Kesehatan

Sakit Kepala? Yuk, Redakan dengan Mengonsumsi Makanan Ini!

Kebanyakan orang mengatasi sakit kepala dengan cara minum obat, langsung istirahat, ataupun tidur. Selain cara-cara tersebut, ternyata dengan mengonsumsi makanan tertentu pun dapat membantu Moms meredakan sakit kepala. Kira-kira makanan apa saja, ya, yang bisa bantu meredakan sakit kepala dan migrain?

Mengutip dari situs Hellosehat.com, beberapa jenis makanan yang dapat meredakan sakit kepala yaitu sayuran, kacang-kacangan, cokelat, serta jenis makanan lainnya yang mengandung magnesium. Tak hanya makanan, Moms juga bisa mengonsumsi suplemen magnesium untuk bantu meredakan sakit kepala.

Perlu Moms ketahui, magnesium dapat membantu tubuh melemaskan pembuluh darah sehingga melancarkan aliran darah dan oksigen menuju otak. Dengan begitu, sakit kepala yang Moms rasakan pun akan berangsur membaik.

Maka dari itu, ketika Moms merasakan sakit kepala, termasuk sakit kepala gejala menstruasi, Moms bisa mengonsumsi makanan-makanan tersebut untuk meredakannya. Selamat mencoba, ya, Moms!

Kesehatan

Kompres Dingin Bisa Bantu Hilangkan Sakit Kepala, Bagaimana Caranya?

Sat sakit kepala menyerang, rasanya tidak nyaman sekali, ya, Moms. Bahkan bisa bikin kita jadi enggak mood melakukan hal apa pun. Selain minum obat dan istirahat, ada cara lain yang bisa Moms lakukan untuk bantu meredakan atau menghilangkan sakit kepala. Yakni dengan kompres dingin atau menggunakan es.

Mengutip dari situs Hellosehat.com, ketika kepala Moms cenat-cenut, sakit, ataupun migrain, cara untuk mengatasinya yaitu dengan mengompresi dahi atau pelipis menggunakan lap dingin. Kompres dingin dipercaya dapat menghambat pelepasan zat-zat perangsang peradangan yang bergerak menuju kepala sehingga bisa mengurangi nyeri.

Cara melakukannya gampang, kok, Moms! Pertama, siapkan kain atau waslap bersih yang kemudian dibasahi dengan air dingin atau bungkus es di dalamnya. Kemudian, letakkan kompres di bagian kepala yang terasa sakit selama 10-15 menit. Setelah itu, coba rasakan apakah kondisinya membaik?

Jika ingin melakukannya lagi, beri jeda terlebih dahulu selama 15 menit.

Gimana, Moms, sederhana sekali, kan, cara melakukannya? Selamat mencoba, ya, Moms, ketika Moms atau ada anggota keluarga di rumah yang merasakan sakit kepala.

Baby

Keunggulan Memilih Kasur Lantai sebagai Tempat Tidur Bayi

Memilih perlengkapan bayi memang tidak boleh sembarangan, termasuk dalam memilih tempat tidur bayi. Beberapa orang tua ada yang memilih boks bayi, beberapa lainnya ada yang memilih kasur lantai sebagai tempat tidur bayi. Untuk Moms yang memilih kasur lantai sebagai tempat tidur bayi, yuk, cari tahu apa kelebihannya.

Moms yang memilih kasur lantai, alias kasur yang langsung disimpan di lantai tanpa ranjang, sebagai tempat tidur bayi mungkin beranggapan jika ini lebih aman. Sebab, dengan menyimpan kasur langsung di atas lantai bisa mengurangi risiko bayi terjatuh dari tempat yang tinggi.

Tak hanya bermanfaat untuk bayi, nyatanya kasur lantai bermanfaat untuk Mom juga, lo, khususnya Moms yang menyusui bayi. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, kasur lantai dianggap lebih nyaman untuk ibu yang mau menyusui dengan posisi tiduran miring. Sebab, para ibu menyusui tak perlu mengangkat bayi ketika harus menyusui. Moms cukup baringkan diri, lalu setelah selesai, dapat meninggalkan bayi dengan sedikit gerakan hingga bayi tak mudah terbangun.

Di sisi lain, menggunakan kasur lantai juga termasuk bagian dari yang dinamakan pengaturan tidur Montessori. Pola ini memungkinkan bayi untuk lebih leluasa bergerak, memuaskan rasa ingin tahunya, dan melakukan gerakan secara berulang, yang menjadi kunci utama untuk mengembangkan fungsi motoriknya. Bayi yang sering bergerak dengan sendirinya akan tumbuh menjadi bayi yang cerdas, mandiri, dan haus pengetahuan.

Jadi itulah Moms keunggulan menggunakan kasur lantai sebagai tempat tidur bayi. Apakah Moms salah satu yang memilih kasur lantai?

Relationship

Moms dan Suami Suka Sleep Call pada Malam Hari? Ternyata Ini Manfaatnya!

Apakah Moms dan suami termasuk pasangan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR? Kalau sedang LDR, pasti rindu banget, ya, Moms, sama suami? Salah satu pengobat rindu yang bisa dilakukan pasangan LDR yaitu dengan melakukan sleep call pada malam hari.

Tak hanya menjadi pengobat rindu, sleep call pun bisa menjadi sarana penjaga komunikasi antara Moms dan pasangan. Dengan begitu, hubungan Moms dan pasangan bisa tetap awet dan bahkan memberikan rasa nyaman serta meningkatkan kebersamaan meski sedang berjauhan.

Mengutip dari situs Hellosehat.com, banyak pasangan yang menyatakan kalau sleep call pun dapat meningkatkan suasana hati, pun membantu mengurangi kecemasan berlebih sehingga banyak orang merasa lebih mudah tidur dibandingkan jika tidak melakukan sleep call sama sekali.

Manfaat sleep call ini pun tidak dimungkiri oleh Jeff Hancock, seorang profesor komunikasi dari Stanford University, seperti mengutip dari laman The Atlantic. Menurut Jeff Hancock, adapun manfaat sleep call yaitu: “Tidur sambil mengobrol melalui panggilan suara atau video menunjukkan komitmen seseorang. Ini menandakan bahwa saya akan menghabiskan waktu, energi, dan teknologi untuk bersama Anda.”

Walaupun layar tidak memberikan interaksi yang sama seperti saat bertemu tatap muka, kebiasaan ini dapat membantu mempertahankan suatu hubungan, termasuk hubungan rumah tangga Moms dan suami. Hancock juga menjelaskan kebiasaan menelepon saat tidur adalah sebuah fenomena baru sebagai hasil dari kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Jadi, siapa, nih, Moms yang sering melakukan sleep call sama suami? Biasanya sampai berapa lama?

Beauty

Benarkah Suntik Putih Mampu Mencerahkan Kulit?

Salah satu jenis perawatan yang bisa Moms coba untuk mencerahkan kulit yaitu suntik putih. Dalam prosedur suntik putih, akan disuntikkan kombinasi larutan vitamin C dan bahan lainnya seperti glutathione atau kolagen. Kombinasi larutan itu disuntikkan perlahan ke dalam pembuluh darah di area lipatan lengan atau punggung tangan. Lantas, seefektif apakah suntik putih untuk mencerahkan kulit kita?

Mengutip dari situs Hellosehat.com, menurut sebuah penelitian terbitan International Journal of Aesthetics and Anti-Aging Medicine, partisipan beretnis Asia yang melakukan suntik vitamin C selama 7 hingga 10 hari ternyata menunjukkan peningkatan penampilan yang cukup drastis.

Sebulan setelah suntikan vitamin C terakhir, sebanyak 95,4% partisipan melaporkan bahwa kulitnya kencang, lembap, cerah merona, segar, serta terasa mirip kulit bayi. Sisanya,hHanya 4,6% peserta yang melaporkan tidak terjadi perubahan apa pun pada kulit mereka.

Total skor kepuasaan yang diberikan partisipan mencapai 5 dari 7 poin. Dengan kata lain, penelitian tersebut mendukung klaim bahwa vitamin C dapat mencerahkan warna kulit dan meningkatkan penampilan kulit secara keseluruhan.

Akan tetapi, efek suntik putih vitamin C ini hanya mencerahkan warna kulit dan mengembalikan rona aslinya. Perawatan ini tidak serta-merta memutihkan kulit seperti yang dihebohkan oleh kalangan banyak.

Selain itu, proses suntik putih sangat bergantung pada jumlah dosis dan ketepatan waktu pemberian dosis. Mayoritas partisipan merasakan efek penampilan kulit yang jauh lebih baik mulai dari sesi kedua hingga keenam.

Pada periode ini, partisipan merasakan kembalinya kelembapan kulit diikuti oleh rona wajah yang sehat dan kulit yang cerah. Ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal, suntikan harus diberikan dalam dosis yang tepat dan teratur.

Pregnancy

Bahaya Cacar Monyet pada Ibu Hamil, Jangan Anggap Sepele!

Penyakit cacar monyet (monkeypox) menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang. Sebab, penyakit ini memiliki sejumlah bahaya, terutama untuk kelompok rentan, salah satunya ibu hamil. Kira-kira apa, ya, Moms, bahaya cacar monyet untuk ibu hamil?

Walaupun kasusnya belum ditemukan di Indonesia, tetapi Moms tetap harus waspada dengan penyakit cacar monyet, terutama Moms yang sedang hamil. Sebab, mengutip dari situs Hellosehat, penyakit cacar monyet dapat menimbulkan komplikasi berbahaya dan gangguan kesehatan ibu hamil. Hal ini pernah disampaikan oleh Mbala et al. dalam sebuah laporan kasus di Republik Kongo pada 2017.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa ada 4 pasien ibu hamil yang awalnya datang ke rumah sakit dengan keluhan gejala mirip cacar monyet. Lalu, 2 orang pasien menunjukkan gejala pada trimester pertama, setelah itu mengalami keguguran.

Sementara pasien ke-3 mengaku gejala muncul saat trimester kedua dan akhirnya ia melahirkan bayi secara normal. Kemudian, pasien ke-4, menunjukkan gejala saat trimester kedua dan mengalami kematian janin tepat pada usia kehamilan 21 minggu.

Setelah dilakukan identifikasi pada janin, terdeteksi pembesaran hati abnormal (hepatomegali) dan penumpukan cairan pada rongga perut (efusi peritoneal).

Menurut peneliti, kedua kondisi ini timbul karena terinfeksi cacar monyeti. Pengamatan lainnya juga menunjukkan tampilan abnormal pada kulit (lesi kulit) kepala, telapak tangan, dan telapak kaki.

Sebelumnya, salah satu studi dalam The Journal of Infectious Disease pernah melaporkan kasus ibu hamil yang melahirkan bayi prematur pada minggu kehamilan ke-24. Bayi tampak mengalami ruam kulit yang mirip dengan gejala cacar monyet. Kemudian, enam minggu setelahnya, bayi tersebut meninggal.

Sayangnya, tidak dilakukan uji laboratorium sehingga peneliti tidak bisa mengonfirmasi apakah hal tersebut memang disebabkan oleh infeksi cacar monyet atau bukan?

Jadi, Moms, dari penjelasan tersebut, harus berhati-hati dengan penyakit ini, ya. Hindari segala penyebab penyakit cacar monyet.

Kesehatan

Tips Mencegah Kerusakan Gigi Susu Anak, Jangan Sampai Diabaikan!

Menjaga kesehatan gigi harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum gigi gigi susu si kecil tumbuh. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan gigi yang bisa saja mengganggu tumbuh kembang si kecil hingga membuatnya merasa tidak nyaman.

Adapun cara mencegah kerusakan gigi susu anak yaitu dengan menjaga kebersihan rongga mulut bayi sedari kecil. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, Moms bisa menggunakan kain kasa yang dilembapkan menggunakan air untuk membersihkan mulut bayi.

Kemudian, bisa juga menggunakan sikat gigi silikon, serta bisa menggunakan sikat berbulu yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran mulut dan gigi anak. Lantas, perlukah menggunakan pasta gigi untuk membersihkannya?

Moms, penggunaan pasta gigi sendiri harus menyesuaikan usia anak. Untuk anak di atas 3 tahun, gunakan pasta gigi sebesar biji jagung. Sementara untuk anak di bawah usia 3 tahun, gunakanlah pasta gigi sebesar biji beras.

Sedangkan untuk si kecil yang sedang berada di fase gigi campur antara gigi susu dan gigi tetap, cara menjaga kesehatan giginya yaitu dengan memperhatikan gigi tetap yang baru saja tumbuh. Pastikan rajin membersihkan gigi bayi agar tidak ada sisa makanan di permukaan gigi.

Itulah tipsnya, Moms. Mudah, bukan? Yuk, mulai terapkan dari sekarang!

Baby

Alasan si Kecil Suka Bermain Cilukba, Moms Sudah Tahu Belum?

Anak-anak, mungkin salah satunya buah hati Moms, biasanya suka bermain cilukba. Kira-kira, Moms sudah tahu belum, nih, kenapa anak-anak senang sekali saat bermain cilukba?

Seorang peneliti dari University of Cambridge yang bernama James Russel mencoba mencari tahu alasan anak-anak suka bermain cilukba. Ternyata hasilnya cukup menarik, nih, Moms!

Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, Russel mengamati jika balita yang diajak bermain cilukba ini berpikir kalau orang lain tidak bisa melihat mereka.

Si kecil merasa bahwa mereka seakan tidak terlihat ketika matanya ditutup atau saat orang lain mengatakan ‘ciluk’, lalu bersembunyi darinya. Bagi si kecil, khususnya batita, permainan ini begitu menyenangkan karena membuat mereka tahu bahwa suatu objek bisa muncul dan menghilang dari hadapannya.

Sementara itu, penelitian lain menyebutkan alasan si kecil yang suka bermain cilukba juga bisa terungkap dari ekspresi wajahnya. Gerrod Parrot dan Henry Gleitman membuktikan bahwa anak-anak yang menikmati permainan cilukba ini akan lebih sering menggerakkan alis mata mereka ke atas, lalu tersenyum serta banyak tertawa.

Permainan cilukba memang benar-benar dapat memberikan sensasi senang tersendiri bagi si kecil. Nah, Moms, jangan lupa ajak bermain cilukba buah hati Anda di rumah, ya.

Kesehatan

Gigi si Kecil Berwarna Abu-Abu, Apa Penyebabnya?

Pernahkah Moms melihat gigi si kecil berwarna abu-abu? Jika iya, kondisi tersebut dikenal dengan nama kelainan pulpa nekrotik atau gigi nekrotik. Biasanya, selain berwarna abu-abu, gigi yang mengalami kelainan pulpa nekrotik ini akan tampak lebih gelap dari gigi lainnya.

Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, menurut True Dental Care, gigi nekrotik adalah gigi mati yang disebabkan saraf di bagian akar gigi mati. Yakni terjadi ketika pulpa di dalam gigi tidak bisa lagi mendapat suplai darah yang memadai sehingga membuar jaringan mati.

Adapun gejala jika mengalami gigi nekrotik yaitu di antaranya:

  • Terasa muncul tekanan di area gigi dan gusi
  • Sensitif dengan minuman dingin
  • Serta tidak merasakan apa-apa lagi di bagian gigi yang mati

Masih mengutip dari theAsianparent Indonesia, masalah gigi nekrotik pada anak jangan sampai Moms sepelekan. Sebab, kolonisasi bakteri di dalam pulpa bisa masuk ke suplai darah dan mengalir ke seluruh tubuh anak.

Hal itu bisa membuat rasa nyeri luar biasa yang dialami oleh anak. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pregnancy

Mengenal Pemeriksaan TORCH untuk Ibu Hamil, Cek Moms!

TORCH adalah singkatan dari beberapa nama penyakit infeksi, yakni Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Sifilis. Mengutip dari situs theAsianparent Indonesia, pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh ketika terserang mikroorganisme penyebab penyakit-penyakit infeksi tersebut.

Pemeriksaan TORCH dapat dilakukan saat hamil trimester pertama. Selain itu, bisa juga dilakukan pada bayi baru lahir yang menunjukkan gejala-gejala penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH, seperti:

  • Sakit kuning (jaundice)
  • Tuli
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Kejang
  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Kelainan jantung
  • Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya
  • Katarak
  • Trombositopenia

Tahapan tes TORCH

Masih mengutip dari situs theAsianparent, berikut ini tahapan-tahapan TORCH yang dapat dilakukan:

  1. Dokter akan mengikat lengan atas dengan menggunakan alat khusus agar vena di lengan menggembung dan terlihat jelas.
  2. Lalu, dokter akan menusukkan jarum ke dalam vena dan memasang tabung steril untuk mengumpulkan sampel darah.
  3. Dokter akan mensterilkan bagian tubuh yang akan dijadikan tempat pengambilan sampel darah. Biasanya, sampel darah akan diambil dari pembuluh darah vena di lengan.
  4. Ikatan pada lengan akan dilepaskan agar darah dapat mengalir dengan sendirinya ke dalam tabung sampel.
  5. Setelah dirasa cukup, dokter akan mencabut jarum dan memasang perban pada titik tusukan jarum.

Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa IgM dan IgG TORCH. Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menilai apakah pasien sedang, pernah, atau tidak mengalami infeksi.