Pregnancy

Twin Maternity Cinematic Video : Aladdin and Jasmine Theme

Momen kehamilan merupakan salah satu momen yang sangat berkesan ya moms. Lama kita menantikan kehadiran buah hati, lalu di dalam perut kita ada si janin yang sedang bertumbuh menanti hari lahirnya.

Momen ini pastinya sangat ingin kita abadikan ya moms. Sama halnya dengan mommy, walaupun kehamilan kali ini bukanlah anak pertama tapi tetap saja mommy dan keluarga ingin mengabadikannya.

Tapi kali ini berbeda dengan kehamilan-kehamilan sebelumnya, kali ini mommy enggak hanya mengabadikan lewat foto tapi mommy juga mengabadikannya dengan video.

Nah untuk pemotretan ketika hamil si kembar mommy dan daddy mengambil tema Aladdin moms. Louisse dan Loewy gemas banget menggunakan kostum ala Aladdin dan Princess Jasmine. Lucu banget deh. Mau lihat bagaimana keseruan kita mengabadikan momen kehamilan mommy kali ini? Play video di bawah ini.

Kesehatan · Pregnancy

Atasi Sakit Pinggang pada Kehamilan Muda atau Tua, Dijamin Berhasil

Hai moms, ketemu lagi di sesi #CurcolYukMom. Jadi pada kesempatan hari ini mommy akan curcol mengenai sakit pinggang pada kehamilan. Sakit pinggang ini adalah keluhan yang sering kita temui pada bumil. Dan faktanya sakit pinggang yang dialami bumil biasanya terjadi di trimester 1-3.

Jadi mommy sendiri belum lama ini hamil kembar mommy mengalami sakit pinggang start di trimester 1 sekitar usia kehamilan 2 bulan. Pada saat mommy usia kehamilan 2 bulan, sakit pinggang moms. Sempat mikir ini enggak salah nih sudah sakit pinggang sekarang baru usia kehamilan 2 bulan.

Tapi ternyata moms sakit pinggang yang mommy rasakan di trimester pertama hanya terjadi sekitar 2-3 hari dan membaik dengan sendirinya tanpa mommy sadari dan sekarang kalau ditanya lagi sakit pinggang lagi enggak? Iya. Jadi mommy saat sudah menuju di awal trimester 3 usia kehamilan mommy sudah merasa sakit pinggang banget. Setiap hari sakit pinggang. Dan memang faktanya sakit pinggang ini akan makin memburuk kalau sampai ada sakit di bagian punggung bawah.

Nah biasanya nih moms sakit pinggang yang diiringi dengan sakit punggung bawah ini akan dialami oleh bumil start di usia kehamilan akhir trimester 2 dan di awal trimester 3. Dan sakit pinggang ini di akhir akan makin meningkat seiring membesarnya rahim.

Enggak mau dong kita sakit pinggang terus, pastinya kita mau sehat-sehat aja selama kehamilan. Nah mommy akan memberikan tips mengatasi sakit pinggang. Tapis sebelum kita ke tips mengatasi sakit pinggang pada bumil, kita kenalan dulu dengan penyebab sakit pinggang pada bumil yuk.

Penyebab Sakit Pinggang pada Bumil

1. Pembesaran Daerah Perut

Jadi moms sakit pinggang yang bumil rasakan itu biasanya terjadi karena pembesaran perut. Sehingga bagian pinggang dan punggung bawah kita menopang berat yang lebih dari biasanya. Kayak mommy sendiri, menuju ke usia kehamilan 7 bulan awal trimester 3 perut mommy membesar, maka pinggang dan punggung belakang jadi nopang berat badan kita that’s why mommy merasakan sakit pinggang dan punggung bawah yang cukup luar biasa.

2. Hormon

Hormon relaxin saat hamil akan meningkat sehingga menyebabkan sendi-sendi di bagian pinggang membesar. Nah sendi di bagian pinggang membesar membuat pinggang kita menjadi lembek dan tidak kokoh untuk menahan berat badan tubuh kita.

3. Tekanan Rahim

Tekanan rahim selama kita hamil itu bisa menjadi salah satu penyebab utama kita bisa merasakan sakit pinggang yang luar biasa saat kehamilan. Kenapa? Karena tekanan rahim itu menekan akar syaraf sehingga membuat otot menjadi tegang dan menimbulkan rasa nyeri bagian pinggang.

Itu lah penyebab kenapa ibu hamil bisa merasakan sakit pinggang yang luar biasa selama kehamilan, tentunya kita bumil pasti pengen mengatasi sakit pinggang kita minimal jangan meningkat rasa sakitnya sampai kita persalinan. Nah berikut adalah cara untuk mengatasi sakit pinggang pada ibu hamil selama kehamilan yang sudah mommy buktikan.

Tips Mengatasi Sakit Pinggang pada Bumil

1. Olahraga

Walaupun kita sedang hamil, bukan menjadikan alasan dan kesempatan untuk kita malas-malasan dan tidak melakukan aktivitas apapun. Olahraga itu penting karena olahraga dapat melenturkan badan kita dan memperkuat otot badan. Carilah olahraga yang bisa memperkuat bagian perut bawah, kaki, tangan, pinggang dan punggung. Lalu carilah olahraga yang ringan ya moms seperti jalan kaki, yoga, berenang itu dapat memperkuat otot pinggang, punggung, perut bawah, kaki dan tangan kita.

Olahraga ringan itu dapat meminimalisir bagian sakit pinggang kita dan mommy sudah merasakan sendiri. Mommy awalnya malas olahraga, takut kontraksi. Tapi nyatanya setelah mommy olahraga ringan seperti yoga di rumah, jalan kaki di sekitar rumah sakit pinggang mommy sudah mulai berkurang yang tadinya parah banget.

2. Hindari Penggunaan High Heels

Namanya wanita kita maunya pakai high heels biar kita kelihatan seksi, jenjang kakinya walaupun hamil tetap mau cantik dong tetap pakai high heels. Tapi nyatanya penggunaan high heels pada saat hamil itu tidak memberikan efek yang baik pada kehamilan kita. Karena ketika kita hamil apalagi sudah mulai akhir trimester 3 dan awal trimester 3 yang sudah mulai muncul sakit pinggang dan punggung bawah, penggunaan high heels cuma bisa memberikan ketegangan, yang dimana berat badan kita bertumpu di kaki kita yang menjalar ke bagian pinggang dan punggung sehingga itu hanya akan membuat bagian sakit pinggang dan punggung bawah kita memburuk. Gunakan sepatu datar jangan gunakan high heels ya moms.

3. Hindari Duduk dan Berdiri yang Terlalu Lama

Jadi mommy merasakan sendiri nih, mommy kan boleh dibilang jarang banget bed rest moms. Mommy dari pagi sampai jam 9 malam pasti duduk atau enggak berdiri, bikin konten, non stop dari usia hamil muda dan yang mommy rasakan terlalu lama duduk dan berdiri hanya membuat sakit pinggang dan punggung bawah mommy makin memburuk, makin sakit. Ketika sudah menuju trimester 3 mommy sudah lebih banyakin duduk sebentar, tiduran miring di sofa. Kalau sudah berdiri agak lama, tiduran lagi.

Jadi minimal itu pinggang kita ada topangan sehingga enggak membuat bagian pinggang dan punggung bawah kita makin sakit. Yang mommy rasakan setelah mommy mencoba mengurangi duduk dan berdiri lama, banyakin tiduran tapi bukan berarti enggak melakukan aktivitas ya moms, cuma dikurangi aja aktivitasnya, sakit pinggang dan punggung bawah mommy sudah sangat teratasi moms.

4. Pijit Kehamilan

Kalau mommy flashback di kehamilan pertama dan kedua mommy, mommy hamil baik-baik aja dan fun fun aja. Enggak pernah merasakan sakit pinggang yang luar biasa. Walaupun memang beda ya moms waktu itu kehamilan baby tunggal sedangkan kehamilan ketiga ini adalah kehamilan baby kembar, cuma pada saat kehamilan pertama dan kedua mommy sering pijit kehamilan, seminggu 2x dan sekarang di hamil ketiga jarang pijit karena pandemi Covid-19 enggak berani manggil tukang pijit dan enggak berani pergi pijit, enggak pernah pijit sama sekali sehingga membuat sakit pinggang mommy itu makin berasa banget.

Jadi moms pijit kehamilan itu penting banget apalagi pijit yang bagian pinggang dan punggung bawah. Dengan kita melakukan pijit kehamilan itu bisa melemaskan otot dan relax. Akhir-akhir ini suami sudah mulai pijitin pinggang dan punggung bawah mommy, mommy sudah enggak merasakan sakit pinggang yang luar biasa. Masih sakit pinggang cuma still oke moms.

5. Kompres Pakai Air Dingin

Selama kehamilan ketiga ini mommy mengalami sakit pinggang yang cukup luar biasa. Sambil mommy tiduran di sofa mommy biasa kompres pakai es batu moms. Dan abis kompres enakan, seharian sudah enggak sakit. Bahkan biasa di malam hari mau tidur sakit pinggangnya berasa banget, habis kompres itu enggak berasa moms dan tidurnya enak. Dengan kita mengompres bagian pinggang kita, itu akan melemaskan otot ssehingga otot enggak tegang, sehingga tidak menyebabkan nyeri pada bagian pinggang dan punggung bawah kita.

6. Jangan Tidur Telentang

Ini harus banget dihindari ya moms. Dari kita kehamilan trimester pertama jangan pernah tidur telentang. Kalau bisa kita sebagai bumil biasakan untuk tidur miring ke kanan atau kiri. Jangan lupa bagian salah satu kaki ditekuk kemudian bagian pinggang dan punggung bawah kita berikan bantal. Jadi minimal pinggang dan punggung bawah kita bisa beristirahat sejenak dengan sandaran bantal tadi sehingga otot bagian pinggang dan punggung bawah relax. Dan otomatis sakit pinggang dan punggung bawah yang kita rasakan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

7. Jaga Berat Badan Ideal

Bukan berarti kalau bumil itu adalah kesempatan makan sebanyak mungkin, mau berat badannya tambah kayak gimanapun enggak papa. No, walaupun kita hamil tetap jaga berat badan ideal kita jangan sampai over. Dengan berat badan ideal itu akan mengurangi juga sekaligus sakit pinggang dan punggung bawah kita. Karena pinggang dan punggung bawah kita enggak perlu menopang berat badan yang over. Karena makin berat badan kita otomatis sakit pinggang dan punggung bawah yang kita rasakan akan makin meningkat, sehingga jaga berat badan ideal selama hamil itu penting.

Inilah semua 7 cara untuk mengatasi sakit pinggang pada ibu hamil pada trimester 1-3. Mau hamil muda hingga tua, sakit pinggang bisa teratasi kok moms dan bisa kita kendalikan minimal bisa berkurang jangan makin meningkat. That’s all untuk tips mengatasi sakit pinggang pada bumil, see you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

Kok masih mudah sudah program bayi tabung? Pertanyaan ini sering banget diberikan pada mommy. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah memangnya kosong berapa bulan? Jujur mommy itu kosong selama 6 bulan dari mommy sudah married.

Loh kok 6 bulan sudah program bayi tabung? Enggak bisa alami aja? Bukannya alami lebih bagus daripada bayi tabung? Toh biayanya juga lebih murah daripada bayi tabung dan banyak sekali persepsi di masyarakat bahwa bayi tabung itu kurang baik.

Sebelum mommy memberikan alasan kenapa mommy melakukan program IVF mari kita kenali dulu apa sih sebenarnya bayi tabung? Bayi tabung adalah proses kehamilan yang dilakukan di luar tubuh manusia. Di mana sperma dan sel telur dipertemukan di dalam 1 cawan dan setelah dipertemukan akan dibiarkan selama 3 hari sampai kita tahu apakah sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan menjadi sebuah embrio. Nah setelah mengetahui apa itu bayi tabung, mommy akan berikan alasan kenapa mommy masih muda melakukan program bayi tabung.

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

1. Mommy Tidak Subur

Mommy itu mulai haid dari mommy SMP, dan kalau haid bisa 2-3 bulan sekali. Orang lain siklusnya 30 hari bahkan 25 hari juga ada ya yang subur, mereka akan haid lagi, rutin. Sedangkan mommy 2-3 bulan baru bisa menstruasi lagi, enggak subur, enggak normal. Cuma dikarenakan mommy masih remaja dan memang merasa kalau menstruasi 2-3 bulan sekali bukannya lebih enak, bisa hemat pembalut, enggak usah repot dan kesakitan, jadi i don’t care.

Setelah mommy married, kejadian tersebut masih berlangsung. Bayangkan aja, kita kalau mau hamil otomatis kita harus punya sel telur yang subur dan matang, kalau mommy menstruasi 2-3 bulan sekali maka untuk presentasi hamil kebuang 2-3 bulan moms. Jadi mommy cuma bisa melakukan program hamil itu ketika mommy mens di 2 bulan kemudian. Yasudah 2-3 bulan dilewati, pas mommy program ternyata telur mommy banyak banget tapi telur enggak ada yang matang. Sedangkan sperma harus membuahi sel telur yang matang baru bisa jadi embrio. Kalau sel telur mommy itu tidak ada yang matang atau ukuran matangnya enggak sesuai standar yaitu 18mm otomatis sperma tidak bisa membuahi sel telur tersebut dan otomatis tidak ada kehamilan.

Mommy itu PCO (Polycistic Ovaries), jadi kalau dalam bahasa kedokteran adalah kejadian dimana seorang wanita itu memiliki sel telur yang sangat banyak tapi tidak ada yang matang satupun. Sehingga untuk ada presentasi terjadi kehamilan makin berkurang. Banyak orang beranggapan anak itu titipan dari tuhan jadi tunggu aja kalau tuhan sudah kasih pasti bakal hamil. Cuma moms mommy menemukan masalah lain lagi selain enggak subur, yaitu masalah kedua mommy di bawah ini.

2. Saluran Tuba Lengket

Jadi waktu itu di tahun 2011 atau 2010 kalau enggak salah, mommy melakukan operasi besar yaitu operasi usus besar. Mommy sempat usus buntu tapi dibiarkan karena masalah ekonomi jadi enggak operasi, dibiarkan selama 1 tahun yang akhirnya usus buntu itu bengkak dan pecah. Cairan dalam usus buntu itu lengket dan masuk ke bagian organ tubuh mommy termasuk usus besar mommy. Waktu itu perut mommy sampai besar banget. Kata dokter bisa selamat aja sudah syukur. Jadi waktu itu usus besar mommy dipotong setengah. Yasudah kirain setelah operasi sudah sehat, ternyata itu mempengaruhi saluran tuba mommy untuk proses kehamilan.

Jadi mommy sampai bingung kenapa enggak hamil, memang enggak subur tapi sudah makan obat subur, tapi kok tetap enggak hamil. Mommy coba cari di Google dan menemukan artikel yang meminta untuk coba cek tuba falopi apakah saluran tuba falopi itu lengket, enggak berfungsi atau dua-duanya.

Jadi waktu itu mommy langsung tes. Jadi waktu itu mommy melakukan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan Uterosalpingografi. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan sinar x dengan memakai cairan yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran tuba kanan dan kiri. Jadi cairan itu diumpamakan sebagai sperma, kalau bisa lewat berarti aman. Yang bagian kiri bisa lewat cairannya, sedangkan yang kanan mampet enggak bisa lewat cairannya.

Misal mommy sudah subur, telur sudah matang. Telur kan ada di kanan dan kiri, sperma masuk nih ke dalam perut kita lewat saluran tuba falopi itu yang kiri lewat tapi yang kanan enggak. Jadi presentasi mommy untuk hamil makin berkurang lagi.

That’s why mommy melakukan program bayi tabung. Karena selama 6 bulan mommy kosong dari mommy married, mommy itu boleh dibilang hampir tiap minggu konsultasi ke dokter, minum obat subur, suntik pemecah telur, dikasih tahu berhubungan badan kapan tapi enggak kunjung hamil.

Makanya dokter Robi di Grand Family yang menangani mommy, menyarankan untuk program bayi tabung aja. Nah itu adalah alasan kenapa mommy langsung program bayi tabung. Dan mommy program bayi tabung di IVF Menteng Morula Bunda dengan dokter Nando. Jadi begitulah alasan kenapa mommy walaupun masih muda tetap melakukan program bayi tabung, semoga bisa menjawab moms semua yang masih bertanya-tanya ya. See you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy

Twin Boys or Twin Girls? – Gender Reveal Party

Saat kita sudah tahu kita hamil, salah satu hal yang ditunggu adalah mengetahui apa jenis kelamin si Kecil, benar kan moms? Tidak hanya kita sebagai orangtua, tapi seluruh keluarga besar, kerabat dan teman kita juga excited untuk mengetahui apa jenis kelamin si Kecil.

Untuk memberitahu keluarga dan teman-teman, mommy memutuskan untuk mengadakan Gender Reveal Party seperti yang sedang marak dilakukan oleh ibu-ibu hamil saat ini. Louisse menebak twin girls sedangkan Loewy menebak twin girls.

Jadi mommy hamil twin boys atau twin girls? Penasaran? Play video di bawah ini ya untuk mengetahui hasil tebakan siapa yang benar.

Pregnancy

Perbedaan Kontraksi Hamil Tunggal vs Hamil Kembar

Mommy masuk rumah sakit pada 24 November 2020 di usia kehamilan kembar 31 minggu karena mommy mengalami kontraksi yang cukup luar biasa. Di sharing kali ini mommy akan share tentang pengalaman kontraksi yang mommy rasakan dan bagaimana sih sebenarnya cara membedakan kontraksi palsu dan kontraksi asli.

Dulu pertama kali mommy hamil yang Louisse mommy enggak pernah mengalami kontraksi yang ada mommy malah memicu kontraksi. Tapi di kehamilan kedua pas hamil Loewy Axell itu mommy mengalami kontraksi palsu. Jadi waktu itu usia kehamilan mommy sudah 37 minggu, karena nunggu tanggal cantik untuk melahirkan yaitu 14 Februari 2019 jadinya belum melahirkan. Tapi ternyata di tanggal 7 Februari 2019 mommy merasakan kontraksi.

Jadi kontraksi yang pertama kali rasakan itu mommy merasa mules pengen BAB, agak nyeri-nyeri tapi pas ke toilet enggak keluar sama sekali cuma BAK. Terus tidur lagi tapi nyeri lagi kayak mau BAB, jadi bolak balik WC terus ada 10-20x tapi enggak bisa BAB. Sampai bikin enggak bisa tidur dan keringat dingin.

Setelah mommy cari tahu ternyata itu adalah kontraksi, buru-buru mommy ke rumah sakit untuk tes CTG yaitu tes untuk melihat level kontraksi yang kita rasakan. Setelah mommy sudah cek CTG selama 1 jam, ternyata dokter mengatakan kontraksi yang mommy rasakan itu masih level rendah belum waktunya persalinan. Cuma pada saat itu mommy takut nanti kalau anaknya beneran keluar, pecah ketuban jadi mommy langsung buru-buru pada hari itu mommy operasi sesar untuk melahirkan Loewy.

Tapi semenjak hamil kembar kontraksi sudah menjadi makanan sehari-hari mommy. Dan ternyata kontraksi itu banyak sekali macamnya moms. Dan kita harus membedakan agar kita bisa tahu mana kontraksi palsu dan kontraksi asli.

  • INFO PENTING : CTG adalah alat yang digunakan untuk memantau aktivitas dab denyut jantung janin, serta kontraksi rahim saat bayi berada di dalam kandungan. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat mengevaluasi apakah kondisi janin sehat sebelum dan selama persalinan.

Macam-macam Kontraksi pada Ibu Hamil

1. Kontraksi Dini

Jadi kontraksi dini ini mommy sudah merasakan di hamil kembar dan hamil tunggal. Kontraksi dini bisa terjadi karena adanya penyesuaian akibat adanya kehamilan. Jadi kontraksi dini ini biasanya juga terjadi di trimester awal. Kalau hamil tunggal yang mommy rasakan dari pengalaman mommy sendiri, itu kram perut kayak mau menstruasi, tapi sebentar-sebentar hilang, hilang muncul terus. Tapi kram perutnya tidak menimbulkan nyeri dan tidak menimbulkan bercak darah.

Kalau sampai kontraksi dini lalu disertai dengan nyeri perut dan bercak darah segera ke rumah sakit karena takutnya embrionya lepas dari rahim alias kita mengalami keguguran seperti yang pernah mommy rasakan, adik ipar mommy rasakan bahkan adik mommy sendiri juga merasakan.

Di kehamilan tunggal, kontraksi dini yang mommy alami itu paling cuma 1 minggu pertama aja jadi enggak akan sepanjang trimester pertama. Bedanya kalau hamil kembar yang sekarang mommy rasakan kontraksi dini mommy rasakan sepanjang trimester awal. 3 bulan selalu kontraksi dini. Kenapa bisa begitu? Jadi penyesuaian perubahan tubuh yang mommy alami di rahim mommy itu jauh lebih besar, 2x lipat dibanding hamil tunggal sehingga kontraksi dini mommy rasakan sepanjang trimester awal. 3 bulan selama kehamilan tapi ya itu paling cuma kram perut aja sebentar datang dan pergi tentunya enggak ada bercak darah ya moms. Dan tentunya dokter juga support mommy dengan memberikan obat-obatan anti kontraksi dengan dosis yang rendah dan setiap hari mommy konsumsi.

2. Kontraksi Palsu

Biasa akan dirasakan oleh ibu hamil di awal trimester kedua start di usia kehamilan 4 bulan. Jadi kontraksi palsu ini biasanya jarang terjadi dan enggak konsisten. Jadi, tiba-tiba kita merasa perut kita agak aneh di waktu-waktu tertentu lalu agak sedikit kram, kencang. Kenapa ini bisa terjadi? Kontraksi palsu bisa terjadi di trimester kedua karena otot-otot rahim kita sedang mempersiapkan untuk persalinan kita nanti di trimester ketiga.

Nah kontraksi palsu yang mommy rasakan di hamil tunggal, itu pas photoshot naik gunung itu capek banget karena usianya sudah besar waktu itu, nah karena kecapekan, kurang minum dan makan pas lagi mau tidur perutnya kayak kencang tapi enggak menimbulkan nyeri. Rasa kencang yang kita alami itu paling beberapa menit aja dan datang lagi beberapa menit kemudian. Biasanya dengan kita tidur yang nyenyak, asupan makanan yang cukup dan minum air yang banyak akan berangsur hilang dengan sendirinya yang penting jangan kecapekan.

Bedanya kalau hamil kembar yang mommy rasakan, kontraksi ini sudah setiap hari mommy rasakan. Kontraksi palsu ini mommy alami di sepanjang trimester kedua moms. Jadi hamil kembar itu biasa mommy pagi aktivitas ringan, malamnya biasa sekitar jam 9 atau 10 malam pas mau tiduran 2 anak itu perut sudah enggak enak, kencang banget, mau tidur juga susah banget nyari posisi yang enak dan bisa bikin keringat dingin. Dan itu biasa mommy rasakan beberapa menit dan berulang-ulang, tapi untungnya karena mommy cukup rajin mengonsumsi obat anti kontraksi dari dokter yang dosisnya lebih tinggi sedikit dibandingkan di trimester pertama itu ngebantu, jadi lebih merilekskan rahim mommy, perut mommy enggak kencang dan mommy bisa tidur.

Kenapa sih ini bisa terjadi? Ini terjadi pada ibu hamil mau hamil tunggal ataupun hamil kembar. Jadi ini normal terjadi ya moms. Cara mencegahnya adalah, jangan kecapekan, jangan dehidrasi, jangan kurang asupan makan dan tentunya jangan stres.

3. Kontraksi saat Berhubungan Intim

Jadi biasanya di hamil tunggal, dokter akan menyarankan kepada suami istri untuk stop berhubungan intim di trimester pertama. Dan boleh melakukan hubungan intim lagi start di trimester kedua di usia kehamilan 4-7 bulan. Lalu akan stop lagi di usia kehamilan 8 bulan. Kenapa? Karena sperma ini mengandung suatu hormon yang bisa memicu kontraksi pada rahim, sehingga dikhawatirkan kalau ibu hamil tunggal itu berhubungan intim di usia 8 dan 9 bulan dimana sudah mendekati waktu persalinan tapi belum waktunya untuk melahirkan nanti bisa memicu kontraksi atau persalinan prematur.

Tapi ada juga beberapa moms yang melakukan hubungan intim untuk memicu kontraksi salah satunya mommy. Pada kehamilan pertama, Louisse Scarlett sudah 40 minggu enggak mau keluar karena mommy pengen kelahiran normal kalau bisa jangan sesar akhirnya mommy memicu kontraksi dengan berhubungan intim di usia kehamilan 37 minggu agar anaknya bisa cepat keluar.

Beda halnya dengan kehamilan kembar, di kehamilan kembar dokter akan menyarankan tidak boleh sama sekali berhubungan intim karena hamil kembar itu lebih rentan untuk memicu persalinan prematur atau kontraksi. Jadi di kehamilan kembar, mommy melakukan hubungan intim start di usia kehamilan 4-6 bulan dan pernah di kehamilan usia 6 bulan itu mommy habis melakukan hubungan intim perut mommy kram parah, nyeri parah sampai harus minum obat kontraksi, yang tadinya sudah minum jadi minum lagi. Kalau enggak itu sudah panas dingin dan susah tidur moms. Jadi belajar dari pengalaman mommy, moms jangan melakukan hubungan intim pada saat kehamilan kembar.

4. Kontraksi Persalinan Prematur

Jadi kontraksi persalinan prematur ini akan kita alami di usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Jadi kontraksi ini biasanya lebih konsisten, 10-20 menit kita biasanya akan merasakan kram dan nyeri perut dan itu akan hilang tapi akan berulang lagi dan berlanjut sampai 1 jam bahkan 2 jam kemudian seperti yang mommy rasakan. Kalau hamil tunggal seperti yang sudah mommy ceritakan di awal sharing tadi ya moms, di kehamilan kedua mommy merasa mulas, berasa mau BAB itu juga kontraksi persalinan prematur. Tapi itu masih belum persalinan yang sesungguhnya nih moms.

Sedangkan yang mommy rasakan di kehamilan kembar mommy itu biasanya kalau kontraksi memang setiap hari ya moms, kram, nyeri, sesak nafas apalagi mommy sudah di trimester akhir. Mommy di usia kehamilan 31 minggu itu sesak nafas kalau mommy tiduran pasti sesak nafas, kemaren 23 November 2020 pas mommy lagi tiduran sesak nafas hilang, tapi perutnya turun moms. Jadi si janin, mommy merasakan banget lagi rebutan turun ke bagian vagina, bagian vagina mommy sakit banget moms. Pas dipegang perutnya sakit, jadi enggak cuma nyeri tapi beneran pas dipegang itu sakit dan babynya itu menekan bagian miss v mommy dan kantung kemih sehingga mommy 1 jam bisa bolak balik ke WC 10-15x dan BAK sakit banget.

Terus yang mommy rasakan mommy panas dingin, sudah minum obat kontraksi enggak ngefek, enggak bisa tidur, berusaha untuk menenangkan tapi ujungnya tetap enggak bisa bahkan mommy pas ke toilet itu miss v mommy merasa kayak ada pembukaan gitu lebih lebar, syok mommy. Jadi di tanggal 24 November 2020 mommy langsung datang ke rumah sakit dan tes CTG ternyata hasilnya kontraksi mommy itu sedang tapi sering, yang dikhawatirkan dokter kalau sampai mommy pulang dan mommy enggak disupport dengan obat-obatan nanti kontraksinya berlanjut dan bisa jadi persalinan yang sesungguhnya padahal usia kandungan belum cukup masih 31 minggu.

Akhirnya mommy diputuskan untuk rawat inap, mommy diinfus anti kontraksi. Dokter menyarankan untuk 1×24 jam terus infus terus biar kontraksinya hilang. Mommy sekarang sih sudah merasa enakan, enggak kram, sudah relax, enggak kontraksi lagi dan si janin kayak sudah naik lagi posisinya enggak menekan bagian vagina mommy lagi makanya mommy agak sesak nafas lagi moms.

Nah pas mommy tanya kok bisa begitu ke dokter, dokter menjelaskan bahwa kontraksi itu terjadi ketika kita kelelahan, dehidrasi, kurang asupan makan dan memang resiko rentan pada ibu hamil kembar pada saat kontraksi itu babynya rebutan mau cari jalan keluar, kalau kita diamkan terus menerus nanti yang ada air ketubannya pecah.

Selain infus anti kontraksi, mommy juga dimasukkan obat kematangan paru jadi untuk mempersiapkan kalau sampai amit-amit mommy mengalami persalinan prematur, paru-paru kedua baby mommy sudah matang saat dilahirkan, sehingga tidak menimbulkan komplikasi.

Kontraksi persalinan prematur itu bisa dialami oleh siapa aja? Ibu hamil kembar, serviks atau rahim seorang ibu itu abnormal, ibu hamil yang mengonsumsi narkoba atau perokok, terlalu kelelahan.

Semoga sharing mommy kali ini bisa membantu moms semua agar dapat membedakan mana kontraksi asli dan mana yang palsu ya moms.

Pregnancy · Review Produk

Review Maternity Belt, Korset Hamil Terbaik dan Recommended

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms, seperti dengan janji mommy akhirnya mommy bisa mereview maternity belt terbaik sepanjang masa. Jadi sebelumnya mommy sudah belanja 5 macam maternity belt yang memang direkomen untuk digunakan oleh ibu hamil. Kita akan bahas 1 per satu dimulai dari yang paling mahal dulu ya.

1. Belly Bandit : Rp. 750.000

Yang mommy rasakan setelah 2-3 minggu pemakaian mommy merasa enak banget, jadi ini benar-benar nopang dan waktu pakai juga enggak terlalu nekan dan enggak berasa padahal perut keangkat ya moms, enggak bikin gerah. Mommy cukup suka sama Belly Bandit. Untuk cara pemakaiannya juga mudah banget. Dipakai saat tidur aja enggak berasa moms.

2. Carriwell : Rp. 460.000

Jadi ini mommy beli yang ukuran L. Ini besar banget dan bagian perekatnya kurang bagus, jadi benar-benar enggak nopang padahal harganya mahal ya moms. Menurut mommy kurang banget, mungkin ini bisa kepakai di trimester ketiga pas dekat mau lahiran. Cuma masalah utamanya adalah ketika kita pakai maternity belt kan kita mau investasi jangka panjang juga ya yang bisa elastis bisa kita pakai pada saat kita trimester awal sampai mau lahiran kita masih bisa pakai, jadi enggak perlu beli ulang. Jadi menurut mommy sih ini kurang ya moms. Menurut mommy enggak worth it. Untuk cara pemakaiannya bagian yang lebarnya di posisi perut depan lalu kaitkan perekatnya di bagian belakang.

3. Mooimom : Rp. 450.000

Ini maternity belt dari Mooimom terbuat dari bambu dan maternity belt ini sebenarnya mommy sudah pakai dari kehamilan pertama mommy. Yang kembar ini mommy pakai lebih awal karena memang perut mommy berasa lebih turun, sudah penuh banget dan lebih berat. That’s why dokter Nando (dokter kandungan mommy) sudah menyarankan mommy untuk menggunakan maternity belt dari usia kehamilan start 16 minggu atau 4 bulan. Karena memang berasa banget ya moms, selama kehamilan kembar ini beda banget sama kehamilan biasa.

Hamil kembar itu mommy sakit punggungnya berasa banget, dari trimester pertama sudah ngeluh sakit punggung. Nah pakai maternity belt dari Mooimom, trust me dari kehamilan pertama dan kedua itu mommy selalu nyaman. Ketika kehamilan ketiga yaitu hamil kembar ini mommy sudah jarang banget back pain, padahal di trimester awal, baru usia kehamilan 3 minggu kerjaannya ngeluh sakit pinggang, sakit punggung. Tapi sekarang pakai maternity belt dari Mooimom sudah jarang ngeluh, karena benar-benar ngebantu banget untuk bagian pinggangnya.

Lalu keunggulan yang selanjutnya, mommy kan enggak bisa diam walaupun hamil kembar. Kalau ibu hamil kembar biasanya bed rest, tapi mommy setiap hari itu aktivitas, bikin content terus, gerak terus. Bayangkan ya moms, dalam 1 hari mommy biasanya istirahat 1 jam aja di kamar, sisanya setelah istirahat mommy harus tidurin anak, bikin susu, gendong anak segala macam, belum lagi enggak bisa tidur dan anak jadi rewel karena enggak bisa tidur juga. Jadi benar-benar full activity setiap hari, dan sebelum pakai maternity belt dari Mooimom berasa naik tangga aja berat banget, tapi after pakai ini ngangkat banget bagian perut sehingga minimal posisi janin itu enggak berubah.

Dan yang terakhir yang paling mommy rasain adalah kram perut di kehamilan kembar ini berasa banget. Itu mommy merasa kram perut lebih agak teratasi, setelah mommy baca ternyata maternity belt dari Mooimom itu bisa membantu kelancaran peredaran darah kita, that’s why mommy enggak merasa kram perut lagi. Dan yang paling disukai oleh para ibu hamil adalah namanya ibu hamil pasti gerah ya, panas, lepek, enggak bisa pakai baju ketat sedikit, tapi maternity belt Mooimom ini karena terbuat dari bambu jadi enak banget, kita pakai ini dari pagi sampai malam enggak akan berasa gerah, enggak merasa gatal. Nyaman banget, bahkan dibawa tidur juga enggak masalah. Jadi ini recommended banget dan memang membantu banget untuk ibu hamil.

Ini mommy beli yang size XL, walaupun begitu tetap bisa mengikuti bentuk tubuh kita. Kalau kalian beli jangan beli yang kecil ya, mending beli yang gede sekalian.

4. Tally : Rp. 35.000

Kekurangannya itu adalah walaupun sudah mommy kencangin maternity beltnya, tapi tetap aja menggelembung di bagian atasnya ini jadi enggak pas. Buat mommy after pakai ini enggak begitu nopang berat perut mommy, enggak keangkat, hampir kayak enggak pakai. Jadi agak wasting juga. Bahannya enggak sehalus Sorex. Bagian perekatnya walaupun mommy baru pakai 2x sudah enggak kencang. Jadi buat mommy kurang sih maternity belt dari Tally.

5. Sorex : Rp. 35.000

After pemakaian cukup lama, maternity belt dari Sorex ini adalah yang termurah dari maternity belt yang mommy beli ya. Sorex ini cukup halus bahannya, terbuat dari katun. Kalau dari mommy pribadi ini menopang bagian perut mommy tapi cuma dalam waktu beberapa hari ke depan. Tapi after menggunakan maternity belt ini kan mommy cuci, bagian perekatnya sudah mulai enggak kencang kayak pertama kali beli. Sedangkan kita sebagai ibu hamil kan biasa kita pakai dari trimester awal di bulan ketiga. Menurut mommy Sorex ini kurang ya kalau dipakai untuk jangka panjang, tapi kalau untuk dipakai beberapa hari untuk menopang perut sih bisa. Selain itu, bagian buntalan yang di depan itu besar banget, jadi ketika kita pakai dress atau tanktop ini kelihatan banget.

Jadi moms dari pengalaman mommy, yang mahal itu enggak selalu terbaik, yang murah itu juga enggak selalu yang terjelek. Jadi maternity belt yang cukup mommy sukai di sini ada beberapa yaitu Belly Bandit, Mooimom dan Sorex. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan ya moms. Kalau yang Tally itu mommy enggak rekomen banget karena perekatnya ini sudah enggak lengket otomatis ini sudah enggak bisa nopang, memang sih harganya enggak terlalu mahal tapi untuk apa kita beli kalau misal hanya kepakai beberapa hari aja. Dan kalau untuk Carriwell ini sudah mahal, enggak nopang perut mommy. Padahal ini mommy beli ukuran L tapi ini besar banget, jadi ini bukan investasi yang oke menurut mommy.

Yang Belly Bandit ini lumayan sih pas dipakai enggak ketekan, cuma yang jadi masalah utama adalah Belly Bandit ini kan ada 2 kain dan terpisah antara 1 kain dengan kain lainnya jadi yang ditakutkan kalau kita cuci takut ilang aja, harganya juga mahal jadi menurut mommy kekurangannya hanya harganya agak sedikit mahal dan ini takutnya hilang pas dicuci kalau untuk yang lainnya seperti pemakaiannya mommy cukup nyaman dan ini nopang banget.

Yang kedua ini Mooimom, mommy suka banget dan mommy benar-benar rekomen banget untuk para ibu hamil. Harganya masih masuk akal kita pakai dari trimester pertama hingga mau lahiran itu oke dan kainnya ini ada 2 tapi enggak misah ya moms. Jadi bedanya sama Belly Bandit ini dicuci enggak bakal ilang, dan walaupun dicuci berkai-kali perekatnya juga tetap kencang moms dan ini terbuat dari bambu,

Dan yang ketiga menurut mommy Sorex lumayan. Walaupun sebenarnya lama kelamaan bagian perekatnya enggak bakal lengket lagi ya moms tapi still oke bisa dipakai dalam waktu yang cukup lama dibandingkan dengan yang Tally ini.

Tapi untuk mommy dari semuanya mommy sangat rekomen kalian untuk beli aja yang Mooimom. Ini benar-benar investasi yang cukup menjanjikan, mommy pakai ini dari mommy hamil yang pertama sampai hamil yang ketiga ini. Dan dari hamil pertama itu enggak rusak, masih bagus dan kencang banget. Jadi menurut mommy ini worth it banget dibeli, maternity belt terbaik sepanjang masa.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Mengalami OHSS saat Program Bayi Tabung, Perut Jadi Membesar 110cm!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms. Karena banyak banget dukungan dari para mommy-mommy yang mungkin sekarang lagi program bayi tabung dan ingin tahu lebih detail mengenai penyakit OHSS, akhirnya mommy memutuskan untuk sharing hari ini. Kalau mommy ngomongin OHSS itu menjadi trauma buat mommy ya moms. Gimana enggak trauma moms, OHSS yang mommy alami itu sebanyak 2x.

Nah di sini mommy akan mengupas tuntas apa sih sebenarnya itu OHSS? Kenapa sih kita bisa OHSS? Apa yang harus kita hindari dan lakukan kalau sampai kita mengalami OHSS?

Apa Itu OHSS?

OHSS atau Sindrom Hiperstimulasi Ovarium adalah efek samping yang umum terjadi dari terapi kesuburan yang menghasilkan telur-telur di ovarium menjadi banyak karena obat-obatan yang digunakan selama program bayi tabung (IVF). Jadi ketika kita melakukan program bayi tabung, dokter sudah ACC, kita akan diberikan obat kesuburan yang disuntikkan ke perut kita selama 7-10 hari, tergantung dari telur kita sudah cukup besar atau belum dan juga tergantung dari dosis obat kesuburan yang diberikan dari dokter. Nah ketika obat kesuburan ini menginduksi sel telur kita, lalu sel telur kita bereaksi berlebihan atau abnormal daripada biasanya ini lah yang akan menyebabkan seorang wanita yang melakukan terapi kesuburan seperti program bayi tabung bisa mengalami komplikasi yaitu OHSS.

Ketika kita mengalami OHSS bagian ovarium kita membengkak, ketika ovarium kita membengkak, cairannya itu keluar. Cairannya keluar ke rongga perut, dada dan ini lah yang mommy alami. Cairan keluar, menumpuk ke rongga perut sampai dada bahkan jantung yang membuat kita enggak nyaman.

Gejala OHSS :

* Perut membesar tidak sesuai usia janin
* Kembung
* Banyak cairan
* Mual muntah
* Susah BAB dan BAK

Nah OHSS ini sendiri terdiri dari 3 macam :

1. OHSS Ringan

OHSS ringan ini adalah terjadi pembengkakan sedikit di ovarium sehingga cairannya keluar sedikit dari ovarium ke rongga perut yang akan menyebabkan nyeri perut ringan, mual muntah ringan dan kembung ringan. Biasanya kejadian ini akan berlangsung selama 1-2 minggu aja dari embrio transfer dan secara bertahap akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya tanpa disadari ya moms.

2. OHSS Sedang

Ini mommy alami di program kehamilan bayi tabung yang pertama. Jadi OHSS sedang itu biasanya ada pembengkakan lebih besar sedikit di bagian ovarium sehingga menyebabkan keluarnya cairan ke rongga perut dan dada itu lebih banyak dibandingkan yang OHSS ringan tadi.

Yang mommy rasakan dari pengalaman mommy setelah mommy embrio transfer, 3 hari kemudian mommy itu sudah merasa kram perut, mual, muntah, kembung, terus enggak enak badannya. Lalu mommy merasa berat badan langsung naik sampai 2kg. Jadi dalam waktu kurang lebih seminggu mommy naik berat badan sampai 5kg dan mommy merasa ada cairan dalam perut mommy.

Cuma setelah mommy konsultasi sama dokter Nando, dokter Nando bilang banyakin aja makan putih telur ayam kampung. Jadi pada saat itu mommy makan 10 putih telur ayam kampung setiap hari, non stop untuk meredakan rasa kembung dan mengurangi cairan di perut mommy. Akhirnya setelah mommy sudah cek positif hamil, kurang lebih 1 bulan mommy alami OHSS sedang ini sampai mommy USG ovarium masih sempat bengkak sedikit. Setelah sebulan itu berangsur-angsur cairan di perut mommy itu mulai hilang, berkurang sampai akhirnya sudah enggak ada lagi.

Jadi mommy memang merasa enggak enak sih moms tapi masih bisa mommy atasi kembung dan gejala OHSS tadi dengan memperbanyak makan putih telur ayam kampung. Kalau menurut mommy OHSS sedang ini masih oke ya moms dan masih bisa diatasi komplikasi dari program bayi tabung mommy yang pertama ini. Dan biasanya buat para moms yang sampai mengalami OHSS biasanya itu presentasinya 70% itu program bayi tabungnya berhasil. Jadi walaupun kita mengalami OHSS ini jangan sedih karena ternyata kita bisa positif hamil dari program bayi tabung yang sudah kita jalankan moms.

3. OHSS Berat

Ini berat banget buat mommy juga untuk flashback lagi, mommy merasa ini penting banget untuk dishare. Jadi OHSS berat ini bisa kita rasakan karena adanya pembengkakan yang sangat besar di ovarium kita dan cairan bebas keluar ke rongga perut, dada bahkan sampai ke jantung. Dan itu mommy rasakan di program bayi tabung kedua.

Dari pengalaman mommy setelah embrio transfer, 3 hari kemudian mommy sudah merasakan perut enggak enak banget, cairan banyak banget di perut mommy, kembung banget, setiap makan langsung muntah, jadi benar-benar susah banget untuk masuk makanan, susah BAB dan BAK. Tidur apalagi, susah banget ya moms padahal pada saat itu kita juga lagi nungguin hasil bayi tabungnya positif atau enggak, harusnya mommy makan makanan yang bernutrisi agar program bayi tabungnya berhasil.

Jadi pada saat itu mommy cek berat badan mommy dalam 3 hari setelah embrio transfer naik 5kg. Sebenarnya enggak papa naik tapi yang wajar-wajar aja, kalau sampai drastis kan serem juga ya moms. Saat itu mommy tetap makan putih telur ayam kampung sesuai dengan anjuran dari dokter yaitu 10 biji per hari.

Lalu setelah itu, mommy diemin aja makin hari berat badan mommy makin bertambah, perut mommy makin besar. Sampai akhirnya dalam kurun kurang lebih 1 bulan berat badan mommy 20kg. Lebih besar daripada pas mommy mau lahiran. Lingkar perut mommy besar banget, 110cm. Baru juga nungguin hamil atau enggak masa perut sudah sebesar itu, cairan dimana-mana semua keisi ke perut sampai ke dada, jantung, tulang punggung mommy kerendam, usus juga kerendam.

Enggak bisa ngapa-ngapain moms, setiap hari keluar keringat dingin terus. Bahkan ketika tiduran dan mau bangung enggak bisa bangun sendiri mesti dibantuin, karena tulang punggung kerendam sama cairan lama banget, enggak ada tenaga. Sesak napas juga, detak jantung kencang banget. Mommy merasa surga sudah dekat, sudah pusing deh. Mommy sama daddy sudah stres banget.

Mommy kan enggak bisa makan, nangis terus kerjaannya, sampai bagian vagina mommy bengkak besar banget karena cairannya turun ke sana. Sudah enggak tahan akhirnya ke dokter. Inget banget pada saat itu sedang lebaran, bayangin aja. Dokter Nando juga lagi cuti, makanya diganti sama dokter lain. Enggak pas banget timingnya mommy masuk ke rumah sakit.

Mommy dicek segala macam sampai nginap di rumah sakit 5 hari, pertama kali mommy rawat inap 5 hari itu mommy dikasih cairan lewat pembuluh vena enggak boleh minum dan lain-lain dulu akhirnya setelah dicek, 2 hari di rumah sakit tanpa tindakan ternyata dokter memutuskan mommy untuk melakukan tindakan Parasentesis itupun mommy yang paksa untuk keluarin cairannya gimana caranya. Jadi Parasentesis itu adalah tindakan mengeluarkan cairan dari perut.

Waktu itu mommy ingat mommy dibawa ke ruangan lalu perut mommy dibelek, dibius lokal, dimasukin jarum yang panjang banget sampai ke perut terus dimasukin selang akhirnya cairannya keluar. Cairan yang keluar itu pun kuning kental, cairan tubuh kita. Itu pertama kali mommy mengeluarkan 5 liter dari perut dan rasanya sudah enakan. Lalu pulang ke rumah.

Setelah sudah pulang 2 hari kemudian besar lagi, bengkak lagi sama lagi seperti sebelumnya, masuk rumah sakit lagi rawat inap 3 hari kalau enggak salah, ambil lagi cairannya itu 8 liter. Pulang lagi, 3 hari lagi balik lagi rumah sakit lakukan Parasentesis lagi sampai akhirnya mommy minta tolong sampai kering kalau bisa, jadi waktu itu terakhir sampai keluarin 12 liter. Total semua mommy mengeluarkan 25 liter cairan dalam tubuh mommy karena OHSS.

Dan akhirnya, thanks God walaupun bengkak lagi tapi enggak parah, masih bisa diterima moms. Banyakin makan putih telur ayam kampung sampai 20 butir, banyakin asupan cairan pokoknya dicoba terus moms kalau bisa diatasi sendiri enggak usah ke rumah sakit, enggak usah melakukan Parasentesis lagi. Jadi mommy mengalami OHSS berat ini sampai usia kehamilan 3 bulan ya moms. Mommy 3 bulan itu perut sudah kayak hamil 6 bulan 7 bulan tapi berangsur dari usia hamil 3 bulan itu bertahap cairannya berkurang bahkan sampai benar-benar hilang.

Itu cerita OHSS mommy dan kalau misal ditanya mommy habisin berapa untuk OHSS, itu sudah kayak 1x program bayi tabung. Mahal banget, tapi mau gimana daripada mommy menderita dan mommy enggak dapat nutrisi sama sekali dan benar-benar merasa kayak mau meninggal. Itu menderita banget enggak bisa makan dan ngapa-ngapain. Itu benar-benar sebuah penderitaan besar banget, trauma yang besar juga buat mommy.

Di kehamilan ketiga ini mommy enggak mengalami OHSS sama sekali karena kehamilan ketiga ini mommy itu cukup masukin embrio yang difrozen ke dalam perut, enggak melakukan terapi suntik obat kesuburan ulang ke perut.

Jadi kalau kita enggak mau sampai mengalami OHSS jangan buru-buru langsung embrio transfer, jadi mendingan embrionya dibekukan dulu tunggu sampai 1-3 bulan, rahim kita sudah bagus, ovarium enggak bengkak lalu embrio transfer itu akan meminimalisir OHSS. Agar enggak sampai terjadi OHSS seperti yang mommy alami di kedua kehamilan mommy sebelumnya.

Buat moms yang sekarang sedang atau berencana program bayi tabung enggak usah worry. Tenang aja moms karena OHSS ini hanya dialami 3-8% dari seluruh wanita yang melakukan bayi tabung dan OHSS itu tadi ada 3 tingkat yaitu ringan, sedang dan berat. Yang berat itu dialami hanya 1% dari wanita yang melakukan program bayi tabung, Jadi mommy termasuk orang yang sangat beruntung bisa mengalami OHSS berat ini. Tapi mommy enggak menyesal, sedih dan takut, karena mommy jadi ada pengalaman yang bisa dishare, mommy positif hamil dan mommy akhirnya punya anak kedua yang super lucu walaupun sudah melalui OHSS yang berat di awal.

Siapa aja sih yang bisa mengalami OHSS?

Biasanya wanita berumur di atas 35 tahun, yang mengalami PCOS (yang biasa menstruasinya terlambat), wanita yang memiliki tingkat esterogen tinggi selama terapi kesuburan dan memiliki riwayat OHSS sebelumnya kayak mommy. Pertama kali OHSS sedang, pas terapi kesuburan kedua mommy mengalami OHSS berat.

That’s all mengenai OHSS, tenang aja moms, mungkin sekarang moms sedang mengalami mual, muntah dan kembung setelah embrio transfer jangan lupa untuk perbanyak nutrisinya, jangan lupa perbanyak cairan dalam tubuh dan yang paling penting konsumsi putih telur ayam kampung 10 biji setiap hari, itu bisa mengatasi kembung yang kita rasakan.

Pregnancy

Perbedaan Hamil Anak Cewek dan Hamil Anak Cowok

Hari ini mommy akan share tentang perbedaan hamil baby girl dan baby boy. Seperti yang moms sudah tahu mommy sudah memiliki pengalaman hamil baby boy dan girl. Nah untuk pengalaman hamil ini sudah cukup oke lah. Berikut adalah perbedaan hamil baby girl dan baby boy versi mommy :

1. Bentuk Perut

Pas mommy hamil baby Louisse yaitu baby girl perut mommy itu bentuknya lebar ke samping, besar banget dan banyak baju yang enggak muat moms. Sedangkan pas mommy hamil baby Loewy perut mommy itu maju ke depan jadi kayak sudah mau pecah tuh. Dan memang pas hamil baby boy banyak baju yang masih bisa dipakai, jadi beda yang pertama adalah soal bentuk perut.

2. Stamina

Jadi pas mommy hamil baby girl mommy merasa staminanya fit banget, malah merasa kayak enggak hamil. Buktinya mommy di umur kehamilan 7 bulan mommy masih bisa naik gunung, pas hamil baby Loewy setiap hari kerjaannya capek terus, setiap hari ngeluh terus sama suami. Sampai suami bilang pas hamil baby Louisse enggak pernah ngeluh, ini pas hamil baby Loewy ngeluh terus setiap hari. Tapi moms beneran pas hamil baby Loewy mommy merasa sampai enggak mau nanti kalau hamil lagi karena capek banget. Jadi untuk stamina memang pas hamil baby boy itu lebih capek dan bisa bikin kalian mikir 1 aja cukup deh enggak mau hamil lagi.

3. Makanan

Pas hamil baby Louisse mommy ngidam makannya sayur-sayuran terus, malah mommy enggak pernah sentuh yang namanya daging. Tapi ketika hamil baby Loewy mommy merasa aneh karena setiap hari pengennya makan daging terus. Malah mommy enggak suka sayur, sampai di tahap menyusui baby Loewy mommy masih makan yang namanya daging enggak pengen makan sayur. Padahal sebelum mommy married dan hamil, mommy paling doyan sama yang namanya sayur sampai pengen jadi vegetarian.

4. Penampilan

Ketika mommy hamil baby Louisse, mommy merasa lebih bersih dan kinclong ya moms memang karena baby girl punya aura nih. Tapi pas hamil baby Loewy memang mommy masih dandan cuma bedanya walaupun mommy sudah dandan mommy merasa muka mommy enggak kinclong, enggak bersih, jerawat tumbuh terus sudah gitu merasa agak kucel.

5. Gerakan Janin

Pas mommy hamil baby Louisse dia itu enggak aktif, ketika mommy hamil usia 5 bulan pun jarang banget nendangnya. Sedangkan ketika hamil baby Loewy pas umur kehamilan 3 bulan sudah mulai merasakan tendangannya bahkan sampai lahiran perut mommy itu aktif banget.

6. Morning Sickness

Jadi pas hamil baby Louisse mommy enggak pernah yang namanya muntah dan mual tapi pas hamil baby Loewy mommy kerjaannya mual dan muntah terus. Morning sickness mommy lebih parah ketika hamil baby boy.

7. Perubahan Sikap

Jadi moms ini enggak pasti ya, cuma mommy merasakan pas hamil baby Louisse mommy itu kerjaannya emosi terus, berantem terus sama suami, ditinggal sama suami sedikit marah, nangis, jadi agak lebih emosional dan drama moms. Tapi pas hamil baby Loewy dan pas banget lagi kena masalah ditipu 7.5M mommy bolak balik ke Polda urus masalahnya, mommy merasa lebih tegar dan pemberani. Jadi untuk masalah perubahan sikap ini mommy merasa pas hamil baby girl lebih emosional dan drama sedangkan saat hamil baby boy lebih pemberani.

Nah itu dia perbedaan hamil baby girl dan baby boy versi mommy. See you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy

Promil dan Proses Melahirkan : Apa yang Harus Diutamakan? Dokter Bagus atau Rumah Sakit Bagus?

Hai moms, kali ini lagi-lagi mommy mau share pengalaman mommy saat hamil dan melahirkan baby Louisse dan baby Loewy. Mommy sama daddy memang saat setelah married, pengen banget cepet-cepet punya anak. Otomatis kita ke rumah sakit ibu dan anak di PIK yang sangat famous di sana. Semua orang pasti sudah tahu sama rumah sakit ini, dan memang sudah terkenal moms. Pas mommy baru datang ke rumah sakit tersebut, namanya kan juga orang belum pernah program hamil, jadi kita enggak tahu soal dokter. Mommy nanya rekomen dokter terbaik itu siapa? Kata rumah sakitnya, semua dokter yang sudah ada di sini sudah difilter dan sudah disediakan dokter-dokter yang berkualitas baik yang memenuhi standar internasional, jadi semua dokter sama aja, enggak ada yang beda.

Otomatis mommy percaya dong, masa sih rumah sakit ini menyediakan dokter abal-abal kan? Ya sudah, daripada mommy ngantri lama-lama, nunggu berjam-jam, mommy pilih saja dokter yang sedang praktek saat itu siapa aja boleh dan mommy pilih dokter A. Mommy konsultasi dengan dokter A, mommy program dengan dia. 1 bulan kemudian mommy datang lagi ke dokter A untuk menanyakan sudah hamil belum. Untuk mengetahui hamil atau belum maka mommy di USG. Jadi dia USG mommy, pas USG dokter A bilang kalau sudah ada kantung janinnya, mommy sudah hamil, cuma janinnya belum ada detak jantung, dan diminta balik lagi 2 minggu kemudian.

Jadi mommy dan daddy pulang dengan happy dong. Kita langsung kabarin ke semua teman dan keluarga kalau mommy sudah positif hamil. Bahkan mommy sudah konsumsi obat-obatan untuk ibu hamil seperti asam folat, makan makanan yang bergizi untuk ibu hamil. Jadi memang pada saat itu mommy sudah mengira bahwa mommy itu ya sudah hamil, mommy adalah ibu hamil. Lalu 2 minggu kemudian mommy turun tangga, dan adik mommy memberitahu bahwa mommy berdarah. Mommy bingung kenapa bisa berdarah, bukannya orang sedang hamil itu tidak bisa menstruasi pikir mommy.

Akhirnya mommy buru-buru ke rumah sakit sama daddy. Pada saat itu dokter A sedang tidak praktek moms, otomatis mommy pilih saja dokter B. Dokter B bantu mommy untuk konsultasi, dan dokter B menanyakan apakah mommy yakin bahwa mommy sudah hamil dan apakah dokter A sudah yakin mengatakan bahwa mommy hamil. Lalu mommy jawab iya, dokter A sudah bilang mommy positif hamil dan mommy sudah diberikan obat-obatan, bahkan mommy sudah minum susu hamil. Tapi dokter B mengatakan bahwa sepertinya mommy enggak hamil, karena sepertinya darah yang keluar itu adalah darah menstruasi. Akhirnya untuk memastikan mommy dicek dahulu apakah darah yang keluar benar darah menstruasi atau karena keguguran.

Setelah melakukan cek, mommy dinyatakan bahwa tidak sedang hamil dan mommy ini sedang menstruasi. Akhirnya mommy pulang ke rumah dan merasakan kecewa. Enggak sampai di sana, setelah mommy hopeless dengan dokter A akhirnya mommy datang lagi untuk coba program lagi dengan dokter C. Dokter C ini mommy sempat program sama dia selama 3 bulan berturut-turut dari suntik pemecah telur, makan obat-obatan agar telurnya besar dan alhasil memang enggak hamil. Oke mommy terima, karena memang itu dari Tuhan belum memberikan kepercayaan kepada mommy dan daddy soal momongan.

Cuma mommy cari tahu, apakah mommy itu saluran sel telurnya mampet? Setelah mommy melalui proses pemeriksaan, ternyata benar saluran telur mommy mampet. Terus dari dokter C ini mengatakan bahwa mommy harus operasi pengangkatan saluran sel telur itu. Karena cairan lengket itu berbahaya dan kalau jatuh di rahim bisa membuat embrio mati.

Oke mommy setuju untuk melakukan operasi. Cuma yang buat mommy kecewa, dokter C ini mengalihkan mommy untuk operasi di rumah sakit lain bukan di rumah sakit ibu dan anak ini moms. Ya sudah namanya dokter ya mommy percaya saja, mommy ikuti. Setelah mommy sudah operasi, mommy sempat istirahat. Lalu 1 bulan kemudian mommy datang lagi ke rumah sakit. Dan kali ini mommy dan daddy memutuskan untuk mencoba dokter yang famous di rumah sakit tersebut. Mommy ke dokter D, mommy konsultasi untuk program hamil mommy dan daddy dan akhirnya mommy disuruh program bayi tabung.

Dirujuklah mommy ke Morula dengan dokter Nando. Cuma dokter D ini sempat kaget karena dokter C merujuk untuk operasi pengangkatan sel telur di rumah sakit lain bukan di rumah sakit ibu dan anak tersebut. Singkat cerita mommy akhirnya memang melakukan program bayi tabung, mommy sudah hamil dan program di Morula Menteng. Cuma mommy kan punya opsi kalau lahiran mendingan di rumah sakit ibu dan anak saja. Lalu mommy pilih dokter famous di rumah sakit ibu dan anak ini yaitu dokter E.

Dokter E mengoperasi mommy, operasi sesar lancar enggak ada masalah. Terus mommy hamil lagi untuk kedua kalinya. Di kehamilan kedua ini sebenarnya mommy mau operasi lagi tapi dengan dokter D, cuma kebetulan waktu itu dokter D sedang cuti, akhirnya mommy pilih dokter E lagi. Mommy ke dokter E operasi sesar, rencananya tanggal operasi itu pada 14 Februari 2019, tapi moms ternyata di tanggal 7 Februari 2019 jam 3 subuh mommy sudah kesakitan. Mommy kira cuma sakit perut biasa, tapi sakit perut itu kayak 5 menit ada 5 menit enggak ada, hilang dan timbul terus menerus. Dan sakitnya sudah sampai jam 6 pagi, 3 jam mommy nahan sakit kontraksi.

Akhirnya mommy datang ke rumah sakit buru-buru, jam 6.30 mommy sudah sampai. Mommy berada di 1 ruangan sambil nunggu dokter. Jam 10 pagi akhirnya dokter E datang. Pas datang dia lihat mommy dan mengatakan bahwa ini kontraksi ringan dan bilang bahwa mommy masih bisa tahan. Cuma mommy itu sudah enggak tahan, mommy sudah teriak-teriak kesakitan, dan mommy kesakitannya sudah dari jam 3 subuh sampai jam 10 pagi. Tapi dokter bilang bahwa ruang operasi harus disiapkan jadi enggak bisa langsung. Mommy bilang enggak masalah, 1 atau 2 jam mommy bisa nunggu. Dokternya bilang sama suster untuk menjadwalkan jam 5 sore operasi sesar.

Mommy sempat protes karena mommy belum makan dan terakhir makan minum ya jam 10 malam kemarin, lalu ini dijadwalkan operasinya jam 5 sore. Entah dokternya enggak dengar protes mommy atau bagaimana, tapi urusan makanan dan minuman tersebut dokternya diam saja. Mommy bilang sama suster bahwa belum makan dan minum, dan suster bilang enggak bisa makan dan harus tahan soalnya kalau mau operasi itu enggak boleh makan dan minum. Namanya juga kita adalah pasien, kalau dokter sama suster sudah bilang begitu ya mau enggak mau kita harus mendengarkan. Mommy tunggu sampai jam 5, enggak makan dan minum lalu akhirnya dioperasi.

Singkat cerita, besoknya mommy merasa perut mommy sakit. Mommy bilang sama dokter bahwa perut mommy sakit tapi bukan di bagian jahitan tapi di atas jahitan. Itu sakit banget, mommy enggak bisa makan dan minum karena kalau makan dan minum perutnya sakit banget, keringat dingin terus, enggak bisa BAK dan BAB. Lalu mommy diberikan obat kayak dari ikan, gunanya untuk mempercepat penyembuhan setelah operasi sesar. Cuma setelah makan obat itu tetap enggak sembuh.

Oke lah mommy dengarkan kata dokter saja bahwa ini nanti sakitnya akan hilang, 3 hari lagi akan hilang. Kemudian mommy pulang ke rumah. Jadi 4 hari full mommy di rumah, tidur saja, enggak bisa gerak, enggak bisa makan dan minum, enggak bisa BAK dan BAB, nelan makanan sakit, terus eneg, keringat dingin tapi harus memberikan ASI ke baby Loewy.

Itu benar-benar perjuangan banget mommy nahan sampai begitu. Akhirnya hari ke-7 mommy nahan sakit, mommy sudah enggak kuat. Mommy memutuskan datang ke dokter Nando di Morula Menteng, mau nanya sebenarnya mommy itu kenapa. Terus pas mommy datang dan konsultasi sama dokter Nando, ternyata mommy itu sakit lambung, pantesan mommy enggak bisa makan dan minum. Dan dokter E itu enggak menjelaskan kalau mommy itu sakit lambung, bahkan diapun enggak tahu. Dokter Nando aja tahu kalau mommy ini sakit lambung karena puasa kelamaan, harusnya enggak boleh, harusnya dikasih makan atau minum dulu minimal.

Setelah mommy baca berbagai review orang yang melakukan operasi, bahkan 2 jam sebelum operasi ada yang masih diperbolehkan makan. Nah ini mommy harus puasa 24 jam. Sudah gitu namanya mau operasi kan pasti dikasih obat-obatan, perut belum ada isinya sama sekali, jadi ya lambungnya kaget dan akhirnya mommy sakit lambung. Mommy dikasih obat lambung, besoknya sudah sembuh, sudah bisa makan dan minum.

Yang mommy kesal kok dokter E bisa sampai enggak tahu kalau mommy sakit lambung. Okelah pasien dia ramai, mungkin jadi keteteran, tapi kan enggak seharusnya begitu ya moms, sebagai dokter ya dia harus take care sama pasiennya. Dokter D aja pas mommy sedang konsultasi sama dia, tiba-tiba pasien dia di atas teriak-teriak kontraksi dia langsung buru-buru stop pemeriksaan, dia langsung naik dan operasi. Dia mementingkan kepentingan pasien yang memang urgent. Tapi dokter E ini menyuruh mommy untuk operasi jam 5 sore karena dia mau praktek dulu dari jam 11-3 sore moms. Padahal pasien sudah kontraksi tapi dia masih mementingkan konsultasi dulu dengan pasien yang lain yang enggak lebih urgent dari mommy.

That’s why mommy lebih milih dokter, dokter itu lebih penting. Mau sebagus apapun rumah sakit, itu enggak menjamin apa-apa. Dokter yang take care yang bisa memberikan perhatian pada pasien, yang bisa tahu soal keadaan pasien itu yang paling penting moms. Semoga ini bisa membantu ya moms, jangan sampai salah pilih dokter.

Pregnancy

Tips Hamil Kembar Sehat Sampai Persalinan

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Jadi hari ini mommy khusus membuat video ini untuk menjawab pertanyaan para moms tentang tips tetap sehat selama hamil kembar.

Kalau ditanya hamil kembar happy enggak? Jawabannya jelas happy banget. Hamil 1 anak saja sudah sangat membahagiakan apalagi kalau bisa sampai hamil kembar, bahagianya double ya moms di keluarga kecil kita. Nah tapi moms dibalik kebahagiaan yang mommy dan keluarga rasakan, kehamilan kembar nyatanya adalah kehamilan yang beresiko tinggi. Kenapa? Kehamilan kembar dapat menimbulkan komplikasi kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal.

Komplikasinya apa saja?

1. Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur ini adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan lengkap 37 minggu, yang dikarenakan pecahnya air ketuban sebelum 37 minggu ini moms.

2. Berat Badan Bayi Rendah

Jadi berat badan bayi rendah itu biasanya dialami oleh baby-baby yang mengalami kelahiran prematur yang berat badannya itu kurang dari 2,5kg. Sehingga biasanya berat badan bayi yang rendah ini akan mengakibatkan komplikasi pada organ tubuh baby seperti pada pendengaran, penglihatan dan organ tubuh lainnya. Kenapa bisa begitu? Karena organ-organ tubuhnya itu belum berkembang dengan sempurna

3. Fetal Demise

Fetal demise ini adalah kondisi dimana kematian janin secara mendadak di dalam kandungan. Biasanya ini bisa terjadi pada 1 baby atau bayi kembarnya sekaligus.

Cukup bikin kita deg-degan ya moms mendengar adanya kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi pada kehamilan bayi kembar. Dan tentunya kira para moms enggak mau dong sampai komplikasi yang tadi disebutkan di atas itu terjadi pada masa kehamilan kembar kita. Berikut ada beberapa tips untuk kehamilan kembar supaya tetap sehat versi mommy :

1. Makanan dan minuman bernutrisi tercukupi

Jadi moms banyak yang bilang kalau hamil kembar itu makannya harus 2x lebih banyak porsinya dari pada hamil tunggal, benar enggak sih? Dari pengalaman mommy sendiri, sempat mommy makan banyak banget, pas habis makan perut enggak enak, begah, susah BAB dan kontraksi sedikit. Karena memang hamil kembar itu mudah sekali mengalami susah BAB, mudah kontraksi dan begah karena perutnya penuh moms.

Nah dari dokter sendiri menyarankan kepada mommy kalau bisa karbohidrat dihindari lebih bagus perbanyak sayur, daging sebagai kalorinya. Jadi ibu hamil kembar biasanya membutuhkan penambahan kalori itu sebanyak 600 kalori dari makanan sehari-harinya. Dan itu sekali makan enggak boleh langsung banyak moms, kita disarankan untuk membagi porsi makan kita 1 hari 6x makan.

Jadi kita makan, sedikit demi sedikit tapi sering, banyakin sayurnya, daging, buah dan sering makan cemilan. Cemilannya juga bukan yang mengandung micin moms tapi yang sehat-sehat aja seperti susu, telur, keju, daging sapi, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, pokoknya semua makanan yang kaya akan vitamin dan protein yang bagus untuk ibu hamil dan janin.

Tapi moms ternyata makanan yang bernutrisi aja enggak cukup, minuman enggak kalah pentingnya. Ibu hamil jangan sampai kurang minum karena bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi kalau untuk minuman sendiri mommy juga enggak sembarangan pilih ya moms, apalagi air minum yang kita konsumsi setiap hari.

Selama kita hamil volume darah kita meningkat jadi otomatis minuman itu penting banget jangan sampai kita dehidrasi, tapi jangan sampai kita minum minuman yang sembarangan juga. Jadi mommy mempercayakan untuk air yang mommy konsumsi setiap hari adalah air mineral dari Le Minerale.

Kenapa Le Minerale? Jadi moms, air yang berasal dari sumbernya aja itu enggak cukup kalau sampai kemasannya itu enggak terproteksi. Karena Le Minerale itu mommy paling suka sama kemasannya yang terproteksi. Kita bisa lihat dari galon Le Minerale selalu berwarna bening dan tutup ulirnya kedap udara, sehingga mineral pada kandungan Le Minerale itu aman sampai ke tangan kita.

Semua kemasan air mineral Le Minerale itu sudah BPA Free sehingga aman untuk dikonsumsi dan digunakan oleh anak-anak. Untuk botol susu anak saja selalu kita cari yang BPA Free apalagi untuk air mineral yang kita konsumsi setiap hari itu penting loh moms.

2. Jaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan ideal pada saat hamil apalagi hamil kembar itu penting banget. Jangan sampai berat badan kita kekurangan atau kelebihan karena untuk menjaga kesehatan si ibu dan janin agar tetap sehat sampai persalinan. Nah untuk berat badan yang ideal bagi ibu hamil kembar itu kenaikannnya dari 17-25kg. Nah mommy sendiri sekarang sudah usia hamil 6 bulan mommy sudah naik 10kg nih moms.

3. Tetap Bergerak

Mommy akui hamil kembar beda banget sama hamil tunggal. Dari segi kenaikan berat badan lebih cepat naik, lalu perutnya lebih cepat besar, yang ada bawaannya lebih capek, otomatis ibu hamil kembar bawaannya malas gerak. Pengennya tidur aja. Tapi moms, dari dokter mommy sendiri itu selalu menyarankan ibu hamil kembar tidak disarankan untuk bed rest atau berbaring terus menerus jika tidak ada komplikasi.

Bahkan ada riset yang mengatakan ibu hamil kembar yang kerjanya bed rest terus akan membuat kesehatan janin terganggu. Berbeda halnya dengan ibu yang selalu bergerak, jarang bed rest itu akan melahirkan bayi lebih sehat moms.

Nah kalau dari pandangan mommy sendiri selama 6 bulan mommy menjalani kehamilan kembar ini mommy terus aktivitas, mommy terus bikin konten, mommy terus bergerak, buat mommy itu sudah kayak olahraga. Jujur kalau ditanya hamil kembar itu berat banget, menyiksa banget memang moms. Tapi dengan mommy terus bergerak, mommy kerjanya enggak bed rest terus, mommy merasa kehamilan kembar ini jadi happy moms. Jadi yang awalnya menyiksa jadi happy. Enggak terasa mommy sendiri sudah mau jalan ke usia 7 bulan.

4. Jangan Stres

Stres itu akan memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan ibu dan janin. Stres dapat membuat sistem kekebalan tubuh seorang ibu jadi lemah dan yang ada mudah sakit. Bayangin deh moms kita stres, sudah ibu hamil kembar susah tidur, stres, makin susah tidur yang ada kita enggak tidur, daya imun kita melemah, mudah terserang kuman penyakit dan jadinya sakit. Kita enggak mau seperti itu kan moms? Otomatis stres akan membuat dampak buruk untuk kesehatan janin dan ibunya nih moms.

Jadi usahakan walaupun kita sedang hamil mau itu hamil tunggal maupun hamil kembar jangan pernah stres. Bawanya enjoy aja, happy aja, keep positive thinking. Memang moms mommy akui, bicara itu mudah tapi moms percaya kata-kata itu doa, dengan kita terus mengatakan kita harus keep positive thinking mengeluarkan kata-kata yang positif, otomatis pikiran kita akan terpenuhi dengan hal-hal yang positif dan nanti bawaannya jadi happy moms. Dan tentunya kita juga membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitar kita, terutama suami dan keluarga kita.

5. Periksa Kehamilan Secara Rutin

Rutin untuk ke dokter dan mematuhi nasihat dokter itu penting ya moms. Karena dengan begitu kita bisa mendeteksi apabila ada masalah selama masa kehamilan kita dan kita bisa mencari solusi dan mengobatinya.

Nah itu 5 tips dari mommy untuk para ibu hamil kembar, untuk bisa sehat-sehat saja menjalani kehamilan kembar sampai masa persalinan. Semoga bermanfaat!