Jadi sebelumnya mommy sudah belanja 5 macam maternity belt yang memang direkomen untuk digunakan oleh ibu hamil. Kita akan bahas 1 per satu dimulai dari yang paling mahal dulu ya.

1. Belly Bandit : Rp. 750.000

Yang mommy rasakan setelah 2-3 minggu pemakaian mommy merasa enak banget, jadi ini benar-benar nopang dan waktu pakai juga enggak terlalu nekan dan enggak berasa padahal perut keangkat ya moms, enggak bikin gerah. Mommy cukup suka sama Belly Bandit. Untuk cara pemakaiannya juga mudah banget. Dipakai saat tidur aja enggak berasa moms.

2. Carriwell : Rp. 460.000

Jadi ini mommy beli yang ukuran L. Ini besar banget dan bagian perekatnya kurang bagus, jadi benar-benar enggak nopang padahal harganya mahal ya moms. Menurut mommy kurang banget, mungkin ini bisa kepakai di trimester ketiga pas dekat mau lahiran. Cuma masalah utamanya adalah ketika kita pakai maternity belt kan kita mau investasi jangka panjang juga ya yang bisa elastis bisa kita pakai pada saat kita trimester awal sampai mau lahiran kita masih bisa pakai, jadi enggak perlu beli ulang. Jadi menurut mommy sih ini kurang ya moms. Menurut mommy enggak worth it. Untuk cara pemakaiannya bagian yang lebarnya di posisi perut depan lalu kaitkan perekatnya di bagian belakang.

3. Mooimom : Rp. 450.000

Ini maternity belt dari Mooimom terbuat dari bambu dan maternity belt ini sebenarnya mommy sudah pakai dari kehamilan pertama mommy. Yang kembar ini mommy pakai lebih awal karena memang perut mommy berasa lebih turun, sudah penuh banget dan lebih berat. That’s why dokter Nando (dokter kandungan mommy) sudah menyarankan mommy untuk menggunakan maternity belt dari usia kehamilan start 16 minggu atau 4 bulan. Karena memang berasa banget ya moms, selama kehamilan kembar ini beda banget sama kehamilan biasa.

Hamil kembar itu mommy sakit punggungnya berasa banget, dari trimester pertama sudah ngeluh sakit punggung. Nah pakai maternity belt dari Mooimom, trust me dari kehamilan pertama dan kedua itu mommy selalu nyaman. Ketika kehamilan ketiga yaitu hamil kembar ini mommy sudah jarang banget back pain, padahal di trimester awal, baru usia kehamilan 3 minggu kerjaannya ngeluh sakit pinggang, sakit punggung. Tapi sekarang pakai maternity belt dari Mooimom sudah jarang ngeluh, karena benar-benar ngebantu banget untuk bagian pinggangnya.

Lalu keunggulan yang selanjutnya, mommy kan enggak bisa diam walaupun hamil kembar. Kalau ibu hamil kembar biasanya bed rest, tapi mommy setiap hari itu aktivitas, bikin content terus, gerak terus. Bayangkan ya moms, dalam 1 hari mommy biasanya istirahat 1 jam aja di kamar, sisanya setelah istirahat mommy harus tidurin anak, bikin susu, gendong anak segala macam, belum lagi enggak bisa tidur dan anak jadi rewel karena enggak bisa tidur juga. Jadi benar-benar full activity setiap hari, dan sebelum pakai maternity belt dari Mooimom berasa naik tangga aja berat banget, tapi after pakai ini ngangkat banget bagian perut sehingga minimal posisi janin itu enggak berubah.

Dan yang terakhir yang paling mommy rasain adalah kram perut di kehamilan kembar ini berasa banget. Itu mommy merasa kram perut lebih agak teratasi, setelah mommy baca ternyata maternity belt dari Mooimom itu bisa membantu kelancaran peredaran darah kita, that’s why mommy enggak merasa kram perut lagi. Dan yang paling disukai oleh para ibu hamil adalah namanya ibu hamil pasti gerah ya, panas, lepek, enggak bisa pakai baju ketat sedikit, tapi maternity belt Mooimom ini karena terbuat dari bambu jadi enak banget, kita pakai ini dari pagi sampai malam enggak akan berasa gerah, enggak merasa gatal. Nyaman banget, bahkan dibawa tidur juga enggak masalah. Jadi ini recommended banget dan memang membantu banget untuk ibu hamil.

Ini mommy beli yang size XL, walaupun begitu tetap bisa mengikuti bentuk tubuh kita. Kalau kalian beli jangan beli yang kecil ya, mending beli yang gede sekalian.

4. Tally : Rp. 35.000

Kekurangannya itu adalah walaupun sudah mommy kencangin maternity beltnya, tapi tetap aja menggelembung di bagian atasnya ini jadi enggak pas. Buat mommy after pakai ini enggak begitu nopang berat perut mommy, enggak keangkat, hampir kayak enggak pakai. Jadi agak wasting juga. Bahannya enggak sehalus Sorex. Bagian perekatnya walaupun mommy baru pakai 2x sudah enggak kencang. Jadi buat mommy kurang sih maternity belt dari Tally.

5. Sorex : Rp. 35.000

After pemakaian cukup lama, maternity belt dari Sorex ini adalah yang termurah dari maternity belt yang mommy beli ya. Sorex ini cukup halus bahannya, terbuat dari katun. Kalau dari mommy pribadi ini menopang bagian perut mommy tapi cuma dalam waktu beberapa hari ke depan. Tapi after menggunakan maternity belt ini kan mommy cuci, bagian perekatnya sudah mulai enggak kencang kayak pertama kali beli. Sedangkan kita sebagai ibu hamil kan biasa kita pakai dari trimester awal di bulan ketiga. Menurut mommy Sorex ini kurang ya kalau dipakai untuk jangka panjang, tapi kalau untuk dipakai beberapa hari untuk menopang perut sih bisa. Selain itu, bagian buntalan yang di depan itu besar banget, jadi ketika kita pakai dress atau tanktop ini kelihatan banget.

Jadi moms dari pengalaman mommy, yang mahal itu enggak selalu terbaik, yang murah itu juga enggak selalu yang terjelek. Jadi maternity belt yang cukup mommy sukai di sini ada beberapa yaitu Belly Bandit, Mooimom dan Sorex. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan ya moms. Kalau yang Tally itu mommy enggak rekomen banget karena perekatnya ini sudah enggak lengket otomatis ini sudah enggak bisa nopang, memang sih harganya enggak terlalu mahal tapi untuk apa kita beli kalau misal hanya kepakai beberapa hari aja. Dan kalau untuk Carriwell ini sudah mahal, enggak nopang perut mommy. Padahal ini mommy beli ukuran L tapi ini besar banget, jadi ini bukan investasi yang oke menurut mommy.

Yang Belly Bandit ini lumayan sih pas dipakai enggak ketekan, cuma yang jadi masalah utama adalah Belly Bandit ini kan ada 2 kain dan terpisah antara 1 kain dengan kain lainnya jadi yang ditakutkan kalau kita cuci takut ilang aja, harganya juga mahal jadi menurut mommy kekurangannya hanya harganya agak sedikit mahal dan ini takutnya hilang pas dicuci kalau untuk yang lainnya seperti pemakaiannya mommy cukup nyaman dan ini nopang banget.

Yang kedua ini Mooimom, mommy suka banget dan mommy benar-benar rekomen banget untuk para ibu hamil. Harganya masih masuk akal kita pakai dari trimester pertama hingga mau lahiran itu oke dan kainnya ini ada 2 tapi enggak misah ya moms. Jadi bedanya sama Belly Bandit ini dicuci enggak bakal ilang, dan walaupun dicuci berkai-kali perekatnya juga tetap kencang moms dan ini terbuat dari bambu,

Dan yang ketiga menurut mommy Sorex lumayan. Walaupun sebenarnya lama kelamaan bagian perekatnya enggak bakal lengket lagi ya moms tapi still oke bisa dipakai dalam waktu yang cukup lama dibandingkan dengan yang Tally ini.

Tapi untuk mommy dari semuanya mommy sangat rekomen kalian untuk beli aja yang Mooimom. Ini benar-benar investasi yang cukup menjanjikan, mommy pakai ini dari mommy hamil yang pertama sampai hamil yang ketiga ini. Dan dari hamil pertama itu enggak rusak, masih bagus dan kencang banget. Jadi menurut mommy ini worth it banget dibeli, maternity belt terbaik sepanjang masa.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Mengalami OHSS saat Program Bayi Tabung, Perut Jadi Membesar 110cm!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms. Karena banyak banget dukungan dari para mommy-mommy yang mungkin sekarang lagi program bayi tabung dan ingin tahu lebih detail mengenai penyakit OHSS, akhirnya mommy memutuskan untuk sharing hari ini. Kalau mommy ngomongin OHSS itu menjadi trauma buat mommy ya moms. Gimana enggak trauma moms, OHSS yang mommy alami itu sebanyak 2x.

Nah di sini mommy akan mengupas tuntas apa sih sebenarnya itu OHSS? Kenapa sih kita bisa OHSS? Apa yang harus kita hindari dan lakukan kalau sampai kita mengalami OHSS?

Apa Itu OHSS?

OHSS atau Sindrom Hiperstimulasi Ovarium adalah efek samping yang umum terjadi dari terapi kesuburan yang menghasilkan telur-telur di ovarium menjadi banyak karena obat-obatan yang digunakan selama program bayi tabung (IVF). Jadi ketika kita melakukan program bayi tabung, dokter sudah ACC, kita akan diberikan obat kesuburan yang disuntikkan ke perut kita selama 7-10 hari, tergantung dari telur kita sudah cukup besar atau belum dan juga tergantung dari dosis obat kesuburan yang diberikan dari dokter. Nah ketika obat kesuburan ini menginduksi sel telur kita, lalu sel telur kita bereaksi berlebihan atau abnormal daripada biasanya ini lah yang akan menyebabkan seorang wanita yang melakukan terapi kesuburan seperti program bayi tabung bisa mengalami komplikasi yaitu OHSS.

Ketika kita mengalami OHSS bagian ovarium kita membengkak, ketika ovarium kita membengkak, cairannya itu keluar. Cairannya keluar ke rongga perut, dada dan ini lah yang mommy alami. Cairan keluar, menumpuk ke rongga perut sampai dada bahkan jantung yang membuat kita enggak nyaman.

Gejala OHSS :

* Perut membesar tidak sesuai usia janin
* Kembung
* Banyak cairan
* Mual muntah
* Susah BAB dan BAK

Nah OHSS ini sendiri terdiri dari 3 macam :

1. OHSS Ringan

OHSS ringan ini adalah terjadi pembengkakan sedikit di ovarium sehingga cairannya keluar sedikit dari ovarium ke rongga perut yang akan menyebabkan nyeri perut ringan, mual muntah ringan dan kembung ringan. Biasanya kejadian ini akan berlangsung selama 1-2 minggu aja dari embrio transfer dan secara bertahap akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya tanpa disadari ya moms.

2. OHSS Sedang

Ini mommy alami di program kehamilan bayi tabung yang pertama. Jadi OHSS sedang itu biasanya ada pembengkakan lebih besar sedikit di bagian ovarium sehingga menyebabkan keluarnya cairan ke rongga perut dan dada itu lebih banyak dibandingkan yang OHSS ringan tadi.

Yang mommy rasakan dari pengalaman mommy setelah mommy embrio transfer, 3 hari kemudian mommy itu sudah merasa kram perut, mual, muntah, kembung, terus enggak enak badannya. Lalu mommy merasa berat badan langsung naik sampai 2kg. Jadi dalam waktu kurang lebih seminggu mommy naik berat badan sampai 5kg dan mommy merasa ada cairan dalam perut mommy.

Cuma setelah mommy konsultasi sama dokter Nando, dokter Nando bilang banyakin aja makan putih telur ayam kampung. Jadi pada saat itu mommy makan 10 putih telur ayam kampung setiap hari, non stop untuk meredakan rasa kembung dan mengurangi cairan di perut mommy. Akhirnya setelah mommy sudah cek positif hamil, kurang lebih 1 bulan mommy alami OHSS sedang ini sampai mommy USG ovarium masih sempat bengkak sedikit. Setelah sebulan itu berangsur-angsur cairan di perut mommy itu mulai hilang, berkurang sampai akhirnya sudah enggak ada lagi.

Jadi mommy memang merasa enggak enak sih moms tapi masih bisa mommy atasi kembung dan gejala OHSS tadi dengan memperbanyak makan putih telur ayam kampung. Kalau menurut mommy OHSS sedang ini masih oke ya moms dan masih bisa diatasi komplikasi dari program bayi tabung mommy yang pertama ini. Dan biasanya buat para moms yang sampai mengalami OHSS biasanya itu presentasinya 70% itu program bayi tabungnya berhasil. Jadi walaupun kita mengalami OHSS ini jangan sedih karena ternyata kita bisa positif hamil dari program bayi tabung yang sudah kita jalankan moms.

3. OHSS Berat

Ini berat banget buat mommy juga untuk flashback lagi, mommy merasa ini penting banget untuk dishare. Jadi OHSS berat ini bisa kita rasakan karena adanya pembengkakan yang sangat besar di ovarium kita dan cairan bebas keluar ke rongga perut, dada bahkan sampai ke jantung. Dan itu mommy rasakan di program bayi tabung kedua.

Dari pengalaman mommy setelah embrio transfer, 3 hari kemudian mommy sudah merasakan perut enggak enak banget, cairan banyak banget di perut mommy, kembung banget, setiap makan langsung muntah, jadi benar-benar susah banget untuk masuk makanan, susah BAB dan BAK. Tidur apalagi, susah banget ya moms padahal pada saat itu kita juga lagi nungguin hasil bayi tabungnya positif atau enggak, harusnya mommy makan makanan yang bernutrisi agar program bayi tabungnya berhasil.

Jadi pada saat itu mommy cek berat badan mommy dalam 3 hari setelah embrio transfer naik 5kg. Sebenarnya enggak papa naik tapi yang wajar-wajar aja, kalau sampai drastis kan serem juga ya moms. Saat itu mommy tetap makan putih telur ayam kampung sesuai dengan anjuran dari dokter yaitu 10 biji per hari.

Lalu setelah itu, mommy diemin aja makin hari berat badan mommy makin bertambah, perut mommy makin besar. Sampai akhirnya dalam kurun kurang lebih 1 bulan berat badan mommy 20kg. Lebih besar daripada pas mommy mau lahiran. Lingkar perut mommy besar banget, 110cm. Baru juga nungguin hamil atau enggak masa perut sudah sebesar itu, cairan dimana-mana semua keisi ke perut sampai ke dada, jantung, tulang punggung mommy kerendam, usus juga kerendam.

Enggak bisa ngapa-ngapain moms, setiap hari keluar keringat dingin terus. Bahkan ketika tiduran dan mau bangung enggak bisa bangun sendiri mesti dibantuin, karena tulang punggung kerendam sama cairan lama banget, enggak ada tenaga. Sesak napas juga, detak jantung kencang banget. Mommy merasa surga sudah dekat, sudah pusing deh. Mommy sama daddy sudah stres banget.

Mommy kan enggak bisa makan, nangis terus kerjaannya, sampai bagian vagina mommy bengkak besar banget karena cairannya turun ke sana. Sudah enggak tahan akhirnya ke dokter. Inget banget pada saat itu sedang lebaran, bayangin aja. Dokter Nando juga lagi cuti, makanya diganti sama dokter lain. Enggak pas banget timingnya mommy masuk ke rumah sakit.

Mommy dicek segala macam sampai nginap di rumah sakit 5 hari, pertama kali mommy rawat inap 5 hari itu mommy dikasih cairan lewat pembuluh vena enggak boleh minum dan lain-lain dulu akhirnya setelah dicek, 2 hari di rumah sakit tanpa tindakan ternyata dokter memutuskan mommy untuk melakukan tindakan Parasentesis itupun mommy yang paksa untuk keluarin cairannya gimana caranya. Jadi Parasentesis itu adalah tindakan mengeluarkan cairan dari perut.

Waktu itu mommy ingat mommy dibawa ke ruangan lalu perut mommy dibelek, dibius lokal, dimasukin jarum yang panjang banget sampai ke perut terus dimasukin selang akhirnya cairannya keluar. Cairan yang keluar itu pun kuning kental, cairan tubuh kita. Itu pertama kali mommy mengeluarkan 5 liter dari perut dan rasanya sudah enakan. Lalu pulang ke rumah.

Setelah sudah pulang 2 hari kemudian besar lagi, bengkak lagi sama lagi seperti sebelumnya, masuk rumah sakit lagi rawat inap 3 hari kalau enggak salah, ambil lagi cairannya itu 8 liter. Pulang lagi, 3 hari lagi balik lagi rumah sakit lakukan Parasentesis lagi sampai akhirnya mommy minta tolong sampai kering kalau bisa, jadi waktu itu terakhir sampai keluarin 12 liter. Total semua mommy mengeluarkan 25 liter cairan dalam tubuh mommy karena OHSS.

Dan akhirnya, thanks God walaupun bengkak lagi tapi enggak parah, masih bisa diterima moms. Banyakin makan putih telur ayam kampung sampai 20 butir, banyakin asupan cairan pokoknya dicoba terus moms kalau bisa diatasi sendiri enggak usah ke rumah sakit, enggak usah melakukan Parasentesis lagi. Jadi mommy mengalami OHSS berat ini sampai usia kehamilan 3 bulan ya moms. Mommy 3 bulan itu perut sudah kayak hamil 6 bulan 7 bulan tapi berangsur dari usia hamil 3 bulan itu bertahap cairannya berkurang bahkan sampai benar-benar hilang.

Itu cerita OHSS mommy dan kalau misal ditanya mommy habisin berapa untuk OHSS, itu sudah kayak 1x program bayi tabung. Mahal banget, tapi mau gimana daripada mommy menderita dan mommy enggak dapat nutrisi sama sekali dan benar-benar merasa kayak mau meninggal. Itu menderita banget enggak bisa makan dan ngapa-ngapain. Itu benar-benar sebuah penderitaan besar banget, trauma yang besar juga buat mommy.

Di kehamilan ketiga ini mommy enggak mengalami OHSS sama sekali karena kehamilan ketiga ini mommy itu cukup masukin embrio yang difrozen ke dalam perut, enggak melakukan terapi suntik obat kesuburan ulang ke perut.

Jadi kalau kita enggak mau sampai mengalami OHSS jangan buru-buru langsung embrio transfer, jadi mendingan embrionya dibekukan dulu tunggu sampai 1-3 bulan, rahim kita sudah bagus, ovarium enggak bengkak lalu embrio transfer itu akan meminimalisir OHSS. Agar enggak sampai terjadi OHSS seperti yang mommy alami di kedua kehamilan mommy sebelumnya.

Buat moms yang sekarang sedang atau berencana program bayi tabung enggak usah worry. Tenang aja moms karena OHSS ini hanya dialami 3-8% dari seluruh wanita yang melakukan bayi tabung dan OHSS itu tadi ada 3 tingkat yaitu ringan, sedang dan berat. Yang berat itu dialami hanya 1% dari wanita yang melakukan program bayi tabung, Jadi mommy termasuk orang yang sangat beruntung bisa mengalami OHSS berat ini. Tapi mommy enggak menyesal, sedih dan takut, karena mommy jadi ada pengalaman yang bisa dishare, mommy positif hamil dan mommy akhirnya punya anak kedua yang super lucu walaupun sudah melalui OHSS yang berat di awal.

Siapa aja sih yang bisa mengalami OHSS?

Biasanya wanita berumur di atas 35 tahun, yang mengalami PCOS (yang biasa menstruasinya terlambat), wanita yang memiliki tingkat esterogen tinggi selama terapi kesuburan dan memiliki riwayat OHSS sebelumnya kayak mommy. Pertama kali OHSS sedang, pas terapi kesuburan kedua mommy mengalami OHSS berat.

That’s all mengenai OHSS, tenang aja moms, mungkin sekarang moms sedang mengalami mual, muntah dan kembung setelah embrio transfer jangan lupa untuk perbanyak nutrisinya, jangan lupa perbanyak cairan dalam tubuh dan yang paling penting konsumsi putih telur ayam kampung 10 biji setiap hari, itu bisa mengatasi kembung yang kita rasakan.

Pregnancy

Perbedaan Hamil Anak Cewek dan Hamil Anak Cowok

Hari ini mommy akan share tentang perbedaan hamil baby girl dan baby boy. Seperti yang moms sudah tahu mommy sudah memiliki pengalaman hamil baby boy dan girl. Nah untuk pengalaman hamil ini sudah cukup oke lah. Berikut adalah perbedaan hamil baby girl dan baby boy versi mommy :

1. Bentuk Perut

Pas mommy hamil baby Louisse yaitu baby girl perut mommy itu bentuknya lebar ke samping, besar banget dan banyak baju yang enggak muat moms. Sedangkan pas mommy hamil baby Loewy perut mommy itu maju ke depan jadi kayak sudah mau pecah tuh. Dan memang pas hamil baby boy banyak baju yang masih bisa dipakai, jadi beda yang pertama adalah soal bentuk perut.

2. Stamina

Jadi pas mommy hamil baby girl mommy merasa staminanya fit banget, malah merasa kayak enggak hamil. Buktinya mommy di umur kehamilan 7 bulan mommy masih bisa naik gunung, pas hamil baby Loewy setiap hari kerjaannya capek terus, setiap hari ngeluh terus sama suami. Sampai suami bilang pas hamil baby Louisse enggak pernah ngeluh, ini pas hamil baby Loewy ngeluh terus setiap hari. Tapi moms beneran pas hamil baby Loewy mommy merasa sampai enggak mau nanti kalau hamil lagi karena capek banget. Jadi untuk stamina memang pas hamil baby boy itu lebih capek dan bisa bikin kalian mikir 1 aja cukup deh enggak mau hamil lagi.

3. Makanan

Pas hamil baby Louisse mommy ngidam makannya sayur-sayuran terus, malah mommy enggak pernah sentuh yang namanya daging. Tapi ketika hamil baby Loewy mommy merasa aneh karena setiap hari pengennya makan daging terus. Malah mommy enggak suka sayur, sampai di tahap menyusui baby Loewy mommy masih makan yang namanya daging enggak pengen makan sayur. Padahal sebelum mommy married dan hamil, mommy paling doyan sama yang namanya sayur sampai pengen jadi vegetarian.

4. Penampilan

Ketika mommy hamil baby Louisse, mommy merasa lebih bersih dan kinclong ya moms memang karena baby girl punya aura nih. Tapi pas hamil baby Loewy memang mommy masih dandan cuma bedanya walaupun mommy sudah dandan mommy merasa muka mommy enggak kinclong, enggak bersih, jerawat tumbuh terus sudah gitu merasa agak kucel.

5. Gerakan Janin

Pas mommy hamil baby Louisse dia itu enggak aktif, ketika mommy hamil usia 5 bulan pun jarang banget nendangnya. Sedangkan ketika hamil baby Loewy pas umur kehamilan 3 bulan sudah mulai merasakan tendangannya bahkan sampai lahiran perut mommy itu aktif banget.

6. Morning Sickness

Jadi pas hamil baby Louisse mommy enggak pernah yang namanya muntah dan mual tapi pas hamil baby Loewy mommy kerjaannya mual dan muntah terus. Morning sickness mommy lebih parah ketika hamil baby boy.

7. Perubahan Sikap

Jadi moms ini enggak pasti ya, cuma mommy merasakan pas hamil baby Louisse mommy itu kerjaannya emosi terus, berantem terus sama suami, ditinggal sama suami sedikit marah, nangis, jadi agak lebih emosional dan drama moms. Tapi pas hamil baby Loewy dan pas banget lagi kena masalah ditipu 7.5M mommy bolak balik ke Polda urus masalahnya, mommy merasa lebih tegar dan pemberani. Jadi untuk masalah perubahan sikap ini mommy merasa pas hamil baby girl lebih emosional dan drama sedangkan saat hamil baby boy lebih pemberani.

Nah itu dia perbedaan hamil baby girl dan baby boy versi mommy. See you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy

Promil dan Proses Melahirkan : Apa yang Harus Diutamakan? Dokter Bagus atau Rumah Sakit Bagus?

Hai moms, kali ini lagi-lagi mommy mau share pengalaman mommy saat hamil dan melahirkan baby Louisse dan baby Loewy. Mommy sama daddy memang saat setelah married, pengen banget cepet-cepet punya anak. Otomatis kita ke rumah sakit ibu dan anak di PIK yang sangat famous di sana. Semua orang pasti sudah tahu sama rumah sakit ini, dan memang sudah terkenal moms. Pas mommy baru datang ke rumah sakit tersebut, namanya kan juga orang belum pernah program hamil, jadi kita enggak tahu soal dokter. Mommy nanya rekomen dokter terbaik itu siapa? Kata rumah sakitnya, semua dokter yang sudah ada di sini sudah difilter dan sudah disediakan dokter-dokter yang berkualitas baik yang memenuhi standar internasional, jadi semua dokter sama aja, enggak ada yang beda.

Otomatis mommy percaya dong, masa sih rumah sakit ini menyediakan dokter abal-abal kan? Ya sudah, daripada mommy ngantri lama-lama, nunggu berjam-jam, mommy pilih saja dokter yang sedang praktek saat itu siapa aja boleh dan mommy pilih dokter A. Mommy konsultasi dengan dokter A, mommy program dengan dia. 1 bulan kemudian mommy datang lagi ke dokter A untuk menanyakan sudah hamil belum. Untuk mengetahui hamil atau belum maka mommy di USG. Jadi dia USG mommy, pas USG dokter A bilang kalau sudah ada kantung janinnya, mommy sudah hamil, cuma janinnya belum ada detak jantung, dan diminta balik lagi 2 minggu kemudian.

Jadi mommy dan daddy pulang dengan happy dong. Kita langsung kabarin ke semua teman dan keluarga kalau mommy sudah positif hamil. Bahkan mommy sudah konsumsi obat-obatan untuk ibu hamil seperti asam folat, makan makanan yang bergizi untuk ibu hamil. Jadi memang pada saat itu mommy sudah mengira bahwa mommy itu ya sudah hamil, mommy adalah ibu hamil. Lalu 2 minggu kemudian mommy turun tangga, dan adik mommy memberitahu bahwa mommy berdarah. Mommy bingung kenapa bisa berdarah, bukannya orang sedang hamil itu tidak bisa menstruasi pikir mommy.

Akhirnya mommy buru-buru ke rumah sakit sama daddy. Pada saat itu dokter A sedang tidak praktek moms, otomatis mommy pilih saja dokter B. Dokter B bantu mommy untuk konsultasi, dan dokter B menanyakan apakah mommy yakin bahwa mommy sudah hamil dan apakah dokter A sudah yakin mengatakan bahwa mommy hamil. Lalu mommy jawab iya, dokter A sudah bilang mommy positif hamil dan mommy sudah diberikan obat-obatan, bahkan mommy sudah minum susu hamil. Tapi dokter B mengatakan bahwa sepertinya mommy enggak hamil, karena sepertinya darah yang keluar itu adalah darah menstruasi. Akhirnya untuk memastikan mommy dicek dahulu apakah darah yang keluar benar darah menstruasi atau karena keguguran.

Setelah melakukan cek, mommy dinyatakan bahwa tidak sedang hamil dan mommy ini sedang menstruasi. Akhirnya mommy pulang ke rumah dan merasakan kecewa. Enggak sampai di sana, setelah mommy hopeless dengan dokter A akhirnya mommy datang lagi untuk coba program lagi dengan dokter C. Dokter C ini mommy sempat program sama dia selama 3 bulan berturut-turut dari suntik pemecah telur, makan obat-obatan agar telurnya besar dan alhasil memang enggak hamil. Oke mommy terima, karena memang itu dari Tuhan belum memberikan kepercayaan kepada mommy dan daddy soal momongan.

Cuma mommy cari tahu, apakah mommy itu saluran sel telurnya mampet? Setelah mommy melalui proses pemeriksaan, ternyata benar saluran telur mommy mampet. Terus dari dokter C ini mengatakan bahwa mommy harus operasi pengangkatan saluran sel telur itu. Karena cairan lengket itu berbahaya dan kalau jatuh di rahim bisa membuat embrio mati.

Oke mommy setuju untuk melakukan operasi. Cuma yang buat mommy kecewa, dokter C ini mengalihkan mommy untuk operasi di rumah sakit lain bukan di rumah sakit ibu dan anak ini moms. Ya sudah namanya dokter ya mommy percaya saja, mommy ikuti. Setelah mommy sudah operasi, mommy sempat istirahat. Lalu 1 bulan kemudian mommy datang lagi ke rumah sakit. Dan kali ini mommy dan daddy memutuskan untuk mencoba dokter yang famous di rumah sakit tersebut. Mommy ke dokter D, mommy konsultasi untuk program hamil mommy dan daddy dan akhirnya mommy disuruh program bayi tabung.

Dirujuklah mommy ke Morula dengan dokter Nando. Cuma dokter D ini sempat kaget karena dokter C merujuk untuk operasi pengangkatan sel telur di rumah sakit lain bukan di rumah sakit ibu dan anak tersebut. Singkat cerita mommy akhirnya memang melakukan program bayi tabung, mommy sudah hamil dan program di Morula Menteng. Cuma mommy kan punya opsi kalau lahiran mendingan di rumah sakit ibu dan anak saja. Lalu mommy pilih dokter famous di rumah sakit ibu dan anak ini yaitu dokter E.

Dokter E mengoperasi mommy, operasi sesar lancar enggak ada masalah. Terus mommy hamil lagi untuk kedua kalinya. Di kehamilan kedua ini sebenarnya mommy mau operasi lagi tapi dengan dokter D, cuma kebetulan waktu itu dokter D sedang cuti, akhirnya mommy pilih dokter E lagi. Mommy ke dokter E operasi sesar, rencananya tanggal operasi itu pada 14 Februari 2019, tapi moms ternyata di tanggal 7 Februari 2019 jam 3 subuh mommy sudah kesakitan. Mommy kira cuma sakit perut biasa, tapi sakit perut itu kayak 5 menit ada 5 menit enggak ada, hilang dan timbul terus menerus. Dan sakitnya sudah sampai jam 6 pagi, 3 jam mommy nahan sakit kontraksi.

Akhirnya mommy datang ke rumah sakit buru-buru, jam 6.30 mommy sudah sampai. Mommy berada di 1 ruangan sambil nunggu dokter. Jam 10 pagi akhirnya dokter E datang. Pas datang dia lihat mommy dan mengatakan bahwa ini kontraksi ringan dan bilang bahwa mommy masih bisa tahan. Cuma mommy itu sudah enggak tahan, mommy sudah teriak-teriak kesakitan, dan mommy kesakitannya sudah dari jam 3 subuh sampai jam 10 pagi. Tapi dokter bilang bahwa ruang operasi harus disiapkan jadi enggak bisa langsung. Mommy bilang enggak masalah, 1 atau 2 jam mommy bisa nunggu. Dokternya bilang sama suster untuk menjadwalkan jam 5 sore operasi sesar.

Mommy sempat protes karena mommy belum makan dan terakhir makan minum ya jam 10 malam kemarin, lalu ini dijadwalkan operasinya jam 5 sore. Entah dokternya enggak dengar protes mommy atau bagaimana, tapi urusan makanan dan minuman tersebut dokternya diam saja. Mommy bilang sama suster bahwa belum makan dan minum, dan suster bilang enggak bisa makan dan harus tahan soalnya kalau mau operasi itu enggak boleh makan dan minum. Namanya juga kita adalah pasien, kalau dokter sama suster sudah bilang begitu ya mau enggak mau kita harus mendengarkan. Mommy tunggu sampai jam 5, enggak makan dan minum lalu akhirnya dioperasi.

Singkat cerita, besoknya mommy merasa perut mommy sakit. Mommy bilang sama dokter bahwa perut mommy sakit tapi bukan di bagian jahitan tapi di atas jahitan. Itu sakit banget, mommy enggak bisa makan dan minum karena kalau makan dan minum perutnya sakit banget, keringat dingin terus, enggak bisa BAK dan BAB. Lalu mommy diberikan obat kayak dari ikan, gunanya untuk mempercepat penyembuhan setelah operasi sesar. Cuma setelah makan obat itu tetap enggak sembuh.

Oke lah mommy dengarkan kata dokter saja bahwa ini nanti sakitnya akan hilang, 3 hari lagi akan hilang. Kemudian mommy pulang ke rumah. Jadi 4 hari full mommy di rumah, tidur saja, enggak bisa gerak, enggak bisa makan dan minum, enggak bisa BAK dan BAB, nelan makanan sakit, terus eneg, keringat dingin tapi harus memberikan ASI ke baby Loewy.

Itu benar-benar perjuangan banget mommy nahan sampai begitu. Akhirnya hari ke-7 mommy nahan sakit, mommy sudah enggak kuat. Mommy memutuskan datang ke dokter Nando di Morula Menteng, mau nanya sebenarnya mommy itu kenapa. Terus pas mommy datang dan konsultasi sama dokter Nando, ternyata mommy itu sakit lambung, pantesan mommy enggak bisa makan dan minum. Dan dokter E itu enggak menjelaskan kalau mommy itu sakit lambung, bahkan diapun enggak tahu. Dokter Nando aja tahu kalau mommy ini sakit lambung karena puasa kelamaan, harusnya enggak boleh, harusnya dikasih makan atau minum dulu minimal.

Setelah mommy baca berbagai review orang yang melakukan operasi, bahkan 2 jam sebelum operasi ada yang masih diperbolehkan makan. Nah ini mommy harus puasa 24 jam. Sudah gitu namanya mau operasi kan pasti dikasih obat-obatan, perut belum ada isinya sama sekali, jadi ya lambungnya kaget dan akhirnya mommy sakit lambung. Mommy dikasih obat lambung, besoknya sudah sembuh, sudah bisa makan dan minum.

Yang mommy kesal kok dokter E bisa sampai enggak tahu kalau mommy sakit lambung. Okelah pasien dia ramai, mungkin jadi keteteran, tapi kan enggak seharusnya begitu ya moms, sebagai dokter ya dia harus take care sama pasiennya. Dokter D aja pas mommy sedang konsultasi sama dia, tiba-tiba pasien dia di atas teriak-teriak kontraksi dia langsung buru-buru stop pemeriksaan, dia langsung naik dan operasi. Dia mementingkan kepentingan pasien yang memang urgent. Tapi dokter E ini menyuruh mommy untuk operasi jam 5 sore karena dia mau praktek dulu dari jam 11-3 sore moms. Padahal pasien sudah kontraksi tapi dia masih mementingkan konsultasi dulu dengan pasien yang lain yang enggak lebih urgent dari mommy.

That’s why mommy lebih milih dokter, dokter itu lebih penting. Mau sebagus apapun rumah sakit, itu enggak menjamin apa-apa. Dokter yang take care yang bisa memberikan perhatian pada pasien, yang bisa tahu soal keadaan pasien itu yang paling penting moms. Semoga ini bisa membantu ya moms, jangan sampai salah pilih dokter.

Pregnancy

Tips Hamil Kembar Sehat Sampai Persalinan

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Jadi hari ini mommy khusus membuat video ini untuk menjawab pertanyaan para moms tentang tips tetap sehat selama hamil kembar.

Kalau ditanya hamil kembar happy enggak? Jawabannya jelas happy banget. Hamil 1 anak saja sudah sangat membahagiakan apalagi kalau bisa sampai hamil kembar, bahagianya double ya moms di keluarga kecil kita. Nah tapi moms dibalik kebahagiaan yang mommy dan keluarga rasakan, kehamilan kembar nyatanya adalah kehamilan yang beresiko tinggi. Kenapa? Kehamilan kembar dapat menimbulkan komplikasi kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal.

Komplikasinya apa saja?

1. Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur ini adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan lengkap 37 minggu, yang dikarenakan pecahnya air ketuban sebelum 37 minggu ini moms.

2. Berat Badan Bayi Rendah

Jadi berat badan bayi rendah itu biasanya dialami oleh baby-baby yang mengalami kelahiran prematur yang berat badannya itu kurang dari 2,5kg. Sehingga biasanya berat badan bayi yang rendah ini akan mengakibatkan komplikasi pada organ tubuh baby seperti pada pendengaran, penglihatan dan organ tubuh lainnya. Kenapa bisa begitu? Karena organ-organ tubuhnya itu belum berkembang dengan sempurna

3. Fetal Demise

Fetal demise ini adalah kondisi dimana kematian janin secara mendadak di dalam kandungan. Biasanya ini bisa terjadi pada 1 baby atau bayi kembarnya sekaligus.

Cukup bikin kita deg-degan ya moms mendengar adanya kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi pada kehamilan bayi kembar. Dan tentunya kira para moms enggak mau dong sampai komplikasi yang tadi disebutkan di atas itu terjadi pada masa kehamilan kembar kita. Berikut ada beberapa tips untuk kehamilan kembar supaya tetap sehat versi mommy :

1. Makanan dan minuman bernutrisi tercukupi

Jadi moms banyak yang bilang kalau hamil kembar itu makannya harus 2x lebih banyak porsinya dari pada hamil tunggal, benar enggak sih? Dari pengalaman mommy sendiri, sempat mommy makan banyak banget, pas habis makan perut enggak enak, begah, susah BAB dan kontraksi sedikit. Karena memang hamil kembar itu mudah sekali mengalami susah BAB, mudah kontraksi dan begah karena perutnya penuh moms.

Nah dari dokter sendiri menyarankan kepada mommy kalau bisa karbohidrat dihindari lebih bagus perbanyak sayur, daging sebagai kalorinya. Jadi ibu hamil kembar biasanya membutuhkan penambahan kalori itu sebanyak 600 kalori dari makanan sehari-harinya. Dan itu sekali makan enggak boleh langsung banyak moms, kita disarankan untuk membagi porsi makan kita 1 hari 6x makan.

Jadi kita makan, sedikit demi sedikit tapi sering, banyakin sayurnya, daging, buah dan sering makan cemilan. Cemilannya juga bukan yang mengandung micin moms tapi yang sehat-sehat aja seperti susu, telur, keju, daging sapi, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, pokoknya semua makanan yang kaya akan vitamin dan protein yang bagus untuk ibu hamil dan janin.

Tapi moms ternyata makanan yang bernutrisi aja enggak cukup, minuman enggak kalah pentingnya. Ibu hamil jangan sampai kurang minum karena bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi kalau untuk minuman sendiri mommy juga enggak sembarangan pilih ya moms, apalagi air minum yang kita konsumsi setiap hari.

Selama kita hamil volume darah kita meningkat jadi otomatis minuman itu penting banget jangan sampai kita dehidrasi, tapi jangan sampai kita minum minuman yang sembarangan juga. Jadi mommy mempercayakan untuk air yang mommy konsumsi setiap hari adalah air mineral dari Le Minerale.

Kenapa Le Minerale? Jadi moms, air yang berasal dari sumbernya aja itu enggak cukup kalau sampai kemasannya itu enggak terproteksi. Karena Le Minerale itu mommy paling suka sama kemasannya yang terproteksi. Kita bisa lihat dari galon Le Minerale selalu berwarna bening dan tutup ulirnya kedap udara, sehingga mineral pada kandungan Le Minerale itu aman sampai ke tangan kita.

Semua kemasan air mineral Le Minerale itu sudah BPA Free sehingga aman untuk dikonsumsi dan digunakan oleh anak-anak. Untuk botol susu anak saja selalu kita cari yang BPA Free apalagi untuk air mineral yang kita konsumsi setiap hari itu penting loh moms.

2. Jaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan ideal pada saat hamil apalagi hamil kembar itu penting banget. Jangan sampai berat badan kita kekurangan atau kelebihan karena untuk menjaga kesehatan si ibu dan janin agar tetap sehat sampai persalinan. Nah untuk berat badan yang ideal bagi ibu hamil kembar itu kenaikannnya dari 17-25kg. Nah mommy sendiri sekarang sudah usia hamil 6 bulan mommy sudah naik 10kg nih moms.

3. Tetap Bergerak

Mommy akui hamil kembar beda banget sama hamil tunggal. Dari segi kenaikan berat badan lebih cepat naik, lalu perutnya lebih cepat besar, yang ada bawaannya lebih capek, otomatis ibu hamil kembar bawaannya malas gerak. Pengennya tidur aja. Tapi moms, dari dokter mommy sendiri itu selalu menyarankan ibu hamil kembar tidak disarankan untuk bed rest atau berbaring terus menerus jika tidak ada komplikasi.

Bahkan ada riset yang mengatakan ibu hamil kembar yang kerjanya bed rest terus akan membuat kesehatan janin terganggu. Berbeda halnya dengan ibu yang selalu bergerak, jarang bed rest itu akan melahirkan bayi lebih sehat moms.

Nah kalau dari pandangan mommy sendiri selama 6 bulan mommy menjalani kehamilan kembar ini mommy terus aktivitas, mommy terus bikin konten, mommy terus bergerak, buat mommy itu sudah kayak olahraga. Jujur kalau ditanya hamil kembar itu berat banget, menyiksa banget memang moms. Tapi dengan mommy terus bergerak, mommy kerjanya enggak bed rest terus, mommy merasa kehamilan kembar ini jadi happy moms. Jadi yang awalnya menyiksa jadi happy. Enggak terasa mommy sendiri sudah mau jalan ke usia 7 bulan.

4. Jangan Stres

Stres itu akan memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan ibu dan janin. Stres dapat membuat sistem kekebalan tubuh seorang ibu jadi lemah dan yang ada mudah sakit. Bayangin deh moms kita stres, sudah ibu hamil kembar susah tidur, stres, makin susah tidur yang ada kita enggak tidur, daya imun kita melemah, mudah terserang kuman penyakit dan jadinya sakit. Kita enggak mau seperti itu kan moms? Otomatis stres akan membuat dampak buruk untuk kesehatan janin dan ibunya nih moms.

Jadi usahakan walaupun kita sedang hamil mau itu hamil tunggal maupun hamil kembar jangan pernah stres. Bawanya enjoy aja, happy aja, keep positive thinking. Memang moms mommy akui, bicara itu mudah tapi moms percaya kata-kata itu doa, dengan kita terus mengatakan kita harus keep positive thinking mengeluarkan kata-kata yang positif, otomatis pikiran kita akan terpenuhi dengan hal-hal yang positif dan nanti bawaannya jadi happy moms. Dan tentunya kita juga membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitar kita, terutama suami dan keluarga kita.

5. Periksa Kehamilan Secara Rutin

Rutin untuk ke dokter dan mematuhi nasihat dokter itu penting ya moms. Karena dengan begitu kita bisa mendeteksi apabila ada masalah selama masa kehamilan kita dan kita bisa mencari solusi dan mengobatinya.

Nah itu 5 tips dari mommy untuk para ibu hamil kembar, untuk bisa sehat-sehat saja menjalani kehamilan kembar sampai masa persalinan. Semoga bermanfaat!

Pregnancy

Wajib Tahu! Mendeteksi Hamil Kembar di Trimester Pertama

Tentunya hamil kembar adalah kabar yang sangat membahagiakan. Kenapa? Karena kita bisa sekaligus mendapatkan 2 buah hati yang lucu-lucu banget ya moms. Jadi mommy sendiri sudah memiliki pengalaman hamil sebanyak 3x. Kehamilan pertama mommy hamil baby girl, kehamilan kedua mommy mendapatkan baby boy yang artinya mommy sudah memiliki pengalaman perbedaan hamil baby girl dan hamil baby boy. Dan kebetulan di kehamilan ketiga ini mommy mendapatkan si kembar. Dan ternyata kehamilan kembar itu beda banget dengan kehamilan pertama dan kedua mommy. Kebetulan mommy sendiri hamil dengan program bayi tabung dari kehamilan pertama hingga ketiga.

Kehamilan kembar itu kita bisa dapatkan apabila ada faktor genetik ya moms, entah itu dari ibu atau ayah kita, istri atau suami kita. Untuk kita yang enggak memiliki genetik kembar kita bisa hamil kembar dengan cara inseminasi atau bayi tabung seperti yang mommy lakukan. Nah penasaran kan bagaimana mendeteksi awal kehamilan bayi kembar. Yuk kita ketahui yuk ciri-ciri hamil kembar berikut ini :

1. Beta hCG Super Tinggi

Jadi hCG ini adalah hormon human chorionic gonadotropin yang dimana hormon ini diproduksi oleh plasenta selama kehamilan.

Di kehamilan pertama, mommy melakukan pemeriksaan darah Beta hCG di hari keempat setelah embrio transfer. Waktu itu kenapa mommy periksa di hari keempat? Karena di hari keempat sempat pendarahan, that’s why mommy langsung disarankan ke rumah sakit terdekat untuk cek Beta hCG dan hasilnya Beta hCG mommy di hari keempat setelah embrio transfer adalah 55,5 yang artinya mommy positif hamil.

Di kehamilan kedua mommy memeriksakan Beta hCG saat hari kesebelas setelah embrio transfer yang hasilnya adalah 121,5 yang artinya mommy positif hamil.

Di kehamilan ketiga sama, mommy melakukan pemeriksaan Beta hCG di hari kesebelas setelah embrio transfer dan hasilnya Beta hCG mommy adalah 1588 moms. Jadi disini mommy sudah sempat agak curiga hamil kembar, karena mommy sempat memasukkan 2 embrio dengan grade excellent di kehamilan ketiga ini. Mommy juga curiga kok Beta hCG nya beda banget, meningkatnya berkali-kali lipat dibandingkan kehamilan pertama dan kedua mommy. Jadi disana mommy sudah tahu kayaknya mommy hamil kembar nih. Walaupun sebenarnya untuk mendeteksi secara lebih akurat lagi harus melalui pemeriksaan USG.

Nah jadi untuk moms yang ingin mendeteksi awal kehamilan kembar yang paling cepat adalah dari hasil Beta hCG. Beta hCG ini dilakukan dengan pemeriksaan darah ya moms, tidak bisa dilakukan dengan testpack urin. Jadi kalau mau cek langsung ke rumah sakit untuk pemeriksaan darah Beta hCG, maka kita bisa tahu kita hamil kembar atau tidak, dan kita positif hamil atau tidak. Walaupun sebenarnya dengan pemeriksaan Beta hCG dengan hasil yang meningkat tajam sering dikaitkan dengan hamil anggur, tapi Beta hCG yang meningkat ini bisa jadi alat untuk mendeteksi kita sedang hamil kembar atau tidaknya loh moms.

2. Mual yang Sangat Parah

Jadi mommy sendiri saat hamil pertama dan kedua enggak pernah mual. Enggak pernah merasakan morning sickness, selama hamil fine-fine aja. Tapi di kehamilan ketiga ini yang mana hamil kembar, baru juga mulai testpack di hari ketiga setelah embrio transfer, mommy sudah merasakan mual, muntah, eneg bahkan sampai yang parahnya mommy sampai kayak jijik banget sama seafood moms apalagi ikan. Cium bau ikan enggak bisa, pokoknya lebay banget moms morning sickness nya.

Dari situ mommy cari tahu, kok bisa begitu ya? Ternyata setelah mommy cek ini dikarenakan ketika kita hamil kembar Beta hCG kita meningkat drastis dan inilah yang membuat efek mual yang sangat parah kepada para mommy yang sedang hamil kembar. Dan morning sickness yang mommy rasakan bertahan selama trimester pertama. Jadi 3 bulan pertama kehamilan mommy ini full morning sickness. Tapi sekarang mommy sudah jalan trimester kedua sudah mulai mereda. Jadi jangan khawatir moms, morning sickness ini untuk kehamilan kembar akan mereda seiring dengan meningkatnya usia kehamilan.

3. Sangat Lelah

Yang namanya hamil, lelah itu wajar ya moms cuma kalau berdasarkan pengalaman mommy di kehamilan pertama dan kedua lelahnya masih bisa teratasi. Mommy masih semangat, masih fine-fine aja, masih naik gunung bahkan saat hamil usia 8 bulan. Jadi di kehamilan kembar ini baru dari hari ketiga embrio transfer, mommy merasa lelah yang luar biasa. Jadi benar-benar menguji mental mommy sendiri.

Yang mommy rasakan itu seperti sesak nafas, terus jantung berdebar-debar kencang banget, kepalanya pusing, badannya capek, bawaannya pengen tiduran, bahkan sempat saat bangun tidur ingin BAK mommy merasa seperti ingin jatuh dan pingsan, benar-benar parah banget. Kelelahan di kehamilan kembar ini benar-benar berbeda banget dengan kehamilan pertama dan kedua mommy. Dan kelelahan ini akan terus dirasakan terus menerus seiring bertambahnya usia kehamilan dan itu mommy buktikan.

Mommy hamil belum 4 bulan tapi perut sudah besar ya moms jadi perut ini makin besar karena menampung 2 baby, that’s why sekarang mommy kalau bisa tidur di rumah ya tidur aja. Beda banget sama mommy dulu saat hamil pertama dan kedua yang setiap hari jalan non stop.

Kok bisa sih sampai lelah begitu? Jadi setelah mommy cari tahu, ternyata tubuh kita itu harus memberikan energi yang lebih banyak untuk memberikan asupan kepada kedua baby. Dan belum lagi perut kita yang harus menopang 2 baby di dalamnya. That’s why tubuh kita lebih mudah lelah.

4. Berat Badan Naik Drastis

Jadi saat kehamilan pertama dan kedua mommy, total berat badan mommy sampai lahiran naik hingga 12kg. Tapi berbeda dengan kehamilan kembar ini, jadi kalau kehamilan pertama itu usia kehamilan 4 atau 5 bulan mommy pakai dress aja masih muat semua ya moms, masih kelihatan langsing tapi di kehamilan kembar ini walaupun baru 3 hari setelah embrio transfer, berat badan mommy sudah naik 1-2kg moms, bahkan sempat 3kg. Terus sekarang mommy belum 4 bulan tapi perut sudah besar banget dan naik sampai 6kg. Dan di usia 3 bulan jalan 4 bulan dress mommy yang enggak muat semua.

5. Sesak Nafas dan Jantung Berdebar-debar

Jadi seperti yang mommy sudah jelaskan, di awal kehamilan baby kembar ini belum juga USG yang mommy rasakan mommy sesak nafas parah lalu detak jantung berdebar-debar cepat banget. Sehingga membuat kepala pusing, lelah, hingga mau pingsan pokoknya enggak enak banget ya moms. Setelah mommy cari tahu ternyata kehamilan kembar itu membuat 2 janin dalam rahim mendorong diafragma sehingga ibu hamil lebih sering sesak nafas. Dan untuk detak jantung yang berdebar-debar, itu ketika kita hamil kembar darah harus memiliki oksigen yang lebih banyak dari biasanya that’s why detak jantung kita berdebar-debar sangat cepat.

Untuk kasus sesak nafas dan detak jantung yang berdebar-debar ini tenang aja moms, kita enggak akan merasa sampai lahiran kok, walaupun mommy belum merasakan ya moms sampai trimester ketiga, tapi di trimester 1 yaitu 3 bulan pertama kita akan merasakan hal seperti itu. Tapi semakin bertambahnya usia kehamilan kembar, itu sudah mulai mereda dan sekarang mommy juga sudah hampir enggak merasakan itu kecuali kalau mommy capek banget.

6. Kram Perut

Kalau soal kram perut pasti dialami oleh semua wanita hamil ya moms apalagi di awal kehamilan seperti mommy sendiri. Di kehamilan pertama dan kehamilan kedua, mommy merasakan kram perut. Cuma bedanya, kram perut yang mommy rasakan di kehamilan dengan 1 baby itu enggak sering, seminggu paling 2x. Terus berangsur-angsur cepat hilang gitu. Sedangkan kalau kehamilan kembar yang mommy rasakan setelah mommy embrio transfer, hari kedua itu mommy kram perutnya luar biasa moms. Jadi mommy kram terus dan kramnya itu frekuensinya sering, 1 jam sekali kram. Jadi kramnya itu memang enggak lama ya moms paling kurang lebih 15-20 menit namun frekuensinya sering. Dan mommy mengalami kram perut ini di 2 bulan pertama usia kehamilan mommy, itu mommy ingat banget saking kramnya mommy sampai enggak bisa tidur moms.

Setelah mommy cari tahu kenapa kram perutnya bisa sampai begini, beda banget sama kehamilan hanya 1 baby? Jadi kram perut ini terjadi karena rahim kita lebih membesar daripada biasanya. Yang biasanya rahimnya cuma untuk menampung 1 baby sekarang hamil kembar, rahimnya harus diperbesar untuk menampung 2 baby di dalam, that’s why kita akan mengalami kram perut yang cukup berlebihan dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan kehamilan 1 baby.

7. Sakit Punggung

Kalau sakit punggung namanya ibu hamil wajar ya moms. Tapi biasanya kalau di kehamilan hanya 1 baby yang mommy rasakan saat trimester akhir, pas mau dekat waktu lahiran. Berbeda halnya dengan kehamilan kembar. Jadi hamil kembar di awal kehamilan mommy sudah merasakan sakit punggung yang luar biasa. Setelah mommy cari tahu, sakit punggung mommy ini ketika hamil kembar dikarenakan adanya kenaikan berat badan yang drastis, adanya pembesaran rahim dan kelebihan aktivitas hormonal.

8. Susah BAB

Mommy ini termasuk wanita yang masalah BAB nya lancar, enggak ada masalah sama pencernaan karena usus mommy sudah pernah dipotong ya moms, jadi tinggal setengah karena operasi usus besar. Waktu mommy hamil pertama dan kedua itu mommy enggak pernah ada masalah pencernaan. Tapi di kehamilan kembar ini, baru kali ini mommy mengalami susah BAB moms. Kayak pengen BAB aja harus mengejan dan itu susah banget keluarnya moms. Sering juga mommy merasakan perutnya kembung, sembelit gitu, enggak bisa BAB.

Sempat mommy enggak bisa BAB 3-4 hari, bayangkan moms sampai mommy enggak bisa tidur karena perutnya sembelit, kembung, pengen BAB enggak bisa. Pencernaannya enggak lancar. Nah setelah mommy cari tahu kok bisa begini? Ternyata kehamilan kembar itu bisa menyebabkan pergerakan usus melambat yang akhirnya membuat proses pencernaan juga melambat ujung-ujungnya menyebabkan sembelit. Selain itu mommy makan sayurnya juga kurang banyak that’s why jadi sembelit, kembung dan susah BAB.

9. Insomnia

Saat hamil biasanya ibu hamil bawaannya ingin tidur terus ya moms. Dan itu mommy rasakan di kehamilan pertama dan kedua mommy, beda halnya di kehamilan ketiga mommy. Jadi mommy di kehamilan ketiga ini sering banget insomnia. Seminggu mungkin bisa 2-3 kali enggak bisa tidur moms sampai pagi. Penyebab insomnia mommy karena kram perut, terus mommy sering sakit perut karena sembelit, kembung, sakit punggung dan capek yang berlebihan. Jadi kalau hamil kembar, setelah mommy cari tahu ternyata memang akan sering mengalami insomnia dan penyebabnya karena kram perut, sembelit, kembung dan lain sebagainya yang membuat kita insomnia.

10. Saat USG Ada 2 Detak Jantung

Jadi ini adalah ciri-ciri yang terakhir untuk mendeteksi kita hamil kembar atau enggak versi mommy. Jadi setelah mommy embrio transfer, di hari kesebelas periksa darah, mommy dijadwalkan untuk cek dokter lagi. Jadi minggu ketiga setelah embrio transfer. Setelah minggu ketiga itu mommy datang ke dokter Nando untuk memeriksakan USG dan hasilnya dokter mengatakan bahwa mommy hamil kembar, ada 2 janin di dalam rahim dan ada 2 detak jantung. Jadi untuk memastikan lebih akurat kita hamil kembar atau tidak, USG juga harus kita lakukan ya moms.

Nah moms itu adalah ciri-ciri hamil kembar versi mommy yang sudah mommy rasakan sendiri. Semoga bermanfaat.

Pregnancy

Fakta-fakta Operasi Caesar

Siapa yang pernah berpikiran bahwa melahirkan normal itu akan sakit sekali sedangkan melahirkan secara caesar itu lebih enak karena kita tinggal dibius, selama 15 menit saja anak kita sudah lahir ke dunia dan kita sebagai ibu tidak perlu merasakan sakit? Mommy sendiri punya teman bahkan saudara-saudara mommy ketika sudah mendekati waktu melahirkan dan ditanya tentang cara melahirkan pasti memilih caesar, karena ya berpikiran seperti itu ya moms.

Kalau mommy sendiri dari dulu sebenarnya ingin melahirkan secara normal, cuma karena baby mommy itu besar, Louisse saat newborn sudah 4kg dan Loewy 4,5kg otomatis sangat tidak disarankan oleh dokter untuk melahirkan secara normal, takutnya di tengah proses melahirkan si baby tidak bisa keluar-keluar dan harus dioperasi caesar malah nambah biaya persalinan lagi jadinya diputuskan untuk caesar saja sekalian.

Lalu apakah benar kalau caesar lebih enak daripada melahirkan secara normal? Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut yuk simak beberapa fakta tentang operasi caesar berikut ini :

1. Tetap Melibatkan Vagina

Jadi yang bilang ketika operasi caesar hanya perut saja yang dibedah dan tidak melibatkan vagina, itu salah besar. Mommy 2x operasi caesar, dan ketika mommy sudah masuk ke ruang operasi dan siap untuk ditindak, bagian vagina akan dibersihkan dengan cairan pembersih dan biasanya akan diberikan Betadine. Selain itu rambut bagian kemaluan akan dibotakin habis tujuannya untuk mensterilkan bagian tersebut. Kenapa? Karena biasanya nanti setelah persalinan akan ada darah yang keluar dari vagina tersebut. Dan di bagian saluran kencing kita akan dipasangi kateter moms, walaupun memang enggak sakit ya moms karena kita sudah dibius waktu itu.

2. Perut Berasa Seperti Ditarik

Jadi kebetulan waktu itu mommy operasi caesar dengan anestesi epidural. Anestesi epidural ini di bagian tulang belakang mommy disuntik. Setelah disuntik bagian dada ke bawah mati rasa, walaupun mati rasa ketika dokter sedang melakukan tindakan yaitu membelah perut mommy, mommy bisa merasakan. Apalagi saat proses pengambilan anak, itu berasa banget moms walaupun kita sudah dibius.

3. Seluruh Tubuh Berasa Gemetar

2x operasi 2x juga mommy merasakan gemetaran. Pas masuk ruang operasi, baju kita sudah dibuka kan moms paling hanya sisa kain untuk menutupi bagian atas kita saja, atau dengan kata lain kita sudah setengah telanjang. Dan dalam keadaan seperti itu, ruangan operasi dingin banget moms. Mommy sampai minta agar AC di ruangan dibuat tidak terlalu dingin, tapi suster bilang tidak bisa karena memang itu sudah standar ruangan harus dalam kondisi seperti itu, karena kalau diubah itu akan menyebabkan ruangan jadi tidak steril.

4. Merasa Kedinginan

Walaupun di ruangan operasi sudah diberikan semacam penghangat untuk kita, tetap moms mommy kedinginan. Saking dinginnya seperti mati rasa, mau ngomong susah karena gemetaran.

5. Diberikan Pelunak Feses

Bagian pantat kita akan diberikan pelunak feses karena orang habis operasi caesar, 1 hari kemudian kan sudah boleh bangun tapi untuk bisa BAB itu susah banget. Karena kita tahu sendiri ya moms, kita kan habis operasi, luka operasi masih baru banget, jadi saat kita mau BAB itu susah banget apalagi kalau sampai kita mengejan, itu berasa banget. That’s why nanti setelah kita operasi kita akan dikasih pil untuk dimasukkan ke pantat agar kita mudah BAB nya, dan itu rasanya enggak enak banget apalagi itu dimasukkan oleh suster.

6. Batuk, Bersin dan Tertawa Bisa Menyakitkan Perut

Karena yang namanya abis operasi moms, kan pasti teman, saudara pada datang ya moms pasti ada yang ngajak ketawa dan lain-lain untuk buat kita happy. Pas kita mau ketawa rasanya di bagian perut itu masih nyeri. Jadi kalau dibilang operasi caesar sakitnya hanya pada saat dioperasi itu saja terus selesai, salah banget ya moms. Mommy setelah operasi caesar apalagi yang kedua, itu lumayan berasa ya sakitnya di bagian jahitannya itu moms. Jadi pada saat mau ngomong juga harus hati-hati enggak bisa terlalu besar suaranya, terus kalau ketawa juga enggak bisa seenak biasanya.

7. Vagina Akan Terus Menerus Mengeluarkan Darah

Ini terjadi karena dinding rahim kita sedang menyembuhkan dinding rahim ini sendiri setelah plasenta itu keluar, apalagi ada penurun pada hormon that’s why akan adanya darah keluar dari vagina dan biasanya ini akan berlangsung hingga 1 bulan. Kalau mommy lumayan lama hampir 2 bulan terus ada pendarahan, tapi enggak sebanyak pas operasi jadi sedikit aja. Jadi selama 2 bulan mommy selalu pakai pembalut.

8. Tetap Olahraga

Kata siapa habis operasi caesar boleh tidur-tiduran? No. Habis operasi caesar kita harus bangun, 1 hari setelah operasi kita bangun, berdiri, jalan sana jalan sini. Kenapa? Karena setelah operasi biasanya kateter akan dilepas itu akan membuat kita harus BAK sendiri dan BAB. Dan untuk BAK setelah keteter itu dilepas agak sulit moms. Jadi sangat dibutuhkan kita untuk jalan, olahraga sedikit agar bisa mendorong saluran air kecil kita bisa keluar. Karena kalau misalnya kayak mommy kemarin tidur-tiduran sempat loh 2 hari enggak bisa BAK sendiri. Sekalinya bisa BAK hanya sedikit banget, setelah olahraga baru bisa.

9. Tetap Meninggalkan Luka

Jadi yang namanya operasi caesar walaupun sayatannya enggak terlalu besar tetap akan ada bekas. Jadi itu mungkin bisa hilang setelah bertahun-tahun kemudian ya. Jadi kalau pakai baju you can see agak-agak enggak PD moms.

10. Tetap Skin to Skin dengan Baby

Kita harus tetap berdekatan dengan baby kita agar ASI kita bisa keluar. Namanya sudah operasi caesar itu sudah lumayan capek, dan kita juga harus sudah jalan sana jalan sini untuk olahraga tapi kita juga harus bangun untuk mendekatkan anak bayi kita agar dia bisa menyusu, untuk memacu hormon agar ASI kita bisa segera keluar, karena kalau enggak keluar-keluar kita juga stres.

Nah itu dia fakta-fakta tentang operasi caesar, bukan untuk menakut-nakuti ya moms tapi namanya seorang ibu yang mau melahirkan anak, mau itu secara normal maupun caesar sama-sama sakit kok. Semoga sharing kali ini berguna ya untuk moms semua, sampai jumpa di #CurcolYukMom selanjutnya.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sukses Hamil Kembar tanpa Keturunan Kembar, dari Program Bayi Tabung

Hai moms kembali lagi di sesi #curcolyukmoms bareng mommy. Kali ini mommy mau membahas mengenai hamil kembar dari program bayi tabung.

Singkat cerita, Mommy adalah pejuang bayi tabung yang sudah memiliki 2 anak dari 2x program bayi tabung. Program bayi tabung yang pertama mommy mendapat Louisse Scarlett yang sekarang sudah berumur 3 tahun, dan program bayi tabung kedua mommy mendapat Loewy Axell yang sudah berusia 17 bulan.

Kenapa mommy melakukan program bayi tabung?

Jadi mungkin moms sudah lihat di content Youtube mommy yang membahas tentang “Alasan Melakukan Program Bayi Tabung”. Jadi singkat cerita, mommy adalah menderita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) yang mana jadwal menstruasi mommy enggak teratur, bisa 3 bulan sekali, 4 bulan sekali pokoknya enggak teratur. Kita enggak bisa memastikan kapan mommy masa suburnya. Selain itu, saluran tuba mommy sebelah kiri sudah diangkat, karena sempat ada pelengketan. Jadi mommy sudah PCOS yang menstruasinya enggak menentu, jadi enggak bisa menentukan waktu subur. Sekalinya bisa menstruasi saluran telurnya cuma ada 1 yang bisa lewat yaitu bagian kanan. Otomatis kesempatan mommy untuk bisa dapat momongan dalam program normal itu makin kecil.

Sampai akhirnya dokter kandungan di rumah sakit tempat program bayi tabung, kasih option ke mommy, bahwa sepertinya cuma bisa program bayi tabung baru bisa mendapatkan anak. Yang akhirnya program bayi tabung menjadi jawaban dari doa mommy selama ini untuk memliki anak. Special thanks banget untuk dokter Arya Nando yang sudah memberikan banyak dukungan dan semangat untuk mommy. Sehingga mommy bisa positif dan program bayi tabung mommy berhasil.

Nah kok bisa hamil kembar? Syaratnya apa?

Kalau ditanya syaratnya apa untuk bisa hamil kembar, sebenarnya enggak ada syarat apapun ya moms. Cukup ketika kita program bayi tabung itu simpel, kita masukin 2 embrio yang grade nya excellent atau good, kemungkinan kita hamil kembar itu juga lumayan moms. Jadi kalau untuk syarat-syarat yang lain enggak ada sih moms.

Jadi sebenarnya mommy sama daddy dari awal sudah komitmen pada saat sebelum menikah. Mommy sama daddy ingin punya 3 anak. Nah kebetulan karena mommy PCOS ada 17 telur yang mommy frozen untuk program bayi tabung yang kedua. Dan kebetulan 10 di antaranya gradenya excellent. Jadi sayang banget enggak sih moms kalau mommy enggak lanjutin program bayi tabung lagi. Karena program bayi tabung mommy yang ketiga ini cukup embrio transfer aja, tunggu masa subur rahim mommy, mommy tinggal embrio transfer dari telur yang dicairkan.

Kemungkinan hamil kalau telur yang gradenya excellent itu 60% berhasil. 40% sisanya itu tergantung dari diri kita dan Tuhan mau memberikan kepada kita atau tidak. Jadi pada saat mommy konsultasi ke dokter, sebenarnya mommy cuma mau masukin 1 telur aja, sesuai dengan rencana awal ingin punya 3 anak dan mommy juga berpikir kalua nanti masukin 2 embrio dan jadi kembar bagaimana? Nah setelah konsultasi, dokter menjelaskan kalau antara mommy dan daddy enggak ada riwayat keturunan kembar, untuk bisa terbelah jadi 2 telurnya dan jadi kembar itu kemungkinannya kecil.

Sebenarnya yang dari awal mommy takutkan, kalau misalnya mommy taruh 2 telur, dua-duanya terbelah jadi 4 anak, pusing enggak sih moms takutnya nanti nempel-nempel organ tubuhnya. Nah dokter juga menjelaskan kalau biasanya janin yang nempel organ tubuhnya itu dari 1 telur yang terbelah, kalau misalnya mommy enggak punya riwayat keturunan kembar mommy cukup masukin 2 telur embrio mommy ke dalam rahim, kalau bisa jadi dua-duanya itu bakal kembar fraternal.

Kembar fraternal adalah kembar yang berasal dari 2 sel telur dan sperma yang terpisah atau disebut dizigotik. Sementara kembar identik adalah monozigotik, mereka berasal dari 1 sel telur dan sperma yang membelah jadi 2 setelah pembuahan. Jadi kemungkinan organ nempel-nempel itu kecil banget. Nah itu membuat mommy mengerti, karena selama ini kembar yang dalam pikiran mommy itu ya nanti nempel apalagi perut mommy kecil takutnya enggak cukup spacenya dan mommy takut nanti lahirnya juga prematur.

Setelah dapat dukungan dari dokter, penjelasan dari dokter Arya Nando yang sangat jelas soal kembar fraternal yang kemungkinan untuk bisa nempel juga kecil banget, untuk kelahiran prematur itu juga bakal dijaga, dicek terus keadaan fisik kita, rahim kita. Biasanya dari riwayat pasien-pasien dokter Arya Nando yang kembar itu tetap lahirnya di waktu yang pas yaitu 36 atau 37 weeks. Akhirnya mommy dan daddy memutuskan 2 telur yang akan dimasukkan ke rahim mommy.

Nah untuk moms yang penasaran dengan apa yang mommy rasakan setelah embrio transfer, moms bisa search di Youtube channel mommy yang berjudul “11 Hari Setelah Embryo Transfer, Gimana Rasanya? | All about bayi tabung”. Di sini mommy sudah jelaskan semuanya.

Untuk para moms yang belum tahu soal hamil kembar. Kembar itu digolongkan menjadi 2 lagi ya moms kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik itu adalah kembar yang berasal dari 1 telur yang terbelah menjadi 2. Sedangkan kembar fraternal atau kembar non identik adalah kembar yang dihasilkan dari 2 telur yang berbeda. Dan biasanya ini bisa kita dapatkan dari program bayi tabung atau inseminasi yang sekarang mommy lakukan ya moms.

Nah untuk kasus mommy sekarang mommy hamil kembar fraternal. Jadi buat moms yang pengen banget punya anak kembar, tapi enggak punya riwayat kembar kalian bisa mendapatkan dari program bayi tabung dan mommy sudah membuktikan, mommy sekarang hamil kembar, sekarang sudah trimester kedua jalan 4 bulan.

Yang mommy rasakan jujur beda ya moms daripada hamil yang cuma 1 janin aja. Hamil kembar lebih agak berat sedikit di trimester pertama, mualnya enggak nahan banget, eneg banget, semuanya sakit, dari perut, punggung sampai kaki semuanya sakit. Tapi di trimester kedua itu kayak sudah fine-fine aja, biasa aja, sudah enggak terlalu berat buat mommy. Makan juga oke, mual sudah enggak, sakit-sakit juga sudah enggak ada lagi. Tapi enggak tau deh nanti trimester 3.

Untuk sekarang mommy yang jalan 4 bulan ini, mommy sudah naik 4kg. Karena mommy cukup menghindari makan nasi, seperti anjuran dokter yang penting proteinnya banyak agar asupan makanan bayi kembar terpenuhi. Buktinya mommy baru USG 3 bulan kemarin ini, baby mommy besar semua, sehat banget walaupun mommy enggak makan nasi. Selain itu juga untuk menjaga berat badan mommy agar enggak terlalu over.

Intinya untuk para pejuang bayi tabung, semangat! Jangan pantang menyerah, mommy sudah sukses melakukan program bayi tabung sebanyak 3x. Kamu juga pasti bisa. Kalau misalnya gagal sekali jangan khawatir mungkin belum saatnya, mungkin usaha kita kurang maksimal, coba lagi dan jangan pantang menyerah. Ingat selalu positive thinking, karena positive thinking adalah kunci keberhasilan dari sukses program bayi tabung.

See you di next #curcolyukmoms!

Pregnancy · Review Tempat

Prosedur Sulam Alis Enggak Berdarah! Di Lavish Brow PIK, Ibu Hamil Bisa Sulam?

Pasti kita ingin ya moms mempercantik penampilan kita, salah satunya adalah mempercantik alis kita. Mommy sendiri sudah belajar untuk buat alis tapi nyatanya mommy memang enggak bisa, kanan kiri beda ketebalan, beda tinggi, pokoknya berantakan deh moms. Jadi akhirnya mommy memutuskan datang ke Lavish Brow untuk melakukan sulam alis.

Nah saat masuk ke Lavish Brow, pertama-tama yang dilakukan adalah pemeriksaan suhu tubuh. Di sana juga disediakan hand sanitizer, dan karyawannya semua juga menggunakan APD, masker, penutup kepala pokoknya lengkap moms sesuai protokol kesehatan. Jadi di era new normal, sulam alis di Lavish Brow ini kita enggak perlu khawatir sama sekali. Tempatnya juga nyaman dan bersih.

Sebelum melakukan tindakan sulam alis, mommy harus dirapid test dulu moms. Setelah dirapid tes mommy akan diaplikasikan krim anestesi (okes cream). Setelah anestesi krim di alis, mommy harus menunggu kurang lebih selama 15 menit, lalu baru akan dilakukan tindakan sulam alis.

Saat akan melakukan tindakan sulam alis, mommy diharuskan mengenakan baju APD ya moms beserta masker, penutup kepalanya dan juga alas kaki. Setelah mengenakan pakaian APD lengkap, mommy langsung menuju ke suatu ruang untuk melakukan proses cukur alis. Yang dicukur hanyalah bulu-bulu yang tumbuh di luar garis ideal. Proses desain alis ini dilakukan berdasarkan bentuk wajah, jadi jangan khawatir enggak sesuai ekspektasi ya moms.

Setelah proses desain alis selesai, maka proses selanjutnya adalah yang paling ditunggu-tunggu yaitu proses sulam alis. Pada proses penyulaman ini, ada proses pengaplikasian tinta yang menghasilkan salur-salur yang mirip bulu alis.

Proses sulam alis yang mommy pakai adalah Advance microblading dan mix powder yang dilakukan sama ownernya langsung, dan kurang lebih memakan waktu sekitar 1 jam. Hasilnya langsung kelihatan ya moms, enggak perlu nunggu beberapa hari dulu. Bagus banget dan natural. Untuk tebal tipisnya kita bisa request ya moms.

Nah untuk yang nanya mommy lagi hamil begini kok boleh sulam alis? Jadi mommy sendiri sudah minta izin dengan dokter kandungan mommy dan juga suami, dan dua-duanya membolehkan moms. Dan yang enggak kalah penting adalah Lavish Brow sendiri juga menyanggupi untuk sulam kalau obgynnya mengizinkan. Lavish Brow menggunakan bahan dan peralatan yang aman, selain itu SDM nya juga profesional, jadi aman ya moms.

Oh ya moms, tulang alis mommy bermasalah, sebelah kanan dan kirinya tidak sejajar jadi kalau mau bikin alis itu susah banget, ribet banget. Tapi after sulam alis, mommy puas dengan hasilnya. Saat pengerjaannya juga mommy enggak merasakan sakit ya moms, dan enggak ada pendarahan sama sekali. Mommy recommend banget, apalagi protokol keamanan di Lavish Brow top banget, dan pengunjung yang diterima itu hanya 25% dari yang biasanya, jadi enggak ramai. Total yang mommy habiskan dalam sulam alis ini, termasuk APD tadi adalah Rp. 6.150.000, but trust me buat kalian yang baru mau pertama kali mencoba sulam alis, kalian harus ke Lavish Brow karena hasilnya langsung kelihatan, bagus dan pastinya kalian akan puas banget. Thank you Lavish Brow!

Penasaran dengan hasil akhirnya dari sulam alis di Lavish Brow? Yuk simak di video berikut ini!

Pregnancy

Tanda-tanda Awal Kehamilan Muda, Ciri-cirinya Jarang Diketahui lho!

Hamil, merupakan salah satu anugerah terbesar bagi setiap pasangan ya moms enggak terkecuali untuk mommy sendiri. Pada waktu itu dengan keadaan yang susah banget untuk hamil, tiba-tiba mommy bisa pregnant itu anugerah terbesar di keluarga kecil kami. Jadi enggak jarang kalau kita lihat pasangan-pasangan baru, apalagi yang ingin cepat-cepat punya keturunan akan terus melihat perbedaan dan proses dari tanda kehamilan.

Memang segitu pentingnya ya untuk tahu hamil dari awal?

Ternyata, semakin cepat kita mendeteksi kehamilan dapat menyelamatkan ibu dan janin dari hal yang tidak diinginkan seperti keguguran loh moms. Tentunya juga dapat membuat ibu dan janin bisa sehat sampai pada saat kelahiran si Kecil.

Kali ini mommy mau sharing tanda-tanda kehamilan versi mommy yang sudah mengalami masa kehamilan 3x. Apa saja sih tanda-tanda kehamilan muda? Yuk simak ulasannya berikut ini moms.

Tanda-tanda kehamilan versi mommy

1. Telat datang bulan

Tanda yang pertama adalah telat haid. Biasanya haid bisa mundur hingga 5-7 hari moms. Jadi, ketika kita telat haid itu menunjukkan proses pembuahan yang sedang berlangsung yang akan berkembang jadi bakal janin. Ketika implantasi berlangsung, tubuh secara otomatis akan mengeluarkan hormon yaitu hormon hCG. Hormon hCG ini yang mendeteksi kehamilan ketika kita testpack ataupun tes darah. Hormon hCG ini juga yang akan menjaga tubuh kita selama kehamilan. Hormon hCG memerintah indung telur untuk stop memproduksi sel telur baru ketika hamil, sehingga tidak ada sel telur pecah yang akan luruh menjadi darah haid. That’s why, kenapa kalau telat haid suka dikaitkan dengan tanda kehamilan muda. Tapi moms, enggak semua telat datang bulan merupakan tanda kehamilan ya moms. Misalnya mommy sendiri, mommy adalah penderita PCOS (Polycystic Ovarium Syndrome) yang mana haid selalu enggak tepat waktu, jadi susah banget untuk mendeteksi kehamilan dari telat haid. Kadang ada juga beberapa orang yang telat haid disebabkan karena stress berlebihan dan capek berlebihan.

2. Payudara membengkak & areola menghitam

Biasanya, kalau di minggu awal kehamilan itu payudara akan terasa lebih lunak dan sensitif, itu mommy rasakan di 3 kehamilan mommy. Dan biasanya di minggu ke-4 sampai ke-6, payudara akan terasa lebih bengkak, besar, padat daripada biasanya dan tentunya lebih sensitif. Di bagian puting ada garis-garis kurat lalu areola kita akan semakin menghitam dan melebar. Kok bisa payudara membengkak dan areola menghitam ketika hamil muda? Jadi ketika kita hamil ada perubahan hormon. Hormon kehamilan akan meningkatkan aliran darah ke daerah payudara dan areola kita. Pembengkakan payudara dan menghitamnya areola dikarenakan untuk persiapan kita memproduksi ASI ketika baby kita sudah lahir.

3. Flek darah

Kalau membicarakan tentang flek darah, mommy inget banget ketika positif hamil Louisse, saat itu mommy sempat mengalami flek darah. Mommy sempat ketakutan sampai buru-buru ke dokter dan ternyata ketika mommy dicek darah, hCG nya mommy positif hamil. Flek darah beda dengan darah haid, flek darah ini biasanya warnanya merah muda kecoklatan dan biasanya enggak banyak sekitar 1-2 tetes darah saja. Flek darah ini disebut dengan pendarahan implantasi. Jadi flek darah bisa muncul kenapa? Ketika embrio sudah berhasil tertanam di dinding rahim, ternyata sempat membuat dinding rahim terkikis sehingga mengakibatkan pendarahan yang disebut flek darah, bercak darah atau pendarahan implantasi. Jadi, bercak darah ini akan kita dapatkan sekitar 10-14 hari setelah pembuahan, lalu flek darah ini akan berlangsung 1-3 hari. Mommy ngalamin 1 hari saja dan sekali saja. Kalau flek darah ini deras dan banyak segera hubungi dokter ya moms.

4. Kram perut

Kram perut ini adalah tanda yang paling bisa untuk mendeteksi kehamilan muda. Jadi mommy sendiri pengalaman hamil pertama sampai ketiga ini selalu kram perut. Kram perut disebabkan karena adanya proses implantasi embrio. Kram perut ini beda sama kram ketika menjelang haid. Kram perut karena diakibatkan kita hamil muda itu biasanya rasanya seperti dicubit-cubit dikit saja, enggak nyeri banget, enggak sakit banget, berlangsung tidak lama, kurang lebih beberapa jam sekali muncul lagi. Jadi enggak terus-terusan. Kalau kram perut disebabkan kita mau haid itu biasa sakit banget, lama banget dan sakitnya pindah-pindah. Sedangkan kalau kita kram perut karena kita hamil muda, biasanya bisa 1 lokasi aja. Misalnya kalau sampai embrio kita tertanam di sisi kiri rahim kita, kita hanya akan merasakan kram perut di sisi kiri kita saja, enggak akan pindah. Begitupun sebaliknya. Ingat moms kalau kita merasakan kram perut, dikit-dikit merasakan tapi enggak yang sakit banget bisa jadi itu tanda kehamilan loh moms.

5. Mudah lelah dan capek

Di setiap kehamilan mommy, mommy selalu mudah lelah dan capek terutama di kehamilan ketiga lebih parah lagi, mommy cenderung lebih capek, lemas. Biasanya mommmy bisa tidur jam 1 malam, tapi saat ini ketika hamil ketiga jam 10 sudah tidur, dikit-dikit capek, lelah. Kenapa ibu hamil mudah lelah dan capek? Karena ketika kita hamil, hormon progesteron akan meningkat drastis yang akan mengubah metabolisme tubuh, sehingga menyebabkan ibu hamil menjadi mudah lelah. Hal ini dikarenakan gula darah rendah dan produksi darah segar cenderung rendah.

6. Mual dan muntah

Tanda ini enggak semua wanita merasakan ya moms. Mommy di kehamilan pertama dan kedua enggak mengalami mual dan muntah sama sekali. Tapi di kehamilan ketiga mommy merasakan mual dan muntah. Mual dan muntah ini biasanya di pagi, siang dan sore hari. Biasanya ini disebut dengan morning sickness. Kenapa kok kita bisa mual dan muntah? Mual dan muntah ini disebabkan karena hormon hCG dan ini akan mereda seiring kehamilan kita. Mommy sendiri bisa merasakan mual dan muntah di kehamilan ketiga, dari prediksi mommy karena hormon hCG mommy yang sangat tinggi karena babynya kembar. Kalau misalkan babynya hanya 1 mungkin mommy enggak merasa mual dan muntah. Jadi kalau moms enggak merasakan mual dan muntah belum tentu enggak hamil ya moms, karena mual dan muntah belum tentu tanda kehamilan yang akan dimiliki semua wanita. Setiap wanita berbeda dengan setiap tanda kehamilannya.

7. Sensitif pada bau

Ini mommy approve banget di semua kehamilan mommy. Mommy semuanya sensitif, padahal sebenarnya mommy itu orangnya enggak peka dan sensitif sama bau. Jadi menurut sebuah penelitian kepekaan hidung untuk mencium bau meningkat selama kehamilan.

8. Sering buang air kecil

Ini tanda yang sering banget enggak dikenali oleh ibu hamil ya moms. Padahal tanda sering buang air kecil ini dialami oleh semua wanita yang hamil muda. Kok bisa? Ketika kita hamil, perubahan hormon membuat kantong kemih kita lebih sensitif sehingga susah banget untuk menahan buang air kecil.

9. Mood swing

Mommy merasakan sendiri di semua kehamilan mommy. Kalau suka marah-marah itu kebiasaan kita karena lagi repot dan lain-lain. Tapi ketika kita mulai merasakan tanda kehamilan dari awal, kita tuh jadi lebay moms. Jadi kalau nonton sedih aja bisa nangis tersedu-sedu. Kalau kita cek cok sama suami hatinya kayak mellow banget. Kalau moms merasa lebih lebay dari sebelumnya, lebih gampang nangis jangan-jangan itu salah satu tanda kehamilan loh moms.

10. Sakit kepala dan pusing

Para ahli percaya ketika kita hamil, adanya peningkatan hormon yang membuat kepala kita menjadi sakit. Selain karena hormon ketika kita hamil itu biasanya detak jantung kita akan memompa lebih cepat sehingga membuat tekanan darah kita menjadi menurun. Itu kenapa kita sampai seperti mau pingsan, kepalanya sakit dan mommy merasakan di semua kehamilan mommy.

11. Sering merasa lapar

Di awal kehamilan kita membutuhkan sekitar 200 kalori per hari. Ketika ada janin di rahim kita, di dalam tubuh kita akan ada kerjasama antara kelenjar dan organ. Kelenjar dan organ ini akan memerintahkan tubuh kita untuk mengaktifkan hormon lapar, sehingga ketika kita hamil muda selalu ingin makan. Mommy dari kehamilan 1-3 selalu merasa lapar.

Nah bagaimana moms? Sudah jelaskan tentang tanda-tanda awal kehamilan? Jadi kalau moms sudah merasakan beberapa tanda-tanda awal kehamilan di atas segera konsultasi ke dokter kandungan ya moms.