MPASI

Resep MPASI 12M+ Kreasi Ubi Schotel Ikan Kembung

Hai onti uncle semua, kembali lagi di sesi #MukbangWithUwi. Kali ini Uwi akan mukbang Schotel Ubi Ikan Kembung. Yuk langsung aja simak resepnya berikut ini.

Schotel Ubi Ikan Kembung

Bahan :

  • 1/2 buah ubi
  • 1 ekor ikan kembung
  • 1 butir telur ayam
  • 1/8 buah bawang bombay
  • 1 siung bawang putih
  • Garam secukupnya
  • Parutan keju secukupnya

Cara membuat :

  • Cincang bawang putih hingga halus
  • Cincang bawang bombay
  • Fillet ikan kembung, ambil dagingnya saja kemudian potong kecil-kecil
  • Penyet ikan yang sudah dipotong hingga halus
  • Kocok telur
  • Kukus ubi hingga matang
  • Setelah matang, haluskan ubi
  • Masukkan sedikit minyak
  • Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum
  • Lalu masukkan ikan yang sudah dihaluskan tadi
  • Masukkan garam secukupnya
  • Kemudian masukkan ikan yang sudah matang dan campurkan pada ubi
  • Masukkan telur
  • Masukkan garam secukupnya lalu campurkan
  • Bila sudah tercampur semuanya masukkan parutan keju
  • Kemudian kukus kembali hingga matang

Gimana moms? Mudah kan cara buat Schotel Ubi Ikan Kembungnya? Schotel Ubi Ikan Kembung ini cocok banget untuk MPASI anak usia 1 tahun ke atas. Menu MPASI ini banyak banget kandungan gizinya loh. Nah kira-kira Uwi doyan nggak ya? Yuk lihat di video berikut ini.

Baby · Fakta-Fakta

Penting Diketahui! Perbedaan Perkembangan Bayi Prematur dan Bayi yang Lahir Cukup Bulan

Bayi prematur dan bayi cukup bulan itu sama aja perlakuannya nggak ada yang berbeda. Kenapa mami bisa bilang begitu karena 2 anak mami merupakan anak yang lahir cukup bulan dan 2 anak mami lainnya lahir prematur. Tapi ternyata pemikiran mami ini salah total, karena cara penanganan mami yang salah akibatnya Luckie (bayi prematur) jadi sakit, penanganannya terlambat akhirnya perkembangannya telat banget dan mami nggak mau ini terjadi juga untuk para moms lain.

Hal-hal yang harus diketahui tentang bayi prematur

1. Bayi prematur memiliki usia koreksi

Siapa yang selalu berpikir kalau bayi prematur ya sama aja usianya dengan bayi cukup bulan? Itu salah ya moms. Bayi prematur memiliki usia koreksi. Contohnya mami melahirkan London dan Luckie di usia kehamilan 34 minggu yang mana harusnya melahirkan cukup bulan adalah di usia 40 minggu. Jadi dari 40 minggu dikurangi 34 minggu adalah 6 minggu. Jadi 6 minggu terlalu cepat dilahirkan. Lalu sekarang London dan Luckie usianya 24 minggu, nah di usia 24 minggu ini dikurangi 6 minggu hasilnya 18 minggu. Jadi usia koreksi London dan Luckie 18 minggu, jadi mereka sekarang bukan 6 bulan melainkan baru 4.5 bulan usianya.

2. Perkembangan milestone bayi prematur mengikuti usia koreksi

Jadi mami sendiri juga cukup kaget karena London Luckie perkembangannya berbeda banget dengan Louisse dan Loewy yang lahir cukup bulan. Kalau London kebetulan perkembangannya mengikuti bayi cukup bulan, berbeda halnya dengan Luckie. Perbedaannya adalah London di usia 3 bulan sudah bisa tengkurap dan angkat kepala. Sedangkan Luckie, dia nggak kuat tapi dengan bantuan fisioterapi dia baru bisa kuat dan angkat kepala di usia 5 bulan.

Lalu yang paling parah London di usia 2 bulan sudah bisa melihat dengan jelas alias fokus tapi berbeda dengan Luckie karena Luckie sempat mengalami Bronkopneumonia, gangguan di otaknya dan segala macam jadi matanya itu di usia 3-4 bulanan nggak fokus moms. Tapi di usia 5 jalan 6 bulan penglihatannya sudah bagus.

Jadi di sini kita bisa lihat bahwa perkembangan bayi prematur itu lambat banget tapi bayi prematur memiliki usia koreksi yang harus kita lihat. Memang agak sedikit terlambat tapi pasti bayi prematur bisa mengejar keterlambatannya dibanding bayi cukup bulan sampai di usianya 2 tahun. Kita bisa lihat bahwa perkembangan bayi prematur dengan bayi cukup bulan itu berbeda karena bayi prematur memiliki usia koreksi, bukan karena bayi prematur lambat dan bodoh ya moms.

3. Sleep apnea

Jadi ini sering banget dialami Luckie dari dia baru lahir sampai usianya 4 bulan sebelum dia masuk rumah sakit. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika napas berhenti selama beberapa saat selama beberapa kali. Sehingga membuat pasokan oksigen ke otak itu berkurang dan membuat anak kita susah banget untuk tidur. Kondisi sleep apnea ini juga akan hilang seiring dengan bertambahnya usia bayi. Jadi di umur Luckie 5 bulan dia sudah nggak mengalami sleep apnea.

4. Sering berhubungan dengan disabilitas neurologist

Luckie sendiri paru-parunya dari dia lahir belum berkembang dengan sempurna yang akibatnya pas lahir seluruh badannya biru keunguan. Ini disebabkan pasokan oksigen yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh itu berkurang moms. Dengan keadaan seperti ini membuat pasokan oksigen yang ke otak juga otomatis berkurang dan akan membuat beberapa masalah.

Berdasarkan penelitian, banyak anak yang mengalami masalah neurologist ini adalah anak yang lahir secara prematur. Biasanya gejala yang ringan, bayi prematur itu akan kesulitan untuk kemampuan berbahasa, belajar, attention defisit hyperactive disorder dan biasanya kalau masalah serius itu adalah keterbelakangan mental.

Kalau untuk kasus Luckie, Luckie mengalami Atrofi Otak, otaknya mengecil karena pasokan oksigen kurang ke otak. Sehingga setelah Luckie keluar dari rumah sakit karena masalah Bronkopneumonia itu Luckie nggak bisa melihat mami, nggak bisa angkat kepala, perkembangan motorik dan sensoriknya terlambat.

Luckie sempat didiagnosis bahwa dia akan tumbuh menjadi anak yang “idiot”, benar-benar akan terlambat. Tapi percayalah moms tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, mami selalu melakukan fisioterapi ke Luckie dan akhirnya di usia 6 bulan Luckie sudah mampu kejar London. Bahkan setelah cek ke dokter, Luckie mungkin dalam beberapa bulan ke depan lagi sudah bisa mengejar keterlambatannya.

5. Kategori bayi prematur

  • Late Preterm : lahir di usia kehamilan antara 34-37 minggu
  • Preemie : lahir pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu
  • Micro Preemie : lahir kurang dari 25 minggu kehamilan

6. Kontak skin to skin

Bayi prematur harus skin to skin, karena biasanya bayi prematur kayak Luckie yang paru-parunya belum berkembang dengan sempurna mengakibatkan oksigennya masih nggak bagus, nggak stabil, sering banget biru dan kesedak susu. Nah dengan kita skin to skin ini bisa menstabilkan detak jantung baby kita, menstabilkan oksigen bayi dan dapat meningkatkan kualitas tidur bayi.

7. Pneumonia

Biasanya bayi prematur rata-rata sering mengalami pneumonia karena bayi prematur memiliki lemak tubuh yang tidak normal sehingga nggak bisa menghasilkan panas dan ini terjadi sama Luckie. London itu kebetulan perkembangannya seperti bayi lahir cukup umur, jadi dia sering keringatan, pokoknya seperti normalnya bayi cukup bulan sedangkan Luckie itu dari lahir sampai usia 4 bulan nggak pernah keringetan sama sekali. Ini dikarenakan lemak tubuhnya itu belum bagus sehingga susah untuk menghasilkan panas dan suhu tubuh bayi prematur biasanya akan selalu lebih rendah. Karena bayi prematur itu rentan kedinginan maka bisa mengakibatkan beberapa gejala ke arah pneumonia. Belum lagi kalau sampai ada infeksi bakteri masuk ke aliran darah dan menginfeksi bagian paru-paru, lama kelamaan bisa menjadi pneumonia.

8. Sakit kuning

Bayi prematur juga bisa mengalami sakit kuning. Ini dikarenakan penumpukan bilirubin di darah, tapi tenang aja moms kalian cukup jemur aja di bawah sinar matahari atau bisa juga disinar.

9. ROP (retinopathy of prematurity)

ROP adalah kondisi dimana bagian retina mata memiliki perkembangan belum sempurna. Memang ada beberapa tingkatan ROP yang bisa sembuh sendiri tanpa harus diobati dan dibawa ke dokter mata tapi ada beberapa kondisi kalau sampai ROP ini sudah merusak retina bayi bisa membuat kebutaan selamanya. Jadi moms, kalau kita punya bayi prematur segera lakukan pemeriksaan secepatnya di usia 1 bulan, agar kalau sampai ada hal yang serius bisa segera diobati.

Inilah hal penting tentang bayi prematur yang harus diketahui karena bayi prematur itu berbeda dengan bayi cukup bulan. Penanganan bayi prematur itu harus ekstra agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan bisa mengejar keterlambatan yang dialami. Bayi prematur tidak selalu akan tumbuh menjadi anak yang bodoh karena mami punya banyak teman yang anaknya prematur malah akademisnya lebih pintar dibanding anak yang lahir cukup umur. Jadi tetap semangat moms jangan pantang menyerah.

Baby · Kesehatan

10 Cara Efektif Mengeluarkan Dahak Bayi, Jangan Sampai Terlambat!

Kita sebagai orangtua pastinya nggak tega dong ya saat melihat si Kecil batuk berdahak bahkan sampai bernafas pun susah banget. Dan ternyata memang batuk berdahak pada bayi itu nggak bisa dianggap enteng. Karena kalau untuk London yang daya tahan tubuhnya kuat akan sembuh dengan sendirinya tapi berbeda dengan Luckie. Luckie adalah bayi prematur yang terlahir dengan kondisi paru-parunya lemah, yang akhirnya pada saat dia terinfeksi batuk dan flu otomatis kena pneumonia. Bahkan Luckie sempat dirawat di rumah sakit 7 hari 6 malam dan mengalami masa kritis moms karena pneumonia.

Nah dahak ini bisa muncul karena infeksi flu dan pilek. Jika daya tahan tubuh anak kita lemah dahak dapat menyebabkan penumonia, pneumonia bronkitis dan bronkitis. Nah berikut 10 cara untuk mengeluarkan dahak pada bayi bahkan cara ini bisa digunakan untuk kita orang dewasa juga ya moms. Berikut caranya

1. Nebulizer

Karena Luckie harus uap terus setelah didiagnosis ada masalah pada Laringomalasianya, sempat kena bronkopneumonia dan ada asam lambung jadi dia minimal sehari sekali diuap maka dari itu kita selalu sediakan nebulizer di rumah. Mami beli dengan harga 600ribu, kalian juga bisa cari di shopee. Biasa kita uapnya itu 10 menit. Untuk obatnya harus sesuai resep dokter jangan sembarangan.

2. Uap air panas

Cukup siapkan baskom yang berisi air panas, lalu masukkan beberapa tetes minyak kayu putih. Setelah itu kita dekatkan si Kecil ke baskom. Jadi uap air panas ini sama kayak terapi uap yang dapat melegakan saluran pernapasan baby kita, membuka saluran hidung yang tersumbat bahkan bisa mengencerkan dahak. Ini benar-benar efektif banget moms.

3. Menepuk punggung baby

Kita bisa posisikan ke posisi tengkurap, lalu kita tepuk-tepuk punggung baby bagian kiri dan kanan secara bergantian. Lalu kita bisa miringkan posisi baby kita ke kanan dan kiri. Setelah itu kita bisa menepuk dada baby secara perlahan. Biasanya kalau dahak sudah ditenggorokan dengan posisi miring dahak akan keluar dengan sendirinya. Kalau dahaknya sudah encer akan masuk ke saluran pernapasan dan keluar dengan urin dan kotoran.

4. Menghangatkan tubuh baby

Kalau baby susah tidur akan rewel dan nangis terus karena adanya dahak yang ada di tenggorokan dia, apalagi ketika dia sudah makan, itu akan menyebabkan baby kita jadi susah menelan makanan. Salah satu cara untuk mengencerkan dahak adalah menggunakan pakaian hangat lalu kita bisa menghangatkan tubuh baby dengan minyak telon. Dan tetap atur suhu ruangan agar tetap hangat ya moms.

5. Menidurkan bayi kita dengan posisi berbeda

Pada saat Luckie sakit, dahaknya banyak banget karena bronkopneumonia, jadi dia tidur kepalanya lebih tinggi daripada badannya agar saluran napasnya terbuka, sehingga dia bisa lebih lega napasnya. Cara ini bisa kalian lakukan moms. Hindari meletakkan baby kita dengan posisi badan dan kepala sejajar saat tidur. Kalian juga bisa ganti-ganti posisi misalnya telentang, miring ke kanan atau miring ke kiri bahkan kalau baby kita sudah bisa tengkurap, dia juga boleh tidur dengan posisi tengkurap tapi pastikan jangan sampai hidung dia tertutup ya moms.

6. Jemur di bawah sinar matahari

Jadi dengan kita menjemur bayi kita di bawah sinar matahari ini bagus untuk pernapasan dan tulang baby. Jemur di antara jam 8-9 pagi dengan durasi cukup 10 menit saja. Jangan lupa untuk tepuk-tepuk punggung baby kita, maka dahak yang biasanya ada di tenggorokan bisa tertelan dan akan terbuang bersama urin dan kotoran.

7. Minum banyak cairan

Jadi pada saat anak banyak dahak kita memberikan minum banyak cairan itu efektif banget untuk mengencerkan dahak yang ada pada baby kita. Kalau untuk bayi kita berikan lebih banyak ASI, kalau sudah di atas 6 bulan kita bisa berikan air hangat. Kalau anak sudah 1 tahun ke atas kita bisa berikan sup, kaldu ayam hangat-hangat.

8. Gunakan pelembab ruangan

Biasanya dahak muncul karena udara terlalu dingin dan kering sehingga dahak numpuk di bagian saluran pernapasan anak. Dengan menggunakan pelembab udara atau humidifier bisa melembabkan ruangan kita sehingga bisa melegakan pernapasan anak kita dan mengencerkan dahak.

9. Gunakan essential oil

Kalau mami sendiri biasanya menggunakan Young Living untuk meredakan dahak dan batuk pilek anak. Biasanya ini bisa kalian oles ke badan anak sedikit aja atau bisa juga dengan teteskan essential oil ke humidifier lalu kita nyalakan humidifiernya.

10. Menggunakan penyedot khusus

Ini berdasarkan pengalaman mami, pada saat Luckie banyak dahak, di rumah sakit Luckie per 3 jam sekali pasti di nebulizer lalu disedot dahaknya dari hidung dan mulut. Kalau mau melakukan ini di rumah, ada alat khusus yang terbuat dari karet kalian bisa cari di tokopedia atau shopee, cuma mami sendiri tetap menyarankan kalau nyedot kayak gitu agak berbahaya. Karena pada saat disedot saturasi oksigen anak akan turun, jadi saran dari mami kalau kalian ingin menyedot dahak langsung ke rumah sakit aja dengan ahlinya jangan dilakukan di rumah.

Nah itu dia 10 cara mengangkat dahak yang bisa dilakukan, kalian sering melakukan cara yang mana nih moms?

Baby · Kesehatan

Penyebab Feses atau BAB Bayi Berwarna Hijau dan Cara Menanganinya

Pernah nggak sih kalian melihat feses anak kita berwarna hijau bahkan kehitaman? Mami sendiri sudah memiliki 4 anak, dan 4 anak mami semuanya ketika mereka baru lahir mereka mengeluarkan feses berwarna hijau kehitaman. Apakah ini normal? Ya.

Feses pada baby yang baru lahir berwarna hijau kehitaman disebut dengan mekonium, yang mana ini normal dan terjadi di awal kelahiran baby kita hingga usia 1 minggu dan akan berubah menjadi warna kuning, emas dan lain sebagainya seiring bertambahnya usia. Kalau baby sudah berusia 3-4 bulan tapi fesesnya berwarna hijau, apakah aman?

Moms, penyebab dari feses berwarna hijau ada beberapa macam yaitu :

1. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui

Ini penting banget loh moms, kita sebagai ibu menyusui apa yang kita makan itu akan menjadi kualitas ASI yang akan diberikan kepada bayi, yang tentunya juga akan mempengaruhi tubuh baby kita. Kalau sampai ibu menyusui terlalu banyak makan makanan berwarna hijau, minum minuman berwarna hijau bahkan suplemen zat besi itu akan mempengaruhi kualitas ASI sehingga itu akan membuat feses baby kita berwarna hijau.

Kalau mami sendiri, belum lama ini mami sempat makan terlalu banyak sayur karena memang mami paling suka sayur dibanding daging dan alhasil si Kembar mengeluarkan feses berwarna hijau. Tapi keadaan ini aman ya moms, jangan khawatir.

2. Bayi sedang tumbuh gigi

Ketika baby kita akan tumbuh gigi biasanya mereka akan memproduksi air liur yang sangat banyak. Saking banyaknya air liur terkadang air liur tersebut akan tertelan ke dalam tubuh baby kita dan ini juga yang akan membuat feses baby kita berwarna hijau karena terlalu banyak menelan air liurnya sendiri moms, dan ini normal.

3. Foremilk atau hindmilk

Foremilk adalah ASI yang keluar pada sesi awal menyusui dan biasanya disebut ASI rendah kalori sedangkan hindmilk adalah ASI yang keluar pada saat sesi menyusui akan berakhir dan biasanya disebut dengan ASI tinggi lemak. Biasanya kalau seorang baby terlalu banyak mengonsumsi foremilk dibanding hindmilk fesesnya akan berwarna hijau. Solusinya adalah usahakan ketika direct breastfeeding di satu payudara itu yang agak lama, biarkan ia menyusu di 1 payudara selama 15-20 menit agar foremilk dan hindmilknya bisa didapatkan semua dengan seimbang.

4. Anak kita baru sakit

Luckie sempat sakit bronkopneumonia dan dirawat di rumah sakit, jadi Luckie banyak menerima infus obat-obatan, belum lagi rasa trauma akibat beberapa kali disuntik, alhasil dia kayak sering kaget gitu moms saat tidur. Nah menurut kepercayaan orang dulu, kalau seorang baby terlalu suka kaget dengan keadaan yang baru apalagi habis dari rumah sakit, dia akan menyimpan rasa kagetnya itu di dalam diri dia dan itu akan tertumpuk. Biasanya kalau baby kita baru pulang dari rumah sakit mereka akan mengeluarkan feses berwarna hijau dan itu dialami oleh Luckie. Itu adalah cara mereka mengeluarkan rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri mereka.

Luckie mengeluarkan feses berwarna hijau pekat banget selama 2 hari. Sempat ada juga yang berwarna hijau kehitaman. Di hari keempat dan kelima mulai ada sedikit warna kuning. Dan ketika mami tanya ke dokter apakah ini aman, kata dokter aman. Kalau menurut kepercayaan orang zaman dulu juga aman, ini adalah akibat dari rasa kaget dan trauma yang ada di dalam diri anak kita dan sedang dikeluarkan. Jadi buat ibu-ibu yang anaknya baru saja mengalami sakit dan mengeluarkan feses berwarna hijau jangan panik dulu.

Lalu kapan saat kita harus waspada? Kalau sampai ketika anak kita mengeluarkan feses berwarna hijau dan dia jadi lemah/lesu, demam, tidak nafsu makan dan fesesnya disertai warna merah. Segera bawa ke dokter kalau sampai menemukan kondisi anak seperti ini ya moms. Nah itu dia tentang feses anak berwarna hijau. Jangan panik dan cari tahu penyebabnya terlebih dahulu. See you di next #CurcolYukMoms.

Ibu Menyusui · Pregnancy

Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil Lagi?

Pernah nggak sih kalian lihat di sekeliling kalian, baru juga lahiran dan menyusui anaknya 2-3 bulan sudah hamil lagi? Ini kejadian yang nggak jarang banget terjadi, bahkan teman dan saudara mami mengalami hal tersebut, babynya baru berusia 3-4 bulan sudah hamil lagi.

Banyak sekali ibu-ibu yang berpikir kalau kita sedang menyusui nggak mungkin yang namanya hamil lagi, karena pasalnya menyusui adalah salah satu KB alami yang efektivitasnya antara 98-99.5% dalam mencegah kehamilan karena kita memberikan ASI eksklusif atau biasa yang disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method). Tapi ternyata moms, kita bisa hamil lagi saat menyusui walaupun persentasenya kecil loh.

Ibu menyusui bisa hamil lagi kalau memiliki ciri-ciri :

  1. Ibu yang tidak kunjung mendapatkan haid selama berbulan-bulan setelah persalinan
  2. Bayi berusia di atas 6 bulan
  3. Bayi menyusui secara langsung siang dan malam
  4. Biasanya bisa kelihatan kalau frekuensi menyusu si bayi sudah menurun, nah pada saat itu ibu akan masuk pada masa subur.

Jadi dalam penelitian ada persentasenya ibu menyusui itu bisa hamil lagi, yaitu :

  • Ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 3 bulan 0% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia 3-6 bulan 2% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia di atas 6 bulan 6% hamilnya

Nah dari tadi kan kita membicarakan ibu menyusui secara langsung, bagaimana kalau ibu menyusui yang memompa ASI dan memberikan ASI nya lewat botol dot? Menurut penelitian ibu yang memerah ASI persentase hamil lagi meningkat sampai 5.2%.

Ciri-ciri ibu menyusui hamil lagi

1. Berat badan turun drastis

Saat kita menyusui dan hamil lagi biasanya berat badan kita akan turun drastis, karena biasanya pada saat hamil kita akan mengalami morning sickness sehingga dengan kondisi seperti ini, ibu menyusui dan hamil lagi akan kekurangan nutrisi. Padahal sebenarnya pada saat kita menyusui kita sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena pada saat kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup produksi ASI akan melimpah dan berkualitas. Bila asupan nutrisinya nggak cukup otomatis ASI akan encer dan tidak berkualitas.

2. Kontraksi

Pada saat kita menyusui lalu tiba-tiba kita merasakan perut kontraksi, hati-hati bisa jadi kalian hamil. Ketika kita menyusui ada hormon oksitosin yang diperlukan saat menyusui dan hormon ini bisa membuat kontraksi kalau sampai kita hamil lagi.

3. Terlalu lelah

Menyusui aja sudah cukup lelah ya moms, apalagi kalau ditambah kita hamil lagi pasti akan sangat lelah. Ini biasanya akan dirasakan oleh ibu menyusui yang hamil lagi mulai usia kandungan 3 bulanan.

4. Produksi ASI berkurang drastis

Ini adalah yang paling kelihatan ya moms, biasanya kita mompa bisa dapat 200cc tiba-tiba langsung drop jadi 100cc, ini merupakan ciri-ciri utama kita hamil lagi moms. Kita bisa lihat kalau kita nggak mompa dan menyusui langsung, baby kita akan terus merasa lapar walaupun sudah kita susui terus menerus.

5. Selalu haus

Ibu yang menyusui dan hamil lagi sepanjang hari akan haus terus karena ketika kita menyusui aja membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI, kalau misalnya asupan nutrisi kita untuk menyusui aja terus menerus harus kita tambah dan lagi sedang hamil yang biasanya kalau hamil kepanasan, gerah maka itu akan membuat kita sepanjang hari merasa haus.

6. Payudara timbul benjolan

Kehamilan pada ibu menyusui akan memicu timbulnya benjolan di payudara. Biasanya benjolan di payudara kita akan muncul di bagian saluran susu yang membuat saluran ASI kita tersumbat yang biasa disebut galaktokel dan biasanya benjolan ini juga disebut dengan kista karena ini memiliki cairan dan jaringan yang berserat yang disebut fibroadenoma.

7. Anemia

Ibu menyusui hamil lagi akan membuat sel darah merah berkurang secara drastis dan inilah yang akan membuat ibu menyusui hamil lagi akan mengalami anemia.

Aman nggak sih sebenarnya ibu menyusui hamil lagi?

Ini balik lagi ke kondisi masing-masing ibu, karena ada beberapa ibu yang menyusui dan hamil lagi dikit-dikit kontraksi, merasa mual, muntah, nyeri payudara, nggak nyaman sama kondisinya dan lain sebagainya. Tapi ada juga ibu menyusui yang hamil lagi tidak merasakan apa-apa karena jumlah oksitosin yang dilepas nggak terlalu banyak.

Biasanya dokter akan melarang ibu untuk menyusui lagi apabila :

  • Risiko menjalani persalinan prematur
  • Pernah keguguran
  • Hamil kembar
  • Pernah melahirkan bayi prematur

Misalnya kalian mengalami kondisi seperti itu dan ingin tahu lebh lanjut lagi bahkan sudah mendeteksi hamil lagi ketika menyusui, segera ke dokter atau rumah sakit terdekat dan konsultasikan agar bayi dan ibu selamat.

Baby

Bantu Bayi Merangkak dengan Beri Stimulasi Ini, Moms!

Sebelum berdiri dan berjalan, bayi biasanya akan merangkak. Meski demikian sebenarnya tidak semua bayi merangkak, karena ada sejumlah bayi yang tidak merangkak. Itu pun normal saja, ya, Moms.

Akan tetapi, Moms bisa membantu bayi memberikan stimulasi agar ia bisa merangkak. Stimulasi ini bisa Moms berikan sejak bayi berusia dini, bahkan sejak bulan-bulan awal kelahirannya.

Mengutip dari website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), inilah sederet stimulasi bayi merangkak yang bisa dilakukan di rumah.

  1. Seringlah mengajak bayi tengkurap sejak bulan-bulan awal kelahiran. Tak perlu terlalu lama, cukup beberapa menit saja sebagai permulaan, kemudian durasinya bisa Moms tambahkan secara bertahap. Namun ingat, ya, Moms, untuk selalu dampingi bayi ketika ia sedang dalam posisi tengkurap.
  2. Untuk menumbuhkan minat bayi belajar meraih dan bergerak, letakkan mainan atau benda yang menarik di depan bayi, tapi agak jauh dari jangkauannya. Lihat apakah ia tertarik dan berusaha meraih mainan tersebut?
  3. Ketika ia sudah dapat menopang tubuhnya dengan kaki dan tangan, sesekali coba letakkan telapak tangan Anda di belakang telapak kakinya. Hal ini akan membantu bayi tetap stabil dan memberi dasar pijakan untuk mulai bergerak.
  4. Hindari gunakan baby walker. Sebab, ini dapat mengganggu perkembangan otot bayi, apalagi jika digunakan terlalu sering.
  5. Perhatikan waktu penggunaan alat bantu lain seperti kursi, bouncer, ayunan, dan gendongan. Bayi perlu mendapat cukup banyak waktu untuk bermain, bergerak, dan menjelajah secara mandiri.
  6. Jangan paksa bayi untuk belajar merangkak. Pun tidak ada patokan waktu dan cara yang baku untuk mengajarkan bayi merangkak.
  7. Selalu utamakan keamanan dan keselamatan anak. Jauhkan bayi Moms dari benda-benda yang berpotensi membahayakan dirinya.

Itulah, Moms, sederet cara yang bisa Moms usahakan untuk menstimulasi bayi merangkak. Selamat mencobanya di rumah.

Growth

Tips Optimalkan Perkembangan Bicara dan Bahasa Anak, Simak Moms!

Ada beragam perkembangan anak yang perlu orang tua perhatikan, salah satunya adalah perkembangan bicara dan bahasa. Dalam masa tumbuh kembang anak, peran orang tua pun sangat dibutuhkan untuk membantu mengoptimalkannya.

Terkait perkembangan bicara dan bahasa anak, ada beberapa cara yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk bantu mengoptimalkannya, serta mencegah si kecil mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.

Lantas, bagaimana sajakah cara-caranya? Nah, Moms, mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), inilah cara-cara yang bisa diterapkan di rumah bersama buah hati tercinta.

1. Membacakan Cerita untuk Anak

Ini merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk.

2. Mengajak Anak Berbicara dan Berkomunikasi

Mengobrol dengan anak bisa dilakukan sejak anak masih bayi atau bahkan sejak ia berada dalam kandungan.

Kapan pun dan di mana pun Moms berasama si kecil, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Moms dan anak lakukan, serta sebutkan nama benda-benda yang ditemui atau dilihat. Kebiasaan ini dapat menjadi bekal anak dalam mengembangkan keterampilan bicara dan bahasanya. Tak lupa, sebutkanlah dengan menggunakan istilah atau bahasa yang baik dan benar, ya, Moms!

Bagaimana, Moms, mudah, kan, untuk diterapkan?

Growth

Tahap Perkembangan Bicara Anak 3-5 Tahun

Ada banyak perkembangan anak yang akan Moms temui seiring bertambahnya usia mereka. Begitu juga dengan tahap perkembangan bicara atau bahasa anak. Moms pasti akan takjub melihat itu semua!

Jika dibandingkan dengan usia sebelumnya, tentu saja perkembangan bicara anak usia 3-5 tahun akan melaju pesat. Berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya, anak-anak pada usia ini sudah tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya.

Anak pun sudah dapat menyebutkan nama, umur, serta jenis kelamin mereka. Tak ketinggalan, anak-anak di usia 3 hingga 5 tahun sudah mampu menyusun kalimat panjang yang terdiri lebih dari 4 kata saat ia berbicara.

Pada usia 4 tahun, apa yang anak bicarakan sepenuhnya sudah dapat dimengerti oleh orang dewasa. Anak sudah mampu menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya. Wah, keren, ya, Moms!

Bagaimana dengan buah hati Moms, apakah perkembangan bahasanya di usia ini juga sudah lebih baik dari usia sebelumnya?

Moms harus waspada jika kemampuan bicara anak tidak sesuai dengan tahapan usianya. Sebab, bisa jadi ia mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Segera hubungi dan konsultasikan dengan pakar jika Moms melihat adanya indikasi keterlambatan bicara pada anak.

Baby

Tahap Perkembangan Bicara Anak 18-24 Bulan

Tak terasa, ya, Moms, sebentar lagi si kecil akan berusia 2 tahun. Di usia ini, Moms akan melihat banyak perkembangan yang dialami si kecil. Termasuk perkembangan bahasanya.

Mungkin Moms juga sudah mulai menyadari, nih, kalau di usia ini si kecil sudah semakin cerewet dan bahkan banyak bertanya. Jangan heran Moms, karena memang pada tahap ini anak akan mengalami ledakan bahasan.

Moms, berikut ini penjelasan mengenai tahap perkembangan anak di usia 18-24 bulan berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melansir dari website resminya.

Menurut IDAI, anak usia 18 hingga 24 bualn akan memiliki kosakata baru pada setiap harinya. Wah, salut, ya, Moms! Anak dapat membuat kalimat yang terdiri dari dua kata. Contohnya, “Aku lapar” “Naik sepeda”. Mereka juga sudah dapat mengikuti perintah dua langkah.

Tak hanya itu, masih berdasarkan penjelasan dari IDAI, pada masa ini pun si kecil akan senang mendengarkan cerita. Serta, saat usia anak sudah menginjak 2 tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.

Itulah Moms gambaran tahap perkembangan bahasa anak usia 18 hingga 24 bulan. Semoga bisa jadi panduan Moms, ya.

Growth

Tahap Perkembangan Bicara Anak 2-3 Tahun

Seiring bertambahnya usia anak, akan ada banyak perkembangan anak yang melaju pesat. Termasuk soal perkembangan bahasa atau bicara anak. Bahkan di usia ini, usia 2-3 tahun, anak-anak biasanya sedang berada di tahap cerewet atau mulai banyak tanya.

Ya, anak-anak usia 2-3 tahun mulai sering penasaran dengan dunia sekitarnya. Tak heran jika Moms dan Dads akan sering mendapat pertanyaan darinya. Jangan heran juga jika ia mengajukan pertanyaan yang cukup unik, ya.

Berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di laman resminya, setelah usia 2 tahun, hampir seluruh kata atau kalimat yang diucapkan anak dapat dimengerti oleh orang tua maupun orang dewasa lain.

Umumnya anak-anak di usia ini sudah bisa menyusun kalimat yang terdiri dari 2-3 kata. Lalu, mendekati usia 3 tahun, anak bahkan sudah bisa menyusun 3 kata atau lebih, serta mulai menggunakan kalimat tanya.

Selain itu, anak pun dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak, misalnya bernyanyi Pok Ami-Ami.

Agar tahap perkembangan bicara anak 2-3 tahun berjalan lancar, diperlukan pula peran Moms dan Dads untuk memberikan stimulasi kepadanya. Moms dan Dads bisa sering mengajak anak mengobrol atau berinteraksi menggunakan bahasa yang baik dan benar agar si kecil bisa terlatih untuk menirukannya.