Relationship

Quarantine Activity : Indonesia’s Got Talent

Memasuki new normal dan meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi virus corona, membuat banyak orang terpaksa masih harus melakukan social distancing seperti yang dianjurkan oleh pemerintah ya, moms. 

Nah, sebenarnya tidak sulit ya moms untuk membuat masyarakat Indonesia tidak terlalu bandel jika disuruh untuk social distancing atau jaga jarak. Hanya saja, kegiatan tersebut membuat banyak orang bingung dan mengalami kebosanan berkepanjangan.

Tidak jarang, anak-anak hingga orang dewasa akan melakukan berbagai cara untuk menghindari kebosanan di tengah – tengah isolasi mandiri ini lho, moms. Termasuk salah satu nya saya dan juga anak – anak, baby Louisse dan baby Uwi. Apa sih kira – kira aktivitas yang akan kami lakukan kali ini? 

It’s Indonesia’s Got Talent at home! Tentunya, mommy – mommy sudah banyak yang tahu bahwa Indonesia’s Got Talent adalah ajang pencarian bakat di seluruh Indonesia ya, moms. Hanya saja yang berbeda adalah, kami membuat acara seru – seruan ini di rumah dengan baby Louisse dan baby Uwi turut menjadi talent nya. Ingin melihat bagaimana keseruan kami bertiga kali ini?  Yuk, simak selengkapnya di video bawah ini moms, enjoy the video! 

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Relationship

Lucinta Luna Ditangkap, ini Kesan Aku Waktu Bekerja sama dengan Lucinta

Hai kesempatan kali ini saya mau sedikit berbagi mengenai sosok seorang Lucinta Luna yang saya kenal.  Jadi saya pernah bekerja sama selama 4 kali di tahun 2019, waktu pertama kali bertemu dengan Lucinta, yang saya lihat dia cakep banget bahkan lebih cakep dari cewe, dan bahkan lebih cakep dari saya sendiri. Badannya tinggi, sexy, rambutnya panjang, matanya besar, pipinya juga tirus sekali, hidungnya mancung, pokoknya the best banget. Emang ada gossip bahwa dia itu transgender, awalnya saya percaya. Tapi pas ketemu dia itu cewek banget,  Mungkin dia bikin berita transgender biar dia viral kali.

Dari sifatnya, waktu pertama kali ketemu dia itu ramah sekali. Ramah ke saya dan keluarga, apalagi ke anak-anak saya jadi dia langsung gendong-gendong dan main dengan anak-anak saya. Jadi waktu itu saya dan Lucinta ingin membuat video endorse dan dia bersemangat memberikan ide-ide video yang akan kita buat. Dia mengeluarkan ide-ide biar video kita bisa jadi yang terbaik.

Dia orang yang baik banget, pada saat pembuatan video yang berlangsung selama 6 sampai 7 jam dia tetap menunggu walaupun dengan bayaran yang apa adanya. Bahkan ketika saya Insta Story dia mau lho moms, karena biasanya artis lain akan minta bayaran jika kita mau melakukan Story bersama.  Bahkan dia mau repost lagi biar makin banyak orang yang melihat dan tau tentang kita.

Bahkan saya banyak sharing dengan dia mengenai bayi tabung dan dia dengan seksama mendengarkan dan dia berencana menjalankan pernikahan yang ideal dengan pacarnya abas, merencanakan masa depan yang benar dan berniat untuk memiliki anak bersama pasangannya. Mereka adalah pasangan yang sama-sama ingin maju dan terus menjadi sosok yang lebih baik setiap harinya.

Semoga kasusnya Lucinta luna segera selesai, saya tau kamu orangnya tegar banget dan sudah banyak menghadapi berbagai bullyan dan ejekan lainnya. Tapi kamu masih bisa berkarir dan bersinar, buktinya apapun yang kamu lakukan semua orang akan melihat dan mencari kamu. Saya yakin dan percaya setelah kasus ini berlalu kamu akan menjadi orang yang lebih baik lagi.

Dan buat teman-teman yang sedang membaca artikel ini, kita semua adalah manusia yang tidak lepas dari yang namanya kesalahan. Sama-sama punya hati dan perasaan janganlah menjelekan sesama manusia, kita bukan Tuhan yang boleh menjudge seseorang dari masa lalu dan dari apa yang di telah dia lakukan. Yuk sama-sama membangun sesama dengan kata-kata positif dan membangun.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Relationship

Generasi Keren, Generasi Tanpa Golput

Pada 17 April 2019 mendatang kita akan menyambut pesta demokrasi terbesar tanah air. Kini saatnya kita memiilih siapa yang berhak memimpin tanah air tercinta untuk 5 tahun kedepan. Apakah kamu sudah punya pilihan di pemilu 17 April 2019 nanti? Atau justru menjadi salah satu orang yang memilih untuk tidak memilih kandidat manapun alias golput? Kali ini, saya mau berbagai alasan kenapa kita harus memilih pada pemilih Presiden dan Wakil Presiden mendatang.

Tidak semua orang mempunyai hak pilih
Pernahkah terpikirkan oleh kita, bahwa Indonesia memiliki penduduk berjuta-juta banyaknya namun, tidak semua warga negara memiliki hak pilih karena berbagai alasan seperti belum mencapai batas usia untuk memilihi, belum memiliki KTP, belum terdaftar dalam sensus penduduk dan lainnya. Padahal, mungkin mereja juga inging memiliki hak pilih. Oleh karena itu, bersyukurlan untuk kita yang memiliki kesempatan untuk mengikuti pesta demokrasi ini secara langsung.

Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia
Dengan tidak golput, kita turut berkontribusi aktif terutama dalam menjalankan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara di negara demokrasi ini.

Pilihan kita menentukan masa depan bangsa dan kelangsungan hidup kita
Kita harus menggunakan hak pilih dengan bijak, karena siapapun yang terpilih nanti akan mempengaruhi kehidupan kita nantinya. Siapapun yang terpilih sebagai presiden dalam pemilu 2019 mendatang memiliki keinginan baik untuk memperbaiki Indonesia. Mereka memiliki program kerja yang akan mengubah hidup kita kedepannya. Dan kita berkesempatan untuk menentukan siapa yang berhak untuk memimpin bangsa Indonesia.

Untuk cerita lengkapnya, silahkan klik video berikut ya. #SayNoToGolput karena generasi keren adalah generasi tanpa golput! Merdeka! Oh iya, setelah kita ikut nyoblos biasanya banyak brands makanan menyediakan promo besar-besaran, jangan sampe ketinggalan ya!

Relationship

Happy 30TH Birthday Daddy Louisse

Setelah menikah dan memiliki dua orang anak, saya dan suami jarang sekali memberikan kejutan ataupun mengadakan perayaaan ulang tahun selain untuk anak. Maklum masa-masa romantisnya sudah lewat dan kalau ada perayaan pun lebih difokuskan ke anak. hehehe…

Beberapa minggu mendekati hari ulang tahun suami, saya berencana untuk memberikan kejutan sederhana seperti acara kumpul keluarga, potong kue bersama, berdoa dan makan bersama. Pikir saya, ini ulang tahun pertama kami merayakan bersama anak kedua kami baby Loewy dan saya masih dalam masa nifas.

H-7 saya langsung menghubungi tim dekor dari @rabbitstale yang sebelumnya mendekor acara wedding dan birthday nya baby Louisse. Saya sangat puas dan senang sekali dengan pelayanan dan hasil kerja mereka, sehingga kali ini saya menggunakan jasa mereka lagi. Setelah diskusi dengan tim @rabbitsatle dan akhirnya tema dekorasi adalah penuh dengan bunga-bunga, kebetulan saya juga pecinta bunga hehehe…

Next, setelah dekorasi rampung, saya mencari ide untuk kue ulang tahun yang unik dan tidak monoton, karena dari tahun ke tahun ulang tahun selalu disugukan kue dengan coklat dan keju. Dan akhirnya saya memilih ide cake dengan macaron dan di desain seperti macaron tower dari @lesucredupatisserie dengan tema keluarga.


Voilaaa… kejutan ulang tahun papa Louisse dan Loewy pun berjalan dengan lancar.Suami saya pun sangat senang dan saya pun lagi-lagi puas dengan hasilnya. Bagi moms yang berencana untuk membuat kejutan ataupun acara, semoga sharing saya ini dapat menjadi inspirasi dan untuk detail acaranya moms dapat menonton video berikut ya.

The last but not least, Happy Birthday my lovely husband, lovely daddy for Louisse and Loewy. We hope you full with bless abundantly. WE LOVE YOU!

Terima kasih sudah membaca dan menonton 🙂

Relationship

A Journey with Him

Dihari kasih sayang ini, saya mau share perjalanan cinta saya dan suami dari awal bertemu hingga punya 2 anak seperti sekarang. Semoga cerita ini dapat menginspirasi teman-teman semakin saling mencintai satu sama lain.

Saya mengenal suami saya ditahun 2012 sebagai kompetitor bisnis. Awalnya saya tidak memiliki rasa sama sekali dan tanpa sepengetahuan saya salah satu teman distributor saya memberikan contact saya kepada dia. Beberapa waktu kemudian dia pun mulai mengirimi saya pesan melalui BBM namun, karena saya sedang berada di Sydney bersama sahabat saya Servianti.

Alasan saya tidak mau mengenal dan menanggapi dia adalah karena dia orang China asli dan dipikiran saya mungkin dia adalah om-om China ditambah lagi dengan “image” orang China berbau suka main belakang alias selingkuh. Selain itu, dia adalah kompetitor bisnis saya. Pasti dibenak kita, “ini orang mau ngapain sih?” bawaannnya curiga.

Satu bulan kemudian dia kembali mengirimi saya pesan,melalui BBM dengan mengirimkan foto produk yang saya jual dan mengajak saya ketemuan bersama dengan distributor say, Mulianto. Sayapun memutusksn untuk datang sekitaran jam 7 malam ke Mr.Pancake yang ada di daerah PIK, sekarang tempatnya sudah tutup. Lalu, Mulianto mengenalkan saya dengan Awei orang China itu.

Singkat cerita berawal dari pertemuan dan perkenalan itu, saya mulai tertarik dengan Awei. Kenapa? Ternyata dia bukan om-om seperti yang ada dalam pikiran saya, dia masih muda. Namun tidak hanya itu, menurut saya dia adalah lelaki yang polos dan berpenampilan apa adanya. Dandanan dia ketika awal kami bertemu dapat di bilang sangat berantakan dengan setelan kaos, celana pendek, rambut awut-awutan, ditambah sambil main game pula. Hal yang membuat saya terenyuh lagi saat kita ngobrol, Bahasa Indonesia yang dia gunakan bagus banget dan saat ngobrol rasanya asik dan nyambung banget. Dari pertemuan itu, kami mulai chat setiap hari dan setiap pulang kerja pasti selalu menyempatkan waktu untuk ketemu, makan bareng dan menghabiskan waktu bersama.

Hubungan ini berlangsung dari 2012 – 2015 tanpa ada rasa bosan dan selalu ada saja topik yang bisa kami bicarakan. 3 tahun kami pacaran tapi kita belum memutuskan untuk menikah, padahal saya merasa udah cukup lama menjalin hubungan dan merasa cocok banget. Bahkan sahabat saya sih Servianti, sering tanya, ” Lina, u tiap hari pulang kantor langsung pergi lagi ketemu doi, gak capek pulang jam 11 malam terus?” Jawaban saya cuma 1 kalimat ” The Power of Love ” Cie elahhh..

Lantas, kenapa kami belum memutuskan untuk menikah walau merasa sudah saling cocok dan sudah 3 tahun mengenal?

Hal ini dikarenakan keluarga suami saya adalah asli dari China selain itu mereka memiliki prinsip dan pemikiran kalau mencari istri itu haruslah sesama orang China asli bukan campuran seperti saya. Saya beretnis Tionghoa dan bukan asli made in China. Secara otomatis, saya sudah di tolak oleh mama mertua saya. Tidak ada kesempatsan untuk memberikan pembuktian dll. Bagi mama mertua saya, perempuan Tionghua itu matre, tidak bisa kerja dan cuma bisa morotin uang suami. Apalagi kalau menikah dengan perempuan Tionghoa, hidup akan susah dan kalau sudah menguras harta sampe habis bakal ditinggal gitu aja.

Rasanya mau nangis, kesal, sedih, hati saya sakit, retak, hancur campur aduk perasaan saya kala itu. Namun, saya tidak pantang menyerah untuk memperjuangkan hubungan kami. Saya pernah memberaniksan diri untuk bertemu dengan mama mertua saya untuk menjelaskan bahwa saya bukan perempuan yang seperti dipikirannya. Saya tulus mencintai Suami saya bukan karena hal lain. Upaya saya pun tidak berbuah manis, saya di usir dan jawaban dari mertua saya adalah sampai matipun dia tidak akan mau menerima saya sebagai menantunya. Saya dan suamipun menangis berdua.

Suami sayapun kala itu, setiap hari berusaha untuk meyakinkan mamanya namun tak kunjung berhasl. Hampir setiap hari saat suami saya ribut dengan mamanya hanya untuk bisa pergi bertemu saya dan menjedotkan kepalanya ke meja kaca hingga berdarah-darah belum lagi di tambah dengan caci maki dari mamanya. Kala itu suami saya bekerja membantu mamanya dan pada awal 2015, keungan dan fasilitas suami saya di stop oleh mamanya sehingga suami saya tidak punya apa-apa lagi.

Walaupun kala itu suami saya tidak ada uang, tidak ada mobil, saya tetap mendampingi dan menerima dia. Kita tetap menghabiskan waktu bersama, jlan-jalan, semuanya saya yang bayarin. Menurut saya, inilah saatnya saya untuk membuktikan kepada mertua saya bahwa saya itu tidak seperti yang ada dipikirannya. Hingga pada suatu hari, suami saya memutudkan untuk ke.luar dari rumah dan mau membuktikn bahwa dia juga bisa menghasilkan uang sendiri.

Seiring berjalannya waktu, Awei pindah ke rumah saya dan tetntuya tidur dikamar yang berbeda. Sayapun berusaha membantu dia dengan memberikan modal untuk usaha melanjutkan pekerjaannya hingga dia bisa mendapatkan penghasilan. Hidup kami pun benar-benar baik. Kamipun mulai merencanakan pernikahan tanpa adanya resepsi. Foto prewedding pun sudah kami lakukan dan memilih tanggal 27 Maret 2016 sebagai tanggal pernikahan kami.

Singkat cerita saat mengetahui tanggal pernikahan kami, mama metua saya marah karena tidak adanya konfirmasi ataupun pemberitahuan kalau kami akan menikah. Mungkin hati mama mertua saya mulai luluh melihat suaminya saya bisa bertahan sejauh ini dan bilang minimal pestain keci-kecilan saja tapi tetap kami menggunakan uang sendiri. Setelah kami timbang, kamipun setuju untuk dipestain dan kami memilih restoran Pullman untuk menghemat dan sisa uang nya untuk honeymoon ke Eropa. Disaat pernikahan kami, mama mertua saya turut hadir walaupun dengan raut muka yang kurang enak.

Setelah menikah, suami saya masih tinggal dirumah saya karena mertua saya masih belum dapat sepenuhnya menerima saya. Namun, seiring berjalannya waktu saya hamil Louisse, mama mertua saya mulai menerima saya dan sampai hari ini, mama mertua saya sagat baik kepada saya dan hubungan kamipun sudah sangat baik.

Seperti kata pepatah, berakit-rakit dahulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Untuk lebih detailnya, bisa nonton video berikut ya.

Video Perjalanan Cinta Mommy & Daddy