Ibu Menyusui · Pregnancy

Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil Lagi?

Pernah nggak sih kalian lihat di sekeliling kalian, baru juga lahiran dan menyusui anaknya 2-3 bulan sudah hamil lagi? Ini kejadian yang nggak jarang banget terjadi, bahkan teman dan saudara mami mengalami hal tersebut, babynya baru berusia 3-4 bulan sudah hamil lagi.

Banyak sekali ibu-ibu yang berpikir kalau kita sedang menyusui nggak mungkin yang namanya hamil lagi, karena pasalnya menyusui adalah salah satu KB alami yang efektivitasnya antara 98-99.5% dalam mencegah kehamilan karena kita memberikan ASI eksklusif atau biasa yang disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method). Tapi ternyata moms, kita bisa hamil lagi saat menyusui walaupun persentasenya kecil loh.

Ibu menyusui bisa hamil lagi kalau memiliki ciri-ciri :

  1. Ibu yang tidak kunjung mendapatkan haid selama berbulan-bulan setelah persalinan
  2. Bayi berusia di atas 6 bulan
  3. Bayi menyusui secara langsung siang dan malam
  4. Biasanya bisa kelihatan kalau frekuensi menyusu si bayi sudah menurun, nah pada saat itu ibu akan masuk pada masa subur.

Jadi dalam penelitian ada persentasenya ibu menyusui itu bisa hamil lagi, yaitu :

  • Ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 3 bulan 0% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia 3-6 bulan 2% hamilnya
  • Ibu menyusui dengan bayi usia di atas 6 bulan 6% hamilnya

Nah dari tadi kan kita membicarakan ibu menyusui secara langsung, bagaimana kalau ibu menyusui yang memompa ASI dan memberikan ASI nya lewat botol dot? Menurut penelitian ibu yang memerah ASI persentase hamil lagi meningkat sampai 5.2%.

Ciri-ciri ibu menyusui hamil lagi

1. Berat badan turun drastis

Saat kita menyusui dan hamil lagi biasanya berat badan kita akan turun drastis, karena biasanya pada saat hamil kita akan mengalami morning sickness sehingga dengan kondisi seperti ini, ibu menyusui dan hamil lagi akan kekurangan nutrisi. Padahal sebenarnya pada saat kita menyusui kita sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena pada saat kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup produksi ASI akan melimpah dan berkualitas. Bila asupan nutrisinya nggak cukup otomatis ASI akan encer dan tidak berkualitas.

2. Kontraksi

Pada saat kita menyusui lalu tiba-tiba kita merasakan perut kontraksi, hati-hati bisa jadi kalian hamil. Ketika kita menyusui ada hormon oksitosin yang diperlukan saat menyusui dan hormon ini bisa membuat kontraksi kalau sampai kita hamil lagi.

3. Terlalu lelah

Menyusui aja sudah cukup lelah ya moms, apalagi kalau ditambah kita hamil lagi pasti akan sangat lelah. Ini biasanya akan dirasakan oleh ibu menyusui yang hamil lagi mulai usia kandungan 3 bulanan.

4. Produksi ASI berkurang drastis

Ini adalah yang paling kelihatan ya moms, biasanya kita mompa bisa dapat 200cc tiba-tiba langsung drop jadi 100cc, ini merupakan ciri-ciri utama kita hamil lagi moms. Kita bisa lihat kalau kita nggak mompa dan menyusui langsung, baby kita akan terus merasa lapar walaupun sudah kita susui terus menerus.

5. Selalu haus

Ibu yang menyusui dan hamil lagi sepanjang hari akan haus terus karena ketika kita menyusui aja membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI, kalau misalnya asupan nutrisi kita untuk menyusui aja terus menerus harus kita tambah dan lagi sedang hamil yang biasanya kalau hamil kepanasan, gerah maka itu akan membuat kita sepanjang hari merasa haus.

6. Payudara timbul benjolan

Kehamilan pada ibu menyusui akan memicu timbulnya benjolan di payudara. Biasanya benjolan di payudara kita akan muncul di bagian saluran susu yang membuat saluran ASI kita tersumbat yang biasa disebut galaktokel dan biasanya benjolan ini juga disebut dengan kista karena ini memiliki cairan dan jaringan yang berserat yang disebut fibroadenoma.

7. Anemia

Ibu menyusui hamil lagi akan membuat sel darah merah berkurang secara drastis dan inilah yang akan membuat ibu menyusui hamil lagi akan mengalami anemia.

Aman nggak sih sebenarnya ibu menyusui hamil lagi?

Ini balik lagi ke kondisi masing-masing ibu, karena ada beberapa ibu yang menyusui dan hamil lagi dikit-dikit kontraksi, merasa mual, muntah, nyeri payudara, nggak nyaman sama kondisinya dan lain sebagainya. Tapi ada juga ibu menyusui yang hamil lagi tidak merasakan apa-apa karena jumlah oksitosin yang dilepas nggak terlalu banyak.

Biasanya dokter akan melarang ibu untuk menyusui lagi apabila :

  • Risiko menjalani persalinan prematur
  • Pernah keguguran
  • Hamil kembar
  • Pernah melahirkan bayi prematur

Misalnya kalian mengalami kondisi seperti itu dan ingin tahu lebh lanjut lagi bahkan sudah mendeteksi hamil lagi ketika menyusui, segera ke dokter atau rumah sakit terdekat dan konsultasikan agar bayi dan ibu selamat.

Pregnancy

Penting untuk Tahu! Tanda Bahaya Kehamilan yang Mengancam Keguguran!

Hai moms kembali lagi di sesi #CurcolYukMom. Nah kali ini mommy akan sharing masalah kehamilan. Berbicara tentang kehamilan, perut nyeri, mual dan muntah adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Tapi ternyata moms, dari keluhan para bumil ada beberapa yang merupakan tanda kehamilan wajar dan ada pula yang tidak wajar. Kalau sampai kita enggak aware atau kita mengabaikan tanda kehamilan yang tidak wajar ini dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Nah pada kesempatan hari ini mommy akan share tentang tanda bahaya kehamilan yang harus kita aware. Apa saja tanda kehamilan tidak wajar?

1. Pendarahan atau Bercak Darah

Kalau kita bicara soal bercak darah, bercak darah ini bisa menjadi salah satu tanda awal dari kehamilan. Dan ini adalah tanda kehamilan yang wajar terjadi karena embrio sudah berhasil tertanam di rahim kita sehingga kita positif hamil. Biasanya kalau darah yang keluar sedikit, enggak terlalu banyak dan kita enggak merasa nyeri atau sakit di salah satu bagian perut kita merupakan tanda kehamilan yang wajar.

Tapi tanda kehamilan yang tidak wajar ketika kita pendarahan atau bercak darah itu muncul ketika usia kehamilan kita sudah cukup bulan, misalnya usia hamil 2 bulan tapi tiba-tiba kita pendarahan. Nah ini adalah tanda kehamilan yang enggak wajar. Apalagi kalau sampai darah yang keluar itu cukup banyak, darah segar bahkan gumpalan hitam yang keluar dari jalur lahir, kita merasakan nyeri yang hebat di bagian perut kanan atau kiri, kram, pokoknya enggak enak banget. Kemungkinan besar tanda kehamilan yang enggak wajar ini adalah akibat dari plasenta yang sudah terlepas dari rahim kita.

Jadi kalau mommy ngomongin soal pendarahan ini mommy sudah mengalaminya sendiri, bahkan adik dan adik ipar juga mengalaminya di kehamilan awal. Jadi pertama kali hamil mommy, adik dan adik ipar keguguran semua. Waktu itu mommy hamil dan usianya menuju 2 bulan. Saat itu mommy sedang naik tangga tiba-tiba ada darah keluar di celananya. Pada saat itu mommy enggak ngerti, padahal mommy pendarahan cukup banyak, darah segar, gumpalan hitam juga keluar dan perut sakit banget. Karena kurang pengetahuan, pada saat itu mommy merasa fine-fine aja.

Mommy pergi ke RS masih bisa duduk ngantri berjam-jam tunggu dokter. Pas ketemu dokter ternyata embrio yang di rahim mommy sudah enggak ada, tidak ada detak jantungnya dan akhirnya mommy melakukan kuret. Jadi belajar dari pengalaman mommy ya moms, kalau sampai moms sekarang sedang hamil dan mengalami pendarahan atau bercak darah ketika usia kehamilan sudah cukup langsung berbaring, usahakan posisi kaki lebih tinggi dari badan, diganjal bantal gitu moms, minum air manis, segera ke RS paling dekat jangan antri dokter lagi, langsung masuk UGD agar ibu dan bayi bisa terselamatkan.

2. Preeklamsia

Kalau BB kita nambah, kita mengalami pembengkakan di bagian wajah tangan dan kaki ketika hamil itu wajar moms. Tanda yang enggak wajar kalau sampai kita mengalami tekanan darah yang lebih tinggi, kelebihan protein dalam urin kita sehingga menyebabkan nyeri ulu hati, nyeri tengkuk, nyeri bagian perut tengah dan atas, pandangan kita kabur, sakit kepala terus menerus, mual terus menerus, jarang buang air kecil dan sesak napas, ini sudah mengarah ke keracunan kehamilan atau Preeklamsia. Kalau sampai para ibu hamil mengalami tanda seperti itu segera pergi ke RS terdekat dan konsultasi dengan dokter agar tidak mengancam keselamatan ibu dan anak.

3. Keluarnya Cairan dari Jalur Lahir

Tanda kehamilan yang wajar kalau sampai cairan yang keluar dari jalur lahir kita adalah urin. Urin itu bisa keluar karena adanya tekanan dari kantong kemih akibat rahim yang membesar. Jadi mommy sendiri sudah mengalami juga di kehamilan kembar moms, mommy urinnya sering keluar sendiri. Urin mommy keluar sendiri karena rahim ini sudah terlalu tertekan ke kantong kemih, maka dari itu sering banget urinnya keluar tiba-tiba dan ini adalah wajar. Tapi tanda kehamilan yang tidak wajar adalah ketika cairan yang keluar dari jalur lahir itu adalah air ketuban.

Kita bisa tahu ini air ketuban atau urin dengan cara yang mudah yaitu dengan melihat beberapa tanda berikut ini. Pertama, air ketuban itu warnanya bening tapi kental, ada juga kuning kental bahkan hijau kental. Kedua, frekuensi air ketuban yang keluar dari jalur lahir itu biasanya akan lebih banyak dibandingkan urin, beda deh moms. Jadi kalau sampai ibu hamil sudah merasakan ada air ketuban pecah segera ke RS terdekat dan usahakan tetap berbaring ya moms. Nah air ketuban pecah ini dialami bumil di usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan biasanya ini dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur, sindrom gangguan pernapasan, infeksi darah bahkan kematian.

4. Gerakan Bayi Berkurang atau Tidak Ada

Jadi moms tanda kehamilan yang wajar adalah ketika kita usia kehamilan masih di bawah 5 bulan biasanya gerakan bayi enggak ada atau tidak terasa karena kehamilan kita masih termasuk kehamilan muda. Biasanya kita akan merasakan gerakan di dalam perut kita kurang lebih di kehamilan usia di atas 25 minggu atau 5 bulan. Kalau mommy sendiri sudah merasakan gerakan walaupun sedikit sekali start di usia kehamilan 12 minggu atau 3 bulan.

Buat para moms yang sekarang usia kehamilannya sudah 5 bulan ke atas lalu tidak merasakan gerakan sama sekali ini yang enggak wajar ya moms. Kalau sampai ini terjadi segera ke RS terdekat. Biasanya di usia kehamilan 5 bulan babynya aktif banget, per 12 jam minimal ada 10 gerakan entah itu tendangan, pukulan atau putaran, kita bisa merasakan. Moms juga bisa merangsang gerakan baby kita dengan cara miring ke kanan, kiri, kita elus, ajak komunikasi dan kalau sampai gerakan baby kita berubah atau tidak ada sama sekali segera ke RS terdekat agar tidak mengancam keselamatan ibu dan anak.

5. Mual atau Muntah yang Berlebihan

Mual dan muntah wajar saat hamil terutama di awal kehamilan adalah hal yang wajar. Di awal trimester itu biasanya ibu hamil akan merasakan mual dan muntah karena adanya perubahan hormon dalam tubuh akibat dari kehamilan. Mommy pribadi mengalami mual dan muntah pertama kali di kehamilan kembar di 3 bulan pertama, trimester pertama. Tapi walaupun mual dan muntah, mommy masih bisa minum, masih bisa makan walaupun sedikit dipaksa, tapi tetap bisa dapat asupan air dan makanan yang cukup.

Nah tanda kehamilan yang enggak wajar adalah kalau sampai ibu hamil itu mengalami mual dan muntah yang berlebihan, mual dan muntah terus enggak bisa masuk cairan dan makanan sama sekali bisa mengakibatkan ibu hamil dehidrasi dan zat makanan sehingga membuat kesadaran menurun. Ini sangat berbahaya terhadap ibu dan janin, kalau sampai ibu hamil mengalami hal seperti ini segera ke RS terdekat dan segera dapatkan infus cairan makanan agar ibu dan anak terselamatkan.

6. Keputihan

Keputihan itu wajar banget moms, tapi keputihan mulai enggak wajar apabila kita merasakan keputihan kita sudah ada bau menyengat, rasa gatal terus, apalagi kalau keputihan kita berwarna cokelat dan hijau karena yang dikhawatirkan ada infeksi di bagian miss v kita. Nah kalau sampai itu terjadi kita ke RS terdekat agar tidak mengancam keselamatan ibu dan anak.

That’s all untuk semua tanda bahaya kehamilan semoga bermanfaat. Tetap semangat dan jaga kesehatan jangan sampai tanda kehamilan yang tidak kita aware mengancam keselamatan ibu hamil dan baby kita.

Seputar Program Bayi Tabung

Program Bayi Tabung : Kenali Resiko dan Efek Samping

Mungkin ada beberapa pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah dan belum memiliki anak, yang mungkin sedang berfikir untuk melakukan program bayi tabung namun takut akan resiko dan efek samping yang akan ditimbulkan dari program bayi tabung.

Mommy sendiri sudah melakukan program ini dua kali dan mommy sudah dikaruniai 2 anak yang lucu dan sehat. Memang penelitian membuktikan bahwa program bayi tabung memiliki 40% keberhasilan untuk memiliki anak, bahkan lebih mendukung jika dilakukan pada usia dini atau mendapatkan Grade Embrio bisa kemungkinan memiliki anak 60%.

Untuk kalian yang ingin mengikuti bayi tabung kenali dulu berikut resiko dan efek samping yang akan program ini, faktanya tidak ada yang aman jika tubuh kita yang alami berhubungan dengan zat kimia. Namun pertanyaannya apa efek samping dan resikonya?

Berikut efek samping dan resiko yang ditimbulkan dari program bayi tabung:

  1.  Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) adalah efek samping yang umum dari terapi kesuburan, terutama obat-obatan yang digunakan selama program fertilisasi in-vitro (IVF). OHSS adalah kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium (indung telur) bereaksi berlebihan terhadap obat dan menghasilkan terlalu banyak kantung telur (folikel).

Mommy sendiri pernah mengalami OHSS ini waktu mommy sedang program yang ke 2 yang mommy sudah pernah share di IG @louissescarlett. OHSS ini biasanya diderita oleh para wanita yang mengalami PCOS, dan ini adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon, hal ini dapat menyebabkan periode mensturasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multiple pada ovarium.

Wanita yang kurus atau obesitas memiliki kemungkinan untuk mengalami OHSS, namun tenang aja moms karena OHSS ini hanya akan dialami 2% saja dari 100.000 wanita yang melakukan program bayi tabung, jadi kemungkinan sangat kecil dan langka. OHSS yang mommy alami saat program bayi pertama tergolong sebagai OHSS ringan dengan gejala:

  • Perut terasa bengkak atau kembung
  • Susah makan dan minum
  • Nyeri ringan sampai sedang di perut bagian bawah
  • Pencernaan terhambat
  • Rasa mual

Pada program yang kedua mommy mengalami OHSS tingkat berat, dua hari setelah pemasukan embrio, berat badan mommy langsung bertambah 5 kg yang awalnya mommy kira sudah berhasil, kemudian mual dan gejala-gejala nyeri hebat di perut bagian bawah, perut membengkak secara signifikan, muntah terus menerus, sulit bernafas, memiliki urin berwarna gelap dan sangat jarang berkemih.

Perut mommy membesar setiap harinya sampai di lingkar perut 110cm. Ternyata isi dalam perut mommy itu cairan hasil OHSS yang sel telurnya meledak dalam tubuh kita yang menggenang di dalam perut yang akhirnya sampai ke paru-paru mommy. Jadi terdapat cairan yang merendam semua organ-organ dalam tubuh kita yang otomatis menyebabkan sesak napas, susah makan, susah pencernaan, dan nyeri yang sangat pada pinggang. Sampai akhirnya mommy harus bolak-balik RS untuk membuang cairan tersebut yang totalnya mencapai 25 liter.

Gejala ringan OHSS umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu, jadi pada saat mulai kembung mommy langsung konsultasi ke dokter dan banyak mengonsumsi putih telur ayam kampung setiap harinya 10 butir yang lama-kelamaan membuat OHSSnya menghilang.

  1. Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar akan sangat bagus jika kita belum memiliki momongan dan mendapatkan anak sekaligus dua, tidak harus kembar identik namun bisa kembar berbeda telur. Bayi tabung memang cukup banyak menghasilkan anak kembar, namun kehamilan kembar bukanlah “gol” utama yang diinginkan dari program ini. Pasalnya, kehamilan kembar sangat berisiko tinggi yang memicu masalah kesehatan pada ibu seperti :

  • Prematur
  • Preeklampsia
  • Diabetes gestasional
  • Anemia dan pendarahan hebat
  • Risiko operasi caesar lebih tinggi
  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Tenang dulu ya moms jangan langsung shock, jadi menurut data penelitian yang melibatkan 255.786 wanita yang melakukan proses bayi tabung di Inggris pada 1990 hingga 2010 dan dilihat perkembangannya selama 8 tahun, menemukan sebanyak 386 kasus kanker ovarium, dan para ahli mengungkapkan bahwa proses bayi tabung dapat meningkatkan hormon yang merangsang indung telur atau ovarium, hormon yang muncul yaitu esterogen dan progesteron. Perubahan kadar hormon seksual di dalam tubuh dapat menyebabkan kanker payudara, kanker ovarium dan kanker rahim.

Biasanya wanita yang bisa terkena kanker ini adalah wanita yang sudah melakukan program, lalu gagal maka resiko kanker akan lebih besar. Selanjutnya adalah wanita yang melakukan program bayi tabung berkali-kali.

Pemilihan dokter itu sangat penting untuk menentukan dosis obat untuk melakukan program bayi tabung yang disuntikan ke dalam tubuh kita dan kembali pada diri kita yang tetap menjaga kesehatan makanan, perbanyak konsumsi makanan yang sehat, organik dan mengandung antioksidan seperti putih telur dan tentunya rajin berolahraga.

Setelah mengetahui resiko-resiko ini, semoga menjadi pertimbangan untuk melakukan program bayi tabung, kalian juga bisa melakukan konsultasi kepada dokter-dokter yang tentunya sudah ahli dalam hal ini sebelum melakukan tindakan. Semoga bermanfaat terutama bagi mami-mami yang ingin sekali memiliki momongan.