Ibu Menyusui

Serba Serbi Menyusui yang Perlu Ibu Baru Tahu Bersama dr. Elizabeth Margaretha

Menyusui anak ada tata caranya yang benar loh moms ternyata. Nah kali ini mami akan mengulik masalah menyusui ini dengan ahlinya yaitu dr. Elizabeth Margaretha. dr. Elizabeth Margaretha ini praktek di RS Grand Family sejak tahun 2018, sedangkan ia mendalami ilmu laktasi sejak dari 2017 tapi sebenarnya mulai belajar laktasi sejak mulai punya anak tahun yaitu tahun 2016-an. Berikut adalah beberapa poin penting yang mami bicarakan dengan dr. Elizabeth, langsung aja disimak yuk.

Apa sih rahasia kesuksesan biar dapat ASI yang banyak?

Kunci kesuksesan pertama dalam menyusui adalah mindset setiap orang. Karena kalau pikiran kita sudah berpikir yang negatif rata-rata ketakutan terus. Ketika mindset kita benar bahwa semua ibu di dunia pasti bisa sukses menyusui, kita rutin menyusui maka proses menyusui 99% sukses.

Yang kedua adalah posisi dan perlekatan. Rata-rata kegagalan orang di awal karena sulitnya merasakan menyusui yang nyaman. Kadang kita kalau lagi menyusui si anak nangis mulu lalu kita langsung berpikir apa jangan-jangan ASI nya yang nggak cukup. Padahal mungkin saja ketika anak rewel itu dia lagi nggak nyaman posisinya.

Untuk masalah perlekatan yang benar itu nggak hanya sekedar nempel puting ya moms, tapi areola dari kita juga harus masuk ke mulut baby. Dalam ilmu laktasi ada istilah Amubida (Areola, Mulut, Bibir dan Dagu). Areola adalah area yang melingkar hitam, jadi sebenarnya walaupun puting besar, kecil atau bahkan masuk ke dalam, seorang ibu tetap bisa menyusui. Areola itu harus masuk sebagian besar ke area mulut bayi, tapi ini sering buat ibu-ibu pada bingung karena kadang areola sebagian orang ada yang besar. Untuk kasus ini harus disesuaikan dengan kondisi payudara maminya yang penting nggak hanya menghisap di putingnya aja.

Selanjutnya untuk mulut. Mulut bayi harus membuka lebar. Ketika dia membuka lebar otomatis areolanya akan ikut masuk. Bibirnya jangan mingkem. Dan yang terakhir adalah dagu. Posisikan hidung sejajar dengan puting dengan demikian anak akan membuka mulut lebih lebar dan otomatis dagunya akan menempel di area bawah payudara.

Posisi menyusui itu kalau dari teorinya ada lebih dari 4 seperti, posisi cradle, posisi football, posisi cross cradle, posisi tiduran dan lain sebagainya tapi biasanya yang paling umum yang digendong biasa (cradle). Posisi cradle yang benar adalah telinga, bahu dan pinggang bayi harus 1 garis lurus ketika kita menyusui si Kecil dan baby dalam keadaan dibedong.

Posisi dan perlekatan sudah benar tapi kenapa ASI yang keluar tidak banyak?

Payudara kita itu tidak transparan, jumlah ASI yang keluar karena kita perah bukanlah keadaan yang sesungguhnya yang ada di dalam payudara kita. Payudara kita itu selalu ada isinya nggak pernah kosong. Hasil yang kita perah itu tergantung dari banyak faktor seperti pompa ASI, bagaimana penggunaan pompanya, ada direct brestfeeding atau nggak.

Tubuh kita akan memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan baby. DIrect breastfeeding itu penting, jangan hanya utamakan pompa aja. Ibu yang selalu brestfeeding akan lebih berhasil dalam menyusui daripada ibu yang hanya fokus memompa ASI saja.

Bagaimana menyiasati agar ibunya semangat menyusui walau keadaan puting nggak bagus?

Puting payudara itu memang berbeda-beda. Buat orang yang putingnya menonjol itu bagus karena memudahkan anak untuk mengenali dan perlekatannya oke. Tapi ketika kita punya puting rata kita bisa siasati agar puting bisa keluar. Buat pancing puting keluar ada beberapa cara seperti kita beli alat untuk pancing puting agar keluar atau bisa juga pakai alat penjepit. Kalau anaknya pintar tanpa alat seperti itu pun si anak akan bisa mengenali dan nantinya bisa lahap menyusu. Asalkan jangan dikenalkan dengan botol susu terlebih dahulu ya moms. Untuk ibu yang puting rata ketika mau menyusui bisa dengan bantuan sendok atau cup feeder daripada harus menggunakan botol susu agar nanti si Kecil tetap bisa belajar menyusu secara langsung ke payudara.

Kenapa payudara besar sebelah?

Sebenarnya banyak faktor seperti ada yang memang dari sananya sudah seperti itu, keaktifan kelenjar ASI dan kebiasaan mompa. Besar kecilnya payudara kita nggak melulu menjamin banyak sedikitnya ASI. Cara mengatasinya buatlah payudara yang lebih kecil untuk lebih aktif misalnya, pompa lebih dulu, susuin ke anak lebih dulu itu bisa membantu menyesuaikan ukurannya. Setelah selesai masa menyusui ukuran payudara kita bisa menciut dengan sendirinya jadi ukuran payudara yang tidak sama itu biasanya tidak akan terlalu terlihat.

Nah itu dia beberapa hal yang mami bahas bersama dengan dr. Elizabeth Margaretha. Untuk lebih jelasnya lagi moms bisa langsung lihat saja di video berikut ini ya.

Ibu Menyusui

Solusi Bayi Gigit Saat Menyusui Tanpa Rasa Sakit Bengkak Bahkan Mastitis

Siapa yang anaknya sudah mulai tumbuh gigi tapi masih menyusui? Bukannya sakit ya ketika menyusui si Kecil yang sudah tumbuh gigi karena dia pasti akan menggigit puting kita? Ya. Benar banget moms, mommy itu sudah berkali-kali ya digigit sama baby Loewy pas menyusui, enggak cuma baby Loewy tapi pas menyusui baby Louisse juga sama digigit moms. Faktanya memang itu sakit banget moms ketika digigit apalagi kalau baby kita lagi gemas banget sama puting kita.

Tapi sebenarnya moms banyak banget teman-teman yang merasa kalau misalnya baby sudah tumbuh gigi itu sudah tandanya kita harus mengakhiri sesi menyusui baby alias stop ASI. Apakah itu benar? Tidak. Jadi moms sebenarnya ketika dia tumbuh gigi itu enggak mungkin dia bisa menyusu dan menggigit puting kita secara bersamaan. Karena pada saat dia menyusu apalagi cara menyusunya benar itu pas dia menyusu lidah dia berada di bawah menutupi bagian gusi dan gigi dia jadi aman sebenarnya.

Nah tapi kenapa baby kita itu suka menggigit puting kita? Jadi ada beberapa penyebab nih yang harus kita mengerti sebelum kita langsung menuduh baby kita kalau tumbuh gigi pasti gigit puting kita. Kita harus tahu dulu kenapa baby kita suka gigit puting kita. Ada alasannya loh moms ternyata, yaitu :

1. Baby Kita Terganggu Sama Lingkungan Sekitar

Contohnya mommy, mommy kalau menyusui baby Uwi bisa setengah jam bahkan lebih, bosan dong ya pastinya moms. Kadang mommy sambil main handphone, nonton korea apalagi ketika nonton drama korea suaranya kan kencang ya moms nah baby Uwi itu sering banget ngelirik ke kanan ke kiri kayak terganggu gitu sama suaranya. Nah gara-gara itu sering pas mommy perhatiin ketika mengganggu dia gitu ya, dia langsung gemas dan gigit puting mommy.

2. Baby Menyusu Sambil Tidur

Jadi sering banget kayak baby Uwi kalau menyusu terus ngantuk kan sampai ketiduran tapi sering banget baby kita sudah ketiduran tapi mulutnya masih nempel di puting kita. Dan pas lagi tidur secara enggak sengaja ya moms dia akan gigit puting kita.

3. Baby Sedang Mengalami Infeksi Telinga atau Demam

Biasa kalau baby kita lagi enggak enak badan suka sering banget gigit puting kita jadi hati-hati ya moms kalau si Kecil sedang demam atau sakit ketika mau brestfeeding.

4. Tumbuh Gigi

Ketika tumbuh gigi mungkin dia sakit, tidur enggak tenang, rewel terus. Itu kalau lagi keadaan seperti itu bisa gigit puting berkali-kali moms.

5. Mencari Perhatian

Nah yang tadi mommy bilang ketika mommy nonton drakor dan enggak lihatin dia, padahal dia ketika menyusu sambil lihatin muka mommy dan kita malah asik sendiri nonton drakor, jadi sering banget untuk menarik perhatian mommy dia sering gigit puting mommy.

Nah di atas adalah beberapa faktor utama kenapa baby kita menggigit puting kita. Kali ini mommy mau sharing 5 cara untuk ngajarin baby kita agar dia tidak menggigit puting kita lagi. Caranya itu gampang banget, yaitu :

1. Berikan Teether

Jadi ketika bayi kita tumbuh gigi kan pasti gusi dia gatal ya moms, sakit juga. Pas dia sudah gigit puting kita, kita kasih tahu pelan-pelan ke baby kita bahwa itu enggak boleh dan moms kasih teether. Jadi setiap dia mau gigit-gigit ya teether yang digigit jangan puting kita, kita ajarin pelan-pelan.

2. Berikan Pujian kepada Baby

Kita berikan pujian pada baby kita ketika dia melakukan pelekatan atau menyusu dengan benar.

3. Beri Sesuatu yang Dingin

Jadi pas lagi gusi gatal, apalagi dia sudah mulai MPASI karena biasanya tumbuh gigi itu start di usia 6 bulan, kasih aja sesuatu yang dingin misalnya buah yang dingin atau teether yang sudah dimasukkan ke kulkas sebelumnya.

4. Akhiri Sesi Menyusui

Artinya ketika baby kita lagi gigit puting kita, sakit dong kita jangan lanjut kasih susu ke baby kita tapi kita stop terus kita kasih tahu enggak mau kasih susu lagi karena mommy kesakitan putingnya digigit terus. Biasanya dia akan nangis tuh moms karena kan kita langsung stop menyusui biarkan dia nangis sejenak sambil kita kasih tahu pelan-pelan untuk tidak menggigit puting. Itu kita lakukan terus menerus agar baby kita sudah hafal ketika dia gigit putingnya maka kegiatan menyusunya akan dihentikan.

5. Jangan Teriak di Depan Baby

Susah ya moms memang, namanya kan refleks. Tapi kalau mommy sendiri memang mommy sudah pengalaman pas baby Louisse gigit puting mommy, terus mommy teriak dia malah makin senang dan ketawa. Jadi jangan teriak karena ketika kita teriak pas puting kita digigit itu menurut baby kita, kita sedang happy jadi akan dia lakukan berkali-kali. Jadi jangan teriak walaupun memang sakit ya moms.

Kalau misalnya dia sudah gigit puting kita dan dia enggak mau lepasin gimana?

Itu terjadi sama mommy. Pas baby Uwi lagi gigit dan sambil melotot lihatin muka mommy terus mommy sudah kesakitan tapi dia enggak mau lepas. Yang mommy lakukan adalah ibu jari dan telunjuk mommy, mommy gunakan untuk membuka mulut baby Uwi perlahan-lahan dan masukin jari mommy, sudah deh kebuka mulut baby Uwi jadi lepas.

Kalau misalnya mau cara lain, mommy sempat lihat di Google itu baby kita dekatkan ke badan kita, jadi dia itu akan merasa kesulitan napas. Nah kalau sudah begitu baby kita akan membuka mulutnya. Atau bisa dengan cara ketiga yaitu ditekan hidung dia beberapa detik, jadi dia itu kayak sesak napas habis itu dia pasti akan membuka mulutnya.

Kalau puting aku sudah digigit baby dan luka bagaimana dong moms?

Solusinya adalah kalau mommy pakai cream ini. Jadi ini cream sudah sering banget mommy review karena ini cream ajaib banget. Ini adalah It’s Your Body Lanoline Nipple Balm. Puting mommy pas baby Louisse sampai berdarah, begitupun saat baby Loewy. Terus mommy oleskan cream ini di puting mommy itu enggak sampai 2 jam sudah langsung hilang dan pas baby kita menyusu itu enggak sakit sama sekali.

Kalau misalnya mau pakai cara yang lebih simple biasanya orang jaman dulu itu akan mengeluarkan ASI dari payudara kita lalu kita oleskan saja ASI tersebut ke puting kita nanti lukanya juga akan hilang. Nah itu lebih alami ya moms.

Ingat ya moms baby kita gigit puting kita pasti ada sebabnya, kita hanya perlu mencari solusinya dan kita ajarkan pelan-pelan ke anak kita. Percayalah walaupun kita ngomong dan dia terlihat belum mengerti sebenarnya dia mengerti kok karena dia sudah mengerti bahasa kita semenjak dia sudah ada di dalam kandungan. Semoga bermanfaat.

Ibu Menyusui

8 Faktor Ibu Menyerah Memberikan ASI Eksklusif ke Anak

Nah moms sebelum mommy sharing tentang alasan seorang ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya, yang seperti kita ketahui seorang bayi yang baru lahir ke dunia makanan satu-satunya adalah ASI. ASI telah ditetapkan oleh WHO sebagai asupan yang wajib diberikan oleh ibu kepada anak dan minimal pemberian ASI Eksklusif ini sampai anak berumur 6 bulan.

Menurut catatan WHO sampai tahun 2019 untuk pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan berturut-turut pada bayi itu baru mencapai 35%. Padahal dari WHO saja minimal harus mencapai target 50% seorang ibu memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Kalau bisa sampai 1 tahun lebih baik lagi dan kalau bisa 2 tahun lebih hebat lagi. Kalau mommy sendiri, saat baby Louisse Scarlett sampai umur 8 bulan dan untuk baby Loewy juga sudah lewat dari 6 bulan mommy berikan ASI Eksklusif.

Apa saja sih faktor-faktor yang membuat seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI kepada anaknya? Berikut ada 8 faktor versi mommy :

1. Mitos Air Susu Tidak Cukup

Ini yang paling sering banget dihadapi oleh para ibu pejuang ASI. Enggak usah jauh-jauh, mommy sendiri pas mommy baru jadi new mommy, sempat berpikir ini ASI cukup enggak ya, kok babynya nangis mulu, kok pas dipompa cuma 10ml. Jadi beberapa faktor tentang ASI enggak cukup ini memang sangat banyak dialami oleh semua ibu terutama new mommy. Bahkan enggak cuma new mommy, mommy sendiri yang baru melahirkan baby Loewy (anak kedua) itu juga mengalami hal tersebut. Walaupun sudah punya pengalaman menyusui sebelumnya cuma tetap masalah mitos ASI enggak mencukupi masih menghantui mommy.

Padahal sebenarnya mitos ASI enggak cukup itu salah, kenapa? ASI yang keluar itu sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh baby kita. Baby kita baru lahir dan ASI yang diterima baby kita juga enggak boleh terlalu banyak. Kalau terlalu banyak nanti juga enggak bagus. Jadi berapapun yang keluar dari payudara kita, ASI yang kita hasilkan sudah cukup.

Kalau misalnya baru awal-awal lahiran itu wajar kalau ASI nya masih sedikit. Nah lama kelamaan dirangsang dengan direct breastfeeding atau pompa setiap 2 jam sekali, lama kelamaan ASI kalian sudah banyak banget dan mommy mengalami itu di 2 baby mommy. Memang namanya baru lahiran pasti merasa panik dan takut karena baby kita nangis terus tapi sebagai seorang mommy kita harus tenang dan kita harus cek dulu sebenarnya baby kita ini membutuhkan berapa banyak ASI dan apakah cukup atau enggak.

Kalau versi mommy waktu baby Louisse lahir mommy kasih ke baby Louisse direct breastfeeding 1 jam sekali saat dia newborn sampai umur 1 bulan. Di umur dia sudah 2 bulan mommy cuma kasih dia 30ml ASI dan itu per 1 jam sekali, jadi itu dikondisikan. Dan dari yang awalnya ASI mommy itu sedikit banget, dipompa 5ml aja sudah bagus banget, enggak sampai berapa bulan mommy itu bisa stok ASI 1 kulkas dan ujung-ujungnya banyak ASI yang harus dibuang karena sudah terlalu lama.

Mommy akhirnya lebih milih untuk direct breastfeeding ke baby Louisse daripada pakai ASI yang ada di freezer. See, it works. Jadi enggak usah takut soal ASI yang enggak cukup. Percayalah ASI yang kalian hasilkan itu cukup, terus menerus rangsang ASI kalian dengan direct breastfeeding dan pompa, dijamin ASInya bakal banyak banget.

2. Penggunaan Obat atau Penyakit Menular

Kalau untuk faktor yang kedua ini biasanya dari ibunya sendiri ya. Anggap seorang ibu itu tetap bisa mengeluarkan ASI tapi dia tidak bisa memberikan ASI yang dihasilkan dari payudaranya itu karena mungkin dia sedang konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia yang kurang baik. Karena seperti yang kita tahu obat-obatan apa saja yang kita makan masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi kualitas ASI dan itu juga akan tercampur dalam ASI.

Jadi dokter saja sudah menyarankan kalau bisa jangan sampai mengonsumsi obat-obatan saat sedang menyusui karena obat itu akan mempengaruhi ASI yang diberikan. Walaupun sampai makan obat, minimal seorang ibu itu harus tidak menyusui selama 24 jam atau ASI yang dikeluarkan harus dibuang langsung jangan disimpan.

Bagaimana kalau penyakit menular? Biasa kalau penyakit menular ini kayak seorang ibu mengidap AIDS atau HIV dan lain sebagainya sehingga membuat seorang ibu itu tidak bisa menyusui karena kenapa? Dengan kita menyusui padahal kita sedang ada penyakit menular, penyakit menular yang kita derita itu bisa menular ke anak kita. Jadi mau enggak mau enggak bisa menyusui.

3. Kondisi Bayi

Biasanya kondisi bayi ini terlahir dengan prematur, bibir sumbing, ada kelainan di bagian bibirnya, ada kelainan di bagian saluran pencernaannya yang mengakibatkan seorang baby itu sulit untuk menyusu. Tapi moms, yakin deh walaupun baby kita terlahir dalam keadaan yang mungkin agak sulit untuk menyusui tapi dengan tekat yang kuat dari seorang ibu untuk memberikan ASI yang dia punya kepada anaknya pasti akan berhasil dalam proses menyusui.

4. Kurang Support

Ini adalah faktor yang dialami oleh semua orang. Mommy sendiri mengalaminya dari baby Louisse sampai baby Loewy, support untuk memberikan ASI Eksklusif dari orangtua, mertua bahkan dari suami aja itu enggak ada. Kenapa? Jadi namanya kita baru lahiran ya moms untuk langsung keluar ASI itu belum tentu semua ibu bisa mengalaminya dan itu mommy sendiri juga merasakan.

Di kelahiran baby Louisse dan baby Loewy mommy baru bisa keluar ASI di hari ke-3 dan itu sedikit banget. Sampai-sampai kedua baby mommy itu enggak minum ASI sama sekali selama 3 hari. Dan kata dokter fine-fine aja, cuma masalahnya mertua, orangtua, suami bahkan teman-teman komentar terus kalau baby nangis, kasihan dan menyuruh mommy untuk memberikan susu formula saja.

Kita itu lagi berjuang untuk mengeluarkan ASI, tapi dari orang-orang sekeliling enggak mendukung kita sama sekali bahkan menganjurkan untuk memberikan susu formula saja. Sampai mama mommy juga bilang bahwa mommy itu dulu dari lahir dikasih susu formula dan enggak ada masalah sampai sekarang.

Nah jadi untuk soal support dari orang terdekat itu sangat penting, kalau sampai tidak ada support dari orang terdekat dan mereka malah menyarankan kita untuk memberikan susu formula pada bayi kita, ini menjadi faktor sangat utama kenapa ibu-ibu menyerah untuk memberikan ASI Eksklusif padahal dokter, suster semuanya pada support, tapi kalau misalnya orang-orang penting di sekeliling kita enggak supoort gimana ya rasanya?

5. Kondisi Fisik Ibu

Jadi ada beberapa ibu, sebenarnya enggak perlu bilang new mommy ya karena bahkan mommy sendiri sudah punya anak kedua aja punya kondisi dimana mommy hampir baby blues, kenapa? Yang pertama pas baby Louisse mommy sempat baby blues, mommy merasakan kelelahan, secara mommy enggak punya suster dan mommy bukannya enggak mau hire cuma mommy pengen merasakan gimana menjadi seorang ibu dan itu benar-benar capek banget.

Kondisi kecapekan ini membuat seorang ibu bisa sampai mengalami yang namanya baby blues. Kalau kondisi seorang ibu itu fisiknya sudah mulai capek, lelah, terus baby blues itu menjadi salah satu faktor juga seorang ibu tidak mau memberikan ASI pada anaknya. Secara kalau sudah baby blues, dia sudah enggak mau dekat sama babynya kalau bisa babynya jauh-jauh. Dengar suara tangis baby itu sebel banget moms apalagi harus menyusui.

6. Ibu Bekerja

Seorang ibu yang bekerja memang hebat banget. Mommy sih juga kerja cuma memang pas mommy lagi menyusui mommy lebih banyak di rumah. Nah untuk ibu-ibu yang bekerja di kantor bagaimana? Jadi ini memang salah satu faktor juga yang membuat para ibu itu menyerah padahal sebenarnya walaupun seorang ibu itu bekerja mereka juga bisa memompa ASI mereka di kantor, karena kan jaman sekarang sudah ada cooler box kemana-mana bawa cooler box.

Mommy aja kalau keluar ketemu klien bawa cooler box, jadi mommy pompa dan ASInya mommy taruh di cooler box, itu bisa tahan 8-10 jam di luar dan cukup. Setelah 8-10 jam bawa ke rumah tinggal masukin ke freezer atau langsung kasih anak yang sebelumnya sudah dihangatkan dulu. Jadi itu balik lagi ke ibunya apakah ibu itu mau repot atau enggak. Tapi memang saking ibu itu bekerja terlalu repot jadi lupa untuk pompa akhirnya yaudah deh dikasih formula atau mungkin karena ibu itu bekerja belum sempat stok ASI dan langsung kerja, otomatis ASI yang di rumah itu kurang, jadi akhirnya nyerah memberikan ASI.

7. Tidak Disiplin untuk Pompa

Ini mommy alami di baby Loewy, jadi setelah mommy punya anak yang kedua mommy agak malas pompa, capek. Ya wajar ya mommy di anak pertama dan kedua ini jaraknya cuma 2 tahun belum selesai 1 tahun sudah harus pompa lagi, menyusui lagi, jadi capek banget. Jadi untuk pompa lagi, mengulang bangun subuh-subuh tiap 2 jam sekali pompa itu capek banget. Karena kita enggak disiplin pompa ASI otomatis ASI kita jadi berkurang, padahal lama kelamaan yang dibutuhkan oleh baby kita semakin dia besar semakin banyak kan, otomatis jadinya kurang. Ini menjadi salah satu faktor ibu menyerah memberikan ASI Eksklusif dan akhirnya memberikan susu formula.

8. Ibu Terlalu Lelah

Kalau untuk stres, beban pikiran dan lain-lain itu mommy alami karena pada saat menyusui baby Loewy ini mommy mengalami masalah yang luar biasa yaitu tentang penipuan. Jadi mommy itu hampir setiap minggu ke Polda untuk mengurus kasus penipuan otomatis fisik mommy capek, mommy juga lelah, stres dan benar itu pengaruh banget sama ASI kita, ASI mommy itu jadi kurang karena seperti yang kita tahu sendiri untuk bisa menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik dan banyak pun kita harus dalam kondisi yang happy. Tapi ketika kita ada di kondisi yang enggak membuat happy, mikirin masalah-masalah lain itu menjadi salah satu faktor utama juga seorang ibu menyerah untuk memberikan ASI.

Nah untuk para ibu ayo semangat untuk memberikan ASI ke anak kita karena ASI adalah salah satu ungkapan sayang kita kepada anak dan memang seorang anak yang diberikan ASI Eksklusif apalagi selama 6 bulan berturut-turut itu biasanya jauh lebih sehat, lebih pintar dan memang ASI yang diberikan kepada anak kita itu lebih mudah untuk dicerna si baby. Semangat mengASIhi!