Baby · Kesehatan

Tanda Bayi Sesak Nafas Sesuai Pengalaman Pribadi, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius!

Sesak nafas bisa dialami oleh orang dewasa, anak-anak bahkan baby. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang bisa sesak nafas, seperti infeksi saluran pernafasan atas, infeksi saluran pernafasan bawah, tersedak dengan sesuatu, banyak dahak karena batuk dan pilek serta kelainan organ tubuh.

Buat mami sendiri, mami sudah merasakan pengalaman dengan Luckie Caesar dari newborn. Luckie dari dia newborn sudah masuk ke NICU karena ada kelainan paru-paru sehingga dia sesak nafas. Luckie juga berwarna biru saat lahir, Luckie sempat masuk ke NICU selama 4 hari 3 malam untuk mematangkan paru-parunya. Tapi ternyata moms, perjuangan mami nggak sampai di sana. Sampai hari ini fokus mami cuma satu, mami sebenarnya punya baby kembar tapi yang selalu mami kasih fokus ekstra adalah Luckie karena dia mengalami kelainan paru-paru, sesak nafas, sempat mengalami bronkopneumonia saat usianya masuk 4 bulan.

Karena Luckie pernah sesak nafas, sempat mengalami bronkopneumonia bahkan laringomalasia, mami jadi concern banget soal sesak nafas. Jangan sampai Luckie kekurangan oksigen, kalau sampai kekurangan oksigen kita bisa mengalami gagal organ tubuh. Khusus Luckie karena pernah mengalami bronkopneumonia dan saturasi oksigennya rendah banget alhasil dia mengalami pengecilan otak karena suplai oksigen nggak cukup ke otak Luckie. Akibatnya sekarang perkembangan fisiknya Luckie juga kurang dan lain sebagainya.

Maka dari itu mami ingin sharing pengalaman mami ini ke kalian semua, please jangan meremehkan sesak nafas ini dan kita harus tahu apakah anak kita sedang mengalami sesak nafas atau tidak, caranya :

1. Hitung durasi nafas anak

Ini adalah cara yang mudah banget kalau kalian nggak ada alat Oxymeter di rumah, kita bisa hitung nafas yang diambil anak kita. Dalam 1 menit anak sampai 30x ambil nafas kita mulai waspada. Kalau dalam 1 menit anak sampai 40x ambil nafas sudah mulai darurat. Jika dalam 1 menit anak ambil nafass 50 – 60x sudah darurat. Langsung bawa anak ke dokter untuk dicek. Tapi sebenarnya kalau dalam 1 menit ambil nafas 40x sudah boleh bawa ke dokter ya moms. Dari menghitung berapa kali anak kita mengambil nafas dalam 1 mneit, kita bisa tahu anak kita sesak nafas atau nggak, karena untuk keadaan normal ambil nafas itu dari 28-30x dalam 1 menit.

2. Hidung anak kita kembang kempis

Ini tandanya anak kita sesak nafas, dan ini pernah dialami Luckie saat mengalami bronkopneumonia tapi mami nggak sadar.

3. Ada tarikan nafas yang cukup dalam di bawah tulang rusuk anak

Sempat Luckie mengalami hal ini saat dirawat di rumah sakit dan saturasi oksigen 70. Biasanya ini dialami oleh orang yang menderita laringomalasia, karena penderita laringomalasia ini jalur pernafasannya tertutup sebagian.

4. Batuk, pilek dan ada suara dahak

5. Cek pakai oxymeter

Ini adalah cara yang paling mudah, atau moms bisa juga langsung ke rumah sakit untuk mengecek saturasi oksigen si Kecil karena akan lebih tepat hasilnya kalau mengecek di rumah sakit.

6. Anak tidak aktif dan lemas

Kalau misalnya kita kekurangan oksigen pasti kita lemas dong moms, begitupun dengan anak atau baby kita. Misal anak kita yang tadinya aktif terus tiba-tiba kurang aktif, lemas, maunya tidur terus dan tidak berdaya itu tandanya anak kita sedang kekurangan oksigen di dalam darah.

7. Bagian tubuh muncul kebiruan

Nah ini adalah kondisi yang sangat ekstrim dan sudah dialami Luckie. Pada saat Luckie sudah pulang dari NICU dia sering banget mengalami kebiru-biruan pada bagian tubuhnya. Bahkan sempat dia tersedak susu dan berhenti nafas kurang lebih 2-3 detik dan muka dia biru moms. Itu tandanya oksigen dalam darah anak kita sudah kurang sekali, kalau sampai seperti itu langsung bawa ke rumah sakit terdekat ya moms.

8. Suara me’ngi’ seperti pluit

Saat bernafas anak kita mengeluarkan suara moms.

Mengecek saturasi oksigen anak kita itu penting, dan kita sebagai orangtua itu harus tahu apakah anak kita sedang mengalami sesak nafas, jangan sampai saturasi oksigen dalam darah itu berkurang drastis, itu bisa membuat organ tubuh yang lain terkena imbasnya, seperti Luckie yang otaknya mengalami pengecilan. Inilah sharing pengalaman mami, semoga bermanfaat.

Kesehatan

Pengobatan untuk Laringomalasia (Sesak Nafas) Di Endoscopy Center RSIA Bunda

Hari ini mami mau sharing tentang saluran pernafasan Luckie yang sempat bermasalah. Kemarin mami juga sempat sharing ya, moms boleh baca di artikel Bayiku Batuk Pilek Berdahak, Ternyata Bronkopneumonia. Keadaan Luckie sudah lebih membaik, di hari ke-4 Luckie menjalankan terapi. Terapinya adalah mengeluarkan lendir-lendir keras di bagian punggung bawah Luckie.

Jadi setelah melakukan terapi itu yang awalnya Luckie level oksigen yang digunakan adalah 5, setelah diterapi turun jadi 2. Di hari ke-5, Luckie terapi lagi dan level oksigen yang tadinya 2 turun lagi jadi 0.5 dan sudah bisa merespon. Jadi Luckie yang biasanya bengong, nggak merespon karena oksigen nggak sampai ke otak, di hari ke-5 ini dia sudah bisa merespon ke mami.

Di hari ke-6 alat oksigen sudah nggak pakai sama sekali, tapi selang untuk makan tetap masih pakai karena Luckie nggak boleh minum secara oral, cuma boleh dari selang takutnya nanti masuk ke organ tubuh yang lain dan membahayakan nyawanya. Mami benar-benar happy dengan keadaan Luckie yang membaik dan diharapkan 1 sampai 2 hari selanjutnya Luckie sudah pulang ke rumah. Tapi walaupun sudah boleh pulang ada beberapa syarat yang harus mami ikutin yaitu :

  1. Luckie tidur harus dalam posisi mendongak karena Luckie mengalami Laringomalasia
  2. Luckie pada saat pulang masih harus minum susu dan obat pakai selang

Jadi Laringomalasia itu adalah kelainan bawaan yang mana membuat terganggunya dan terlambatnya pertumbuhan laring sehingga menyebabkan pernafasan anak lemah dan bakal bisa menutup sebagian jalan keluar masuknya oksigen.

Maka dari itu suplai oksigen nggak akan tersalur dengan baik ke seluruh organ tubuh itu sebabnya Luckie mengalami otaknya mengecil karena oksigen nggak sampai ke otak, sering bengong dan nggak fokus. Mami sendiri sebenarnya juga agak terlambat dalam menangani yang akhirnya menyebabkan otaknya Luckie nggak terstimulasi dengan baik. Luckie itu lemah organ tubuhnya karena suplai oksigen nggak cukup ke organ tubuh yang lain.

Laringomalasia ini memiliki ciri-ciri :

1. Baby yang baru lahir suara nafasnya berisik

Luckie sendiri memang lahir prematur dan Laringomalasia ini memang sudah ada sejak dia lahir. Menurut dokter akan dilihat seiring perkembangan Luckie apakah Laringomalasia ini membaik atau memburuk. Ternyata setelah kena bronkopneumonia sepertinya Laringomalasia Luckie memburuk, saluran oksigennya benar-benar sempit.

2. Tubuh baby sering biru

Luckie sendiri memang dari lahir seluruh tubuhnya sudah biru

3. Suka tersedak susu

Pernah sekali tersedak susu sama mami alhasil mukanya biru dan bahkan berhenti nafas selama 2 detik.

4. Sleep apnea

Baby yang mana jadwal tidurnya seharusnya banyak, tapi dia jarang tidur.

5. Kalau ambil nafas sulit

6. Berat badan bayi tidak bisa naik

Kalau kalian sudah menemukan ciri tersebut segera lakukan pengobatan untuk anak. Mami cukup happy karena tanggal 22 April 2021 mami ikut pre launch untuk launching produk terbaru di RSIA Bunda Menteng yaitu Endoscopy Centre dan itu yang akan menjadi pengobatan khusus Laringomalasia.

For your information, endoskopi ini adalah cara mendiagnosis penyakit dengan menggunakan selang yang belakangnya ada kamera dan dimasukkan ke dalam organ tubuh, jadi kita bisa lihat keadaan di dalam tubuh itu ada apa. Nggak cuma itu, ternyata kamera itu juga bisa mendiagnosis dengan tepat penyakit yang sedang dialami. Dan selang yang dimiliki oleh RSIA Bunda Menteng ini bisa untuk orang dewasa bahkan untuk baby yang baru lahir dan itu nggak sakit sama sekali.

Dengan endoskopi di RSIA Bunda ini tim dokter yakin Laringomalasia Luckie bisa didiagnosis dengan tepat dan diberikan pengobatan yang tepat. Nanti akan dilihat Laringomalasia Luckie itu seberapa parah, dan pengobatan yang dibutuhkan seperti apa?

Nah itu dia update perkembangan Luckie, nanti mami akan update lagi perkembangannya bagaimana. See you di next #CurcolYukMoms.

Baby · Kesehatan

Bayiku Batuk Pilek Berdahak, Ternyata Bronkopneumonia

Mami memiliki bayi prematur, London dan Luckie yang lahir di usia 34 minggu jalan 35 minggu. Kalau Luckie memang dari awal lahir sudah masuk NICU 4 hari 3 malam karena paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. Pada saat itu dirawat di NICU agar paru-parunya berkembang minimal bisa bertahan hidup tanpa alat pernafasan baru dipulangkan. Setelah 4 hari 3 malam Luckie pulang. Dari awal Luckie pulang, dia sering mengeluarkan suara grok-grok moms.

Mami tanya sama dokter, kata dokter nggak kenapa-kenapa. Ini terjadi karena paru-parunya belum berkembang sempurna. Luckie itu sering banget tersedak susu bahkan sempat dia kesedak susu sampai mukanya biru semua dan berhenti nafas selama 2 detik. Dari kejadian itu mami jadi lebih hati-hati kalau kasih susu dan kalau ngasih susu harus dari mami nggak boleh orang lain yang ngasih.

Seiring berjalannya waktu, Luckie usia 2 bulan sudah membaik. Jarang banget tersedak susu, suara grok-groknya sudah mulai berkurang. Tapi di usia 3 bulan mulai lagi suara grok-grok nya muncul. Mami kira memang paru-parunya masih belum berkembang dengan sempurna. Dan dia mulai tersedak susu lagi, anehnya lagi dia mulai batuk berdahak. Dari situ mami pikir mami kasih ASI aja itu juga nanti hilang sendiri, karena pengalaman dari anak-anak sebelumnya begitu. Tapi yang bikin mami bingung London dan Luckie berdua batuk berdahak, tapi Luckie nggak hilang-hilang batuk berdahaknya. Sesekali aja memang batuknya, tapi yang makin mami curiga Luckie kalau tidur bersuara.

Karena mami cukup bingung, akhirnya mami kirim video Luckie ke dokter. Dokter bilang Luckie sesak nafas dan Luckie harus dibawa ke rumah sakit segera. Besoknya mami langsung bawa Luckie ke RS. Kebetulan dokter yang biasa handle Luckie oper ke dokter yang lain karena dia lagi di luar kota. Dokter yang 1 ini ketika lihat Luckie dia bilang nggak kenapa-kenapa, ini baik-baik saja yang penting alerginya disembuhkan dulu. Lalu mami diminta beli alat nebulizer dan nanti akan dikasih obatnya, nanti digunakan di rumah biar dahaknya encer karena banyak dahak di paru-paru.

Besoknya yang biasa suara grok-grok itu keluar pas malam hari aja, tapi pas paginya suara Luckie juga mengeluarkan suara grok-grok, mami pikir ini makin parah. Lalu mami buru-buru ke rumah sakit dan ketemu dokter Markus dan beliau bilang kalau Luckie harus segera dirawat karena dia sesak nafas. Saturasi oksigen Luckie itu cuma 80 yang mana normalnya harus di angka 95 minimal.

17 April 2021 Luckie dirawat inap di RS Bunda Menteng. Jadi selama dirawat itu dia dipasang selang di hidung untuk dia minum, karena kalau dia minum langsung ditakutkan nanti pas minum susu dan kesedak cairannya masuk ke organ tubuh lain makin bahaya. Selain itu Luckie diinfus, diambil darah berkali-kali karena sempat nggak dapat nadinya. Luckie dipasang alat saturasi oksigen di kaki.

Di tanggal 17 April 2021 ini Luckie sempat mengalami masa kritis sampai 18 April 2021 di pagi hari. Luckie saturasi oksigennya di malam hari turun sampai 79. Semalaman dari tanggal 17 April 2021 itu mami gendong terus Luckie dengan posisi kurang lebih 45 ℃, saturasi oksigennya aman yaitu 100. Tapi di pagi hari tiba-tiba Luckie lagi tidur saturasi oksigennya turun terus sampai 70 dan nggak bisa naik.

Setelah serangkaian tes yang dilakukan, akhirnya Luckie didiagnosis menderita Bronkopneumonia yaitu adanya infeksi virus di paru-paru. Di paru-parunya dipenuhi oleh lendir banyak banget dan itu yang membuat jalan masuknya oksigen menyempit sehingga Luckie sesak nafas. Untungnya di tanggal 18 April 2021 di siang hari sudah sedikit membaik. Dokter juga dikasih terapi uap tiap 4 jam sekali dan dilakukan pengambilan lendir juga dari hidung dan mulut. Diharapkan agar bisa membuat jalur masuknya oksigen daripada kemarin.

Walaupun lendirnya sudah diambil nanti bisa muncul lagi moms ternyata. Jadi lendir itu akan terus nambah, tapi dengan diambil minimal jalan oksigennya akan lebih baik dan lendir ini akan benar-benar hilang ketika infeksi virus di paru-parunya hilang dengan penggunaan obat-obatan antibiotik yang sudah diberikan.

Di tanggal 18 April 2021 di malam hari Luckie sudah mulai membaik. Karena Luckie suka bengong-bengong mami pikir apakah mungkin karena kekurangan oksigen jadi begitu. Akhirnya Luckie di USG otak dan keluar hasilnya bahwa otak Luckie mengecil, kemungkinan besar karena Luckie sesak nafas jadi aliran oksigen ke otak kurang dan otak menyusut. Kemungkinan besar itu akan mempengaruhi semua kemampuan dia akan lebih lambat dari baby biasanya atau bahkan kurang pintar.

Lalu dokter syaraf juga ngecek Luckie di tanggal 19 April 2021, ternyata kaki Luckie kaku. Jadi dari kaki kaku ini akan mempengaruhi semua organ tubuhnya jadi lemah, maka Luckie akan diterapi.

Dari curhat mami kali ini mami cuma mau berpesan agar kalau kalian juga mempunyai anak yang mengalami sesak nafas, nafasnya grok-grok seperti Luckie segera bawa ke rumah sakit, jangan sampai kayak mami yang lumayan terlambat bawa Luckie ke rumah sakit. Karena anak yang usianya di bawah 2 tahun kekebalan tubuhnya belum sekuat anak-anak di atas 2 tahun atau orang dewasa, kalau dia kena virus sedikit aja itu bisa kena pneumonia.

Bronkopneumonia ini nggak hanya dialami oleh bayi prematur tapi bayi yang lahir normal pun bisa juga mengalaminya ya moms, cuma memang bayi prematur lebih riskan. Semoga bermanfaat.