Seputar Program Bayi Tabung

Beberin Biaya Bayi Tabung di Morula IVF Menteng

Nah untuk para pasangan yang sedang merencanakan program bayi tabung, kali ini mommy akan membeberkan berapa sih biaya yang kita perlukan untuk melakukan program bayi tabung? Jadi ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mommy bisa sharing ini karena mommy mesti kumpulin lagi bon-bon mommy dulu yang bayi tabung pertama dan kedua. After sudah terkumpul, mommy ada waktu mommy coba gabungin satu per satu biayanya dan akhirnya mommy bisa sharing.

Seperti yang kalian tahu, mommy program bayi tabung di Morula IVF Menteng. Biaya yang akan mommy beberkan ini kalau kalian melakukan program bayi tabung di Indonesia dan untuk Morula IVF Menteng ini adalah salah satu tempat program bayi tabung yang memang untuk standarnya sudah lumayan mahal menurut mommy kalau di Indonesia, dan itu sudah yang terbaik di Indonesia. Nah biasanya para pasangan suami istri pasti akan datang dulu nih ke Morula IVF Menteng, setelah datang lalu cari dokter yang mau. Kalau mommy dengan dokter Nando, menurut mommy dokter Nando itu oke banget karena walaupun antriannya itu banyak kita saat konsultasi enggak dicepatin tetap kita konsultasi apa yang kita ingin tanya, tanyain akan dijelaskan sejelas-jelasnya sama dokter Nando walaupun memang harus spend untuk 1 pasien bisa setengah jam tapi itu puas banget, worth it banget untuk nunggu.

Setelah mommy sudah oke untuk program bayi tabung dengan dokter Nando, mommy dan daddy datang untuk konsultasi dengan dokter Nando. Biaya untuk konsultasi ini biasanya kurang lebih Rp. 500.000/konsultasi. Nah pada saat itu kebetulan mommy sudah menstruasi hari kedua, di hari kedua menstruasi itu mommy diminta untuk melakukan tes darah. Tes darah itu yang dimana kita bisa tahu apakah kita punya penyakit menular, apakah kita cocok untuk melakukan program bayi tabung sehingga nantinya memungkinkan presentasi mendapatkan bayi itu lebih besar. Kita cek darah, suami dan istri sama-sama cek darah dan itu menghabiskan uang sebanyak Rp. 7.000.000. Jadi untuk biaya pertama yang keluar sudah Rp. 7.500.000.

Setelah kita cek lab kita akan diperbolehkan pulang dan menunggu hasil. Pada saat itu program pertama dan kedua mommy oke, akhirnya mommy besoknya datang lagi ke rumah sakit, biaya konsultasi tambah lagi Rp. 500.000 habis itu kita akan membeli obat-obatan yang gunanya untuk membuat telur/ovum kita membesar. Untuk membuat telur itu besar ada yang namanya suntikan Pregoferis senilai Rp. 13.000.000 lalu suntikan Gonal Rp. 5.500.000. Biaya suntikan kedua ini biasanya dipakai selama 4 hari Rp. 18.500.000. Suntik ini bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan suster, kalau mommy suntik sendiri. Oh iya untuk suntiknya jika dengan bantuan suster butuh biaya tambahan yaitu Rp. 200.000.

Nah setelah 4 hari kita datang lagi ke rumah sakit, pada saat datang ke rumah sakit kita bayar lagi biaya untuk konsultasi Rp. 500.000 lalu kita beli suntik Gonal 75 nya seharga Rp. 5.500.000 dan kita tes lab untuk cek darah apakah stimulasi obat yang diberikan itu bekerja, over enggak atau yang lainnya itu senilai Rp. 1.200.000. Jadi after biaya ini, ini akan berlaku sampai sel telur kita sudah besar. Setelah sudah besar kita akan dapat suntikan pemecah telur itu biayanya Rp. 600.000. After kita sudah mendapatkan suntikan pemecah telur biasanya kita akan disuruh puasa karena besoknya akan ada OPU (Pengambilan telur dari rahim kita). Nah itu biayanya adalah Rp. 30.000.000

Setelah biaya OPU ini ada biaya FET (Frozen Embryo Transfer) yang dimana ini adalah tindakan memasukkan sel telur yang sudah berubah menjadi embrio entah itu gradenya excellent, good atau moderate, itu dimasukkan ke dalam rahim kita biayanya adalah Rp. 9.300.000.

Jadi selama kita menunggu embrio ini lengket di dalam rahim kita yang akhirnya nanti kita akan berhasil hamil atau enggaknya kita harus memanage tubuh kita dengan nutrisi-nutrisi seperti susu terutama dan biasanya susu yang direkomen di Morula IVF itu adalah susu Goodway. Waktu itu mommy langsung beli di rumah sakit karena enggak mau ribet lagi itu beli seharga Rp. 934.000/30 sachet jadi cuma bisa diminum dalam waktu 1 bulan dan mommy biasa beli 2x jadi untuk susunya seharga Rp. 1.868.000.

Setelah itu, nanti ada suntikan Lovenox ini merupakan suntikan mahal menurut mommy, kenapa? Karena dalam 1 hari dibutuhkan 1x suntikan Lovenox ini untuk menjaga agar darah kita enggak terlalu kental karena kalau misalnya darah kita terlalu kental dan pada saat itu embrio kita sudah berhasil menjadi seorang anak nanti bisa menyebabkan keguguran atau enggak berhasil. Jika darah kita terlalu kental, dia enggak bisa menyerap nutrisi dari dalam tubuh kita otomatis enggak ada makanan dan keguguran. Jadi Lovenox ini butuh banget dan Lovenox ini biasanya memang dokter selalu bilang lihat dulu beberapa bulan tapi selama kehamilan mommy pertama dan kedua Lovenox ini rutin mommy pakai selama 3 bulan. Jadi 3 x 30 x 210.000 = Rp. 18.900.000. Total sementara adalah Rp. 94. 368.000.

Jadi moms yang baru mommy rangkaikan ini baru biaya tindakan medis di luar obat biasanya setiap kita datang ke rumah sakit kita akan diresepkan obat entah antibiotik, pengencer darah pokoknya banyak banget itu obat-obatannya dan mommy selalu catat bon mommy setiap habis pulang dari rumah sakit itu sekali mommy beli obat bisa habis Rp. 5.500.000 dan itu mommy beli 3x selama program ini berlangsung jadi Rp. 16.500.000. Mommy akan ringkaskan biayanya di bawah ya :

Konsultasi 3x : Rp. 1.500.000 (@Rp. 500.000)
Cek Darah (suami dan istri) : Rp. 7.000.000
Suntik Pregoferis (pembesar telur, untuk 4 hari) : Rp. 13.000.000
Suntik Gonal (untuk 4 hari) : Rp. 5.500.000
Beli Obat Suntik Gonal 75 : Rp. 5.500.000
Tes Lab (untuk lihat stimulasi obat yang disuntik) : Rp. 1.200.000
Suntik Pemecah Telur : Rp. 600.000
OPU (pengambilan telur) : Rp. 30.000.000
FET (memasukkan sel telur) : Rp. 9.300.000
Susu Goodway (untuk 2 bulan) : Rp. 1.868.000 (per box @Rp. 934.000
Suntik Lovenox (untuk 3 bulan) : Rp. 18.900.000 (1x suntik Rp. 210.000)
Obat-obatan (beli sebanyak 3x) : Rp. 16.500.000 (@Rp. 5.500.000)

Jadi totalnya adalah Rp. 110.868.000 ini adalah biaya sampai ketika embrio sudah dimasukkan ke dalam rahim kita, belum nanti kita minum dan makan yang sehat, organik terus belum nanti kalau kita sudah hamil dari bulan pertama sampai lahiran, biaya rumah sakit lagi dan lain-lain itu di luar itu ya moms.

Jadi untuk biaya program bayi tabung di Indonesia Morula IVF Menteng itu cukup kalian spend uang Rp. 110.868.000. Nah kalau buat mommy sendiri mommy menghabiskan untuk bayi tabung yang pertama kurang lebih Rp. 111.000.000 sedangkan untuk bayi tabung kedua mommy menghabiskan hampir Rp. 400.000.000. Kenapa? Jadi mommy sempat mengalami yang namanya OHSS. Jadi pas mommy OHSS mommy bolak balik masuk rumah sakit itu 3x dan pas banget saat lebaran jadi biaya rumah sakit itu lebih mahal 2x lipat.

Sekali mommy pulang dari rumah sakit, mommy bisa habis Rp. 70.000.000, jadi dikali aja dan ditambah total biaya bayi tabung tadi jadi Rp. 321.000.000 belum obatnya ya moms itu banyak banget yang untuk membuat OHSS mommy berkurang pokoknya kurang lebih Rp. 400.000.000.

That’s all biaya bayi tabung di Indonesia, kalau buat mommy biaya program bayi tabung kurang lebih Rp. 111.000.000 tanpa komplikasi OHSS seperti mommy itu termasuk sudah sangat murah karena misalnya kalian melakukan program bayi tabung di Malaysia itu bisa habis kurang lebih Rp. 300.000.000 – Rp. 400.000.000 tanpa komplikasi, kalau di Singapura bisa habis Rp. 1.000.000.000. Semoga bermanfaat.

Seputar Program Bayi Tabung

Faktor Keberhasilan Bayi Tabung

Hai moms, kembali lagi di #CurcolYukMom, kali ini yang akan mommy bahas adalah bayi tabung. Jadi setelah mommy menjelaskan tentang prosedur bayi tabung, alasan kenapa memilih program bayi tabung serta biaya bayi tabung, dan setelah pernah mengikuti seminar tentang faktor keberhasilan bayi tabung di Summarecon Mall Serpong bersama Popmama, mommy merasa penting banget untuk membagi faktor-faktor apa saja yang membuat tingkat keberhasilan bayi tabung lebih besar. Inilah 5 faktor keberhasilan bayi tabung :

1. Keep Happy

Ini adalah faktor terpenting yang harus diperhatikan, karena menurut penelitian, level stress kita sangat berhubungan dengan tingkat kesuburan, baik pria maupun wanita.

Sedikit pengalaman pribadi mommy ketika mengikuti program bayi tabung pertama, banyak dari teman, keluarga, dan dokter yang mengatakan tidak boleh stress. Tapi karena baru pertama kali melakukan program bayi tabung ini, mommy merasa banyak tekanan dan menjadi stress, yang pada akhirnya saat proses embrio transfer, mommy hanya mendapatkan 3 telur. Tapi untungnya mommy bisa mendapatkan buah hati baby Louisse Scarlett. Berbeda dengan proses bayi tabung ke 2 yang lebih enjoy dan santai dan setelah embrio transfer mendapatkan 17 telur dengan grade 11 excellent dan 6 good. Itulah pentingnya pikiran tingkat happy kita.

2. Jalani sesuai prosedur dari dokter

Setelah kita merasa senang, kita juga harus mengikuti semua prosedur dari dokter. Semua check up dan anjuran dokter harus kita jalankan dengan disiplin karena banyak sekali prosedur bayi tabung yang harus kita ikuti.

3. Olahraga bersama pasangan

Pasangan suami istri harus olahraga bersama agar sama-sama sehat. Jadi bukan hanya istri yang sehat namun suami juga harus sehat agar kualitas sperma juga bagus.

4. Makan makanan sehat

Harus makan sehat ya moms, yang memenuhi gizi dan nutrisi. Ingat ya moms no junkfood. Dan suami istri diharuskan makan telur kampung bagian putihnya saja sebanyak 10 buah dan dimakan 1 bulan sebelum program sampai embrio transfer.

5. Semangat dan Positive Thinking

Jadi kata dokter program ini 50% tingkat keberhasilannya sisanya tergantung Tuhan. Kita harus mengetahui resikonya jadi jika terjadi kasus yang tidak kita inginkan kita sudah bisa menerima dengan lapang dada. Yang penting kita harus terus positive thinking ya moms.

Kalau ditanya poin mana yang paling penting, tentu saja yang pertama. Jika kita happy pasti mempengaruhi banyak hal termasuk tingkat kesuburan kita. That’s all soal bayi tabung, see you di next #CurcolYukMom!

Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung : Kenali Resiko dan Efek Samping

Mungkin ada beberapa pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah dan belum memiliki anak, yang mungkin sedang berfikir untuk melakukan program bayi tabung namun takut akan resiko dan efek samping yang akan ditimbulkan dari program bayi tabung.

Mommy sendiri sudah melakukan program ini dua kali dan mommy sudah dikaruniai 2 anak yang lucu dan sehat. Memang penelitian membuktikan bahwa program bayi tabung memiliki 40% keberhasilan untuk memiliki anak, bahkan lebih mendukung jika dilakukan pada usia dini atau mendapatkan Grade Embrio bisa kemungkinan memiliki anak 60%.

Untuk kalian yang ingin mengikuti bayi tabung kenali dulu berikut resiko dan efek samping yang akan program ini, faktanya tidak ada yang aman jika tubuh kita yang alami berhubungan dengan zat kimia. Namun pertanyaannya apa efek samping dan resikonya?

Berikut efek samping dan resiko yang ditimbulkan dari program bayi tabung:

  1.  Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) adalah efek samping yang umum dari terapi kesuburan, terutama obat-obatan yang digunakan selama program fertilisasi in-vitro (IVF). OHSS adalah kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium (indung telur) bereaksi berlebihan terhadap obat dan menghasilkan terlalu banyak kantung telur (folikel).

Mommy sendiri pernah mengalami OHSS ini waktu mommy sedang program yang ke 2 yang mommy sudah pernah share di IG @louissescarlett. OHSS ini biasanya diderita oleh para wanita yang mengalami PCOS, dan ini adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon, hal ini dapat menyebabkan periode mensturasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multiple pada ovarium.

Wanita yang kurus atau obesitas memiliki kemungkinan untuk mengalami OHSS, namun tenang aja moms karena OHSS ini hanya akan dialami 2% saja dari 100.000 wanita yang melakukan program bayi tabung, jadi kemungkinan sangat kecil dan langka. OHSS yang mommy alami saat program bayi pertama tergolong sebagai OHSS ringan dengan gejala:

  • Perut terasa bengkak atau kembung
  • Susah makan dan minum
  • Nyeri ringan sampai sedang di perut bagian bawah
  • Pencernaan terhambat
  • Rasa mual

Pada program yang kedua mommy mengalami OHSS tingkat berat, dua hari setelah pemasukan embrio, berat badan mommy langsung bertambah 5 kg yang awalnya mommy kira sudah berhasil, kemudian mual dan gejala-gejala nyeri hebat di perut bagian bawah, perut membengkak secara signifikan, muntah terus menerus, sulit bernafas, memiliki urin berwarna gelap dan sangat jarang berkemih.

Perut mommy membesar setiap harinya sampai di lingkar perut 110cm. Ternyata isi dalam perut mommy itu cairan hasil OHSS yang sel telurnya meledak dalam tubuh kita yang menggenang di dalam perut yang akhirnya sampai ke paru-paru mommy. Jadi terdapat cairan yang merendam semua organ-organ dalam tubuh kita yang otomatis menyebabkan sesak napas, susah makan, susah pencernaan, dan nyeri yang sangat pada pinggang. Sampai akhirnya mommy harus bolak-balik RS untuk membuang cairan tersebut yang totalnya mencapai 25 liter.

Gejala ringan OHSS umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu, jadi pada saat mulai kembung mommy langsung konsultasi ke dokter dan banyak mengonsumsi putih telur ayam kampung setiap harinya 10 butir yang lama-kelamaan membuat OHSSnya menghilang.

  1. Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar akan sangat bagus jika kita belum memiliki momongan dan mendapatkan anak sekaligus dua, tidak harus kembar identik namun bisa kembar berbeda telur. Bayi tabung memang cukup banyak menghasilkan anak kembar, namun kehamilan kembar bukanlah “gol” utama yang diinginkan dari program ini. Pasalnya, kehamilan kembar sangat berisiko tinggi yang memicu masalah kesehatan pada ibu seperti :

  • Prematur
  • Preeklampsia
  • Diabetes gestasional
  • Anemia dan pendarahan hebat
  • Risiko operasi caesar lebih tinggi
  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Tenang dulu ya moms jangan langsung shock, jadi menurut data penelitian yang melibatkan 255.786 wanita yang melakukan proses bayi tabung di Inggris pada 1990 hingga 2010 dan dilihat perkembangannya selama 8 tahun, menemukan sebanyak 386 kasus kanker ovarium, dan para ahli mengungkapkan bahwa proses bayi tabung dapat meningkatkan hormon yang merangsang indung telur atau ovarium, hormon yang muncul yaitu esterogen dan progesteron. Perubahan kadar hormon seksual di dalam tubuh dapat menyebabkan kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim.

Biasanya wanita yang bisa terkena kanker ini adalah wanita yang sudah melakukan program, lalu gagal maka resiko kanker akan lebih besar. Selanjutnya adalah wanita yang melakukan program bayi tabung berkali-kali.

Pemilihan dokter itu sangat penting untuk menentukan dosis obat untuk melakukan program bayi tabung yang disuntikan ke dalam tubuh kita dan kembali pada diri kita yang tetap menjaga kesehatan makanan, perbanyak konsumsi makanan yang sehat, organik dan mengandung antioksidan seperti putih telur dan tentunya rajin berolahraga.

Setelah mengetahui resiko-resiko ini, semoga menjadi pertimbangan untuk melakukan program bayi tabung, kalian juga bisa melakukan konsultasi kepada dokter-dokter yang tentunya sudah ahli dalam hal ini sebelum melakukan tindakan. Semoga bermanfaat terutama bagi mami-mami yang ingin sekali memiliki momongan.

Seputar Program Bayi Tabung

Prosedur Seputar Program Bayi Tabung

Bayi tabung atau in vitro vertilization (IVF) merupakan suatu alternatif bagi moms yang ingin memiliki momongan. Bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim. Lalu bagaimana prosedur mengikuti program bayi tabung? Nah berikut ini mommy akan jelaskan prosedurnya sesuai dengan pengalaman mommy.

Bagaimana prosedur melakukan program bayi tabung?

1. Memilih rumah sakit dan dokter yang tepat, aman dan nyaman.

Rekomendasi: Jakarta, Morula IVF Menteng dengan dokter Arya Nando. Menurut mommy pelayanannya ramah dan helpful.

2. Tes darah

Tes darah ini dilakukan ketika kita sedang menstruasi. Oh iya moms tes darah ini dilakukan enggak hanya mommy ya, tapi daddy juga dites. Kegunaan dari tes darah ini untuk mengetahui apakah calon pasien layak melakukan program bayi tabung ini. Jadi dari pemeriksaan darah tersebut kita akan dilihat apakah mempunyai kista, ada penyakit menular lain atau hal-hal yang bisa membuat program bayi tabung ini gagal. Kalau misalnya ada hal-hal yang memungkinkan program bayi tabung kita tidak berhasil, biasanya dokter akan mencari tahu solusinya dan akan membereskan dulu masalahnya.

3. Melakukan beberapa suntikan

Suntikan-suntikan tersebut ada 2 macam yaitu suntik gonal yang gunanya untuk menstimulasi agar sel telur matang dan ukurannya pas untuk dibuahi sel sperma sedangkan suntik cetrotide untuk mencegah agar telur tidak pecah sebelum diambil. Suntikan ini bisa dilakukan di rumah sakit maupun sendiri ya moms. Biasanya kita akan dapat suntikan dengan dosis 225 IU tapi semua tergantung resep yang dikasih masing-masing dokter ya moms. Dari hari pertama hingga ketujuh selama 1 minggu kita hanya melakukan suntik gonal aja. Lalu pada hari ke-8 hingga hari ke-14 suntikannya enggak hanya suntik gonal tapi juga suntik cetrotide. Di hari kedua melakukan suntik gonal, biasanya kita akan ke rumah sakit lagi untuk konsultasi dan tes darah dengan tujuan dokter ingin melihat kadar esterogen dalam tubuh kita, bagaimana pengaruh dari suntikan yang kita berikan dan kita akan di USG vagina (Transvaginal Ultrasound) untuk melihat apakah telur kita sudah terstimulasi dengan baik dan bagaimana ukurannya dari hari ke hari. Sel telur yang matang biasa ukurannya 16ml sampai 18ml, biasanya dokter akan terus memantau perkembangannya.

4. OPU (Ovum Pick Up)

Dokter akan mengambil sel-sel telur kita yang sudah siap dibuahi oleh sel sperma dan malam sebelumnya kita biasa akan ke rumah sakit untuk melakukan suntikan hCG. Suntikan hCG ini gunanya untuk memecahkan telur yang akan pecah 1×24 jam selanjutnya dan kita akan diminta untuk puasa dari jam 10 malam sampai besok harinya. Ketika kita mau melakukan pengambilan ovum ini kita akan dibius total, setelah proses ini biasanya akan ada luka sedikit di kelamin kita moms. Setelah ini dokter akan mempertemukan sel telur dan sel sperma suami proses ini disebut inseminasi dan pembuahan. Selanjutnya kita menunggu sel sperma dan sel telur kita menjadi calon embrio biasanya 3-5 hari.

5. Memasukkan calon-calon embrio

Dari proses inseminasi dan pembuahan tersebut maka dokter akan melihat embrio sudah ada berapa, dan kualitasnya seperti apa. Setelah itu embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Setelah embrio masuk ke dalam rahim, kita hanya tinggal menunggu apakah program bayi tabung tersebut berhasil atau tidak. Nanti setelah 2 minggu lalu kita lakukan testpack moms.

Mudah kan moms prosedur melakukan program bayi tabung? Jadi buat moms dan dads yang masih bingung dengan prosedur bayi tabung, semoga setelah membaca tulisan ini moms dan dads bisa semakin yakin mengikuti program bayi tabung ya enggak bingung lagi.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sukses Hamil Kembar tanpa Keturunan Kembar, dari Program Bayi Tabung

Hai moms kembali lagi di sesi #curcolyukmoms bareng mommy. Kali ini mommy mau membahas mengenai hamil kembar dari program bayi tabung.

Singkat cerita, Mommy adalah pejuang bayi tabung yang sudah memiliki 2 anak dari 2x program bayi tabung. Program bayi tabung yang pertama mommy mendapat Louisse Scarlett yang sekarang sudah berumur 3 tahun, dan program bayi tabung kedua mommy mendapat Loewy Axell yang sudah berusia 17 bulan.

Kenapa mommy melakukan program bayi tabung?

Jadi mungkin moms sudah lihat di content Youtube mommy yang membahas tentang “Alasan Melakukan Program Bayi Tabung”. Jadi singkat cerita, mommy adalah menderita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) yang mana jadwal menstruasi mommy enggak teratur, bisa 3 bulan sekali, 4 bulan sekali pokoknya enggak teratur. Kita enggak bisa memastikan kapan mommy masa suburnya. Selain itu, saluran tuba mommy sebelah kiri sudah diangkat, karena sempat ada pelengketan. Jadi mommy sudah PCOS yang menstruasinya enggak menentu, jadi enggak bisa menentukan waktu subur. Sekalinya bisa menstruasi saluran telurnya cuma ada 1 yang bisa lewat yaitu bagian kanan. Otomatis kesempatan mommy untuk bisa dapat momongan dalam program normal itu makin kecil.

Sampai akhirnya dokter kandungan di rumah sakit tempat program bayi tabung, kasih option ke mommy, bahwa sepertinya cuma bisa program bayi tabung baru bisa mendapatkan anak. Yang akhirnya program bayi tabung menjadi jawaban dari doa mommy selama ini untuk memliki anak. Special thanks banget untuk dokter Arya Nando yang sudah memberikan banyak dukungan dan semangat untuk mommy. Sehingga mommy bisa positif dan program bayi tabung mommy berhasil.

Nah kok bisa hamil kembar? Syaratnya apa?

Kalau ditanya syaratnya apa untuk bisa hamil kembar, sebenarnya enggak ada syarat apapun ya moms. Cukup ketika kita program bayi tabung itu simpel, kita masukin 2 embrio yang grade nya excellent atau good, kemungkinan kita hamil kembar itu juga lumayan moms. Jadi kalau untuk syarat-syarat yang lain enggak ada sih moms.

Jadi sebenarnya mommy sama daddy dari awal sudah komitmen pada saat sebelum menikah. Mommy sama daddy ingin punya 3 anak. Nah kebetulan karena mommy PCOS ada 17 telur yang mommy frozen untuk program bayi tabung yang kedua. Dan kebetulan 10 di antaranya gradenya excellent. Jadi sayang banget enggak sih moms kalau mommy enggak lanjutin program bayi tabung lagi. Karena program bayi tabung mommy yang ketiga ini cukup embrio transfer aja, tunggu masa subur rahim mommy, mommy tinggal embrio transfer dari telur yang dicairkan.

Kemungkinan hamil kalau telur yang gradenya excellent itu 60% berhasil. 40% sisanya itu tergantung dari diri kita dan Tuhan mau memberikan kepada kita atau tidak. Jadi pada saat mommy konsultasi ke dokter, sebenarnya mommy cuma mau masukin 1 telur aja, sesuai dengan rencana awal ingin punya 3 anak dan mommy juga berpikir kalua nanti masukin 2 embrio dan jadi kembar bagaimana? Nah setelah konsultasi, dokter menjelaskan kalau antara mommy dan daddy enggak ada riwayat keturunan kembar, untuk bisa terbelah jadi 2 telurnya dan jadi kembar itu kemungkinannya kecil.

Sebenarnya yang dari awal mommy takutkan, kalau misalnya mommy taruh 2 telur, dua-duanya terbelah jadi 4 anak, pusing enggak sih moms takutnya nanti nempel-nempel organ tubuhnya. Nah dokter juga menjelaskan kalau biasanya janin yang nempel organ tubuhnya itu dari 1 telur yang terbelah, kalau misalnya mommy enggak punya riwayat keturunan kembar mommy cukup masukin 2 telur embrio mommy ke dalam rahim, kalau bisa jadi dua-duanya itu bakal kembar fraternal.

Kembar fraternal adalah kembar yang berasal dari 2 sel telur dan sperma yang terpisah atau disebut dizigotik. Sementara kembar identik adalah monozigotik, mereka berasal dari 1 sel telur dan sperma yang membelah jadi 2 setelah pembuahan. Jadi kemungkinan organ nempel-nempel itu kecil banget. Nah itu membuat mommy mengerti, karena selama ini kembar yang dalam pikiran mommy itu ya nanti nempel apalagi perut mommy kecil takutnya enggak cukup spacenya dan mommy takut nanti lahirnya juga prematur.

Setelah dapat dukungan dari dokter, penjelasan dari dokter Arya Nando yang sangat jelas soal kembar fraternal yang kemungkinan untuk bisa nempel juga kecil banget, untuk kelahiran prematur itu juga bakal dijaga, dicek terus keadaan fisik kita, rahim kita. Biasanya dari riwayat pasien-pasien dokter Arya Nando yang kembar itu tetap lahirnya di waktu yang pas yaitu 36 atau 37 weeks. Akhirnya mommy dan daddy memutuskan 2 telur yang akan dimasukkan ke rahim mommy.

Nah untuk moms yang penasaran dengan apa yang mommy rasakan setelah embrio transfer, moms bisa search di Youtube channel mommy yang berjudul “11 Hari Setelah Embryo Transfer, Gimana Rasanya? | All about bayi tabung”. Di sini mommy sudah jelaskan semuanya.

Untuk para moms yang belum tahu soal hamil kembar. Kembar itu digolongkan menjadi 2 lagi ya moms kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik itu adalah kembar yang berasal dari 1 telur yang terbelah menjadi 2. Sedangkan kembar fraternal atau kembar non identik adalah kembar yang dihasilkan dari 2 telur yang berbeda. Dan biasanya ini bisa kita dapatkan dari program bayi tabung atau inseminasi yang sekarang mommy lakukan ya moms.

Nah untuk kasus mommy sekarang mommy hamil kembar fraternal. Jadi buat moms yang pengen banget punya anak kembar, tapi enggak punya riwayat kembar kalian bisa mendapatkan dari program bayi tabung dan mommy sudah membuktikan, mommy sekarang hamil kembar, sekarang sudah trimester kedua jalan 4 bulan.

Yang mommy rasakan jujur beda ya moms daripada hamil yang cuma 1 janin aja. Hamil kembar lebih agak berat sedikit di trimester pertama, mualnya enggak nahan banget, eneg banget, semuanya sakit, dari perut, punggung sampai kaki semuanya sakit. Tapi di trimester kedua itu kayak sudah fine-fine aja, biasa aja, sudah enggak terlalu berat buat mommy. Makan juga oke, mual sudah enggak, sakit-sakit juga sudah enggak ada lagi. Tapi enggak tau deh nanti trimester 3.

Untuk sekarang mommy yang jalan 4 bulan ini, mommy sudah naik 4kg. Karena mommy cukup menghindari makan nasi, seperti anjuran dokter yang penting proteinnya banyak agar asupan makanan bayi kembar terpenuhi. Buktinya mommy baru USG 3 bulan kemarin ini, baby mommy besar semua, sehat banget walaupun mommy enggak makan nasi. Selain itu juga untuk menjaga berat badan mommy agar enggak terlalu over.

Intinya untuk para pejuang bayi tabung, semangat! Jangan pantang menyerah, mommy sudah sukses melakukan program bayi tabung sebanyak 3x. Kamu juga pasti bisa. Kalau misalnya gagal sekali jangan khawatir mungkin belum saatnya, mungkin usaha kita kurang maksimal, coba lagi dan jangan pantang menyerah. Ingat selalu positive thinking, karena positive thinking adalah kunci keberhasilan dari sukses program bayi tabung.

See you di next #curcolyukmoms!