Review Tempat

Hyde Park and St Marys Cathedral : Tempat Wisata Gratis & Keren untuk Foto

Hai moms kembali lagi bersama mommy di #CurcolYukMom. Kali ini mommy ingin sharing tentang pengalaman mommy mengunjungi salah satu tempat wisata di Australia yaitu St Marys Cathedral. Cara untuk datang ke sana gampang banget yaitu mommy tinggal naik bus dan turun di museum Elisabeth kita akan lihat Hyde Park. Ada juga museum yang kita kunjungi. Setelah dari museum itu kita jalan melewati Hyde Park itu dan nanti kita akan ketemu dengan St Marys Cathedral ini dan yang pasti keren, dan juga enggak perlu mengeluarkan biaya beli tiket untuk masuk ke dalam.

Hyde Park adalah sebuah taman besar di Sydney, New South Wales, Australia. Hyde Park terletak di sisi timur distrik bisnis pusat Sydney. Hyde Park merupakan taman paling selatan dari sejaringan taman yang memanjang dari utara ke pesisir Port Jackson (Sydney Harbour). Di Hyde Park itu kita bisa keliling dan foto – foto karena di sana banyak banget spot foto yang bagus.

Cara untuk datang ke Hyde Park ini gampang banget. Mommy datang menggunakan bus dan turun di station museum Elisabeth street dan kita langsung menemukan Hyde Park. Mommy akan berikan spot – spot foto yang bisa kalian gunakan ketika datang ke Hyde Park dan sekitarnya ya moms, yaitu :

1. Sydney’s Bullet Sculpture

Sydney’s Bullet Sculpture adalah sebuah karya seni pahatan berbentuk seperti peluru sesuai dengan namanya ya moms. Sydney’s Bullet Sculpture ini berlokasi di dalam Hyde Park. Jadi sembari keliling – keliling Hyde Park moms bisa mampir dan take a picture di sini.

2. Anzac Memorial

Anzac Memorial di Hyde Park Sydney adalah penghormatan utama NSW untuk semua warga Australia yang telah bertugas di Angkatan Pertahanan. Ini adalah monumen dari semangat dan legenda Anzac dan tempat untuk mengenang jasa – jasa pahlawan serta untuk mereka yang kehilangan orang yang dicintai.

Anzac Memorial dirancang oleh Bruce Dellit, seorang arsitek kelahiran Sydney berusia 32 tahun yang telah berlatih di Sydney Technical College dan Sydney University. Dia memenangkan kompetisi desain pada Agustus 1930. Dellit adalah pendukung utama gaya Art Deco berumur pendek yang populer pada 1930 an. Desain uniknya tidak hanya mencakup ruang peringatan kontemplatif tetapi juga kantor dan kamar untuk membantu mereka yang telah kembali dari Perang Dunia Pertama.

3. St. Marys Cathedral

Menurut mommy untuk cathedral di sini masih so so lah ya moms, karena mommy kan pernah ke Roma, Italia dan di sana banyak banget cathedral yang ukurannya lebih besar dari sini tapi masih oke lah ya moms. Untuk masuk ke sini juga gratis ya moms

Nah itu dia perjalanan mommy di Hyde Park dan St. Marys Cathedral. Penasaran seperti apa serunya mommy jalan – jalan? Yuk simak di video berikut ini.

Review Tempat

Jalan-jalan dan Lihat Berbagai Macam Ikan di Sea Life Sydney Aquarium

Di hari kedua mommy dan keluarga liburan di Sydney, mommy jalan-jalan ke Sea Life Sydney Aquarium. Sea Life Sydney Aquarium ini cukup famous di Sydney dan ramai banget. Lokasinya di Darling Harbour, yang mana kita tahu sendiri Darling Harbour ini sudah famous banget dan tempatnya juga enak, enjoy banget. Jadi kalau kalian di Australia dan ingin jalan – jalan ke Sea Life Sydney Aquarium gampang banget tinggal naik bus, kereta atau bisa juga jalan kaki. Kalau mommy sendiri ke Sea Life Sydney Aquarium naik bus.

Setelah sampai di Sea Life Sydney Aquarium, kita beli tiket dulu dan kebetulan sebelumnya mommy sudah searching di Google kalau tiketnya seharga AUD 50/person. Tapi untungnya pas mommy sampai di sana ada pilihan Merlin Annual Pass. Cuma kalau sampai mommy beli Merlin Annual Pass itu untuk semua tempat wisata di sana dan itu bisa menghabiskan AUD 80, jadi mommy enggak beli Merlin Annual Pass karena mommy planningnya hanya pergi ke Sea Life Sydney Aquarium dan Madame Tussauds. Lalu kita beli yang duo auto pass seharga AUD 60 dan itu tetap murah hitungannya.

Setelah membeli tiket, kita langsung menuju ke tujuan utama kita yaitu Sea Life Sydney Aquarium untuk jalan – jalan. Di sana seru banget, menurut mommy dengan harga tiket yang mommy beli itu worth it banget karena kita di sana bisa lihat berbagai macam jenis binatang yang enggak bisa kalian temukan di Indonesia. Bahkan untuk aquarium di Jepang aja kalah. Selain ada fish dengan berbagai macam corak dan warna, ada juga terumbu karang, shark, lalu ada permainan juga untuk anak – anak.

Di Sea Life Sydney Aquarium, mommy juga ambil foto yang ada di sana ya moms. Kita dapat 10 lembar foto dengan harga AUD 20. Untuk pengambilan fotonya kita hanya perlu memasukkan kode yang telah diberikan atau scan barcode dari kertas yang telah diberikan, selanjutnya kita download deh foto – foto kita tersebut.

Segitu aja perjalanan yang bisa mommy share selama di Sea Life Sydney Aquarium. See you di next episode moms.

Food · Review Tempat

Review Resto Hurricane’s Grill Darling Harbour Sydney Full Pork Ribs

Melanjutkan episode flashback jalan – jalan ke Australian, kali ini mommy mau review restoran tempat mommy makan lagi. Kali ini mommy sedang berada di restoran Hurricane’s Sydney Darling Harbour. Di sini mommy mau review salah satu makanannya yaitu Full Pork Ribs dengan harga 1 porsi AUD 59 atau setara dengan Rp. 590.000 pada saat itu. Dan mommy pesan potato chips sebagai makanan pendampingnya.

Di 1 porsi Full Pork Ribs ini ada 10 iga daging babi ya moms. Menurut mommy enak ya moms dan wangi juga masakannya. Untuk potatonya juga enggak mengecewakan, untuk ribsnya lembut banget walaupun cara memasaknya dipanggang. Kalau untuk bumbunya, rasanya manis – manis tapi enggak bikin eneg. Sedangkan untuk daging porknya sendiri, enggak ada bau – bau daging porknya ya moms. Padahal kan biasanya kalau untuk orang yang enggak terlalu pintar masak pork walau bagaimanapun cara memasaknya misal sudah disteam selama 8 jam pun masih ada bau khas porknya, tapi kalau ini walaupun hanya dipanggang enggak ada bau khas daging porknya sama sekali.

Selain Full Pork Ribs, mommy juga pesan Fish & Chips seharga AUD 21 atau setara dengan Rp. 210.000. Untuk Fish & Chipsnya, sausnya enggak enak menurut mommy. Kalau ikannya juga biasa aja ya moms, cuma memang dagingnya lebih lembut dan rasanya ikannya beda enggak kayak yang di Indonesia.

Kalau ke Hurricane’s Grill Darling Harbour Sydney, mommy paling merekomendasikan untuk mencoba Full Pork Ribs itu tadi ya moms. Jadi bagaimana? Tertarik untuk mencoba menu Full Pork Ribs dari Hurricane’s Grill Darling Harbour Sydney?

Food · Review Tempat

Review Taste Legend Restoran Masakan China di Sydney Australia

Hai moms, hari ini mommy mau flashback sekalian review makanan di restoran tempat mommy makan ketika mommy sedang di Australia. Yang akan mommy review adalah restoran chinese food bernama Taste Legend yang berada di 74 Mountain St, Ultimo NSW 2007, Australia dan tepatnya berada persis di sebelah apartemen tempat mommy tinggal.

Review pertama dari mommy dibuka dengan roti. Di sana mommy pesan roti yang dalamnya ada beberapa isian di antaranya daging babi, seledri, cabe, kecap. Menu roti isi ini dibandrol dengan harga Rp. 80.000.

Lalu mommy beli makanan semacam sayur yang isinya adalah tahu dan daging babi dengan harga Rp. 150.000.

Mommy juga membeli semacam ayam dibumbu kecap gitu ya moms dengan harga Rp. 150.000.

Dan yang terakhir mommy pesan adalah sayur kailan dengan harga Rp. 150.000.

Semua harga yang mommy cantumkan adalah harga yang mommy keluarkan ketika pergi tahun lalu ya moms dan sudah mommy setarakan dalam rupiah. Jadi kalau saat ini moms pergi ke sana mungkin harga makanan per porsinya sudah berubah.

Kalau untuk ayamnya menurut mommy biasa ya, enggak pedas, manis gitu karena ada kecapnya, tapi mommy sendiri enggak rekomen buat ayam ini. Kalau untuk tumis tahu dan daging babinya ada kecapnya juga, tapi tetap sepertinya enakan yang di Indonesia deh moms. Mommy juga pesan sayur kailan dan rasanya agak-agak aneh. Buat 3 makanan ini mommy kurang rekomen dengan harga yang dijual. Yang masih mending dan masih bisa mommy makan adalah yang roti itu tadi ya moms.

Namanya chinese food di berbagai negara kan berbeda – beda cara masaknya, jadi orang China di sini cara masaknya seperti ini, cita rasanya sudah enak menurut mereka. Tapi kalau menurut mommy yang biasa makan chinese food dan penggemar chinese food banget ini kurang rekomen ya moms.

Nah segitu aja review mommy kali ini di restoran Taste Legend Australia. Semoga bermanfaat buat kalian yang ingin pergi ke sana dan mencoba beberapa makanan yang ada di restoran Taste Legend. See you di next episode!

Food · Review Tempat

Review Restoran Da Feng Shou di Negara China

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom bareng mommy. Kali ini mommy mau melanjutkan episode flashback jalan-jalan ke China tepatnya di kampung halaman mommy yaitu Fujian. Nah di Fujian ini kita jalan-jalan ke berbagai tempat salah satunya ke mall yang terpopuler di Fujian moms yaitu Mall Wanda atau Wanda Plaza. Di Mall Wanda ini mommy ingin cari makan dan akan review sedikit tentang restoran yang mommy kunjungi ya moms.

Mommy dan keluarga makan di restoran Good Harvest atau dalam bahasa mandarinnya adalah 大丰收 (da feng shou). Nah moms sambil nunggu makanan, kita bisa mendapat buah-buahan gratis, kalau mommy waktu itu dapat buah semangka dan buah naga. Di sana mommy pesan beberapa makanan, yaitu :

1. Pickle Frog

Ini adalah menu dengan bahan utama daging kodok ya moms. Rasanya asam dan ada rasa pedas-pedasnya. Jadi untuk daging kodoknya sendiri itu cukup lembut ya moms. Biasa mommy itu takut sama yang namanya daging kodok, soalnya amis tapi kalau ini karena bumbunya pas banget jadi mommy suka.

2. Golden Law Grouper Pot

Menu kedua ini adalah ikan, ada mala nya lalu digoreng-goreng. Ini merupakan menu makanan yang recommend di sini moms. Ikannya lembut banget, pedas dan asin. Buat kalian yang suka pedas boleh banget coba menu yang satu ini.

3. Jus Jagung

Sesuai namanya ya moms ini adalah jagung yang dijus, dan rasanya segar banget. Ini disajikan secara hangat. Jadi setelah makan pedas, ini cocok banget untuk membantu menetralisir pedas ya moms.

4. Hotpot

Hotpot ini isinya udang, jamur, tahu, kembang tahu, sayur. Rasanya enggak pedas, lebih ke segar aja moms.

Nah itu tadi adalah menu favorit di restoran Good Harvest Wanda Mall, Fujian, Fuzhou. Jadi buat kalian yang mau jalan-jalan ke Fujian dan berkunjung ke Mall Wanda bisa cobain menu-menu yang favorit yang sudah mommy review tadi ya moms. Semoga bermanfaat. See you next time!

Review Tempat

Review Sheraton Hotel : Hotel Bintang 5 di Shantou China

Hai moms, pada kesempatan kali ini mommy akan lanjut lagi episode flashback ketika pergi ke China tepatnya saat pergi ke Shantou, China. Mommy di sini akan review mengenai hotel bintang 5 di Shantou yang mommy tinggali yaitu Sheraton Hotel.

Kita mulai yuk reviewnya moms. Jadi pas kita masuk ke kamar, di sebelah kiri itu ada lemari kabinet gitu yang isinya adalah plastik untuk baju kotor, sendal dan timbangan. Lalu di sampingnya ada lemari untuk menyimpan baju, ada tatakan untuk menyetrika baju dan jubah mandi.

Kalau di sebelah kiri ada lemari, di sebelah kanan pintu masuk kamar ada kamar mandi ya moms. Kamar mandinya buat mommy jatuh cinta banget karena desainnya cantik dan mewah. Untuk keperluan di kamar mandi seperti pasta gigi, sikat gigi, lotion, penutup kepala, busa untuk kita mandi, shampoo, sabun, conditioner, handuk kecil, handuk besar untuk mandi semua disediakan. Di dalam kamar mandinya ini juga dibagi-bagi jadi beberapa ruangan ya moms, yang pertama ruangan untuk BAB dan BAK, ruangan yang kedua untuk mandi menggunakan shower.

Untuk bagian kamar tidurnya, ranjang tidur yang mommy tempati lebarnya kurang lebih 2 meter dan empuk, nyaman banget. Ada 1 hal yang wow banget moms, yaitu televisinya. Untuk suara televisinya itu bisa menyambung ke kamar mandi, jadi kalau kita sedang mandi atau BAB atau BAK dan enggak mau ketinggalan siaran televisinya kita bisa tekan salah satu tombol di dalam kamar mandi agar suara televisi bisa masuk ke kamar mandi.

Selain itu, di hotel ini juga disediakan cangkir untuk minum beserta kopi sachet dan kulkas mini yang berisi banyak makanan dan minuman. Ada pemanas airnya juga moms dan kita juga diberikan 4 botol air mineral. Ketika kita membuka jendela kamar, pemandangannya cantik banget apalagi kalau malam hari.

Di Sheraton Hotel ini kita juga mendapat free breakfast ala buffet. Sebenarnya di dalam hotelnya sendiri ada 2 macam restoran yaitu chinese food dan buffet. Untuk makanannya ada berbagai macam jenis. Di hotel ini terdapat spa, kolam renang dan bahkan tempat fitness moms. Dan untuk lobinya cantik banget.

Buat moms yang ingin mencoba menginap di sana pasti penasaran kan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menginap di Sheraton Hotel. Untuk harga per malamnya sekitar 2 jutaan ya moms. Tapi dengan harga segitu, pelayanan, kamar dan lain-lain bagus ya moms, mommy cukup suka. Oh iya untuk Sheraton Hotel di Shantou ini letaknya di kota, bukan pelosok. Jadi kalau misalnya moms enggak mau makan makanan hotel moms bisa keluar ke mall karena dekat banget, jalan kaki 5-10 sudah sampai.

Sampai di sini review kali ini versi mommy, semoga bermanfaat.

Review Tempat

Lautan Bunga Verbena di China

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Kali ini mommy mau melanjutkan episode flashback saat ke Fuzhou tepatnya di daerah Putian tahun lalu. Cerita ini mommy mulai dari kenapa mommy memutuskan untuk ke Taman Bunga Verbena di Fuzhou. Mommy ke sana karena rekomendasi dari saudara mommy yang ada di China. Jarak tempuh yang harus dijalani dari kampung halaman mommy di Fujin ke Putian menggunakan kereta kurang lebih hanya 19 menit. Nah dari stasiun ke Taman Bunga Verbena itu harus menggunakan transportasi online lagi. Jadi setelah menimbang-nimbang akhirnya mommy memutuskan untuk menggunakan taksi online saja dari Fujin ke Putian dengan harga RMB 1000 (Rp. 2.000.000) saat itu.

Rombongan mommy pergi menggunakan transportasi online jam 9 pagi, sekitar jam 12 siang kami baru sampai di Putian. Setelah sampai di sana kami semua langsung pergi makan di salah satu restoran yang cukup terkenal dengan ciri khasnya dan ramai banget. Di sana kami memesan berbagai macam makanan-makanan kecil dengan harga RMB 3 (Rp. 6000/porsi) saat itu. Dan tidak ketinggalan kami juga memesan makanan khas Putian. Makanan tersebut adalah sup gitu moms dengan isi berbagai macam bagian daging seperti lidah babi, daging babi dan masih banyak lagi. Harga supnya adalah RMB 15 (Rp. 30.000/porsi) saat itu. Setelah mommy coba ternyata rasanya asam seperti kebanyakan cuka dan enggak cocok di mulut kami.

Setelah selesai makan, kita langsung lanjut perjalanan ke tempat tujuan menggunakan transportasi online. Lama kami berjalan sampailah kami di perhentian pertama, tapi di perhentian pertama tersebut tidak ada taman bunganya sama sekali moms hanya bebatuan saja. Karena perhentian ini bukanlah tempat tujuan kami, akhirnya kami lanjutkan lagi perjalanan dengan mengandalkan maps. Sampai di tempat perhentian kedua, ternyata itu juga bukan taman bunga yang ingin kami datangi melainkan taman biasa orang-orang melakukan jogging. Kami lanjut lagi sesuai dengan arahan dari maps ternyata kami tiba di sebuah klenteng dan lagi-lagi bukan Taman Bunga Verbena.

Akhirnya sopir dari transportasi online yang mommy gunakan ini inisiatif bertanya kepada orang-orang di sekitar tentang dimana letak Taman Bunga Verbena. Dan untuk yang terakhir kalinya kami mengikuti arahan orang sekitar, kalau sampai tidak bisa tiba di taman bunga tersebut mommy sudah bertekad untuk pulang saja karena waktu sudah semakin sore. Setelah mengikuti arahan akhirnya kita sampai juga ke tempat tujuan kami yaitu Taman Bunga Verbena sekitar pukul 3:30 sore.

Saat tiba di sana, kami segera mengeksplor taman bunga tersebut. Di Taman Bunga Verbena selain terhampar luas bunga-bunga Verbena terdapat menara Eiffel yang menjadikan kami merasa seperti di Paris, ada juga kincir angin seperti di Belanda. Seru banget moms! Mommy sendiri senang banget. Enggak menyesal dah walaupun harus sampai nyasar kemana-mana.

Jadi buat kalian yang ingin mendapatkan foto-foto bagus berlatar bunga bisa banget memasukkan Taman Bunga Verbena di list tempat liburan moms. Hanya saja kendala yang dihadapi adalah susahnya jalan menuju kesana. Kenapa? Karena penduduk Putian sendiri saja tidak familiar tentang Taman Bunga Verbena sendiri. Tapi tenang moms, buat kalian yang mau ke sana mommy sudah cari tahu lokasinya ketika tepat mommy sampai di sana, yaitu Huahai Park of Fuzhou capital city of East China’s Fujian Province. Penasaran seperti apa keseruan mommy melakukan perjalan ke Taman Bunga Verbena di Putian? Yuk klik videonya di bawah ini!

Review Tempat

Review Vienna Hotel di Shenzhen

Melanjutkan episode #CurcolYukMom episode flashback jalan-jalan ke Shenzhen China, mommy mau review Hotel Vienna tempat dimana mommy dan keluarga menginap selama 3 hari 2 malam. Lokasi Vienna Hotel ini dekat dengan pusat elektronik di Shenzhen dan strategis. Di sekitar hotel banyak sekali penjual makanan khas dari berbagai daerah bahkan negara. Jadi bagi yang suka makan enggak perlu jalan jauh-jauh ya moms.

Untuk 3 hari 2 malam ini mommy dapat kamar yang standar kurang lebih harganya Rp. 500.000/malam pada saat itu. Lorong hotelnya agak sempit dan lampunya agak redup gitu ya moms, jadi mommy agak enggak suka. Saat masuk ke dalam kamar masih oke kamarnya menurut mommy, tapi untuk kamar mandinya ukuran standar untuk 2 orang enggak terlalu besar tapi suka becek padahal pintu kamar mandinya selalu mommy tutup, ternyata di pintu kaca bagian bawahnya ada space kecil, jadi airnya keluar dari pintunya. Jadi untuk kamar mandinya agak mengecewakan.

Selama 3 hari 2 malam di Vienna hotel ini kan mommy enggak bawa peralatan mandi baby Loewy, jadi mommy mandikan baby Loewy di wastafel. Maka dari itu menurut mommy wastafelnya kurang besar moms.

Untuk tempat tidurnya oke, muat untuk 2 orang dewasa dan 1 bayi. Kasurnya juga empuk banget, jadi tidurnya juga nyaman dan nyenyak.

Yang mengecewakan dari Vienna hotel ini selain kamar mandinya yang sering becek adalah jendela kamarnya kotor banget, berdebu. Jadi ketika kita mau buka jendela itu pemandangannya enggak enak banget karena sangat berdebu.

Untuk breakfastnya kurang enak menurut mommy, makanannya kurang cocok di lidah mommy. Masalah check in dan check out juga mudah enggak terlalu makan banyak waktu.

Buat kalian yang berencana ke Shenzhen, Vienna Hotel ini bisa menjadi pilihan untuk kalian menginap moms karena selain harganya yang pas di kantong, lokasinya juga strategis.

Segitu aja review Vienna Hotel di Shenzhen dari mommy, semoga bermanfaat.

Review Tempat

Tempat Berdoa Sakral di Shizhu Mountain China Fuqing

Nah pada tahun lalu mommy berkesempatan jalan-jalan ke Shizhu Mountain di Fuqing China. Shizhu Mountain ini adalah salah satu tempat wisata di China yang mana ini merupakan pegunungan di China. Di pegunungan tersebut ada sebuah klenteng. Nah, jarak dari apartemen tempat mommy tinggal dengan Shizhu Mountain saat itu hanya 15 menit. Dari apartemen tersebut kita menuju ke Shizhu Mountain menggunakan layanan taksi online atau taksi berbasis aplikasi (滴滴出行 : di di chu xing) dengan biaya kurang lebih RMB 19 atau setara dengan Rp. 39.000 pada saat itu.

Sepanjang perjalanan ke Shizhu Mountain itu sudah ada hawa-hawa asri khas pegunungan ya moms. Setelah kita tiba di Shizhu Mountain, kita disambut dengan sebuah toko yang menjual alat-alat untuk sembahyang. Bagi moms yang ke Shizhu Mountain bukan untuk sembahyang, enggak perlu beli. Kebetulan memang mommy dan keluarga sudah kedua kalinya ke Shizhu Mountain. Jadi setiap kali pergi ke Fuqing, mommy menyempatkan untuk sembahyang di Shizhu Mountain.

Setelah beli perlengkapan untuk sembahyang, kita enggak perlu tenteng-tenteng belanjaan kita karena di sana ada orang yang akan membawakan barang belanjaan kita untuk sembahyang. Setelah semua perlengkapan sembahyang beres, saatnya kita beli tiket untuk naik ke Shizhu Mountain. Sebenarnya jalan untuk ke atas ada 2 macam, yaitu dengan jalan kaki menaiki anak tangga (gratis) dan kita juga bisa naik menggunakan kereta gantung (bayar). Karena mommy bawa 2 baby dan anak orangtua juga, akhirnya mommy beli tiket yang PP seharga RMB 40/orang setara dengan Rp. 80.000 saat itu.

Sepanjang jalan naik menggunakan kereta gantung, itu seru ya moms karena kita bisa melihat pemandangan dari ketinggian, walaupun memang agak seram. Karena setelah mencapai ketinggian tertentu keretanya berasa banget goyang ketika tertiup angin, dan juga keretanya kalau yang mommy lihat seperti kereta tua karena terlihat berkarat.

Setelah kita turun dari kereta gantung, kita harus beli tiket lagi untuk lanjut naik ke Shizhu Mountain. Pembelian tiket untuk naik ke Shizhu Mountain ini dilakukan sebanyak 3x ya moms yaitu untuk beli peralatan sembahyang bagi yang memerlukan, beli tiket untuk naik kereta gantung bagi yang tidak mau jalan kaki, dan tiket untuk masuk ke Shizhu Mountain itu sendiri yaitu RMB 15 atau setara dengan Rp. 30.000 saja pada saat itu.

Setelah kita beli tiket, kita langsung saja masuk ke dalam. Sepanjang jalan menuju ke klenteng viewnya cantik banget, kita bisa sambil foto-foto moms dan pastinya suasanya relax. Untungnya ketika mommy pergi yaitu pada bulan Juni 2019 lalu harusnya sudah musim panas, tapi di Fuqing China musim panasnya lebih agak lambat karena daerah pegunungan jadi masih agak dingin. Jadi pas mommy ke sana cuacanya sangat mendukung walaupun kabutnya masih agak tebal ya moms.

Selesai foto-foto kita lanjut lagi perjalanan masuk ke klentengnya untuk sembahyang. Sekedar informasi, di dinding klenteng yang ada di Shizhu Mountain terdapat 4 nama yang mendukung pembangunan Shizhu Mountain ini moms. Di sana juga ada kegiatan untuk meramal garis tangan, jadi bagi moms yang penasaran ingin diramal bisa juga menggunakan jasa tersebut.

Jadi yang mommy rasakan setelah 2x sembahyang di Shizhu Mountain, mommy merasa ampuh banget. Kenapa? Karena saat pertama kali sembahyang ke Shizhu Mountain ketika mommy masih punya 1 anak yaitu baby Louisse, mommy ditanya ingin punya anak laki-laki atau tidak? Tentu saja mommy mau ya moms. Nah karena mommy mau, mommy disuruh memegang bagian luar semacam patung anak perempuan gitu tapi alat kelaminnya laki-laki. Nah ini merupakan salah satu tradisi gitu ya moms bagi orang sana. Lalu kita sembahyang dengan menyebut 4 dewa. Ternyata pas mommy balik dari sana, mommy dapat baby Loewy. Jadi mommy merasa cukup ampuh aja ya moms berdoa di sana. Jadi buat moms yang ingin punya anak laki-laki dan kebetulan dapat kesempatan ke sana enggak ada salahnya mencoba.

Perlu moms ketahui, bahwa Shizhu Mountain ini dikenal dengan keampuhannya. Jadi apa yang kita minta dengan setulus hati itu akan terkabul. Dan jangan lupa ketika kita meminta sesuatu kita juga harus melakukan usaha ya moms. Jadi harus seimbang antara berdoa dan berusaha.

Nah itulah perjalanan mommy ke Shizhu Mountain, bagi kalian yang pergi ke Fuqing boleh banget mampir ke Shizhu Mountain. Buat moms yang penasaran dengan perjalanan dan pemandangan bagus seperti apa yang mommy dapatkan di sana, langsung klik video di bawah ini ya.

Review Tempat

Kids Learn to Make Sausage at Youreka Kids Farm

Sebagai orangtua milenial pasti kita cemas dengan anak-anak di masa depan, kita tidak mau anak kita sekedar bermain tapi juga ada pelajaran yang bisa didapat dari dia bermain. Nah kalau moms mencari permainan yang seperti itu, moms tidak perlu khawatir karena Youreka Kids Farm bisa menjadi destinasi liburan akhir pekan yang bermanfaat bersama anak.

Youreka Kids Farm adalah sarana belajar yang dikemas dalam bentuk playground dengan konsep peternakan dan perkebunan. Nah kali ini baby Louisse ingin membagikan pengalaman serunya ketika berlibur ke Youreka Farm Kids.

Banyak kegiatan yang baby Louisse ikuti, salah satunya adalah belajar membuat sosis ayam. Tempat membuat sosisnya bernama Sausage Deli. Tentu saja mommy ikut mendampingi baby Louisse saat membuat sosis ayamnya.

Setelah berhasil membuat sosis, anak kita bisa menikmati sosis buatannya sendiri yang sudah dipanggang selama 5 menit. Setelah itu, tidak lupa membersihkan tangan dengan hand sanitizer ya agar tangan tidak kotor.

Nah penasaran bagaimana cara baby Louisse membuat sosis? Yuk langsung saja saksikan video di bawah ini!