Relationship

Manfaat Cuddle untuk Pasangan Suami Istri, Intip yuk Moms!

Siapa, nih, Moms dan suami yang sering melakukan cuddle? Mengutip dari laman Alodokter, cuddle yaitu berpelukan yang dilakukan secara lebih intim. Biasanya cuddle dikakukan saat sedang santai, misalnya sebelum tidur. Tak hanya itu, biasanya pasangan yang melakukan cuddle pun dibarengi dengan deep talk. Apakah Moms dan pasangan juga seperti itu?

Melakukan cuddle dengan orang terkasih, termasuk pasangan, ternyata dapat menurunkan kadar hormon kortisol atau hormon stres, sekaligus mengaktifkan hormon oksitosin, dopamin, dan serotonin. Aktifnya hormon-hormon tersebut dapat memberikan manfaat-manfaat untuk Moms dan pasangan yang melakukannya.

Masih mengutip dari laman Alodokter, manfaat-manfaat tersebut di antaranya:

  • Meredakan stres dan cemas
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Menumbuhkan atau meningkatkan perasaan bahagia, cinta, dan kasih sayang
  • Meningkatkan keharmonisan dan kepuasan hubungan
  • Meningkatkan kepuasan seksual
  • Menurunkan kadar tekanan darah
  • Memperkuat imunitas tubuh

Semakin bisa membuat Moms dan pasangan lebih intim, cuddle juga menawarkan manfaat lainnya. Jadi, jangan lupa cuddle hari ini, ya.

Relationship

Mengenal Bahasa Cinta Receiving Gifts, Apakah Itu?

Receiving gifts merupakan salah satu jenis bahasa cinta yang dikemukakan oleh Garry Chapman, Ph.D., yang merupakan seorang konselor pernikahan, dalam bukunya yang berjudul The Five Love Language: How to Express Heartfelt. Adapun makna dari bahasa cinta atau love language receiving gifts ini merupakan ungkapan cinta melalui pemberian atau penerimaan hadiah (barang nyata).

Mengutip dari laman SehatQ.com, seseorang yang memiliki bahasa cinta ini merasa akan diingat, dihargai, dicintai, dan dipahami olah pasangannya jika ia diberi hadiah berupa barang berwujud. Begitu juga saat mereka menunjukkan rasa cinta kepada pasangannya, mereka akan melakukan hal yang sama.

Sayangnya, orang-orang dengan bahasa cinta ini kerap dinilai matre, lo, Moms. Sebab, sejumlah orang menganggap jika mereka menilai cinta dengan barang. Padahal sebenarnya, orang dengan bahasa cinta receiving gifts tidak peduli soal mahal atau murah hadiah yang diberikan kepadanya. Mereka akan menghargai segala pemberian pasangan.

Hadiah yang diberikan kepada mereka seorang menjadi pengingat tentang pasangan yang dicintainya. Begitu pun mereka merasa dicintai setiap kali melihat hadiah pemberian dari pasangan. Maka dari itu, mereka tidak melihat nilai harga barang tersebut, serta besar atau kecilnya barang.

Lantas, apakah Moms termasuk salah satu orang dengan bahasa cinta receiving gifts?

Relationship

Mengenal Bahasa Cinta Quality Time, Selalu Senang Saat Bersama Pasangan

Dari sekian banyak bahasa cinta, apakah Moms adalah orang dengan bahasa cinta qulity time? Bahasa cinta atau love language quality time ini dikemukakan oleh konselor pernikahan bernama Gary Chapman, Ph.D., dalam buku berjudul “The Five Love Language: How to Express Heartfelt”.

Perlu Moms ketahui, mengutip dari situs SehatQ.com, bahasa cinta quality time mengacu pada ungkapan rasa cinta berupa menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan. Rasa cinta dan kasih diekspresikan melalui sebuah kebersamaan dengan pasangan.

Orang dengan bahasa cinta quality time akan merasa penting, dicintai, dan istimewa saat pasangan bisa meluangkan waktu untuknya. Tak hanya itu, kualitas dalam kebersamaan juga penting, misalnya tidak bermain gadget saat bersama dan tetap fokus kepada pasangan.

Saat bersama pasangan, fokuslah memberi perhatian penuh kepadanya. Seperti menatap mata, mendengarkan dengan aktif, memperhatikan bahasa tubuh pasangan, hingga melakukan percakapan maupun kegiatan tertentu hanya dengan pasangan. Jangan biarkan pasangan merasakan kesepian karena tidak fokus saat sedang berdua dengannya.

Nah, kalau Moms, apa, nih, bahasa cintanya? Apakah quality time juga?

Relationship

Mengenal Bahasa Cinta Physical Touch, Bukan Melulu Soal Seks

Apakah Moms termasuk orang yang memiliki bahasa cinta physical touch? Atau justru Moms masih bingung apa itu bahasa cinta physical touch?

Perlu Moms ketahui, physical touch adalah bahasa cinta yang diekspresikan melalui sentuhan fisik. Namun, ini bukan selalu mengarah pada hubungan seks, ya, Moms. Physical touch ini bisa mengarah kepada pegangan tangan, memeluk, mencium, hingga memberi pijatan kepada pasangan.

Seseorang yang memiliki love language ini akan merasakan cinta ketika mereka bersentuhan fisik dengan pasangannya. Sebab, mengutip dari situs SehatQ.com, kontak dari kulit ke kulit diketahui dapat memicu pelepasan hormon serotonin, dopamin, dan oksitosin, yang berkaitan dengan rasa bahagia.

Masih mengutip dari situs SehatQ.com, berikut ini adalah sederet contoh sederhana love language physical touch dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Ciuman, tak selalu di bibir, bisa juga di tangan, kening, maupun pipi
  2. Berpegangan tangan
  3. Sentuhan kulit, seperti mengusap kepala pasangan ataupun menyentuh bagian belakang leher
  4. Cuddle
  5. Duduk berhimpitan
  6. Menggelitik pasangan

Nah, kalau Moms dan pasangan, kira-kira ada yang bahasa cintanya physical touch juga enggak, nih?

Relationship

Mengenal Bahasa Cinta Acts of Service, Cek Moms!

Ada berbagai macam bahasa cinta atau love language, salah satunya adalah acts of service. Orang dengan bahasa cinta acts of service cenderung dapat merasakan atau mengungkapkan cinta lewat tindakan nyata, bukan kata-kata maupun perhatian.

Mengutip dari situs SehatQ.com, acts of service adalah bahasa cinta yang digambarkan dengan melakukan sesuatu atau sesuai keinginan pasangan. Jika dilakukan dengan baik, maka hasil yang Anda dapatkan akan sepadan dengan perjuangan dan usaha yang telah dilakukan.

Adapun contoh sederhana dari bahasa cinta acts of service di antaranya yaitu:

  • Membawakan bekal makanan untuk pasangan
  • Merawatnya ketika sakit
  • Memberi pijatan ketika pasangan merasa lelah
  • Membawakan barang belanjaan pasangan
  • Membukakan pintu untuk pasangan
  • Memasak untuk pasangan
  • Membantu mencuci piring di rumah

Selain itu, tentu masih banyak tindakan lain yang dapat menggambarkan bahasa cinta acts of service. Dan ingat, setiap pasangan memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan cinta kepada orang tersayangnya.

Relationship

Moms dan Suami Suka Sleep Call pada Malam Hari? Ternyata Ini Manfaatnya!

Apakah Moms dan suami termasuk pasangan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR? Kalau sedang LDR, pasti rindu banget, ya, Moms, sama suami? Salah satu pengobat rindu yang bisa dilakukan pasangan LDR yaitu dengan melakukan sleep call pada malam hari.

Tak hanya menjadi pengobat rindu, sleep call pun bisa menjadi sarana penjaga komunikasi antara Moms dan pasangan. Dengan begitu, hubungan Moms dan pasangan bisa tetap awet dan bahkan memberikan rasa nyaman serta meningkatkan kebersamaan meski sedang berjauhan.

Mengutip dari situs Hellosehat.com, banyak pasangan yang menyatakan kalau sleep call pun dapat meningkatkan suasana hati, pun membantu mengurangi kecemasan berlebih sehingga banyak orang merasa lebih mudah tidur dibandingkan jika tidak melakukan sleep call sama sekali.

Manfaat sleep call ini pun tidak dimungkiri oleh Jeff Hancock, seorang profesor komunikasi dari Stanford University, seperti mengutip dari laman The Atlantic. Menurut Jeff Hancock, adapun manfaat sleep call yaitu: “Tidur sambil mengobrol melalui panggilan suara atau video menunjukkan komitmen seseorang. Ini menandakan bahwa saya akan menghabiskan waktu, energi, dan teknologi untuk bersama Anda.”

Walaupun layar tidak memberikan interaksi yang sama seperti saat bertemu tatap muka, kebiasaan ini dapat membantu mempertahankan suatu hubungan, termasuk hubungan rumah tangga Moms dan suami. Hancock juga menjelaskan kebiasaan menelepon saat tidur adalah sebuah fenomena baru sebagai hasil dari kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Jadi, siapa, nih, Moms yang sering melakukan sleep call sama suami? Biasanya sampai berapa lama?

Relationship

Ciri Suami Bahagia Dalam Pernikahan, Cek Moms!

Dalam kehidupan rumah tangga atau pernikahan, pasangan suami dan istri harus saling mengisi satu sama lain. Dengan begitu, perjalanan rumah tangga yang kalian jalankan akan dipenuhi rasa bahagia dan kasih sayang. Istri dan suami harus bisa mendapatkan kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Nah, kali ini Mami akan memberikan beberapa ciri suami bahagia dalam menjalani pernikahan bersama istri. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, berikut inilah ciri suami bahagia. Kira-kira suami Moms di rumah menunjukkannya tidak, nih?

  1. Suami bisa curhat kepada istri tanpa merasa dihakimi atau dikritik
  2. Suami senang ketika bersama istri
  3. Suami senang ketika istri membutuhkannya, tetapi tidak terlalu bergantung padanya
  4. Bebas melepaskan masa lalunya
  5. Suami tahu kalau Moms adalah prioritas utamanya
  6. Suami suka istrinya tampak menarik dengan caranya sendiri
  7. Merasa diperhatikan dan dihargai
  8. Menghargai kebaikan yang Moms berikan kepadanya

Dari sederet ciri suami bahagia tersebut, kira-kira mana, nih, yang sering ditunjukkan oleh Pak Suami di rumah?

Relationship

Hubungan Seks Saat Hamil, Haruskah Pakai Kondom?

Tak sedikit pasutri yang merasa khawatir ketika ingin melakukan hubungan seks saat hamil. Padahal, nih, Moms dan suami boleh saja melakukan seks saat hamil, asalkan kondisi kandungan Moms sehat.

Lalu, apakah suami harus pakai kondom saat ingin melakukan hubungan badan? Jawabannya adalah tidak perlu. Namun, melansir dari situs Mayoclinic.org, ada beberapa kondisi yang mengharuskan pasangan menggunakan kondom, yakni:

  1. Melakukan hubungan seks dengan pasangan lain selama masa kehamilan
  2. Tidak berada dalam hubungan yang saling monogami.

Lantas, bagaimana jika pasangan memiliki infeksi menular seks? Tentu saja tidak disarankan untuk melakukan hubungan seks selama hamil. Sebab, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi Moms dan bayi.

Hindari semua bentuk seks, baik itu vagina, oral, dan anal, jika pasangan Anda memiliki infeksi menular seksual yang aktif atau baru didiagnosis.

Jadi, kalau Moms dan suami dalam kondisi yang sehat dan ‘bersih’ boleh-boleh saja melakukan hubungan seks saat hamil dan tak perlu menggunakan kondom sebagai ‘pengaman’.

Relationship

Our Wedding Story | Boundless Love Xue Wei+Lina

Impian dari setiap pasangan ketika sedang pacaran adalah pasti menikah ya moms. Begitupun dengan mommy dan daddy. Untuk menuju ke pernikahan itu juga enggak mudah, pun ketika kita sudah menikah juga bukan akhir dari semuanya melainkan awal dari kehidupan baru kita yang pastinya juga enggak mudah, setuju enggak moms?

Setelah bermimpi untuk menikah pastinya kita akan merealisasikannya dengan orang terkasih. Sebisa mungkin pernikahan impian kita harus terlaksana dengan sempurna di mata kita. Persiapan pernikahan hingga hari pernikahan memang tidak mudah tapi juga pastinya menyenangkan sekaligus menegangkan. Maka dari itu banyak pasangan yang ingin mengabadikan momen yang kita impi-impikan hanya terjadi sekali saja seumur hidup ini dalam gambar, entah foto atau video untuk kita kenang di kemudian hari.

Sama halnya dengan mommy. Momen pernikahan adalah momen yang ditunggu-tunggu, maka dari itu mommy dan daddy ingin mengabadikannya dalam sebuah video. Nah momen pernikahan yang mommy dan daddy impikan ini ada di video berikut, yuk ditonton moms.

Relationship

Blak blakan, Pentingnya Seks dalam Pernikahan with Selvi Djong

Hai moms, kali ini mommy akan bahas sesuatu yang tidak biasanya yaitu tentang hubungan seksual. Mommy akan bahas topik mengenai pentingnya seks dalam pernikahan dengan teman mommy yaitu Selvi Djong.

Sebelumnya mommy mau perkenalkan dulu ya siapa itu Selvi Djong, Selvi Djong ini adalah teman mommy yang seorang content creator, ia sudah menikah 1,5 tahun dan umurnya sudah 26 jalan 27 tahun. Di pernikahannya yang sudah 1,5 tahun ini dia dikaruniai anak perempuan berumur 8 bulan.

Selanjutnya mommy akan memperkenalkan diri mommy, nama mommy Lina Amelia, mommy seorang content creator. Mommy sudah berumur 27 tahun sudah menikah selama 3,5 tahun. Di pernikahan mommy yang sudah 3,5 tahun ini mommy dikaruniai 2 anak.

Nah berikut ini adalah pembahasan mommy dan teman mommy mengenai seks dalam pernikahan.

Q : Apa sih arti seks dalam pernikahan?

A :

Selvi : Well, seks dalam pernikahan menurut saya adalah hubungan yang harus dilakukan oleh suami istri dan seks itu wajib dilakukan oleh suami istri untuk mempertahankan hubungan pernikahan.

Lina : Buat saya seks itu memang sebuah hubungan penting yang jauh lebih mendalam lagi yang harus dilakukan suami istri. Dan memang seiring berjalannya waktu apalagi pernikahan sudah makin lama boleh jujur sih makin butuh sama yang namanya seks.

Q : Kira-kira ketika hendak berhubungan seksual, siapa yang meminta terlebih dahulu?

A :

Selvi : Jujur, ya suami lah. Ya sebenarnya sih enggak boleh seperti itu, katanya harus istri juga. Maksudnya dalam berhubungan yang saya tahu hubungan itu enggak boleh gengsi ya. Cuma so far sih karena saya pernikahannya masih seumur jagung ya masih suami.

Lina : Saya. Malu sebenarnya ngomongin ini cuma benar biasa yang minta dulu adalah saya. Soalnya mungkin suami saya itu termasuk yang kurang peka apalagi dia selalu wasting banyak energi dia di pekerjaan jadi ya biasa lah pulang kerja capek ya langsung tidur. Jadi ya sering lewat sih yang namanya seks itu.

Q : Berapa durasi berhubungan seksual sebelum punya anak?

A :

Selvi : Kalau hubungan seks sama suami pas sebelum punya anak ya seminggu bisa minimal 2-3x. Namanya pasangan baru married libidonya ya lagi tinggi-tingginya kali ya tapi enggak sampai gimana sih jadi ya terjadi begitu saja dan kalau dibilang bahagia ya bahagia lah. Kan kita baru hidup bersama.

Lina : Kalau saya sebelum punya anak sehari mungkin bisa 1x. Memang pada saat itu ketika belum punya anak pengen punya anak cepet jadi itu menjadi salah satu alasan kenapa bisa sehari 1x. Lalu apakah happy? Kita happy pasti, tapi tetap ada beban karena memang pada saat itu pengen banget punya anak.

Q : Bagaimana kehidupan seks setelah punya anak?

A :

Selvi : Kehidupan seks saya sebelum dan sesudah punya anak yang pasti dibilang berubah drastis banget enggak ya, tapi ya pasti ada perubahan. Kayak sebelum punya anak kita bisa melakukan kapanpun dan dimanapun enggak ada gangguan. Kalau setelah punya anak ya pasti lebih ada gangguan dari anak, entah yang anak bangun tidur, mau menyusu dan masih banyak lagi. Dan setelah punya anak seminggu sekali melakukan seks itu sudah bagus banget

Lina : Ya kalau anak pertama saya masih bisa seminggu 2x lah. Nah setelah punya 2 anak sekarang kalau boleh dibilang sebulan 1x. Kenapa? Soalnya memang sudah punya 2 anak, sejak anak kedua lahir kehidupan seks kita sudah berkurang. Kalau dari sisi saya sendiri sih cuma mikir ini sih kayak keteteran ngurus 2 anak tanpa suster walaupun memang masih ada mama bantuin, tapi tetap kadang yang paling kecil kan kita tetap harus menyusui jadi tengah malam bangun otomatis kan kurang tidur, capek dan besoknya lanjut lagi seperti itu enggak berhenti-berhenti, terus masih harus mikirin seks? Mana mungkin, energi itu kayak sudah keluar banyak banget. Belum lagi kalau misalnya 2 anak kadang saya megang yang kecil daddynya megang yang besar, jadi ya habis energinya untuk jaga anak yang akhirnya ya malamnya cuma santai-santai aja.

Mau tahu kelanjutan mommy dan teman mommy ngobrol blak-blakan tentang seks? Mau tahu solusi dari kami berdua tentang kehidupan seks kami setelah menikah dan punya anak agar tetap berjalan dengan baik? Yuk simak di video berikut ini.