Pregnancy

8 Tantangan yang Dihadapi Ibu Hamil Kembar

Jadi moms setiap kehamilan punya tantangannya sendiri mau tunggal maupun kembar. Tapi hamil kembar memiliki tantangan dan resiko yang lebih tinggi dibanding hamil tunggal. Pada kesempatan hari ini, di usia kehamilan mami jalan 34 minggu mami mau sharing mengenai pengalaman mami tentang tantangan hamil kembar yang mami alami.

Tantangan hamil kembar

  1. Morning sickness parah
    Di kehamilan kembar ini mami sering banget merasakan mual dan muntah, padahal di kehamilan tunggal mami nggak pernah merasakan itu. Kenapa bisa begitu? Jadi di kehamilan kembar ini, hormon HcG kita lebih tinggi dibanding pada hamil tunggal sehingga akan membuat kita mudah mengalami morning sickness parah. Mami mengalami morning sickness selama 3 bulan pertama dan itu setiap hari. Paling nggak bisa makan seafood, bahkan melihat pun langsung mual. Kalau kalian yang hamil tunggal pernah merasakan morning sickness juga, maka siap-siap jika hamil kembar efeknya akan double moms.
  2. Berat badan naik lebih tinggi dibanding hamil tunggal
    Jadi moms di kehamilan tunggal, 2x mami hamil berat badan naik sampai persalinan 12 kg. Sedangkan di hamil kembar ini, di awal mami sudah positif hamil dokter sudah bilang mami akan naik berat badan start dari 15-20 kg mungkin lebih. Nah jadi mami pribadi sekarang menuju 34 minggu berat badan sudah nambah 15-16 kg dan masih akan terus bertambah. Wajar ya moms naik berat badan banyak karena di kehamilan kembar kita mengandung 2 bayi, air ketuban yang lebih banyak sehingga mengakibatkan ibu hamil kembar akan memiliki berat badan yang double dibanding hamil tunggal.
  3. Kontraksi terus menerus
    Biasanya kontraksi itu akan dirasakan ibu hamil tunggal ketika dekat dengan persalinan tapi berbeda halnya dengan ibu hamil kembar. Mami sendiri sudah rasakan dari awal trimester sampai akhir trimester. Mami kram perut terus, kontraksi terus sampai dokter memberikan resep obat kontraksi. Sama halnya di trimester kedua, kontraksi yang mami rasakan lebih terasa lagi dibandingkan saat awal trimester. Di trimester ketiga kontraksinya lebih parah dibanding trimester kedua. Di trimester 2 mami minum obat kontraksi 2x sehari atas resep dokter sedang di trimester ketiga 4x sehari minum obat kontraksi. Dan di tanggal 23 November 2020 mami sempat merasakan kontraksi persalinan prematur (baca: Kontraksi Persalinan Prematur)
  4. Persalinan prematur
  5. Stretchmark
  6. Anemia
    Ibu hamil kembar sangat beresiko kekurangan darah. Anemia adalah salah satu gejala ibu hamil kekurangan zat besi dan kebanyakan ini dialami ibu hamil kembar. Kekurangan zat besi dalam darah yang rendah sehingga meningkatkan aliran darah. Yang mami rasakan itu suka ngantuk tiba-tiba, pengen tidur, pusing nggak enak banget moms. Jadi mami sendiri sudah melakukan infus untuk penambahan zat besi sebanyak 2x. Jadi mami di trimester kedua melakukan suntikan zat besi di rumah sakit bunda menteng, mami suntuk kurang lebih 1 jam. Setelah suntik badan lebih enak. Di trimester ketiga zat besi mami kurang lagi yang mengakibatkan mami masuk rumah sakit lagi dan suntik zat besi lagi.
  7. Susah tidur
    Ibu hamil kembar susah tidur. Itu mami rasakan sejak trimester pertama, hal ini terjadi karena mami merasakan kram dan kontraksi terus menerus.
  8. Sakit pinggang dan punggung berlebihan
    Sakit pinggang mulai mami rasakan di trimester kedua usia kehamilan 5 bulan. Di usia kehamilan 5 bulan, bagian pinggangnya sakit banget rasanya seperti tertusuk-tusuk dan nggak pernah berhenti sakitnya sampai trimester akhir. Makin parah sakitnya karena beban baby makin berat dan punggung serta pinggang harus menopang berat tersebut.

Beda banget kan tantangan ibu hamil kembar dan hamil tunggal? Jadi persiapkan semua dahulu sebelum hamil kembar ya moms. See di next sesi #CurcolYukMoms.

Pregnancy

Perkembangan Hamil Kembar Trimester Akhir : Bulan 7-9

Hai moms kembali lagi di #CurcolYukMom dengan mommy untuk update tahap perkembangan hamil kembar usia 7 bulan. Jadi di usia 7 bulan ini mommy sudah melakukan USG, kedua baby mommy sehat, air ketuban juga masih banyak, plasentanya juga masih oke banget dan di usia 7 bulan ini kedua baby mommy memiliki berat yang sama yaitu 1.7 kg. Jadi mommy membawa beban kurang lebih 3.4 kg di usia kehamilan kembar 7 bulan. Dan untuk kenaikan BB mommy sudah naik sekitar 15 kg.

Nah untuk selain itu yang mommy rasakan di usia kehamilan kembar 7 bulan ini bagian depan, belakang, samping kanan dan kiri badan sakit semua. Benar-benar sakitnya luar biasa, sering sesak nafas, nafasnya lebih agak pendek, jadi mau tidur miring kanan ataupun kiri salah. Pas sudah tidur miring kanan 2 jam terus bangun kram perutnya. Terus pinggang dan punggung sakit luar biasa karena harus menopang BB mommy yang bertambah di bagian perut.

Kalau untuk soal makan masih oke, enggak mual dan muntah cuma lebih ke mudah capek ya moms lebih cepet ngos ngosan juga tapi kalau selain itu mommy still oke. Dari dokter sendiri menyarankan mommy untuk naik kursi roda dari usia 7 bulan ini, cuma mommy berusaha enggak. Dokter menyarankan untuk menggunakan kursi roda karena yang ditakutkan dokter janinnya bisa turun kalau enggak pakai kursi roda. Sebenarnya janin turun enggak papa tapi kalau turun terus dan menekan bagian miss v itu sakitnya luar biasa. But mommy enggak dulu pakai kursi roda, sementara mommy masih makai maternity belt untuk menjaga bagian perut bawahnya kalau jalan jauh.

Di usia 8 bulan, mommy sempat mengalami kontraksi tepatnya usia kehamilan 31 minggu. Jadi sekitar tanggal 23 november 2020 jam 6-7 malam mommy merasa nyeri di bagian perut bawah, lalu bagian kantong kemih mommy terasa tertekan dan ada frekuensi untuk BAK (buang air kecil) sangat besar. Memang biasanya di trimester 3 mommy BAK-nya banyak tapi kemaren itu dalam waktu 1 jam bisa sampai 20x balik ke toilet untuk BAK dan pada saat BAK rasanya nyeri dan panas. Nyeri bagian perut bawah, kencang dan kontraksi. Dan mommy mengalami kontraksi semalaman yang akhirnya mommy masuk ke RS untuk rawat inap di tanggal 24 November 2020.

Di sana mommy tes CTG dan akhirnya diketahui ternyata kontraksi mommy ada di kategori sering dengan level sedang. Karena kondisi seperti itu yang ditakutkan kalau dibiarkan saja akan mengalami kontraksi persalinan prematur, akhirnya dokter memberikan mommy infus anti kontraksi selama 1×24 jam cuma mommy lupa berapa banyak infusnya, tapi terus-terusan. Lalu juga ada suntik pematangan paru bayi sebanyak 4x, tujuannya adalah kalau sampai babynya memang harus lahir prematur minimal paru-parunya sudah siap, sistem pernafasannya sudah siap.

Lalu saat mommy cek dokter untuk usia kehamilan 32 minggu air ketuban semuanya masih aman cuma bedanya baby mommy di usia 32 minggu ini yang baby pertama sebelah kanan BB nya sudah 2.3 kg yang kedua 2 kg. Di usia kehamilan kembar 32 minggu BB mommy sudah nambah 15 kg sama kayak 7 bulan. Jadi sekarang sudah 65 kg. Dan mommy sudah mulai ada stretchmark jadi cukup sedih ya moms. Kemudian yang mommy rasakan semakin bertambah usia kehamilan, yang paling parah bagian punggung kanan setiap hari sakit kemudian bagian perut kanan atas sakit juga sakit terus.

Tanggal 21 Desember 2020 usia kehamilan mommy menuju 35 minggu dan ini adalah hari terakhir mommy bisa bersama dengan kedua janin di dalam perut. Hari ini mommy akan melakukan operasi sesar di RS Bunda Menteng. Dan yang mommy rasakan di trimester akhir ini sebelum persalinan, pinggang itu makin berasa sakit, tidur sudah mulai enggak enak, setiap kali tidur kurang lebih 1-2 jam kayak merasa kram, sakit banget, bangun terus BAK juga banyak dan makin berat, makin enggak enak sering banget kontraksi. Si janin gerak terus, kalau sudah kontraksi keringat dingin banyak banget padahal itu AC dingin tapi bisa keringatan sepanjang malam, jadi tidurnya enggak nyenyak.

Lalu di usia kehamilan menuju 35 minggu ini BB mommy total semua naik 16 kg. Jadi itu yang mommy rasakan di trimester akhir hamil kembar mommy dan finally hari ini semua yang mommy rasakan di hamil kembar ini selesai juga dan mommy akan memulai momen baru yaitu menyusui kedua baby kembar mommy.

Untuk bumil kembar lain jangan pantang menyerah, jangan putus asa, dan menyempatkan waktu untuk melakukan hal lain agar kita enggak stres mikirin perut dan kesakitan yang kita rasain yang kita rasakan saat hamil. Tetap semangat moms!

Pregnancy

Tahap Hamil Kembar Trimester 2 Bulan 4-6

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom bareng momms. Jadi hari ini mommy mau update untuk perkembangan hamil kembar di trimester kedua. Di trimester 2 ini mommy mau update saat usia kehamilan 4 bulan. Yang mommy rasakan sudah mulai berat di bagian perut tapi kalau untuk mual dan muntah sudah agak berkurang bahkan hampir enggak ada, makan juga sudah lumayan. Dan di 4 bulan kehamilan BB mommy naik sampai 6kg.

Saat di USG di usia 4 bulan baby mommy yang pertama itu panjangnya 2.35 cm dan BB nya 188 gr. Sedangkan baby kedua panjangnya 2.15 cm dan BB nya 215 gr. Di usia ini mommy sempat ada problem. Jadi setelah mommy cek darah, zat besi mommy jelek banget that’s why dokter menyarankan untuk melakukan infus venofer atau infus untuk menambah zat besi di rumah sakit Bunda Menteng untuk memperbaiki zat besi yang ada di dalam tubuh mommy.

Tapi mommy masih aktivitas non stop cuma memang lebih agak berasa pas malam-malam kadang kencang banget perutnya, di bagian perut atas dekat dada mommy sudah mulai ngerasain kakinya jadi suka berasa sakit, perut mommy juga sudah gede banget.

Perkembangan usia di 5 bulan kehamilan, mommy berat badannya sudah 58 kg yang mana mommy sudah naik 8 kg. Hamil kembar ini hampir setiap hari mommy merasakan kontraksi yang cukup lumayan yang bikin enggak bisa tidur, jadi untuk gangguan insomnia masih ada aja karena kontraksi dan kram perut yang enggak berhenti. Dan mommy juga sudah mulai pakai maternity belt untuk menjaga biar janinnya enggak turun karena memang ini sudah kayak usia 8 bulan hamil. Kemudian yang bagian deket dada ini sudah berasa banget tulang kaki babynya ditendang-tendang jadi setiap kali duduk tegak, kalau duduk kelamaan di bagian bawah dada sakit banget.

Lalu di usia 5 bulan ini mommy sudah infus venofer sebanyak 2x untuk menambah zat besi mommy dan kalau untuk BB baby pertama mommy sudah 411 gr dan baby kedua sudah 480 gr. Sudah kelihatan mukanya juga moms saat di USG. Nanti di usia kehamilan 6 bulan mommy akan melakukan tes NIPT untuk mengetahui apakah down syndrome atau kelainan di kedua baby mommy. Walaupun terasa berat banget merasa lebih agak capek cepet capke daripada kemaren cuma mommy harus tetap semangat.

Di usia 6 bulan mommy melakukan tes NIPT dan bersyukur tidak ada masalah apa-apa dengan kehamilan mommy. Perkembangan baby di usia kehamilan 6 bulan ini adalah pendengaran janin sudah sempurna, rambut pada bagian kepala, alis dan bulu mata kini sudah mulai tumbuh lebih lebat dari sebelumnya dan bayi sudah bisa membuka serta menutup kelopak matanya.

Itu dia perkembangan kehamilan kembar mommy di trimester kedua, ditunggu update perkembangan kehamilan kembar trimester ketiga ya moms.

Pregnancy

Tahap Hamil Kembar Trimester Pertama Bulan 1-3

Banyak teman-teman yang ingin tahu perkembangan mommy selama hamil kembar, maka dari itu sekarang mommy mau sharing mengenai tahap perkembangan hamil kembar di trimester 1. Pada tanggal 22 Juli 2020 usia kehamilan mommy sudah full 3 bulan.

Untuk moms yang mungkin belum tahu, mommy akan flashback sedikit. Mommy hamil kembar dengan prosedur bayi tabung, mommy melakukan embrio transfer pada tanggal 27 Mei 2020. Mommy memasukkan 2 telur grade excellent ke rahim mommy dan di tanggal 10 Juni 2020 mommy mendapatkan kabar gembira dari dokter Nando bahwa mommy berhasil hamil kembar.

Dari embrio transfer 3 hari kemudian mommy testpack yaitu tanggal 30 Mei 2020, mommy cek ternyata sudah ada garis samar alias positif. Jadi dari sana mommy sudah merasakan berbagai tanda kehamilan kembar ini. Beda banget sama kehamilan pertama dan kedua mommy.

Apasih bedanya kehamilan kembar dengan kehamilan tunggal?

  1. Mual dan Muntah Terus Menerus
    Jadi yang paling mommy ingat itu di 2 bulan pertama kehamilan, mommy full muntah dan mual enggak berhenti. Biasanya mommy kalau hamil enggak pernah mual dan muntah ya moms, fine aja. Tapi di kehamilan kembar ini mual dan muntah terus, bahkan mommy yang notabene suka banget sama ikan di kehamilan kembar ini bisa benci banget sama ikan. Cukup melihat ikan di depan mata langsung muntah, cium bau ikan langsung mual, jadi benar-benar enggak suka banget sama ikan, mau itu ikan salmon, ikan tuna, ikan apapun mommy benci banget pada saat itu.
  2. Perut Enggak Nyaman
    Mommy juga merasa perut itu enggak enak karena susah makan kan moms, mual, muntah, perut enggak enak, enggak suka sama makanan tertentu, jadi perut bawaannya enggak enak terus. Dan mommy merasakan kram perut itu terus menerus moms. Dari mommy embrio transfer tanggal 27 Mei 2020 mommy kram dan kramnya itu enggak berhenti sampai 2 bulan pertama. Jadi selama 2 bulan pertama usia kehamilan, mommy kram tiap hari. Sehari bisa 10-12x kram. Sekali kram bisa 10-15 menit dan kramnya lumayan moms.
  3. Insomnia
    Di kehamilan kembar ini mommy insomnia. Biasanya kalau ibu hamil tidur enak ya moms. Mommy di hamil pertama dan kedua enak dan panjang banget tidurnya. Tapi di kehamilan kembar ini kram perut, BAB enggak lancar mungkin karena rahimnya terlalu penuh jadi ususnya agak pelan kerjanya yang akhirnya sembelit, kembung, BAB susah, bisa enggak BAB 3 hari. Karena sembelit, kembung, susah BAB dan kram perut itu tadi mommy enggak bisa tidur. Kalau misalnya dihitung dalam seminggu ada 2-3x mommy enggak bisa tidur, benar-benar enggak tidur moms dari malam melek terus sampai pagi. Terus enggak tidur lanjut mommy aktivitas bikin konten dan lain-lain di siang hari. Sering juga mommy sudah tidur kayak tidur ayam jadi tidurnya enggak nyenyak.
  4. Pusing
    Nah kalau di trimester pertama itu kurang lebih 1 bulan pertama, pusingnya parah. Jadi seumpama mommy tiduran berbaring lalu mau bangun untuk buang air kecil, karena pada saat mommy hamil kembar buang air kecilnya itu frekuensinya lebih banyak dibandingkan hamil biasa, itu pas mommy bangun mommy sempat kayak mau pingsan, kepala putar-putar, eneg banget, pusing banget, detak jantung kencang banget. Itu mommy rasain di 1 bulan pertama.

Nah sampai di usia kehamilan 3 bulan untuk mual dan muntah sudah mereda ya moms, bahkan sudah enggak pernah. Cuma paling yang masih mommy rasain adalah insomnia dan susah BAB. Berat badan mommy di trimester 1 naik 3 kg jadi total sekarang sudah 53 kg. Untuk bentuk perut masih oke ya moms, jadi enggak terlalu besar banget cuma kata dokter akan mulai membesar, langsung bengkak di trimester 2 dan 3, jadi nanti kita update lagi.

Ini adalah foto USG pertama kali mommy di 10 Juli 2020 yang dimana mommy dinyatakan berhasil hamil kembar. Ada 2 kantong di rahim.

Lalu ini ada foto USG dan video USG mommy di usia 2 bulan, detak jantung sudah terdengar, kedua baby sehat, berat badan dan tinggi badan sesuai.

Dan di foto dan video USG kedua dokter sempat membocorkan kayaknya salah satu baby boy dan baby girl tapi untuk memastikan akan ditunggu foto dan video USG di trimester kedua kalau sudah kelihatan.

Itu dia tahap perkembangan kehamilan kembar yang mommy rasakan. Semoga sharing kali ini bisa menjawab pertanyaan moms yang penasaran dengan tahap perkembangan kehamilan kembar ya.

Pregnancy

Tips Hamil Kembar Sehat Sampai Persalinan

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Jadi hari ini mommy khusus membuat video ini untuk menjawab pertanyaan para moms tentang tips tetap sehat selama hamil kembar.

Kalau ditanya hamil kembar happy enggak? Jawabannya jelas happy banget. Hamil 1 anak saja sudah sangat membahagiakan apalagi kalau bisa sampai hamil kembar, bahagianya double ya moms di keluarga kecil kita. Nah tapi moms dibalik kebahagiaan yang mommy dan keluarga rasakan, kehamilan kembar nyatanya adalah kehamilan yang beresiko tinggi. Kenapa? Kehamilan kembar dapat menimbulkan komplikasi kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal.

Komplikasinya apa saja?

1. Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur ini adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan lengkap 37 minggu, yang dikarenakan pecahnya air ketuban sebelum 37 minggu ini moms.

2. Berat Badan Bayi Rendah

Jadi berat badan bayi rendah itu biasanya dialami oleh baby-baby yang mengalami kelahiran prematur yang berat badannya itu kurang dari 2,5kg. Sehingga biasanya berat badan bayi yang rendah ini akan mengakibatkan komplikasi pada organ tubuh baby seperti pada pendengaran, penglihatan dan organ tubuh lainnya. Kenapa bisa begitu? Karena organ-organ tubuhnya itu belum berkembang dengan sempurna

3. Fetal Demise

Fetal demise ini adalah kondisi dimana kematian janin secara mendadak di dalam kandungan. Biasanya ini bisa terjadi pada 1 baby atau bayi kembarnya sekaligus.

Cukup bikin kita deg-degan ya moms mendengar adanya kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi pada kehamilan bayi kembar. Dan tentunya kira para moms enggak mau dong sampai komplikasi yang tadi disebutkan di atas itu terjadi pada masa kehamilan kembar kita. Berikut ada beberapa tips untuk kehamilan kembar supaya tetap sehat versi mommy :

1. Makanan dan minuman bernutrisi tercukupi

Jadi moms banyak yang bilang kalau hamil kembar itu makannya harus 2x lebih banyak porsinya dari pada hamil tunggal, benar enggak sih? Dari pengalaman mommy sendiri, sempat mommy makan banyak banget, pas habis makan perut enggak enak, begah, susah BAB dan kontraksi sedikit. Karena memang hamil kembar itu mudah sekali mengalami susah BAB, mudah kontraksi dan begah karena perutnya penuh moms.

Nah dari dokter sendiri menyarankan kepada mommy kalau bisa karbohidrat dihindari lebih bagus perbanyak sayur, daging sebagai kalorinya. Jadi ibu hamil kembar biasanya membutuhkan penambahan kalori itu sebanyak 600 kalori dari makanan sehari-harinya. Dan itu sekali makan enggak boleh langsung banyak moms, kita disarankan untuk membagi porsi makan kita 1 hari 6x makan.

Jadi kita makan, sedikit demi sedikit tapi sering, banyakin sayurnya, daging, buah dan sering makan cemilan. Cemilannya juga bukan yang mengandung micin moms tapi yang sehat-sehat aja seperti susu, telur, keju, daging sapi, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, pokoknya semua makanan yang kaya akan vitamin dan protein yang bagus untuk ibu hamil dan janin.

Tapi moms ternyata makanan yang bernutrisi aja enggak cukup, minuman enggak kalah pentingnya. Ibu hamil jangan sampai kurang minum karena bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi kalau untuk minuman sendiri mommy juga enggak sembarangan pilih ya moms, apalagi air minum yang kita konsumsi setiap hari.

Selama kita hamil volume darah kita meningkat jadi otomatis minuman itu penting banget jangan sampai kita dehidrasi, tapi jangan sampai kita minum minuman yang sembarangan juga. Jadi mommy mempercayakan untuk air yang mommy konsumsi setiap hari adalah air mineral dari Le Minerale.

Kenapa Le Minerale? Jadi moms, air yang berasal dari sumbernya aja itu enggak cukup kalau sampai kemasannya itu enggak terproteksi. Karena Le Minerale itu mommy paling suka sama kemasannya yang terproteksi. Kita bisa lihat dari galon Le Minerale selalu berwarna bening dan tutup ulirnya kedap udara, sehingga mineral pada kandungan Le Minerale itu aman sampai ke tangan kita.

Semua kemasan air mineral Le Minerale itu sudah BPA Free sehingga aman untuk dikonsumsi dan digunakan oleh anak-anak. Untuk botol susu anak saja selalu kita cari yang BPA Free apalagi untuk air mineral yang kita konsumsi setiap hari itu penting loh moms.

2. Jaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan ideal pada saat hamil apalagi hamil kembar itu penting banget. Jangan sampai berat badan kita kekurangan atau kelebihan karena untuk menjaga kesehatan si ibu dan janin agar tetap sehat sampai persalinan. Nah untuk berat badan yang ideal bagi ibu hamil kembar itu kenaikannnya dari 17-25kg. Nah mommy sendiri sekarang sudah usia hamil 6 bulan mommy sudah naik 10kg nih moms.

3. Tetap Bergerak

Mommy akui hamil kembar beda banget sama hamil tunggal. Dari segi kenaikan berat badan lebih cepat naik, lalu perutnya lebih cepat besar, yang ada bawaannya lebih capek, otomatis ibu hamil kembar bawaannya malas gerak. Pengennya tidur aja. Tapi moms, dari dokter mommy sendiri itu selalu menyarankan ibu hamil kembar tidak disarankan untuk bed rest atau berbaring terus menerus jika tidak ada komplikasi.

Bahkan ada riset yang mengatakan ibu hamil kembar yang kerjanya bed rest terus akan membuat kesehatan janin terganggu. Berbeda halnya dengan ibu yang selalu bergerak, jarang bed rest itu akan melahirkan bayi lebih sehat moms.

Nah kalau dari pandangan mommy sendiri selama 6 bulan mommy menjalani kehamilan kembar ini mommy terus aktivitas, mommy terus bikin konten, mommy terus bergerak, buat mommy itu sudah kayak olahraga. Jujur kalau ditanya hamil kembar itu berat banget, menyiksa banget memang moms. Tapi dengan mommy terus bergerak, mommy kerjanya enggak bed rest terus, mommy merasa kehamilan kembar ini jadi happy moms. Jadi yang awalnya menyiksa jadi happy. Enggak terasa mommy sendiri sudah mau jalan ke usia 7 bulan.

4. Jangan Stres

Stres itu akan memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan ibu dan janin. Stres dapat membuat sistem kekebalan tubuh seorang ibu jadi lemah dan yang ada mudah sakit. Bayangin deh moms kita stres, sudah ibu hamil kembar susah tidur, stres, makin susah tidur yang ada kita enggak tidur, daya imun kita melemah, mudah terserang kuman penyakit dan jadinya sakit. Kita enggak mau seperti itu kan moms? Otomatis stres akan membuat dampak buruk untuk kesehatan janin dan ibunya nih moms.

Jadi usahakan walaupun kita sedang hamil mau itu hamil tunggal maupun hamil kembar jangan pernah stres. Bawanya enjoy aja, happy aja, keep positive thinking. Memang moms mommy akui, bicara itu mudah tapi moms percaya kata-kata itu doa, dengan kita terus mengatakan kita harus keep positive thinking mengeluarkan kata-kata yang positif, otomatis pikiran kita akan terpenuhi dengan hal-hal yang positif dan nanti bawaannya jadi happy moms. Dan tentunya kita juga membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitar kita, terutama suami dan keluarga kita.

5. Periksa Kehamilan Secara Rutin

Rutin untuk ke dokter dan mematuhi nasihat dokter itu penting ya moms. Karena dengan begitu kita bisa mendeteksi apabila ada masalah selama masa kehamilan kita dan kita bisa mencari solusi dan mengobatinya.

Nah itu 5 tips dari mommy untuk para ibu hamil kembar, untuk bisa sehat-sehat saja menjalani kehamilan kembar sampai masa persalinan. Semoga bermanfaat!

Pregnancy

Wajib Tahu! Mendeteksi Hamil Kembar di Trimester Pertama

Tentunya hamil kembar adalah kabar yang sangat membahagiakan. Kenapa? Karena kita bisa sekaligus mendapatkan 2 buah hati yang lucu-lucu banget ya moms. Jadi mommy sendiri sudah memiliki pengalaman hamil sebanyak 3x. Kehamilan pertama mommy hamil baby girl, kehamilan kedua mommy mendapatkan baby boy yang artinya mommy sudah memiliki pengalaman perbedaan hamil baby girl dan hamil baby boy. Dan kebetulan di kehamilan ketiga ini mommy mendapatkan si kembar. Dan ternyata kehamilan kembar itu beda banget dengan kehamilan pertama dan kedua mommy. Kebetulan mommy sendiri hamil dengan program bayi tabung dari kehamilan pertama hingga ketiga.

Kehamilan kembar itu kita bisa dapatkan apabila ada faktor genetik ya moms, entah itu dari ibu atau ayah kita, istri atau suami kita. Untuk kita yang enggak memiliki genetik kembar kita bisa hamil kembar dengan cara inseminasi atau bayi tabung seperti yang mommy lakukan. Nah penasaran kan bagaimana mendeteksi awal kehamilan bayi kembar. Yuk kita ketahui yuk ciri-ciri hamil kembar berikut ini :

1. Beta hCG Super Tinggi

Jadi hCG ini adalah hormon human chorionic gonadotropin yang dimana hormon ini diproduksi oleh plasenta selama kehamilan.

Di kehamilan pertama, mommy melakukan pemeriksaan darah Beta hCG di hari keempat setelah embrio transfer. Waktu itu kenapa mommy periksa di hari keempat? Karena di hari keempat sempat pendarahan, that’s why mommy langsung disarankan ke rumah sakit terdekat untuk cek Beta hCG dan hasilnya Beta hCG mommy di hari keempat setelah embrio transfer adalah 55,5 yang artinya mommy positif hamil.

Di kehamilan kedua mommy memeriksakan Beta hCG saat hari kesebelas setelah embrio transfer yang hasilnya adalah 121,5 yang artinya mommy positif hamil.

Di kehamilan ketiga sama, mommy melakukan pemeriksaan Beta hCG di hari kesebelas setelah embrio transfer dan hasilnya Beta hCG mommy adalah 1588 moms. Jadi disini mommy sudah sempat agak curiga hamil kembar, karena mommy sempat memasukkan 2 embrio dengan grade excellent di kehamilan ketiga ini. Mommy juga curiga kok Beta hCG nya beda banget, meningkatnya berkali-kali lipat dibandingkan kehamilan pertama dan kedua mommy. Jadi disana mommy sudah tahu kayaknya mommy hamil kembar nih. Walaupun sebenarnya untuk mendeteksi secara lebih akurat lagi harus melalui pemeriksaan USG.

Nah jadi untuk moms yang ingin mendeteksi awal kehamilan kembar yang paling cepat adalah dari hasil Beta hCG. Beta hCG ini dilakukan dengan pemeriksaan darah ya moms, tidak bisa dilakukan dengan testpack urin. Jadi kalau mau cek langsung ke rumah sakit untuk pemeriksaan darah Beta hCG, maka kita bisa tahu kita hamil kembar atau tidak, dan kita positif hamil atau tidak. Walaupun sebenarnya dengan pemeriksaan Beta hCG dengan hasil yang meningkat tajam sering dikaitkan dengan hamil anggur, tapi Beta hCG yang meningkat ini bisa jadi alat untuk mendeteksi kita sedang hamil kembar atau tidaknya loh moms.

2. Mual yang Sangat Parah

Jadi mommy sendiri saat hamil pertama dan kedua enggak pernah mual. Enggak pernah merasakan morning sickness, selama hamil fine-fine aja. Tapi di kehamilan ketiga ini yang mana hamil kembar, baru juga mulai testpack di hari ketiga setelah embrio transfer, mommy sudah merasakan mual, muntah, eneg bahkan sampai yang parahnya mommy sampai kayak jijik banget sama seafood moms apalagi ikan. Cium bau ikan enggak bisa, pokoknya lebay banget moms morning sickness nya.

Dari situ mommy cari tahu, kok bisa begitu ya? Ternyata setelah mommy cek ini dikarenakan ketika kita hamil kembar Beta hCG kita meningkat drastis dan inilah yang membuat efek mual yang sangat parah kepada para mommy yang sedang hamil kembar. Dan morning sickness yang mommy rasakan bertahan selama trimester pertama. Jadi 3 bulan pertama kehamilan mommy ini full morning sickness. Tapi sekarang mommy sudah jalan trimester kedua sudah mulai mereda. Jadi jangan khawatir moms, morning sickness ini untuk kehamilan kembar akan mereda seiring dengan meningkatnya usia kehamilan.

3. Sangat Lelah

Yang namanya hamil, lelah itu wajar ya moms cuma kalau berdasarkan pengalaman mommy di kehamilan pertama dan kedua lelahnya masih bisa teratasi. Mommy masih semangat, masih fine-fine aja, masih naik gunung bahkan saat hamil usia 8 bulan. Jadi di kehamilan kembar ini baru dari hari ketiga embrio transfer, mommy merasa lelah yang luar biasa. Jadi benar-benar menguji mental mommy sendiri.

Yang mommy rasakan itu seperti sesak nafas, terus jantung berdebar-debar kencang banget, kepalanya pusing, badannya capek, bawaannya pengen tiduran, bahkan sempat saat bangun tidur ingin BAK mommy merasa seperti ingin jatuh dan pingsan, benar-benar parah banget. Kelelahan di kehamilan kembar ini benar-benar berbeda banget dengan kehamilan pertama dan kedua mommy. Dan kelelahan ini akan terus dirasakan terus menerus seiring bertambahnya usia kehamilan dan itu mommy buktikan.

Mommy hamil belum 4 bulan tapi perut sudah besar ya moms jadi perut ini makin besar karena menampung 2 baby, that’s why sekarang mommy kalau bisa tidur di rumah ya tidur aja. Beda banget sama mommy dulu saat hamil pertama dan kedua yang setiap hari jalan non stop.

Kok bisa sih sampai lelah begitu? Jadi setelah mommy cari tahu, ternyata tubuh kita itu harus memberikan energi yang lebih banyak untuk memberikan asupan kepada kedua baby. Dan belum lagi perut kita yang harus menopang 2 baby di dalamnya. That’s why tubuh kita lebih mudah lelah.

4. Berat Badan Naik Drastis

Jadi saat kehamilan pertama dan kedua mommy, total berat badan mommy sampai lahiran naik hingga 12kg. Tapi berbeda dengan kehamilan kembar ini, jadi kalau kehamilan pertama itu usia kehamilan 4 atau 5 bulan mommy pakai dress aja masih muat semua ya moms, masih kelihatan langsing tapi di kehamilan kembar ini walaupun baru 3 hari setelah embrio transfer, berat badan mommy sudah naik 1-2kg moms, bahkan sempat 3kg. Terus sekarang mommy belum 4 bulan tapi perut sudah besar banget dan naik sampai 6kg. Dan di usia 3 bulan jalan 4 bulan dress mommy yang enggak muat semua.

5. Sesak Nafas dan Jantung Berdebar-debar

Jadi seperti yang mommy sudah jelaskan, di awal kehamilan baby kembar ini belum juga USG yang mommy rasakan mommy sesak nafas parah lalu detak jantung berdebar-debar cepat banget. Sehingga membuat kepala pusing, lelah, hingga mau pingsan pokoknya enggak enak banget ya moms. Setelah mommy cari tahu ternyata kehamilan kembar itu membuat 2 janin dalam rahim mendorong diafragma sehingga ibu hamil lebih sering sesak nafas. Dan untuk detak jantung yang berdebar-debar, itu ketika kita hamil kembar darah harus memiliki oksigen yang lebih banyak dari biasanya that’s why detak jantung kita berdebar-debar sangat cepat.

Untuk kasus sesak nafas dan detak jantung yang berdebar-debar ini tenang aja moms, kita enggak akan merasa sampai lahiran kok, walaupun mommy belum merasakan ya moms sampai trimester ketiga, tapi di trimester 1 yaitu 3 bulan pertama kita akan merasakan hal seperti itu. Tapi semakin bertambahnya usia kehamilan kembar, itu sudah mulai mereda dan sekarang mommy juga sudah hampir enggak merasakan itu kecuali kalau mommy capek banget.

6. Kram Perut

Kalau soal kram perut pasti dialami oleh semua wanita hamil ya moms apalagi di awal kehamilan seperti mommy sendiri. Di kehamilan pertama dan kehamilan kedua, mommy merasakan kram perut. Cuma bedanya, kram perut yang mommy rasakan di kehamilan dengan 1 baby itu enggak sering, seminggu paling 2x. Terus berangsur-angsur cepat hilang gitu. Sedangkan kalau kehamilan kembar yang mommy rasakan setelah mommy embrio transfer, hari kedua itu mommy kram perutnya luar biasa moms. Jadi mommy kram terus dan kramnya itu frekuensinya sering, 1 jam sekali kram. Jadi kramnya itu memang enggak lama ya moms paling kurang lebih 15-20 menit namun frekuensinya sering. Dan mommy mengalami kram perut ini di 2 bulan pertama usia kehamilan mommy, itu mommy ingat banget saking kramnya mommy sampai enggak bisa tidur moms.

Setelah mommy cari tahu kenapa kram perutnya bisa sampai begini, beda banget sama kehamilan hanya 1 baby? Jadi kram perut ini terjadi karena rahim kita lebih membesar daripada biasanya. Yang biasanya rahimnya cuma untuk menampung 1 baby sekarang hamil kembar, rahimnya harus diperbesar untuk menampung 2 baby di dalam, that’s why kita akan mengalami kram perut yang cukup berlebihan dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan kehamilan 1 baby.

7. Sakit Punggung

Kalau sakit punggung namanya ibu hamil wajar ya moms. Tapi biasanya kalau di kehamilan hanya 1 baby yang mommy rasakan saat trimester akhir, pas mau dekat waktu lahiran. Berbeda halnya dengan kehamilan kembar. Jadi hamil kembar di awal kehamilan mommy sudah merasakan sakit punggung yang luar biasa. Setelah mommy cari tahu, sakit punggung mommy ini ketika hamil kembar dikarenakan adanya kenaikan berat badan yang drastis, adanya pembesaran rahim dan kelebihan aktivitas hormonal.

8. Susah BAB

Mommy ini termasuk wanita yang masalah BAB nya lancar, enggak ada masalah sama pencernaan karena usus mommy sudah pernah dipotong ya moms, jadi tinggal setengah karena operasi usus besar. Waktu mommy hamil pertama dan kedua itu mommy enggak pernah ada masalah pencernaan. Tapi di kehamilan kembar ini, baru kali ini mommy mengalami susah BAB moms. Kayak pengen BAB aja harus mengejan dan itu susah banget keluarnya moms. Sering juga mommy merasakan perutnya kembung, sembelit gitu, enggak bisa BAB.

Sempat mommy enggak bisa BAB 3-4 hari, bayangkan moms sampai mommy enggak bisa tidur karena perutnya sembelit, kembung, pengen BAB enggak bisa. Pencernaannya enggak lancar. Nah setelah mommy cari tahu kok bisa begini? Ternyata kehamilan kembar itu bisa menyebabkan pergerakan usus melambat yang akhirnya membuat proses pencernaan juga melambat ujung-ujungnya menyebabkan sembelit. Selain itu mommy makan sayurnya juga kurang banyak that’s why jadi sembelit, kembung dan susah BAB.

9. Insomnia

Saat hamil biasanya ibu hamil bawaannya ingin tidur terus ya moms. Dan itu mommy rasakan di kehamilan pertama dan kedua mommy, beda halnya di kehamilan ketiga mommy. Jadi mommy di kehamilan ketiga ini sering banget insomnia. Seminggu mungkin bisa 2-3 kali enggak bisa tidur moms sampai pagi. Penyebab insomnia mommy karena kram perut, terus mommy sering sakit perut karena sembelit, kembung, sakit punggung dan capek yang berlebihan. Jadi kalau hamil kembar, setelah mommy cari tahu ternyata memang akan sering mengalami insomnia dan penyebabnya karena kram perut, sembelit, kembung dan lain sebagainya yang membuat kita insomnia.

10. Saat USG Ada 2 Detak Jantung

Jadi ini adalah ciri-ciri yang terakhir untuk mendeteksi kita hamil kembar atau enggak versi mommy. Jadi setelah mommy embrio transfer, di hari kesebelas periksa darah, mommy dijadwalkan untuk cek dokter lagi. Jadi minggu ketiga setelah embrio transfer. Setelah minggu ketiga itu mommy datang ke dokter Nando untuk memeriksakan USG dan hasilnya dokter mengatakan bahwa mommy hamil kembar, ada 2 janin di dalam rahim dan ada 2 detak jantung. Jadi untuk memastikan lebih akurat kita hamil kembar atau tidak, USG juga harus kita lakukan ya moms.

Nah moms itu adalah ciri-ciri hamil kembar versi mommy yang sudah mommy rasakan sendiri. Semoga bermanfaat.

Pregnancy · Seputar Program Bayi Tabung

Sukses Hamil Kembar tanpa Keturunan Kembar, dari Program Bayi Tabung

Hai moms kembali lagi di sesi #curcolyukmoms bareng mommy. Kali ini mommy mau membahas mengenai hamil kembar dari program bayi tabung.

Singkat cerita, Mommy adalah pejuang bayi tabung yang sudah memiliki 2 anak dari 2x program bayi tabung. Program bayi tabung yang pertama mommy mendapat Louisse Scarlett yang sekarang sudah berumur 3 tahun, dan program bayi tabung kedua mommy mendapat Loewy Axell yang sudah berusia 17 bulan.

Kenapa mommy melakukan program bayi tabung?

Jadi mungkin moms sudah lihat di content Youtube mommy yang membahas tentang “Alasan Melakukan Program Bayi Tabung”. Jadi singkat cerita, mommy adalah menderita PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome) yang mana jadwal menstruasi mommy enggak teratur, bisa 3 bulan sekali, 4 bulan sekali pokoknya enggak teratur. Kita enggak bisa memastikan kapan mommy masa suburnya. Selain itu, saluran tuba mommy sebelah kiri sudah diangkat, karena sempat ada pelengketan. Jadi mommy sudah PCOS yang menstruasinya enggak menentu, jadi enggak bisa menentukan waktu subur. Sekalinya bisa menstruasi saluran telurnya cuma ada 1 yang bisa lewat yaitu bagian kanan. Otomatis kesempatan mommy untuk bisa dapat momongan dalam program normal itu makin kecil.

Sampai akhirnya dokter kandungan di rumah sakit tempat program bayi tabung, kasih option ke mommy, bahwa sepertinya cuma bisa program bayi tabung baru bisa mendapatkan anak. Yang akhirnya program bayi tabung menjadi jawaban dari doa mommy selama ini untuk memliki anak. Special thanks banget untuk dokter Arya Nando yang sudah memberikan banyak dukungan dan semangat untuk mommy. Sehingga mommy bisa positif dan program bayi tabung mommy berhasil.

Nah kok bisa hamil kembar? Syaratnya apa?

Kalau ditanya syaratnya apa untuk bisa hamil kembar, sebenarnya enggak ada syarat apapun ya moms. Cukup ketika kita program bayi tabung itu simpel, kita masukin 2 embrio yang grade nya excellent atau good, kemungkinan kita hamil kembar itu juga lumayan moms. Jadi kalau untuk syarat-syarat yang lain enggak ada sih moms.

Jadi sebenarnya mommy sama daddy dari awal sudah komitmen pada saat sebelum menikah. Mommy sama daddy ingin punya 3 anak. Nah kebetulan karena mommy PCOS ada 17 telur yang mommy frozen untuk program bayi tabung yang kedua. Dan kebetulan 10 di antaranya gradenya excellent. Jadi sayang banget enggak sih moms kalau mommy enggak lanjutin program bayi tabung lagi. Karena program bayi tabung mommy yang ketiga ini cukup embrio transfer aja, tunggu masa subur rahim mommy, mommy tinggal embrio transfer dari telur yang dicairkan.

Kemungkinan hamil kalau telur yang gradenya excellent itu 60% berhasil. 40% sisanya itu tergantung dari diri kita dan Tuhan mau memberikan kepada kita atau tidak. Jadi pada saat mommy konsultasi ke dokter, sebenarnya mommy cuma mau masukin 1 telur aja, sesuai dengan rencana awal ingin punya 3 anak dan mommy juga berpikir kalua nanti masukin 2 embrio dan jadi kembar bagaimana? Nah setelah konsultasi, dokter menjelaskan kalau antara mommy dan daddy enggak ada riwayat keturunan kembar, untuk bisa terbelah jadi 2 telurnya dan jadi kembar itu kemungkinannya kecil.

Sebenarnya yang dari awal mommy takutkan, kalau misalnya mommy taruh 2 telur, dua-duanya terbelah jadi 4 anak, pusing enggak sih moms takutnya nanti nempel-nempel organ tubuhnya. Nah dokter juga menjelaskan kalau biasanya janin yang nempel organ tubuhnya itu dari 1 telur yang terbelah, kalau misalnya mommy enggak punya riwayat keturunan kembar mommy cukup masukin 2 telur embrio mommy ke dalam rahim, kalau bisa jadi dua-duanya itu bakal kembar fraternal.

Kembar fraternal adalah kembar yang berasal dari 2 sel telur dan sperma yang terpisah atau disebut dizigotik. Sementara kembar identik adalah monozigotik, mereka berasal dari 1 sel telur dan sperma yang membelah jadi 2 setelah pembuahan. Jadi kemungkinan organ nempel-nempel itu kecil banget. Nah itu membuat mommy mengerti, karena selama ini kembar yang dalam pikiran mommy itu ya nanti nempel apalagi perut mommy kecil takutnya enggak cukup spacenya dan mommy takut nanti lahirnya juga prematur.

Setelah dapat dukungan dari dokter, penjelasan dari dokter Arya Nando yang sangat jelas soal kembar fraternal yang kemungkinan untuk bisa nempel juga kecil banget, untuk kelahiran prematur itu juga bakal dijaga, dicek terus keadaan fisik kita, rahim kita. Biasanya dari riwayat pasien-pasien dokter Arya Nando yang kembar itu tetap lahirnya di waktu yang pas yaitu 36 atau 37 weeks. Akhirnya mommy dan daddy memutuskan 2 telur yang akan dimasukkan ke rahim mommy.

Nah untuk moms yang penasaran dengan apa yang mommy rasakan setelah embrio transfer, moms bisa search di Youtube channel mommy yang berjudul “11 Hari Setelah Embryo Transfer, Gimana Rasanya? | All about bayi tabung”. Di sini mommy sudah jelaskan semuanya.

Untuk para moms yang belum tahu soal hamil kembar. Kembar itu digolongkan menjadi 2 lagi ya moms kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik itu adalah kembar yang berasal dari 1 telur yang terbelah menjadi 2. Sedangkan kembar fraternal atau kembar non identik adalah kembar yang dihasilkan dari 2 telur yang berbeda. Dan biasanya ini bisa kita dapatkan dari program bayi tabung atau inseminasi yang sekarang mommy lakukan ya moms.

Nah untuk kasus mommy sekarang mommy hamil kembar fraternal. Jadi buat moms yang pengen banget punya anak kembar, tapi enggak punya riwayat kembar kalian bisa mendapatkan dari program bayi tabung dan mommy sudah membuktikan, mommy sekarang hamil kembar, sekarang sudah trimester kedua jalan 4 bulan.

Yang mommy rasakan jujur beda ya moms daripada hamil yang cuma 1 janin aja. Hamil kembar lebih agak berat sedikit di trimester pertama, mualnya enggak nahan banget, eneg banget, semuanya sakit, dari perut, punggung sampai kaki semuanya sakit. Tapi di trimester kedua itu kayak sudah fine-fine aja, biasa aja, sudah enggak terlalu berat buat mommy. Makan juga oke, mual sudah enggak, sakit-sakit juga sudah enggak ada lagi. Tapi enggak tau deh nanti trimester 3.

Untuk sekarang mommy yang jalan 4 bulan ini, mommy sudah naik 4kg. Karena mommy cukup menghindari makan nasi, seperti anjuran dokter yang penting proteinnya banyak agar asupan makanan bayi kembar terpenuhi. Buktinya mommy baru USG 3 bulan kemarin ini, baby mommy besar semua, sehat banget walaupun mommy enggak makan nasi. Selain itu juga untuk menjaga berat badan mommy agar enggak terlalu over.

Intinya untuk para pejuang bayi tabung, semangat! Jangan pantang menyerah, mommy sudah sukses melakukan program bayi tabung sebanyak 3x. Kamu juga pasti bisa. Kalau misalnya gagal sekali jangan khawatir mungkin belum saatnya, mungkin usaha kita kurang maksimal, coba lagi dan jangan pantang menyerah. Ingat selalu positive thinking, karena positive thinking adalah kunci keberhasilan dari sukses program bayi tabung.

See you di next #curcolyukmoms!