Seputar Program Bayi Tabung · Uncategorized

11 Hari Setelah Embryo Transfer

Day 1 : 13 Mei 2020

Ini hari pertama setelah saya melakukan embryo transfer. Proses embryo transfer ini juga hanya memakan waktu 5 menit saja dengan menggunakan selang kateter yang dumasukkan lewat miss v kita dan ditransfer melalui alat untuk mentransfer embrio. Setelah transfer embrio saya masih harus tiduran selama 20 menit sambil nahan pipis. Sebelum embryo transfer saya harus minum air sebanyak-banyaknya sampai perut seperti kebelet pipis, setelah itu baru boleh ke wc untuk pipis.

Yang saya rasakan setelah embrio transfer adalah kram bagian perut, mungkin karena menahan pipis lumayan lama dan pastinya deg-degan memikirkan apakah berhasil atau tidak.

Day 2 : 14 Mei 2020

Hari ke 2 after embryo transfer, setelah bangun saya merasakan agak mual dan agak pusing dan kurang napsu makan. Jika berdiri terlalu lama ngerasa mudah lelah dan bagian miss v kesemutan.

Day 3 : 15 Mei 2020

Hari ke 3 masih ngerasa cepat lelah, lebih ingin berbaring tiduran. Bagian perut juga terasa banyak masuk angin serta kram perut lebih terasa. Lebih sering mengantuk dan menguap dan gampang keringetan.

Day 4 : 16 Mei 2020

Hari ke 4 makin kram di bagian perut, makin cepat ngantuk, badan makin pegal-pegal, dan keringetan makin banyak.

Day 5 : 17 Mei 2020

Hari ke 5 masih ngerasa ngantuk tetap ada, kram bagian perut juga masih terasa, perut makin sakit karena banyak angin, dan hasil testpack masih samar-samar.

Day 6 : 18 Mei 2020

Hari ke 6 semakin cepat lelah dan tidak bisa memaksakan badan, serta bagian pinggang dan pantat sakit.

Day 7 : 19 Mei 2020

Hari ke 7 badan sakit bagian pantat, pinggang, dan punggung disertai mual dan pusing. Tidak bisa dipaksakam tidur malam-malam lagi.

Day 8 : 20 Mei 2020

Hari ke  8 tubuh menjadi lebih segar, mual dan pusing sudah hampir tidak berasa, namun keram masih terasa sampai di hari ini. Kaki kurang bertenaga.

Day 9 : 21 Mei 2020

Hari ke 9 tubuh terasa lebih lelah, bangun tidur terasa mual ingin muntah dan lemas. Bagian kaki masih kram, bawaannya mengantuk.

Day 10 : 22 Mei 2020

Hari ke 10 mulai minum susu dan makan telur putih ayam kampung sehingga menjadi better. Merupakan hari terakhir suntik penguat kandungan dan pengencer darah.

Day 11 : 23 Mei 2020

Hari ke 11 akan melakukan cek darah untuk membuktikan positif hamil atau tidak. Dan setelah melakukan tes di test pack dan beta HCG hasilnya adalah 1588 yang artinya usia kehamilan 5 minggu atau positif hamil.

Jadi, inilah perjalanan 11 hari saya setelah embryo transfer. Dan yang perlu diketahui adalah 11 hari ini merupakan ciri – cari yang dialami saya pada kehamilan yang ketiga ini. Tentunya ciri kehamilan yang dialami oleh setiap wanita adalah berbeda – beda ya, moms.

Dan terimakasih saya ucapkan kepada Dr. Nando RS Bunda Morula Menteng yang telah banyak membantu dari kehamilan pertama hingga kehamilan ketiga ini. Untuk mommy – mommy pejuang bayi tabung tetap semangat dan positive thinking agar tetap mendapat hasil yang maksimal!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19 · Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 ini membuat proses tatap muka antara dokter dan pasien semakin terbatas ya, moms. Kunjungan ke rumah sakit dibatasi, mengingat rumah sakit juga bisa menjadi tempat penularan virus yang potensial menjadi infeksi dan fatal.

Hal ini pun juga berdampak pada program bayi tabung. Proses ini memerlukan serangkaian tahapan agar berhasil mencapai kehamilan dan kelahiran yang sehat. Dengan adanya pandemi Covid-19 membuat proses tersebut terhambat karna tatap muka antara dokter dan calon orangtua semakin terbatas

Program bayi tabung sendiri merupakan usaha alternatif untuk mendapatkan kehamilan, bagi pasangan yang kesulitan memperoleh buah hati. Program bayi tabung dilakukan dengan pembuahan di luar rahim ibu atau IVF. Untuk memiliki buah hati tentunya tidak terduga dan tidak bisa ditunda ya, moms. Terlebih lagi khsusnya wanita yang memiliki keterbatasan.

Seperti saya sendiri contohnya, tentunya mendapatkan banyak contra ketika memutuskan untuk memiliki anak ketiga di tengah pandemi ini. Tapi, jika ditunda terlalu lama, akan memungkinkan untuk tidak memiliki kesempatan itu lagi lho, moms.

Bagi mommy – mommy yang memiliki pengalaman dan keluh kesah yang sama, berikut saya bagikan tips aman untuk melakukan proses bayi tabung di tengah pademi Covid-19!

  1. Tubuh Harus Fit

Jadi moms, ketika kita memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, selama itu juga kita harus berkomitmen untuk menjaga kesehatan kita dan melakukan healthy life style agar proses dari program bayi tabung di tengah pandemi ini tidak sia – sia.

Karna, ketika kita akan mendaftarkan diri ke rumah sakit untuk mengikuti proses bayi tabung, hal pertama yang akan ditanyakan oleh pihak rumah sakit adalah kesehatan kita terlebih dahulu. Jika dalam 14 hari terakhir kita dalam keadaan fit, maka kita akan melanjutkan ke step selanjutnya. Melainkan, jika dalam 14 hari terakhir kita dalam keadaan tidak fit, maka pada saat itu juga kita dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan proses bayi tabung.

  1. Pakai Masker

Untuk ke rumah sakit tentunya memakai masker dan atribut kesehatan lainnya menjadi hal yang sangat penting ya, moms. Bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi memakai masker saat ini juga merupakan hal prioritas bagi kita untuk berkunjung ke rumah sakit yang menjadi media menyebaran virus. Jika tiba – tiba kita terkena virus dan tidak memakai masker, otomatis kita tidak akan bisa melakukan program bayi tabung lho, moms!

  1. Melalui Proses Screening

Tidak berbeda dengan prosedur untuk masuk ke tempat perbelanjaan dan yang lainnya, rumah sakit pun menjadi salah satu tempat terpenting untuk mengadakan proses screening dan mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk. Ketika kita sudah screening dan ternyata hasilnya adalah suhu kita tinggi atau demam maka kita tidak bisa masuk lho, moms.

  1. Social Distancing

Point ini merupakan point yang sudah tidak jarang kita dengar di tengah pandemi ini ya, moms. Sama seperti tempat dan rumah sakit lainnya, RS Morula Menteng juga kerap melakukan social distancing dari ruang tunggu, bagian administrasi, maupun bagian farmasi, jadi pastikan jarak kalian aman dan tidak dekat dengan pasien yang lain ya, moms!

  1. Bersedia Melakukan Rapid Test

Tips yang satu ini tidak kalah penting ya, moms. Untuk mengikuti proses bayi tabung, sebelum dan selama proses ini juga kita harus bersedia untuk melakukan Rapid Test atau test Covid-19. Penting sekali untuk melakukan Rapid Test ini agar proses bayi tabung pun tidak sia – sia untuk dilakukan ya, moms.

  1. Selama Embrio Transfer, Tidak Bisa ditemani Suami

Biasanya ketika melakukan embrio transfer, kita sebagai istri pasti akan bisa ditemani oleh suami ya, moms. Tetapi kali ini berbeda dengan adanya pandemi Covid-19, rumah sakit memiliki kebijakan bahwa suami tidak diperkenankan untuk menemani kita.

That’s all seluruh tips aman untuk mengikuti proses bayi tabung di tengah pandemi Covid-19! So untuk mommy – mommy yang ingin melakukan proses bayi tabung di tengah pandemi, apakah sudah siap menjalankan keseluruhan prosedur nya sendiri? Semoga membantu dan semoga cepat positif hamil ya, moms!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Seputar Program Bayi Tabung

Bayi Tabung : Apakah Frozen Embrio sama dengan Fresh Embrio?

Hai moms, balik lagi nih di sesi #CurcolYukMoms yang kali ini akan membahas tentang bayi tabung. Bayi tabung itu bukan bayi di dalam tabung ya, jadi buat kalian yang belum tau apa itu bayi tabung artikel ini akan membantu kalian untuk mengerti apa itu bayi tabung.

Secara singkat bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh wanita, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan ada dalam fase siap, fase siap ini disebut fase embrio. Dalam beberapa kasus ada yang mendapatkan 2 sampai 3 embrio, dan saya sendiri mendapatkan 32 embrio calon anak. Dan setelah itu dikembangkan sampai fase siap ditanamkan ke dalam rahim, dan mendapatkan 17 embrio calon anak yang benar-benar siap. Setelah itu akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF).

Untuk embrio yang sudah siap tadi disimpan di dalam kulkas khusus yang suhunya -196°C. Embrio yang di masukan ke dalam rahim disebut embrio fresh. Dan embrio yang di bekukan di sebut frozen embryo. Pemindahan frozen embryo ke dalam rahim di sebut frozen embryo transfer yang akan kita bahas lebih lanjut :

1. Apa itu Frozen Embryo Transfer (FET)?
FET adalah proses serangkaian program bayi tabung yang dimana dia mengambil embrio beku kemudian dicairkan lalu dimasukan ke dalam rahim sehingga bisa hamil.

2. Frozen Embryo disimpan dimana sih?
Frozen Embryo ini disimpan di dalam inkubasi lab khusus yang sebelumnya akan dibekukan dengan menggunakan nitrogen cair. Sebelum dibekukan embrio ini akan dimasukan ke dalam cairan khusus yang berfungsi untuk melindungin sel-sel dalam embrio untuk menghindari kerusakan ketika proses pembekuan dan penyimpanan dilakukan, dan biasanya proses pembekuan membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam sampai benar-benar membeku. Ketika sudah membeku akan dimasukan ke dalam freezer khusus dengan suhu -196°C.

3. Berapa lama Frozen Embryo bisa disimpan?
Ini pertanyaan yang sering muncul, sama halnya ketika kita menyimpan ikan di kulkan yang bisa bertahan kurang lebih 3 hari sebelum kita olah. frozen embryo ini juga memiliki jangka waktu penyimpanan, yaitu dapat di simpan dalam waktu 24 tahun. Tapi harus siap mengeluarkan biaya untuk biaya penyimpanan ya moms. Di Indonesia khususnya di Morula IVF disarankan digunakan dalam waktu 9 tahun, karena tingkat kehamilan lebih tinggi dibandingkan lebih dari 9 tahun.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan Frozen Embryo?
Jadi ketika sepasang suami istri sudah menentukan mau hamil lagi, frozen embryo yang dibekukan akan dikeluarkan dalam inkubasi lab lalu dicairkan dengan menggunakan cairan yang berfungsi menghilangkan cairan CPA yang selama ini melindungin embrio selama proses penyimpanan dan mengembalikan kadar air dari embrio tersebut. Hanya membutuhkan waktu 40 sampai 60 menit sampai benar-benar cair dan hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk memasukan embrio ke rahim wanita.

5. Prosedur FET
Jadi prosedur ini mudah dan gampang, jadi setelah di cairkan tinggal dimasukan saja. Dalam keadaan kita sadar, dokter akan memasukkan kateter melalui miss v sampai ke rahim. Tidak ada rasa sakit hanya tidak enak sedikit, dan dokter akan mentransfer fresh embryo menggunakan alat khusus.

6. Resiko FET
Tidak bisa dipungkiri pasti ada resikonya. Untuk resiko ringan yaitu perut seperti sembelit dan tidak nyaman, keram, payudara mengeras, dan biasanya akan keluar cairan dari miss v. Untuk resiko yang cukup berat yaitu OHSS seperti yang sudah pernah saya bahas, lalu kehamilan ektopik, kehamilan kembar, dan yang terakhir infeksi organ reproduksi.

7. Peluang kehamilan
Jadi berdasarkan penelitian, dikatakan bahwa peluang kehamilan lebih besar didapatkan pada embrio beku. Beberapa studi juga mengatakan saat kita melakukan frozen embryo, kita sedang mempersiapkan fasilitas rahim kita sebaik mungkin. Embrio yang dapat bertahan setelah dibekukan adalah embrio yang kuat, jadi kesimpulannya rahim yang bagus serta embrio yang kuat akan meningkatkan tingkat kehamilan seseorang.

8. Apakah FET ada di Indonesia?
Jawabannya adalah YES, saya sudah melakukannya di Morula IVF Menteng dengan dokter Arya Nando.

Bayi tabung yang dibekukan bisa bikin kehamilan? Jawabannya ada di next #CurcolYukMoms.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI