Seputar Program Bayi Tabung

Sisa 13 Calon Anak Bayi Tabung, Diapain ya?

Hai moms kembali lagi di sesi #CurColYukMoms. Pada kesempatan hari mami mau sharing tentang suatu hal yang banyak sekali diDM-kan para moms ke IG dan Tiktok mami yang bahkan kemaren sempat viral, yaitu tentang kelanjutan 13 calon bayi tabung.

Sebelum mami cerita mengenai kelanjutan si 13 calon bayi tabung, mami mau sedikit flashback dulu mengenai program bayi tabung yang pernah mami jalani. Mami pribadi melakukan program bayi tabung untuk mendapatkan anak dan mami lakukan sebanyak 2x.

Program bayi tabung yang pertama mami mendapatkan 3 telur, 1 good sisanya kurang bagus. 3 telur mami masukkan dan dapat Louisse Scarlett. Nah setelah itu otomatis sudah nggak ada calon anak yang tersisa untuk dimasukkan ke rahim mami.

Di kehamilan kedua mau nggak mau mami harus program ulang lagi. Suntik lagi dari awal dan lain-lain. Kebetulan pada program hamil kedua mami mendapatkan 32 telur. Setelah telur tersebut dibuahi sperma akhirnya dapat 16 calon anak yang siap dilahirkan dengan grade excellent. Yang mana kalau grade excellent ini tingkat keberhasilan untuk mendapatkan anak atau hamil di atas 50%. Pada saat itu, di kehamilan kedua mami cuma masukin 1 telur grade excellent dan dapat Loewy Axell.

Di kehamilan ketiga mami sebenarnya nggak ada rencana untuk mendapatkan bayi kembar. Tapi karena sayang telurnya masih sisa banyak banget akhirnya dokter minta mami untuk masukin 2 karena belum tentu juga akan jadi 2 janin.

Akhirnya mami masukkan 2 telur yang grade excellent ke dalam rahim mami dan mami mendapatkan si Kembar London dan Luckie. Jadi sekarang sisa telur mami ada 13 calon anak yang siap dilahirkan yang sekarang sedang dibekukan di kulkas khusus. Kulkas khusus tersebut mami bayar per bulannya 350ribu.

Mengetahui banyaknya telur yang siap dilahirkan, banyak dari moms yang menyarankan untuk disumbangkan aja telurnya atau dilahirkan lagi. Jujur dari mami pribadi sebenarnya masih dilema mau lahirkan lagi atau nggak soalnya sudah 4 anak. Suami sendiri sudah nggak mau, tapi mami sendiri pengen baby girl.

Tapi kalau misalnya sampai mami nggak mau punya anak lagi mami cuma punya 3 opsi yang pertama mami ambil 13 calon anak mami dalam bentuk strip, telurnya sudah kecil banget dimasukkan ke dalam strip dan akan mami kuburkan di halaman rumah mami.

Opsi kedua, 13 calon anak mami bisa disumbangkan ke Morula IVF Menteng. Biasanya telur tersebut untuk penelitian dan sudah dikonfirmasi telur mami bisa untuk penelitian. Opsi ketiga mami bisa ambil 13 calon anak mami dan balikin ke rahim mami, tapi baliknya nggak pada saat masa subur.

Banyak yang menyarankan untuk disumbangkan aja kan banyak pasangan nggak punya momongan berpuluh-puluh tahun. Jujur mami juga pengen banget sumbangin dan membantu pasangan lain, tapi setelah mami konfirmasi berkali-kali, di Indonesia ada hukum bahwa kita nggak bisa sumbangkan calon anak kita dari bayi tabung itu ke orang lain karena masalah genetic dan masalah hukum. Tapi kalau di luar negeri itu bisa kita sumbangkan ke pasangan yang belum memiliki momongan.

Jadi buat orang yang sudah DM mami untuk minta tolong mami sumbangin calon anak mami ke kalian, sorry banget tidak bisa. Kalau bisa pasti mami sudah sumbangin buat kalian. Ada juga yang bilang sayang banget kalau nggak digunakan, mending lahirkan lagi aja 13 anak dan kembar. Setelah mami konfirmasi ulang dengan dokter Nando, mami memang bisa melakukan sesar lagi tapi nggak bisa kembar lagi karena ada masalah dengan kantung kemih mami.

Terakhir mami hamil si kembar, bagian saluran kantung kemih mami berdarah dan yang ditakutkan kalau sampai nanti mau hamil kembar lagi itu resikonya lebih tinggi. Kalau mau hamil lagi cuma bisa masukin 1 embrio aja. Cuma sampai hari ini mami belum ada keputusan mami mau hamil lagi atau nggak tapi minimal mami sudah dapat beberapa informasi kalau mau hamil lagi itu bagaimana, bisa masukin kembar atau nggak dan lain sebagainya.

Inilah sharing mami mengenai bayi tabung dan sisa calon anak mami yang menunggu dilahirkan semoga bermanfaat. Untuk kalian yang ingin program bayi tabung tetap semangat, karena mami sendiri sudah menjalankan program bayi tabung dari umur 23 tahun dan melakukan beberapa aktivitas yang mendukung program bayi tabung akhirnya mami bisa berhasil. Program bayi tabung mami yang pertama, kedua dan ketiga berhasil semua. Tetap semangat moms!

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sempat Gagal, Ini Perjuangan Tya Ariestya Menjalani Program Bayi Tabung

Siapa sih yang nggak tahu sama selebriti moms, Tya Ariestya? Pasti moms semua tahu ya. Tya Ariestya adalah satu dari banyak wanita yang juga memutuskan untuk mempunyai buah hati lewat bayi tabung. Di kesempatan hari ini, mami mau sharing obrolan mami bersama Tya tentang bayi tabung. Bagaimana perjuangannya, seperti apa tantangannya hingga apa yang membuatnya memutuskan untuk melakukan bayi tabung? Yuk simak obrolannya berikut ini.

Apa alasan Tya Ariestya memilih untuk bayi tabung?

Tya Ariestya : Pada saat itu edukasi tentang bayi tabung bisa dibilang hampir nggak ada sama sekali dan waktu itu umur aku 29 tahun. Nikah umur 28 tahun dan pada saat menikah dapat suami yang well prepared. Dia sebelum menikah harus cek semuanya sampai akhirnya ketahuan kalau aku punya kelainan hormon yang namanya PCOS (gangguan hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil di tepi luar).

Ada hormon yang nggak seimbang, masa suburnya jadi nggak jelas boleh dibilang malah nggak punya masa subur, terus bisa dibilang hormon laki-lakinya lebih banyak dari hormon perempuan. Biasanya ada beberapa tanda bahwa kita menderita PCOS seperti tumbuh bulu halus di sekitar mulut (kumis) dan di sekitar puting payudara. Biasanya wajahnya lebih berminyak dan berjerawat serta kelebihan berat badan. Cuma ketika aku divonis PCOS berat badanku hanya 46 kg. Jadi ternyata aku itu punya genetik diabetes.

Akhirnya saat menikah kita sudah tahu kan kalau aku akan kesulitan hamil tapi enggak mau baru nikah langsung bayi tabung. Kita punya target, suami aku waktu itu 34 tahun dia bilang untuk coba alami sambil aku minum obat. Jadi kita pergi ke dokter aku minum obat PCOS, aku dapat obat diabet terus aku dikasih vitamin tambahan.

Selama 1.5 tahun tidak putus minum obat itu sampai akhirnya naik berat badan. Muka jerawatan, minyakan dan setelah 1.5 tahun suami memutuskan untuk ke dokter untuk ikut program hamil berbantu. Untuk case aku, ditawarin beberapa macam inseminasi atau bayi tabung dengan persentase keberhasilan.

Ketika inseminasi keberhasilannya itu rata-rata 10% sedang untuk bayi tabung rata-rata keberhasilan 40% dengan kondisi aku pada saat itu PCOS dan memang sperma suami waktu itu lagi nggak bagus karena waktu itu suami aku perokok. Jadi dokter menyarankan aku untuk bayi tabung, karena untuk inseminasi persentase di kondisi aku menurun dari yang 10% jadi paling cuma 5%. Sementara di kondisi bayi tabung dari 40% bisa naik ke 60% karena aku rajin olahraga dan masih muda. Semakin muda persentase keberhasilan semakin tinggi. Memang kalau secara harga itu bisa kayak 1:3. Mungkin inseminasi kalau jaman aku dulu tahun 2015 adalah 10-19 juta, bayi tabung itu sekitar 60-80 juta.

Akhirnya aku dan suami mikir kita masih muda kalau kita bayi tabung sekarang kita masih punya banyak waktu. Yang pertama chance keberhasilan semakin tinggi, kedua ketika kita tidak berhasil kita masih punya semangat nih untuk coba lagi dan untuk kumpulin uangnya lagi. Akhirnya memutuskan untuk bayi tabung.

Habisin berapa untuk 3x bayi tabung sampai hamil?

Tya Ariestya : Kalau di kehamilan aku pertama sekitar 60 jutaan sampai hamil, dan yang kedua waktu itu aku sudah punya simpanan. Kalau bayi tabung ketika PCOS telurnya lebih banyak, yang biasanya orang-orang cuma punya telur 1 atau 2 kita bisa sampai 30 an. Jadi waktu yang pertama itu dapat banyak, cuma memang qualitynya biasanya PCOS itu lebih di bawah dibanding yang normal.

Akhirnya telur aku diketemuin sama sperma suami yang jadi embrio ada 4. Grade nya aku lupa, yang dimasukin kalau enggak salah yang execellent dan good, sisanya punya 2 good. 2 dimasukin yang 2 disimpan, yang 2 dimasukin itu jadi Kanaka. Setelah itu di program bayi tabung kedua aku tinggal transfer embrio aja kan 2, tapi enggak jadi. Yang ketiga aku ulang proses dari awal lagi dan jadi Anugerah.

Nah itu enaknya kalau kita coba bayi tabung dari muda semangat kita juga beda, terus juga secara stimulasi obat juga pastinya lebih bereaksi baik.

Apa bedanya dari bayi normal?

Tya Ariestya : Totally nggak ada yang different. Justru dokter Nando lebih meyakinkan kita, dia bilang dengan mendapatkan anak dari proses bayi tabung biasanya orang yang melakukan bayi tabung akan lebih memperhatikan asupan pada saat kehamilan dan sebelum kehamilan. At the end anaknya jadinya pintar. Tapi bukan berarti yang nggak bayi tabung itu tidak bagus ya.

Nah itu adalah sedikit dari obrolan mami dan Tya Ariestya mengenai bayi tabung. Lalu ada kah program bayi tabung yang sedang dijalankan Tya Ariestya saat ini? Masih bersediakah Tya untuk melakukan program bayi tabung untuk yang keempat kalinya? Yuk simak lanjutan obrolan mami dengan Tya Ariestya di video berikut ini.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

Kok masih mudah sudah program bayi tabung? Pertanyaan ini sering banget diberikan pada mommy. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah memangnya kosong berapa bulan? Jujur mommy itu kosong selama 6 bulan dari mommy sudah married.

Loh kok 6 bulan sudah program bayi tabung? Enggak bisa alami aja? Bukannya alami lebih bagus daripada bayi tabung? Toh biayanya juga lebih murah daripada bayi tabung dan banyak sekali persepsi di masyarakat bahwa bayi tabung itu kurang baik.

Sebelum mommy memberikan alasan kenapa mommy melakukan program IVF mari kita kenali dulu apa sih sebenarnya bayi tabung? Bayi tabung adalah proses kehamilan yang dilakukan di luar tubuh manusia. Di mana sperma dan sel telur dipertemukan di dalam 1 cawan dan setelah dipertemukan akan dibiarkan selama 3 hari sampai kita tahu apakah sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan menjadi sebuah embrio. Nah setelah mengetahui apa itu bayi tabung, mommy akan berikan alasan kenapa mommy masih muda melakukan program bayi tabung.

Alasan Melakukan Program Bayi Tabung

1. Mommy Tidak Subur

Mommy itu mulai haid dari mommy SMP, dan kalau haid bisa 2-3 bulan sekali. Orang lain siklusnya 30 hari bahkan 25 hari juga ada ya yang subur, mereka akan haid lagi, rutin. Sedangkan mommy 2-3 bulan baru bisa menstruasi lagi, enggak subur, enggak normal. Cuma dikarenakan mommy masih remaja dan memang merasa kalau menstruasi 2-3 bulan sekali bukannya lebih enak, bisa hemat pembalut, enggak usah repot dan kesakitan, jadi i don’t care.

Setelah mommy married, kejadian tersebut masih berlangsung. Bayangkan aja, kita kalau mau hamil otomatis kita harus punya sel telur yang subur dan matang, kalau mommy menstruasi 2-3 bulan sekali maka untuk presentasi hamil kebuang 2-3 bulan moms. Jadi mommy cuma bisa melakukan program hamil itu ketika mommy mens di 2 bulan kemudian. Yasudah 2-3 bulan dilewati, pas mommy program ternyata telur mommy banyak banget tapi telur enggak ada yang matang. Sedangkan sperma harus membuahi sel telur yang matang baru bisa jadi embrio. Kalau sel telur mommy itu tidak ada yang matang atau ukuran matangnya enggak sesuai standar yaitu 18mm otomatis sperma tidak bisa membuahi sel telur tersebut dan otomatis tidak ada kehamilan.

Mommy itu PCO (Polycistic Ovaries), jadi kalau dalam bahasa kedokteran adalah kejadian dimana seorang wanita itu memiliki sel telur yang sangat banyak tapi tidak ada yang matang satupun. Sehingga untuk ada presentasi terjadi kehamilan makin berkurang. Banyak orang beranggapan anak itu titipan dari tuhan jadi tunggu aja kalau tuhan sudah kasih pasti bakal hamil. Cuma moms mommy menemukan masalah lain lagi selain enggak subur, yaitu masalah kedua mommy di bawah ini.

2. Saluran Tuba Lengket

Jadi waktu itu di tahun 2011 atau 2010 kalau enggak salah, mommy melakukan operasi besar yaitu operasi usus besar. Mommy sempat usus buntu tapi dibiarkan karena masalah ekonomi jadi enggak operasi, dibiarkan selama 1 tahun yang akhirnya usus buntu itu bengkak dan pecah. Cairan dalam usus buntu itu lengket dan masuk ke bagian organ tubuh mommy termasuk usus besar mommy. Waktu itu perut mommy sampai besar banget. Kata dokter bisa selamat aja sudah syukur. Jadi waktu itu usus besar mommy dipotong setengah. Yasudah kirain setelah operasi sudah sehat, ternyata itu mempengaruhi saluran tuba mommy untuk proses kehamilan.

Jadi mommy sampai bingung kenapa enggak hamil, memang enggak subur tapi sudah makan obat subur, tapi kok tetap enggak hamil. Mommy coba cari di Google dan menemukan artikel yang meminta untuk coba cek tuba falopi apakah saluran tuba falopi itu lengket, enggak berfungsi atau dua-duanya.

Jadi waktu itu mommy langsung tes. Jadi waktu itu mommy melakukan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan Uterosalpingografi. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan sinar x dengan memakai cairan yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran tuba kanan dan kiri. Jadi cairan itu diumpamakan sebagai sperma, kalau bisa lewat berarti aman. Yang bagian kiri bisa lewat cairannya, sedangkan yang kanan mampet enggak bisa lewat cairannya.

Misal mommy sudah subur, telur sudah matang. Telur kan ada di kanan dan kiri, sperma masuk nih ke dalam perut kita lewat saluran tuba falopi itu yang kiri lewat tapi yang kanan enggak. Jadi presentasi mommy untuk hamil makin berkurang lagi.

That’s why mommy melakukan program bayi tabung. Karena selama 6 bulan mommy kosong dari mommy married, mommy itu boleh dibilang hampir tiap minggu konsultasi ke dokter, minum obat subur, suntik pemecah telur, dikasih tahu berhubungan badan kapan tapi enggak kunjung hamil.

Makanya dokter Robi di Grand Family yang menangani mommy, menyarankan untuk program bayi tabung aja. Nah itu adalah alasan kenapa mommy langsung program bayi tabung. Dan mommy program bayi tabung di IVF Menteng Morula Bunda dengan dokter Nando. Jadi begitulah alasan kenapa mommy walaupun masih muda tetap melakukan program bayi tabung, semoga bisa menjawab moms semua yang masih bertanya-tanya ya. See you di next #CurcolYukMom.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Mengalami OHSS saat Program Bayi Tabung, Perut Jadi Membesar 110cm!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms. Karena banyak banget dukungan dari para mommy-mommy yang mungkin sekarang lagi program bayi tabung dan ingin tahu lebih detail mengenai penyakit OHSS, akhirnya mommy memutuskan untuk sharing hari ini. Kalau mommy ngomongin OHSS itu menjadi trauma buat mommy ya moms. Gimana enggak trauma moms, OHSS yang mommy alami itu sebanyak 2x.

Nah di sini mommy akan mengupas tuntas apa sih sebenarnya itu OHSS? Kenapa sih kita bisa OHSS? Apa yang harus kita hindari dan lakukan kalau sampai kita mengalami OHSS?

Apa Itu OHSS?

OHSS atau Sindrom Hiperstimulasi Ovarium adalah efek samping yang umum terjadi dari terapi kesuburan yang menghasilkan telur-telur di ovarium menjadi banyak karena obat-obatan yang digunakan selama program bayi tabung (IVF). Jadi ketika kita melakukan program bayi tabung, dokter sudah ACC, kita akan diberikan obat kesuburan yang disuntikkan ke perut kita selama 7-10 hari, tergantung dari telur kita sudah cukup besar atau belum dan juga tergantung dari dosis obat kesuburan yang diberikan dari dokter. Nah ketika obat kesuburan ini menginduksi sel telur kita, lalu sel telur kita bereaksi berlebihan atau abnormal daripada biasanya ini lah yang akan menyebabkan seorang wanita yang melakukan terapi kesuburan seperti program bayi tabung bisa mengalami komplikasi yaitu OHSS.

Ketika kita mengalami OHSS bagian ovarium kita membengkak, ketika ovarium kita membengkak, cairannya itu keluar. Cairannya keluar ke rongga perut, dada dan ini lah yang mommy alami. Cairan keluar, menumpuk ke rongga perut sampai dada bahkan jantung yang membuat kita enggak nyaman.

Gejala OHSS :

* Perut membesar tidak sesuai usia janin
* Kembung
* Banyak cairan
* Mual muntah
* Susah BAB dan BAK

Nah OHSS ini sendiri terdiri dari 3 macam :

1. OHSS Ringan

OHSS ringan ini adalah terjadi pembengkakan sedikit di ovarium sehingga cairannya keluar sedikit dari ovarium ke rongga perut yang akan menyebabkan nyeri perut ringan, mual muntah ringan dan kembung ringan. Biasanya kejadian ini akan berlangsung selama 1-2 minggu aja dari embrio transfer dan secara bertahap akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya tanpa disadari ya moms.

2. OHSS Sedang

Ini mommy alami di program kehamilan bayi tabung yang pertama. Jadi OHSS sedang itu biasanya ada pembengkakan lebih besar sedikit di bagian ovarium sehingga menyebabkan keluarnya cairan ke rongga perut dan dada itu lebih banyak dibandingkan yang OHSS ringan tadi.

Yang mommy rasakan dari pengalaman mommy setelah mommy embrio transfer, 3 hari kemudian mommy itu sudah merasa kram perut, mual, muntah, kembung, terus enggak enak badannya. Lalu mommy merasa berat badan langsung naik sampai 2kg. Jadi dalam waktu kurang lebih seminggu mommy naik berat badan sampai 5kg dan mommy merasa ada cairan dalam perut mommy.

Cuma setelah mommy konsultasi sama dokter Nando, dokter Nando bilang banyakin aja makan putih telur ayam kampung. Jadi pada saat itu mommy makan 10 putih telur ayam kampung setiap hari, non stop untuk meredakan rasa kembung dan mengurangi cairan di perut mommy. Akhirnya setelah mommy sudah cek positif hamil, kurang lebih 1 bulan mommy alami OHSS sedang ini sampai mommy USG ovarium masih sempat bengkak sedikit. Setelah sebulan itu berangsur-angsur cairan di perut mommy itu mulai hilang, berkurang sampai akhirnya sudah enggak ada lagi.

Jadi mommy memang merasa enggak enak sih moms tapi masih bisa mommy atasi kembung dan gejala OHSS tadi dengan memperbanyak makan putih telur ayam kampung. Kalau menurut mommy OHSS sedang ini masih oke ya moms dan masih bisa diatasi komplikasi dari program bayi tabung mommy yang pertama ini. Dan biasanya buat para moms yang sampai mengalami OHSS biasanya itu presentasinya 70% itu program bayi tabungnya berhasil. Jadi walaupun kita mengalami OHSS ini jangan sedih karena ternyata kita bisa positif hamil dari program bayi tabung yang sudah kita jalankan moms.

3. OHSS Berat

Ini berat banget buat mommy juga untuk flashback lagi, mommy merasa ini penting banget untuk dishare. Jadi OHSS berat ini bisa kita rasakan karena adanya pembengkakan yang sangat besar di ovarium kita dan cairan bebas keluar ke rongga perut, dada bahkan sampai ke jantung. Dan itu mommy rasakan di program bayi tabung kedua.

Dari pengalaman mommy setelah embrio transfer, 3 hari kemudian mommy sudah merasakan perut enggak enak banget, cairan banyak banget di perut mommy, kembung banget, setiap makan langsung muntah, jadi benar-benar susah banget untuk masuk makanan, susah BAB dan BAK. Tidur apalagi, susah banget ya moms padahal pada saat itu kita juga lagi nungguin hasil bayi tabungnya positif atau enggak, harusnya mommy makan makanan yang bernutrisi agar program bayi tabungnya berhasil.

Jadi pada saat itu mommy cek berat badan mommy dalam 3 hari setelah embrio transfer naik 5kg. Sebenarnya enggak papa naik tapi yang wajar-wajar aja, kalau sampai drastis kan serem juga ya moms. Saat itu mommy tetap makan putih telur ayam kampung sesuai dengan anjuran dari dokter yaitu 10 biji per hari.

Lalu setelah itu, mommy diemin aja makin hari berat badan mommy makin bertambah, perut mommy makin besar. Sampai akhirnya dalam kurun kurang lebih 1 bulan berat badan mommy 20kg. Lebih besar daripada pas mommy mau lahiran. Lingkar perut mommy besar banget, 110cm. Baru juga nungguin hamil atau enggak masa perut sudah sebesar itu, cairan dimana-mana semua keisi ke perut sampai ke dada, jantung, tulang punggung mommy kerendam, usus juga kerendam.

Enggak bisa ngapa-ngapain moms, setiap hari keluar keringat dingin terus. Bahkan ketika tiduran dan mau bangung enggak bisa bangun sendiri mesti dibantuin, karena tulang punggung kerendam sama cairan lama banget, enggak ada tenaga. Sesak napas juga, detak jantung kencang banget. Mommy merasa surga sudah dekat, sudah pusing deh. Mommy sama daddy sudah stres banget.

Mommy kan enggak bisa makan, nangis terus kerjaannya, sampai bagian vagina mommy bengkak besar banget karena cairannya turun ke sana. Sudah enggak tahan akhirnya ke dokter. Inget banget pada saat itu sedang lebaran, bayangin aja. Dokter Nando juga lagi cuti, makanya diganti sama dokter lain. Enggak pas banget timingnya mommy masuk ke rumah sakit.

Mommy dicek segala macam sampai nginap di rumah sakit 5 hari, pertama kali mommy rawat inap 5 hari itu mommy dikasih cairan lewat pembuluh vena enggak boleh minum dan lain-lain dulu akhirnya setelah dicek, 2 hari di rumah sakit tanpa tindakan ternyata dokter memutuskan mommy untuk melakukan tindakan Parasentesis itupun mommy yang paksa untuk keluarin cairannya gimana caranya. Jadi Parasentesis itu adalah tindakan mengeluarkan cairan dari perut.

Waktu itu mommy ingat mommy dibawa ke ruangan lalu perut mommy dibelek, dibius lokal, dimasukin jarum yang panjang banget sampai ke perut terus dimasukin selang akhirnya cairannya keluar. Cairan yang keluar itu pun kuning kental, cairan tubuh kita. Itu pertama kali mommy mengeluarkan 5 liter dari perut dan rasanya sudah enakan. Lalu pulang ke rumah.

Setelah sudah pulang 2 hari kemudian besar lagi, bengkak lagi sama lagi seperti sebelumnya, masuk rumah sakit lagi rawat inap 3 hari kalau enggak salah, ambil lagi cairannya itu 8 liter. Pulang lagi, 3 hari lagi balik lagi rumah sakit lakukan Parasentesis lagi sampai akhirnya mommy minta tolong sampai kering kalau bisa, jadi waktu itu terakhir sampai keluarin 12 liter. Total semua mommy mengeluarkan 25 liter cairan dalam tubuh mommy karena OHSS.

Dan akhirnya, thanks God walaupun bengkak lagi tapi enggak parah, masih bisa diterima moms. Banyakin makan putih telur ayam kampung sampai 20 butir, banyakin asupan cairan pokoknya dicoba terus moms kalau bisa diatasi sendiri enggak usah ke rumah sakit, enggak usah melakukan Parasentesis lagi. Jadi mommy mengalami OHSS berat ini sampai usia kehamilan 3 bulan ya moms. Mommy 3 bulan itu perut sudah kayak hamil 6 bulan 7 bulan tapi berangsur dari usia hamil 3 bulan itu bertahap cairannya berkurang bahkan sampai benar-benar hilang.

Itu cerita OHSS mommy dan kalau misal ditanya mommy habisin berapa untuk OHSS, itu sudah kayak 1x program bayi tabung. Mahal banget, tapi mau gimana daripada mommy menderita dan mommy enggak dapat nutrisi sama sekali dan benar-benar merasa kayak mau meninggal. Itu menderita banget enggak bisa makan dan ngapa-ngapain. Itu benar-benar sebuah penderitaan besar banget, trauma yang besar juga buat mommy.

Di kehamilan ketiga ini mommy enggak mengalami OHSS sama sekali karena kehamilan ketiga ini mommy itu cukup masukin embrio yang difrozen ke dalam perut, enggak melakukan terapi suntik obat kesuburan ulang ke perut.

Jadi kalau kita enggak mau sampai mengalami OHSS jangan buru-buru langsung embrio transfer, jadi mendingan embrionya dibekukan dulu tunggu sampai 1-3 bulan, rahim kita sudah bagus, ovarium enggak bengkak lalu embrio transfer itu akan meminimalisir OHSS. Agar enggak sampai terjadi OHSS seperti yang mommy alami di kedua kehamilan mommy sebelumnya.

Buat moms yang sekarang sedang atau berencana program bayi tabung enggak usah worry. Tenang aja moms karena OHSS ini hanya dialami 3-8% dari seluruh wanita yang melakukan bayi tabung dan OHSS itu tadi ada 3 tingkat yaitu ringan, sedang dan berat. Yang berat itu dialami hanya 1% dari wanita yang melakukan program bayi tabung, Jadi mommy termasuk orang yang sangat beruntung bisa mengalami OHSS berat ini. Tapi mommy enggak menyesal, sedih dan takut, karena mommy jadi ada pengalaman yang bisa dishare, mommy positif hamil dan mommy akhirnya punya anak kedua yang super lucu walaupun sudah melalui OHSS yang berat di awal.

Siapa aja sih yang bisa mengalami OHSS?

Biasanya wanita berumur di atas 35 tahun, yang mengalami PCOS (yang biasa menstruasinya terlambat), wanita yang memiliki tingkat esterogen tinggi selama terapi kesuburan dan memiliki riwayat OHSS sebelumnya kayak mommy. Pertama kali OHSS sedang, pas terapi kesuburan kedua mommy mengalami OHSS berat.

That’s all mengenai OHSS, tenang aja moms, mungkin sekarang moms sedang mengalami mual, muntah dan kembung setelah embrio transfer jangan lupa untuk perbanyak nutrisinya, jangan lupa perbanyak cairan dalam tubuh dan yang paling penting konsumsi putih telur ayam kampung 10 biji setiap hari, itu bisa mengatasi kembung yang kita rasakan.

Seputar Program Bayi Tabung

Cara Penggunaan Suntik Gonal dan Suntik Cetrotide pada Program Bayi Tabung

Sudah sering mendengar tentang bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilization) kan moms. IVF atau biasa kenal dengan bayi tabung adalah pembuahan yang dilakukan di luar tubuh. For your information, bayi tabung pertama di dunia adalah Louis Joy Bown pada 25 Juli 1978 di Inggris.

Terkait dengan bayi tabung, ada salah satu step yang sangat penting dalam prosesnya yaitu proses suntik Gonal dan suntik Cetrotide. Nah kali ini mommy mau sharing mengenai cara menyuntikkan suntik Gonal dan Cetrotide.

Cara Menggunakan Suntik Gonal

1 botol suntik Gonal dosisnya adalah 75 IU, karena kebetulan mommy dosisnya adalah 150 IU, jadi suntik gonal yang mommy pakai ini 2 kotak. Dan dosis yang mommy gunakan ini sampai 9 hari. Pokoknya untuk masalah dosis ikuti arahan dari dokter ya moms. Ketika kita buka kemasannya, kita akan menemukan suntikan cairan, jarum besar, jarum kecil dan obatnya.

Nah cara menggunakannya itu gampang banget sekarang kita cukup ambil suntikan cairannya, yang perlu kita ketahui suntikan cairan ini bisa digunakan sampai dosis 225 IU. Jadi andai kata kita diberikan dosisnya 75 IU jadi kita tetap pakai suntikan cairan ini dengan 1 obat, kalau misalnya dosis kita 150 IU maka 1 cairan ini bisa dipakai untuk 2 obat.

Pertama-tama kita buka ujung suntikan ini lalu kita ganti dengan jarum besar, caranya gampang banget kita tinggal tusuk lalu putar.

Kemudian cairan ini kita masukkan ke dalam obat yang sudah disiapkan, ini dosisnya 75 IU. Kita masukkan semua cairannya, ketika semua cairan sudah selesai, suntikannya kita keluarkan kemudian kita aduk biar tercampur jadi 1. Soalnya dosis mommy kan 150 IU jadi kita ambil dulu pakai jarum yang besar juga ya, caranya gampang yaitu kita tusukkan aja ke dalam tengah-tengah penutup obat ini kemudian kita tarik tuas suntikannya maka otomatis cairan di dalam obat ini akan terambil semua.

Lalu kita masukkan kembali cairan yang sudah berisi obat dengan dosis 75 IU kita masukkan ke dalam obat ini. Kita aduk, setelah tercampur kita ambil lagi. Jadi deh 150 IU dosisnya.

Nah sebelum kita menyuntikkan obat dengan dosis 150 IU ini kita ganti dulu jarum besar ini dengan jarum kecil, kita ambil dulu jarum besarnya dengan penutup jarum besar yang tadi kita pakai, kalau sudah terambil kita ganti dengan jarum kecilnya.

Obat yang sudah terisi dalam suntikan ini kan banyak anginnya nih di bawah, maka kita harus menyuntikkan ke atas biar anginnya hilang, kita terus tekan ke atas sampai anginnya sudah enggak ada sama sekali dan ada cairan yang keluar.

Kalau sudah kita tinggal suntikkan ke perut kita, caranya ambil atau cubit lemak di perut kita lalu oleskan alkohol dan kita suntikkan obat tersebut.

Cara Menggunakan Suntik Cetrotide

Sekarang kita buka kemasannya, nanti kita akan menemukan suntikan besar, di dalamnya isinya cairan kemudian ada suntikan kecilnya, suntikan besarnya dan obat yang sudah disiapkan.

Cara menggunakannya itu gampang banget sama seperti tadi suntik Gonal. Di dalam suntikan cairan ini kan ada penutup di ujungnya, kita buka dulu. Setelah kita buka, kita ganti di bagian ujung penutup ini dengan jarum besar gunanya untuk menyuntikkan cairan ke dalam obat yang sudah disiapkan.

Sekarang obat Cetrotide kita buka penutup di ujungnya kemudian kita cukup suntikkan di bagian tengah dan masukkan cairan yang sudah disiapkan ke dalam obat ini sama kayak tadi yang suntik Gonal.

Setelah sudah tercampur kita ambil lagi dengan jarum yang besar jangan dengan jarum yang kecil karena itu akan lebih susah mengambilnya dan biasanya kalau kita ambil dengan jarum yang kecil, jarum kecilnya bisa bengkok nanti kalau disuntik ke perut sakit deh. Setelah ini kita ambil ya, caranya gampang ngambilnya kita cukup menarik tuas suntikan ini ke atas. Nah seperti yang tadi kan suntikan obat ini ada anginnya jadi kita harus keluarkan anginnya dulu dari suntikan ini sampai ada cairan yang keluar.

Nah sekarang kita harus mengganti jarum yang besar ini dengan jarum yang kecil. Caranya kita cukup ambil jarum yang besar dengan menggunakan penutup jarum tadi, kita masukkan ke penutup lalu kita putar, keangkat deh. Setelah sudah terambil jarum besarnya saat kita mengganti dengan jarum kecil.

Cara menyuntikkan ke perutnya juga sama seperti yang tadi ya moms saat menyuntikkan suntik Gonal.

Biasanya itu enggak berdarah, cuma kali ini berdarah karena mommy suntik sendiri, biasa disuntikkan sama suami. Caranya itu gampang banget, pas kita mau nyuntik itu kita tarik napas lalu suntik itu enggak akan ada rasa sama sekali, soalnya jarumnya itu enggak sakit. Nah setelah pada saat kita memasukkan obatnya kita napas aja kayak biasa setelah obat semua sudah disuntikkan ke dalam kita cukup tarik napas lalu tarik jarum keluar.

Biasanya mommy itu suntik Gonal sebelah kanan, suntik Cetrotide sebelah kiri jadi sakitnya itu enggak di satu tempat aja. Semoga sharing mommy kali bermanfaat ya untuk moms semua yang mau program bayi tabung.

Seputar Program Bayi Tabung

Beberin Biaya Bayi Tabung di Morula IVF Menteng

Nah untuk para pasangan yang sedang merencanakan program bayi tabung, kali ini mommy akan membeberkan berapa sih biaya yang kita perlukan untuk melakukan program bayi tabung? Jadi ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mommy bisa sharing ini karena mommy mesti kumpulin lagi bon-bon mommy dulu yang bayi tabung pertama dan kedua. After sudah terkumpul, mommy ada waktu mommy coba gabungin satu per satu biayanya dan akhirnya mommy bisa sharing.

Seperti yang kalian tahu, mommy program bayi tabung di Morula IVF Menteng. Biaya yang akan mommy beberkan ini kalau kalian melakukan program bayi tabung di Indonesia dan untuk Morula IVF Menteng ini adalah salah satu tempat program bayi tabung yang memang untuk standarnya sudah lumayan mahal menurut mommy kalau di Indonesia, dan itu sudah yang terbaik di Indonesia. Nah biasanya para pasangan suami istri pasti akan datang dulu nih ke Morula IVF Menteng, setelah datang lalu cari dokter yang mau. Kalau mommy dengan dokter Nando, menurut mommy dokter Nando itu oke banget karena walaupun antriannya itu banyak kita saat konsultasi enggak dicepatin tetap kita konsultasi apa yang kita ingin tanya, tanyain akan dijelaskan sejelas-jelasnya sama dokter Nando walaupun memang harus spend untuk 1 pasien bisa setengah jam tapi itu puas banget, worth it banget untuk nunggu.

Setelah mommy sudah oke untuk program bayi tabung dengan dokter Nando, mommy dan daddy datang untuk konsultasi dengan dokter Nando. Biaya untuk konsultasi ini biasanya kurang lebih Rp. 500.000/konsultasi. Nah pada saat itu kebetulan mommy sudah menstruasi hari kedua, di hari kedua menstruasi itu mommy diminta untuk melakukan tes darah. Tes darah itu yang dimana kita bisa tahu apakah kita punya penyakit menular, apakah kita cocok untuk melakukan program bayi tabung sehingga nantinya memungkinkan presentasi mendapatkan bayi itu lebih besar. Kita cek darah, suami dan istri sama-sama cek darah dan itu menghabiskan uang sebanyak Rp. 7.000.000. Jadi untuk biaya pertama yang keluar sudah Rp. 7.500.000.

Setelah kita cek lab kita akan diperbolehkan pulang dan menunggu hasil. Pada saat itu program pertama dan kedua mommy oke, akhirnya mommy besoknya datang lagi ke rumah sakit, biaya konsultasi tambah lagi Rp. 500.000 habis itu kita akan membeli obat-obatan yang gunanya untuk membuat telur/ovum kita membesar. Untuk membuat telur itu besar ada yang namanya suntikan Pregoferis senilai Rp. 13.000.000 lalu suntikan Gonal Rp. 5.500.000. Biaya suntikan kedua ini biasanya dipakai selama 4 hari Rp. 18.500.000. Suntik ini bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan suster, kalau mommy suntik sendiri. Oh iya untuk suntiknya jika dengan bantuan suster butuh biaya tambahan yaitu Rp. 200.000.

Nah setelah 4 hari kita datang lagi ke rumah sakit, pada saat datang ke rumah sakit kita bayar lagi biaya untuk konsultasi Rp. 500.000 lalu kita beli suntik Gonal 75 nya seharga Rp. 5.500.000 dan kita tes lab untuk cek darah apakah stimulasi obat yang diberikan itu bekerja, over enggak atau yang lainnya itu senilai Rp. 1.200.000. Jadi after biaya ini, ini akan berlaku sampai sel telur kita sudah besar. Setelah sudah besar kita akan dapat suntikan pemecah telur itu biayanya Rp. 600.000. After kita sudah mendapatkan suntikan pemecah telur biasanya kita akan disuruh puasa karena besoknya akan ada OPU (Pengambilan telur dari rahim kita). Nah itu biayanya adalah Rp. 30.000.000

Setelah biaya OPU ini ada biaya FET (Frozen Embryo Transfer) yang dimana ini adalah tindakan memasukkan sel telur yang sudah berubah menjadi embrio entah itu gradenya excellent, good atau moderate, itu dimasukkan ke dalam rahim kita biayanya adalah Rp. 9.300.000.

Jadi selama kita menunggu embrio ini lengket di dalam rahim kita yang akhirnya nanti kita akan berhasil hamil atau enggaknya kita harus memanage tubuh kita dengan nutrisi-nutrisi seperti susu terutama dan biasanya susu yang direkomen di Morula IVF itu adalah susu Goodway. Waktu itu mommy langsung beli di rumah sakit karena enggak mau ribet lagi itu beli seharga Rp. 934.000/30 sachet jadi cuma bisa diminum dalam waktu 1 bulan dan mommy biasa beli 2x jadi untuk susunya seharga Rp. 1.868.000.

Setelah itu, nanti ada suntikan Lovenox ini merupakan suntikan mahal menurut mommy, kenapa? Karena dalam 1 hari dibutuhkan 1x suntikan Lovenox ini untuk menjaga agar darah kita enggak terlalu kental karena kalau misalnya darah kita terlalu kental dan pada saat itu embrio kita sudah berhasil menjadi seorang anak nanti bisa menyebabkan keguguran atau enggak berhasil. Jika darah kita terlalu kental, dia enggak bisa menyerap nutrisi dari dalam tubuh kita otomatis enggak ada makanan dan keguguran. Jadi Lovenox ini butuh banget dan Lovenox ini biasanya memang dokter selalu bilang lihat dulu beberapa bulan tapi selama kehamilan mommy pertama dan kedua Lovenox ini rutin mommy pakai selama 3 bulan. Jadi 3 x 30 x 210.000 = Rp. 18.900.000. Total sementara adalah Rp. 94. 368.000.

Jadi moms yang baru mommy rangkaikan ini baru biaya tindakan medis di luar obat biasanya setiap kita datang ke rumah sakit kita akan diresepkan obat entah antibiotik, pengencer darah pokoknya banyak banget itu obat-obatannya dan mommy selalu catat bon mommy setiap habis pulang dari rumah sakit itu sekali mommy beli obat bisa habis Rp. 5.500.000 dan itu mommy beli 3x selama program ini berlangsung jadi Rp. 16.500.000. Mommy akan ringkaskan biayanya di bawah ya :

Konsultasi 3x : Rp. 1.500.000 (@Rp. 500.000)
Cek Darah (suami dan istri) : Rp. 7.000.000
Suntik Pregoferis (pembesar telur, untuk 4 hari) : Rp. 13.000.000
Suntik Gonal (untuk 4 hari) : Rp. 5.500.000
Beli Obat Suntik Gonal 75 : Rp. 5.500.000
Tes Lab (untuk lihat stimulasi obat yang disuntik) : Rp. 1.200.000
Suntik Pemecah Telur : Rp. 600.000
OPU (pengambilan telur) : Rp. 30.000.000
FET (memasukkan sel telur) : Rp. 9.300.000
Susu Goodway (untuk 2 bulan) : Rp. 1.868.000 (per box @Rp. 934.000
Suntik Lovenox (untuk 3 bulan) : Rp. 18.900.000 (1x suntik Rp. 210.000)
Obat-obatan (beli sebanyak 3x) : Rp. 16.500.000 (@Rp. 5.500.000)

Jadi totalnya adalah Rp. 110.868.000 ini adalah biaya sampai ketika embrio sudah dimasukkan ke dalam rahim kita, belum nanti kita minum dan makan yang sehat, organik terus belum nanti kalau kita sudah hamil dari bulan pertama sampai lahiran, biaya rumah sakit lagi dan lain-lain itu di luar itu ya moms.

Jadi untuk biaya program bayi tabung di Indonesia Morula IVF Menteng itu cukup kalian spend uang Rp. 110.868.000. Nah kalau buat mommy sendiri mommy menghabiskan untuk bayi tabung yang pertama kurang lebih Rp. 111.000.000 sedangkan untuk bayi tabung kedua mommy menghabiskan hampir Rp. 400.000.000. Kenapa? Jadi mommy sempat mengalami yang namanya OHSS. Jadi pas mommy OHSS mommy bolak balik masuk rumah sakit itu 3x dan pas banget saat lebaran jadi biaya rumah sakit itu lebih mahal 2x lipat.

Sekali mommy pulang dari rumah sakit, mommy bisa habis Rp. 70.000.000, jadi dikali aja dan ditambah total biaya bayi tabung tadi jadi Rp. 321.000.000 belum obatnya ya moms itu banyak banget yang untuk membuat OHSS mommy berkurang pokoknya kurang lebih Rp. 400.000.000.

That’s all biaya bayi tabung di Indonesia, kalau buat mommy biaya program bayi tabung kurang lebih Rp. 111.000.000 tanpa komplikasi OHSS seperti mommy itu termasuk sudah sangat murah karena misalnya kalian melakukan program bayi tabung di Malaysia itu bisa habis kurang lebih Rp. 300.000.000 – Rp. 400.000.000 tanpa komplikasi, kalau di Singapura bisa habis Rp. 1.000.000.000. Semoga bermanfaat.

Seputar Program Bayi Tabung

Faktor Keberhasilan Bayi Tabung

Hai moms, kembali lagi di #CurcolYukMom, kali ini yang akan mommy bahas adalah bayi tabung. Jadi setelah mommy menjelaskan tentang prosedur bayi tabung, alasan kenapa memilih program bayi tabung serta biaya bayi tabung, dan setelah pernah mengikuti seminar tentang faktor keberhasilan bayi tabung di Summarecon Mall Serpong bersama Popmama, mommy merasa penting banget untuk membagi faktor-faktor apa saja yang membuat tingkat keberhasilan bayi tabung lebih besar. Inilah 5 faktor keberhasilan bayi tabung :

1. Keep Happy

Ini adalah faktor terpenting yang harus diperhatikan, karena menurut penelitian, level stress kita sangat berhubungan dengan tingkat kesuburan, baik pria maupun wanita.

Sedikit pengalaman pribadi mommy ketika mengikuti program bayi tabung pertama, banyak dari teman, keluarga, dan dokter yang mengatakan tidak boleh stress. Tapi karena baru pertama kali melakukan program bayi tabung ini, mommy merasa banyak tekanan dan menjadi stress, yang pada akhirnya saat proses embrio transfer, mommy hanya mendapatkan 3 telur. Tapi untungnya mommy bisa mendapatkan buah hati baby Louisse Scarlett. Berbeda dengan proses bayi tabung ke 2 yang lebih enjoy dan santai dan setelah embrio transfer mendapatkan 17 telur dengan grade 11 excellent dan 6 good. Itulah pentingnya pikiran tingkat happy kita.

2. Jalani sesuai prosedur dari dokter

Setelah kita merasa senang, kita juga harus mengikuti semua prosedur dari dokter. Semua check up dan anjuran dokter harus kita jalankan dengan disiplin karena banyak sekali prosedur bayi tabung yang harus kita ikuti.

3. Olahraga bersama pasangan

Pasangan suami istri harus olahraga bersama agar sama-sama sehat. Jadi bukan hanya istri yang sehat namun suami juga harus sehat agar kualitas sperma juga bagus.

4. Makan makanan sehat

Harus makan sehat ya moms, yang memenuhi gizi dan nutrisi. Ingat ya moms no junkfood. Dan suami istri diharuskan makan telur kampung bagian putihnya saja sebanyak 10 buah dan dimakan 1 bulan sebelum program sampai embrio transfer.

5. Semangat dan Positive Thinking

Jadi kata dokter program ini 50% tingkat keberhasilannya sisanya tergantung Tuhan. Kita harus mengetahui resikonya jadi jika terjadi kasus yang tidak kita inginkan kita sudah bisa menerima dengan lapang dada. Yang penting kita harus terus positive thinking ya moms.

Kalau ditanya poin mana yang paling penting, tentu saja yang pertama. Jika kita happy pasti mempengaruhi banyak hal termasuk tingkat kesuburan kita. That’s all soal bayi tabung, see you di next #CurcolYukMom!

Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung : Kenali Resiko dan Efek Samping

Mungkin ada beberapa pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah dan belum memiliki anak, yang mungkin sedang berfikir untuk melakukan program bayi tabung namun takut akan resiko dan efek samping yang akan ditimbulkan dari program bayi tabung.

Mommy sendiri sudah melakukan program ini dua kali dan mommy sudah dikaruniai 2 anak yang lucu dan sehat. Memang penelitian membuktikan bahwa program bayi tabung memiliki 40% keberhasilan untuk memiliki anak, bahkan lebih mendukung jika dilakukan pada usia dini atau mendapatkan Grade Embrio bisa kemungkinan memiliki anak 60%.

Untuk kalian yang ingin mengikuti bayi tabung kenali dulu berikut resiko dan efek samping yang akan program ini, faktanya tidak ada yang aman jika tubuh kita yang alami berhubungan dengan zat kimia. Namun pertanyaannya apa efek samping dan resikonya?

Berikut efek samping dan resiko yang ditimbulkan dari program bayi tabung:

  1.  Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) adalah efek samping yang umum dari terapi kesuburan, terutama obat-obatan yang digunakan selama program fertilisasi in-vitro (IVF). OHSS adalah kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium (indung telur) bereaksi berlebihan terhadap obat dan menghasilkan terlalu banyak kantung telur (folikel).

Mommy sendiri pernah mengalami OHSS ini waktu mommy sedang program yang ke 2 yang mommy sudah pernah share di IG @louissescarlett. OHSS ini biasanya diderita oleh para wanita yang mengalami PCOS, dan ini adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon, hal ini dapat menyebabkan periode mensturasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multiple pada ovarium.

Wanita yang kurus atau obesitas memiliki kemungkinan untuk mengalami OHSS, namun tenang aja moms karena OHSS ini hanya akan dialami 2% saja dari 100.000 wanita yang melakukan program bayi tabung, jadi kemungkinan sangat kecil dan langka. OHSS yang mommy alami saat program bayi pertama tergolong sebagai OHSS ringan dengan gejala:

  • Perut terasa bengkak atau kembung
  • Susah makan dan minum
  • Nyeri ringan sampai sedang di perut bagian bawah
  • Pencernaan terhambat
  • Rasa mual

Pada program yang kedua mommy mengalami OHSS tingkat berat, dua hari setelah pemasukan embrio, berat badan mommy langsung bertambah 5 kg yang awalnya mommy kira sudah berhasil, kemudian mual dan gejala-gejala nyeri hebat di perut bagian bawah, perut membengkak secara signifikan, muntah terus menerus, sulit bernafas, memiliki urin berwarna gelap dan sangat jarang berkemih.

Perut mommy membesar setiap harinya sampai di lingkar perut 110cm. Ternyata isi dalam perut mommy itu cairan hasil OHSS yang sel telurnya meledak dalam tubuh kita yang menggenang di dalam perut yang akhirnya sampai ke paru-paru mommy. Jadi terdapat cairan yang merendam semua organ-organ dalam tubuh kita yang otomatis menyebabkan sesak napas, susah makan, susah pencernaan, dan nyeri yang sangat pada pinggang. Sampai akhirnya mommy harus bolak-balik RS untuk membuang cairan tersebut yang totalnya mencapai 25 liter.

Gejala ringan OHSS umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu, jadi pada saat mulai kembung mommy langsung konsultasi ke dokter dan banyak mengonsumsi putih telur ayam kampung setiap harinya 10 butir yang lama-kelamaan membuat OHSSnya menghilang.

  1. Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar akan sangat bagus jika kita belum memiliki momongan dan mendapatkan anak sekaligus dua, tidak harus kembar identik namun bisa kembar berbeda telur. Bayi tabung memang cukup banyak menghasilkan anak kembar, namun kehamilan kembar bukanlah “gol” utama yang diinginkan dari program ini. Pasalnya, kehamilan kembar sangat berisiko tinggi yang memicu masalah kesehatan pada ibu seperti :

  • Prematur
  • Preeklampsia
  • Diabetes gestasional
  • Anemia dan pendarahan hebat
  • Risiko operasi caesar lebih tinggi
  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Tenang dulu ya moms jangan langsung shock, jadi menurut data penelitian yang melibatkan 255.786 wanita yang melakukan proses bayi tabung di Inggris pada 1990 hingga 2010 dan dilihat perkembangannya selama 8 tahun, menemukan sebanyak 386 kasus kanker ovarium, dan para ahli mengungkapkan bahwa proses bayi tabung dapat meningkatkan hormon yang merangsang indung telur atau ovarium, hormon yang muncul yaitu esterogen dan progesteron. Perubahan kadar hormon seksual di dalam tubuh dapat menyebabkan kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim.

Biasanya wanita yang bisa terkena kanker ini adalah wanita yang sudah melakukan program, lalu gagal maka resiko kanker akan lebih besar. Selanjutnya adalah wanita yang melakukan program bayi tabung berkali-kali.

Pemilihan dokter itu sangat penting untuk menentukan dosis obat untuk melakukan program bayi tabung yang disuntikan ke dalam tubuh kita dan kembali pada diri kita yang tetap menjaga kesehatan makanan, perbanyak konsumsi makanan yang sehat, organik dan mengandung antioksidan seperti putih telur dan tentunya rajin berolahraga.

Setelah mengetahui resiko-resiko ini, semoga menjadi pertimbangan untuk melakukan program bayi tabung, kalian juga bisa melakukan konsultasi kepada dokter-dokter yang tentunya sudah ahli dalam hal ini sebelum melakukan tindakan. Semoga bermanfaat terutama bagi mami-mami yang ingin sekali memiliki momongan.

Seputar Program Bayi Tabung

Prosedur Seputar Program Bayi Tabung

Bayi tabung atau in vitro vertilization (IVF) merupakan suatu alternatif bagi moms yang ingin memiliki momongan. Bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim. Lalu bagaimana prosedur mengikuti program bayi tabung? Nah berikut ini mommy akan jelaskan prosedurnya sesuai dengan pengalaman mommy.

Bagaimana prosedur melakukan program bayi tabung?

1. Memilih rumah sakit dan dokter yang tepat, aman dan nyaman.

Rekomendasi: Jakarta, Morula IVF Menteng dengan dokter Arya Nando. Menurut mommy pelayanannya ramah dan helpful.

2. Tes darah

Tes darah ini dilakukan ketika kita sedang menstruasi. Oh iya moms tes darah ini dilakukan enggak hanya mommy ya, tapi daddy juga dites. Kegunaan dari tes darah ini untuk mengetahui apakah calon pasien layak melakukan program bayi tabung ini. Jadi dari pemeriksaan darah tersebut kita akan dilihat apakah mempunyai kista, ada penyakit menular lain atau hal-hal yang bisa membuat program bayi tabung ini gagal. Kalau misalnya ada hal-hal yang memungkinkan program bayi tabung kita tidak berhasil, biasanya dokter akan mencari tahu solusinya dan akan membereskan dulu masalahnya.

3. Melakukan beberapa suntikan

Suntikan-suntikan tersebut ada 2 macam yaitu suntik gonal yang gunanya untuk menstimulasi agar sel telur matang dan ukurannya pas untuk dibuahi sel sperma sedangkan suntik cetrotide untuk mencegah agar telur tidak pecah sebelum diambil. Suntikan ini bisa dilakukan di rumah sakit maupun sendiri ya moms. Biasanya kita akan dapat suntikan dengan dosis 225 IU tapi semua tergantung resep yang dikasih masing-masing dokter ya moms. Dari hari pertama hingga ketujuh selama 1 minggu kita hanya melakukan suntik gonal aja. Lalu pada hari ke-8 hingga hari ke-14 suntikannya enggak hanya suntik gonal tapi juga suntik cetrotide. Di hari kedua melakukan suntik gonal, biasanya kita akan ke rumah sakit lagi untuk konsultasi dan tes darah dengan tujuan dokter ingin melihat kadar esterogen dalam tubuh kita, bagaimana pengaruh dari suntikan yang kita berikan dan kita akan di USG vagina (Transvaginal Ultrasound) untuk melihat apakah telur kita sudah terstimulasi dengan baik dan bagaimana ukurannya dari hari ke hari. Sel telur yang matang biasa ukurannya 16ml sampai 18ml, biasanya dokter akan terus memantau perkembangannya.

4. OPU (Ovum Pick Up)

Dokter akan mengambil sel-sel telur kita yang sudah siap dibuahi oleh sel sperma dan malam sebelumnya kita biasa akan ke rumah sakit untuk melakukan suntikan hCG. Suntikan hCG ini gunanya untuk memecahkan telur yang akan pecah 1×24 jam selanjutnya dan kita akan diminta untuk puasa dari jam 10 malam sampai besok harinya. Ketika kita mau melakukan pengambilan ovum ini kita akan dibius total, setelah proses ini biasanya akan ada luka sedikit di kelamin kita moms. Setelah ini dokter akan mempertemukan sel telur dan sel sperma suami proses ini disebut inseminasi dan pembuahan. Selanjutnya kita menunggu sel sperma dan sel telur kita menjadi calon embrio biasanya 3-5 hari.

5. Memasukkan calon-calon embrio

Dari proses inseminasi dan pembuahan tersebut maka dokter akan melihat embrio sudah ada berapa, dan kualitasnya seperti apa. Setelah itu embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Setelah embrio masuk ke dalam rahim, kita hanya tinggal menunggu apakah program bayi tabung tersebut berhasil atau tidak. Nanti setelah 2 minggu lalu kita lakukan testpack moms.

Mudah kan moms prosedur melakukan program bayi tabung? Jadi buat moms dan dads yang masih bingung dengan prosedur bayi tabung, semoga setelah membaca tulisan ini moms dan dads bisa semakin yakin mengikuti program bayi tabung ya enggak bingung lagi.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sukses Hamil Kembar tanpa Keturunan Kembar, dari Program Bayi Tabung

Hai moms kembali lagi di sesi #curcolyukmoms bareng mommy. Kali ini mommy mau membahas mengenai hamil kembar dari program bayi tabung.

Singkat cerita, Mommy adalah pejuang bayi tabung yang sudah memiliki 2 anak dari 2x program bayi tabung. Program bayi tabung yang pertama mommy mendapat Louisse Scarlett yang sekarang sudah berumur 3 tahun, dan program bayi tabung kedua mommy mendapat Loewy Axell yang sudah berusia 17 bulan.

Kenapa mommy melakukan program bayi tabung?

Jadi mungkin moms sudah lihat di content Youtube mommy yang membahas tentang “Alasan Melakukan Program Bayi Tabung”. Jadi singkat cerita, mommy adalah menderita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) yang mana jadwal menstruasi mommy enggak teratur, bisa 3 bulan sekali, 4 bulan sekali pokoknya enggak teratur. Kita enggak bisa memastikan kapan mommy masa suburnya. Selain itu, saluran tuba mommy sebelah kiri sudah diangkat, karena sempat ada pelengketan. Jadi mommy sudah PCOS yang menstruasinya enggak menentu, jadi enggak bisa menentukan waktu subur. Sekalinya bisa menstruasi saluran telurnya cuma ada 1 yang bisa lewat yaitu bagian kanan. Otomatis kesempatan mommy untuk bisa dapat momongan dalam program normal itu makin kecil.

Sampai akhirnya dokter kandungan di rumah sakit tempat program bayi tabung, kasih option ke mommy, bahwa sepertinya cuma bisa program bayi tabung baru bisa mendapatkan anak. Yang akhirnya program bayi tabung menjadi jawaban dari doa mommy selama ini untuk memliki anak. Special thanks banget untuk dokter Arya Nando yang sudah memberikan banyak dukungan dan semangat untuk mommy. Sehingga mommy bisa positif dan program bayi tabung mommy berhasil.

Nah kok bisa hamil kembar? Syaratnya apa?

Kalau ditanya syaratnya apa untuk bisa hamil kembar, sebenarnya enggak ada syarat apapun ya moms. Cukup ketika kita program bayi tabung itu simpel, kita masukin 2 embrio yang grade nya excellent atau good, kemungkinan kita hamil kembar itu juga lumayan moms. Jadi kalau untuk syarat-syarat yang lain enggak ada sih moms.

Jadi sebenarnya mommy sama daddy dari awal sudah komitmen pada saat sebelum menikah. Mommy sama daddy ingin punya 3 anak. Nah kebetulan karena mommy PCOS ada 17 telur yang mommy frozen untuk program bayi tabung yang kedua. Dan kebetulan 10 di antaranya gradenya excellent. Jadi sayang banget enggak sih moms kalau mommy enggak lanjutin program bayi tabung lagi. Karena program bayi tabung mommy yang ketiga ini cukup embrio transfer aja, tunggu masa subur rahim mommy, mommy tinggal embrio transfer dari telur yang dicairkan.

Kemungkinan hamil kalau telur yang gradenya excellent itu 60% berhasil. 40% sisanya itu tergantung dari diri kita dan Tuhan mau memberikan kepada kita atau tidak. Jadi pada saat mommy konsultasi ke dokter, sebenarnya mommy cuma mau masukin 1 telur aja, sesuai dengan rencana awal ingin punya 3 anak dan mommy juga berpikir kalua nanti masukin 2 embrio dan jadi kembar bagaimana? Nah setelah konsultasi, dokter menjelaskan kalau antara mommy dan daddy enggak ada riwayat keturunan kembar, untuk bisa terbelah jadi 2 telurnya dan jadi kembar itu kemungkinannya kecil.

Sebenarnya yang dari awal mommy takutkan, kalau misalnya mommy taruh 2 telur, dua-duanya terbelah jadi 4 anak, pusing enggak sih moms takutnya nanti nempel-nempel organ tubuhnya. Nah dokter juga menjelaskan kalau biasanya janin yang nempel organ tubuhnya itu dari 1 telur yang terbelah, kalau misalnya mommy enggak punya riwayat keturunan kembar mommy cukup masukin 2 telur embrio mommy ke dalam rahim, kalau bisa jadi dua-duanya itu bakal kembar fraternal.

Kembar fraternal adalah kembar yang berasal dari 2 sel telur dan sperma yang terpisah atau disebut dizigotik. Sementara kembar identik adalah monozigotik, mereka berasal dari 1 sel telur dan sperma yang membelah jadi 2 setelah pembuahan. Jadi kemungkinan organ nempel-nempel itu kecil banget. Nah itu membuat mommy mengerti, karena selama ini kembar yang dalam pikiran mommy itu ya nanti nempel apalagi perut mommy kecil takutnya enggak cukup spacenya dan mommy takut nanti lahirnya juga prematur.

Setelah dapat dukungan dari dokter, penjelasan dari dokter Arya Nando yang sangat jelas soal kembar fraternal yang kemungkinan untuk bisa nempel juga kecil banget, untuk kelahiran prematur itu juga bakal dijaga, dicek terus keadaan fisik kita, rahim kita. Biasanya dari riwayat pasien-pasien dokter Arya Nando yang kembar itu tetap lahirnya di waktu yang pas yaitu 36 atau 37 weeks. Akhirnya mommy dan daddy memutuskan 2 telur yang akan dimasukkan ke rahim mommy.

Nah untuk moms yang penasaran dengan apa yang mommy rasakan setelah embrio transfer, moms bisa search di Youtube channel mommy yang berjudul “11 Hari Setelah Embryo Transfer, Gimana Rasanya? | All about bayi tabung”. Di sini mommy sudah jelaskan semuanya.

Untuk para moms yang belum tahu soal hamil kembar. Kembar itu digolongkan menjadi 2 lagi ya moms kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik itu adalah kembar yang berasal dari 1 telur yang terbelah menjadi 2. Sedangkan kembar fraternal atau kembar non identik adalah kembar yang dihasilkan dari 2 telur yang berbeda. Dan biasanya ini bisa kita dapatkan dari program bayi tabung atau inseminasi yang sekarang mommy lakukan ya moms.

Nah untuk kasus mommy sekarang mommy hamil kembar fraternal. Jadi buat moms yang pengen banget punya anak kembar, tapi enggak punya riwayat kembar kalian bisa mendapatkan dari program bayi tabung dan mommy sudah membuktikan, mommy sekarang hamil kembar, sekarang sudah trimester kedua jalan 4 bulan.

Yang mommy rasakan jujur beda ya moms daripada hamil yang cuma 1 janin aja. Hamil kembar lebih agak berat sedikit di trimester pertama, mualnya enggak nahan banget, eneg banget, semuanya sakit, dari perut, punggung sampai kaki semuanya sakit. Tapi di trimester kedua itu kayak sudah fine-fine aja, biasa aja, sudah enggak terlalu berat buat mommy. Makan juga oke, mual sudah enggak, sakit-sakit juga sudah enggak ada lagi. Tapi enggak tau deh nanti trimester 3.

Untuk sekarang mommy yang jalan 4 bulan ini, mommy sudah naik 4kg. Karena mommy cukup menghindari makan nasi, seperti anjuran dokter yang penting proteinnya banyak agar asupan makanan bayi kembar terpenuhi. Buktinya mommy baru USG 3 bulan kemarin ini, baby mommy besar semua, sehat banget walaupun mommy enggak makan nasi. Selain itu juga untuk menjaga berat badan mommy agar enggak terlalu over.

Intinya untuk para pejuang bayi tabung, semangat! Jangan pantang menyerah, mommy sudah sukses melakukan program bayi tabung sebanyak 3x. Kamu juga pasti bisa. Kalau misalnya gagal sekali jangan khawatir mungkin belum saatnya, mungkin usaha kita kurang maksimal, coba lagi dan jangan pantang menyerah. Ingat selalu positive thinking, karena positive thinking adalah kunci keberhasilan dari sukses program bayi tabung.

See you di next #curcolyukmoms!