Covid 19 · Ibu Menyusui

Sempat Terkena Covid19 dan Menyusui Kembar Apakah Aman? Tips Menyusui Saat Positif Covid19

Hai moms kembali lagi sama mami di sesi #CurcolYukMoms. Kemaren ini mami sempat terinfeksi Covid19 sekeluarga, yaitu mami, daddy, cece dan uwi. Jadi yang pertama kali terinfeksi adalah suami mami, dia tiba-tiba panas dingin mami kira cuma demam biasa, jadi mami merawat suami selama 1 hari tanpa masker. Karena kita mikir nggak mungkin banget suami kena Covid19, secara kita sekeluarga selama 2 bulan full #dirumahaja nggak kemana-mana. 4 hari setelah suami positif, mami juga terinfeksi Covid19.

Pertama-tama, yang mami rasakan 1 hari setelah terinfeksi mami masih seperti biasa aja, aktivitas masih normal. Di hari kedua suara mulai serak, tapi mami pikir seharusnya itu bukan masalah karena selama ini mami selalu stimulasi si Kembar dengan nyanyi selama 1 jam untuk masing-masing anak, non stop setiap hari. Belum lagi harus ngonten.

Di hari ketiga ketika sore hari, mami mulai batuk kering. Pas anak sedang berenang, tiba-tiba 1 badan kayak pegal semua apalagi tangan dan kaki, lemas. Setelah mompa ASI rasanya mami ingin tiduran lagi aja. Habis itu mami coba untuk olahraga dan tes antigen. Sebenarnya tes antigen ini sejak hari pertama suami positif sampai hari ke-3 pada malam harinya, masih negatif. Nah tapi pada saat malam hari di hari ketiga itu sekitar jam 9, panas mami itu sampai 38º. Tapi tetap, mami masih berpikir bahwa itu cuma sakit biasa karena kecapekan ditambah kan suami sakit, sempat kepikiran juga kan.

Di hari kelima mami tes antigen lagi dan hasilnya positif. Mami langsung mengurung diri di kamar lantai 4 dan PCR dan hasilnya positif 20.38 CT nya. Yang mami rasakan di hari pertama positif Covid19, batuknya mulai berdahak, panasnya 38º-39º terus nggak turun-turun sampai malam. Hari kedua tenggorokan mami sakit banget, nggak bisa nelan, panasnya 39º-40º, ditambah diare. Tapi diarenya di malam hari udah mulai hilang, cuma batuknya terus menerus.

Di hari ketiga positif Covid19 dahak mami keluar darah, sulit menelannya sudah lebih mendingan ya moms, diare sudah nggak, badan juga lebih fit dari kemaren. Di hari keempat mami positif Covid19 yang mami rasakan kepala sakit banget, tidurnya enak, di pagi harinya sudah segar, batuknya sudah mendingan, menelannya sudah enak banget.

Kemudian 3 hari setelahnya Louisse dan Loewy terinfeksi Covid19. Jadi di hari kelima mami positif Covid19, Louisse dan Loewy positif Covid19 juga. Setelah dites hasil CT Louisse 14, yang dirasakan Louisse adalah badannya panas, pusing, muntah, batuk dan bersin-bersin. Kalau Loewy positif dengan CT 37, dan tinggal 2 poin sekian sudah sembuh, nggak ada demam dan lain-lain. Di hari kelima ini mami sudah lebih segar lagi batuk sudah hampir nggak ada.

Sempat mami kepikiran, menyusui baby kita saat kita sendiri sedang positif Covid19 itu aman nggak? Di 2 hari awal positif itu langsung drop dan mami nggak menyusui sama sekali, alhasil ASI mami seret banget padahal stok ASI untuk si Kembar udah menipis. Akhirnya mami konsultasi dengan salah satu doker di Singapura, mami disarankan untuk tetap memberikan ASI tapi ada aturannya nggak boleh sembarangan.

Aturan memberikan ASI saat positif Covid19

  1. Sering mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, dan selalu bawa alkohol ketika keluar kamar isolasi
  2. Mandi yang bersih agar badan steril dari virus/bakteri
  3. Gunakan baju bersih setelah mandi, jangan gunakan baju yang telah dipakai tidur
  4. Gunakan masker 2 lapis
  5. Jangan terlalu lama bersama baby
  6. Jangan mencium baby
  7. Setelah menggunakan ruangan menyusui semprot dengan alkohol agar steril kembali
  8. Kalau untuk memompa susu, juga sama aja ya moms. Sebelum peralatan memompa digunakan semprot peralatan tersebut dengan alkohol agar steril

Nah itu dia aturan dalam memberikan ASI ketika kita sedang positif Covid19 moms. Jadi nggak ada salahnya kita tetap memberikan ASI pada baby karena ASI adalah perlindungan utama untuk bayi kita agar imunnya lebih kuat dan lebih kebal, dan itu sudah terbukti pada mami, setelah 3 minggu mami terinfeksi Covid19 mami tetap menyusui si Kembar dan alhasil mereka sama sekali tidak terinfeksi Covid19 dan sehat. Tapi kalau sampai gejala yang kita alami sangat parah, lebih baik stop dulu ya moms, kalau gejalanya sudah ringan baru kita mulai menyusui baby kita lagi.

Fakta-Fakta · Ibu Menyusui

Apakah Ibu Menyusui Boleh Minum Air Es?

Halo para ibu menyusui, mungkin kalian sering banget dengar pertanyaan ibu menyusui boleh nggak sih minum air dingin? Bahkan mama mami sendiri mengatakan kalau lagi menyusui baby jangan minum air dingin atau air es nanti yang ada bisa bikin ASI jadi dingin dan baby minum ASI dingin, itu akan menyebabkan baby kita gampang terkena flu dan pilek. So buat ibu menyusui kalau nggak mau babynya flu atau pilek jangan pernah minum air dingin ini mitos atau fakta sih moms? Jawabannya adalah mitos

Jadi moms menurut laman thehealthsite bahwa sampai hari ini tidak ada penelitian yang mengatakan ibu menyusui tidak boleh minum air dingin atau air es karena bisa menyebabkan flu atau pilek pada baby. Soalnya flu atau pilek itu hanya bisa ditularkan melalui infeksi virus. Flu dan pilek nggak bisa ditularkan melalui ASI.

Untuk busui yang sedang flu atau pilek masih tetap bisa menyusui baby karena pada saat kita flu dan pilek kita memberikan ASI ke baby kita, baby nggak akan tertular. Flu dan pilek bisa ditularkan melalui cairan tubuh. Misalnya kita bersin dan batuk di depan anak saat kita menyusui otomatis cairan itu kena ke baby maka bisa menularkan flu dan pilek ke baby.

Walaupun kita sedang flu atau pilek ASI yang keluar itu akan tetap hangat, ASI memiliki anti body yang sangat bagus untuk melindungi baby dari infeksi atau virus dan tentunya ketika kita flu dan pilek komposisi ASI nggak akan berubah sama sekali.

Mau kita minum air dingin, hangat, panas semuanya itu nggak akan mempengaruhi ASI dan tidak akan mengubah komposisi ASI. Kita boleh makan dan minum apapun, tidak ada larangan untuk ibu menyusui. Tapi ingat ya moms sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi alangkah baiknya kita makan dan minum sewajarnya saja dan tetap harus jaga kesehatan.

Ibu Menyusui

Cara Menghangatkan ASI Perah Agar Kualitas Tetap Terjaga

Menyusui adalah masa yang menyenangkan untuk para ibu di dunia termasuk mami sendiri yang sekarang lagi bertempur untuk mendapatkan ASI yang cukup untuk baby kembar mami. Menyusui, memerah ASI, menyimpan ASI dan menghangatkan ASI adalah rutinitas yang nggak bakal terpisahkan. Nah pada hari ini mami akan sharing bagaimana cara untuk menghangatkan ASI yang benar agar ASI tidak rusak.

Sering sekali ibu di luar sana bahkan mami sendiri salah dalam menghangatkan ASI. Ketika anak pertama, mami pernah hangatkan ASI beku dari freezer pakai air shower panas di kamar mandi langsung biar cepat cair dan taruh di botol susu, dan cara ini salah banget. Bahkan mami juga pernah ASI yang dari freezer mami hangatkan dengan cara taruh di panci, masak dengan air mendidih dan itu juga cara yang salah.

Kalau kita salah dalam menghangatkan ASI yang ada kasihan babynya minum ASI nggak ada manfaatnya, minum ASI yang rusak. Nah maka dari itu mami akan berbagi tips menghangatkan ASI dengan benar berikut ini.

1. Pencairan

Pencairan ini dibagi menjadi 2 metode yaitu pencairan di dalam kulkas dan pencairan di bawah air yang mengalir. Untuk cara pencairan di dalam kulkas caranya mami ambil ASIP yang di freezer lalu taruh di bagian pintu kulkas karena suhunya lebih hangat, diamkan selama 8 jam. Jika tidak segera digunakan, ambil ASI yang ada di pintu kulkas dan taruh ASI ke bagian dalam kulkas karena suhunya lebih dingin sehingga bisa menjaga ASI agar tidak cepat rusak.

Cara di atas itu cukup memakan waktu ya moms, nah sering kali kita lagi buru-buru mau pakai ASI nggak mungkin pakai cara pertama tadi dong? Nah cara kedua ini adalah kita mencairkan ASI beku di bawah air yang mengalir. Air yang mengalir itu suhunya harus lebih dingin dibanding suhu ruangan ya. Aliri ASI sekitar 5-10 menit. Oh iya moms jangan menghangatkan ASI ketika masih ada gumpalan beku, pastikan ASI nya sudah mencair.

Yang perlu diingat, setelah ASI sudah dicairkan kita hanya memiliki waktu maksimal 5 hari sampai ASI harus digunakan. Jangan digunakan lebih dari 5 hari. Lalu biasanya akan ada gumpalan di bagian atas ASI, cara mengatasinya kita tuang ke botol kemudian kita kocok, kalau sudah menyatu itu ASI masih bagus digunakan. Tapi kalau gumpalan tersebut saat dikocok tidak menyatu, sudah berbau bahkan bayi menolak berarti ASI sudah rusak dan tidak bisa dipakai.

2. Menghangatkan

Menghangatkan ini juga ada 2 metode yaitu metode konvensional dan metode warmer bottle. Cara konvensional adalah dengan kita merebus air tapi jangan sampai mendidih. Kemudian pindahkan air panas ke mangkok dan taruh botol susu yang sudah kita isi ASI yang sudah cair. Diamkan kurang lebih 2-3 menit sampai suhu air susu sudah hangat dan siap diberikan ke baby. Kalian juga bisa menggunakan air dari dispenser moms untuk menghangatkan.

Nah itu dia cara untuk menghangatkan ASI beku. Gampang kan caranya moms?

Nah selain cara menghangatkan ASI yang beku dengan benar, mami juga mau berbagi tips penting, yaitu :

  1. Pastikan suhu ASI dalam botol pas dengan cara tuangkan ASI ke tangan kita
  2. Jangan gunakan microwave untuk menghangatkan ASI karena hanya akan memunculkan titik-titik panas di permukaan susu dan bisa membakar mulut baby. Selain itu menghangatkan ASI dengan microwave bisa mematikan sel imun dalam ASI yang bisa melawan penyakit di dalam tubuh
  3. Jangan panaskan ASI dengan air mendidih
  4. ASI yang kita simpan di freezer dan tidak menyatu dengan makanan lain bisa bertahan 6-12 bulan, tapi kalau kita menggunakan kulkas biasa yang menyatu dengan makanan lain seperti daging, es krim itu hanya akan bertahan selama 3 bulan
  5. Tanda ASI basi dengan cara kita lihat kalau sampai ada gumpalan ASI yang di bagian atas lalu kita kocok dan tidak menyatu itu artinya ASI sudah basi, atau kita bisa cium dari baunya. Bisa juga ketika kita kasih ASI nya ke baby dan baby menolak itu artinya ASI sudah basi
  6. ASI yang dari beku lalu dicairkan di kulkas biasa tidak boleh dibekukan kembali karena hanya akan membuat kualitas ASI jadi buruk

Nah itu dia cara menghangatkan ASI yang benar dan beberapa tips penting mengenai cara menghangatkan ASI, jangan sampai salah ya moms.

Ibu Menyusui

6 Posisi Menyusui yang Benar dan Nyaman Bagi Ibu Juga Bayi

Menyusui adalah momen yang akan kita lakukan setelah melahirkan. Menyusui juga merupakan tanda cinta dari orangtua ke anak. Tapi sering kali menyusui itu tidak semudah yang dipikirkan, ketika menyusui terkadang kita menemui banyak kesulitan salah satunya masalah perlekatan.

Dengan kita memiliki posisi menyusui yang benar, otomatis produksi ASI kita akan melimpah, lancar, baby kita perlekatannya juga bagus, akan menghindari kita dari masalah seperti nyeri pinggang atau sakit punggung. Berikut mami akan berikan beberapa posisi menyusui yang nyaman untuk ibu dan anak.

6 posisi menyusui yang benar untuk ibu dan anak :

1. Laid Back Breastfeeding

Laid back breastfeeding atau posisi bersandar ini adalah posisi menyusui yang paling umum ya moms. Caranya :

  • Biasanya kita akan menyandarkan bantal ke tembok di belakang kita atau kursi
  • Angkat baby kita, pastikan perut dia ada di bawah dada kita
  • Pastikan kepala baby sejajar dengan dada kita
  • Ingat leher jangan tertekuk dan hidung bayi jangan tertekan

2. Cradle Hold

Kita akan menggunakan salah satu tangan untuk menopang badan baby kita sehingga proses menyusui menjadi nyaman. Kalau kita menopang baby dengan tangan kanan maka kita akan menyusui baby di payudara bagian kanan begitupun sebaliknya. Caranya :

  • Coba gunakan bantal menyusui atau alas yang empuk lainnya untuk lebih meringankan beban di tangan moms saat menopang bayi
  • Miringkan baby kita menghadap ke kita, perut baby ada di bawah dada kita, kepala bayi sejajar di dada kita
  • Pastikan hidung bayi tidak tertekan

3. Cross Cradle Hold

Posisi menyusui ini hampir sama dengan Cradle Hold cuma bedanya Cross Cradle Hold ini ketika kita menyusui baby kita menggunakan payudara kiri maka tangan yang akan menopang adalah sebelah kanan. Kalau kita menyusui baby menggunakan payudara sebelah kiri maka tangan yang akan menopang adalah tangan sebelah kiri. Posisi ini bisa membantu kita untuk melihat dan mengontrol perlekatan baby apakah sudah benar atau belum. Caranya :

  • Angkat baby, punggung dan leher sejajar
  • Lalu ketika ingin menyusui menggunakan payudara sebelah kiri, gunakan tangan kanan masuk selangkangan baby untuk mengangkat punggung baby lebih tinggi.
  • Biarkan tubuh baby tertopang di lengan kanan kita yang tertekuk
  • Mulai menyusui

4. Side-Lying

Posisi berbaring. Posisi ini adalah posisi yang paling favorit, mami sendiri suka sekali dengan posisi ini. Jadi biasanya direkomen untuk kita yang terlalu lelah atau setelah melakukan operasi sesar. Caranya :

  • Kita berbaring miring menghadap ke posisi yang kita inginkan
  • Lalu tidurkan baby kita dan miringkan tubuh baby menghadap ke kita
  • Dorong sedikit punggungnya ke arah kita agar dia menyusu dengan baik

5. Sitting Baby

Posisi bayi duduk. Sama dengan namanya, jadi posisi ini adalah ketika kita menyusui dengan baby dalam keadaan duduk. Tapi pastikan baby kita sudah mahir duduk sendiri kalau nggak kita bisa gunakan tangan kita sebagai sandaran baby. Caranya :

  • Kalau kita mau menyusui di payudara kiri, hadapkan baby ke sebelah kiri juga
  • Lalu dudukkan baby
  • Pastikan leher dan punggung sejajar

6. Football Hold atau Clutch Hold

Posisi menyusui ini adalah kita akan mengapit tubuh baby kita di salah satu lengan kita. Sama seperti ketika pemain bola menggenggam bola di antara tubuh dan lengannya. Posisi ini pas banget untuk ibu yang memiliki riwayat operasi sesar biar nggak membebani perut kita atau untuk baby kembar caranya :

  • Posisikan tubuh baby berada di antara tubuh dan tangan kita
  • Gunakan 1 tangan untuk menopang tubuh baby kita
  • Mulai menyusui

Itu dia 6 posisi menyusui yang nyaman dan direkomendasikan. Posisi menyusui mana nih yang jadi favorit moms?

Ibu Menyusui

8 Faktor Ibu Menyerah Memberikan ASI Eksklusif ke Anak

Nah moms sebelum mommy sharing tentang alasan seorang ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya, yang seperti kita ketahui seorang bayi yang baru lahir ke dunia makanan satu-satunya adalah ASI. ASI telah ditetapkan oleh WHO sebagai asupan yang wajib diberikan oleh ibu kepada anak dan minimal pemberian ASI Eksklusif ini sampai anak berumur 6 bulan.

Menurut catatan WHO sampai tahun 2019 untuk pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan berturut-turut pada bayi itu baru mencapai 35%. Padahal dari WHO saja minimal harus mencapai target 50% seorang ibu memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Kalau bisa sampai 1 tahun lebih baik lagi dan kalau bisa 2 tahun lebih hebat lagi. Kalau mommy sendiri, saat baby Louisse Scarlett sampai umur 8 bulan dan untuk baby Loewy juga sudah lewat dari 6 bulan mommy berikan ASI Eksklusif.

Apa saja sih faktor-faktor yang membuat seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI kepada anaknya? Berikut ada 8 faktor versi mommy :

1. Mitos Air Susu Tidak Cukup

Ini yang paling sering banget dihadapi oleh para ibu pejuang ASI. Enggak usah jauh-jauh, mommy sendiri pas mommy baru jadi new mommy, sempat berpikir ini ASI cukup enggak ya, kok babynya nangis mulu, kok pas dipompa cuma 10ml. Jadi beberapa faktor tentang ASI enggak cukup ini memang sangat banyak dialami oleh semua ibu terutama new mommy. Bahkan enggak cuma new mommy, mommy sendiri yang baru melahirkan baby Loewy (anak kedua) itu juga mengalami hal tersebut. Walaupun sudah punya pengalaman menyusui sebelumnya cuma tetap masalah mitos ASI enggak mencukupi masih menghantui mommy.

Padahal sebenarnya mitos ASI enggak cukup itu salah, kenapa? ASI yang keluar itu sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh baby kita. Baby kita baru lahir dan ASI yang diterima baby kita juga enggak boleh terlalu banyak. Kalau terlalu banyak nanti juga enggak bagus. Jadi berapapun yang keluar dari payudara kita, ASI yang kita hasilkan sudah cukup.

Kalau misalnya baru awal-awal lahiran itu wajar kalau ASI nya masih sedikit. Nah lama kelamaan dirangsang dengan direct breastfeeding atau pompa setiap 2 jam sekali, lama kelamaan ASI kalian sudah banyak banget dan mommy mengalami itu di 2 baby mommy. Memang namanya baru lahiran pasti merasa panik dan takut karena baby kita nangis terus tapi sebagai seorang mommy kita harus tenang dan kita harus cek dulu sebenarnya baby kita ini membutuhkan berapa banyak ASI dan apakah cukup atau enggak.

Kalau versi mommy waktu baby Louisse lahir mommy kasih ke baby Louisse direct breastfeeding 1 jam sekali saat dia newborn sampai umur 1 bulan. Di umur dia sudah 2 bulan mommy cuma kasih dia 30ml ASI dan itu per 1 jam sekali, jadi itu dikondisikan. Dan dari yang awalnya ASI mommy itu sedikit banget, dipompa 5ml aja sudah bagus banget, enggak sampai berapa bulan mommy itu bisa stok ASI 1 kulkas dan ujung-ujungnya banyak ASI yang harus dibuang karena sudah terlalu lama.

Mommy akhirnya lebih milih untuk direct breastfeeding ke baby Louisse daripada pakai ASI yang ada di freezer. See, it works. Jadi enggak usah takut soal ASI yang enggak cukup. Percayalah ASI yang kalian hasilkan itu cukup, terus menerus rangsang ASI kalian dengan direct breastfeeding dan pompa, dijamin ASInya bakal banyak banget.

2. Penggunaan Obat atau Penyakit Menular

Kalau untuk faktor yang kedua ini biasanya dari ibunya sendiri ya. Anggap seorang ibu itu tetap bisa mengeluarkan ASI tapi dia tidak bisa memberikan ASI yang dihasilkan dari payudaranya itu karena mungkin dia sedang konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia yang kurang baik. Karena seperti yang kita tahu obat-obatan apa saja yang kita makan masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi kualitas ASI dan itu juga akan tercampur dalam ASI.

Jadi dokter saja sudah menyarankan kalau bisa jangan sampai mengonsumsi obat-obatan saat sedang menyusui karena obat itu akan mempengaruhi ASI yang diberikan. Walaupun sampai makan obat, minimal seorang ibu itu harus tidak menyusui selama 24 jam atau ASI yang dikeluarkan harus dibuang langsung jangan disimpan.

Bagaimana kalau penyakit menular? Biasa kalau penyakit menular ini kayak seorang ibu mengidap AIDS atau HIV dan lain sebagainya sehingga membuat seorang ibu itu tidak bisa menyusui karena kenapa? Dengan kita menyusui padahal kita sedang ada penyakit menular, penyakit menular yang kita derita itu bisa menular ke anak kita. Jadi mau enggak mau enggak bisa menyusui.

3. Kondisi Bayi

Biasanya kondisi bayi ini terlahir dengan prematur, bibir sumbing, ada kelainan di bagian bibirnya, ada kelainan di bagian saluran pencernaannya yang mengakibatkan seorang baby itu sulit untuk menyusu. Tapi moms, yakin deh walaupun baby kita terlahir dalam keadaan yang mungkin agak sulit untuk menyusui tapi dengan tekat yang kuat dari seorang ibu untuk memberikan ASI yang dia punya kepada anaknya pasti akan berhasil dalam proses menyusui.

4. Kurang Support

Ini adalah faktor yang dialami oleh semua orang. Mommy sendiri mengalaminya dari baby Louisse sampai baby Loewy, support untuk memberikan ASI Eksklusif dari orangtua, mertua bahkan dari suami aja itu enggak ada. Kenapa? Jadi namanya kita baru lahiran ya moms untuk langsung keluar ASI itu belum tentu semua ibu bisa mengalaminya dan itu mommy sendiri juga merasakan.

Di kelahiran baby Louisse dan baby Loewy mommy baru bisa keluar ASI di hari ke-3 dan itu sedikit banget. Sampai-sampai kedua baby mommy itu enggak minum ASI sama sekali selama 3 hari. Dan kata dokter fine-fine aja, cuma masalahnya mertua, orangtua, suami bahkan teman-teman komentar terus kalau baby nangis, kasihan dan menyuruh mommy untuk memberikan susu formula saja.

Kita itu lagi berjuang untuk mengeluarkan ASI, tapi dari orang-orang sekeliling enggak mendukung kita sama sekali bahkan menganjurkan untuk memberikan susu formula saja. Sampai mama mommy juga bilang bahwa mommy itu dulu dari lahir dikasih susu formula dan enggak ada masalah sampai sekarang.

Nah jadi untuk soal support dari orang terdekat itu sangat penting, kalau sampai tidak ada support dari orang terdekat dan mereka malah menyarankan kita untuk memberikan susu formula pada bayi kita, ini menjadi faktor sangat utama kenapa ibu-ibu menyerah untuk memberikan ASI Eksklusif padahal dokter, suster semuanya pada support, tapi kalau misalnya orang-orang penting di sekeliling kita enggak supoort gimana ya rasanya?

5. Kondisi Fisik Ibu

Jadi ada beberapa ibu, sebenarnya enggak perlu bilang new mommy ya karena bahkan mommy sendiri sudah punya anak kedua aja punya kondisi dimana mommy hampir baby blues, kenapa? Yang pertama pas baby Louisse mommy sempat baby blues, mommy merasakan kelelahan, secara mommy enggak punya suster dan mommy bukannya enggak mau hire cuma mommy pengen merasakan gimana menjadi seorang ibu dan itu benar-benar capek banget.

Kondisi kecapekan ini membuat seorang ibu bisa sampai mengalami yang namanya baby blues. Kalau kondisi seorang ibu itu fisiknya sudah mulai capek, lelah, terus baby blues itu menjadi salah satu faktor juga seorang ibu tidak mau memberikan ASI pada anaknya. Secara kalau sudah baby blues, dia sudah enggak mau dekat sama babynya kalau bisa babynya jauh-jauh. Dengar suara tangis baby itu sebel banget moms apalagi harus menyusui.

6. Ibu Bekerja

Seorang ibu yang bekerja memang hebat banget. Mommy sih juga kerja cuma memang pas mommy lagi menyusui mommy lebih banyak di rumah. Nah untuk ibu-ibu yang bekerja di kantor bagaimana? Jadi ini memang salah satu faktor juga yang membuat para ibu itu menyerah padahal sebenarnya walaupun seorang ibu itu bekerja mereka juga bisa memompa ASI mereka di kantor, karena kan jaman sekarang sudah ada cooler box kemana-mana bawa cooler box.

Mommy aja kalau keluar ketemu klien bawa cooler box, jadi mommy pompa dan ASInya mommy taruh di cooler box, itu bisa tahan 8-10 jam di luar dan cukup. Setelah 8-10 jam bawa ke rumah tinggal masukin ke freezer atau langsung kasih anak yang sebelumnya sudah dihangatkan dulu. Jadi itu balik lagi ke ibunya apakah ibu itu mau repot atau enggak. Tapi memang saking ibu itu bekerja terlalu repot jadi lupa untuk pompa akhirnya yaudah deh dikasih formula atau mungkin karena ibu itu bekerja belum sempat stok ASI dan langsung kerja, otomatis ASI yang di rumah itu kurang, jadi akhirnya nyerah memberikan ASI.

7. Tidak Disiplin untuk Pompa

Ini mommy alami di baby Loewy, jadi setelah mommy punya anak yang kedua mommy agak malas pompa, capek. Ya wajar ya mommy di anak pertama dan kedua ini jaraknya cuma 2 tahun belum selesai 1 tahun sudah harus pompa lagi, menyusui lagi, jadi capek banget. Jadi untuk pompa lagi, mengulang bangun subuh-subuh tiap 2 jam sekali pompa itu capek banget. Karena kita enggak disiplin pompa ASI otomatis ASI kita jadi berkurang, padahal lama kelamaan yang dibutuhkan oleh baby kita semakin dia besar semakin banyak kan, otomatis jadinya kurang. Ini menjadi salah satu faktor ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif dan akhirnya memberikan susu formula.

8. Ibu Terlalu Lelah

Kalau untuk stres, beban pikiran dan lain-lain itu mommy alami karena pada saat menyusui baby Loewy ini mommy mengalami masalah yang luar biasa yaitu tentang penipuan. Jadi mommy itu hampir setiap minggu ke Polda untuk mengurus kasus penipuan otomatis fisik mommy capek, mommy juga lelah, stres dan benar itu pengaruh banget sama ASI kita, ASI mommy itu jadi kurang karena seperti yang kita tahu sendiri untuk bisa menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik dan banyak pun kita harus dalam kondisi yang happy. Tapi ketika kita ada di kondisi yang enggak membuat happy, mikirin masalah-masalah lain itu menjadi salah satu faktor utama juga seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI.

Nah untuk para ibu ayo semangat untuk memberikan ASI ke anak kita karena ASI adalah salah satu ungkapan sayang kita kepada anak dan memang seorang anak yang diberikan ASI Eksklusif apalagi selama 6 bulan berturut-turut itu biasanya jauh lebih sehat, lebih pintar dan memang ASI yang diberikan kepada anak kita itu lebih mudah untuk dicerna si baby. Semangat mengASIhi!

Beauty · Ibu Menyusui

Tips Tetap Modis dan Cantik Selama Menyusui

Hai moms, kali ini mommy akan sharing sedikit tentang bagaimana tetap cantik, modis dan fashionable selama menyusui. Kenapa? Karena kita tahu sendiri moms dari jaman dahulu kala hingga sekarang yang namanya perempuan yang sudah hamil, sudah melahirkan bahkan sedang dalam tahap menyusui, itu mereka bagaikan dalam kurungan sel penjara. Bedanya kalau di penjara itu pakai baju penjara kalau kita yang di rumah kerjaannya pakai daster, rambut acak-acakan, muka no make up, lesu, letih dan kumal gitu. Benar enggak moms? Untuk tampil yang cantik dan modis itu seperti enggak mungkin banget moms apalagi dalam tahap menyusui.

Nah dalam kesempatan kali ini mommy akan berbagi tips bagaimana untuk tetap cantik, modis dan fashionable selama menyusui. Apa tipsnya?

1. Ubah ritual / kebiasaan make up dan menata rambut

Selama menyusui kita harus ubah jam make up nya. Bagaimana mengubahnya? Mengubahnya adalah dengan make up hanya selama 5 menit. Jadi bagaimanapun caranya harus sudah beres selama 5 menit. Kalau mommy cuma pakai pelembab, BB krim, bedak, blush on, eye shadow, scot mata, bulu mata palsu dan terakhir pakai skin perfector. Setelah sudah selesai dengan make up, lalu tata rambutnya. Kalau mommy tata rambutnya sudah enggak bisa yang namanya catokan ya moms, karena belum juga selesai catok rambut si Kecil pasti sudah nangis yang ada rambut tidak selesai ditata. Jadi cara mommy adalah menggunakan hair clip, enggak sampai 1 menit juga sudah selesai.

2. Sering merawat kulit

Waktu kita di rumah, sebisa mungkin perbanyak istirahat, minum air putih yang cukup, kalau bibir kita kering pakai pelembab bibir. Dan kalau mommy biasakan setiap malam mommy maskeran agar kulit mommy kencang.

3. Pompa ASI sebelum pergi

Mommy sebelum pergi biasanya akan menyusui baby mommy dulu, setelah baby mommy kenyang, payudara yang satunya mommy akan pompa. Jadi nanti ketika baby mommy lapar lagi, mommy tinggal ambil ASI yang sudah dipompa yang disimpan di dalam cooler. Jadi walaupun kita bepergian kita tetap modis karena enggak perlu menyusui di tempat umum dan enggak perlu ribet-ribet ya moms.

4. Pergunakan baju yang mempunyai resleting dan kain menyusui yang menutup sampai belakang

Bagi moms yang selalu menginginkan untuk direct breastfeeding, mommy punya tips yaitu gunakan baju yang ada resletingnya dan bawa kain menyusui agar ketika sewaktu-waktu si Kecil lapar dan haus kita bisa langsung menyusui si Kecil dimanapun dan kapanpun.

Sekian tips dari mommy tentang tips tetap cantik dan modis selama menyusui, semoga bermanfaat.

Uncategorized

Ibu Menyusui Dilarang Minum Ini, Kenapa?

Dari dulu mommy itu paling menghindari yang namanya kopi. Dari jaman baru ada Louisse, mommy enggak pernah minum kopi sama sekali. Nah pas sekarang ini banyak banget kopi kekinian, mommy jadi ngiler dan temen mommy bilang minum aja kopinya enggak strong. Akhirnya mommy minum kopi deh dan ketagihan. Memang habis minum kopi yang kayaknya kafeinnya sedikit banget mommy bisa tidur.

Nah karena mommy merasa enak banget itu minum kopi, akhirnya mommy beli lagi yang ice coffe moccacino macchiato yang mana kopinya strong banget. Setelah mommy minum itu malamnya mommy enggak bisa tidur, Loewy juga susah tidur. Soalnya kenapa? Mommy kan minum kopi kurang lebih jam 5 sore, dan baby Loewy menyusu jam 6 sore dan seperti enggak mau berhenti menyusu, kalau dilepas malah rewel jadi baby Loewy konsumsi ASInya juga lumayan banyak. Selain itu dia banyak anginnya di perut, dia kolik moms. Pas jam 11 malam mommy mau tidur dan menidurkan Loewy juga, mommy berpikir lagi apa karena kopi, ASI mommy jadi ada kafeinnya otomatis kena ke baby Loewy dan kita berdua enggak bisa tidur?

Setelah mommy cek, jadi yang namanya kopi itu boleh diminum ibu menyusui asal masih dalam takaran yang wajar. Cuma bagi kalian yang mungkin enggak kuat sama kafein disarankan tidak boleh mengonsumsi kafein sama sekali, karena bisa mengakibatkan beberapa hal yang tidak kita inginkan.

Akibat mengonsumsi kafein

Untuk ibu menyusui

1. Susah tidur dan produksi ASI berkurang

Kalau mommy sendiri yang kurang tidur, mommy akan buang-buang air. Dengan buang-buang air terus itu akan membuang cairan dalam tubuh. Padahal ibu menyusui itu sangat butuh cairan untuk memproduksi ASI.

2. Jantung berdebar-debar

Dan lagi jantung mommy berdebar-debar, enggak enak banget moms rasanya.

3. ASI susah keluar

Dan yang mommy ngerasain nih, ASI mommy yang pagi-pagi mau pompa susah banget keluarnya. Pas mommy cek di internet, ternyata ada pengaruh dari kafein itu. Kafein bisa membuat peredaran darah tersumbat. Untuk ibu menyusui ini merupakan kabar buruk karena dapat menyebabkan ASI susah keluar.

Untuk bayi

Sedangkan untuk baby kita sendiri, baby kita jadi susah tidur, rewel dan kolik. Memang dari awal, Loewy itu mudah sekali kolik, karena mommy konsumsi kafein makin parah. Biasanya kolik sehari sekali, setelah mommy konsumsi kafein bisa sampai 4-5x moms.

Menurut mommy efeknya kurang bagus banget kopi ini untuk ibu menyusui. Dan jangan salah moms, kafein itu terkandung di berbagai minuman dan makanan lho. Jadi, selain kopi kafein ada juga di teh, minuman berenergi, bahkan coklat. Jadi disarankan sekali khususnya untuk ibu menyusui jangan mengonsumsi kafein sama sekali. Kalau memang moms coffeeholic banget, chocolate lover, tea lover, pokoknya caffein lover boleh konsumsi kafein kalau kalian kuat. Mungkin untuk tubuh kalian enggak pengaruh sama sekali, tapi untuk si Kecil bagaimana? Kan dia minum ASI dari apa yang kita konsumsi.

Bahkan dikatakan oleh para peneliti bahwa seorang baby yang berusia kurang dari 1 bulan apabila mengonsumsi ASI dari ibunya yang sudah mengonsumsi kafein, baby membutuhkan waktu 4 hari untuk membuang kafein yang ada di dalam tubuhnya. Kasihan kan.

Nah jadi coba dipikirkan ulang kalau kita masih mau konsumsi kafein. Kalau mau konsumsi kafein itu boleh asalkan masih dalam batas yang wajar yaitu 200mg per harinya. Dan boleh juga mencari alternatif seperti dari kopi yang strong banget diganti ke kopi instan yang enggak terlalu strong, yang suka dark chocolate bisa diganti ke white chocolate yang cocoanya enggak terlalu banyak, yang suka teh jangan merendam teh terlalu lama cukup sampai warnanya sudah agak coklat aja, karena makin lama kita seduh otomatis kita semakin banyak mengonsumsi kafein yang terkandung dalam teh tersebut.