Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Mengalami OHSS saat Program Bayi Tabung, Perut Jadi Membesar 110cm!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMoms. Karena banyak banget dukungan dari para mommy-mommy yang mungkin sekarang lagi program bayi tabung dan ingin tahu lebih detail mengenai penyakit OHSS, akhirnya mommy memutuskan untuk sharing hari ini. Kalau mommy ngomongin OHSS itu menjadi trauma buat mommy ya moms. Gimana enggak trauma moms, OHSS yang mommy alami itu sebanyak 2x.

Nah di sini mommy akan mengupas tuntas apa sih sebenarnya itu OHSS? Kenapa sih kita bisa OHSS? Apa yang harus kita hindari dan lakukan kalau sampai kita mengalami OHSS?

Apa Itu OHSS?

OHSS atau Sindrom Hiperstimulasi Ovarium adalah efek samping yang umum terjadi dari terapi kesuburan yang menghasilkan telur-telur di ovarium menjadi banyak karena obat-obatan yang digunakan selama program bayi tabung (IVF). Jadi ketika kita melakukan program bayi tabung, dokter sudah ACC, kita akan diberikan obat kesuburan yang disuntikkan ke perut kita selama 7-10 hari, tergantung dari telur kita sudah cukup besar atau belum dan juga tergantung dari dosis obat kesuburan yang diberikan dari dokter. Nah ketika obat kesuburan ini menginduksi sel telur kita, lalu sel telur kita bereaksi berlebihan atau abnormal daripada biasanya ini lah yang akan menyebabkan seorang wanita yang melakukan terapi kesuburan seperti program bayi tabung bisa mengalami komplikasi yaitu OHSS.

Ketika kita mengalami OHSS bagian ovarium kita membengkak, ketika ovarium kita membengkak, cairannya itu keluar. Cairannya keluar ke rongga perut, dada dan ini lah yang mommy alami. Cairan keluar, menumpuk ke rongga perut sampai dada bahkan jantung yang membuat kita enggak nyaman.

Gejala OHSS :

* Perut membesar tidak sesuai usia janin
* Kembung
* Banyak cairan
* Mual muntah
* Susah BAB dan BAK

Nah OHSS ini sendiri terdiri dari 3 macam :

1. OHSS Ringan

OHSS ringan ini adalah terjadi pembengkakan sedikit di ovarium sehingga cairannya keluar sedikit dari ovarium ke rongga perut yang akan menyebabkan nyeri perut ringan, mual muntah ringan dan kembung ringan. Biasanya kejadian ini akan berlangsung selama 1-2 minggu aja dari embrio transfer dan secara bertahap akan berkurang bahkan menghilang dengan sendirinya tanpa disadari ya moms.

2. OHSS Sedang

Ini mommy alami di program kehamilan bayi tabung yang pertama. Jadi OHSS sedang itu biasanya ada pembengkakan lebih besar sedikit di bagian ovarium sehingga menyebabkan keluarnya cairan ke rongga perut dan dada itu lebih banyak dibandingkan yang OHSS ringan tadi.

Yang mommy rasakan dari pengalaman mommy setelah mommy embrio transfer, 3 hari kemudian mommy itu sudah merasa kram perut, mual, muntah, kembung, terus enggak enak badannya. Lalu mommy merasa berat badan langsung naik sampai 2kg. Jadi dalam waktu kurang lebih seminggu mommy naik berat badan sampai 5kg dan mommy merasa ada cairan dalam perut mommy.

Cuma setelah mommy konsultasi sama dokter Nando, dokter Nando bilang banyakin aja makan putih telur ayam kampung. Jadi pada saat itu mommy makan 10 putih telur ayam kampung setiap hari, non stop untuk meredakan rasa kembung dan mengurangi cairan di perut mommy. Akhirnya setelah mommy sudah cek positif hamil, kurang lebih 1 bulan mommy alami OHSS sedang ini sampai mommy USG ovarium masih sempat bengkak sedikit. Setelah sebulan itu berangsur-angsur cairan di perut mommy itu mulai hilang, berkurang sampai akhirnya sudah enggak ada lagi.

Jadi mommy memang merasa enggak enak sih moms tapi masih bisa mommy atasi kembung dan gejala OHSS tadi dengan memperbanyak makan putih telur ayam kampung. Kalau menurut mommy OHSS sedang ini masih oke ya moms dan masih bisa diatasi komplikasi dari program bayi tabung mommy yang pertama ini. Dan biasanya buat para moms yang sampai mengalami OHSS biasanya itu presentasinya 70% itu program bayi tabungnya berhasil. Jadi walaupun kita mengalami OHSS ini jangan sedih karena ternyata kita bisa positif hamil dari program bayi tabung yang sudah kita jalankan moms.

3. OHSS Berat

Ini berat banget buat mommy juga untuk flashback lagi, mommy merasa ini penting banget untuk dishare. Jadi OHSS berat ini bisa kita rasakan karena adanya pembengkakan yang sangat besar di ovarium kita dan cairan bebas keluar ke rongga perut, dada bahkan sampai ke jantung. Dan itu mommy rasakan di program bayi tabung kedua.

Dari pengalaman mommy setelah embrio transfer, 3 hari kemudian mommy sudah merasakan perut enggak enak banget, cairan banyak banget di perut mommy, kembung banget, setiap makan langsung muntah, jadi benar-benar susah banget untuk masuk makanan, susah BAB dan BAK. Tidur apalagi, susah banget ya moms padahal pada saat itu kita juga lagi nungguin hasil bayi tabungnya positif atau enggak, harusnya mommy makan makanan yang bernutrisi agar program bayi tabungnya berhasil.

Jadi pada saat itu mommy cek berat badan mommy dalam 3 hari setelah embrio transfer naik 5kg. Sebenarnya enggak papa naik tapi yang wajar-wajar aja, kalau sampai drastis kan serem juga ya moms. Saat itu mommy tetap makan putih telur ayam kampung sesuai dengan anjuran dari dokter yaitu 10 biji per hari.

Lalu setelah itu, mommy diemin aja makin hari berat badan mommy makin bertambah, perut mommy makin besar. Sampai akhirnya dalam kurun kurang lebih 1 bulan berat badan mommy 20kg. Lebih besar daripada pas mommy mau lahiran. Lingkar perut mommy besar banget, 110cm. Baru juga nungguin hamil atau enggak masa perut sudah sebesar itu, cairan dimana-mana semua keisi ke perut sampai ke dada, jantung, tulang punggung mommy kerendam, usus juga kerendam.

Enggak bisa ngapa-ngapain moms, setiap hari keluar keringat dingin terus. Bahkan ketika tiduran dan mau bangung enggak bisa bangun sendiri mesti dibantuin, karena tulang punggung kerendam sama cairan lama banget, enggak ada tenaga. Sesak napas juga, detak jantung kencang banget. Mommy merasa surga sudah dekat, sudah pusing deh. Mommy sama daddy sudah stres banget.

Mommy kan enggak bisa makan, nangis terus kerjaannya, sampai bagian vagina mommy bengkak besar banget karena cairannya turun ke sana. Sudah enggak tahan akhirnya ke dokter. Inget banget pada saat itu sedang lebaran, bayangin aja. Dokter Nando juga lagi cuti, makanya diganti sama dokter lain. Enggak pas banget timingnya mommy masuk ke rumah sakit.

Mommy dicek segala macam sampai nginap di rumah sakit 5 hari, pertama kali mommy rawat inap 5 hari itu mommy dikasih cairan lewat pembuluh vena enggak boleh minum dan lain-lain dulu akhirnya setelah dicek, 2 hari di rumah sakit tanpa tindakan ternyata dokter memutuskan mommy untuk melakukan tindakan Parasentesis itupun mommy yang paksa untuk keluarin cairannya gimana caranya. Jadi Parasentesis itu adalah tindakan mengeluarkan cairan dari perut.

Waktu itu mommy ingat mommy dibawa ke ruangan lalu perut mommy dibelek, dibius lokal, dimasukin jarum yang panjang banget sampai ke perut terus dimasukin selang akhirnya cairannya keluar. Cairan yang keluar itu pun kuning kental, cairan tubuh kita. Itu pertama kali mommy mengeluarkan 5 liter dari perut dan rasanya sudah enakan. Lalu pulang ke rumah.

Setelah sudah pulang 2 hari kemudian besar lagi, bengkak lagi sama lagi seperti sebelumnya, masuk rumah sakit lagi rawat inap 3 hari kalau enggak salah, ambil lagi cairannya itu 8 liter. Pulang lagi, 3 hari lagi balik lagi rumah sakit lakukan Parasentesis lagi sampai akhirnya mommy minta tolong sampai kering kalau bisa, jadi waktu itu terakhir sampai keluarin 12 liter. Total semua mommy mengeluarkan 25 liter cairan dalam tubuh mommy karena OHSS.

Dan akhirnya, thanks God walaupun bengkak lagi tapi enggak parah, masih bisa diterima moms. Banyakin makan putih telur ayam kampung sampai 20 butir, banyakin asupan cairan pokoknya dicoba terus moms kalau bisa diatasi sendiri enggak usah ke rumah sakit, enggak usah melakukan Parasentesis lagi. Jadi mommy mengalami OHSS berat ini sampai usia kehamilan 3 bulan ya moms. Mommy 3 bulan itu perut sudah kayak hamil 6 bulan 7 bulan tapi berangsur dari usia hamil 3 bulan itu bertahap cairannya berkurang bahkan sampai benar-benar hilang.

Itu cerita OHSS mommy dan kalau misal ditanya mommy habisin berapa untuk OHSS, itu sudah kayak 1x program bayi tabung. Mahal banget, tapi mau gimana daripada mommy menderita dan mommy enggak dapat nutrisi sama sekali dan benar-benar merasa kayak mau meninggal. Itu menderita banget enggak bisa makan dan ngapa-ngapain. Itu benar-benar sebuah penderitaan besar banget, trauma yang besar juga buat mommy.

Di kehamilan ketiga ini mommy enggak mengalami OHSS sama sekali karena kehamilan ketiga ini mommy itu cukup masukin embrio yang difrozen ke dalam perut, enggak melakukan terapi suntik obat kesuburan ulang ke perut.

Jadi kalau kita enggak mau sampai mengalami OHSS jangan buru-buru langsung embrio transfer, jadi mendingan embrionya dibekukan dulu tunggu sampai 1-3 bulan, rahim kita sudah bagus, ovarium enggak bengkak lalu embrio transfer itu akan meminimalisir OHSS. Agar enggak sampai terjadi OHSS seperti yang mommy alami di kedua kehamilan mommy sebelumnya.

Buat moms yang sekarang sedang atau berencana program bayi tabung enggak usah worry. Tenang aja moms karena OHSS ini hanya dialami 3-8% dari seluruh wanita yang melakukan bayi tabung dan OHSS itu tadi ada 3 tingkat yaitu ringan, sedang dan berat. Yang berat itu dialami hanya 1% dari wanita yang melakukan program bayi tabung, Jadi mommy termasuk orang yang sangat beruntung bisa mengalami OHSS berat ini. Tapi mommy enggak menyesal, sedih dan takut, karena mommy jadi ada pengalaman yang bisa dishare, mommy positif hamil dan mommy akhirnya punya anak kedua yang super lucu walaupun sudah melalui OHSS yang berat di awal.

Siapa aja sih yang bisa mengalami OHSS?

Biasanya wanita berumur di atas 35 tahun, yang mengalami PCOS (yang biasa menstruasinya terlambat), wanita yang memiliki tingkat esterogen tinggi selama terapi kesuburan dan memiliki riwayat OHSS sebelumnya kayak mommy. Pertama kali OHSS sedang, pas terapi kesuburan kedua mommy mengalami OHSS berat.

That’s all mengenai OHSS, tenang aja moms, mungkin sekarang moms sedang mengalami mual, muntah dan kembung setelah embrio transfer jangan lupa untuk perbanyak nutrisinya, jangan lupa perbanyak cairan dalam tubuh dan yang paling penting konsumsi putih telur ayam kampung 10 biji setiap hari, itu bisa mengatasi kembung yang kita rasakan.

Seputar Program Bayi Tabung

Cara Penggunaan Suntik Gonal dan Suntik Cetrotide pada Program Bayi Tabung

Sudah sering mendengar tentang bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilization) kan moms. IVF atau biasa kenal dengan bayi tabung adalah pembuahan yang dilakukan di luar tubuh. For your information, bayi tabung pertama di dunia adalah Louis Joy Bown pada 25 Juli 1978 di Inggris.

Terkait dengan bayi tabung, ada salah satu step yang sangat penting dalam prosesnya yaitu proses suntik Gonal dan suntik Cetrotide. Nah kali ini mommy mau sharing mengenai cara menyuntikkan suntik Gonal dan Cetrotide.

Cara Menggunakan Suntik Gonal

1 botol suntik Gonal dosisnya adalah 75 IU, karena kebetulan mommy dosisnya adalah 150 IU, jadi suntik gonal yang mommy pakai ini 2 kotak. Dan dosis yang mommy gunakan ini sampai 9 hari. Pokoknya untuk masalah dosis ikuti arahan dari dokter ya moms. Ketika kita buka kemasannya, kita akan menemukan suntikan cairan, jarum besar, jarum kecil dan obatnya.

Nah cara menggunakannya itu gampang banget sekarang kita cukup ambil suntikan cairannya, yang perlu kita ketahui suntikan cairan ini bisa digunakan sampai dosis 225 IU. Jadi andai kata kita diberikan dosisnya 75 IU jadi kita tetap pakai suntikan cairan ini dengan 1 obat, kalau misalnya dosis kita 150 IU maka 1 cairan ini bisa dipakai untuk 2 obat.

Pertama-tama kita buka ujung suntikan ini lalu kita ganti dengan jarum besar, caranya gampang banget kita tinggal tusuk lalu putar.

Kemudian cairan ini kita masukkan ke dalam obat yang sudah disiapkan, ini dosisnya 75 IU. Kita masukkan semua cairannya, ketika semua cairan sudah selesai, suntikannya kita keluarkan kemudian kita aduk biar tercampur jadi 1. Soalnya dosis mommy kan 150 IU jadi kita ambil dulu pakai jarum yang besar juga ya, caranya gampang yaitu kita tusukkan aja ke dalam tengah-tengah penutup obat ini kemudian kita tarik tuas suntikannya maka otomatis cairan di dalam obat ini akan terambil semua.

Lalu kita masukkan kembali cairan yang sudah berisi obat dengan dosis 75 IU kita masukkan ke dalam obat ini. Kita aduk, setelah tercampur kita ambil lagi. Jadi deh 150 IU dosisnya.

Nah sebelum kita menyuntikkan obat dengan dosis 150 IU ini kita ganti dulu jarum besar ini dengan jarum kecil, kita ambil dulu jarum besarnya dengan penutup jarum besar yang tadi kita pakai, kalau sudah terambil kita ganti dengan jarum kecilnya.

Obat yang sudah terisi dalam suntikan ini kan banyak anginnya nih di bawah, maka kita harus menyuntikkan ke atas biar anginnya hilang, kita terus tekan ke atas sampai anginnya sudah enggak ada sama sekali dan ada cairan yang keluar.

Kalau sudah kita tinggal suntikkan ke perut kita, caranya ambil atau cubit lemak di perut kita lalu oleskan alkohol dan kita suntikkan obat tersebut.

Cara Menggunakan Suntik Cetrotide

Sekarang kita buka kemasannya, nanti kita akan menemukan suntikan besar, di dalamnya isinya cairan kemudian ada suntikan kecilnya, suntikan besarnya dan obat yang sudah disiapkan.

Cara menggunakannya itu gampang banget sama seperti tadi suntik Gonal. Di dalam suntikan cairan ini kan ada penutup di ujungnya, kita buka dulu. Setelah kita buka, kita ganti di bagian ujung penutup ini dengan jarum besar gunanya untuk menyuntikkan cairan ke dalam obat yang sudah disiapkan.

Sekarang obat Cetrotide kita buka penutup di ujungnya kemudian kita cukup suntikkan di bagian tengah dan masukkan cairan yang sudah disiapkan ke dalam obat ini sama kayak tadi yang suntik Gonal.

Setelah sudah tercampur kita ambil lagi dengan jarum yang besar jangan dengan jarum yang kecil karena itu akan lebih susah mengambilnya dan biasanya kalau kita ambil dengan jarum yang kecil, jarum kecilnya bisa bengkok nanti kalau disuntik ke perut sakit deh. Setelah ini kita ambil ya, caranya gampang ngambilnya kita cukup menarik tuas suntikan ini ke atas. Nah seperti yang tadi kan suntikan obat ini ada anginnya jadi kita harus keluarkan anginnya dulu dari suntikan ini sampai ada cairan yang keluar.

Nah sekarang kita harus mengganti jarum yang besar ini dengan jarum yang kecil. Caranya kita cukup ambil jarum yang besar dengan menggunakan penutup jarum tadi, kita masukkan ke penutup lalu kita putar, keangkat deh. Setelah sudah terambil jarum besarnya saat kita mengganti dengan jarum kecil.

Cara menyuntikkan ke perutnya juga sama seperti yang tadi ya moms saat menyuntikkan suntik Gonal.

Biasanya itu enggak berdarah, cuma kali ini berdarah karena mommy suntik sendiri, biasa disuntikkan sama suami. Caranya itu gampang banget, pas kita mau nyuntik itu kita tarik napas lalu suntik itu enggak akan ada rasa sama sekali, soalnya jarumnya itu enggak sakit. Nah setelah pada saat kita memasukkan obatnya kita napas aja kayak biasa setelah obat semua sudah disuntikkan ke dalam kita cukup tarik napas lalu tarik jarum keluar.

Biasanya mommy itu suntik Gonal sebelah kanan, suntik Cetrotide sebelah kiri jadi sakitnya itu enggak di satu tempat aja. Semoga sharing mommy kali bermanfaat ya untuk moms semua yang mau program bayi tabung.

Seputar Program Bayi Tabung

Beberin Biaya Bayi Tabung di Morula IVF Menteng

Nah untuk para pasangan yang sedang merencanakan program bayi tabung, kali ini mommy akan membeberkan berapa sih biaya yang kita perlukan untuk melakukan program bayi tabung? Jadi ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mommy bisa sharing ini karena mommy mesti kumpulin lagi bon-bon mommy dulu yang bayi tabung pertama dan kedua. After sudah terkumpul, mommy ada waktu mommy coba gabungin satu per satu biayanya dan akhirnya mommy bisa sharing.

Seperti yang kalian tahu, mommy program bayi tabung di Morula IVF Menteng. Biaya yang akan mommy beberkan ini kalau kalian melakukan program bayi tabung di Indonesia dan untuk Morula IVF Menteng ini adalah salah satu tempat program bayi tabung yang memang untuk standarnya sudah lumayan mahal menurut mommy kalau di Indonesia, dan itu sudah yang terbaik di Indonesia. Nah biasanya para pasangan suami istri pasti akan datang dulu nih ke Morula IVF Menteng, setelah datang lalu cari dokter yang mau. Kalau mommy dengan dokter Nando, menurut mommy dokter Nando itu oke banget karena walaupun antriannya itu banyak kita saat konsultasi enggak dicepatin tetap kita konsultasi apa yang kita ingin tanya, tanyain akan dijelaskan sejelas-jelasnya sama dokter Nando walaupun memang harus spend untuk 1 pasien bisa setengah jam tapi itu puas banget, worth it banget untuk nunggu.

Setelah mommy sudah oke untuk program bayi tabung dengan dokter Nando, mommy dan daddy datang untuk konsultasi dengan dokter Nando. Biaya untuk konsultasi ini biasanya kurang lebih Rp. 500.000/konsultasi. Nah pada saat itu kebetulan mommy sudah menstruasi hari kedua, di hari kedua menstruasi itu mommy diminta untuk melakukan tes darah. Tes darah itu yang dimana kita bisa tahu apakah kita punya penyakit menular, apakah kita cocok untuk melakukan program bayi tabung sehingga nantinya memungkinkan presentasi mendapatkan bayi itu lebih besar. Kita cek darah, suami dan istri sama-sama cek darah dan itu menghabiskan uang sebanyak Rp. 7.000.000. Jadi untuk biaya pertama yang keluar sudah Rp. 7.500.000.

Setelah kita cek lab kita akan diperbolehkan pulang dan menunggu hasil. Pada saat itu program pertama dan kedua mommy oke, akhirnya mommy besoknya datang lagi ke rumah sakit, biaya konsultasi tambah lagi Rp. 500.000 habis itu kita akan membeli obat-obatan yang gunanya untuk membuat telur/ovum kita membesar. Untuk membuat telur itu besar ada yang namanya suntikan Pregoferis senilai Rp. 13.000.000 lalu suntikan Gonal Rp. 5.500.000. Biaya suntikan kedua ini biasanya dipakai selama 4 hari Rp. 18.500.000. Suntik ini bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan suster, kalau mommy suntik sendiri. Oh iya untuk suntiknya jika dengan bantuan suster butuh biaya tambahan yaitu Rp. 200.000.

Nah setelah 4 hari kita datang lagi ke rumah sakit, pada saat datang ke rumah sakit kita bayar lagi biaya untuk konsultasi Rp. 500.000 lalu kita beli suntik Gonal 75 nya seharga Rp. 5.500.000 dan kita tes lab untuk cek darah apakah stimulasi obat yang diberikan itu bekerja, over enggak atau yang lainnya itu senilai Rp. 1.200.000. Jadi after biaya ini, ini akan berlaku sampai sel telur kita sudah besar. Setelah sudah besar kita akan dapat suntikan pemecah telur itu biayanya Rp. 600.000. After kita sudah mendapatkan suntikan pemecah telur biasanya kita akan disuruh puasa karena besoknya akan ada OPU (Pengambilan telur dari rahim kita). Nah itu biayanya adalah Rp. 30.000.000

Setelah biaya OPU ini ada biaya FET (Frozen Embryo Transfer) yang dimana ini adalah tindakan memasukkan sel telur yang sudah berubah menjadi embrio entah itu gradenya excellent, good atau moderate, itu dimasukkan ke dalam rahim kita biayanya adalah Rp. 9.300.000.

Jadi selama kita menunggu embrio ini lengket di dalam rahim kita yang akhirnya nanti kita akan berhasil hamil atau enggaknya kita harus memanage tubuh kita dengan nutrisi-nutrisi seperti susu terutama dan biasanya susu yang direkomen di Morula IVF itu adalah susu Goodway. Waktu itu mommy langsung beli di rumah sakit karena enggak mau ribet lagi itu beli seharga Rp. 934.000/30 sachet jadi cuma bisa diminum dalam waktu 1 bulan dan mommy biasa beli 2x jadi untuk susunya seharga Rp. 1.868.000.

Setelah itu, nanti ada suntikan Lovenox ini merupakan suntikan mahal menurut mommy, kenapa? Karena dalam 1 hari dibutuhkan 1x suntikan Lovenox ini untuk menjaga agar darah kita enggak terlalu kental karena kalau misalnya darah kita terlalu kental dan pada saat itu embrio kita sudah berhasil menjadi seorang anak nanti bisa menyebabkan keguguran atau enggak berhasil. Jika darah kita terlalu kental, dia enggak bisa menyerap nutrisi dari dalam tubuh kita otomatis enggak ada makanan dan keguguran. Jadi Lovenox ini butuh banget dan Lovenox ini biasanya memang dokter selalu bilang lihat dulu beberapa bulan tapi selama kehamilan mommy pertama dan kedua Lovenox ini rutin mommy pakai selama 3 bulan. Jadi 3 x 30 x 210.000 = Rp. 18.900.000. Total sementara adalah Rp. 94. 368.000.

Jadi moms yang baru mommy rangkaikan ini baru biaya tindakan medis di luar obat biasanya setiap kita datang ke rumah sakit kita akan diresepkan obat entah antibiotik, pengencer darah pokoknya banyak banget itu obat-obatannya dan mommy selalu catat bon mommy setiap habis pulang dari rumah sakit itu sekali mommy beli obat bisa habis Rp. 5.500.000 dan itu mommy beli 3x selama program ini berlangsung jadi Rp. 16.500.000. Mommy akan ringkaskan biayanya di bawah ya :

Konsultasi 3x : Rp. 1.500.000 (@Rp. 500.000)
Cek Darah (suami dan istri) : Rp. 7.000.000
Suntik Pregoferis (pembesar telur, untuk 4 hari) : Rp. 13.000.000
Suntik Gonal (untuk 4 hari) : Rp. 5.500.000
Beli Obat Suntik Gonal 75 : Rp. 5.500.000
Tes Lab (untuk lihat stimulasi obat yang disuntik) : Rp. 1.200.000
Suntik Pemecah Telur : Rp. 600.000
OPU (pengambilan telur) : Rp. 30.000.000
FET (memasukkan sel telur) : Rp. 9.300.000
Susu Goodway (untuk 2 bulan) : Rp. 1.868.000 (per box @Rp. 934.000
Suntik Lovenox (untuk 3 bulan) : Rp. 18.900.000 (1x suntik Rp. 210.000)
Obat-obatan (beli sebanyak 3x) : Rp. 16.500.000 (@Rp. 5.500.000)

Jadi totalnya adalah Rp. 110.868.000 ini adalah biaya sampai ketika embrio sudah dimasukkan ke dalam rahim kita, belum nanti kita minum dan makan yang sehat, organik terus belum nanti kalau kita sudah hamil dari bulan pertama sampai lahiran, biaya rumah sakit lagi dan lain-lain itu di luar itu ya moms.

Jadi untuk biaya program bayi tabung di Indonesia Morula IVF Menteng itu cukup kalian spend uang Rp. 110.868.000. Nah kalau buat mommy sendiri mommy menghabiskan untuk bayi tabung yang pertama kurang lebih Rp. 111.000.000 sedangkan untuk bayi tabung kedua mommy menghabiskan hampir Rp. 400.000.000. Kenapa? Jadi mommy sempat mengalami yang namanya OHSS. Jadi pas mommy OHSS mommy bolak balik masuk rumah sakit itu 3x dan pas banget saat lebaran jadi biaya rumah sakit itu lebih mahal 2x lipat.

Sekali mommy pulang dari rumah sakit, mommy bisa habis Rp. 70.000.000, jadi dikali aja dan ditambah total biaya bayi tabung tadi jadi Rp. 321.000.000 belum obatnya ya moms itu banyak banget yang untuk membuat OHSS mommy berkurang pokoknya kurang lebih Rp. 400.000.000.

That’s all biaya bayi tabung di Indonesia, kalau buat mommy biaya program bayi tabung kurang lebih Rp. 111.000.000 tanpa komplikasi OHSS seperti mommy itu termasuk sudah sangat murah karena misalnya kalian melakukan program bayi tabung di Malaysia itu bisa habis kurang lebih Rp. 300.000.000 – Rp. 400.000.000 tanpa komplikasi, kalau di Singapura bisa habis Rp. 1.000.000.000. Semoga bermanfaat.

Seputar Program Bayi Tabung

Faktor Keberhasilan Bayi Tabung

Hai moms, kembali lagi di #CurcolYukMom, kali ini yang akan mommy bahas adalah bayi tabung. Jadi setelah mommy menjelaskan tentang prosedur bayi tabung, alasan kenapa memilih program bayi tabung serta biaya bayi tabung, dan setelah pernah mengikuti seminar tentang faktor keberhasilan bayi tabung di Summarecon Mall Serpong bersama Popmama, mommy merasa penting banget untuk membagi faktor-faktor apa saja yang membuat tingkat keberhasilan bayi tabung lebih besar. Inilah 5 faktor keberhasilan bayi tabung :

1. Keep Happy

Ini adalah faktor terpenting yang harus diperhatikan, karena menurut penelitian, level stress kita sangat berhubungan dengan tingkat kesuburan, baik pria maupun wanita.

Sedikit pengalaman pribadi mommy ketika mengikuti program bayi tabung pertama, banyak dari teman, keluarga, dan dokter yang mengatakan tidak boleh stress. Tapi karena baru pertama kali melakukan program bayi tabung ini, mommy merasa banyak tekanan dan menjadi stress, yang pada akhirnya saat proses embrio transfer, mommy hanya mendapatkan 3 telur. Tapi untungnya mommy bisa mendapatkan buah hati baby Louisse Scarlett. Berbeda dengan proses bayi tabung ke 2 yang lebih enjoy dan santai dan setelah embrio transfer mendapatkan 17 telur dengan grade 11 excellent dan 6 good. Itulah pentingnya pikiran tingkat happy kita.

2. Jalani sesuai prosedur dari dokter

Setelah kita merasa senang, kita juga harus mengikuti semua prosedur dari dokter. Semua check up dan anjuran dokter harus kita jalankan dengan disiplin karena banyak sekali prosedur bayi tabung yang harus kita ikuti.

3. Olahraga bersama pasangan

Pasangan suami istri harus olahraga bersama agar sama-sama sehat. Jadi bukan hanya istri yang sehat namun suami juga harus sehat agar kualitas sperma juga bagus.

4. Makan makanan sehat

Harus makan sehat ya moms, yang memenuhi gizi dan nutrisi. Ingat ya moms no junkfood. Dan suami istri diharuskan makan telur kampung bagian putihnya saja sebanyak 10 buah dan dimakan 1 bulan sebelum program sampai embrio transfer.

5. Semangat dan Positive Thinking

Jadi kata dokter program ini 50% tingkat keberhasilannya sisanya tergantung Tuhan. Kita harus mengetahui resikonya jadi jika terjadi kasus yang tidak kita inginkan kita sudah bisa menerima dengan lapang dada. Yang penting kita harus terus positive thinking ya moms.

Kalau ditanya poin mana yang paling penting, tentu saja yang pertama. Jika kita happy pasti mempengaruhi banyak hal termasuk tingkat kesuburan kita. That’s all soal bayi tabung, see you di next #CurcolYukMom!

Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung : Kenali Resiko dan Efek Samping

Mungkin ada beberapa pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah dan belum memiliki anak, yang mungkin sedang berfikir untuk melakukan program bayi tabung namun takut akan resiko dan efek samping yang akan ditimbulkan dari program bayi tabung.

Mommy sendiri sudah melakukan program ini dua kali dan mommy sudah dikaruniai 2 anak yang lucu dan sehat. Memang penelitian membuktikan bahwa program bayi tabung memiliki 40% keberhasilan untuk memiliki anak, bahkan lebih mendukung jika dilakukan pada usia dini atau mendapatkan Grade Embrio bisa kemungkinan memiliki anak 60%.

Untuk kalian yang ingin mengikuti bayi tabung kenali dulu berikut resiko dan efek samping yang akan program ini, faktanya tidak ada yang aman jika tubuh kita yang alami berhubungan dengan zat kimia. Namun pertanyaannya apa efek samping dan resikonya?

Berikut efek samping dan resiko yang ditimbulkan dari program bayi tabung:

  1.  Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) adalah efek samping yang umum dari terapi kesuburan, terutama obat-obatan yang digunakan selama program fertilisasi in-vitro (IVF). OHSS adalah kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium (indung telur) bereaksi berlebihan terhadap obat dan menghasilkan terlalu banyak kantung telur (folikel).

Mommy sendiri pernah mengalami OHSS ini waktu mommy sedang program yang ke 2 yang mommy sudah pernah share di IG @louissescarlett. OHSS ini biasanya diderita oleh para wanita yang mengalami PCOS, dan ini adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon, hal ini dapat menyebabkan periode mensturasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multiple pada ovarium.

Wanita yang kurus atau obesitas memiliki kemungkinan untuk mengalami OHSS, namun tenang aja moms karena OHSS ini hanya akan dialami 2% saja dari 100.000 wanita yang melakukan program bayi tabung, jadi kemungkinan sangat kecil dan langka. OHSS yang mommy alami saat program bayi pertama tergolong sebagai OHSS ringan dengan gejala:

  • Perut terasa bengkak atau kembung
  • Susah makan dan minum
  • Nyeri ringan sampai sedang di perut bagian bawah
  • Pencernaan terhambat
  • Rasa mual

Pada program yang kedua mommy mengalami OHSS tingkat berat, dua hari setelah pemasukan embrio, berat badan mommy langsung bertambah 5 kg yang awalnya mommy kira sudah berhasil, kemudian mual dan gejala-gejala nyeri hebat di perut bagian bawah, perut membengkak secara signifikan, muntah terus menerus, sulit bernafas, memiliki urin berwarna gelap dan sangat jarang berkemih.

Perut mommy membesar setiap harinya sampai di lingkar perut 110cm. Ternyata isi dalam perut mommy itu cairan hasil OHSS yang sel telurnya meledak dalam tubuh kita yang menggenang di dalam perut yang akhirnya sampai ke paru-paru mommy. Jadi terdapat cairan yang merendam semua organ-organ dalam tubuh kita yang otomatis menyebabkan sesak napas, susah makan, susah pencernaan, dan nyeri yang sangat pada pinggang. Sampai akhirnya mommy harus bolak-balik RS untuk membuang cairan tersebut yang totalnya mencapai 25 liter.

Gejala ringan OHSS umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu, jadi pada saat mulai kembung mommy langsung konsultasi ke dokter dan banyak mengonsumsi putih telur ayam kampung setiap harinya 10 butir yang lama-kelamaan membuat OHSSnya menghilang.

  1. Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar akan sangat bagus jika kita belum memiliki momongan dan mendapatkan anak sekaligus dua, tidak harus kembar identik namun bisa kembar berbeda telur. Bayi tabung memang cukup banyak menghasilkan anak kembar, namun kehamilan kembar bukanlah “gol” utama yang diinginkan dari program ini. Pasalnya, kehamilan kembar sangat berisiko tinggi yang memicu masalah kesehatan pada ibu seperti :

  • Prematur
  • Preeklampsia
  • Diabetes gestasional
  • Anemia dan pendarahan hebat
  • Risiko operasi caesar lebih tinggi
  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Tenang dulu ya moms jangan langsung shock, jadi menurut data penelitian yang melibatkan 255.786 wanita yang melakukan proses bayi tabung di Inggris pada 1990 hingga 2010 dan dilihat perkembangannya selama 8 tahun, menemukan sebanyak 386 kasus kanker ovarium, dan para ahli mengungkapkan bahwa proses bayi tabung dapat meningkatkan hormon yang merangsang indung telur atau ovarium, hormon yang muncul yaitu esterogen dan progesteron. Perubahan kadar hormon seksual di dalam tubuh dapat menyebabkan kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim.

Biasanya wanita yang bisa terkena kanker ini adalah wanita yang sudah melakukan program, lalu gagal maka resiko kanker akan lebih besar. Selanjutnya adalah wanita yang melakukan program bayi tabung berkali-kali.

Pemilihan dokter itu sangat penting untuk menentukan dosis obat untuk melakukan program bayi tabung yang disuntikan ke dalam tubuh kita dan kembali pada diri kita yang tetap menjaga kesehatan makanan, perbanyak konsumsi makanan yang sehat, organik dan mengandung antioksidan seperti putih telur dan tentunya rajin berolahraga.

Setelah mengetahui resiko-resiko ini, semoga menjadi pertimbangan untuk melakukan program bayi tabung, kalian juga bisa melakukan konsultasi kepada dokter-dokter yang tentunya sudah ahli dalam hal ini sebelum melakukan tindakan. Semoga bermanfaat terutama bagi mami-mami yang ingin sekali memiliki momongan.

Seputar Program Bayi Tabung

Prosedur Seputar Program Bayi Tabung

Bayi tabung atau in vitro vertilization (IVF) merupakan suatu alternatif bagi moms yang ingin memiliki momongan. Bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim. Lalu bagaimana prosedur mengikuti program bayi tabung? Nah berikut ini mommy akan jelaskan prosedurnya sesuai dengan pengalaman mommy.

Bagaimana prosedur melakukan program bayi tabung?

1. Memilih rumah sakit dan dokter yang tepat, aman dan nyaman.

Rekomendasi: Jakarta, Morula IVF Menteng dengan dokter Arya Nando. Menurut mommy pelayanannya ramah dan helpful.

2. Tes darah

Tes darah ini dilakukan ketika kita sedang menstruasi. Oh iya moms tes darah ini dilakukan enggak hanya mommy ya, tapi daddy juga dites. Kegunaan dari tes darah ini untuk mengetahui apakah calon pasien layak melakukan program bayi tabung ini. Jadi dari pemeriksaan darah tersebut kita akan dilihat apakah mempunyai kista, ada penyakit menular lain atau hal-hal yang bisa membuat program bayi tabung ini gagal. Kalau misalnya ada hal-hal yang memungkinkan program bayi tabung kita tidak berhasil, biasanya dokter akan mencari tahu solusinya dan akan membereskan dulu masalahnya.

3. Melakukan beberapa suntikan

Suntikan-suntikan tersebut ada 2 macam yaitu suntik gonal yang gunanya untuk menstimulasi agar sel telur matang dan ukurannya pas untuk dibuahi sel sperma sedangkan suntik cetrotide untuk mencegah agar telur tidak pecah sebelum diambil. Suntikan ini bisa dilakukan di rumah sakit maupun sendiri ya moms. Biasanya kita akan dapat suntikan dengan dosis 225 IU tapi semua tergantung resep yang dikasih masing-masing dokter ya moms. Dari hari pertama hingga ketujuh selama 1 minggu kita hanya melakukan suntik gonal aja. Lalu pada hari ke-8 hingga hari ke-14 suntikannya enggak hanya suntik gonal tapi juga suntik cetrotide. Di hari kedua melakukan suntik gonal, biasanya kita akan ke rumah sakit lagi untuk konsultasi dan tes darah dengan tujuan dokter ingin melihat kadar esterogen dalam tubuh kita, bagaimana pengaruh dari suntikan yang kita berikan dan kita akan di USG vagina (Transvaginal Ultrasound) untuk melihat apakah telur kita sudah terstimulasi dengan baik dan bagaimana ukurannya dari hari ke hari. Sel telur yang matang biasa ukurannya 16ml sampai 18ml, biasanya dokter akan terus memantau perkembangannya.

4. OPU (Ovum Pick Up)

Dokter akan mengambil sel-sel telur kita yang sudah siap dibuahi oleh sel sperma dan malam sebelumnya kita biasa akan ke rumah sakit untuk melakukan suntikan hCG. Suntikan hCG ini gunanya untuk memecahkan telur yang akan pecah 1×24 jam selanjutnya dan kita akan diminta untuk puasa dari jam 10 malam sampai besok harinya. Ketika kita mau melakukan pengambilan ovum ini kita akan dibius total, setelah proses ini biasanya akan ada luka sedikit di kelamin kita moms. Setelah ini dokter akan mempertemukan sel telur dan sel sperma suami proses ini disebut inseminasi dan pembuahan. Selanjutnya kita menunggu sel sperma dan sel telur kita menjadi calon embrio biasanya 3-5 hari.

5. Memasukkan calon-calon embrio

Dari proses inseminasi dan pembuahan tersebut maka dokter akan melihat embrio sudah ada berapa, dan kualitasnya seperti apa. Setelah itu embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Setelah embrio masuk ke dalam rahim, kita hanya tinggal menunggu apakah program bayi tabung tersebut berhasil atau tidak. Nanti setelah 2 minggu lalu kita lakukan testpack moms.

Mudah kan moms prosedur melakukan program bayi tabung? Jadi buat moms dan dads yang masih bingung dengan prosedur bayi tabung, semoga setelah membaca tulisan ini moms dan dads bisa semakin yakin mengikuti program bayi tabung ya enggak bingung lagi.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sukses Hamil Kembar tanpa Keturunan Kembar, dari Program Bayi Tabung

Hai moms kembali lagi di sesi #curcolyukmoms bareng mommy. Kali ini mommy mau membahas mengenai hamil kembar dari program bayi tabung.

Singkat cerita, Mommy adalah pejuang bayi tabung yang sudah memiliki 2 anak dari 2x program bayi tabung. Program bayi tabung yang pertama mommy mendapat Louisse Scarlett yang sekarang sudah berumur 3 tahun, dan program bayi tabung kedua mommy mendapat Loewy Axell yang sudah berusia 17 bulan.

Kenapa mommy melakukan program bayi tabung?

Jadi mungkin moms sudah lihat di content Youtube mommy yang membahas tentang “Alasan Melakukan Program Bayi Tabung”. Jadi singkat cerita, mommy adalah menderita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) yang mana jadwal menstruasi mommy enggak teratur, bisa 3 bulan sekali, 4 bulan sekali pokoknya enggak teratur. Kita enggak bisa memastikan kapan mommy masa suburnya. Selain itu, saluran tuba mommy sebelah kiri sudah diangkat, karena sempat ada pelengketan. Jadi mommy sudah PCOS yang menstruasinya enggak menentu, jadi enggak bisa menentukan waktu subur. Sekalinya bisa menstruasi saluran telurnya cuma ada 1 yang bisa lewat yaitu bagian kanan. Otomatis kesempatan mommy untuk bisa dapat momongan dalam program normal itu makin kecil.

Sampai akhirnya dokter kandungan di rumah sakit tempat program bayi tabung, kasih option ke mommy, bahwa sepertinya cuma bisa program bayi tabung baru bisa mendapatkan anak. Yang akhirnya program bayi tabung menjadi jawaban dari doa mommy selama ini untuk memliki anak. Special thanks banget untuk dokter Arya Nando yang sudah memberikan banyak dukungan dan semangat untuk mommy. Sehingga mommy bisa positif dan program bayi tabung mommy berhasil.

Nah kok bisa hamil kembar? Syaratnya apa?

Kalau ditanya syaratnya apa untuk bisa hamil kembar, sebenarnya enggak ada syarat apapun ya moms. Cukup ketika kita program bayi tabung itu simpel, kita masukin 2 embrio yang grade nya excellent atau good, kemungkinan kita hamil kembar itu juga lumayan moms. Jadi kalau untuk syarat-syarat yang lain enggak ada sih moms.

Jadi sebenarnya mommy sama daddy dari awal sudah komitmen pada saat sebelum menikah. Mommy sama daddy ingin punya 3 anak. Nah kebetulan karena mommy PCOS ada 17 telur yang mommy frozen untuk program bayi tabung yang kedua. Dan kebetulan 10 di antaranya gradenya excellent. Jadi sayang banget enggak sih moms kalau mommy enggak lanjutin program bayi tabung lagi. Karena program bayi tabung mommy yang ketiga ini cukup embrio transfer aja, tunggu masa subur rahim mommy, mommy tinggal embrio transfer dari telur yang dicairkan.

Kemungkinan hamil kalau telur yang gradenya excellent itu 60% berhasil. 40% sisanya itu tergantung dari diri kita dan Tuhan mau memberikan kepada kita atau tidak. Jadi pada saat mommy konsultasi ke dokter, sebenarnya mommy cuma mau masukin 1 telur aja, sesuai dengan rencana awal ingin punya 3 anak dan mommy juga berpikir kalua nanti masukin 2 embrio dan jadi kembar bagaimana? Nah setelah konsultasi, dokter menjelaskan kalau antara mommy dan daddy enggak ada riwayat keturunan kembar, untuk bisa terbelah jadi 2 telurnya dan jadi kembar itu kemungkinannya kecil.

Sebenarnya yang dari awal mommy takutkan, kalau misalnya mommy taruh 2 telur, dua-duanya terbelah jadi 4 anak, pusing enggak sih moms takutnya nanti nempel-nempel organ tubuhnya. Nah dokter juga menjelaskan kalau biasanya janin yang nempel organ tubuhnya itu dari 1 telur yang terbelah, kalau misalnya mommy enggak punya riwayat keturunan kembar mommy cukup masukin 2 telur embrio mommy ke dalam rahim, kalau bisa jadi dua-duanya itu bakal kembar fraternal.

Kembar fraternal adalah kembar yang berasal dari 2 sel telur dan sperma yang terpisah atau disebut dizigotik. Sementara kembar identik adalah monozigotik, mereka berasal dari 1 sel telur dan sperma yang membelah jadi 2 setelah pembuahan. Jadi kemungkinan organ nempel-nempel itu kecil banget. Nah itu membuat mommy mengerti, karena selama ini kembar yang dalam pikiran mommy itu ya nanti nempel apalagi perut mommy kecil takutnya enggak cukup spacenya dan mommy takut nanti lahirnya juga prematur.

Setelah dapat dukungan dari dokter, penjelasan dari dokter Arya Nando yang sangat jelas soal kembar fraternal yang kemungkinan untuk bisa nempel juga kecil banget, untuk kelahiran prematur itu juga bakal dijaga, dicek terus keadaan fisik kita, rahim kita. Biasanya dari riwayat pasien-pasien dokter Arya Nando yang kembar itu tetap lahirnya di waktu yang pas yaitu 36 atau 37 weeks. Akhirnya mommy dan daddy memutuskan 2 telur yang akan dimasukkan ke rahim mommy.

Nah untuk moms yang penasaran dengan apa yang mommy rasakan setelah embrio transfer, moms bisa search di Youtube channel mommy yang berjudul “11 Hari Setelah Embryo Transfer, Gimana Rasanya? | All about bayi tabung”. Di sini mommy sudah jelaskan semuanya.

Untuk para moms yang belum tahu soal hamil kembar. Kembar itu digolongkan menjadi 2 lagi ya moms kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik itu adalah kembar yang berasal dari 1 telur yang terbelah menjadi 2. Sedangkan kembar fraternal atau kembar non identik adalah kembar yang dihasilkan dari 2 telur yang berbeda. Dan biasanya ini bisa kita dapatkan dari program bayi tabung atau inseminasi yang sekarang mommy lakukan ya moms.

Nah untuk kasus mommy sekarang mommy hamil kembar fraternal. Jadi buat moms yang pengen banget punya anak kembar, tapi enggak punya riwayat kembar kalian bisa mendapatkan dari program bayi tabung dan mommy sudah membuktikan, mommy sekarang hamil kembar, sekarang sudah trimester kedua jalan 4 bulan.

Yang mommy rasakan jujur beda ya moms daripada hamil yang cuma 1 janin aja. Hamil kembar lebih agak berat sedikit di trimester pertama, mualnya enggak nahan banget, eneg banget, semuanya sakit, dari perut, punggung sampai kaki semuanya sakit. Tapi di trimester kedua itu kayak sudah fine-fine aja, biasa aja, sudah enggak terlalu berat buat mommy. Makan juga oke, mual sudah enggak, sakit-sakit juga sudah enggak ada lagi. Tapi enggak tau deh nanti trimester 3.

Untuk sekarang mommy yang jalan 4 bulan ini, mommy sudah naik 4kg. Karena mommy cukup menghindari makan nasi, seperti anjuran dokter yang penting proteinnya banyak agar asupan makanan bayi kembar terpenuhi. Buktinya mommy baru USG 3 bulan kemarin ini, baby mommy besar semua, sehat banget walaupun mommy enggak makan nasi. Selain itu juga untuk menjaga berat badan mommy agar enggak terlalu over.

Intinya untuk para pejuang bayi tabung, semangat! Jangan pantang menyerah, mommy sudah sukses melakukan program bayi tabung sebanyak 3x. Kamu juga pasti bisa. Kalau misalnya gagal sekali jangan khawatir mungkin belum saatnya, mungkin usaha kita kurang maksimal, coba lagi dan jangan pantang menyerah. Ingat selalu positive thinking, karena positive thinking adalah kunci keberhasilan dari sukses program bayi tabung.

See you di next #curcolyukmoms!

Seputar Program Bayi Tabung · Uncategorized

11 Hari Setelah Embryo Transfer

Day 1 : 13 Mei 2020

Ini hari pertama setelah saya melakukan embryo transfer. Proses embryo transfer ini juga hanya memakan waktu 5 menit saja dengan menggunakan selang kateter yang dumasukkan lewat miss v kita dan ditransfer melalui alat untuk mentransfer embrio. Setelah transfer embrio saya masih harus tiduran selama 20 menit sambil nahan pipis. Sebelum embryo transfer saya harus minum air sebanyak-banyaknya sampai perut seperti kebelet pipis, setelah itu baru boleh ke wc untuk pipis.

Yang saya rasakan setelah embrio transfer adalah kram bagian perut, mungkin karena menahan pipis lumayan lama dan pastinya deg-degan memikirkan apakah berhasil atau tidak.

Day 2 : 14 Mei 2020

Hari ke 2 after embryo transfer, setelah bangun saya merasakan agak mual dan agak pusing dan kurang napsu makan. Jika berdiri terlalu lama ngerasa mudah lelah dan bagian miss v kesemutan.

Day 3 : 15 Mei 2020

Hari ke 3 masih ngerasa cepat lelah, lebih ingin berbaring tiduran. Bagian perut juga terasa banyak masuk angin serta kram perut lebih terasa. Lebih sering mengantuk dan menguap dan gampang keringetan.

Day 4 : 16 Mei 2020

Hari ke 4 makin kram di bagian perut, makin cepat ngantuk, badan makin pegal-pegal, dan keringetan makin banyak.

Day 5 : 17 Mei 2020

Hari ke 5 masih ngerasa ngantuk tetap ada, kram bagian perut juga masih terasa, perut makin sakit karena banyak angin, dan hasil testpack masih samar-samar.

Day 6 : 18 Mei 2020

Hari ke 6 semakin cepat lelah dan tidak bisa memaksakan badan, serta bagian pinggang dan pantat sakit.

Day 7 : 19 Mei 2020

Hari ke 7 badan sakit bagian pantat, pinggang, dan punggung disertai mual dan pusing. Tidak bisa dipaksakam tidur malam-malam lagi.

Day 8 : 20 Mei 2020

Hari ke  8 tubuh menjadi lebih segar, mual dan pusing sudah hampir tidak berasa, namun keram masih terasa sampai di hari ini. Kaki kurang bertenaga.

Day 9 : 21 Mei 2020

Hari ke 9 tubuh terasa lebih lelah, bangun tidur terasa mual ingin muntah dan lemas. Bagian kaki masih kram, bawaannya mengantuk.

Day 10 : 22 Mei 2020

Hari ke 10 mulai minum susu dan makan telur putih ayam kampung sehingga menjadi better. Merupakan hari terakhir suntik penguat kandungan dan pengencer darah.

Day 11 : 23 Mei 2020

Hari ke 11 akan melakukan cek darah untuk membuktikan positif hamil atau tidak. Dan setelah melakukan tes di test pack dan beta HCG hasilnya adalah 1588 yang artinya usia kehamilan 5 minggu atau positif hamil.

Jadi, inilah perjalanan 11 hari saya setelah embryo transfer. Dan yang perlu diketahui adalah 11 hari ini merupakan ciri – cari yang dialami saya pada kehamilan yang ketiga ini. Tentunya ciri kehamilan yang dialami oleh setiap wanita adalah berbeda – beda ya, moms.

Dan terimakasih saya ucapkan kepada Dr. Nando RS Bunda Morula Menteng yang telah banyak membantu dari kehamilan pertama hingga kehamilan ketiga ini. Untuk mommy – mommy pejuang bayi tabung tetap semangat dan positive thinking agar tetap mendapat hasil yang maksimal!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Covid 19 · Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 ini membuat proses tatap muka antara dokter dan pasien semakin terbatas ya, moms. Kunjungan ke rumah sakit dibatasi, mengingat rumah sakit juga bisa menjadi tempat penularan virus yang potensial menjadi infeksi dan fatal.

Hal ini pun juga berdampak pada program bayi tabung. Proses ini memerlukan serangkaian tahapan agar berhasil mencapai kehamilan dan kelahiran yang sehat. Dengan adanya pandemi Covid-19 membuat proses tersebut terhambat karna tatap muka antara dokter dan calon orangtua semakin terbatas

Program bayi tabung sendiri merupakan usaha alternatif untuk mendapatkan kehamilan, bagi pasangan yang kesulitan memperoleh buah hati. Program bayi tabung dilakukan dengan pembuahan di luar rahim ibu atau IVF. Untuk memiliki buah hati tentunya tidak terduga dan tidak bisa ditunda ya, moms. Terlebih lagi khsusnya wanita yang memiliki keterbatasan.

Seperti saya sendiri contohnya, tentunya mendapatkan banyak contra ketika memutuskan untuk memiliki anak ketiga di tengah pandemi ini. Tapi, jika ditunda terlalu lama, akan memungkinkan untuk tidak memiliki kesempatan itu lagi lho, moms.

Bagi mommy – mommy yang memiliki pengalaman dan keluh kesah yang sama, berikut saya bagikan tips aman untuk melakukan proses bayi tabung di tengah pademi Covid-19!

  1. Tubuh Harus Fit

Jadi moms, ketika kita memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, selama itu juga kita harus berkomitmen untuk menjaga kesehatan kita dan melakukan healthy life style agar proses dari program bayi tabung di tengah pandemi ini tidak sia – sia.

Karna, ketika kita akan mendaftarkan diri ke rumah sakit untuk mengikuti proses bayi tabung, hal pertama yang akan ditanyakan oleh pihak rumah sakit adalah kesehatan kita terlebih dahulu. Jika dalam 14 hari terakhir kita dalam keadaan fit, maka kita akan melanjutkan ke step selanjutnya. Melainkan, jika dalam 14 hari terakhir kita dalam keadaan tidak fit, maka pada saat itu juga kita dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan proses bayi tabung.

  1. Pakai Masker

Untuk ke rumah sakit tentunya memakai masker dan atribut kesehatan lainnya menjadi hal yang sangat penting ya, moms. Bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi memakai masker saat ini juga merupakan hal prioritas bagi kita untuk berkunjung ke rumah sakit yang menjadi media menyebaran virus. Jika tiba – tiba kita terkena virus dan tidak memakai masker, otomatis kita tidak akan bisa melakukan program bayi tabung lho, moms!

  1. Melalui Proses Screening

Tidak berbeda dengan prosedur untuk masuk ke tempat perbelanjaan dan yang lainnya, rumah sakit pun menjadi salah satu tempat terpenting untuk mengadakan proses screening dan mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk. Ketika kita sudah screening dan ternyata hasilnya adalah suhu kita tinggi atau demam maka kita tidak bisa masuk lho, moms.

  1. Social Distancing

Point ini merupakan point yang sudah tidak jarang kita dengar di tengah pandemi ini ya, moms. Sama seperti tempat dan rumah sakit lainnya, RS Morula Menteng juga kerap melakukan social distancing dari ruang tunggu, bagian administrasi, maupun bagian farmasi, jadi pastikan jarak kalian aman dan tidak dekat dengan pasien yang lain ya, moms!

  1. Bersedia Melakukan Rapid Test

Tips yang satu ini tidak kalah penting ya, moms. Untuk mengikuti proses bayi tabung, sebelum dan selama proses ini juga kita harus bersedia untuk melakukan Rapid Test atau test Covid-19. Penting sekali untuk melakukan Rapid Test ini agar proses bayi tabung pun tidak sia – sia untuk dilakukan ya, moms.

  1. Selama Embrio Transfer, Tidak Bisa ditemani Suami

Biasanya ketika melakukan embrio transfer, kita sebagai istri pasti akan bisa ditemani oleh suami ya, moms. Tetapi kali ini berbeda dengan adanya pandemi Covid-19, rumah sakit memiliki kebijakan bahwa suami tidak diperkenankan untuk menemani kita.

That’s all seluruh tips aman untuk mengikuti proses bayi tabung di tengah pandemi Covid-19! So untuk mommy – mommy yang ingin melakukan proses bayi tabung di tengah pandemi, apakah sudah siap menjalankan keseluruhan prosedur nya sendiri? Semoga membantu dan semoga cepat positif hamil ya, moms!

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI

Seputar Program Bayi Tabung

Bayi Tabung : Apakah Frozen Embrio sama dengan Fresh Embrio?

Hai moms, balik lagi nih di sesi #CurcolYukMoms yang kali ini akan membahas tentang bayi tabung. Bayi tabung itu bukan bayi di dalam tabung ya, jadi buat kalian yang belum tau apa itu bayi tabung artikel ini akan membantu kalian untuk mengerti apa itu bayi tabung.

Secara singkat bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh wanita, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan ada dalam fase siap, fase siap ini disebut fase embrio. Dalam beberapa kasus ada yang mendapatkan 2 sampai 3 embrio, dan saya sendiri mendapatkan 32 embrio calon anak. Dan setelah itu dikembangkan sampai fase siap ditanamkan ke dalam rahim, dan mendapatkan 17 embrio calon anak yang benar-benar siap. Setelah itu akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF).

Untuk embrio yang sudah siap tadi disimpan di dalam kulkas khusus yang suhunya -196°C. Embrio yang di masukan ke dalam rahim disebut embrio fresh. Dan embrio yang di bekukan di sebut frozen embryo. Pemindahan frozen embryo ke dalam rahim di sebut frozen embryo transfer yang akan kita bahas lebih lanjut :

1. Apa itu Frozen Embryo Transfer (FET)?
FET adalah proses serangkaian program bayi tabung yang dimana dia mengambil embrio beku kemudian dicairkan lalu dimasukan ke dalam rahim sehingga bisa hamil.

2. Frozen Embryo disimpan dimana sih?
Frozen Embryo ini disimpan di dalam inkubasi lab khusus yang sebelumnya akan dibekukan dengan menggunakan nitrogen cair. Sebelum dibekukan embrio ini akan dimasukan ke dalam cairan khusus yang berfungsi untuk melindungin sel-sel dalam embrio untuk menghindari kerusakan ketika proses pembekuan dan penyimpanan dilakukan, dan biasanya proses pembekuan membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam sampai benar-benar membeku. Ketika sudah membeku akan dimasukan ke dalam freezer khusus dengan suhu -196°C.

3. Berapa lama Frozen Embryo bisa disimpan?
Ini pertanyaan yang sering muncul, sama halnya ketika kita menyimpan ikan di kulkan yang bisa bertahan kurang lebih 3 hari sebelum kita olah. frozen embryo ini juga memiliki jangka waktu penyimpanan, yaitu dapat di simpan dalam waktu 24 tahun. Tapi harus siap mengeluarkan biaya untuk biaya penyimpanan ya moms. Di Indonesia khususnya di Morula IVF disarankan digunakan dalam waktu 9 tahun, karena tingkat kehamilan lebih tinggi dibandingkan lebih dari 9 tahun.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan Frozen Embryo?
Jadi ketika sepasang suami istri sudah menentukan mau hamil lagi, frozen embryo yang dibekukan akan dikeluarkan dalam inkubasi lab lalu dicairkan dengan menggunakan cairan yang berfungsi menghilangkan cairan CPA yang selama ini melindungin embrio selama proses penyimpanan dan mengembalikan kadar air dari embrio tersebut. Hanya membutuhkan waktu 40 sampai 60 menit sampai benar-benar cair dan hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk memasukan embrio ke rahim wanita.

5. Prosedur FET
Jadi prosedur ini mudah dan gampang, jadi setelah di cairkan tinggal dimasukan saja. Dalam keadaan kita sadar, dokter akan memasukkan kateter melalui miss v sampai ke rahim. Tidak ada rasa sakit hanya tidak enak sedikit, dan dokter akan mentransfer fresh embryo menggunakan alat khusus.

6. Resiko FET
Tidak bisa dipungkiri pasti ada resikonya. Untuk resiko ringan yaitu perut seperti sembelit dan tidak nyaman, keram, payudara mengeras, dan biasanya akan keluar cairan dari miss v. Untuk resiko yang cukup berat yaitu OHSS seperti yang sudah pernah saya bahas, lalu kehamilan ektopik, kehamilan kembar, dan yang terakhir infeksi organ reproduksi.

7. Peluang kehamilan
Jadi berdasarkan penelitian, dikatakan bahwa peluang kehamilan lebih besar didapatkan pada embrio beku. Beberapa studi juga mengatakan saat kita melakukan frozen embryo, kita sedang mempersiapkan fasilitas rahim kita sebaik mungkin. Embrio yang dapat bertahan setelah dibekukan adalah embrio yang kuat, jadi kesimpulannya rahim yang bagus serta embrio yang kuat akan meningkatkan tingkat kehamilan seseorang.

8. Apakah FET ada di Indonesia?
Jawabannya adalah YES, saya sudah melakukannya di Morula IVF Menteng dengan dokter Arya Nando.

Bayi tabung yang dibekukan bisa bikin kehamilan? Jawabannya ada di next #CurcolYukMoms.

For more information : Instagram = @Louissescarlett and @loewyaxell

#Parenting #MomsMilennial #YoutuberAnak #MainanAnak #TipsBayiTabung #MPASI